Anda di halaman 1dari 7

Terapi Medikamentosa pada HNP Pemberian obat OAINS diperlukan dalam jangka waktu pendek disertai dengan penjelasan

kemungkinan efek samping dan interaksi obat. Tidak dianjurkan penggunaan muscle relaxan karena memiliki efek depresan. Pada tahap awal, apabila didapati pasien dengan depresi premorbid atau timbul depresi akibatrasa nyeri, pemberian anti depresan dianjurkan untuk pengobatan simptomatis lainnya, kadang-kadang memerlukan campuran obat analgesik, antiinflamasi, OAINS dan penenang. Rehabilitasi medik pada pasien HNP Program Rehabilitasi Medik bagi penderita adalah: 1. Terapi Fisik: Diatermi, Elektroterapi, Traksi l umbal, Terapi manipulasi, Exercise. 2. Terapi Okupasi: Mengajarkan proper body mechanic. 3. Ortotik Prostetik: Pemberian korset lumbal, alat bantu jalan. 4. Advis

1. Terapi Fisik Traksi Lumbal

Traksi lumbal dilakukan dengan memberikan beban tarikan tertentu, baik secaraintermiten maupun kontinyu sepanjang sumbu panjang kolumna vertebralis. Traksi dapat menjamin penderita benar-benar melakukan tirah baring total serta bermanfaat untuk relaksasi otot dan memperbaiki lordosis.Jenis traksi yangdiberikan pada HNP umumnya secara manual atau intermiten. Beban umumnya berkisar antara 25-30 kg atau 1/4 -1/3 berat badan total penderita selama 20 menit, mula-mula 5 kali seminggu unutk 2 minggu, kemudian dievaluasi.Perlu diperhatikan selama traksi tidak boleh ada penambahan lodorse lumbal. Untuk itu kedua sendi paha dan sendi lutut harus dalam keadaan fleksi. Untuk mengurangi lordose ada yang menganjurkan kedua tungkai dinaikkan, dapatdengan bantuan sling (gantungan) atau dengan memberi meja kecil dengan permukaan lunak atau dengan tumpukan bantal. Jika dilakukan dengan benar traksi pelvis dapat menghasilkan efek-efek sebagai berikut: distraksi badanvertebra, kombinasi ditraksi dan meluncur dari faset sendi, menegangkan struktur ligamentum segmen spinal, melebarkan foramen intervertebralis, meluruskankurva spinal dan mengulurkan otot-otot spinal. Indikasi traksi pelvis : nyeri punggung bawah oleh karena strain/sprain/spasme otot dan HNP yang perlu perawatan konservatif. Sedangkan kontra-indikasi dari traksi pelvis : infeksispinal (tbc, osteomielitis), adanya kompresi mielum, osteoporosis, hipertensimaligna dan penyakit jantung koroner, orang tua yang sangat lemah,

kehamilan,artritis rematoid. Tipe traksi atau jenis traksi lumbal, yaitu : traksi kontinyu, traksistatik, traksi mekanik terputus-putus, traksi posisional, traksi manual,

traksigravitasional.

Diatermi

Terapi panas diindikasikan untuk efek analgesik, efek anti inflamasi setelah faseakut, dan merupakan terapi fisik sebelum terapi latihan, peregangan atau stimulasi listrik..

Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS)

Cara ini dengan memakai alat yang dijalankan dengan batere kecil, bertujuanmemberikan rangsang listrik terus menerus lewat elektrode yang dipasang padakulit. Diharapkan terjadi aliran stimulasi yang melawan (counter stimulation)terhadap susunan saraf pasien sehingga mengurangi persepsi nyeri.

Latihan/ Exercise

Direkomendasikan melakukan latihan dengan stres minimal pada punggungseperti jalan kaki, naik sepeda atau berenang. Latihan lain berupa kelenturan dan penguatan. Latihan bertujuan untuk memelihara fleksibilitas fisiologik, kekuatanotot, mobilitas sendi dan jaringan lunak. Dengan latihan dapat terjadi pemanjangan otot, ligamen dan tendon sehingga aliran darah semakin meningkat.

Latihan kelenturan

Punggung yang kaku berarti kurang fleksibel akibatnya vertebralumbosakral tidak sepenuhnya lentur. Keterbatasan ini dapat dirasakansebagai keluhan kencang. Latihan untuk kelenturan punggung adalahdengan membuat posisi meringkuk seperti bayi dari posisi terlentang. Tungkai digunakan sebagai tumpuan tarikan. Untuk menghasilkan posisiknee-

chest, panggul diangkat dari lantai sehingga punggung teregang,dilakukan fleksi bertahap punggung bawah bersamaan dengan fleksi leher dan membawa dagu ke dada. Dengan gerakan ini sendi akan mencapairentang maksimumnya. Latihan ini dilakukan sebanyak 3 kali gerakan, 2kali sehari.

