Anda di halaman 1dari 24

LBM 1 Badanku kok jadi besar ?

STEP 1 G1 P0A0 : terminology obstetric ginekologi yang menjelaskan riwayat kehamilan ,G: gravidum (kehamilan ke berapa?), P:para (melahirkan neonatus dan hidup berapa kali?) ,A:abortus(melahirkan neonatus dalam keadaan meninggal). Angkanya dinyatakan dalam angka romawi atau angka arab. Amenore : keadaan tidak haid sekurang-kurangnya 3 bulan berturut turut HCG : human chorionic gonadotropin (perangsang pertumbuhan corpus luteum dan meningkatkan estrogen dan progesterone) ANC : ante natal care (pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan dari janin) STEP 2 Mengapa terjadi amenore(3 bulan) disertai mual dan muntah pada pagi hari? Mengapa payudara terasa kencang,membesar dan terasa nyeri? Mengapa hiperpigmentasi di areola mammae dan selera makan turun,badan sering lelah ? Mengapa sering miksi dan mengeluh sering pilek ? Mengapa pada saat hamil tidak terjadi menstruasi ? Mengapa tensinya rendah ? Apa hubungan HCG urin + terhadap keluhan di atas? Apa tujuan dilakukan px ANC ? Apakah keadaan patologi yang lain selain keluhan di atas ?

STEP 3 Mengapa terjadi amenore(3 bulan) disertai mual dan muntah pada pagi hari? amenore karena endometrium tidak luruh (karena sudah ada embrio yang sudah terimplant) mual muntah karena hormone estrogen dan progesterone merangsang sekresi asam lambung , estrogen disekresi berlebihan karena pengaruh HCG , biasanya pada trimester I Mengapa payudara terasa kencang,membesar dan terasa nyeri? karena pengaruh estrogen dan progesterone mempengaruhi ductuli dan alveoli dari payudara estrogen cendenrung lebih mempengaruhi ductulinya,sdgkan progesterone lebih pengaruh ke alveolinya Mastodynia(keadaan payudara kencang dan membesar) karena bisa juga terjadi pengaruh HPL(hormone plasenta) merangsang pertumbuhan dan perkembangan payudara dan merubah metabolism karbohidrat dan lemak ,dihasilkan dari plasenta Mengapa hiperpigmentasi di areola mammae dan selera makan turun,badan sering lelah ? Terjadi deposit pigmen yang berlebihan , dihasilkan dari MSH , Juga dipengaruhi hormone kortikosteroid pada plasentanya sendiri, bisa juga terjadi pada wajah, striae gravidum Mengapa sering miksi dan mengeluh sering pilek ?

uterus membesar shg menekan vesica urinariasrg miksi (trimester I) , pada trimester II keluhan menghilang karena uterus membesar keluar dari panggul , pada trimester III keluhan bisa kembali karena janin mulai masuk ke ruang panggul dan kembali menekan VU orang hamil,imunitas turunmudah terkena virus influenza Mengapa pada saat hamil tidak terjadi menstruasi ? amenore karena endometrium tidak luruh (karena sudah ada embrio yang sudah terimplant) Mengapa tensinya rendah ? Uterus menekan VCI dan aorta abominalis menurunkan aliran darah ke jantung hipotensi arterial perdarahan terbagi dari ibu ke plasenta Apa hubungan HCG urin + terhadap keluhan di atas? Mempengaruhi produksi estrogen dan progesterone mual muntah , biasanya merupakan indicator kehamilan. Apa tujuan dilakukan px ANC ? Ada 3 bukti : subjektif , objektif dan absolute (menandakan kehamilan) Subjektif : keluhan dan anamnesis dari pasien Objektif : PF Absolute :ada DJJ ( denyut jantung janin positif) Apakah keadaan patologi yang lain selain keluhan di atas ?

