Anda di halaman 1dari 17

Acara I

BIOLOGI BUNGA

Abstraksi
Praktikum acara 1 berjudul Biologi Bunga dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Maret 2012 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Praktikum ini bertujuan agar praktikan mampu mengetahui struktur bunga, saat membuka dan menutupnya bunga, waktu tepungsari dapat berfungsi atau viabel dan stigma siap menerima tepungsari atau reseptif serta mempelajari tipe persilangan pada tanaman. Metode yang digunakan pda praktikum ini yaitu metode pengamatan. Yaitu dengan cara mengamati morfologi dari berbagai macam bunga yang digunakan sebagai preparat serta hasil dari pengamatan tersebut dituangkan dalam bentuk diagram dan gambar serta keterangan bagian-bagian bunga. Dalam praktikum ini digunakan bahan-bahan berupa bunga padi (Oryza sativa), bunga jagung (Zea mays) jantan dan betina, bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis), bunga terong (Solanum malongena), bunga kakao (Theobroma cacao), bunga cabai (Capsicum annum L.), bunga pepaya (Carica papaya) jantan betina dan hemaprodit, bunga kacang tunggak (Vigna unguiculata), dan bunga kelapa (Cocos nucifer) jantan dan betina. Hasil akhir dari percobaan ini, praktikan mampu mengidentifikasi dan mendeskripsikan bunga serta mengetahui bagian-bagian bunga dan menarik kesimpulan mengenai tipe penyerbukannya.

Tinjauan pustaka Bunga merupakan alat perkembanganbiakan pada tumbuhan berbiji, karena biji dihasilkan dari bunga yaitu dari peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Bunga mempunyai bagian bagian yang terdiri dari tangkai bunga, dasar bunga, putik, benangsari, mahkota bunga, dan kelopak daun. Putik merupakan alat perkembangbiakan betina yang menghasilkan sel kelamin betina. Sedangkan benangsari merupakan alat pembiakan jantan yang menghasilkan sel kelamin jantan (Sumarwan,1994). Secara fungsional, bunga adalah organ kompleks di mana semua nya kompleksitas struktural mungkin disesuaikan dengan reproduction1 seksual. setiap bagian dari bunga itu mungkin memiliki peran khusus dalam satu atau lebih peristiwa selama produksi dan penyebaran gamet dan benih. Bunga adalah istilah morfologi tetapi mekar adalah penyerbukan unit dan dengan demikian menjadi ekologi entity2. Hal ini biasanya diasumsikan bahwa setiap organ bunga pasti memiliki lebih atau kurang peran dalam penyerbukan tapi cukup sering fungsi pengganti juga. Morfologi bunga merupakan faktor terkait erat untuk sistem perkembangbiakan sejak autogamy hanya terjadi pada hermafrodit atau berumah satu sementara tanaman dioecious dan heterostylous tanaman selalu keluar

crossed4. setiap spesies memiliki kalender sendiri kejadian untuk melakukan ini perkembangan perubahan siklik. Sebuah dasar memahami struktur bunga, fenologi dan sistem penyerbukan merupakan prasyarat untuk studi tentang biologi reproduksi (Ramasubbu & Chandra Prabha,2010) Pembiakan tanaman dapat melalui dua cara, yaitu seksual (dengan biji) dan aseksual (dengan vegetatif). Pada pembiakan dengan cara seksual dibentuk sel-sel khusus yang reproduktif dan disebut gamet. Pembentukan sel-sel reproduktif tersebut disebut peristiwa gametosis (Schuler, 1998). Gametogenesis pada bunga betina (megasporogenesis) menggunakan organ kelamin yang terdiri dari putik (pistil) terdiri atas kepala putik (stigma) dan tangkai putik (style), dan kandung embryo (ovary). Sedangkan organ kelamin jantan melakukan gametogenesis (microsporogenesis) dengan benang sari (stamen) yang terdiri atas tangkai sari (filament) dan kepala sari (anther). Anther memiliki banyak mikrospora (PMC-Pollen Mother Cell) (Mangoendidjojo, 2003).
Adanya suatu cabang yang mempunyai beberapa ruas ( internodium ) yang pendek-pendek dan empat buku ( nodus ). Pada tiap-tiap buku ( nodus ) melekatkan rangkaian daun yang masingmasing keadaannya berlain-lainan.Rangkaian daun yang pertama ( terletak paling bawah ) biasanya berwarna hijau dan disebut kelopak ( Calyx ). Rangkaian daun yang kedua,terletak diatasnya,tampaknya lebih halus,Lebih lebar dan lebih indah warnanya dinamai tajuk atau mahkota ( Corolla ). Rangkaian daun yang ketiga semuanya masih bergulung dan disebut benang sari ( Stamen ).Rangkaian daun yang keempat,yang terletak paling atas ( paling ujung ) berlekatan menjadi satu yang dinamakan putik (Pistillum) .Bilamana ruas-ruas antara rangkaian-rangkaian daun ini ,dalam ingatan,kita tiadakan,maka keempat buku-buku tersebut akan bertumpuk dan nampak sebagai satu buku.Keempat rangkaian daun yang keaadaannya berlain-lainan akan bersusun paad buku yang satu itu.Cabang dengan daun-daun yang sudah berubah bentuknya itu disebut bunga ( Pedicellus ).Bunga duduk diatas dasar bunga ( receptaculum = torus ) yaitu ujung tangkai bunga yang biasanya melebar.Bunga keseluruhannya,teristimewa benang sari dan putik,dipandang sebagai alat pembiak dari tumbuh-tumbuhan(Wujomo,1982).