Latihan penguatan Latihan pergelangan kaki: Gerakkan pergelangan kaki ke depandan belakang dari posisi berbaring. Latihan menggerakkan tumit: Dari posisi berbaring lutut ditekuk dan kembali diluruskan dengan tumit tetap menempel pada lantai (menggeser tumit). Latihan mengangkat panggul: Pasien dalam posisi telentang, dengan lutut dan punggung fleksi,kaki bertumpu di lantai. Kemudian punggung ditekankan padalantai dan panggul diangkat pelan-pelan dari lantai, dibantu dengantangan yang bertumpu pada lantai. Latihan ini untuk meningkatkan lordosis vertebra lumbal. Latihan berdiri: Berdiri membelakangi dinding dengan jarak 10-20cm, kemudian punggung menekan dinding dan pangguldirenggangkan dari dinding sehingga punggung menekan dinding.Latihan ini untuk memperkuat muskulus kuadriseps. Latihan peregangan otot hamstring: Peregangan otot hamstring penting karena otot hamstring yangkencang menyebabkan beban pada vertebra lumbosakral termasuk pada anulus diskus posterior, ligamen dan otot erector spinae.Latihan dilakukan dari posisi duduk, kaki lurus ke depan dan badan dibungkukkan untuk berusaha menyentuh ujung kaki.Latihan ini dapat dilakukan dengan berdiri. Latihan berjinjit: Latihan dilakukan dengan berdiri denganseimbang pada 2 kaki, kemudian berjinjit (mengangkat tumit) dankembali seperti semula. Gerakan ini dilakukan 10 kali. Latihan mengangkat kaki: Latihan dilakukan dengan menekuk satulutut, meluruskan kaki yang lain dan mengangkatnya dalam posisilurus 10-20 cm dan tahan selama 1-5 detik. Turunkan kaki secara perlahan. Latihan ini diulang 10 kali.

2. Terapi Okupasi Proper body mechanics: Pasien perlu mendapat pengetahuan mengenai sikap tubuh yang baik untuk mencegah terjadinya cedera maupun nyeri. Beberapa prinsip dalam menjaga posisi punggung adalah sebagai berikut: Dalam posisi duduk dan berdiri, otot perut ditegangkan, punggung tegak danlurus. Hal ini akan menjaga kelurusan tulang punggung. Ketika akan turun dari tempat tidur posisi punggung didekatkan ke pinggir tempattidur. Gunakan tangan dan lengan untuk mengangkat panggul dan berubah ke posisi duduk. Pada saat akan berdiri tumpukan tangan pada paha untuk membantu posisi berdiri. Pada posisi tidur gunakan tangan untuk membantu mengangkat dan menggeser posisi panggul. Saat duduk, lengan membantu menyangga badan. Saat akan berdiri badandiangkat dengan bantuan tangan sebagai tumpuan. Saat mengangkat sesuatu dari lantai, posisi lutut ditekuk seperti hendak jongkok, punggung tetap dalam keadaan lurus dengan mengencangkan otot perut.

Dengan punggung lurus, beban diangkat dengan cara meluruskan kaki. Beban yangdiangkat dengan tangan diletakkan sedekat mungkin dengan dada.

Jika hendak berubah posisi, jangan memutar badan. Kepala, punggung dan kakiharus berubah posisi secara bersamaan.

Hindari gerakan yang memutar vertebra. Bila perlu, ganti wc jongkok dengan wcduduk sehingga memudahkan gerakan dan tidak membebani punggung saat bangkit.Dengan melakukan latihan setiap hari, atau setidaknya 3-4 kali/minggu secara teratur maka diperkirakan dalam 6-8 minggu kekuatan akan membaik sebanyak 20-40% dibandingkansaat NPB akut.

Dengan melakukan latihan setiap hari, atau setidaknya 3-4 kali/minggu secara teratur maka diperkirakan dalam 6-8 minggu kekuatan akan membaik sebanyak 20-40% dibandingkansaat NPB akut.3.

3. Ortotik Prostetik Korset lumbal Pemakainan korset lumbal tidak mengurangi nyeri pada onset yang akut, tetapi mungkin bermanfaat untuk mengurangi nyeri pada HNP yang kronik.

