Anda di halaman 1dari 4

Hidrogen sulfida, H2S, adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur

busuk. Gas ini dapat timbul dari aktivitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktivitas anaerobik), seperti di rawa, dan saluran pembuangan kotoran. Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari aktivitas gunung berapi dan gas alam. Hidrogen sulfida juga dikenal dengan nama sulfana, sulfur hidrida, gas asam (sour gas), sulfurated hydrogen, asam hidrosulfurik, dan gas limbah (sewer gas). IUPAC menerima penamaan "hidrogen sulfida" dan "sulfana"; kata terakhir digunakan lebih eksklusif ketika menamakan campuran yang lebih kompleks. [sunting] Kimiawi Hidrogen sulfida merupakan hidrida kovalen yang secara kimiawi terkait dengan air (H2O) karena oksigen dan sulfur berada dalam golongan yang sama di tabel periodik. Hidrogen sulfida merupakan asam lemah, terpisah dalam larutan aqueous (mengandung air) menjadi kation hidrogen H+ dan anion hidrosulfid HS: H2S HS + H+ Ka = 1.3107 mol/L; pKa = 6.89. Ion sulfid, S2, dikenal dalam bentuk padatan tetapi tidak di dalam larutan aqueous (oksida). Konstanta disosiasi kedua dari hidrogen sulfida sering dinyatakan sekitar 1013, tetapi sekarang disadari bahwa angka ini merupakan error yang disebabkan oleh oksidasi sulfur dalam larutan alkalin. Estimasi terakhir terbaik untuk pKa2 adalah 192[1].

Hidrogen Sulfida, Gas Busuk Penurun Tekanan Darah Canada (31 Okt.'08). Hidrogen sulfida, yang selama ini tidak disukai karena baunya yang busuk, ternyata berperan penting dalam mengatur tekanan darah. Hal ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Science baru-baru ini. Hidrogen sulfida dihasilkan pada pembuluh darah dan berperan mengatur tekanan darah dengan cara merelaksasi pembuluh darah. Guangdong Yang, PhD, dari University of Saskatchewan dan Lakehead University di Canada melakukan percobaan ini terhadap tikus percobaan di laboratorium. Dr. Yang dan rekan-rekanya meneliti dua kelompok tikus, kelompok tikus pertama adalah kelompok tikus yang didisain sehingga tidak memiliki CSE (enzim yang diduga menghasilkan hidrogen sulfida), sedangkan kelompok tikus kedua adalah kelompok tikus yang normal (memiliki enzim CSE).

Kemudian mereka mengukur tekanan darah kedua kelompok tikus tersebut. Tikus yang memiliki kadar hidrogen sulfida yang rendah lebih tinggi tekanan darahnya, yaitu sekitar 20 poin. Namun ketika tikus tersebut diberi tambahan hidrogen sulfida, tekanan darahnya mengalami penurunan. Para peneliti berpendapat bahwa obat-obatan baru yang berdasarkan hidrogen sulfida dapat dikembangkan untuk mengobati tekanan darah tinggi pada manusia.

I . Sifat-sifat physical dari H2S. Berat molekul : 34.08, Boiling point : -60.1 C, Specific gravity : 1.192 Larut dalam air, sangat mudah terbakar (flammble),tidak berwarna dan batas(NAB) : 10 ppm. mempunyai nilai ambang

Hydrogen sulfida adalah senyawa dari 2 unsur zat kimia yaitu gas hydrogen dan belerang yang kadang kala kita sebut juga hydrogen sulfur.H2S adalah merupakan suatu gas beracun yang mudah menyala dan tidak berwarna serta larut dalam air. Dalam kosentrasi2 agak tinggi dapat menyebabkan secara cepat orang jadi pingsan bila mencium baunya Untuk itu sangatlah penting bagi karyawan MIGAS mengetahui bahayanya yang terjadi dan bagaimana tindakan2 pencegahan yang benar untuk menghindari akibat-akibatnya. Biasanya Industri2 besar akan mempunyai limbah H2S dan ditempat kita kerja disini juga terdapat hydrogen sulfida terutama pada air limbah dan gas hydrocarbon diarea API separator dan WEMCO depurator. H2S yang sangat rendah kosentrasinya dapat diketahui karena baunya yang sangat menusuk seperti telur busuk,tetapi hal ini hanya berlaku jika gas tersebut dijumpai untuk pertama kalinya kita cium. Pada kosentrasi yang lebih tinggi mempunyai bau rasa agak manis dan segera dapat melumpuhkan saraf penciuman sehingga gas H2S ini tidak dapat diketahui berdasarkan penciuman.