Bunga adalah sebagian dari batang atau dahan tumbuhan yang daun-daunnya telah berubah dan sifatnya sesuai dengan keperluannyaDilihat dari bagian-bagian penyusunnya, bunga dapat dibedakan menjadi (Tjitrosoepomo, 2005):

1. Bunga Lengkap : Bunga ini terdiri dari kelopak (calyx), mahkota(corolla), benang sari (androecium) dan putik (gynaecium). 2. Bunga tak Lengkap : Bunga ini tidak memiliki salah satu bagian bunga seperti bunga lengkap, misalnya tidak memiliki kelopak. 3. Bunga Sempurna : Hanya terbatas bahwa bunga ini memiliki benang sari(androecium) dan putik (gynaecium). 4. Bunga tak Sempurna : Bunga ini tidak memiliki benang sari (androecium) atau tidak memiliki putik (gynaecium). Kelamin pada bunga terbagi menjadi dua macam (Tjitrosoepomo, 2005):
1. Bunga Berkelamin ganda/banci (hermaprodithus), dimana pada satu bunga terdapat

benang sari dan putik, dapat pula disebut bunga sempurna.


2. Bunga Berkelamin Tunggal (unisexualis), terbagi menjadi 3 macam yaitu,

a) b) c)

Bunga yang terdiri dari benang sari saja, yang disebut bunga jantan (flos Bunga yang terdiri dari putik saja yang disebut bunga betina (flos femineus) Dan bunga yang tidak memiliki kelamin, atau bunga mandul.

masculus)

Metode Pelaksanaan Praktikum Praktikum Dasar-dasar Pemuliaan Tanaman acara 1 Biologi Bunga dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Praktikum dilaksanakan pada Selasa, 6 Maret 2012. Bahanbahan yang digunakan merupakan 9 jenis bunga, yaitu bunga padi (Oryza sativa), bunga jagung (Zea mays) jantan dan betina, bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bunga terong (Solanum malongena), bunga kakao (Theobroma cacao), bunga cabai (Capsicum annum L.), bunga pepaya (Carica papaya) jantan betina dan hemaprodit, bunga kacang tunggak (Vigna unguiculata), dan bunga kelapa (Cocos nucifer) jantan dan betina. Sedangkan alatalat yang digunakan yaitu pensil, kertas gambar, dan kaca pembesar. Dalam praktikum ini digunakan metode pengamatan, praktikan melakukan pengamatan terhadap 13 macam bunga, bunga yang berukuran kecil dan sulit untuk diamati, digunakan alat bantu berupa kaca pembesar. Hasil pengamatan dituangkan dalam bentuk gambar dan diagram bagian-bagian bunga. Ada beberapa bunga yang dikoyak untuk melihat lebih detail isi dari bunga tersebut.

