Anda di halaman 1dari 18

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.

PERALATAN GARDU INDUK


NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

1.

SISTEM CATU DAYA Panel AC / DC adalah suatu peralatan listrik berupa lemari pembagi dimana didalamnya terpasang MCB-MCB, NFB atau fuse-fuse sebagai pembagi beban dan seklaligus sebagai pengaman dari Instalasi yang terpasang pada suatu Gardu Induk . Beban dari masing-masing lokasi berbeda-beda baik jarak, jenis beban maupun kapsitasnya, sehingga perlu pengaman yang selektip sehingga gangguan di salah satu lokasi tidak mengganggu instalasi lain. Instalasi yang dipasang bermacam-macam jenis ada yang single busbar, double busbar dan model ring yang betujuan untuk keandalan pasokan AC sehingga selama beroperasi tidak ada pemadaman jika salah satu trafo dipadamkan. Dengan merubah konfigurasi busbar maka pemadaman tidak ada. Untuk sistem DC yang harus diperhatikan adalah tahanan kondultor jangan sampai tegangan diujung cukup rendah hingga tidak dapat mengerjakan tripping coil atau closing coil maka gangguang tidak dapat diamankan sehingga kerugian akan besar. Untuk itu penampang kabel untuk sistem DC harus diperhitungkan secara jarak sehingga drop tegangan tidak terlalu besar. Panel DC ini disesuaikan dengan pemakaian jumlah rectifier dan batere yang mana bisa diparalel sehingga tidak ada pemadaman beban DC jika salah satu batere dan rectifiernya dipadamkan untuk dipelihara.

GAMBAR 17.1: UNIT BATERE

GAMBAR 17.2. RECTIFIER

DIAGRAM SISTEM CATU DAYA AC DAN DC PADA GARDU INDUK


Hal : 1

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

kopreso r

Motor listrik Bay PHT 1

GAMBAR 17.3. : WIRING DISTRIBUSI SUMBER DC

Bay Transformat or

2.

PEMAKAIAN SENDIRI GARDU INDUK Trafo PS adalah suatu alat listrik untuk menurunkan tegangan tinggi (biasanya 20 kV) menjadi tegangan rendah ( 220/380 Volt ). Trafo PS ini berguna sebagai sumber AC 3 phase 220/380 Volt untuk kebutuhan listrik di suatu Gardu Induk misalnya : untuk penerangan, AC-AC, Rectifier dan peralatan lain yang memerlukan tenaga listrik. Jumlah trafo distribusi di gardu induk idealnya adlah dua unit sehingga pada saat pemeliharaan trafo PS maka gardu induk tsb tidak kehilangan daya AC karena trafonya dipadamkan. Kapasitas trafo PS tergantung dari kapasitas yang digunakan oleh gardu induk tersebut tapi rata-rata diantara kapasitas 100 500 kVA, bahkan ada trafo yang khusus digunakan untuk pemasok kompressor baik phenuematik maupun hidrolik.

Hal : 2

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

GAMBAR 18.1. : TRAFO PEMAKAIAN SENDIRI (PS) 3. BATERE DAN RECTIFIER 19.1. BATTERY Suatu Gardu Induk memerlukan adanya Sumber DC untuk menggerakkan peralatan kontrol, relay pengaman, motor penggerak PMT , PMS dlsb. Untuk itu sebagai sarananya maka di pasanglah ACCU BATTERY. Battery adalah suatu alat yang menghasilkan sumber tenaga listrik arus searah dari hasil proses kimia. Battery ini harus selalu terjaga kapasitasnya ( harus selalu penuh ) , maka battery setiap saat secara terus menerus harus terhubung dengan rectifier. Karena sangat pentingnya battery ini , maka perlu diperiksa kondisi air ( elektrolite-nya ), kebersihan dan Berat Jenisnya ( B J ). RECTIFIER Rerctifier adalah suatu alat listrik untuk mengubah arus bolak - balik ( AC ) menjadi arus searah ( DC ) sesuai kapasitas yang dikehendaki ( Kapasitas Battery ). Rectifier ini harus selalu tersambung ke Battery untuk menjaga kapasitasnya agar tetap penuh. Oleh karena itu rectifier tidak boleh padam / mati ( Suber AC 3 ph ), untuk itu maka pengecekan Tegangan DC harus secara rutin dan periodik, jangan sampai MCB sumber AC 3 ph lepas.

19.2.

Hal : 3

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

R S T N
PROT. SURJA HUB

- ( Negatif )
Rangkaian kontrol elektronik ( AVR )

Gambar 19.1. : wiring rectifier 110 Volt DC 19.3. Prinsip Kerja a) Proses discharge pada sel berlangsung menurut skema Gambar 1.1 Bila sel dihubungkan dengan beban maka, elektron mengalir dari anoda melalui beban ke katoda, kemudian ion-ion negatif mengalir ke anoda dan ion-ion positif mengalir ke katoda. b) Pada proses pengisian menurut skema Gambar 1.2. Bila sel dihubungkan dengan power supply maka, Elektroda positif menjadi anoda dan elektroda negatif menjadi katoda dan proses kimia yang terjadi adalah sbb : 1. Aliran elektron menjadi terbalik, mengalir dari anoda melalui power suplly ke katoda. 2. Ion-ion negatif mengalir dari katoda ke anoda 3. Ion-ion positif mengalir dari anoda ke katoda. Jadi reaksi kimia pada saat pengisian ( charge ) berlangsung sebaliknya.
Aliran Elektron Aliran Elektron

Load
Aliran Ion Neg A N O D A Aliran Ion Pos Elektrolit K A T O D A K A T O D A

DC Power supply Aliran

Ion Neg A N O D A

Aliran Ion Pos Elektrolit

Gambar.19.2: Reaksi elektrokimia Pada sel batere ( discharge ) 19.4. Pengukuran Berat Jenis Elektrolit

Gambar 19.3 R:eaksi elektrokimia pada sel batere ( charge )


Hal : 4

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

Tujuan melakukan pengukuran adalah untuk mengetahui kondisi elektrolit. Hal ini sangat penting karena elektrolit pada batere berfungsi sebagai konduktor atau sebagai media pemindah elektron oleh karena itu agar proses kimia didalam sel batere bekerja baik, maka perlu dilakukan pemeriksaan / pengukuran berat jenis elektrolit. Alat ukur yang digunakan adalah Hydrometer

Gambar 19.4. : gambar cara ukur berat jenis elektrolyite

1,10 0 1,2 00 1,30 0 1,100

1,1 00

Pompa karet Silinder kaca

1,200

1,2 00 1,3 00

Areometer Cairan Elektrolit

1,300

Gambar 19. 5. bagian-bagian hydrometer. Keterangan :


Hal : 5

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

Areometer yang biasa dipakai atau yang beredar dipasaran terdiri dari 3 ( tiga ) macam. a. Areometer yang bertuliskan angka-angka berwarna putih ( buatan Germany / Batere Hoppecke ) b. Areometer yang dilengkapi dengan warna, merah, hijau, kuning Merah : Dead Battery, muatan batere tidak ada / mati Hijau : Half charge , Kapasitas batere 50 % Kuning : Full Charge , Kapasitas batere 90 100 % c. Areometer yang dilengkapi dengan warna, merah, putih, hijau. Merah : Recharge Putih Hijau : Fair : Good

Cara Pelaksanaan d. Siapkan alat ukur berat jenis ( hydrometer). e. Gunakan alat / hydrometer sesuai jenis batere yang akan diukur (jangan tertukar dengan hydrometer untuk batere jenis yang lain.) f. Pada saat pengukuran posisi hydrometer harus tegak lurus. g. Pompakan cairan elektrolit secara maksimal / sampai penuh Baca skala pada areometer sesuai permukaan cairan elektrolit. h. Catat hasil pengukuran. i. Pembacaan berat jenis dipengaruhi oleh perubahan temperatur, maka diperlukan koreksi pembacaan berat jenis dengan ketentuan sebagai berikut : a) Pada batere asam :

Bd ( s ) = Bd ( hs ) + ( ts 15 ) x 0,001 1,5 Dimana : BD ( s ) = Harga BJ Sebenarnya BD ( hs ) = pembacaan BJ pada Hydrometer ( gr/cm3 ) ts = Temperatur larutan asam belerang ( o C ) b) Pada batere alkali :

Hal : 6

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

BD ( a ) = BD ( ha ) + ( ta 15 ) X 0,001 2 Dimana : BD ( a ) = Harga Berat jenis sebenarnya ( gr/cm3 ) BD ( ha ) = pembacaan pengukuran berat jenis larutan alkali pada hydrometer ( gr/cm3 ) ta = Temperatur larutan asam belerang ( o C )

4.