Akibat2 H2S bila kita keracunan atau terpapar sangat berbeda sesuai dengan kosentrasi yang dijumpai Pada kosentrasi rendah menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan,selaput2 lendir dan kornea mata dan pada kosentrasi tinggi mempunyai akibat atas sistim,kematian akan sama cepat dengan keracunan oleh sianida. II.Tabel kosentrasi dari Hydrogen Sulfida(H2S) Nilai ambang batas(NAB) adalah 10 ppm dan kita bekerja tanpa PPE selama 8 jam terus-menerus.Pada 20 ppm kita harus memakai PPE karena dapat memedihkan mata dan kerongkongan terasa kering. Pada 50 ppm dapat menyebabkan iritasi pada mata,saluran pernafasan dan 100 ppm mematikan daya cium dalam waktu 3-15 menit serta dapat membakar mata serta saluran pernafasan. Pada 200 ppm mematikan cepat daya cium, 500 ppm kehilangan daya pikir dan keseimbangan, segera diberikan pernafasan buatan. 700-1000 ppm jatuh pingsan dan pernafasan akan berhenti serta kematian akan menyusul jika tidak segera diselamatkan. III.Tindakan pencegahan. Menyediakan alat keselamatan PPE yang baik dan benar dimana kemungkinan tempat kerja mempunyai indikasi gas H2S. Apabila sudah diketahui secara pasti melalui test laboratory dll ada H2S maka kita harus memakai alat PPE. IV.Pertolongan pertama untuk korban keracunan H2S.

Apabila kita mempunyai korban keracunan H2S segera kita pindahkan korban ketempat yang mempunyai udaranya segar(tidak tercemar) dan lakukan pernafasan buatan. Setelah sadar dari pingsan segera dibawah kerumah sakit atau klinik yang terdekat supaya mendapatpertolongan dari dokter atau medis.

HIDROGEN SULFIDA ( H2S) H2S merupakan salah satu gas yang sangat berbahaya, menempati kedudukan kedua setelah Hydrogen Sianida dan dengan tingkat racun yang sangat tinggi lima sampai enam kali beracun dari karbon monoksida. Dapat larut dalam air maupun hydrogen cair. Mengganggu mata, mengaratkan logam deret elektrokimia, tidak tampak, memiliki berat jenis lebih besar dari udara. Gas ini dapat melumpuhkan sistem pernafasan dan dapat membunuh dalam sekejap. Pada dunia industri gas ini dikenal juga dengan berbagai nama, seperti : Stink Damp Sulfurated Hydrogen Sour crude Rotten-Egg gas Hydrosulfuric Acid Sulfur Hydride.

Pada konsentrasi rendah H2S memiliki bau yang menyengat seperti telur busuk. Pada konsentrasi yang tinggi, bau tidak dapat tercium lagi karena gas tersebut secara cepat mematikan indera penciuman dan mematikan sistem syaraf kita. Gejala-gejala yang timbul akibat terhirup gas H2S pada konsentrasi yang rendah baik sendiri-sendiri atau secara bersama-sama sebagai berikut : Pusing, Mual, Rasa melayang, Gelisah, Mengantuk, Batukbatuk, Rasa kering dan nyeri di hidung, tenggorokan dan dada. Bahaya utama dari gas ini adalah kematian akibat menghirup. Bilamana jumlah gas yang terserap ke dalam sistem peredaran darah melampaui kemampuan oksidasi dalam darah maka akan menimbulkan keracunan terhadap sistem syaraf. Sesak nafas terjadi secara singkat dan diikuti kelumpuhan (paralysis) pernafasan pada konsentrasi yang lebih tinggi. Jika korban tidak segera dipindahkan ke udara segar dan diberikan pernafasan buatan, kematian akan segera terjadi akibat kelemasan (asphyxiation) . H2S terbentuk oleh zat-zat organic yang membusuk, dapat kita temukan di lokasi pengeboran minyak dan gas bumi, geothermal (panas bumi), pada fasilitas fasilitas pertambangan, industri petrokimia, tempat pengolahan dan pembuangan limbah, tempat pembuangan sampah dan fasilitas- fasilitas lainnya. Karena gas ini sangat berbahaya maka para pimpinan perusahaan yang wajib mengikuti suatu standart pengamanan tertentu, dengan melakukan pemantauan dalam wilayah kerja terhadap potensi bahaya gas H2S, serta menyediakan tenaga rekayasa pengendaliannya.

Jika kita mau peduli dengan bahaya gas H2S ini maka kita wajib mengikuti standart prosedur keselamatan yang ketat didalam perusahaan kita, dengan demikian kita akan bisa bekerja dengan aman dan selamat.