kelainan pada siklus haid : Polimenore , oligomenore , amenore Polimenoresiklus haid lebih pendek dari biasanya (<21 hari) Oligomenore siklus haid lebih panjang dari biasanya (>35 hari) Amenore tidak haid selama 3 bulan berturut turut Perdarahan di luar haid : metroragia (perdarahan di uterus) Kelainan banyaknya perdarahan dan lamanya perdarahan pada saat haid : Hipermenore perdarahan lebih dari normal(lamanya> 8 hari) Hipomenore perdarahan kurang dari normal (lamanya <8 hari) ANATOMI SISTEM REPRODUKSI Organa genitalia interna : ovarium , tuba fallopi,uterus dan vagina Organ genitalia eksterna : labia mayor,labia minor,mons pubis,glan clitoris,clitoris , bulbus vestibularis,vestibulum vagina ,ostium vagina,gl.vestibularis mayor minor,urethra. Hasil belajar:

FISIOLOGI MENSTRUASI Terjadi kenaikan hormone estrogen , pasca dinding meluruh devaskularisasi Pada saat yang sama , di ovarium terjadi pembentukan folikel de grav untuk pematangan ovum Epitel uterus : myometrium dan endometrium Endometrium : basal dan fungsional Yang luruh pada saat menstruasi yang fungsional karena kadar dari hormone estrogen dan progesterone turun kontriksi

a.spiralis penurunan nekrosisperdarahan Hasil belajar:

perdarahan

pada

fungsional

Haid adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Sekarang diketahui bahwa dalam proses ovulasi, yang memegang peranan penting adalah hubungan hipotalamus, hipofisis, dan ovarium (hypothalamic-pituitaryovarium axis). Menurut teori neurohumoral yang dianut sekarang, hipotalamus mengawasi sekresi hormon gonadotropin oleh adenohipofisis melalui sekresi neurohormon yang disalurkan ke sel-sel adenohipofisis lewat sirkulasi portal yang khusus. Hipotalamus menghasilkan faktor yang telah dapat diisolasi dan disebut Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) karena dapat merangsang pelepasan Lutenizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dari hipofisis (Speroff, Glass and Kase,1994; Scherzer and McClamrock, 1996; Wiknjosastro, Saifuddin dan Rachimhadhi, 1999).

Penyelidikan pada hewan menunjukkan bahwa pada hipotalamus terdapat dua pusat, yaitu pusat tonik dibagian belakang hipotalamus di daerah nukleus arkuatus, dan pusat siklik di bagian depan hipotalamus di daerah suprakiasmatik. Pusat siklik mengawasi lonjakan LH (LH-surge) pada pertengahan siklus haid yang menyebabkan terjadinya ovulasi.

Mekanisme kerjanya juga belum jelas benar (Wiknjosastro, Saifuddin dan Rachimhadhi, 1999).

Siklus haid normal dapat dipahami dengan baik dengan membaginya atas dua fase dan satu saat, yaitu fase folikuler, saat ovulasi, dan fase luteal. Perubahan-perubahan kadar hormon sepanjang siklus haid disebabkan oleh mekanisme umpan balik (feedback) antara hormon steroid dan hormon gonadotropin. Estrogen menyebabkan umpan balik negatif terhadap FSH, sedangkan terhadap LH, estrogen menyebabkan umpan balik negatif jika kadarnya rendah, dan umpan balik positif jika kadarnya tinggi. Tempat utama umpan balik terhadap hormon gonadotropin ini mungkin pada hipotalamus (Speroff, Glass and Kase,1994; Scherzer and McClamrock, 1996; Wiknjosastro, Saifuddin dan Rachimhadhi, 1999). Tidak lama setelah haid mulai, pada fase folikular dini, beberapa folikel berkembang oleh pengaruh FSH yang meningkat. Meningkatnya FSH ini disebabkan oleh regresi korpus luteum, sehingga hormon steroid berkurang. Dengan berkembangnya folikel, produksi estrogen meningkat, dan ini menekan produksi FSH; folikel yang akan berovulasi melindungi dirinya sendiri terhadap atresia, sedangkan folikel-folikel lain mengalami atresia. Pada waktu ini LH juga meningkat, namun peranannya pada tingkat ini hanya membantu pembuatan estrogen dalam folikel. Perkembangan folikel yang cepat pada fase folikel akhir ketika FSH mulai menurun, menunjukkan bahwa folikel yang telah masak itu bertambah peka terhadap FSH. Perkembangan folikel berakhir setelah kadar estrogen dalam plasma jelas meninggi. Estrogen pada mulanya meninggi secara berangsur-angsur, kemudian dengan cepat mencapai puncaknya. Ini memberikan umpan balik positif terhadap pusat siklik, dan dengan lonjakan LH (LH-surge) pada pertengahan siklus, mengakibatkan terjadinya ovulasi. LH yang meninggi itu menetap kirakira 24 jam dan menurun pada fase luteal. Mekanisme turunnya LH tersebut belum jelas. Dalam beberapa jam setelah LH meningkat, estrogen menurun dan mungkin inilah yang menyebabkan LH itu