4. Advis a) b) Hindari banyak membungkukkan badan. Hindari sering mengangkat barang-barang berat.

c) Segera istirahat jika telah merasakan nyeri saat berdiri atau berjalan.Saat duduk lama diusahakan kaki disila bergantian kanan dan kiri atau menggunakankursi kecil untuk menumpu kedua kaki. d) Saat menyapu atau mengepel lantai pergunakan gagang sapu atau pel yang panjang,sehingga saat menyapu atau mengepel punggung tidak membungkuk. e) Jika hendak mengambil barang dilantai, usahakan punggung tetap lurus, tapi tekuk kedua lutut untuk menggapai barang tersebut. f) Lakukan Back Exercise secara rutin, untuk memperkuat otot-otot punggung sehingga mampu menyanggah tulang belakang secara baik dan maksimal.

Terapi Operatif Tujuan terapi bedah untuk menghilangkan penekanan dan iritasi pada saraf sehingga rasa nyeri dan gangguan fungsi akan hilang. Pembedahan tidak dapat mengembalikan kekuatan otot tetapi dapat mencegah otot tidak menjadi lebih lemah dan lebih berguna untuk mengurangi nyeri, dimana tingkat keberhasilannya lebih dari 90%. Terapi bedah pada seorang penderita HNP lumbalis perlu dipertimbangkan bila : Setelah stu bulan dirawat konservatif tidak ada kemajuan Iskhialgia yang berat, menetap, atau bertambah berat Ada gangguan miksi/defekasi dan seksual Ada bukti klinik terganggunya radiks saraf Ada paresis otot tungkai bawah.

Prosedur bedah yang sering dikenali adalah discectomy atau partial disectomy dimana bagian yang mengalami herniasi akan dibuang. Untuk membersihkan seluruh diskus, kadangkadan diperlukan untuk membuang semua bagian kecil dari lamina, yaitu tulang yang bersebelahan dengan diskus. Pembuangan tulang hanya sedikit (hemilaminotomy) atau bisa juga banyak (hemilaminectomy). Kadang-kadang seorang ahli bedah memerlukan endoskop/mikroskop untuk melakukan operasi ini.

Disectomy dilakukan dibawah anestesi lokal, spinal atau umum. Pasien biasanya dalam posisi telungkung. Pertama, dilakukan insisi kecil pada kulit dibagian atau diskus yang mengalami herniasi. Dan otot disekitar tulang belakang dilepaskan. Sejumlah kecil tulang dikeluarkan

supaya ahli bedah bisa melihat saraf yang terjepit. Bagian diskus yang mengalami dan bagian yang longgar dibuang supaya dipastikan tidak ada lagi bagian yang terjepit.

Komplikasi Jika nyeri pinggang hanya disebabkan oleh back strain atau kelainan yang tidak melibatkan syaraf, biasanya tidak menimbulkan komplikasi. Jika disebabkan oleh penekanan pada serabut saraf dapat menimbulkan sindroma kauda ekuina di mana penderita mengeluhkan nyeri hebat walau dengan pemicu yang ringan, nyeri menjalar yang akut atau kronik, abnormaltas motorik atau sensorik dari tungkai bawah unilateral maupun bilateral dan disfungsi dari usus ataukandung kemih.

Prognosis Seseorang yang telah menderita salah satu herniasi secara statistik memiliki peningkatan risiko untuk mengalami hal yang lain. Sekitar 5% diperkirakan akan mengalami herniasi berulang pada tingkat yang sama, dan kejadian herniasi baru yang lebih rendah pada tingkat lain. Faktor-faktor yang terlibat mungkin memperberat prognosis yang berkaitan dengan aktifitas fisik, pekerjaan atau kebiasaan perilaku. Karena faktor ini biasanya sama setelah operasi, ada peningkatan risiko HNP dalam kelompok ini dari populasi umum.

Sebagian besar HNP (90%) tidak memerlukan operasi. Pengobatan dilakukan secara konservatif, pengobatan nonoperative, tanpa jangka panjang yang signifikan meninggalkan gejala sisa. Sekitar 5% dari pasien hernia, akan terus mengalami sakit punggung yang secara signifikan mempengaruhi kegiatan dan pekerjaan mereka.

Prof. Dr. Franco Postacchinis Lumbar Disc Herniation , 1999, Department of OrthopedicSurgery, University La Sapienza

Beri Nilai