Hasil Pengamatan dan Pembahasan Pengetahuan biologi bunga perlu dipelajari dalam pemuliaan tanaman, karena di dalam seleksi kombinasi kita dapat melakukan persilangan-persilangan. Agar pekerjaan persilangan efektif diperlukan informasi yang lengkap tentang perilaku kehidupan bunga yang diperlakukan. Kita perlu mengetahui bagaimana cara-cara dan kapan suatu tanaman berbunga. Susunan bunga atau struktur bunga wajib dimengerti dengan baik agar di dalam melakukan persilangan-persilangan tidak melakukan kekeliruan karena pengertian bagianbagian bunga seperti putik, benang sari belum diketahui dengan jelas. Dalam praktikum ini kita mempelajari 13 tipe bunga dari 9 komoditas antara lain : bunga padi (Oryza sativa), bunga jagung (Zea mays) jantan dan betina, bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bunga terong (Solanum malongena), bunga kakao (Theobroma cacao), bunga cabai (Capsicum annum L.), bunga pepaya (Carica papaya) jantan betina dan hemaprodit, bunga kacang tunggak (Vigna unguiculata), dan bunga kelapa (Cocos nucifer) jantan dan betina. Berikut penjelasan dari bunga-bunga tersebut : 1. Bunga Padi (Oryza sativa)

Keterangan:
1. 2. 3.

Ather stamen filament apiculi plea 7. ovary 8. pedicel

5. Stigma 6. Style

10. sterile lemmas 11. lemma

4. 5.

9. Rudimentary glumes

Deskripsi : Bunga padi merupakan bunga telanjang yang mempunyai satu bakal buah, 6 buah benang sari, serta 2 tangkai putik. Bakal buah mengandung cairan untuk kebutuhan lodicula, warnanya keunguan atau ungu tua. Lodicula merupakan daun mahkota yang telah berubah bentuk. Bagian ini sangat berperan dalam pembukaan palea. Fungsi kelenjar lodicula adalah untuk mengatur pembungaan. Lodicula mudah menghisap air dari bakal buah sehingga mengembang. Benang sari terdiri dari tangkai sari dan kandung serbuk. Tangkai sari padi tipis dan pendek, pada kepala sari terletak kandung serbuk yang berisi tepung sari (pollen). Lodicula membengkak tepat sebelum anthesis. Hasilnya lemma terdesak dan tekanan ini menyebabkan lemma terlepas. Pada saat yang bersamaan dengan anthesis,filament dan stigma bersama-sama kelauar dari spikelet dan mengalami polinasi yang merupakan tujuan anthesis. (Matsuo Hoshikawa, 1993). Tipe penyerbukan
bunga padi ada dua, yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang. Penyerbukan sendiri terjadi karena benag sari dan putik masak pada waktu yang bersamaan. Pada bunga padi penyerbukan sendiri terjadi sebelum kuncup bunga membuka (masih menutup), sehingga disebut kleistogami. Selain itu penyerbukan juga dapat terjadi setelah bunga mekar sehingga dapat terjadi penyerbukan silang. Hal ini karena benag sari bunga padi sangat ringan sehingga mudah terbawa angin. Bunga padi umumnya mulai mekar antara pukul 06.00-15.30. Pembungaan maksimum terjadi antara pukul 10.00-12.00. Ciri khas dari bunga padi adalah terdapatnya lodiculae (alat penggelembung) yang berjumlah dua (Siregar,2010)

2. Bunga Jagung a. Jantan Keterangan : 1. Anther 2. Spikelet

b. Betina Keterangan : 1. 2. betina 3. Stylus (rambut jagung) kelobot (seludang Pasangan bunga bunga)

Deskripsi :
Bunga jantan letaknya terminalis, sekam kelopak (glumma) terdiri dari 2 sepala berlepasan. Corolla nya terdiri atas dua lingkaran yang terdiri dari 3 dan 2 petala berlekatan. Andresiumnya terdiri dari 3 stamen berlepasan. Bunga jantan yang masak berwarna kemerahan. Satu malainya menghasilkan sekitar 2-5 juta pollen. Pollen dapat bertahan hingga satu hari. Pada poros dan cabang-cabang malai bunga jantan terdapat pasanganpasangan spikelet. Tiap pasang spikelet terdiri dari sesille (bertangkai pendek) dan pediselle (bertangkai panjang). Sesille dan pedicelle terdiri dari 2 bunga. Masing-masing bunga mempunyai palea dan lemma, dua lodicula dan 3 buah benang sari (Subekti,2008) 3. Bunga Sepatu (Hibiscus rosasinensis) Keterangan : 1. putik 3. mahkota 4. benang sari 5. Bakal buah 2. tangkai putik6. kelopak