menurun. Menurunnya estrogen mungkin disebabkan oleh perubahan morfologik pada folikel. Mungkin pula menurunnya LH itu disebabkan oleh umpan balik negatif yang pendek dari LH terhadap hipotalamus. Lonjakan LH yang cukup saja tidak menjamin terjadinya ovulasi; folikel hendaknya pada tingkat yang matang, agar ia dapat dirangsang untuk berovulasi. Pecahnya folikel terjadi 16 24 jam setelah lonjakan LH. Pada manusia biasanya hanya satu folikel yang matang. Mekanisme terjadinya ovulasi agaknya bukan oleh karena meningkatnya tekanan dalam folikel, tetapi oleh perubahan-perubahan degeneratif kolagen pada dinding folikel, sehingga ia menjadi tipis. Mungkin juga prostaglandin F2 memegang peranan dalam peristiwa itu (Speroff, Glass and Kase,1994; Scherzer and McClamrock, 1996; Wiknjosastro, Saifuddin dan Rachimhadhi, 1999).

Pada fase luteal, setelah ovulasi, sel-sel granulose membesar, membentuk vakuola dan bertumpuk pigmen kuning (lutein); folikel menjadi korpus luteum. Vaskularisasi dalam lapisan granulosa juga bertambah dan mencapai puncaknya pada 89 hari setelah ovulasi.4 Luteinized granulose cell dalam korpus luteum itu membuat progesteron banyak, dan luteinized theca cell membuat pula estrogen yang banyak, sehingga kedua hormon itu meningkat tinggi pada fase luteal. Mulai 10 12 hari setelah ovulasi, korpus luteum mengalami regresi berangsurangsur disertai dengan berkurangnya kapiler-kapiler dan diikuti oleh menurunnya sekresi progesteron dan estrogen. Masa hidup korpus luteum pada manusia tidak bergantung pada hormon gonadotropin, dan sekali terbentuk ia berfungsi sendiri (autonom). Namun, akhir-akhir ini diketahui untuk berfungsinya korpus luteum, diperlukan sedikit LH terus-menerus. Steroidegenesis pada ovarium tidak mungkin tanpa LH. Mekanisme degenerasi korpus luteum jika tidak terjadi kehamilan belum diketahui. Empat belas hari sesudah ovulasi, terjadi haid. Pada siklus haid normal umumnya terjadi variasi dalam panjangnya siklus disebabkan oleh variasi dalam fase folikular (Wiknjosastro, Saifuddin dan Rachimhadhi, 1999).

Pada kehamilan, hidupnya korpus luteum diperpanjang oleh adanya rangsangan dari Human Chorionic Gonadothropin (HCG), yang dibuat oleh sinsisiotrofoblas. Rangsangan ini dimulai pada puncak perkembangan korpus luteum (8 hari pasca ovulasi), waktu yang tepat untuk mencegah terjadinya regresi luteal. HCG memelihara steroidogenesis pada korpus luteum hingga 910 minggu kehamilan. Kemudian, fungsi itu diambil alih oleh plasenta.4 Dari uraian di atas jelaslah bahwa kunci siklus haid tergantung dari perubahan-perubahan kadar estrogen, pada permulaan siklus haid meningkatnya FSH disebabkan oleh menurunnya estrogen pada fase luteal sebelumnya. Berhasilnya perkembangan folikel tanpa terjadinya atresia tergantung pada cukupnya produksi estrogen oleh folikel yang berkembang. Ovulasi terjadi oleh cepatnya estrogen meningkat pada pertengahan siklus yang menyebabkan lonjakan LH. Hidupnya korpus luteum tergantung pula pada kadar minimum LH yang terus-menerus. Jadi, hubungan antara folikel dan hipotalamus bergantung pada fungsi estrogen, yang menyampaikan pesan-pesan berupa umpan balik positif atau negatif. Segala keadaan yang menghambat produksi estrogen dengan sendirinya akan mempengaruhi siklus reproduksi yang normal (Wiknjosastro, Saifuddin dan Rachimhadhi, 1999).

