PERATURAN MENTERI HUKUM & HAK ASASI MANUSIA NOMOR : M.09.PR.

07-10 TAHUN 2007
TANGGAL 20 APRIL 2007

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM

TAHUN 2007

1

DAFTAR ISI
I. : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAM R.I NOMOR: M.09PR.07.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM R.I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM Bagian Kesatu : Kedudukan …………………............................... Bagian Kedua : Tugas …………………………............................ Bagian Ketiga : Fungsi …………………………............................ SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ………….................................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………... Bagian Ketiga : Biro Perencanaan …………….............................. Bagian Keempat : Biro Kepegawaian ……....................................... Bagian Kelima : Biro Keuangan ………......................................... Bagian Keenam : Biro Perlengkapan ……………………………... Bagian Ketujuh : Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri ……… .. Bagian Kedelapan : Biro Umum …………………............................ DIREKTORAT UNDANGAN Bagian Kesatu Bagian Kedua Bagian Ketiga Bagian Keempat Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh Bagian Kedelapan BAB V : JENDERAL : : : : : : : : PERATURAN PERUNDANG01

BAB I

:

03 03 03 03 03 04 04 04 04 09 12 16 19 21 25 25 25 25 28 31 35 37 40 43 43 43 43 46 50 51 53 56 58 58 58 58 61 64 66 69 72 75

BAB II
BAB III

: :

BAB IV

:

Tugas dan Fungsi …………….............................. Susunan Organisasi ……………………………... Sekretariat DITJEN …………………………….. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang… undangan Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang… undangan Direktorat Publikasi, Kerja Sama dan … Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Direktorat Litigasi Perundang-undangan … Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan … Daerah

DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Perdata ……………………………. Bagian Kelima : Direktorat Pidana ……………………………. Bagian Keenam : Direktorat Tata Negara …................................... Bagian Ketujuh : Direktorat Hukum Internasional ……………… Bagian Kedelapan : Direktorat Daktiloskopi ……............................... DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Registrasi dan Statistik ……... Bagian Kelima : Direktorat Bina Perawatan ……... Bagian Keenam : Direktorat Bina Bimbingan ……... Kemasyarakatan Bagian Ketujuh : Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi ….... Bagian Kedelapan : Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban ……... Bagian Kesembilan : Direktorat Bina Khusus Narkotika ……….........

BAB VI

:

i

BAB VII

:

DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………......................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Dokumen Perjalanan, ……............. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Bagian Kelima : Direktorat Izin Tinggal dan Status ……............. Keimigrasian Bagian Keenam : Direktorat Intelijen Keimigrasian ……............. Bagian Ketujuh : Direktorat Penyidikan dan ……............. Penindakan Keimigrasian Bagian Kedelapan : Direktorat Lintas Batas dan Kerja ……………. Sama Luar Negeri Keimigrasian Bagian Kesembilan : Direktorat Sistem Informasi ……………. Keimigrasian DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………........................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN …………………………… Bagian Keempat : Direktorat Hak Cipta, Desain …………… Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Bagian Kelima : Direktorat Paten ……………............................. Bagian Keenam : Direktorat Merek ……………............................. Bagian Ketujuh : Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan …… Bagian Kedelapan : Direktorat Teknologi Informasi ………………... DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Hak Asasi Manusia ……... Bagian Kelima : Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak ……... Asasi Manusia Bagian Keenam : Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan ……... Hak Asasi Manusia Bagian Ketujuh : Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi ……... Manusia Bagian Kedelapan : Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak ….. Asasi Manusia INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………….. Bagian Ketiga : Sekretariat ITJEN …………………………….. Bagian Keempat : Inspektorat Kepegawaian ……....................... Bagian Kelima : Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan …... Bagian Keenam : Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan …... Hak Kekayaan Intelektual Bagian Ketujuh : Inspektorat Pemasyarakatan …........................ Bagian Kedelapan : Inspektorat Keimigrasian ……........................ Bagian Kesembilan : Inspektorat Khusus …………………………….. Bagian Kesepuluh : Kelompok Jabatan Fungsional Auditor ..........

78 78 78 78 81 84 86 89 92 95 99 99 99 99 102

BAB VIII :

BAB IX

:

104 107 109 111 115 115 115 115 118 121 124 126 128 131 131 131 131 135 135 136 137 137 138 139 140 140 140 140 143

BAB X

:

BAB XI

:

BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………............................. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………............................. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan …….. Sistem Hukum Nasional

ii

Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh BAB XII :

: Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum …….. Nasional : Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum .......... Nasional : Pusat Penyuluhan Hukum …………………...

145 147 149 152 152 152 152 155 157 159 161 164 164 164 164 167 169 171 173

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………….. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Sipil dan Politik Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Bagian Keenam : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak Asasi Manusia Yang Berat Bagian Ketujuh : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Kelompok Rentan : BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………... Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat Badan …………………………… Bagian Keempat : Pusat Pengembangan Kepemimpinan ……….. dan Manajemen Bagian Kelima : Pusat Pengembangan Teknis ……….. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional dan ……….. HAM : STAF AHLI

BAB XIII

BAB XIV

BAB XV

: PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………… Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………………………….. : KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL : TATA KERJA

174 174 174 176 176 177 177 177

BAB XVI BAB XVII

BAB XVIII : INSTANSI VERTIKAL
BAB XIX

: UNIT PELAKSANA TEKNIS : KETENTUAN PENUTUP

BAB XX

iii

LAMPIRAN I
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Bagan Susunan Organisasi Menteri Hukum dan HAM Bagan Susunan Organisasi Sekretariat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Imigrasi Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal HAM Bagan Susunan Organisasi Inspektorat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Badan Pembinaan Hukum Nasional Bagan Susunan Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan …………………… …………………… …………………… xvi …………………… …………………… …………………… xxiii xxxi i ii ix

…………………… xxxix …………………… xlvi …………………… liii …………………… lxi …………………… lxvii

…………………… lxxiii ………………… lxxviii

LAMPIRAN II
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 91Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/1841/M.PAN/10/2005 Tanggal 5 Oktober 2005 Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/941/M.PAN/4/2007 Tanggal 16 April 2007

………………..

I

2.

………………..

IX

3.

……………….. ……………….. ………………..

XII XIV XVI

4. 5.

iv

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3474). Tugas. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587).MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.03-PR-07. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209). Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3614).09-PR. b.07. dan Tata Kerja Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Mengingat 1 . Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77. 2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3809). bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan Surat Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/941/M. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 3. perlu mencabut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan menetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang baru. Susunan Organisasi. 7. Menimbang : a. perlu penataan kembali organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3668). bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 13. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886).10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. 6.PAN/4/2007 tanggal 16 April 2007. : 1. 8. 4. 3. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 33. 5. Fungsi.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 2004 – 2009. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2004 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tugas. 10. 20. 17. 24. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 244. 23. Menetapkan : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. 13. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 8. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 110 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4131).9. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4130). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 22. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Tugas. 2 . 16. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4005 ). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 242. 18. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 108/1995 tentang Pedoman Perumusan Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural di lingkungan Departemen. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 243. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4046 ). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). 14. Fungsi. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. 15. 19. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4045). Keputusan Presiden Nomor 139 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kantor Pelayanan Fidusia di setiap Ibukota Propinsi di wilayah Negara Republik Indonesia. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 11. 21. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 109. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya-biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 170. 25. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 8 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358).

d. Sekretariat Jenderal. (2) Departemen dipimpin oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Bagian Kedua Tugas Pasal 2 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. penyampaian laporan hasil evaluasi. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. g. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. e. perumusan kebijakan nasional. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Jenderal Imigrasi. c. 3 . kebijakan pelaksanaan. TUGAS. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Kedudukan Pasal 1 (1) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah unsur pelaksana Pemerintah. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. Badan Pembinaan Hukum Nasional. c. k. i. b. f. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. Bagian Ketiga Fungsi Pasal 3 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 . d. h. Inspektorat Jenderal. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Staf Ahli. dan l. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. j. b.BAB I KEDUDUKAN. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. dan e. saran. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.

dan d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biro Keuangan. b. dan f. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Perencanaan. d. Biro Kepegawaian. koordinasi penyusunan rencana dan anggaran. e. g. Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. f. penyusunan evaluasi rencana dan laporan Departemen. kementerian Negara. 4 . Pasal 9 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 8. dan lembaga lain yang terkait. penyusunan rencana strategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. d. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. c. Biro Umum. e. pengumpulan dan pengolahan data perencanaan Departemen. pengkoordinasian pelaksanaan tugas unit-unit organisasi di lingkungan Departemen. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 8 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. pengorganisasian. ketatalaksanaan serta evaluasi dan penyusunan laporan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Biro Perencanaan. Biro Perlengkapan. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. Departemen lain. b. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. c. penyusunan program dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Pasal 6 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. pelaksanaan pembinaan ketatalaksanaan di lingkungan Departemen.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. dan h. pelaksanaan pembinaan organisasi di lingkungan Departemen.

Pasal 14 Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sumatera Barat. dan f. Sulawesi Tengah. Sumatera Utara. Riau. Bagian Penyusunan Program dan Anggaran. Kepulauan Riau. termasuk data terkait gender. DI. Yogyakarta. Sulawesi Selatan. serta perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II. Banten. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. c. Bagian Evaluasi dan Laporan. (1) (2) (3) (4) 5 . Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I. b. b. Bagian Ketatalaksanaan. e. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Sekretariat Jenderal. Jawa Tengah. penyajian informasi serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. d. Sulawesi Barat. Pasal 13 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a.Pasal 10 Biro Perencanaan terdiri atas : a. Kalimantan Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. DKI Jakarta. Kelompok Jabatan Fungsional. pengoperasian jaringan situs Departemen dan pemeliharaan file. Sulawesi Tenggara. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan dan Direktorat Jenderal Imigrasi. pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Pasal 11 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data. Bengkulu. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. perangkat dan jaringan situs. c. pengumpulan dan pengolahan data. Papua. Sumatera Selatan. Bagian Organisasi. dan Lampung serta pengoperasian dan pemeliharaan jaringan situs Departemen dan perangkat keras. penyajian dan pemberian layanan data dan informasi. Pasal 12 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. Nusa Tenggara Barat. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. serta perencanaan. Kalimantan Timur. Badan Pembinaan Hukum Nasional. dan d. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III. c. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV. Sulawesi Utara. perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Nusa Tenggara Timur. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. b. Gorontalo. Maluku dan Maluku Utara. dan d. Kalimantan Tengah. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. penyajian informasi termasuk data terkait gender serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. perencanaan. dan Irian Jaya Barat. Jambi. dan Jawa Timur serta pelaksanaan administrasi surat masuk dan keluar.

Jawa Timur dan Bali. Nusa Tenggara Barat. Bagian Penyusunan Program. penyusunan rencana strategis. penyusunan perencanaan. Banten. program dan anggaran. penyusunan rencana. dan d. Sumatera Selatan. Pasal 17 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran terdiri atas : a. penyusunan rencana. penyusunan rencana stategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. Kalimantan Tengah. DKI Jakarta. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV. dan e. dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Maluku Utara. b. Maluku. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Sekretariat Jenderal. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. dan Lampung. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. c. pengolahan dan analisis data. Sulawesi Barat. dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Papua dan Irian Jaya Barat. Riau. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. program dan anggaran. c. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. d. koordinasi penyusunan perencanaan. penyusunan rencana. dan Nusa Tenggara Timur. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sulawesi Utara. program dan anggaran. penyusunan program. pengolahan dan analisis data. Bengkulu. Sumatera Utara. Jawa Tengah. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pengolahan dan analisis data. Sulawesi Tengah. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pengelolaan. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II. Kalimantan Timur. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tenggara. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Gorontalo.pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Sumatera Barat. b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III mempunyai tugas melakukan pengelolaan. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. pengolahan dan analisis data. Pasal 15 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. DI. Kepulauan Bangka Belitung. Jambi. program dan anggaran. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. program dan anggaran. penyusunan rencana. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Kepulauan Riau. program dan anggaran serta pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Departemen. Yogyakarta. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. (1) (2) (3) (4) 6 . penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. pengolahan dan analisis data. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Pasal 18 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I mempunyai tugas melakukan pengelolaan.

D. dan Jawa Timur. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program Departemen. penghimpunan dan analisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana dan program. Bagian Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Utara. analisa kebutuhan. Sulawesi Tenggara. Pasal 21 Bagian Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbagian Evaluasi dan Laporan III mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. (1) (2) (3) (4) Pasal 23 Bagian Organisasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kelembagaan di lingkungan Departemen. 7 . Gorontalo. Riau. fungsi dan susunan organisasi di lingkungan Departemen. Jambi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan organisasi. Pasal 24 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. pelaksanaan evaluasi kinerja hasil pelaksanaan rencana pembangunan departemen periode sebelumnya. penelaahan. Sumatera Selatan. Sulawesi Tengah. Sulawesi Barat. c. Sumatera Utara. b. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. c. c. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. b. Jawa Barat. b. Subbagian Evaluasi dan Laporan III. Papua. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi di lingkungan Departemen. Kalimantan Tengah. pengevaluasian kelembagaan. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Bagian Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan strategis departemen sebagai bahan rencana pembangunan periode berikutnya. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Subbagian Evaluasi dan Laporan I. perumusan tugas. dan d. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Bengkulu. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Subbagian Evaluasi dan Laporan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV. penyiapan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program.I Yogyakarta. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. penyusunan standar. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 22 Subbagian Evaluasi dan Laporan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. dan d. Kalimantan Selatan. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Subbagian Evaluasi dan Laporan II. dan Irian Jaya Barat. Kalimantan Timur. Banten. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi di lingkungan Departemen.Pasal 19 Bagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penghimpunan dan analisis hasil pemantauan. Sulawesi Selatan. Maluku. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. Kepulauan Riau. Jawa Tengah. Sumatera Barat. Maluku Utara. dan e. d. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. dan Lampung.

dan c. Sumatera Utara. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Prosedur dan Metode Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem dan prosedur administrasi. Pasal 28 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. dan evaluasi ketatalaksanaan serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Prosedur. Papua dan Irian Jaya Barat. Kepulauan Riau. Bagian Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Evaluasi Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. Bali. Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja. dan Jawa Timur. Sumatera Selatan. Maluku. Bengkulu. Sumatera Barat. penyusunan standar. Riau. Subbagian Kelembagaan I. perumusan tugas. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Utara. Gorontalo. Sulawesi Tenggara. b.Pasal 25 Bagian Organisasi terdiri atas : a. Nusa Tenggara Barat. penelaahan dan penyusunan pembakuan sarana kerja serta pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Lampung. penyusunan standar. serta penyiapan naskah rancangan peraturan di bidang tugas Sekretariat Jenderal. perumusan tugas. Sulawesi Selatan. Subbagian Pengembangan Sistem. (1) (2) (3) (4) 8 . b.I Yogyakarta. Sulawesi Tengah. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. penyusunan standar. Subbagian Pengembangan Sistem. Banten. c. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. fungsi dan susunan organisasi. sistem dan prosedur administrasi. b. Nusa Tenggara Timur. Maluku Utara. analisa kebutuhan. dan Kalimantan Selatan. evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. Jawa Tengah. Pasal 29 Bagian Ketatalaksanaan terdiri atas : a. Pasal 26 Subbagian Kelembagaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Kalimantan Timur. (1) (2) (3) Pasal 27 Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pembakuan sarana kerja. D. dan d. Subbagian Evaluasi Tatalaksana. metode kerja dan penyiapan naskah rancangan peraturan. Subbagian Kelembagaan II. analisa kebutuhan. Kalimantan Tengah. penyusunan sistem dan prosedur administrasi. Sulawesi Barat. perumusan tugas. c. Pasal 30 Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. Jambi. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Kelembagaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan. fungsi dan susunan organisasi. analisa jabatan. dan d. penyusunan pembakuan sarana kerja dan penyiapan pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. Subbagian Kelembagaan III. metode kerja. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Kalimantan Barat. analisa kebutuhan. fungsi dan susunan organisasi. Subbagian Tata Usaha Biro. Jawa Barat. Subbagian Kelembagaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan. dan Metode Kerja.

c. dan e. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangan-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. Bagian Umum Kepegawaian. 9 . penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. pengadaan dan perencanaan alokasi formasi pegawai di lingkungan Unit Pusat maupun Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia serta perencanaan pengendalian kenaikan pangkat. kartu isteri/suami dan lain-lain sebagainya. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. pemberhentian dan pensiun pegawai. Pasal 36 Bagian Umum Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 35 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. pengadaan. Pasal 34 Bagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. Subbagian Peraturan Perundangan. peraturan perundangundangan dan petunjuk kepegawaian.Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 31 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Departemen. Pasal 37 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan bahan rencana formasi.undangan. perencanaan dan penyiapan kenaikan pangkat. d. pengadaan dan penempatan. Pensiun dan Disiplin Pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 32 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. dan f. Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai. peraturan perundangan-undangan dan petunjuk kepegawaian. penyiapan penyelesaian urusan jaminan hari tua. b. koordinasi dan penyusunan rencana formasi. c. b. d. e. pengendalian kepangkatan. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Jaminan Sosial. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. serta urusan tata usaha Biro Kepegawaian. pengelolaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. Bagian Pemberhentian. penyusunan rencana dan penyiapan pengembangan pegawai. b. pengendalian kepangkatan. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. b. Bagian Mutasi Pegawai. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. c. perencanaan dan penyiapan cuti. Pasal 33 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. Bagian Umum Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengadaan dan alokasi formasi. kesejahteraan pegawai. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. dan d. Bagian Pengembangan Pegawai. kesejahteraan dan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. c. dan d. alokasi formasi dan pengendalian kepangkatan.