Deskripsi : Bunga sepatu merupakan tanaman tanpa getah. Daun tidak berbentuk ginjal atau jantung. Tidak ada seludang daun yang jelas. Daun tidak berbentuk kupu-kupu. Susunan tulang daun menjari atau menyirip. Tidak ada bekas yang berbentuk cincin. Tidak ada kelenjar pada kelopak. Cabang tidak pipih, beruas dan bergaris melintang yang halus. Ujung ranting atau bawah daun tertutup dengan sisik. Daun dan pangkal daun berbentuk jantung dan bertulang menjari. Termasuk famili Malvaceae dan genus Hibiscus (Satifah dan Darjanto, 1992). Kembang sepatu termasuk jenis tanaman perdu tinggi 1-4 meter. Daun tunggal bertangkai, helaian daun bulat telur, meruncing, tepi daun bergerigi kasar, ujungnya runcing, pangkal daun bertulang menjari, panjang 4-15 cm, lebar 2,5-10 cm. daun penumpu berbentuk garis. Bunganya tunggal, muncul di ketiak daun, sedikit menggantung. Tangkai bunga beruas. Daun kelopak bunga tambahan 6-9, berbentuk lanset garis, lebih pendek daripada kelopak bunga. Kelopak bunga berbentuk tabung. Daun mahkota bunga berbentuk bulat telur terbalik, berbentuk baji, panjang 5,5-8,5 cm, berwarna merah darah, kuning atau jingga dengan noda tua pada pangkalnya. Tangkai benang sari bersatu berbentuk tabung menyelubungi tangkai putik. Panjang benang sari kurang lebih sama dengan panjang mahkota bunga. Bakal buah beruang lima (Suryowinoto, 1997). 4. Bunga Terong (Solanum malongena) Keterangan : 1. kelopak 2. tangkai 3. benang sari 4. putik 5. mahkota 6. bakal buah Deskripsi : Terung termasuk satu suku/keluarga dengan tanaman cabai dan tomat yaitu Solanaceae. Salah satu dari kelompok tanaman yang menghasilkan biji

(Spermatophyta), biji yang dihasilkan berkeping dua atau biji belah (Dicotyledoneae). Letak biji berada didalam buah (Angiospermae). Biji yang dihasilkan merupakan alat perkembangbiakan yang penting (Imdad dan Nawangsih, 1995).Bunga terong berwarna ungu dan merupakan bunga yang sempurna, karena benang sari dan kepala putik terletak pada bunga yang samaKelopak bunga berjumlah 5 buah dan berwarna hijau terdapat pada bagian bawah atau pangkal bunga. Mahkota berjumlah sekitar 6 buah dan berukuran sekitar 1 cm. Bunganya memiliki 6 buah tepung sari dengan kepala putik yang berwarna sama dengan mahkota bunga. (Cahyono, 1998). 5. Bunga Kakao (Theobroma cacao Linn.) Keterangan : 1. staminadia6. Bakal buah 2. putik 3. stylus 4. benang sari 5. ovules

Deskripsi : Tanaman cokelat terklasifikasi ke dalam famili Sterculiceae, genus Theobroma dan subkelas Dicotyledoneae. Bunga coklelat termasuk bunga sempurna. Bunga cokelat berdiameter 1,5 cm. Bunga berwarna putih kekuningan atau putih kemerahan. Sekitar 75 % dari proses penyerbukan dibantu oleh serangga Forcipomya spp. Satu tanaman dapat menghasilkan sekitar 5.000-12.000 bunga per tahunnya (Haryanto,2007). Mahkota bunga berwarna coklat seperti mangkok dan menutupi benang sarinya. Jadi seolah-olah benangsari tersebut berada di dalam mahkota karena letaknya yang tersembunyi. Terdapat lima benangsari yang fertil dan lima benangsari yang steril. Terdapat putik yang berada di tengahtengah antara benangsari tersebut. Staminodnya berfungsi untuk menarik serangga (Bahri,1996).

6. Bunga Cabai (Capsium frutescens) Keterangan : 1. putik 2. style 3. Tangkai sari 4. Kepala sari 5. mahkota 6. kelopak

Deskripsi :

Bunga terdapat di ujung atau sringkali terdapat di bagian ketiak. Kelopak bunganya berbentuk lonceng dengan lima gigi kecil. Mahkota bunga berbentuk roda dan berjumlah 6 buah. Bakal buahnya beruang dua atau terbagi dalam dua ruangan. Putiknya berjumlah 1 buah yang letaknya lebih tinggi daripada benang sari. Sedangkan benang sarinya berjumlah 6 buah. Masing-masing kepala sari berpasangan. Kepala sari berwarna ungu (kahana,2008).
Saat bunga membuka Saat stigma reseptif Tipe penyerbukan Agen penyerbukan : pada saat pagi hari : setelah bunga membuka dan : self pollineted : serangga : kelopak seperti bel dan membesar

menutup kembali

Sifat khusus bersama bunga

7. Bunga Pepaya (Carica papaya) a. Bunga Pepaya Betina Keterangan : 1. stigma 2. ovary 3. sepal b. Bunga Pepaya Jantan Keterangan : 1. petala 2. stamen 3. petal tube 4. nectary

c.