HORMON-HORMON YANG BERPENGARUH GNRH (gonadotropin releasing hormone) Hormone yang dikeluarkan dari hipofisis anterior (FSH , LH ) Hormon2 ovarium (estrogen , progesterone yang disekresi ovarium sebagai respon terhadap kedua kelenjar hipofisis anterior) HCG (dihasilkan dari plasenta ) dan somatomamotropin Hasil belajar:

Di bawah pengaruh hormone pelepas, produk2 endokrin tropic lainnya dilepas hipofisis anterior termasuk tirotropin (TSH), kortikotropin (ACTH), GH, MSH. Berlawanan dg lobus anterior hipofise, lobe posteriornya dihubungkan dengan hipotalamus o/ saraf. Hormon hipofise posterior, vasopressin (ADH); mengendalikan osmoaritas plasa dan dilepaskan memlalui impuls dan nuclei supraopticus dan paraventricular u/ dihantarkan o/ saraf ke hipofise posterior. Oksitosin menyebabkan kontraksi uterus dan kontraksi sel mioepitel ductus gl. Mammaria u/ merangsang persalinan dan laktasi. Prolaktin mungkin juga berperan mempertahankan korpus luteum tapi hanya sedikit selama periode menstruasi. Kadar paling tinggi terjadi saat masa laktasi. Sel stroma ovarium normalnya menghasilkan sejumlah kecil androgen, terutama androstenedion. FISIOLOGI KEHAMILAN Pematangan ovum awalnya berbentuk oosit primerbermiosis oosit skundermelalui fimbriae akan masuk ke tuba uterine ampulla tuba uterineakan mengeluarkan kromosom yang tidak berpasangan Bila terjadi pembuahan sperma masukkrg lebih 5 menit dia akan masuk ke vagina uterus,tuba fallopi dan ovariumdibantu oleh kontraksi uterussetengah miliar jumlah sperma masuk dan dibantu oleh prostaglandinhanya ribuan sperma yang bisa masuk ke ampulla tuba uterine 1 sperma masuk ked ala ovum mengalami pembengkakan kepala penggabunga dua

kromosom(23 kromosom X berasal dari pro nucleus ovum, 23 kromosom X atau Ylainnya berasal dari pro nucleus sperma )

TANDA-TANDA KEHAMILAN Gejala tidak pasti: Amenore Mual muntah Mengidam Tidak tahan suatu bau2an Cepat pingsan Anoreksia Mudah lelah Gejala pasti : Palpasi :teraba gerakan bayi Auskultasi :BJJ USG terlihat janin Hasil belajar:
BUKTI KEHAMILAN 1. PRESUMTIF ( Bukti Subyektif) 1. Amenorea 2. Perubahan payudara 3. Mual dan muntah (morning sickness) 4. Frekuensi berkemih 5. Leukorea 6. Tanda Chadwieks 7. Quickening 2. PROBABILITAS (Bukti Obyektif) 1. Pertumbuhan dan perubahan uterus 2. Tanda Hegars (melunaknya segmen bawah uterus) 3. Ballotement (lentingan janin dl uterus saat palpasi)

4. Braxton hicks (kontraksi selama kehamilan) 5. Perubahan Abdomen 6. Pembesaran abdomen 7. Striae Gravidarum 8. Pigmentasi pada linea nigra 3. ABSOLUT (Bukti Positif) 1. Terdengar DJJ 2. Teraba bagian anak oleh pemeriksa 3. Terlihat hasil konsepsi dg USG 4. Teraba gerakan janin oleh pemeriksa

DD