Anda di halaman 1dari 1

HABITUS IKAN III (LAUT) Berdasarkan habitatnya ikan laut dapat digolongkan menjadi ikan pelagis, ikan benthopelagis,

dan ikan demersal. Ikan Pelagis Pengertian : Kelompok Ikan yang berada atau hidup pada lapisan permukaan hingga kolom air (kedalaman 0-200 m). Ciri-ciri : - Membentuk gerombolan (schooling) dan bermigrasi luas. - Warna tubuh bagian atas kehitaman dan bagian tubuh bawah berwarna keperakan. Ikan pelagis berdasarkan ukurannya dibagi menjadi 2 jenis yaitu : 1. Ikan pelagis kecil Contoh: ikan selar (Selaroides leptolepis), ikan japuh (Dussumieria spp), tembang (Sardinella fimbriata), lemuru (Sardinella longiceps), kembung lelaki(Rastrelliger kanagurta), kembung wanita (Rastrelliger brachysoma), bawal hitam (Parastromateus niger), ikan terbang (Cypselurus spp), julung-julung (Hemirhampus far), selar kuning (Selaroides leptolepis), dll 2. Ikan pelagis besar Contoh: kelompok Tuna (Thunidae) dan Cakalang (Katsuwonus pelamis), kelompok Marlin (Makaira sp), kelompok Tongkol (Euthynnus spp) dan Tenggiri (Scomberomorus spp), dll. Ikan benthopelagis Ikan bentopelagis mendiami air tepat di atas bagian bawah, memakan benthos dan zooplankton. Ikan bentopelagis memiliki daya apung netral, sehingga mereka bisa mengapung dikedalaman air dengan mudah. Ikan bentopelagis dapat dibagi menjadi tipe tubuh lembek atau kuat.Ikan bentopelagis lembek seperti ikan bathypelagic, mereka memiliki massa tubuh yang ringan dan tingkat metabolisme yang rendah, pengeluaran energi minimal, mereka berbaring dan menunggu untuk menyergap mangsa. Contoh dari ikan lembek adalah cusk-eels. Ikan deepwater bentopelagis sangat kuat, perenang yang baik dan aktif mencari mangsa. Mereka sering tinggal di

sekitar seamounts (gunung bawah laut), yang memiliki arus kuat. Ikan amberjack (Seriola fasciata) juga termasuk ikan bentopelagis. Ikan Demersal Pengertian : Ikan yang umumnya hidup di daerah dekat dasar perairan Ciri-ciri : Tidak berkelompok (soliter), perut yang datar sehingga lebih mudah bagi tubuh mereka untuk beristirahat pada substrat, ruaya atau migrasi sempit. Contoh-contoh ikan demersal antara lain: kakap merah (Lutjanus malabaricus), bawal putih (Pampus argenteus), manyung (Arius thalassinus), kuniran (Upenephelus sulphureus), gulamah (Pseudociena amoyensis), layur (Trichiurus savala), ikan sebelah (Isettodes irumei), peperek (Leiognathus equulus), ikan beloso (Saurida tumbil), ikan mata besar (Priacanthus tayanus), kelompok ikan cucut dan pari, ikan lidah (Cynoglossus lingua), dll. Ikan pelagis dan demersal dapat juga dicirikan dari bentuk mulutnya karena sesuai dengan habitat dan makanannya.