Subbagian Penyaringan Pegawai. Pasal 44 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan bahan seleksi pegawai. penyiapan penetapan penggajian. c. dan d. Pasal 40 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri. b. penyiapan dan penganalisaan kebutuhan pendidikan dan latihan dalam rangka pengembangan pegawai. (2) Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pengembangan sistem kepegawaian. penempatan dan pengembangan. penyiapan penetapan pengangkatan dan kepangkatan pegawai. dan d. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. dan d. penyiapan pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi. dan c. c. Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. pengangkatan. penyiapan pengiriman pegawai ke luar negeri. Subbagian Mutasi I. penggajian. penyiapan penetapan pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil. b. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. b. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Kepegawaian. Pasal 41 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penganalisaan kebutuhan dan penyusunan kebutuhan pengembangan pegawai serta pemberian piagam penghargaan bagi pegawai yang telah menjalani pensiun. kepangkatan. 10 . penempatan dan pengembangan pegawai. Pasal 39 Untuk melaksanakan tugas sebagaimanan dimaksud dalam Pasal 38. c. pengembangan sistem dan pendidikan dan pelatihan luar negeri. Pasal 43 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. dan penyiapan permohonan bantuan dana tabungan perumahan. Subbagian Mutasi III. Subbagian Mutasi II. Subbagian Mutasi IV. piagam Dayaka Rhudika Pengayoman serta pembekalan bagi pegawai yang akan pensiun. penganalisaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan luar negeri dan pengurusan pegawai ke luar negeri dalam kerja sama teknis luar negeri serta pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi di lingkungan Departemen. b. Pasal 42 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan. (3) Subbagian Penyaringan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. penyiapan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan.(3) Subbagian Jaminan Sosial mempunyai tugas melakukan penyelesaian urusan jaminan hari tua/TASPEN. kartu isteri/kartu suami. Pasal 38 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan.

penggajian. penyelesaian permohonan izin perkawinan. Kepulauan Bangka Belitung. b. Maluku Utara. (2) Subbagian Mutasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi. Maluku. Papua. Pensiun dan Disiplin Pegawai terdiri atas : a. Kepulauan Bangka Belitung. Gorontalo. Subagian Pemberhentian dan Pensiun I. Kalimantan. c. Maluku Utara. (4) Subbagian Mutasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. kepangkatan. penggajian. dan c. Nusa Tenggara serta Cuti Pegawai. Pasal 49 Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. dan d. Maluku. Banten. dan Gorontalo. Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian pemberhentian dan penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. perceraian dan cuti. Pensiun dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. penggajian. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. kepangkatan. Sulawesi. Jawa. penegakan disipilin. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Unit Pusat. Kepulauan Riau. Pasal 47 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. Bagian Pemberhentian. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Subagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai. penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. Bali. (1) (2) (3) (4) Pasal 50 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha kepegawaian. 11 . Subagian Pemberhentian dan Pensiun II. Kepulauan Riau. b. Bali. golongan IV/b ke atas dan mutasi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. Irian Jaya Barat. kepangkatan. penggajian. (3) Subbagian Mutasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. izin perkawinan dan perceraian serta cuti pegawai. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. Nusa Tenggara. penyiapan pemberhentian dan pensiun pegawai. Pasal 48 Bagian Pemberhentian. Pasal 46 Bagian Pemberhentian. dan Irian Jaya Barat. dan Kalimantan. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Jawa dan Banten. Papua. Subagian Pemberhentian dan Pensiun III. kepangkatan. Pensiunan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan segala sesuatu di bidang pemberhentian dan pemensiunan.

penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Departemen golongan IV seluruh Indonesia dan pengelolaan arsip kepegawaian golongan III sampai golongan IV pada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. c. penyusunan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. b. dan d. dan pelaksanaan anggaran di lingkungan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Departemen. pengelolaan dan koordinasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. penyusunan daftar urut kepegawaian setiap tahun. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Departemen. b. pencatatan mutasi kepegawaian. pelaksanaan dan pengujian Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) Departemen. j. pengelolaan penggandaan. d. pengelolaan arsip kepegawaian secara sistematis serta urusan kartu pegawai (KARPEG). dan k. (3) Subbagian Penggandaan I mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. dan mutasi kepegawaian dalam buku mutasi dan kartu mutasi pegawai yang bersangkutan. pelaksanaan penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan pengeluaran keuangan Departemen. b. (4) Subbagian Penggandaan II mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. koordinasi. dan d. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 54 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Sekretariat Jenderal. Jawa dan Banten. c. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan.Pasal 51 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 . pembinaan. Subbagian Tata Naskah I. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi:r a. f. 12 . e. Subbagian Tata Naskah II. Pasal 55 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 54. Pasal 53 (1) Subbagian Tata Naskah I mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. c. (2) Subbagian Tata Naskah II mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. Subbagian Penggandaan II. Subbagian Penggandaan I. pengurusan Kartu Pegawai di lingkungan Unit Pusat serta pengelolaan arsip Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa dari Golongan I sampai dengan Golongan IV. pencatatan mutasi kepegawaian. pengelolaan. Pasal 52 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas : a. pencatatan segala pemindahan pegawai. i. g. h. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penata usahaan administrasi keuangan Departemen. penghimpunan data kepegawaian.

dan d. penyiapan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Sumatera Barat. Pasal 59 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas : a. Pasal 60 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Kalimantan Timur. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. dan Lampung. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan. Kepulauan Riau. Bagian Pelaksanaan Anggaran. Papua dan Irian Jaya Barat. Sumatera Selatan. Jambi. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. D.I. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Jawa Tengah. e. c. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. b. Jawa Timur dan Bali. Yogyakarta. penyiapan penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. d. Bengkulu. Maluku Utara. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 58 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. c. Banten.Pasal 56 Biro Keuangan terdiri atas : a. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Administrasi Hukum Umum. Sumatera Utara. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. c. d. pemberian bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. 13 . Bagian Akuntansi dan Pelaporan. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Kalimantan Selatan. Kalimantan Tengah. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. DKI Jakarta. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Departemen. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV. dan f. Maluku. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III. Riau. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran.

Subbagian Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. pembinaan perbendaharaan dan pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan perbendaharaan. penyiapan pembinaan dan penetapan pengelola keuangan. Subbagian Tata Usaha Keuangan. Sulawesi Tengah. biaya secara terpusat dan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Subbagian Perbendaharaan. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penerbitan Surat Perintah Membayar. dan d. b. tata usaha keuangan. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 62 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Departemen dan urusan tata usaha Biro Keuangan. monitoring dan pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. b. Surat Setoran Bukan Pajak serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. dan Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tenggara.(4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan penyusunan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. Sulawesi Utara. Sulawesi Barat. pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak. Pasal 63 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan terdiri atas : a. pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. penyiapan bahan penilaian dan penyelesaian kerugian negara. d. Pasal 64 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengelolaan. Pasal 66 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. b. Subbagian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian dan pemberian pertimbangan serta mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah perbendaharaan dan ganti rugi. dan f. Subbagian Kerugian Negara. 14 . pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. (1) (2) (3) (4) Pasal 65 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) mempunyai tugas melaksanakan pengujian Surat Perintah Pembayaran (SPP). pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). c. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Keuangan. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). Nusa Tenggara Timur. c. Gorontalo. pengelolaan urusan tata usaha Biro Keuangan. c. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. e. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan pembinaan perbendaharaan.

Surat Setoran Bukan Pajak. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Kalimantan Timur. DKI Jakarta. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. dan d. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. DI. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Sulawesi Barat. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Maluku. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Jawa Tengah. Sulawesi Tengah. pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III. Jambi. Sumatera Selatan. Sumatera Utara. Riau. dan Lampung serta pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Gorontalo. c.d. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Surat Setoran Bukan Pajak. Nusa Tenggara Timur. penyusunan laporan keuangan Departemen serta bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Kalimantan Selatan. Surat Setoran Bukan Pajak. Pasal 68 Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Banten. 15 . f. Jawa Timur dan Bali serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Papua dan Irian Jaya Barat serta pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. dan g. pelaksanaan monitoring penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. Sulawesi Tenggara. Bengkulu. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Perwakilan Imigrasi Luar Negeri. dan Nusa Tenggara Barat. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. e. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV. Yogyakarta. (1) (2) (3) (4) Pasal 69 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi. Sumatera Barat. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. Kepulauan Riau. b. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 67 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar terdiri atas : a. Surat Setoran Bukan Pajak. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Utara. Maluku Utara. Kalimantan Tengah.

Kalimantan Selatan. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Banten. Sulawesi Tengah. pengumpulan. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. b. 16 . penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Pasal 72 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Papua dan Irian Jaya Barat. pengumpulan. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan. Sumatera Selatan. Sumatera Barat. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Bengkulu. pengumpulan. Maluku Utara. penyusunan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . d. Nusa Tenggara Timur. Yogyakarta. dan e.Pasal 70 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. dan Lampung. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. dan d. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. DKI Jakarta. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Jawa Tengah. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pengumpulan. Jambi. Pasal 74 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. Sulawesi Barat. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. Kepulauan Riau. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. DI. penyiapan pembinaan dan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan. c. pengumpulan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Sumatera Utara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. penyusunan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Riau. Jawa Timur dan Bali. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Sulawesi Utara. c. Gorontalo. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Maluku. Kalimantan Tengah. (1) (2) (3) (4) Bagian Keenam Biro Perlengkapan Pasal 73 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perlengkapan di lingkungan Departemen. Pasal 71 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas : a. b. Sulawesi Tenggara. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Kalimantan Timur. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV. dan Nusa Tenggara Barat.

penganalisaan kebutuhan dan penyusunan pembakuan perlengkapan. e. Pasal 81 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. b. penganalisaan kebutuhan dan penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. Bagian Pengadaan. b. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Pembelian. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan tender dan penyiapan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. Pasal 79 (1) Subbagian Penyediaan Data mempunyai tugas melakukan penyediaan data kebutuhan perlengkapan serta penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. Pasal 75 Biro Perlengkapan terdiri atas : a. c. Bagian Inventarisasi. Pasal 80 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pengadaan perlengkapan Departemen. Pasal 78 Bagian Analisa Kebutuhan terdiri atas : a. Bagian Penghapusan. dan penyiapan penetapan kebijakan penghapusan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perlengkapan. penelahaan dan penyiapan penilaian harga dan mutu perlengkapan. dan c. (2) Subbagian Pembakuan mempunyai tugas melakukan penyiapan analisa kebutuhan perlengkapan dan pembakuan perlengkapan. b. Pasal 77 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perelengkapan.b. penyediaan data. b. pelaksanaan pengadaan perlengkapan. pelaksanaan inventarisasi dan penyusunan statistik perlengkapan. Subbagian Penyediaan Data. pelaksanaan pembelian perlengkapan. d. dan c. Bagian Analisa Kebutuhan. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran. 17 . Subbagian Tender. b. penyaluran dan pemeliharaan perlengkapan. dan c. pelaksanaan penyimpanan. Subbagian Harga dan Mutu. e. c. Bagian Analisa Kebutuhan menyelenggarakan fungsi : a. dan f. dan c. Pasal 82 Bagian Pengadaan terdiri atas : a. Pasal 76 Bagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan Departemen. Subbagian Pembakuan. d. Kelompok Jabatan Fungsional.

penyimpanan. Pasal 90 Bagian Inventarisasi terdiri atas : a. b. Subbagian Pendataan Inventaris. Pasal 84 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran mempunyai tugas melaksanakan penerimaan. pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. (3) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. penyusunan statistik dan laporan. b. penerimaan. penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. pengaturan inventarisasi serta penyusunan statistik perlengkapan. Pasal 88 Bagian Inventarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman. Subbagian Pembukuan. dan c. b. Subbagian Pemeliharaan. b. Pasal 86 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran terdiri atas : a. Subbagian Pergudangan dan Penyaluran. (2) Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan mempunyai tugas melakukan pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. dan c. dan c.Pasal 83 (1) Subbagian Harga dan Mutu mempunyai tugas melakukan pengumpulan informasi dan mengikuti perkembangan harga dan mutu sebagian bahan penilaian perlengkapan yang diperlukan. penelaahan dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. pengolahan data inventaris dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. pengeluaran dan penyaluran serta pemeliharaan perlengkapan. (3) Subbagian Pembelian mempunyai tugas melakukan pembelian perlengkapan berdasarkan hasil penilaian harga dan mutu perlengkapan yang diperlukan Departemen. Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan. penyiapan serta penyusunan rencana penyaluran perlengkapan. 18 . Bagian Penyimpanan dan Penyaluran menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 89 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pengeluaran serta penyaluran perlengkapan. Pasal 87 (1) Subbagian Pergudangan dan Penyaluran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman. penyiapan pembukuan perlengkapan. penyiapan bahan pedoman penyusunan pengaturan dan penyimpanan. (2) Subbagian Tender mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tender dan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. Pasal 85 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. Bagian Inventarisasi menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Statistik dan Laporan. dan c. (2) Subbagian Pendataan Inventaris mempunyai tugas melakukan penelaahan. (3) Subbagian Statistik dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik dan laporan. Pasal 91 (1) Subbagian Pembukuan mempunyai tugas melakukan penyusunan pembukuan arsip induk inventaris.

dan c. Lembaga Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan. dan c. Pasal 98 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. Bagian Informasi dan Komunikasi. penyiapan penelaahan dan pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan hubungan dengan kelembagaan Pemerintah. Pasal 97 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. penyiapan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. dan d. pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. b. 19 . Bagian Hubungan Luar Negeri. penyiapan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. b. Bagian Ketujuh Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri Pasal 96 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri serta pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen.Pasal 92 Bagian Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman penetapan penghapusan perlengkapan. Pasal 99 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan serta kerja sama dengan instansi lain. b. Subbagian Penilaian. Subbagian Pelaksanaan Penghapusan. dan c. (2) Subbagian Perubahan Status Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. penelitian dan penilaian serta pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. Pasal 94 Bagian Penghapusan terdiri atas : a. Bagian Penghapusan menyelenggarakan fungsi : a. c. Pasal 95 (1) Subbagian Penilaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Subbagian Pelaksanaan Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. Pasal 93 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri. Subbagian Perubahan Status Perlengkapan. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan. b. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a.

Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional. (2) Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan. Pasal 105 Bagian Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. Bagian Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 104 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. penerbitan dan penyebaran kuasa hasil penerbitan. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. Pasal 103 Bagian Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan kerja sama dengan Badanbadan Internasional dan antar negara serta penyusunan program evaluasi dan laporan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. dokumentasi dan perpustakaan serta urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Subbagian Penyusunan Program. Pasal 106 (1) Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan penyiapan bahan hubungan kerja sama Badan-badan Internasional dan perwakilan asing yang berada di Indonesia. b. dan b. Pasal 102 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. Evaluasi. serta penerbitan berkala. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan menyelenggaraan fungsi: a. pendistribusian dan penyebaran bahan hasil penerbitan. 20 . dan c. pengelolaan dan penyajian berita. pelaksanaan penyusunan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. Pasal 107 Bagian Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian informasi tentang kegiatan Departemen. tukar menukar informasi dan pengalaman. dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. pemberian penerangan dan penerimaan informasi serta kerja sama dengan organisasi masyarakat. (2) Subbagian Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melakukan penghimpunan produk hukum dan peraturan perundang-undangan dari negara lain. pelaksanaan hubungan kerja sama di bidang hukum dengan negara-negara lain (Antar Negara/Pemerintah). Bagian Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 101 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan terdiri atas : a. Pasal 108 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. dan c. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Badan-badan Internasional (Organisasi/Lembaga Internasional). dan b. Subbagian Kerja Sama Antar Negara. Evaluasi. b. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan. (3) Subbagian Penyusunan Program. dan Laporan. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara.Pasal 100 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. pengolahan dan penyajian berita.

b. dan e. d. dan d. pelaksanaan urusan rumah tangga dan tata usaha Biro Umum. dan c. Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita. pengurusan pengetikan dan penggandaan. pengelolaan urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. pelaksanaan pembinaan sikap mental pegawai. pembinaan dan pelaksanaan tata usaha di lingkungan Departemen. d. pelaksanaan kegiatan pers dan media massa. Pasal 110 Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita mempunyai tugas melakukan pencarian. Bagian Bina Sikap Mental. c. Bagian Tata Usaha Departemen. Pasal 113 Biro Umum terdiri atas : a. b. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. b. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. dan f. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa. Pasal 109 Bagian Informasi dan Komunikasi terdiri atas : a. pengelolaan kearsipan. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan semua bahan dokumentasi serta pengelolaan perpustakaan. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan konfrensi pers dan wawancara serta bahan informasi untuk penerbitan majalah interen dan eksteren. Pasal 112 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Bagian Rumah Tangga. c. Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi : a. disusun dan disajikan sebagai berita dan penerbitan berkala kegiatan Departemen. pengumpulan bahan informasi yang berasal dari dalam maupun luar Departemen untuk diolah. c. c. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. e. Subbagian Tata Usaha Biro. b. Pasal 115 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114. Pasal 114 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melaksanakan dan menyiapkan pembinaan tata usaha dan kearsipan di lingkungan Departemen. penyiapan urusan surat menyurat. Bagian Pengamanan. Kelompok Jabatan Fungsional. (1) (2) (3) (4) 21 . Bagian Kedelapan Biro Umum Pasal 111 Biro Umum mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Departemen. Bagian Tata Usaha Pimpinan. dan d. pelaksanaan urusan keamanan dalam. b.

Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. dan d. Pasal 117 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pengurusan pembinaan surat menyurat. penggandaan dan penjilidan. dan c. Pasal 121 Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri. penyiapan pelaksanan rapat dan acara Pimpinan Departemen. 22 . Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Subbagian Arsip. c. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Subbagian Persuratan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan protokol meliputi penerimaan tamu. dan d. Subbagian Agenda dan Pengiriman. pembinaan dan pengelolaan kearsipan. pelaksanaan urusan pembinaan rohani dan sosial pegawai. Pasal 119 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Staf Ahli. c. pelaksanaan urusan tata usaha Staf Ahli. c. (1) (2) (3) (4) Pasal 122 Bagian Bina Sikap Mental mempunyai tugas melaksanakan urusan pembinaan rohani. pelaksanaan urusan protokol. b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. kesehatan. pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. dan kesejahteraan pegawai lainnya. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. Subbagian Protokol. b. b. b. pelaksanaan urusan kesehatan. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi : a. dan d.Pasal 116 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri atas : a. Subbagian Agenda dan Pengiriman mempunyai tugas melakukan pengagendaan dan pengiriman surat. (1) (2) (3) (4) Pasal 118 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. Pasal 123 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 . Bagian Bina Sikap Mental menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 120 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Menteri. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengurusan pengetikan.

(1) (2) (3) (4) Pasal 130 Bagian Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan di lingkungan Departemen. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai lainnya. pelaksanaan penerbitan dan pengamanan fisik bangunan dan perlengkapan di lingkungan Departemen. dan c. pengaturan dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengurusan pengangkutan dan perjalanan dinas. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. Pasal 129 Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pemeliharaan sarana fisik dan sarana lainnya. c. pembuatan daftar gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 127 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. pengurusan penggunaan sarana fisik dan sarana lainnya di Kantor Departemen. Subbagian Pengamanan Pimpinan. (2) Subbagian Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan kesehatan pegawai. telepon. listrik. Subbagian Gaji. pelaksanaan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia. pengangkutan pegawai serta administrasi perjalanan dinas. Subbagian Pengamanan Lingkungan. b. dan c. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengurusan penggunaan kendaraan dinas. Subbagian Kesejahteraan.Pasal 124 Bagian Bina Sikap Mental terdiri atas : a. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas. pelaksanaan pengamanan fisik pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Bagian Pengamanan menyelenggarakan fungsi : a. b. b. Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi. dan d. Subbagian Urusan Dalam. b. Pasal 132 Bagian Pengamanan terdiri atas : a. Pasal 131 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. 23 . penggunaan rumah dinas/jabatan di lingkungan Departemen dan penyiapan tempat rapat/pertemuan. Pasal 126 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan d. b. Subbagian Kesehatan Pegawai. Pasal 125 (1) Subbagian Rohani dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan mental dan rohani serta usaha sosial pegawai. air. Pasal 128 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. Subbagian Rohani dan Sosial. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar gaji.

(2) Subbagian Pengamanan Lingkungan mempunyai tugas melakukan ketertiban di lingkungan Departemen. 24 . (3) Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi mempunyai tugas melakukan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia di lingkungan Departemen.Pasal 133 (1) Subbagian Pengamanan Pimpinan mempunyai tugas melakukan pengamanan fisik Pimpinan Departemen dan tamu penting.

pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pengelolaan urusan administrasi keuangan. litigasi perundangundangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. e.undangan. norma. dan e. Bagian Kepegawaian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 136 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. publikasi. d. b. pedoman. harmonisasi. harmonisasi.undangan. Pasal 138 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. b. kriteria dan prosedur di bidang perancangan. evaluasi. program dan anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan e. c. penyusunan laporan kegiatan peraturan perundang-undangan. b. Pasal 139 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. perumusan standar. c. publikasi. dan f. publikasi. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perancangan. d. Direktorat Publikasi. Direktorat Litigasi Perundang. serta Pasal 135 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang. harmonisasi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 134 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan perundang. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. d.undangan. pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. c. c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 137 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. pengelolaan urusan kepegawaian. b. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan. d. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. 25 . Bagian Keuangan.undangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan.

Informasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Data. dan f. Pasal 141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. b. penggajian. Bagian Tata Usaha. kepangkatan. Pemberhentian dan Pensiun. Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jabatan Fungsional. pengolahan. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Pasal 147 (1) Subbagian Umum Kepegawaian dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi.e. Informasi dan Laporan. Pasal 145 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144. dan c. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. pengelolaan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. program dan anggaran. dan c. program dan anggaran. 26 . pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. program dan anggaran. penyajian data dan informasi. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 146 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan penyusunan formasi. pengolahan . (2) Subbagian Mutasi. evaluasi program. pengolahan. dan penyusunan laporan. pendataan. penyiapan pengelolaan. dan b. Pasal 144 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan b. Pasal 140 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi. Subbagian Data. Subbagian Mutasi. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 143 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 142 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. penyajian data dan informasi. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana.

Pasal 152 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan b. Pasal 156 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan hubungan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Perlengkapan. b. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan urusan surat menyurat. 27 . dan b. Pasal 154 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan serta urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas.Pasal 148 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pembuatan daftar gaji dan pelaksanaan pembayaran gaji pegawai. serta pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. pelaksanaan anggaran. serta pembukuan. Pasal 151 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. serta pembukuan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. urusan dalam dan pengamanan. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Pasal 150 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 157 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan perlengkapan. hubungan masyarakat dan protokol. dan c. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. Pasal 155 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 149 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148. Pasal 153 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. penggandaan dan pengiriman. pengetikan. pengelolaan urusan rumah tangga.

dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. d.undangan. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pembahasan rancangan undang-undang. dan e.undang. d. pembimbingan teknis di bidang perencanaan.undangan. dan c. Subdirektorat Metode. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi. Subbagian Persuratan. pembahasan rancangan undang-undang. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 160 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perancangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. hubungan masyarakat dan protokol. Pasal 159 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pembahasan rancangan undang. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pedoman. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. dan pengiriman. c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. c. Subbagian Arsip dan Dokumentasi.undangan. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. metode. metode. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. Pasal 162 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. metode. b.undangan. Teknik. e. pengevaluasian pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan. Subbagian Tata Usaha. penggandaan. 28 . f. b. norma. Pasal 161 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perencanaan. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang. dan g. pembahasan rancangan undang-undang. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. pengetikan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan. b. penyusunan standar. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. Pasal 163 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. metode. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang.Pasal 158 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang.

dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan evaluasi pelaksanaan dan laporan di bidang penyusunan rencana dan program penyusunan peraturan perundang-undangan. Seksi Penyusunan Rencana dan Program.undangan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengembangan metode. (2) Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang. b. teknik. bimbingan teknis dan evaluasi di bidang metode dan teknik. penyiapan penyusunan standar.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan serta penyiapan konsep rancangan peraturan perundang-undangan. kriteria. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. dan d. penyiapan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program. teknik dan bahasa perundang-undangan. dan d. Pasal 165 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penyusunan standar. norma. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode. norma. kriteria. norma. Teknik. Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang-undangan. norma. Pasal 167 (1) Seksi Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan program kegiatan tahunan dan 5 (lima) tahunan. penyusunan standar. Pasal 166 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas : a. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Metode. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. prosedur di bidang penyusunan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. prosedur. 29 . c. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 171 (1) Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang. penyiapan penyusunan standar. dan bahasa perundang-undangan. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan laporan pelaksanaan program penyusunan peraturan perundang-undangan. pedoman. c. kriteria. serta penyiapan materi perancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 170 Subdirektorat Metode. pedoman. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a.Pasal 164 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. kriteria. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program serta pengumpulan dan pengolahan data penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan bimbingan teknis peraturan perundang-undangan. Pasal 168 Subdirektorat Metode. dan b. b. Pasal 169 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. pedoman. dan b. prosedur di bidang pengumpulan dan pengolahan bahan pengkajian dan penyusunan usul prakarsa perancangan peraturan perundangundangan. Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan evaluasi perancangan peraturan perundang-undangan. prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang perencanaan dan pengevaluasian penyusunan peraturan perundang-undangan. pedoman.

pengevaluasian. c. serta sistem dan metode pendidikan teknis perancang peraturan perundang.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. sambutan pemerintah. Pasal 176 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. penyusunan pedoman. penyiapan konsep keterangan pemerintah. penyiapan konsep keterangan pemerintah. penyiapan evaluasi dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. dan b. 30 . Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. jawaban pemerintah. jawaban pemerintah dan sambutan pemerintah mengenai rancangan undang. kurikulum. (2) Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan fasilitasi pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 174 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang terdiri atas : a. perlengkapan dan akomodasi pembahasan. Pasal 175 (1) Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan pembahasan rancangan undang-undang untuk disampaikan kepada Presiden dan penyiapan daftar inventarisasi masalah beserta jawabannya untuk dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang menyelenggarakan fungsi : a. dan penyiapan laporan mengenai jabatan fungsional perancang peraturan perundang-undangan. penyiapan konsep keterangan pemerintah. e. b. dan b.Pasal 172 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan penyiapan bahan pembahasan rancangan undang-undang. dan silabus. d. Pasal 177 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan. dan d. pembimbingan dan pembinaan teknis perancang peraturan perundang-undangan. pemantauan. c. Pasal 178 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan data dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang. sambutan pemerintah. serta pemantauan dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. dan g. Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. f.undangan. Pasal 173 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. pengkoordinasian pendidikan teknis jabatan fungsional perancang peraturan perundang. pengelolaan administrasi pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang.undangan. jawaban pemerintah. penyiapan penilaian dan pengajuan usul pengangkatan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan.undangan berdasarkan kebijakan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan Daftar Inventarisasi Masalah dan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah rancangan undang. b. pelaksanaan evaluasi dan laporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat.

penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumentasi dan rancangan peraturan perundang-undangan. b. Pasal 181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. f. pembulatan. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. penyediaan dan penyajian data atau bahan hukum dan peraturan perundang-undangan untuk dipublikasikan.Pasal 179 (1) Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang. pengharmonisasian. e. (2) Seksi Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian fasilitasi pencarian bahan hukum. 31 . Seksi Perpustakaan Hukum. c. b. penginventarisasian.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan perancang peraturan perundang-undangan. dan penilaian perancang peraturan perundangundangan. dan b. dan pemantapan konsepsi/ prakarsa rancangan undang-undang dan rancangan peraturan perundang-undangan yang bersifat lintas bidang dan lintas sektor. Bagian Kelima Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan Pasal 184 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. pengharmonisasian. perumusan dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan pengusulan pengangkatan. d.undangan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundangundangan. Pasal 183 (1) Seksi Pengelolaan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penghimpunan. pembulatan dan pemantapan konsepsi prakarsa Rancangan Undang-Undang.undangan. dan peraturan perundang-undangan. penghimpunan dan penginventarisasian peraturan perundang-undangan untuk bahan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemantauan perkembangan peraturan perundang-undangan. evaluasi dan analisa pelaksanaan kebijakan harmonisasi peraturan perundang-undangan. Pasal 182 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan terdiri atas : a. dan c. penyediaan. Pasal 180 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengelolaan dokumentasi dan pengelolaan perpustakaan. buku hukum dan peraturan perundang-undangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. buku hukum. (2) Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pendataan. koordinasi. dan g. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengelolaan Dokumentasi. dan penyajian bahan hukum. Pasal 185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184. perumusan. dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan.

kejaksaan dan peradilan. keamanan. pertanahan.undangan di bidang politik.dalam negeri. peradilan. Hukum dan Keamanan II.dalam negeri. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang.undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang politik. e.undangan di bidang politik. kejaksaan. pertahanan. pertanahan. pertanahan. hukum dan hak asasi manusia. hukum dan hak asasi manusia. Pasal 189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang. pertahanan. Perdagangan. peradilan. dan b. d. 32 . dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan.Pasal 186 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Pasal 188 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. pertanahan. luar negeri. pertahanan. Pasal 191 (1) Seksi Analisa Bidang Politik. dan f. kejaksaan. luar negeri. keamanan. keamanan. dan d. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. hukum dan hak asasi manusia. hukum dan hak asasi manusia. c. perbankan. pembulatan dan pemantapan konsepsi / prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. penganalisaan. Seksi Analisa Bidang Politik. luar negeri. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Hukum dan Keamanan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. luar negeri. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. pertahanan. lembaga keuangan bukan bank. pertahanan. Hukum dan Keamanan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. kejaksaan. keamanan. Hukum dan Keamanan terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. keamanan. c. kejaksaan. kejaksaan. investasi. peradilan. dalam negeri. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang dalam negeri.dalam negeri. pertanahan. Hukum dan Keamanan. b. komunikasi dan informasi. Hukum dan Keamanan I. dan badan usaha milik negara. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang politik. keamanan. peradilan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan. Hukum dan Keamanan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. luar negeri. Hukum dan Keamanan menyelenggarakan fungsi : a. pembulatan. hukum dan hak asasi manusia. peradilan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat. dalam negeri. penyusunan rancangan peraturan perundang. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. Seksi Analisa Bidang Politik. serta hukum dan hak asasi manusia. luar negeri. Pasal 190 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. (2) Seksi Analisa Bidang Politik. b. Pasal 192 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. pertanahan. Riset dan Teknologi. pengharmonisasian. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. Pasal 187 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan. pertahanan.

usaha kecil dan menengah. penganalisaan. transmigrasi. kelautan. dan perhubungan. komunikasi. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. perikanan. pembangunan kawasan tertinggal.undangan di bidang industri. perkebunan. perkebunan. perkebunan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. usaha kecil dan menengah. pengharmonisasian. perikanan. investasi. peternakan. investasi. dan perhubungan. energi sumber daya mineral. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. dan badan usaha milik negara. komunikasi. Pasal 197 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. dan perhubungan. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I. tata ruang. perbankan. energi sumber daya mineral. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. koperasi. ketenagakerjaan. b. Riset dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 196 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. peternakan. usaha kecil dan menengah. transmigrasi. koperasi. dan badan usaha milik negara. energi sumber daya mineral. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang industri. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II. lembaga keuangan bukan bank. komunikasi. perbankan. pertanian. pertanian. pembangunan kawasan tertinggal. Perdagangan. transmigrasi. kelautan. b. perdagangan. pekerjaan umum. perkebunan. (2) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. dan perhubungan. koperasi. usaha kecil dan menengah. energi sumber daya mineral. riset dan teknologi. tata ruang. tata ruang. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. investasi dan badan usaha milik negara. dan d. transmigrasi. pertanian. riset dan teknologi.Pasal 193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang keuangan dan perbankan. riset dan teknologi. dan perhubungan. c. tata ruang. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. Pasal 194 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan terdiri atas : a. pengharmonisasian. peternakan. pembangunan kawasan tertinggal. ketenagakerjaan. Riset dan Teknologi mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan menyelenggarakan fungsi : a. investasi. perdagangan. kelautan. Perdagangan. c. perbankan. riset dan teknologi. perkebunan. perikanan. ketenagakerjaan. Pasal 195 (1) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. tata ruang. penganalisaan. lembaga keuangan bukan bank. dan d. transmigrasi. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan di bidang keuangan.undangan di bidang industri. peternakan. perbankan. usaha kecil dan menengah. kelautan. dan badan usaha milik negara. lembaga keuangan bukan bank. perdagangan. komunikasi. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang lembaga keuangan bukan bank. pekerjaan umum. koperasi. dan pembangunan kawasan tertinggal. pekerjaan umum. ketenagakerjaan. pekerjaan umum. ketenagakerjaan. pertanian. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. dan badan usaha milik negara. perdagangan. pembangunan kawasan tertinggal. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. komunikasi. kelautan. koperasi. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. perikanan. 33 . pertanian. lembaga keuangan bukan bank. perdagangan. penyusunan rancangan peraturan perundang. pekerjaan umum. peternakan. investasi. dan b. perikanan. energi sumber daya mineral. riset dan teknologi.

analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang agama. dan b. sosial. pekerja umum. pariwisata. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pariwisata. pengharmonisasian. kesehatan. pemberdayaan perempuan. b. riset dan teknologi. kesehatan. sosial. lingkungan hidup. sosial. pemuda dan olah raga. pendidikan. aparatur negara. pemberdayaan perempuan. perumahan rakyat. perumahan rakyat. budaya. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. kelautan. Pasal 200 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. lingkungan hidup. pendidikan. lingkungan hidup. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pemuda dan olah raga. pendidikan. dan pemberdayaan perempuan. lingkungan hidup. pariwisata. transmigrasi. pendidikan. Perdagangan. pemberdayaan perempuan. perumahan rakyat. budaya. pemuda dan olah raga. Perdagangan. pertanian. pariwisata. usaha kecil dan menengah. komunikasi. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Seksi Analisa Bidang Industri. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang agama. Perdagangan. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. budaya. pariwisata. pariwisata. ketenagakerjaan. Riset dan Teknologi II. (2) Seksi Analisa Bidang Industri. Perdagangan. aparatur negara. lingkungan hidup. aparatur negara. perhubungan. aparatur negara. Seksi Analisa Bidang Industri. perkebunan. Riset dan Teknologi I.Pasal 198 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. Perdagangan. pendidikan. sosial. Pasal 201 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. dan pembangunan kawasan tertinggal. kesehatan. budaya. perumahan rakyat. aparatur negara. Riset dan Teknologi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. aparatur negara. tata ruang dan pembangunan kawasan tertinggal. c. budaya. pemberdayaan perempuan. peternakan.undangan di bidang agama. penganalisaan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. perikanan. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II. energi sumber daya mineral. dan b. Pasal 202 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri atas : a. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. kesehatan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang kesehatan. pendidikan. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. koperasi. (2) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. 34 . sosial. perumahan rakyat. Riset dan Teknologi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pemuda dan olah raga. dan d. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I. Riset dan Teklonogi terdiri atas : a. kesehatan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang perdagangan. sosial. lingkungan hidup. Pasal 199 (1) Seksi Analisa Bidang Industri. perumahan rakyat. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. Pasal 203 (1) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pemberdayaan perempuan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang industri. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. budaya.

Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. pengkoordinasian penyelenggaraan kerja sama dan publikasi peraturan perundang. pelaksanaan administrasi kerja sama pengembangan tenaga perancang peraturan perundangundangan dan tenaga lain yang terkait. g. penyelenggaraan sistem informasi peraturan perundang. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang publikasi. Subdirektorat Publikasi menyelenggarakan fungsi: a.undangan baik di tingkat nasional maupun internasional dengan instansi terkait. Pasal 209 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Publikasi. Subbagian Tata Usaha. c. Pasal 205 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. penyusunan. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan. penyiapan. distribusi dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan. perumusan dan pembahasan dokumen perjanjian kerja sama dan publikasi peraturan perundangundangan dengan pihak luar negeri. koordinasi program kerja sama dan publikasi peraturan perundang-undangan dengan negara berkembang dan negara maju. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. b. pelaksanaan administrasi. pengundangan. Pasal 207 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. dan f. b. d. Subdirektorat Publikasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan publikasi. b. dan pendistribusian peraturan perundang-undangan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 208 Subdirektorat Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan.undangan. c.Bagian Keenam Direktorat Publikasi. penggandaan. pendokumentasian. penginvetarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan digandakan. penyiapan dan penerjemahan bahan hukum untuk mendukung kegiatan perancangan dan bahan pertimbangan peraturan perundang-undangan. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. 35 . e. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan kepada instansi terkait dan masyarakat. f. d. Pasal 206 Direktorat Publikasi. percetakan dan penerbitan peraturan perundang-undangan dan dokumen-dokumen hukum. h. d. pendistribusian. c. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 204 Direktorat Publikasi. bersama instansi terkait. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. dan i. evaluasi dan laporan pemanfaatan kerja sama dan publikasi bahan peraturan perundang-undangan.undangan. e. Subdirektorat Kerja Sama. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a.

Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. c. dan f. b. penyusunan pedoman kerja sama dan petunjuk pelaksanaan kerja sama di bidang peraturan perundang. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan publikasi. Pasal 210 Subdirektorat Publikasi terdiri atas : a. c. Pasal 212 Subdirektorat Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengembangan program kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan baik tingkat nasional maupun internasional serta evaluasi dan laporan. Seksi Penerbitan. dan d. Pasal 217 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan serta publikasi bahan pendukung perancangan peraturan perundang-undangan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kerja sama. penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. berita negara dan tambahan berita negara. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengundangan peraturan perundangundangan. Subdirektorat Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan.undangan. instansi pemerintah maupun non pemerintah serta pengevaluasian dan penyiapan laporan pelaksanaan kegiatan. (2) Seksi Distribusi dan Penyebarluasan mempunyai tugas melakukan pendistribusian. Pasal 215 Seksi Perencanaan dan Penyelenggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan perencanaan program dan penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan dengan pihak luar negeri. pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang. Pasal 216 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang. Pasal 213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. b.undangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi pengundangan. pengelolaan administrasi lembaran negara. tambahan lembaran negara.e. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan diundangkan. dan d. dan b. Pasal 211 (1) Seksi Penerbitan mempunyai tugas melakukan kegiatan penerbitan dan penerjemahan bahan pendukung perancangan dan termasuk peraturan perundang-undangannya. Seksi Distribusi dan Penyebarluasan.undangan. 36 . pendokumentasian dan pengelolaan berkas peraturan perundangundangan. Pasal 214 Subdirektorat Kerja Sama membawahi Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan. penyiapan. pendistribusian dan penyebarluasan bahan pendukung peraturan perundang-undangan kepada pihak yang relevan.

Seksi Sarana. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang. b. tambahan lembaran negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang litigasi perundangundangan. dan b. perencanaan. dan Implementasi. Bagian Ketujuh Direktorat Litigasi Perundang-undangan Pasal 224 Direktorat Litigasi Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang litigasi perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 223 (1) Seksi Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisa. b.Pasal 218 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. berita negara dan tambahan berita negara. dan b. Pasal 225 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. pengelolaan sistem. pengelolaan. dan d. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang-undangan serta penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas. Pasal 222 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a.undangan dan pengelolaan administrasi lembaran negara. Prasarana. Seksi Aplikasi. pengundangan peraturan perundang. (2) Seksi Sarana. jaringan dan perangkat keras sistem dan pengolahan data. pengelolaan data dan implementasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 221 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220.undangan. serta implementasi sistem informasi peraturan perundang-undangan. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Seksi Administrasi Pengundangan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan sistem informasi peraturan perundangundangan. 37 . perumusan pedoman dan petunjuk pelaksanaan dalam penyusunan atau pembuatan keterangan pemerintah permohonan pengujian undang-undang. dan Implementasi mempunyai tugas melakukan persiapan. c.undangan mempunyai tugas melaksanakan sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 219 (1) Seksi Administrasi Pengundangan mempunyai tugas melakukan penyiapan. sarana dan prasarana sistem informasi peraturan perundang-undangan. Prasarana. Pasal 220 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang.undangan yang akan diundangkan. Direktorat Litigasi Perundangundangan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Dokumentasi.

persiapan dan penyampaian kelengkapan persidangan serta menerima release. f. dan d. dan e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 227 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. c. pemantauan. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan. Pasal 231 (1) Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan. dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 serta pendampingan persidangan di Mahkamah Konstitusi. penyusunan. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas pengujian suatu undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dengan departemen/lembaga pemerintah non departemen terkait. pengumpulan.undang terhadap undang undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 229 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. terdiri atas : a. penelaahan. pengkoordinasian. sinkronisasi dan pemantapan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. b. Pasal 226 Direktorat Litigasi Perundang-undangan.c. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. e. dan h. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. b. jadual persidangan. pemantauan. d. pelaksanaan pendampingan atas setiap pengujian undang-undangterhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyusunan. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis. pencarian. Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah. (2) Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan mempunyai tugas melakukan koordinasi dan monitoring persidangan. g. penyiapan dan pengkordinasian dalam rangka pendampingan persidangan atas setiap pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undangundang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah dan pendampingan atas pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 228 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama dan koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. dan b. c. Pasal 230 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan terdiri atas : a. perencanaan. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemeritah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang. 38 . risalah persidangan dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. pengkajian dan analisis putusan atas permohonan pengujian undang. d.

Pasal 234 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis terdiri atas : a. c. (2) Seksi Analisis. Laporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan analisis putusan atas permohonan pengujian undang-undang. pemantauan. Seksi Analisis. pengolahan dan pendokumentasian bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang. c. Pasal 237 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. d.Pasal 232 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. dan b. Pasal 236 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan.undang terhadap undang. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja sama dalam rangka pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis menyelenggarakan fungsi : a. dan e.undang dasar negara republik indonesia tahun serta melaksanakan analisis dan pendokumentasian bahan dan putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pemantauan .undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 235 (1) Seksi Penyiapan Bahan dan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyusunan perencanaan. Pasal 238 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga membawahi Seksi Kerja sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi dengan masyarakat. evaluasi. pengolahan bahan keterangan pemerintah dan pendokumentasian data dalam rangka pelaksanaan pengujian undang.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang fasilitasi bahan dan analisis atas pelaksanaan pengujian undang. evaluasi dan penyiapan dan penyusunan laporan di bidang litigasi perundangundangan. Pasal 233 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. dan d. b. penyusunan perencanaan. penganalisaan atas bahan dan putusan atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. Seksi Penyiapan Bahan dan Data.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. 39 . penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi antar lembaga penyelenggara negara. penyiapan. b. monitoring dan penyusunan laporan direktorat litigasi serta pendokumentasian bahan/data dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan dan pengembangan program kerja sama antar lembaga serta koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Laporan dan Dokumentasi.

d. c. b. dan f. pengumpulan dan penyusunan secara peraturan daerah. Seksi Pengolahan Data. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi. Pasal 244 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data peraturan daerah. penyiapan dan pengolahan data serta penyajian dan penyaluran informasi peraturan daerah. penyediaan sarana mediasi dan konsultasi dalam perancangan peraturan daerah. penyajian dan pengolahan data peraturan daerah. Pasal 245 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. pengumpulan. Kabupaten/Kota. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah. Pasal 242 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah terdiri atas : a. penyiapan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. dan b. Pasal 243 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. pelaksanaan pembinaan teknik perancangan peraturan daerah. dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi: a. dan h. analisa. Kelompok Jabatan Fungsional. penelaahan dan perumusan serta pelaporan kegiatan direktorat. pengolahan. penyajian dan penyaluran informasi. 40 . penyusunan. b. g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan. Pasal 246 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data. d. Seksi Pengumpulan Data. dan c. Pasal 241 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240.Pasal 239 Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama antar lembaga penyelenggara negara dan masyarakat. c. pemantauan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah. e. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedelapan Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah Pasal 240 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang.undangan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. b. e. f.

dan b. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 256 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas penyiapan. penyusunan. pengevaluasian dan penyusunan laporan hasil kegiatan bimbingan dan latihan.Pasal 247 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Pasal 253 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait serta evaluasi dan penyusunan laporan. Kabupaten/Kota. 41 . Pasal 251 (1) Seksi Perencanaan dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Kabupaten/Kota. dan d. c. dan b. Kabupaten/Kota serta penyajian dan penyaluran informasi. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas bimbingan dan latihan. Pasal 248 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Pasal 250 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan terdiri atas : a. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan analisa dan evaluasi peraturan daerah. dan pelaporan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi perancangan peraturan daerah. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Seksi Perencanaan dan Program. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 254 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah membawahi Seksi Bimbingan dan Latihan. Pasal 249 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan latihan. Pasal 252 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pemberian pembinaan teknik kepada tenaga perancang peraturan perundang-undangan dalam penyusunan dan perancangan peraturan daerah baik di Pemerintah Daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. sarana mediasi dan konsultasi penyusunan dan perancangan peraturan daerah. b. penyusunan jadual dan pelaksanaan bimbingan dan latihan. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dalam rangka pelaksanaan atas bimbingan dan latihan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia maupun instansi terkait lainnya. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 255 Seksi Bimbingan dan Latihan mempunyai tugas melakukan persiapan bimbingan dan latihan.

pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas mediasi dan konsultasi perancangan. pemantauan. 42 . pengevaluasian dan penyusunan laporan atas kegiatan mediasi dan konsultasi. pelaksanaan mediasi dan konsultasi terhadap pihak yang memerlukan. pelaksanaan kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait serta penyusunan evaluasi dan laporan. Pasal 259 Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan mediasi dan konsultasi. dan c. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis.Pasal 257 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. penelaahan. b. Pasal 258 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi membawahi Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi.

b. d. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perdata. b. pengelolaan arsip dan dokumentasi. program dan anggaran. c. tata negara dan hukum internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan f. pedoman. tata negara dan hukum internasional. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 263 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengelolaan urusan kepegawaian. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Sekretariat Direktorat Jenderal. e. c. dan e. kriteria dan prosedur di bidang perdata. perumusan standar. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kedua SUSUNAN ORGANISASI Pasal 262 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdiri atas : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pidana. tata negara dan hukum internasional. b. b. Direktorat Pidana. Direktorat Hukum Internasional. pidana. e. 43 . Direktorat Perdata. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. dan f. c.BAB V DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 260 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. Bagian Kepegawaian. d. d. Pasal 261 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pidana. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi. Bagian Keuangan. Direktorat Daktiloskopi. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 265 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Direktorat Tata Negara. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 264 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263. d. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan kebijakan di bidang perdata. norma. penyusunan laporan kegiatan administrasi hukum umum. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan e.

penyajian data dan informasi. dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pengolahan. dan d. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 271 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. program dan anggaran. c. b. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pemindahan dan mutasi kepegawaian 44 . penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. b. protokol.Pasal 266 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 268 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. evaluasi. pengolahan . Pasal 269 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. program dan anggaran. kepangkatan penggajian. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. dan c. pengolahan. b. pengelolaan. penyajian data dan informasi. pengurusan Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. (1) (2) (3) (4) Pasal 270 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Hubungan Masyarakat. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. penyajian data dan informasi. Pasal 273 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. Subbagian Data dan Informasi. b. Pasal 272 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan d. penyiapan pengelolaan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. program dan anggaran. (2) Subbagian Mutasi dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 267 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan formasi. Subbagian Evaluasi dan Laporan. hubungan masyarakat. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. pendataan dan pengembangan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. dan c.

angkutan. pengelolaan urusan rumah tangga. pengelolaan urusan perlengkapan. pembuatan daftar gaji. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan c. pelaksanaan urusan pembukuan. dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan pembayaran gaji pegawai. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 274 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perjalanan Dinas. Pasal 278 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. perhitungan. Pasal 280 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. Pasal 277 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. b. b. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 282 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan penyusunan laporan keuangan. dan c. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pelaksanaan anggaran. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan. dan c. b. Pasal 281 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. b. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 276 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Perlengkapan. 45 . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Pasal 279 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. dan c. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 275 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274.lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.

Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pemberian pertimbangan. pendapat hukum. c. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. d. Bagian Keempat Direktorat Perdata Pasal 286 Direktorat Perdata mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum perdata sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. pengurusan pengagendaan dan pengiriman. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia. Subbagian Tata Usaha. b. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. Pasal 287 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. pemberian pertimbangan. bimbingan dan pedoman teknis serta pelayanan di bidang hukum perdata. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Subdirektorat Harta Peninggalan. c. dan pendokumentasian badan hukum. Pasal 285 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. d. Subbagian Persuratan. b. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan. dan pengiriman. pemberian pertimbangan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. Pasal 288 Direktorat Perdata terdiri atas : a. dan d. dan f. Subdirektorat Notariat. penataan. pemantauan dan evaluasi notaris. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia.Pasal 283 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. c. penyiapan rancangan kebijakan. e. Direktorat Perdata menyelenggarakan fungsi : a. (1) (2) (3) (4) 46 . dan d. Subdirektorat Badan Hukum. Pasal 284 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. penggandaan. c. b. persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. Subdirektorat Hukum Perdata Umum. f. pengarsipan. penyiapan urusan surat menyurat. legalisasi dan penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum. dan g. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. b.

Seksi Perubahan Nama. usaha umum. swasta atau perorangan. pelaksanaan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah. pengelolaan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perseroan tertutup. 47 . Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. pemberian persetujuan. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. pertimbangan dan penyelesaian urusan hukum perdata umum serta penyiapan pendapat hukum (legal opinion) baik yang diminta oleh lembaga resmi pemerintah. dan c. pengarsipan. b. pemberian bimbingan dan pertimbangan masalah di bidang hukum perdata serta penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum termasuk pemberian pendapat hukum (legal opinion). Pasal 292 Subdirektorat Hukum Perdata Umum terdiri atas : a. pengelolaan arsip. c. pemberian pendapat hukum (legal opinion). pengecekan. Pasal 291 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. Pasal 295 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. pemberian legalisasi. Subdirektorat Badan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. dan pengelolaan pengurusan dokumentasi.Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. dan dokumentasi. pemberian bimbingan. Pasal 293 Seksi Pendapat Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. usaha khusus dan badan hukum sosial. permohonan persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan tertutup. dan penyelesaian masalah di bidang hukum perorangan. (1) (2) (3) (4) Pasal 294 Subdirektorat Badan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pengurusan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Seksi Perubahan Nama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan persetujuan perubahan nama orang. Subdirektorat Hukum Perdata Umum menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Arsip dan Dokumentasi. pelaksanaan penelitian akta pendirian. Seksi Legalisasi. penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. b. Pasal 290 Subdirektorat Hukum Perdata Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan di bidang hukum perdata. dan d. c. penyelesaian permohonan pengesahan. pengelolaan arsip dan pengurusan dokumentasi. Seksi Pendapat Hukum. penyiapan penyelesaian persetujuan perubahan nama. dan d. Seksi Legalisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah pada dokumen yang akan dipergunakan di luar negeri atau dokumen dari luar negeri yang akan dipergunakan di Indonesia. b.

Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan. (1) (2) (3) (4) Pasal 298 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan urusan pengesahan. mengeluarkan pengganti sertifikat jaminan fidusia. c. dan e. 48 . pengelolaan arsip dan dokumen. pencatatan dan penyerahan pengganti sertifikat jaminan fidusia. penyelesaian permohonan pengesahan. Pasal 301 (1) Seksi Penerimaan dan Pemrosesan mempunyai tugas melakukan penyiapan akta. Pasal 300 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia terdiri atas : a. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan pencoretan jaminan fidusia. pemeriksaan kelengkapan dokumen dan memberikan tanda penerimaan sesuai dengan waktu yang sebenarnya. pencatatan. d. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Arsip dan Dokumentasi. dan d. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pencatatan dan pendaftaran fidusia. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. pengevaluasian atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia. pengelolaan arsip dan dokumen. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia dan melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. Seksi Badan Hukum Sosial mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar badan hukum sosial. Seksi Perseroan Tertutup. Pasal 297 Seksi Perseroan Tertutup mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan usaha umum dan khusus. penyerahan sertifikat jaminan fidusia. Seksi Arsip dan Dokumentasi. pelaksanaan penerimaan. dan pendistribusian berkas permohonan. Seksi Penerimaan dan Pemrosesan. meliputi pengolahan. b. Seksi Perseroan Terbuka mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian. Pasal 302 Subdirektorat Harta Peninggalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. b. Seksi Evaluasi dan Laporan. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan dan penanganan daftar wasiat. pengecekan. pemberian surat keterangan wasiat. c. pelaksanaan evaluasi terhadap pendaftaran jaminan fidusia atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. pencatatan dan pendistribusian dokumen fidusia serta membuat data base jaminan fidusia secara nasional. permohonan persetujuan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan publik. pendaftaran. penerbitan. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. (3) Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Seksi Perseroan Terbuka.Pasal 296 Subdirektorat Badan Hukum terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pendaftaran fidusia. b. pengecekan. Pasal 299 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. pengelolaan arsip dan dokumen. Seksi Badan Hukum Sosial. pemberian nomor registrasi. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan surat keterangan pencoretan jaminan fidusia. dan c. lembaga keuangan dan perseroan dengan fasilitas penanaman modal.

evaluasi temuan. dan c. (2) Seksi Pengawasan Notaris mempunyai tugas melakukan pengawasan rutin atas Notaris. Seksi Pengawasan Notaris. Seksi Daftar Wasiat. Pasal 304 Subdirektorat Harta Peninggalan terdiri atas : a. Subdirektorat Harta Peninggalan menyelenggarakan fungsi : a. penataan. Pasal 309 (1) Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyusunan formasi penelitian dan pendaftaran laporan Notaris. pengawasan. dan c. pemindahan. pengelolaan dokumentasi Notariat. penyusunan dan pembuatan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris dan penelitian data formal daftar wasiat serta pemberian surat keterangan wasiat. b. menerima. Seksi Dokumentasi. penyiapan rancangan kebijakan. mengolah dan menindaklanjuti laporan dari Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia serta membuat laporan hasil pengawasan. (2) Seksi Daftar Wasiat mempunyai tugas melakukan penyusunan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris. b. dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas. pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta penerbitan Surat Tanda Terdaftar sebagai kurator dan pengurus. pemberhentian. Pasal 307 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan. pembinaan teknis. meneliti data formal daftar wasiat dan penyiapan bahan penyelesaian permohonan surat keterangan wasiat. dan c. Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris. pemantauan. pemberian cuti notaris. Subdirektorat Notariat menyelenggarakan fungsi : a. pengangkatan. penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan masyarakat tentang perilaku notaris. pelaksanaan pengolahan. dan dokumentasi Notariat. pengecekan. (3) Seksi Dokumentasi Notariat mempunyai tugas melakukan pengolahan. Pasal 305 (1) Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan petunjuk teknis. Pasal 308 Subdirektorat Notariat terdiri atas : a. Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan. penataan. pengawasan. b. Seksi Dokumentasi Notariat. Pasal 306 Subdirektorat Notariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. evaluasi. pemberhentian. penyiapan bahan. dan evaluasi notaris. 49 . pemantauan. penghimpunan. telaahan. pengangkatan.Pasal 303 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. pembinaan teknis. b. (3) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi daftar wasiat dan dokumen-dokumen harta peninggalan. penyiapan rancangan kebijakan. penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta menerima pendaftaran dan penyiapan penerbitan Surat Tanda Terdaftar Kurator dan Pengurus. penunjukan pejabat penampung protokol. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengolahan arsip dan dokumentasi. mengevaluasi. dan c. penyajian dan penyimpanan data perkembangan notaris. pembinaan teknis.

dan b. 50 . pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang hukum pidana. d. Pasal 312 Direktorat Pidana terdiri atas : a. c. Pasal 315 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. pembinaan. Subdirektorat Pidana Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 316 Subdirektorat Pidana Umum terdiri atas : a. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan hukum pidana dan pengelolaan dokumentasi serta data perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. pelaksanaan urusan dokumentasi hukum pidana dan pengolahan serta menyajikan data perkembangan hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana.Bagian Kelima Direktorat Pidana Pasal 310 Direktorat Pidana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum pidana berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. analisa dan pertimbangan di bidang hukum pidana. bimbingan. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. b. b. pemantauan dan evaluasi serta pengurusan dokumentasi. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik. pemberian bimbingan dan pelaksanaan teknis di bidang hukum pidana. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. pertimbangan masalah hukum pidana. Seksi Analisa Hukum Pidana. dan d. Pasal 317 (1) Seksi Analisa Hukum Pidana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi hukum pidana. Direktorat Pidana menyelenggarakan fungsi : a. dan e. Pasal 311 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. pelaksanaan urusan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. c. Subdirektorat Pidana Umum. b. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pemantauan dan Evaluasi. pelaksanaan urusan ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. dan c. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 314 Subdirektorat Pidana Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan di bidang hukum pidana umum. pemberian pertimbangan mengenai masalah hukum pidana. penyiapan rancangan kebijakan teknis.

Pasal 324 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas : a. (2) Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. rancangan perjanjian. pembinaan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstadisi. Seksi Ekstradisi. Seksi Dokumentasi. dan b. pengangkatan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik. pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pemantauan. pengangkatan. rancangan perjanjian. Pasal 325 (1) Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemutasian. Pasal 320 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik terdiri atas : a. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. dan b. penataan. pengangkatan. Pasal 322 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. rancangan perjanjian. pemberian pertimbangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan. rancangan perjanjian. bimbingan. dan pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pengolahan. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik menyelenggarakan fungsi : a. pembimbingan. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi. dan b. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyimpanan. Pasal 323 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 322. Pasal 319 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. pemberhentian. pemberian pertimbangan. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik.Pasal 318 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemberian pertimbangan. pembinaan. pemantauan. Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. 51 . Bagian Keenam Direktorat Tata Negara Pasal 326 Direktorat Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang tata negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pemberian pertimbangan. dan b. Pasal 321 (1) Seksi Ekstradisi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemantauan. rancangan perjanjian. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penyajian data dan pembuatan laporan perkembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

dan c. b. pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. Subdirektorat Hukum Tata Negara. b. penyelesaian proses kewarganegaraan. pertimbangan dan pendapat hukum tata negara serta pendaftaran partai politik. urusan dokumentasi hukum tata negara. Seksi Dokumentasi. (3) Seksi Pendaftaran Partai Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pelaksanaan pendaftaran partai politik serta urusan dokumentasi pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. Pasal 335 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pertimbangan. Pasal 330 Subdirektorat Hukum Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pengujian dan pemantauan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 334 Subdirektorat Pewarganegaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. b. Direktorat Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. Seksi Analisa dan Pertimbangan. pendapat hukum. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kewarganegaraan. dan d. penyelesaian permohonan pewarganegaraan dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. Subdirektorat Pewarganegaraan. c. analisa dan pemberian pertimbangan pendapat hukum serta penyelesaian masalah hukum tata negara. penelitian. Subdirektorat Pewarganegaraan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 331 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. dan penyelenggaraan pendaftaran partai politik. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. c. dan pengumuman nama di bidang pewarganegaraan. pendapat hukum. Pasal 329 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. Pasal 333 (1) Seksi Analisa dan Pertimbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemeriksaan. dan d. pengelolaan dokumentasi di bidang tata negara. pemberian bimbingan. Subdirektorat Hukum Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. b. Pasal 332 Subdirektorat Hukum Tata Negara terdiri atas : a. pemberian bimbingan. pertimbangan. dan c. dan penyelesaian masalah di bidang hukum tata negara. Seksi Pendaftaran Partai Politik. penyiapan pelaksanaan pedaftaran partai politik.Pasal 327 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. Pasal 328 Direktorat Tata Negara terdiri atas : a. 52 .

analisa dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan Formulir ex Dwi Kewarganegaraan RI-RRC. pemeriksaan. Seksi Pengujian dan Pemantauan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia menyelenggarakan fungsi : a. b. dan b. Pasal 339 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. Pasal 341 (1) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. 53 . Pasal 340 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia terdiri atas : a.b. Seksi Penyelesaian. (3) Seksi Pengujian dan Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengujian Formulir Dwi Kewarganegaraan dan bukti-bukti kewarganegaraan lainya serta pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. penyusunan dan pemeliharaan daftar pengujian data perkembangan dan pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. analisa dan proses permohonan pewarganegaraan dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. Pasal 338 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis penilaian pemeriksaan. dan c. (2) Seksi Penyelesaian mempunyai tugas melakukan penyelesaian dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan pewarganegaraan. b. Pasal 336 Subdirektorat Pewarganegaraan terdiri atas : a. Bagian Ketujuh Direktorat Hukum Internasional Pasal 342 Direktorat Hukum Internasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum internasional berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan c. Pasal 337 (1) Seksi Analisa Pewarganegaraan mempunyai tugas melakukan analisa dan proses permohonan pewarganegaraan (Naturalisasi) dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. penilaian dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus. dan c. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum. pengujian dan pemantauan di bidang bukti kewarganegaraan republik indonesia. (2) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. Seksi Analisa Pewarganegaraan. analisa dan penyelesaian masalah kewarganegaraan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan bukti kewarganegaraan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pengumuman nama orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan kewarganegaraan.

Pasal 343 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. tanggapan. Seksi Hukum Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan d. inventarisasi. Seksi Dokumentasi. sosialisasi perjanjian. Subdirektorat Hukum Internasional Umum. Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi hukum internasional. Seksi Hukum Lingkungan. pengembangan di bidang hukum internasional. dan c. pemberian pertimbangan. dan masalah internasional. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional. b. dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional umum. penyelesaian masalah serta penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundangundangan di bidang hukum pidana internasional. b. pemberian bimbingan. dan f. penyelesaian masalah pencemaran dan pelestarian lingkungan serta inventarisasi dan sosialisasi. pendapat hukum. Pasal 347 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. sosialisasi. inventarisasi dan pengolahan serta penyajian data perkembangannya. dan d. e. b. c. inventarisasi. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara. hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. dan penyelesaian masalah hukum internasional umum. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional. pertimbangan. hukum laut. tanggapan dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional. (1) (2) (3) (4) 54 . Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional. Seksi Hukum Humaniter. penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundang-undangan di bidang hukum humaniter. pemberian bimbingan. pemberian bimbingan dan pertimbangan. c. Subdirektorat Hukum Internasional Umum menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Pasal 346 Subdirektorat Hukum Internasional Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 344 Direktorat Hukum Internasional terdiri atas : a. Pasal 349 Seksi Hukum Humaniter mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penyelesaian masalah. d. pertimbangan petunjuk pelaksanaan. tanggapan. pemberian bimbingan. pemberian petunjuk pelaksanaan hukum internasional umum. pelayanan yang meliputi pemberian informasi di bidang hukum internasional. c. evaluasi. pertimbangan dan tanggapan. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 345 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. pemantauan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional umum. Pasal 348 Subdirektorat Hukum Internasional Umum terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. Subbagian Tata Usaha. pembinaan. pendapat hukum. pemberian bimbingan. pendapat hukum. Direktorat Hukum Internasional menyelenggarakan fungsi : a. sosialisasi perjanjian dan masalah internasional. dan hukum angkasa.

55 . penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut dan hukum udara. pemberian bimbingan dan pertimbangan. (2) Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan b. pertimbangan dan pendapat hukum di bidang hukum laut dan hukum udara. tanggapan. pertimbangan. Pasal 355 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. pemantauan. b. sosialisasi. pemberian bimbingan dan pertimbangan. penyebarluasan penyelesaian masalah mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan bilateral. Pasal 352 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional terdiri atas : a. dan c. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut multilateral. evaluasi di bidang hukum ekonomi. regional dan bilateral. b. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara menyelenggarakan fungsi : a. dan kelembagaan internasional. Pasal 356 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara terdiri atas : a. Pasal 351 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. pemberian bimbingan dan pertimbangan kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. pemberian bimbingan. pemantauan dan evaluasi. dan c. regional dan bilateral. pertimbangan. pemantauan. pemberian bimbingan. sosialisasi serta penyelesaian masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum udara. pertimbangan. legal opinion. tanggapan. dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. pertimbangan di bidang hukum mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. penyiapan rancangan kebijakan teknis.Pasal 350 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Pasal 353 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemantauan dan evaluasi. tanggapan. mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan regional dan multilateral. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan dan tanggapan masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. dan b. pemberian bimbingan. Seksi Hukum Laut. Pasal 357 (1) Seksi Hukum Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan dan pertimbangan. pemantauan dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. pemantauan dan evaluasi. Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral. penyelesaian masalah. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan dan evaluasi. Seksi Hukum Udara. regional dan bilateral dan pendapat hukum. pemberian bimbingan. Pasal 354 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. Seksi Kerja Sama Bilateral. (2) Seksi Hukum Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis.

Pasal 365 (1) Seksi Perumusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penilaian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang daktiloskopi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. Direktorat Daktiloskopi menyelenggarakan fungsi : a. dan d. b. pemberian keterangan mengenai sidik jari seseorang. urusan dokumentasi serta informasi daktiloskopi dan penyimpanan slip sidik jari. 56 . c. Subdirektorat Data dan Informasi. Subbagian Tata Usaha. pengolahan dan penyajian data perkembangan daktiloskopi.Bagian Kedelapan Direktorat Daktiloskopi Pasal 358 Direktorat Daktiloskopi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang daktiloskopi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 363 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. Pasal 364 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi terdiri atas : a. dan d. Seksi Perumusan. pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari dan pengolahan. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan. c. Seksi Identifikasi. Pasal 359 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. pembinaan monitoring. dan b. (2) Seksi Identifikasi mempunyai tugas melakukan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. perumusan. perumusan dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. perumusan slip teraan jari seseorang. Pasal 362 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengidentifikasian berdasarkan sidik jari. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi menyelenggarakan fungsi : a. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. dan b. Pasal 366 Subdirektorat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan data. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan serta melakukan penataan dan pemberian informasi sidik jari. Pasal 361 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. pemantauan. Pasal 360 Direktorat Daktiloskopi terdiri atas : a.

Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 369 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan dan penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan dan identifikasi. Seksi Pengumpulan Data. dan penyimpanan slip sidik jari. Pasal 370 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan mempunyai tugas melaksanakan pengolahan. Subdirektorat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. penyajian dan penyiapan serta pendokumentasian daktiloskopi. Pasal 373 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. pengolahan. (2) Seksi Penataan dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengolahan dan penataan slip sidik jari serta pemberian informasi slip sidik jari. Seksi Arsip Teraan. dan c. penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari. Pasal 371 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. urusan dokumentasi. (2) Seksi Arsip Teraan mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari serta evaluasi dan penyusunan laporan. penyajian data perkembangan daktiloskopi. dan b. b. Seksi Penataan dan Informasi. dan b. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan b. 57 . Pasal 372 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan terdiri atas : a. penyajian data perkembangan daktiloskopi dan urusan dokumentasi daktiloskopi serta evaluasi dan penyusunan laporan. evaluasi dan penyusunan laporan. serta evaluasi dan penyusunan laporan. Seksi Dokumentasi. perumusan slip sidik jari seseorang yang akan dirumus. melakukan penataan dan pemberian informasi tentang sidik jari.Pasal 367 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 366. Pasal 368 Subdirektorat Data dan Informasi terdiri atas : a.

BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 374 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasyarakatan. c. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. 58 . Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. bina bimbingan kemasyarakatan. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. pedoman. Pasal 379 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. program dan anggaran. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. pengelolaan urusan kepegawaian. dan g. Direktorat Bina Khusus Narkotika. f. d. Pasal 375 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 376 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terdiri atas: a. bina perawatan. norma. pengelolaan urusan administrasi keuangan. d. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. bina latihan kerja dan produksi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. bina bimbingan kemasyarakatan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Bina Perawatan. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. bina latihan kerja dan produksi. c. penyusunan laporan kegiatan pemasyarakatan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. bina perawatan. Bagian Kepegawaian. e. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. evaluasi. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Pasal 378 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. b. dan e. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. b. b. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. bina perawatan. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang bina registrasi dan statistik. b. c. dan e. d. pelaksanaan kebijakan di bidang bina registrasi dan statistik. bina latihan kerja dan produksi. kriteria dan prosedur di bidang bina registrasi dan statistik. bina bimbingan kemasyarakatan. Sekertariat Direktorat Jenderal.

dan c. dan c. penghimpunan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. b. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. (3) Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 59 .c. Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan. Pasal 384 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Umum Kepegawaian. program dan anggaran. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 380 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan pengelolaan. Pasal 382 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. program dan anggaran. serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyajian data dan informasi. Pasal 385 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 384. dan c. b. Bagian Tata Usaha. e. f. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran. b. penyiapan penyusunan formasi. perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengolahan. penghimpunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. pengolahan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penghimpunan peraturan perundang-undangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 383 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. d. evaluasi dan penyusunan laporan. dan c. penyajian data dan informasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. pengelolaan. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 381 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 380. penyajian data dan informasi. Bagian Keuangan. pengolahan. Pasal 386 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. penggajian. Subbagian Perlengkapan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan peyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pelaksanaan urusan pembukuan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. b. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga. dan c. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. b. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 389 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388. Pasal 393 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pengembangan pegawai. Pasal 395 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 392 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 390 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 394 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas: a. kepangkatan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (3). Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pendataan. (2). Pasal 388 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan anggaran. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan b. pemindahan. pengangkutan. pengurusan Asuransi Kesehatan. 60 . Pasal 391 (1).Pasal 387 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan b. Subbagian Rumah Tangga. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pengelolaan urusan perlengkapan.

Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang statistik dan dokumentasi tahanan. Pasal 402 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik terdiri atas: a. pengetikan. Pasal 401 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. d. pengelolaan arsip dan dokumentasi. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Subbagian Tata Usaha. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan tahanan. b. b. benda sitaan negara. penyiapan rancangan kebijakan. penggandaan. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. c. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Registrasi. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. c. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subbagian Persuratan. Pasal 397 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. dan e. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. hubungan masyarakat dan protokol. Bagian Keempat Direktorat Bina Registrasi dan Statistik Pasal 400 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang registrasi dan statistik tahanan. pelaksanaan urusan persuratan. dan e. (1) (2) (3) (4) 61 . dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. Subdirektorat Sidik Jari. b. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Pasal 399 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 398 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi. b. d. penggandaan dan pengiriman. c. penyiapan rancangan kebijakan. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik menyelenggarakan fungsi: a. c. pengetikan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol.Pasal 396 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Seksi Penempatan. Pasal 406 Subdirektorat Registrasi terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 411 (1) Seksi Penempatan. b. Subdirektorat Registrasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. b. pembinaan. penyiapan rancangan kebijakan. dan b. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 403 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. mutasi tahanan dan benda sitaan negara. pemindahan tahanan dan benda sitaan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan. Pasal 404 Subdirektorat Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 407 (1) Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan. Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan. 62 . Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara. Pasal 405 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. Mutasi Tahanan. penyiapan rancangan kebijakan. penempatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. dan Benda Sitaan Negara. (2) Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Mutasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 410 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi terdiri atas: a. Pasal 408 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi warga binaan pemasyarakatan. dan c. dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi klien pemasyarakatan. (3) Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang klien pemasyarakatan. Pasal 409 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan dan pemberian remisi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi tahanan.

Seksi Perumusan dan Identifikasi.(2) Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan b. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. mutasi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. Dokumentasi Tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara serta warga binaan pemasyarakatan. Pasal 419 (1) Seksi Statistik. dan c. Pasal 415 (1) Seksi Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penempatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. Seksi Statistik. Seksi Statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. Pasal 417 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan dan perumusan. Subdirektorat Sidik Jari menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. Pasal 414 Subdirektorat Sidik Jari terdiri atas: a. Pasal 413 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. perumusan. Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan. b. b. pembebasan narapidana dan anak didik pemasyarakatan serta mutasi dan pengakhiran pembimbingan klien pemasyarakatan. Pasal 416 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. 63 . Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. Dokumentasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (2) Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. identifikasi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. perumusan dan identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Pasal 418 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi terdiri atas: a. dan Benda Sitaan Negara. identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan b. Pasal 412 Subdirektorat Sidik Jari mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan.

Pasal 425 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. Subbagian Tata Usaha. Bagian Kelima Direktorat Bina Perawatan Pasal 420 Direktorat Bina Perawatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan dan makanan. b. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 421 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420.(2) Seksi Statistik. pengembangan pelayanan kesehatan. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan. b. pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan dan makanan. (3) Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani. b. standardisasi dan penetapan gizi serta pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana dan evaluasi perawatan tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan . c. 64 . pengelolaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara serta sarana dan evaluasi perawatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. warga binaan pemasyarakatan. Pasal 424 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. Pasal 422 Direktorat Bina Perawatan terdiri atas: a. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan perawatan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Direktorat Bina Perawatan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi. penyiapan rancangan kebijakan. dan d. perlengkapan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 423 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. c. dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. perlengkapan tahanan. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara.

Pasal 427 Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. Seksi Penghapusan. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani. b. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan. 65 . penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. c. pembinaan teknis serta pemantauan di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi. (2) Seksi Penilaian Jenis dan Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 431 (1) Seksi Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 429 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. pembinaan teknis dan pemantauan di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 430 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan c. (3) Seksi Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Penilaian Jenis dan Mutu. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan. (1) (2) (3) (4) Pasal 428 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan.Pasal 426 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan terdiri atas: a. Seksi Pemeliharaan. Seksi Pengendalian Bahan Makanan. dan d. b. dan c. penilaian jenis dan mutu serta penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Seksi Pengendalian Bahan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 432 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. pengelolaan sarana serta evaluasi dan pelaporan perawatan tahanan.

Pasal 433 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. Seksi Pengelolaan Sarana. b. Seksi Analisa Kebutuhan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang alokasi. b. pembinaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembimbingan bagi warga binaan pemasyarakatan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pendidikan. c. dan e. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang analisa kebutuhan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. 66 . penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. (2) Seksi Pengelolaan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan perawatan. Seksi Evaluasi dan Laporan Pasal 435 (1) Seksi Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pelaksanaan evaluasi dan laporan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan c. pendidikan dan bimbingan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan e. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Bagian Keenam Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan Pasal 436 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pelayanan dan penyuluhan. c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 438 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan terdiri atas: a. Pasal 434 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi terdiri atas: a. Subdirektorat Pembimbingan. d. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. distribusi dan pengendalian sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan c. b. Subdirektorat Pembinaan. b. Pasal 437 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. d.

Pasal 443 Seksi Bimbingan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang bimbingan hukum. Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum. kewarganegaraan. c. bimbingan hukum. penelitian kemasyarakatan serta evaluasi dan laporan. Seksi Evaluasi dan Laporan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. Seksi Bimbingan Hukum. dan d. b. Seksi Pembinaan Mental Rohani. 67 . Seksi Pembinaan Kewarganegaraan. dan d. Seksi Penelitian Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan menyelenggarakan fungsi: a. orientasi dan observasi. Pasal 445 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian. dan d. Pasal 440 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan. Pasal 442 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan terdiri atas: a. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Orientasi dan Observasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. b.Pasal 439 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. c. olah raga dan kesenian serta pembinaan badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. b. Seksi Orientasi dan Observasi. (1) (2) (3) (4) Pasal 444 Subdirektorat Pembinaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan mental rohani. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 446 Subdirektorat Pembinaan terdiri atas: a. Subdirektorat Pembinaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 441 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. Seksi Penelitian Kemasyarakatan.

Subdirektorat Pembimbingan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembimbingan klien. Pasal 448 Subdirektorat Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang integrasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. integrasi dan pendayagunaan tim pengamat pemasyarakatan bagi warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. Pasal 450 Subdirektorat Pendidikan terdiri atas: a. pendidikan luar sekolah serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang peran serta badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. (2) Seksi Pendidikan Luar Sekolah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan b. c. asimilasi. dan b. dan d. Pasal 453 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. Subdirektorat Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. 68 . penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Pendidikan Luar Sekolah. Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan. Pasal 449 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan.(1) (2) (3) (4) Pasal 447 Seksi Pembinaan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 451 (1) Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 452 Subdirektorat Pembimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan.

Seksi Integrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan di bidang anak pidana dan anak negara. pengembangan kewirausahaan. e. dan d. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan. Pasal 457 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendayagunaan tenaga kerja.Pasal 454 Subdirektorat Pembimbingan terdiri atas: a. Subdirektorat Kegiatan kerja. Seksi Asimilasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. c. anak pidana dan anak negara. Pasal 455 Seksi Bimbingan Klien mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. b. b. produksi dan pendayagunaan tenaga kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta pengembangan kemitraan dan pemasaran hasil produksi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. d. bimbingan keterampilan dan kerja lingkungan. Seksi Bimbingan Klien. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 460 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Ketrampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat. Seksi Asimilasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan pelatihan keterampilan kerja. Subbagian Tata Usaha. e. d. dan f. c. Subdirektorat Tenaga Kerja. c. b. Pasal 458 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (1) (2) (3) (4) 69 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kemitraan dan pemasaran hasil produksi. Subdirektorat Produksi. dan f. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan dan latihan keterampilan kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 459 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi Pasal 456 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pelatihan keterampilan kerja. Seksi Integrasi.

Pasal 463 Seksi Bimbingan Minat dan Bakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pertanian dan perkebunan. Pasal 465 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. Seksi Pengembangan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. Seksi Bimbingan Keterampilan. dan d. Subdirektorat Kegiatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. (2) Seksi Kegiatan Pertanian dan Perkebunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan. b. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan. b. Seksi Bimbingan Minat dan Bakat. dan c. c. Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan. (1) (2) (3) (4) Pasal 464 Subdirektorat Kegiatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja industri rumah tangga dan jasa.Pasal 461 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 466 Subdirektorat Kegiatan Kerja terdiri atas. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. c. Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa. Pasal 462 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan terdiri atas: a. Pasal 467 (1) Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. Seksi Bimbingan Keterampilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. 70 . dan d. perikanan dan peternakan. Seksi Pengembangan Kewirausahaan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan . penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.

b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Seksi Evaluasi dan Laporan. dan c. Pasal 474 Subdirektorat Tenaga Kerja terdiri atas: a. Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi dan Pengendalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Pasal 469 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Seksi Standardisasi dan Pengendalian. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. dan b. dan c. (3) Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan b. Pasal 475 (1) Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi. pemasaran serta pengembangan bentuk usaha dan kegiatan.(3) Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. Pasal 473 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi. Subdirektorat Produksi meyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. Seksi Pembinaan Produksi. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan produksi. Pasal 468 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 472 Subdirektorat Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. (2) Seksi Pembinaan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang bimbingan produksi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. Pasal 470 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. pembinaan produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. Pasal 476 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan rancangan kebijakan. b. 71 .

pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. Seksi Pembinaan Kemitraan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. d. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. b. b. Seksi Pemasaran. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan teknis petugas keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk-bentuk usaha dan kegiatan. dan c. Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan. Rumah Penyimpanan Benda sitaan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan e. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. b. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. c. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan teknis sarana petugas pengamanan serta pengawasan dan pengendalian keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Subbagian Tata Usaha. Pasal 479 (1) Seksi Pembinaan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. c. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan. Pasal 482 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban terdiri atas: a. 72 . (3) Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian. dan e. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran.Pasal 477 Untuk melaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. Subdirektorat Sarana. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pengawasan dan pengendalian Rumah Tahanan Negara. b. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 478 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran terdiri atas: a. dan c. d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. Bagian Kedelapan Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban Pasal 480 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 481 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. (2) Seksi Pemasaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran menyelenggarakan fungsi: a.

Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara.Pasal 483 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. b. Pasal 485 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan b. Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban. pengelolaan dan pemeliharaan sarana serta pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban. Subdirektorat Sarana menyelenggarakan fungsi: a. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 484 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan dan pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban. dan c. pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan b. (2) Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis kerja sama di bidang keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. 73 . Pasal 487 (1) Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 490 Subdirektorat Sarana terdiri atas: a. Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Keamanan dan Ketertiban. Pasal 489 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. b. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 486 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas: a. dan c. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 488 Subdirektorat Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara.

penyiapan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. penindakan gangguan keamanan dan ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban. Pasal 493 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492.Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi dan Pengembangaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan serta pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. b. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan c. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 494 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian terdiri atas: a. Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban. dan c. (2) Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (3) Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (2) Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan. b. pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin dan pemberian bantuan hukum kepada petugas pengamanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan 74 . penyiapan rancangan kebijakan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 492 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 495 (1) Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan. Pasal 497 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban serta keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi : a.

pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan.b. Pasal 498 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan terdiri atas: a. Direktorat Bina Khusus Narkotika menyelenggerakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Kemitraan. Pasal 503 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. (2) Seksi Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. c. Subdirektorat Perawatan Kesehatan. Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan. c. dan b. b. Subdirektorat Perawatan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 499 (1) Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani. bimbingan hukum dan kemitraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. pelayanan sosial. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. Subdirektorat Pelayanaan Sosial. 75 . b. d. dan c. Seksi Bantuan Hukum. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. Pasal 502 Direktorat Bina Khusus Narkotika terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 504 Subdirektorat Perawatan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. Bagian Kesembilan Direktorat Bina Khusus Narkotika Pasal 500 Direktorat Bina Khusus Narkotika mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan. perawatan jasmani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan sosial bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. dan e. dan e. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. Subdirektorat Bimbingan Hukum. Pasal 501 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. d. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kemitraan. Pasal 505 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504.

Pasal 507 (1) Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya. seni dan budaya. Seksi Seni dan Budaya. dan c. Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan. Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika. dan d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang ketrampilan dan usaha. (2) Seksi Ketrampilan dan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan keterampilan dan usaha. dan c. dan c. Pasal 511 (1) Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan dan bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. Pasal 510 Subdirektorat Pelayanan Sosial terdiri atas : a. (2) Seksi Perawatan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. pembinaan berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. c. Subdirektorat Bimbingan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 509 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. b. b. Seksi Perawatan Jasmani. Seksi Perawatan Mental Rohani. Pasal 512 Subdirektorat Bimbingan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum.Pasal 506 Subdirektorat Perawatan Kesehatan terdiri atas : a. keterampilan dan usaha. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. 76 . b. Pasal 508 Subdirektorat Pelayanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. Seksi Ketrampilan dan Usaha. Pasal 513 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan lanjutan. Subdirektorat Pelayanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. pembinaan kesadaran hukum. (3) Seksi Perawatan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. (3) Seksi Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika.

dan c. dan c. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara. Pasal 517 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. (3) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. 77 . b. dan c.Pasal 514 Subdirektorat Bimbingan Hukum terdiri atas : a. (2) Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum. Pasal 515 (1) Seksi Konsultasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Pasal 516 Subdirektorat Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. Seksi Konsultasi Hukum. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi. Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum. b. Subdirektorat Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. (3) Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara. (2) Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah. Pasal 518 Subdirektorat Kemitraan terdiri atas : a. kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. Pasal 519 (1) Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama intansi pemerintah bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika.

visa dan fasilitas. dan penindakan. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. pengelolaan urusan administrasi keuangan. norma. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. pelaksanaan kebijakan di bidang dokumen perjalanan. visa dan fasilitas. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. dan penindakan. d. dan e. Pasal 524 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. pengelolaan dokumentasi dan kepustakaan. visa dan fasilitas. 78 . b. hukum. c. e. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. pengelolaan urusan kepegawaian. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. d. d. Direktorat Dokumen Perjalanan. pelaksanaan urusan tata usaha. intelijen.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 520 Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang imigrasi. intelijen. b. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyidikan dan penindakan. b. dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. protokoler. izin tinggal dan status. kriteria dan prosedur di bidang dokumen perjalanan. izin tinggal dan status. Pasal 525 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. penyidikan. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 522 Direktorat Jenderal Imigrasi terdiri atas : a. dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. evaluasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 523 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. izin tinggal dan status. b. Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Imigrasi. hubungan masyarakat. dan g. intelijen. perumusan standar. Bagian Kepegawaian. penyidikan. pedoman. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang dokumen perjalanan. f. c. Pasal 521 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. lintas batas. penyusunan laporan kegiatan keimigrasian. c. Direktorat Intelijen Keimigrasian. program dan anggaran.

dan c. penyajian data dan informasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 527 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. penghimpunan peraturan perundang-undangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pasal 526 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi. Litigasi dan Tata Usaha. b. Subbagian Pengembangan. pengelolaan administrasi penyidik pegawai negeri sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.c. penyajian data dan informasi. f. Subbagian Data dan Informasi. pengkoordinasian rancangan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penataan. b. Pasal 531 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. dan d. dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. 79 . Pasal 528 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. Pemberhentian dan Pensiun. Subbagian Umum Kepegawaian. dan d. c. b. b. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. e. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. c. Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyusunan. penyusunan dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. penyiapan penyusunan formasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. d. Pasal 532 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiunan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. program dan anggaran. Pasal 529 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. c. Bagian Keuangan. (1) (2) (3) (4) Pasal 530 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. perencanaan pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Bagian Hubungan Masyarakat. program dan anggaran.

Pasal 540 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan c. b. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pemindahan. Subbagian Rumah Tangga. 80 . dan penyusunan laporan keuangan. pembakuan dan penghapusan. b. pelaksanaan anggaran. Pasal 536 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. penggajian. mutasi pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan laporan pelaksanaan kegiatan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. pelaksanaan urusan pembukuan. pendataan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembukuan. Pasal 537 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan dalam. pelayanan administrasi Asuransi Kesehatan. penggunaan. dan c. b. dan c. Pasal 538 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. inventarisasi. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 534 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Analisa Kebutuhan. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana.Pasal 533 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyusunan formasi. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan pengembangan sumber daya manusia. (3) Subbagian Pengembangan. penyusunan rencana pengadaan fisik dan pengadaan dokumen keimigrasian. pengangkutan. kepangkatan. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. Subbagian Pengadaan dan Peralatan. Pasal 535 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. c. b. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. evaluasi. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. perhitungan. dan d. serta pemeliharaan prasarana dan sarana. penyusunan rencana. perhitungan. Pasal 539 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.