Bunga Pepaya Hermaphrodite Keterangan : 1. stigma 2. petala 3. ovary 4. ovules 5. sepal

Diskripsi : Bunga papaya hampir selalu berkelamin satu dan berumah dua. Bunga jantan berupa tandan yang serupa dengan malai dan bertangkai panjang. Kelopak pada bunga jantan sangat sempit, mahkota berbentuk terompet dengan warna putih kekuningan. Kepala sari bertangkai pendek dan terletak duduk pada dasar bunga. Bunga betina kebanyakan berdiri sendiri dengan daun mahkota yang berlepasan. Warna bunga betina ini putih kekuningan. Bakal buahnya beruang 1 dengan jumlah kepala putik 5 buah

dan posisinya duduk pada dasar bunga. Ruang bakal buah berbentuk buah buni bulat telur memanjang, berdaging dan berisi cairan. Biji yang terdapat dalam ruang bakal biji banyak dan dibungkus oleh selaput yang berisi cairan (Warisno, 2007).

8. Bunga Kacang tunggak (vigna unguiculata) Keterangan : 1. putik 2. benang sari 3. style 4. mahkota 6. kelopak 7. tangkai Deskripsi : Kedudukan tanaman kacang tunggak dalam tata nama (taksonomi) dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom plantarum, Phyllum spermatophyta, Kelas angiospermae, Sub kelas dcotyledonae dan Ordo leguminales. Tanaman ini termasuk dalam Famili leguminoceae (papilionaceae), Genus vigna, dan Spesies Vigna unguiculata (L.) Kacang tunggak memiliki ciri polongnya tegak ke atas dan kaku. Penampilan visual kacang tunggak hampir sama dengan tanaman kacang panjang, namun beberapa dijumpai tidak merambat. Batangnya lebih pendek dan berbukubuku. Daunnya agak kasar, melekat pada tangkai daun yang agak panjang, dengan posisi daun bersusun tiga. Bunga berbentuk seperti kupu-kupu, terletak pada ujung tangkai yang panjang. Bunga berwarna violet. Umumnya bunga menyerbuk sendiri (aswan, 2010). Bunga ini mempunyai mahkota bunga mino simetris (zimogorf) berbentuk seperti kupu-kupu. Mempunyai mahkota yang terdiri atas 5 daun mahkota yang bebas, tetapi 2 diantaranya bersatu, merupakan satu badan berbentuk perahu atau sekoci atau terdiri dari daun bendera, sayap dan lunas. Benang sari berbekas du, bakal buah tersusun atas satu daun buah.

Bunga kacang tunggak membuka pada waktu pagi-siang hari, stigma reseptif setelah mengeluarkan lender. Tipe penyerbukannya adalah self pollinated tanpa agen penyerbukan (autogami) (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998).

9. Bunga Kelapa (Cocos nucifera) a. Bunga Kelapa Betina Keterangan : 1. stigma

b. Bunga Kelapa Jantan Keterangan : 1. benang sari 2. sesile spikelet

Deskripsi : Letak bunga jantan dan bunga betina pada bunga ini terpisah. Bunga jantan berbentuk karangan dsengan jumlah yang banyak dan tersusun

berpasangan. Sedangkan pada bagian pangkalnya terdapat bunga betina yang besar. Bunga mekar dari ujung ke pangkal. Pada bunga jantan panjangnya kurang lebih 9 mm dan mempunyai daun kelopak yang kecil. Mahkota bunga jantan berbentuk lanset dengan benang sari berjumlah 6 buah. Pada bunga jantan ini juga terdapat putik rudimentair yang terbagi menjadi 3. bunga betina berbentuk bulat peluru dengan perhiasan bunga yang berdaging dan menempel pada bakal buah. Bakal buah mempunyai ruang berkatup 3. bunga betina ini tidak memiliki tangkai putik dengan kepala putik berupa celah yang tenggelam (Steenis, 1992). Keterangan pendukung: Saat bunga membuka Saat stigma reseptif matang Tipe penyerbukan Agen penyerbukan Sifat khusus : self atau cross polineted : serangga dan angin : bunga betina diapit oleh dua bunga jantan : saat seludung membuka : satu minggu setelah bunga betina

