RESENSI: Sosiologi Konflik dan Isu-isu Konflik Kontemporer

Oleh : Ranang Aji Sp | 21-Mar-2009, 22:54:05 WIB Judul Cover: Sosiologi Konflik dan Isu-Isu Konflik Kontemporer Pengarang: Novri Susan, MA. Terbit: Maret 2009 Tebal: xi+223 hal. KabarIndonesia - Buku ini menjawab kekosongan satu referensi mengenai teori-teori konflik dalam disiplin ilmu sosiologi. Walaupun bisa dipastikan materi yang dibahas dalam buku ini sangat bermanfaat bagi kepentingan analisis konflik multidisipliner. Ada beberapa kelebihan yang disajikan buku ini. Pertama pemetaan mahzab-mahzab ilmu sosial, dari positivisme, humanisme, sampai kritis ilmu sosial. Pemetaan ini memberi kemungkinan bagi para pembaca untuk memahami keterkaitan perkembangan peta teori sosiologi konflik dan mahzabmazabnya. Sehingga menjadi mungkin untuk melakukan pendifinisian metode penelitian konflik yang tepat. Buku ini cukup berhasil mempetakan teori-teori sosiologi konflik klasik dan kontemporer, dari Ibnu Khaldun, Karl Marx, Weber, Simmel, dan Emile Durkeim. Hal yang menarik, buku ini mencoba mendekati Durkheim yang merupakan ilmuwan sosial konservatif dan fungsional untuk menganalisis konflik. Sayangnya elaborasinya terlalu singkat. Bagi mereka yang merasa perlu mengetahui peta sosiologi konflik kontemporer akan sangat terbantu. Dari tradisi positivisme yang direprenstasikan oleh Lewis Coser dengan teori fungsi konflik sosial, Ralf Dahrendorf dengan dialektika konflik, dan Paul Wehr dengan tindakan dan sumber konfliknya. Tradisi humanisme ilmu sosial dalam menganalisis konflik juga sangat menarik, seperti konstruksi sosial konflik dan interaksionisme simbolik. Tradisi ilmu sosial kritis yang direpresentasikan oleh Habermas, C. Wright Mills, dan Bourdieu, menjelaskan keterkaitan dominasi kekuasaan dan penindasan.

dari konflik separatisme Aceh. dan hubungan internasional. yaitu sosiologi konflik ekletis dan multidispliner. yaitu tema pembangunan dan konflik. . Pada bab V buku ini memberikan tiga contoh analisis konflik. dan pendidikan perdamaian. Pada bab terakhir. Seperti Marx masuk dalam mahzab apa dan Khaldun apa? Kedua pada setiap perspektif teori konflik. Sedangkan sosiologi konflik multidisipliner merupakan kombinasi lintas disiplin ilmu sosial seperti psikologi. dan konflik nelayan di Jawa Timur. penulis yang seorang sosiolog konflik dan perdamaian di UNAIR menambahkan peta teori sosiologi konflik. Selain itu bab ini memberikan berbagai strategi pemecahan masalah dari isu sosial. dari pemetaan dan dinamika konflik. Selanjutnya pada bab yang sama. dan konflik dengan perdamaian. mahasiswa. Pertama penulis tidak menjelaskan keterkaitan teori konflik klasik dengan mahzab-mhahzab utama ilmu sosial. konflik etno keagamaan Ambon. tata kelola konflik. penulis tidak menyajikan contoh-contoh aktual.Setelah memamparkan tiga tradisi utama di atas. buku ini menyajikan isu-isu konflik kontemporer yang dibagi menjadi tiga tema besar. Penjelasan mengenai fenomena-fenomena yang bisa dianalisis oleh perspektif dalam setiap teori konflik terlalu pendek. penulis memaparkan analisis multidispliner dan teknikteknik analisis konflik yang mudah dipahami. Bab ini menjadi sangat bagus bagi para mahasiswa yang ingin mengetahui teknik analisis konflik. Bab ini tampaknya ingin menjawab pentabuan konflik yang dilekatkan dengan kekerasan. Sosiologi konflik ekletik adalah kombinasi analisis perspektif humanisme ilmu sosial dan kritis. Beberapa catatan mungkin bisa diberikan. Konflik tidak harus berarti kekerasan. Pada bab IV buku ini memaparkan keterkaitan konflik dengan kekerasan. Isu-isu konflik dalam bab ini menjadi sangat penting bagi pemebaca. politik dan ekonomi. Namun demikian pencapaian itu perlu tata kelola konflik (conflict governance) yang demokratis. namun bisa juga menciptakan proses konstruktif dan dinamis. yang ingin mencari tema penelitian. ekonomi. Sehingga pembaca perlu melakukan refleksi sendiri.

.Walaupun demikian buku ini telah memberikan penyegaran dan pemantapan mengenai pemahaman teori konflik yang masih jarang di Indonesia. buku ini sangat penting untuk dibaca. memberikan teknik analisis konflik. Sayang jika buku ini dilewatkan oleh para mahasiswa sosial politik dan humaniora. para aktivis pemberdayaan sosial dan pembangunan. dan mempetakan isu-isu konflik di Indonesia. Sebagai buku referensi sosiologi konflik yang pertama di Indonesia. serta para pemegang kebijakan (ran). Penulis berhasil mempetakan teori-teori konflik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful