Anda di halaman 1dari 4

DEKONTAMINASI Memproses Alat Bekas Pakai : Pendahuluan Dekontaminasi Pencucian dan Pembilasan Disinfeksi Tingkat Tinggi dan Sterilisasi

Dekontaminasi merupakan langkah pertama yang penting dalam menangani peralatan, perlengkapan, sarung tangan dan benda-benda lain yang terkontaminasi. Dekontaminasi membuat benda-benda lebih aman untuk ditangani petugas pada saat dilakukan pembersihan. Untuk perlindungan lebih jauh, pakai sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga dari lateks jika menangani peralatan yang sudah digunakan atau kotor. Segera setelah digunakan, rendam seluruh bagian benda-benda yang terkontaminasi dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. Ini akan cepat mematikan virus hepatitis B dan HIV. Daya kerja larutan klorin akan cepat menurun sehingga harus diganti minimal setiap 24 jam atau lebih cepat jika terlihat telah kotor atau keruh. Rumus untuk membuat larutan klorin 0,5% dari larutan konsentrat berbentuk cair : Jumlah bagian air = (% larutan konsentrat : % larutan yang diinginkan) -1 Contoh : Untuk membuat larutan klorin 0,5% dari larutan klorin 5,25% 1. Jumlah bagian air = (5,25% : 0,5%) 1 = 10,5 1 = 9,5 2. Tambahkan 9 bagian (pembulatan kebawah dari 9,5) air ke dalam 1 bagian larutan klorin 5,25 % Air tidak perlu dimasak Rumus untuk membuat larutan klorin 0,5% dari bubuk klorin kering : Jumlah bagian air = (% larutan yang diinginkan : % konsentrat) x 1000 Contoh : Untuk membuat larutan klorin 0,5% dari bubuk klorin yang bisa melepaskan klorin (seperti kalsium hipoklorida) yang mengandung 35% klorin 1. Gram/liter = (0,5% : 35%) x 1000 = 14,3 gram/liter 2. Tambahkan 14 gram (pembulatan kebawah dari 14,3) bubuk klorin 35% ke dalam 1 liter air bersih.

Pemrosesan Alat Tiga langkah pokok dalam pemrosesan alat dan benda-benda lain dalam upaya pencegahan infeksi yaitu : - Dekontaminasi - Pencucian dan pembilasan - Desinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi Setiap benda, baik instrumen metal yang kotor maupun sarung tangan memerlukan penanganan dan pemrosesan khusus agar : a. Mengurangi resiko perlukaan aksidental atau terpapar darah atau duh tubuh terhadap setiap pembersih dan ruang tangga.

b. Membersihkan hasil akhir berkhualitas tinggi (umpamanya instrumen atau benda lain yang steril atau yang didesinfeksi tingkat tinggi (DTT). Adapun pemrosesan peralatan bekas pakai dapat dilihat pada bagan dibawah ini : a. Dekontaminasi (Pakai sarung tangan dan pelindung lain seperti kacamata, visors atau google) b. Cara yang diinginkan cara yang biasa diterima Sterilisasi DTT. B. Dekontaminasi 1. Definisi Dekontaminasi adalah langkah pertama menangani peralatan, perlengkapan, sarung tangan dan bendabenda lainnya yang terkontaminasi. Proses yang membuat benda mati menjadi lebih aman untuk ditangani oleh staf sebelum dibersihkan (umpamanya menginaktivikasi HBV, HBC dan HIV) dan mengurangi tapi tidak menghilangkan jumlah mikroorganisme yang mengkontaminasi. 2. Produk-produk dekontaminasi - Larutan klorin 0,5% dan 0,1% - Etil 70% - Alkohol - Bahan fenolik atau karbol 0,5% - 3% Bahan klorin mempunyai daya kerja yang cepat untuk mematikan virus hepatitis B dan HIV, bila benda-benda yang terkontaminasi direndam dalam larutan klorin selama 10 menit. Namun daya kerja tersebut akan cepat mengalami penurunan sehingga larutan tersebut harus diganti paling sedikit setiap 24 jam atau lebih cepat jika terlihat lebih kotor atau keruh. Rumus untuk membuat larutan klorin 0,5% dari larutan konsentrat berbentuk cair. - % Larutan konsentrat Jumlah bagian air = -1 % larutan yang diinginkan Rumus untuk membuat larutan klorin 0,5% dari bubuk klorin kering. % Larutan konsentrat Jumlah bagian air = x 1000 % konsentrat 3. Tips-tips Dekontaminasi - Gunakan tempat plastik untuk dekontaminasi agar mencegah : 1) Tumpulkan pisau (misal gunting) saat bersentuhan dengan container logam 2) Berkaratnya intrumen reaksi kimia (elektrolisis) yang terjadi antara dua logam yang berbeda (misal intrumen dan wadah) bila direndam dalam air. - Jangan merendam intrumen logam yang berlapis elektro (artinya tidak 100% baja tahan gores) meski dalam air biasa selama beberapa jam karena akan berkarat. Setelah dekontaminasi, instrument harus segera di cuci dengan air dingin untuk menghilangkan beban organic sebelum dibersihkan secara menyeluruh. Jarum habis pakai dan semprit harus diletakkan dalam wadah yang baik untuk dikubur. Apabila akan digunakan kembali maka jarum dan semprit harus dibersihkan dan dicuci secara menyeluruh setelah didekontaminasi. Sekali instrument atau benda lainnya telah didekontaminasi maka selanjutnya diproses dengan aman. C. Pencucian dan Pembilasan 1. Definisi Pencucian adalah cara paling efektif untuk menghilangkan sebagian besar mikroorganisme pada peralatan / perlengkapan yang kotor atau yang sudah digunakan. 2. Perlengkapan / bahan-bahan untuk mencuci peralatan

- Sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga dari lateks - Sikat halus (boleh menggunakan sikat gigi) - Tabung suntik (minimal ukuran 10mL; untuk membilas bagian dalam kateter termasuk kateter penghisap lendir. - Wadah plastik atau baja antikarat (stainless steel) - Air bersih - Sabun atau deterjen 3. Kegunaan pencucian - Sebagai cara yang efektif untuk mengurangi jumlah mikroorganisme terutama endospora yang menyebabkan tetanus pada peralatan dan instrument tercemar. - Sebagai langkah awal, sebelum instrument di sterilisasi atau didesinfeksi tingkat tinggi. Karena tidak ada prosedur sterilisasi atau desinfeksi tingkat tinggi (DTT) yang efektif tanpa melakukan pencucian terlebih dahulu (Porter, 1987). 4. Tahap-tahap pencucian dan pembilasan - Pakai sarung tangan yang tebal pada kedua tangan - Ambil peralatan bekas pakai yang sudah didekontaminasi (hati-hati bila memegang peralatan yang tajam seperti gunting dan jarum jari). - Agar tidak merusak benda-benda yang terbuat dari plastik karet, jangan dicuci segera bersamaan dengan peralatan yang terbuat dari logam. - Cuci setiap benda tajam secara terpisah dan hati-hati : 1) Gunakan sikat dengan air dan sabun untuk menghilangkan sisa darah dan kotoran 2) Buka engsel gunting dan klem 3) Sikat dengan seksama terutama dibagian sambungan dan pojok peralatan 4) Pastikan tidak ada sisa darah dan kotoran yang tertinggal pada peralatan 5) Cuci setiap benda sedikitnya tiga kali atau lebih baik jika diperlukan dengan air dan sabun atau deterjen. 6) Bilas benda-benda tersebut dengan air bersih - Ulangi prosedur tersebut pada benda-benda lain - Jika peralatan akan didesinfeksi tingkat tinggi secara kimiawi (misalkan dalam larutan klorin 0,5%) tempatkan peralatan dalam wadah yang bersih dan biarkan kering sebelum memulai proses DTT. Karena peralatan yang masih basah akan mengencerkan larutan kimia dan membuat larutan menjadi kurang efektif. - Peralatan yang akan didesinfeksi tingkat tinggi dengan cara dikukus atau direbus atau di sterilisasi didalam otoklaf atau open panas kering tidak usah dikeringkan sebelum proses DTT atau sterilisasi dimulai. - Selagi masih memakai sarung tangan, cuci sarung tangan dengan air dan sabun dan kemudian bilas secara seksama dengan menggunakan air bersih. - Gantungkan sarung tangan dan biarkan dengan cara di angin-anginkan. 5. Tips-tips pencucian dan pembilasan - Gunakan sarung tangan saat membersihkan instrument dan peralatan - Gunakan pelindung mata (plasti, pelindung muka, googles atau kacamata) dan rok plastic jika ada, saat membersihkan alat untuk meminimalkan risiko cipratan cairan yang terkontaminasi pada mata dan badan. - Instrument harus dibersihkan dengan sikat yang lembut (sikat gigi bekas baik untuk digunakan) dalam air sabun. - Semprit (berbahan kaca atau plastic) saat akan digunakan kembali harus dilepas setelah didekontaminasi atau dibersihkan dengan air sabun. - Sarung tangan bedah harus dibersihkan dalam air sabun, kedua bagian dalam dan luar dibersihkan dan

dicuci dengan air bersih sampai tidak ada sabun yang tersisa. - Karet atau tabung plastik, misalnya tabung penghisap nasogatik atau proses kelahiran bila akan digunakan kembali harus dibersihkan secara menyeluruh, dicuci dan dikeringkan. - Endoskopi operasi (misalnya laparoskop) harus secara hati-hati dibersihkan karena pembersihan yang tidak benar merupakan penyebab utama masalah mekanis, begitupula dengan penularan infeksi kepada pasien berikutnya (Weber & Rutala, 201). - Untuk mencuci kateter (termasuk kateter penghisap lendir, lakukan tahap-tahap berikut ini : 1) Pakai sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga dari lateks pada kedua tangan. 2) Lepaskan penutup wadah penempung lendir (untuk kateter penghisap lendir) 3) Gunakan tabung suntik besar untuk mencuci bagian dalam kateter sedikitnya tiga kali (atau lebih jika perlu) dengan air dan sabun 4) Bila kateter menggunakan tabung suntik dan air bersih 5) Letakkan kateter dalam wadah yang bersih dan biarkan kering sebelum dilakukan proses DTT. - Kateter harus didesinfeksi tingkat tinggi (DTT) secara kimiawi karena kateter bias rusak bila didesinfeksi tingkat tinggi dengan cara direbus.