KOMPENSATOR Kompensator didalam sisitim Penyaluran tenaga Listrik disebut pula alat pengubah fasa yang dipakai untuk mengatur jatuh tegangan pada saluran transmisi atau transformator dengan mengatur daya reaktif atau dapat pula dipakai untuk menurunkan rugi daya dengan memperbaiki faktor daya , alat tersebut ada yang berputar dan ada yang stationer yang berputar adalah kondensator sinkron dan kondensator asinkron sedang yang stationer adalah kondensator statis dan reaktor shunt , yang berputar baik yang dipakai fasa terdahulu ( Leading ) atau terbelakang ( Logging ) dapat diatur secara kintinu , tetapi alat ini sangat mahal dan pemeliharaannya rumit sedangkan di PLN belum terpasang sehingga dalam tulisan ini tidak dibahas lebih lanjut , alat yang stationer sekarang banyak dipakai , tegangannya mudah diatur dengan penyetelan daya reaktif secara bertingkat mengikuti perluasan sistem tenaga listrik. Alat yang stationer adalah kapasitor shunt dan reaktor shunt.

Xc

V2

Gambar 20.1. : kompencator kapasitif di tengah-tengah jaringan Kapasitor Terdapat beberapa kompensator yang dihubungkan secara serie antara capasitor dengan transmisi, hal ini bertujuan untuk melawan arah dari effek hubungan serie dari raktansi induktif dari pada transmisi Peningkatan kwalitas tegangan atau faktor daya disisi pemakai tenaga listrik dapat dilakukan baik dari sisi pembangkit dengan pengaturan arus medan magnit maupun dari sisi pemakai yaitu dengan pengaturan daya reaktif. Pengaturan arus medan magnit sangat dibatasi oleh kapasittas nominal pembangkit itu sendiri , jika beban mempunyai komponen induktif yang relatif lebih besar dibandingkan dengan komponen kapasitif maka untuk memperbaiki faktor kerja dibutuhkan daya reaktif kapasitif , sedangkan untuk beban komponen kapasitif reaktif lebih besar
Hal : 7

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

dibandingkan dengan komponen induktif maka untuk memperbaiki faktor kerja diperlukan daya reaktif induktif untuk menkompensir daya reaktif kapasitif. 20.1 Kapasitor Shunt Sebagai unit, ada kapasitor 1 phasa dan kapasitor 3 phasa. Pada saluran distribusi dipakai kapasitor 3 phasa, sedangkan pada sistem tegangan tinggi dan kapasitasnya besar dipakai kapasitor 1 phasa yang dihubungkan secara bintang. Ganbar 3 menunjukkan suatu susunan kapasitor yang terdiri dari kapasitor itu sendiri , reaktor seri yang berfungsi untuk menjaga agar susunan kapasitor tetap induktif. Dan komponen pelepas yang berfungsi menghilangkan muatan listrik pada susunan kapasitor saat kapasitor dilepas untuk maksut pemeliharaan.

CB

DC

SC

SC

DC

SR

CB : Pemutus tenaga. DC : Kumparan pelepas. SC : Reaktor seri.

Gambar 20.2 : Kapasitor Shunt. 20.2 Parameter unjuk kerja kapasitor.


Hal : 8

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

INDIKATOR MVAR Meter KV Meter Ampere Meter Indikator Unbalance rele

KETERANGAN berfungsi untuk mengukur daya reaktif. berfungsi untuk mengukur tegangan kapasitor. berfungsi untuk mengukur arus kapasitor indikasi ini akan muncul apabila unbalance rele bekerja yang disebabkan terjadinya kerusakan salah satu unit kapasitor.

20.3

Reaktor Ada dua macam reactor, Reaktor shunt dipasang untuk kompensator transmisi dan Reaktor netral untuk kompensator transformator, dibandingkan dengan tarnsformator getaran dan suara dengungnya lebih besar oleh karena itu pada umumnya kepadatan flux inti besinya dibuat rendah , dengan tidak mengabaikan segi ekonomisnya. Selain itu dipakai tangki tahan suara yang berdinding rangkap, Untuk pendinginan pada umumnya dipakai dengan minyak yang dipaksa dan udara yang ditiup. Parameter unjuk kerja reaktor INDIKATOR MVAR Meter Buchholz relay. KETERANGAN berfungsi untuk mengukur daya reaktif. Berfungsi untuk mengamankan reactor timbulnya gas didalam minyak isolasi, sebagai pengaman reaktor relay ini dilengkapi dua tingkat monitor yaitu tingkat pertama warning dan tingkat kedua mentripkan PMT. Magnetik Oil Level. Berfungsi untuk memonitor ketinggian minyak, pada minimum atau maksimum oil level akan muncul tanda peringatan ( warning ). Presure Relief Device. Berfungsi mengamankan tangki reactor apabila terjadi tekanan lebih didalam tangki, alat ini akan mentripkan pemutus tenaga pada tekanan 0.7 bar Oil temperature indicator untuk mengukur suhu minyak rector , pada suhu 95 C warning dan pada suhu 130 C mentripkan pemutus tenaga Winding temperature untuk mengukur suhu lilitan , pada suhi 115 C indicator warning dan pada suhu 130 C mentripkan pemutus tenaga Gas collecting divice untuk mengetahui apabila terjadi produksi gas didalam minyak isolasi Silicagel breather for apabila silicagel sudah berubah berwarna merah conservator muda maka sudah berubah berwarna merah muda maka sudah tidak dapat lagi menyerap kelembaban dan silicagel harus diganti

20.4

21. KUBIKEL 20 KV.


Hal : 9

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

Kubikel 20 kv yang sering disebut juga sel 20 kv terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan penggunaannya seperti : 21.1. Kubikel Incoming Adalah kubikel yang berfungsi sebagai instalasi sisi sekunder trafo, dimana terpasang peralatan utama seperti PMT,CT,PT, proteksi dan pengukuran. Semua peralatan sesuai dengan kapasitas trafo sehingga mempunyai bentuk fisik yang lebih besar. Sedangkan secara instalasi wiring tidak dapat dipisahkan antara primer sekunder terutama control dan proteksinya. 2. kubikel penyulang. Adalah kubikel yang berfungsi sebagai instalasi pasokan tenaga listrik dari gardu induk atau sistem tegangan tinggi ke sistem distribusi tenaga listrik. Karena kapasitas kubikel ini terbatas maka untuk trafo yang besar maka sistem pasokannya terdiri lebih dari satu kubikel penyulang, yang masing2 kubikel diberi nama untuk keamanan operasional. Beberapa sistem busbar 20 kv pada gardu induk berbentuk sesuai keperluan seperti single bus bar, double busbar, dll. Tergantung keperluannya dan lengkap dengan proteksinya. 3. Kubikel pengukuran. Kubikel ini terdiri instalasi pengukuran tenaga listrik seperti trafo tegangan yang digunakan untuk mengukur dan sumber tegangan untuk meter pengukur energi, trafo arus untuk mengetahui besarnya beban yang mengalir pada busbar dan juga berfungsi sebagai proteksi busbar. 4. Kubikel trafo pemakaian sendiri. Sebagai pemasuk trafo pemakaian sendiri yang digunakan sebagai sumber tenaga listrik pada peralatan instalasi tenaga listrik pada gardu induk , seperti sebagai pemasuk rangakaian energi cadangan dan proteksi adalah batere dan rectifier. Sistem pendingin trafo, penerangan dan fasilitas lain pada gardu induk. Biasanya kubikel trafo pemakaian sendiri berupa instalasi dengan PMT kecil (load break switch) yang dilengkapi dengan proteksi primer. 5. Kubikel Seksi busbar. Adalah kubikel khusus yang lebih banyak bersifat membantu operasional yaitu , jika suatu busbar dengan beberapa kubikel penyulang terjadi gangguan atau keperluan sesuatu pemeliharaan maka beban akan dipindahkan atau dipasok dari trafo lain melalui kubikel Seksi tersebut ke beban penylang tersebut sehingga tidak ada pemadaman. Instalasi kubikel ini biasanya lengkap dengan proteksinya 6. kubikel Kopel (penghubung) bus bar. Kubikel ini berfungsi seperti kubikel seksi tetapi tujuan utama adalah menghubungkan busbar 1 dan busbar 2 pada sistem busbar 20 kv yang menggunakan sistim double busbar.