Letak bunga jantan dan bunga betina pada bunga ini terpisah. Bunga jantan berbentuk karangan dsengan jumlah yang banyak dan tersusun berpasangan. Sedangkan pada bagian pangkalnya terdapat bunga betina yang besar. Bunga mekar dari ujung ke pangkal. Pada bunga jantan panjangnya kurang lebih 9 mm dan mempunyai daun kelopak yang kecil. Mahkota bunga jantan berbentuk lanset dengan benang sari berjumlah 6 buah. Pada bunga jantan ini juga terdapat putik rudimentair yang terbagi menjadi 3. bunga betina berbentuk bulat peluru dengan perhiasan bunga yang berdaging dan menempel pada bakal buah. Bakal buah mempunyai ruang berkatup 3. bunga betina ini tidak memiliki tangkai putik dengan kepala putik berupa celah yang tenggelam (Setyamidjaja, 1989).

Kesimpulan Bunga yang memiliki 4 bagian utama yaitu korola, calyx, putik dan benang sari disebut bunga lengkap, sedangkan bunga yang tidak memiliki salah satunya atau lebih disebut bunga tidak lengkap. Bunga yang memiliki putik dan benang sari disebut bunga

sempurna, sedangkan bunga yang hanya memiliki satu organ kelamin disebut bunga tidak sempurna. Bunga yang diamati ada yang termasuk bunga lengkap yaitu bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bunga terong (Solanum melongena, L), bunga kacang tunggak (Vigna unguiculata), bunga cabai (Capsium frutescens) dan bunga kakao (Theobromo cacao). Yang termasuk bunga tidak lengkap yaitu bunga pepaya (Carica papaya), bunga padi (Oryza sativa), bunga jagung (Zea mays) dan bunga kelapa (Cocos nucifera). Berdasarkan alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga maka dibedakan menjadi 3 yaitu bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus), bunga berkelamin tunggal (unisexualis), dan bunga mandul atau tidak berkelamin. Bunga berkelamin tunggal dapat dibedakan menjadi bunga jantan (flos masculus) dan bunga betina (flos femiculus).

Daftar Pustaka Bahri, S. 1996. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Darjanto dan S. Satifah. 1992. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga dan Teknik Penyerbukan Silang Buatan. Gramedia, Jakarta. Haryanto E., Tina S., dan Estu Rahayu. 2007. Budi Daya Kakao. Penebar Swadaya, Jakarta. Aswan,Farid. 2010Pengaruh frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tunggak.(http://www.scribd.com/doc/25442764/) diakses 10 maret 2012 Kahana, Budi Pamilih. 2008. Strategi pengembangan agribisnis cabai merah di kawasan agropolitan Kabupaten Magelang. Tesis. Mangoendidjojo, W. 2003. Dasar-dasar Pemuliaan Tanaman. Kanisius, Yogyakarta. Matsuo, T. And K. Hoshikawa. 1993. Science of Rice Plant Volume I Morphology. Nosan Gyuson Bunka Kyokai, Tokyo Ramasubbu & Chandra Prabha J. B io s c i. Re s ., 2010. Vol. 1(1):37-39 Rubatzky, V.E and M. Yamaguchi. 1998. World Vegetable . ITB, Bandung. Schuler, L. 1998. Comparation Sum Up the Chromosome of Plant. Agronomy Journal XI (4) : 7-11. Setyamidjaja, D. 1989. Bertanam Kelapa. Kanisius. Yogyakarta.

Siregar dan Maulia Surya Darma. 2010. Kajian morfologi dan produksi mutan padi varietas Ciherang hasil radiasi sinar gamma pada generasi M3 dengan menggunakan System Of Rice Intensification (SRI). <http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/22153>.Diakses 10Maret 2012. Steeins,V. 1992. Flora Untuk Sekolah di Indonesia. Gramedia . Jakarta. Sumarwan . 1994. Biologi. Penerbit Erlangga. Jakarta. Suryowinoto, S.M. 1997. Flora Eksotika, Tanaman Hias Berbunga. Kanisius, Yogyakarta. Tjitrosoepomo, Gembong. 2005. Morfologi Tumbuhan. Gajah Mada University Press, Yogyakarta. Warisno. 2007. Budi Daya Pepaya. Kanisius, Yogyakarta. Wujomo.1982.Biologi Bunga Dan Buatan.Gramedia.Jakarta.142p. Teknik Penyerbukan Silang