Hal : 10

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

Gambar 21.:KUBIKEL 20 KV

Gamb 22: MANUVER PMS DORONG

Hal : 11

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

7. SINGLE LINE DIAGRAM INCOMING, PENYULANG, PENGUKURAN DAN SEKSI BUSBAR

P51N

NP51G 96T 26 63

87T

S51-1

S51-2

INCOMING

PU

PENGUKURAN

SEKSI

64V
51-1 51-2

PENYULANG

Hal : 12

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

Gambar 21.3. single line diagram bay trafo,seksi, penyulang dan pengukuran 8. SINGLE LINE DIAGRAM PENYULANG, PENGUKURAN KOPPELDAN PEMAKAIAN SENDIRI.

PENGUKURAN

PEMAK SENDIRI

KOPEL 20 KV

51-1

51-2

PENYULANG

Gambar 21.4. single line bay penyulang, pemgukuran dan pemakaian sendiri 5. RELE PANEL KONTROL. Adalah instalasi listrik berupa lemari yang berisi system pengawatan untuk proteksi dan control, system proteksinya semua rele terpasang disini, juga penunjukan besaran energi listrik seperi arus, tegangan, beban aktif dan reaktif serta posisi tap / sadapan dari OLTC. Terpasang juga anounsiator yaitu kumpulan indicator baik dari rele proteksi atau indicator yang berhubungan dengan peralatan seperti teganan gas sf 6, tekanan udara, indicator gangguan yang terjadi termasuk alarm sebagai peringatan bahwa terjadi anomaly pada system pada saat operasi. Pada panel control juga dilengkapi saklar komando untuk memasukan dan memutuskan paralatan switcn gear seperti PMT dan PMS yang dilengkapi dengan kunci interloc atau synchron chek sehingga jika semua baik maka peralatan dapat dioperasikan serta komando untuk pengaturan tegangan, juga terpasang tombol tekan dan saklar kunci untuk memadamkan alarm, mereset indicator yang
Hal : 13

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

menyala, memeriksa lampu indicator dan dari segi operasi adalah saklar keamanan untuk remote atau local dalam mengkontrol peralatan seperti PMT, yang dapat dioperasikan secara remote dengan bantuan komunikasi sebagai jalur perintah/komando jarak jauh. Pada panel dilengkapi tranduser untuk mengetahui besaran listrik yang akan dirubah menjadi digital kemudian dikirimkan ke pusat penagturan dan dikembalikan lagi sehingga dapat diketahui besaran listrik secara jarak jauh. System ini sering disebut Sistem Control And Data Acusition (SCADA).

Gambar 22.1. Anounciator

Gambar 22.2. Panel control dan meter

Hal : 14

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

Gambar 22.3. Meter-meter 6. SIMBOL PERALATAN DAN PENJELASAN

Gambar 22.4. Synchronchek.

Hal : 15

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

Hal : 16

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

Hal : 17

Tim pelatihan Operator Gardu Induk

PT. PLN ( Persero) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA-BALI.


PERALATAN GARDU INDUK
NO DOKUMEN : P3B JB /OPERATOR GI/001.1 NOVEMBER 2005 MULAI BERLAKU :

DAFTRA PUSTAKA. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. DASAR-DASAR TEKNIK LISTRIK ( F.Suryatmo)

SWITCHGEAR AND PROTECTION (SUNIL S RAO) TEGANGAN dan ARUS BOLAK-BALIK ( SIEMENS) RANGKAIAN ARUS BOLAK BALIK (SIEMENS) INDUKSI dan INDUKSI-SENDIRI (SIEMENS) ARUS PUTAR (SIEMENS) Hand Book of ELECTRICAL ENGINERING (Academics Hand books series) STANDARD HANDBOOK FOR ELECTRICAL ENGINEERING (FINK & CARROLL) PERALATAN TEGANGAN TINGGI (BONGAS L TOBING) POWER SYSTEM ANALYSYS & STABILITY (SS VADHERA). TEKNIK TEGANGAN TINGGI (Prof. Dr ARTONO ARISMUNANDAR). SWITCHGEAR MANUAL (ABB Calor Emag). diktat PROTEKSI dan PENGUKURAN (PLN KJB). Pedoman Pemeliharaan (SE 032/PST/1984 dan SUPLEMEN). A Text Book of ELECTRICAL TECHNOLOGI ( BL THERAJA & AK THERAJA) Perhitungan Instalaasi Listrik (A.J. WATKINS & R.K. PARTON) Dasar- dasar Teknik Listrik (Schaums easy outlines) (MILTON GUSSOW).

Hal : 18

Tim pelatihan Operator Gardu Induk