Litigasi. izin masuk. Subbagian Hubungan Masyarakat. pendapat hukum dan sosialisasi hukum. penyimpanan dan pemeliharaan prasarana dan sarana serta pengadaan dan penyimpanan dokumen keimigrasian. visa. pemberian pendapat hukum. c. Direktorat Dokumen Perjalanan. c. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal dan protokoler. Litigasi. visa. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. Pasal 542 Bagian Hubungan Masyarakat. dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. izin masuk. (1) (2) (3) (4) Bagian Keempat Direktorat Dokumen Perjalanan. Subbagian Tata Persuratan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumen perjalanan. dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan hubungan masyarakat. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. c. Dokumentasi dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip. dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Litigasi mempunyai tugas melakukan pemberian bantuan hukum mewakili Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadapi setiap gugatan di pengadilan. dokumentasi dan perpustakaan Direktorat Jenderal Imigrasi. visa. pelaksanaan hubungan masyarakat. Pasal 544 Bagian Hubungan Masyarakat. Litigasi. pemberian pendapat dan bantuan hukum serta sosialisasi hukum di bidang keimigrasian. Visa dan Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. penghapusan. pengelolaan arsip. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. izin masuk. Subbagian Tata Persuratan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang dokumen perjalanan. Pasal 545 Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. Pasal 543 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. Pasal 547 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. dan e. (2) Subbagian Pengadaan dan Peralatan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pengadaan fisik. Dokumentasi dan Kepustakaan. dan kepustakaan keimigrasian. dokumentasi. pelaksanaan urusan persuratan. 81 . b. b. pembakuan dan rencana penggunaan.Pasal 541 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan analisa penyusunan rencana kebutuhan prasarana dan sarana. Bagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. pengetikan. Subbagian Litigasi. perencanaan teknis di bidang dokumen perjalanan. pengelolaan arsip. dan sosialisasi hukum. Visa dan Fasilitas Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang dokumen perjalanan. visa. penggandaan dan pendistribusian. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Pasal 546 Direktorat Dokumen Perjalanan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. pelaksanaan pemberian bantuan hukum. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dokumentasi dan perpustakaan. pengangkutan. d. dan d. izin masuk.

Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak. Pasal 552 Subdirektorat Dokumen Perjalanan terdiri atas : a. dan PLB mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. Subdirektorat Visa. dan f. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. e. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. SPLP dan PLB) bagi WNI dan orang asing. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 548 Direktorat Dokumen Perjalanan. Pasal 555 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554.d. Subdirektorat Dokumen Perjalanan menyelenggarakan fungsi : a. pemberian dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan (Paspor. c. Seksi Paspor. visa. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. dan b. dan e. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 553 (1) Seksi Paspor. Visa dan Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. Pasal 551 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. SPLP. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan Republik Indonesia yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi WNI dan orang asing yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 82 . Pasal 554 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan PLB. SPLP. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI menyelenggarakan fungsi : a. pemberian pelayanan di bidang dokumen perjalanan. izin masuk. Subdirektorat Dokumen Perjalanan. d. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan rancangan kebijakan. Pasal 550 Subdirektorat Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. Pasal 549 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi warga negara indonesia (WNI) dan orang asing. dan b.

penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. Pasal 561 (1) Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. dan penyusunan laporan pemberian visa. Subdirektorat Visa menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Seksi Visa Kunjungan. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan pemberian visa. izin masuk kembali. 83 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan RI yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. Pasal 559 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 558. dan c. penelaahan. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Evaluasi dan Laporan. penelaahan. Seksi Visa Tinggal Terbatas. dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja keluar negeri bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pasal 562 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 563 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 558 Subdirektorat Visa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. pengevaluasian dan penyusunan laporan serta penyelesaian dan persetujuan visa. Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. c. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. penelaahan. evaluasi. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. Seksi Paspor TKI. b. izin masuk darurat dan tanda bertolak. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. dan b. Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak menyelenggarakan fungsi : a. (3) Seksi Visa Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan. Pasal 560 Subdirektorat Visa terdiri atas : a.Pasal 556 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Visa Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 557 (1) Seksi Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.

status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi perjalanan untuk ibadah keagamaan. b. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. alih status keimigrasian. dan layanan elektronis keimigrasian. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. (3) Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian layanan elektronis keimigrasian (Smart Card. Seksi Izin Bertolak. Pasal 566 Subdirektorat Fasilitas Kemigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 571 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan wisatawan asing ke Indonesia. wisatawan asing. (2) Seksi Fasilitas Wisatawan Asing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi pemberian fasilitas layanan elektronis keimigrasian. APEC Bussiness Travel Card (ABTC).Pasal 564 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang izin tinggal. Bagian Kelima Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Pasal 570 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi wisatawan asing ke Indonesia. dan c. pengevaluasian fasilitas keimigrasian untuk ibadah keagamaan. 84 . alih status keimigrasian. Frequent Travel Card (FTC) dan Layanan Elektronis Keimigrasian lainnya). b. Pasal 565 (1) Seksi Izin Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penelaahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan ibadah keagamaan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. (2) Seksi Izin Bertolak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Fasilitas Wisatawan Asing. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 568 Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. b. Pasal 569 (1) Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 567 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. Seksi Izin Masuk. dan b.

d. perencanaan teknis di bidang izin tinggal. Pasal 576 Subdirektorat Izin Tinggal terdiri atas : a. dan pemberian izin tinggal dan perpanjanganya bagi orang asing pengungsi. Subbagian Tata Usaha. c. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian. b. Pasal 574 Subdirektorat Izin Tinggal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. izin tinggal terbatas. pemeriksaan status kewarganegaraan dan pewarganegaraan serta surat keterangan keimigrasian dan izin tinggal khusus/darurat. Seksi Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. alih status keimigrasian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis pemberian persetujuan alih status keimigrasian serta penelaahan. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. Seksi Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 575 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 572 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian terdiri atas: a. terdampar. pembinaan dan bimbingan teknis serta pengaturan pemberian izin tinggal beserta perpanjangannya bagi orang asing pemegang izin tinggal kunjungan. Pasal 577 Seksi Izin Tinggal Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin tinggal kunjungan dan perpanjangannya. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian izin tinggal terbatas dan perpanjangannya. pemberian pelayanan dan informasi di bidang izin tinggal. Subdirektorat Izin Tinggal. evaluasi dan laporan. menunggu proses peradilan dan lain sebagainya. dan d. dan e. c. Seksi Izin Tinggal Terbatas. Seksi Izin Tinggal Tetap. Subdirektorat Status Keimigrasian. (1) (2) (3) (4) Pasal 578 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal berupa izin tinggal kunjungan. b. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal khusus/darurat bagi orang asing yang bekerja pada alat apung dan atau instalasi lepas pantai di wilayah perairan Indonesia. alih status keimigrasian. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. izin tinggal terbatas. korban bencana alam. Seksi Izin Tinggal Kunjungan. 85 .c. Subdirektorat Izin Tinggal menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal tetap dan perpanjangannya. Pasal 573 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian.

pembinaan. b. bimbingan teknis di bidang pemeriksaan dan penetapan status keimigrasian serta persetujuan pemberian surat keterangan keimigrasian. penelaahan. Seksi Surat Keterangan Keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Status Keimigrasian. b. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. Bagian Keenam Direktorat Intelijen Keimigrasian Pasal 586 Direktorat Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang operasi intelijen. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 581 (1) Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. b. (2) Seksi Surat Keterangan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyajian produk intelijen. Subdirektorat Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. penelaahan dan pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. Pasal 584 Subdirektorat Status Keimigrasian terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. dan c. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas. Pasal 580 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian terdiri atas: a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian. kerja sama dan pelaksanaan kegiatan intelijen keimigrasian serta pengamanan perizinan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. Pasal 582 Subdirektorat Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan. dan pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 585 (1) Seksi Status Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.Pasal 579 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. pembinaan. Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap. dan c. 86 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian dan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. pelaksanaan penelaahan. Pasal 583 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. dan b. Seksi Evaluasi dan Laporan. penyiapan penetapan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. dan c.

Daerah Istimewa Yogyakarta. pelaksanaan pengamanan terhadap perizinan keimigrasian. dan b. pengolahan dan penyusuna dan penyajian informasi yang berkaitan dengan pengawasan terhadap pelanggaran keimigrasian. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian. Seksi Operasi Intelijen Wilayah II. Pasal 594 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Tengah. pelaksanaan kegiatan kerja sama intelijen dan operasi intelijen keimigrasian. Jawa Barat. Banten. Kalimantan Barat. Sulawesi Barat. Nusa Tenggara Timur. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian. Maluku. pembinaan dan operasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyelidikan. Direktorat Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 593 (1) Seksi Operasi Intelijen Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Utara. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian. Pasal 590 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengamanan. pengumpulan. Kalimantan Timur. Kepulauan Bangka Belitung. Papua dan Irian Jaya Barat. c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang produksi intelijen keimigrasian. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2) Seksi Operasi Intelijen Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Sulawesi Utara. Bengkulu. b. b. d. Sumatera Selatan. pelaksanaan penelaahan dan analisa informasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyajian produk intelijen keimigrasian. dan d. dan e. Gorontalo.Pasal 587 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. 87 . Pasal 588 Direktorat Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Kepulauan Riau. Jambi. Maluku Utara. Seksi Operasi Intelijen Wilayah I. Riau. Sulawesi Tengah. Sulawesi Selatan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian. Lampung. Nusa Tenggara Barat. Pasal 589 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Intelijen Keimigrasian. pelaksanaan kerja sama di bidang operasi intelijen keimigrasian. Jawa Tengah. Kalimantan Selatan. Sumatera Barat. c. dan Jawa Timur. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 591 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Subbagian Tata Usaha. Pasal 592 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. dan b.

dan c. Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian. Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara. Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan perkiraan keadaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. Pasal 596 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen negara lain. dan b.Pasal 595 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. dan b. dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. Pasal 599 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. dan penyiapan kerja sama serta pelaksanaannya. Seksi Produksi Intelijen. pelaksanaan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen lain baik antar negara maupun dalam negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen lain di dalam negeri. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 598 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen negara lain. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen di dalam negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri. dan peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. Pasal 602 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 601 (1) Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 597 (1) Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. (3) Seksi Produksi Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengumpulan. dan c. 88 . b. Pasal 600 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. pengolahan. (2) Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pembuatan perkiraan keadaan dan pemberian peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian.

penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. d. penyiapan informasi di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan f. dan b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 605 (1) Seksi Pengamanan Perizinan WNI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan pelaksanaannya. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian c. Pasal 608 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. (2) Seksi Pengamanan Perizinan WNA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. e. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 603 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian. Pasal 610 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan. b. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan kerja sama antar instansi dan pelaksanaan operasi pengamanan atas keberadaan dan kegiatan orang asing. Bagian Ketujuh Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Pasal 606 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. bimbingan teknis di bidang pengamanan keimigrasian. Seksi Pengamanan Perizinan WNI. penyiapan. dan b. pembinaan. Seksi Pengamanan Perizinan WNA. e. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan. Pasal 609 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. penyiapan kerja sama antar instansi di bidang pengamanan perizinan WNI. d. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. Pasal 604 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian terdiri atas: a. dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. pelaksanaan penyidikan terhadap setiap orang asing yang melanggar undang-undang keimigrasian. bimbingan teknis. c. penindakan terhadap orang asing yang melanggar peraturan keimigrasian di wilayah Negara Republik Indonesia. Pasal 607 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. penyiapan kerja sama antar instansi dalam rangka pengamanan teknis perizinan keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana 89 .

Sulawesi Selatan. Jawa Tengah. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Tengah. pengaturan operasi-operasi rutin maupun khusus sebagai tindak lanjut atas temuan pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah Republik Indonesia. pelaksanaan operasi penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Banten. pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. pemantauan pelaksanaan penyidik keimigrasian dan pembaharuan data Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. Pasal 615 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Sumatera Utara. b. penyidik pegawai negeri sipil keimigrasian serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Pasal 613 (1) Seksi Penyidikan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . Sumatera Selatan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Jawa Barat. Gorontalo. Lampung. Seksi Penyidikan Wilayah I. Maluku Utara. Irian Jaya Barat dan Papua. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 616 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penindakan keimigrasian. b. dan Jawa Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Seksi Penyidikan Wilayah II. Seksi Penindakan Wilayah I. Kepulauan Riau. Kalimantan Selatan. Pasal 612 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian terdiri atas : a. Sulawesi Tengah. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian. (2) Seksi Penyidikan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Sulawesi Barat. Kalimantan Timur. Nusa Tenggara Timur. dan c. dan d. Bengkulu. Nusa Tenggara Barat. (3) Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan. Sulawesi Utara.keimigrasian. evaluasi dan penyusunan laporan penindakan keimigrasian seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Sulawesi Tenggara. Sumatera Barat. Pasal 614 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. 90 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Jambi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil keimigrasian. Kalimantan Barat. Maluku. Riau. Seksi Evaluasi dan Laporan. b. Pasal 611 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi serta evaluasi dan laporan di bidang tindakan keimigrasian atas pelanggaran keimigrasian. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. c. Seksi Penindakan Wilayah II. pembinaan.

Sulawesi Tenggara. Lampung. Pasal 618 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pencegahan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan keluar wilayah Republik Indonesia dan penyebaran informasi pencegahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 622 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Kalimantan Tengah. Irian Jaya Barat dan Papua. dan b.Pasal 617 (1) Seksi Penindakan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. pembinaan. Kepulauan Bangka Belitung. deportasi. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan penyebaran informasi di bidang pencegahan. Kalimantan Timur. 91 . Gorontalo. pembinaan. Jawa Barat. pembinaan. Sulawesi Tengah. penangkalan. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan. Pasal 620 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan terdiri atas : a. Sumatera Selatan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi dan deportasi. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan dan penangkalan. pembinaan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. Sulawesi Selatan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi. dan c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Banten. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan deportasi orang asing. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan korban kejahatan lintas negara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan penangkalan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan atau penolakan masuk ke wilayah Republilk Indonesia dan penyebaran informasi penangkalan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Penangkalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penanganan imigran ilegal dan pelaksanaan perlindungan bagi korban kejahatan lintas negara. Pasal 619 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Maluku Utara. Jawa Tengah. Kepulauan Riau. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Penindakan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Sumatera Barat. Sulawesi Utara. Kalimantan Barat. Seksi Pencegahan. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penindakan keimigrasian. Riau. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penanganan imigran ilegal. Seksi Penangkalan. dan penyebaran informasi. Kalimantan Selatan. Maluku. dan Jawa Timur. Pasal 621 (1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Pasal 623 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. Nusa Tenggara Timur. Bengkulu. Sumatera Utara. Sulawesi Barat. Jambi. dan penangkalan. dan d.

lintas batas. perjanjian lintas batas. (2) Seksi Deportasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Bagian Kedelapan Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian Pasal 626 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang lintas batas dan kerja sama luar negeri keimigrasian berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. b. d. Subdirektorat Lintas Batas. dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. pemberian pelayanan dan informasi di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. lintas batas dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Subbagian Tata Usaha.Pasal 624 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi terdiri atas : a. perancangan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. Seksi Deportasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan deportasi terhadap setiap orang asing yang melanggar peraturan perundang-undangan keimigrasian. Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan. Pasal 627 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. (3) Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan kerja sama di bidang keimigrasian dengan negara lain dan organisasi internasional. Pasal 629 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. 92 . b. b. d. Pasal 628 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha. c. dan e. Seksi Detensi Imigrasi. c. Pasal 625 (1) Seksi Detensi Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengendalian dan pencegahan imigran gelap dan perlindungan korban kejahatan lintas negara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. lintas batas. dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. dan c. dan f. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai fungsi : a. e. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pengawasan. lintas batas.

pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. evaluasi. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. 93 . Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan pelaksanaan perjanjian lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Malaysia dan Philipina. pemberian pas lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Timor Leste dan Papua New Guinea. (2) Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan dengan organisasi internasional dan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. Seksi Lintas Batas Malaysia. Pasal 631 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. Pasal 636 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemberian pas lintas batas dan izin perlintasan tradisional di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain. Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. persetujuan. Pasal 634 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis. pembinaan. Pasal 637 (1) Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. Pasal 632 Subdirektorat Lintas Batas terdiri atas: a. Subdirektorat Lintas Batas menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang lintas batas tradisional di wilayah perbatasan antar negara Republik Indonesia dengan negara lain berdasarkan peraturan atau perjanjian lintas batas yang berlaku. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan non Perserikatan Bangsa-Bangsa. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. Pasal 633 (1) Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan Philipina. perundingan. dan b.Pasal 630 Subdirektorat Lintas Batas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pemberian pas lintas batas. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi : a. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2) Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan laporan. dan b. persetujuan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. bimbingan teknis perundingan. Pasal 635 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. pembinaan.

dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian.Pasal 638 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. perundingan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. pelaksanaan kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Seksi Kerja Sama Multilateral. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia. 94 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan menyelenggarakan fungsi : a. dalam hal repatriasi. pelanggaran keimigrasian di bidang ketenagakerjaan dan kepariwisataan. Pasal 644 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan terdiri atas : a. c. dan c. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi atau pejabat lainnya yang menangani bidang keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. b. pembinaan dan bimbingan teknis kerja sama di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. kerja sama keimigrasian antar negara. pelanggaran keimigrasian yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kepariwisataan. penanggulangan kejahatan. b. Pasal 639 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. perundingan. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama multilateral antar negara. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Asia Pasifik dan Afrika. Pasal 643 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. persetujuan. pelaksanaan diseminasi informasi keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Seksi Amerika dan Eropa. persetujuan. pembinaan dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarakan fungsi : a. b. dan d. peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya. Pasal 640 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan kerja sama keimigrasian antar negara di bidang keimigrasian termasuk repatriasi. Pasal 645 (1) Seksi Asia Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Asia Pasifik dan Afrika. dan b. Seksi Kerja Sama Bilateral. Pasal 641 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Penyebaran Informasi. Pasal 642 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. penanggulangan kejahatan. pembinaan dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.

meliputi pengumpulan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian.(2) Seksi Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengamanan dan pengkajian sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. pengelolaan data keimigrasian. Subdirektorat Perencanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. 95 . Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian Pasal 646 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan registrasi. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. d. dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Amerika dan Eropa. (3) Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 648 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian terdiri atas : a. e. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyebaran informasi keimigrasian dari deaerah ke perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ke daerah. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. penyimpanan dan pengamanan data WNI. dan g. WNA. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi. pengembangan. pengolahan. d. pelaksanaan kerja sama di bidang sistem dan pertukaran informasi keimigrasian dalam dan luar negeri. Pasal 650 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. lalu lintas dan perwakilan Republik Indonesia. perencanaan. pengembangan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. e. b. penyimpanan dan pengamanan data WNI. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. c. c. b. pengolahan. dan pemeliharaan serta operasi komunikasi elektronik. Pasal 649 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. lalu lintas WNI-WNA dan WNIWNA di Perwakilan RI. f. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Registrasi. Pasal 647 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Pasal 651 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. pemantauan. pengolahan. penyimpanan dan pengamanan data keimigrasian WNI. perencanaan. WNA. dan f.

pengolahan. pengolahan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi dalam negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi dalam negeri. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasioal teknis di bidang pengumpulan. penyimpanan serta pengamanan data WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian di bidang pendataan. Pasal 652 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. c. pengolahan. (1) (2) (3) (4) Pasal 654 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. d. Pasal 655 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi luar negeri. b. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi luar negeri. dan e. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. keberadaan dan mutasi statusnya. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan dan pengamanan data WNA. pengembangan. Pasal 653 Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri. dan d. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.b. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran dan pertukaran informasi dalam dan luar negeri serta kerja sama sistem informasi dalam dan luar negeri. penyimpanan serta pengamanan data WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. pemantauan dan pemeliharaan komunikasi elektronik. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. Pasal 656 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas. penyimpanan serta pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. penyimpanan dan pengamanan data WNI dan WNA di Perwakilan RI. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. penyimpanan serta pengamanan data WNI sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengolahan. dan b. c. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri. c. penyimpanan dan pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA di Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan tempat lain yang ditentukan. 96 . Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri.

b. c. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 97 . Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang pengamanan dan pengkajian program aplikasi dalam rangka pelayanan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka koordinasi dan harmonisasi sistem informasi dengan instansi pemerintah dan atau lembaga lain terkait. Pasal 659 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemantuan kualitas dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan program SIMKIM. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 661 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi terdiri atas : a. Pasal 662 Subdirektorat Registrasi. Pasal 663 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian kartu elektronik. pengembangan. Pasal 660 Subdirektorat Perencanaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan program SIMKIM. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang perencanaan dan pemgembangan program aplikasi dan penunjang aplikasi dalam rangka pelayanan. dan b. Subdirektorat Perencanaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengkajian program SIMKIM. c. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka harmonisasi antar negara dan atau institusi internasional. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengembangan program SIMKIM. Subdirektorat Registrasi . b. (2) Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 658 Subdirektorat Perencanaan. pengkajian dan pengaman sistem informasi keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penggunaan dokumen keimigrasian.Pasal 657 (1) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan.

Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . kartu kedatangan/keberangkatan. Pasal 665 Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. PLB. SPLP. Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian. dokumen imigrasi dan formulir-formulir keimigrasian sesuai perkembangan teknologi dan standar internasional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengajuan permintaan dokumen blanko Paspor. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian. (1) (2) (3) (4) 98 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi untuk penerbitan kartu elektronik berupa Frequent Traveller Card (FTC). blanko KITAS/KITAP. b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang analisa dan evaluasi standardisasi desain dan spesifikasi teknis blanko Dokumen Perjalanan R.I. c. stiker visa. formulir dan voucher bank ke bagian perlengkapan dan rumah tangga untuk diregistrasi dan didistribusi atas permintaan pengguna di dalam dan luar negeri.Pasal 664 Subdirektorat Registrasi. Seksi Pemantuan Kualitas Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian terdiri atas: a. dan d.. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian penggunaan blanko dokumen keimigrasian dalam rangka pengamanan dokumen keimigrasian.

99 . Bagian Penyusunan Program dan Laporan. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 669 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pedoman. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. paten. c. Direktorat Hak Cipta. d. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian. Direktorat Teknologi Informasi.. Desain Industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. c. merek. penyusunan laporan kegiatan hak kekayaan intelektual. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. Bagian Tata Usaha. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. b. paten. kriteria dan prosedur di bidang Hak cipta. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. norma. b. c. pelaksanaan kebijakan di bidang hak cipta. d. peten. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. d. e. desain industri. Bagian Keuangan.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 666 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 667 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 666. perumusan standar. dan e. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. d. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. pengelolaan urusan kepegawaian. e. dan e. c. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang hak cipta. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 671 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Direktorat Merek. desain industri. merek. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. program dan anggaran. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 670 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Direktorat Paten. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 668 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas : a. dan f. desain industri. merek. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. dan f.

kepangkatan. pendataan. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 679 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Administrasi Penyidik. Pasal 678 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penggajian. pengolahan data. penyajian data dan informasi. (2) Subbagian Mutasi. Pasal 677 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. b. dan c. b. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Pemberhentian dan Pensiun. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan c. penyajian data dan informasi. c. Subbagian Mutasi.Pasal 672 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 674 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. program dan anggaran. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Pasal 675 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. b. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 676 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. program dan anggaran. pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pemberhentian dan pensiun. penyiapan bahan penetapan mutasi. dan d. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Pasal 673 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. 100 . evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual serta urusan hubungan masyarakat dan protokol. dan c. program dan anggaran. Subbagian Hubungan Masyarakat. penyiapan penyusunan formasi. b. pemberhentian dan pensiun pegawai serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pengembangan dan pembinaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pendataan pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan.

(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 684 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. Pasal 687 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 688 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. 101 . pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 683 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. b. pelaksanaan urusan pembukuan. b. Pasal 685 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. dan c. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 686 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a.(3) Subbagian Administrasi Penyidik mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Subbagian Perlengkapan. Pasal 682 Bagian Keuangan terdiri atas : a. b. Pasal 680 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (3) Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pengelolaan urusan perlengkapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 681 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan c. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional. dan c. pengelolaan urusan rumah tangga.

Desain Industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pembatalan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan urusan administrasi hak kekayaan intelektual dan pengelolaan dokumen aplikan. (1) (2) (3) (4) 102 . c. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang hak cipta. dan d. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. penegakan. pengalihan perubahan. Pasal 690 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Pasal 691 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. b. pelaksanaan pendaftaran. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Subbagian Persuratan. desain industri. b. pelaksanaan bimbingan teknis dan penelusuran dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permintaan pendaftaran. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual. desain industri. b. Desain Industri. f. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 694 Direktorat Hak Cipta. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. litigasi. pelaksanaan penerimaan permohonan.Pasal 689 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pencatatan lisensi. penggandaan dan pengiriman. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hak cipta. administrasi penolakan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Pasal 692 Direktorat Hak Cipta. e. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hak cipta. c. b. desain industri. desain industri. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas dan substantif di bidang hak cipta. penghapusan dan pengumuman di bidang hak cipta. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. dan d. Pasal 693 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. penyidikan dan penyelesaian sengketa. dan h. pelaksanaan administrasi hak kekayaan intelektual. dan penggandaan. Subdirektorat Desain Industri. g. desain industri. Direktorat Hak Cipta. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanan urusan surat menyurat. c. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang hak cipta. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Desain Industri. Bagian Keempat Direktorat Hak Cipta. Desain Industri. Desain Industri. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengetikan. desain industri. pelaksanaan pengetikan.

Pasal 698 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. Pasal 701 Subdirektorat Hak Cipta. Mutasi dan Lisensi. penelusuran dalam menentukan tolak atau daftar atas permohonan pendaftaran di bidang desain produk industri. pembatalan. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pengklasifikasian. perubahan nama. alamat. pelaksanaan penyiapan pemberian sertifikat serta persiapan administrasi penolakan. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir. dan c. pemeriksaan substantif. Pasal 697 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Subdirektorat Hak Cipta. pelaksanaan pemberian pelayanan kebutuhan operasional teknis pemeriksaan. pemeriksaan kelengkapan persyaratan. b. e. pencatatan lisensi. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. (3) Seksi Sertifikasi. pengadministrasian aplikasi serta pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. pemantauan dan pengendalian permohonan. Subdirektorat Pelayanan Hukum. Pasal 696 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan pemeriksaan kelengkapan persyaratan. penyelesaian permohonan. Subbagian Tata Usaha. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian permohonan. pemindahan hak. f. penghapusan. pemberian tanda terima dan pengklasifikasian. pencatatan pemeriksaan kelengkapan berkas. pembimbingan teknis. Seksi Sertifikasi. 103 . pemberian tanggal penerimaan. pelaksanaan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi dan penerimaan sanggahan dari masyarakat.c. c. (2) Seksi Pemeriksaan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pemeriksaan kebenaran dokumen dan pemberitahuan peringatan. pemindahan hak. penghapusan dan pembatalan serta petikan resmi. berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. e. Pasal 699 (1) Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan aplikasi. Seksi Pemeriksaan dan Publikasi. pelaksanaan pemeriksaan kebenaran dokumen. pencatatan. Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis. Pasal 695 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. pelaksanaan penerimaan aplikasi. mutasi dan lisensi serta penyiapan bahan sertifikasi dan pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. dan f. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian sertifikat serta melakukan pencatatan perjanjian lisensi. pemberian salinan resmi dan petikan resmi. melakukan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi serta menerima sanggahan dari masyarakat untuk proses lebih lanjut. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. penelusuran dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permohonan hak cipta. surat menyurat dan pemberitahuan peringatan berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. Pasal 700 Subdirektorat Desain Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengendalian. Desain Industri. pemeriksaan substantif. d. perubahan nama dan alamat. b.

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. Pasal 705 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Subdirektorat Hak Cipta. pelaksanaan litigasi dalam sengketa di pengadilan. dan d. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar terhadap permohonan hak cipta. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang paten. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 710 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 709. publikasi 104 . pelaksanaan pengelolaan dan pendataan hak cipta. c. c. Pasal 706 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 705. Bagian Kelima Direktorat Paten Pasal 709 Direktorat Paten mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang paten berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan pemeriksaan. dan b. pelaksanaan evaluasi akhir terhadap permohonan pendaftaran hak cipta. Seksi Penyidikan dan Litigasi. penyidikan dan litigasi. Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Seksi Pertimbangan Hukum. Pasal 704 (1) Seksi Hak Cipta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelusuran. pelaksanaan penerimaan permohonan paten dan permohonan pemeriksaan substantif. pembinaan dan pemberian bimbingan teknis di bidang paten. (2) Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penelusuran pemeriksaan substantif dan evaluasi akhir dalam menentukan usulan ditolak atau didaftar atas permohonan desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Seksi Hak Cipta. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. pemeriksaan substantif. dan b. Pasal 703 Subdirektorat Hak Cipta. b. penegakan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Direktorat Paten menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Pasal 708 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Pasal 707 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelayanan hukum. pengadministrasian permohonan paten dan dokumen pemeriksaan substantif. pelaksanaan dan penyiapan pengendalian pembimbingan teknis. dan b. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan litigasi dan penyidikan dalam sengketa di pengadilan.Pasal 702 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 701. b.

serta pemprosesan dan pengadministrasian permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT) serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. b. 105 . litigasi. mekanik/teknologi umum dan kimia/farmasi/biologi. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. pemberian tanggal penerimaan dan penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. Pasal 712 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. pelaksanaan publikasi paten. pemantauan pemeliharaan paten. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. Subdirektorat Pemeriksa Paten III. dan f. Pasal 714 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. pemberian pertimbangan. penerimaan permohonan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. e. c. Pasal 713 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan paten. dan f. b. (2) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. e. Seksi Pelayanan Teknis.permohonan paten. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Pasal 711 Direktorat Paten terdiri atas : a. Seksi Publikasi. pengalihan paten. serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif dan melakukan korespondensi dengan Pemohon. dan penyiapan bahan pembuatan sertifikat pemberian paten. penerimaan permohonan paten. d. f. Subbagian Tata Usaha. d. penelusuran. Pasal 716 (1) Seksi Permohonan dan Formalitas mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan paten. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. e. pelaksanaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. pendaftaran lisensi. pengklasifikasian. pelaksanaan sertifikasi pemberian paten. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. pendapat dan penegakan serta pelayanan hukum. pelaksanaan korespondensi dengan pemohon. Seksi Permohonan dan Formalitas. pengelolaan administrasi permohonan paten dan penyiapan bahan sertifikasi dan publikasi. pemeriksaan administratif. b. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. dan g. penyidikan dan administrasi komisi banding paten. Subdirektorat Pemeriksa Paten I. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. c. permohonan paten dan pengambilan keputusan pemberian atau penolakan paten dalam bidang keahlian elektro/fisika. d. pelaksanaan pemeriksaan administratif dan substantif. Subdirektorat Pelayanan Hukum. Subdirektorat Pemeriksa Paten II. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. serta pemrosesan dan pengelolaan urusan administrasi permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT). Pasal 715 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. Seksi Sertifikasi.

litigasi. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. Pasal 721 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum dan penyelesaian sengketa di pengadilan serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. pelaksanaan administrasi komisi banding paten. Pengalihan Hak dan Lisensi. pelaksanaan penyidikan dan litigasi. diproses. dan d. c. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten serta pengalihan hak dan lisensi. c. Pasal 723 Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. pemantauan. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang kimia. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 717 Subdirektorat Pemeriksaan Paten I mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. b. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang elektro dan fisika. penerimaan permintaan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. pelayanan hukum. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. Seksi Pertimbangan Hukum. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. dan pembinaan Pemeriksa Paten. diproses. Seksi Administrasi Komisi Banding. dan pembinaan Pemeriksa Paten. Seksi Penyidikan dan Litigasi. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. pemantauan. Pengalihan Hak dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang mekanik dan teknologi umum. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. Seksi Pemeliharaan. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. dan e. b. (4) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pembuatan sertifikat paten.(3) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan publikasi permohonan paten dan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. Pasal 722 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. administrasi komisi banding paten. (1) (2) (3) (4) 106 . Seksi Pemeliharaan. dan pembinaan Pemeriksa Paten. Pasal 718 Subdirektorat Pemeriksaan Paten II mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. penerimaan permohonan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. d. Pasal 719 Subdirektorat Pemeriksaan Paten III mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi komisi banding paten. penegakan. pemantauan. Pasal 720 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. diproses. farmasi dan biologi.

Subdirektorat Pelayanan Hukum. penghapusan dan pembatalan. pembatalan dan penghapusan. Pasal 727 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. perubahan nama dan/atau alamat. Pasal 725 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman. pengendalian dan pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan persyaratan aplikasi. pemberian tanggal penerimaan (filing date). e. e. Kelompok Jabatan Fungsional. d. penegakan. pengalihan hak. Pasal 728 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan. lisensi. pemberian kode unsur konfiguratif. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. mutasi dan pencatatan lisensi. permohonan indikasi geografis dan indikasi asal. sertifikasi. pelaksanaan klasifikasi kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode unsur figuratif. Subdirektorat Pemeriksaan. petikan. Pasal 726 Direktorat Merek terdiri atas : a. penyidikan. pencatatan lisensi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. d. b. pengalihan hak. pelaksanaan perpanjangan. pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa. f. pengalihan hak. b. Subbagian Tata Usaha. c. pengolahan dan pendaftaran merek terkenal serta pemeriksaan substantif. Pasal 729 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. pencatatan lisensi. dan h. pengklasifikasian.Bagian Keenam Direktorat Merek Pasal 724 Direktorat Merek mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang merek sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. perpanjangan. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penerimaan aplikasi. perubahan nama dan atau alamat. pemantauan. dan d. Subdirektorat Indikasi Geografis. pembatalan. pemeriksaan persyaratan aplikasi. pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. dan g. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang merek. pelaksanaan pengumuman dan publikasi merek. pemberian kode unsur figuratif. permintaan perpanjangan. pelaksanaan pendaftaran. penerimaan permohonan. f. lisensi. mutasi. pengawasan. perpanjangan. penyiapan bahan untuk pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. Direktorat Merek menyelenggarakan fungsi: a. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administrasi permohonan. pemantauan dan pengendalian permohonan merek. g. litigasi dan administrasi komisi banding. penghapusan dan perubahan. pengklasifikasian. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. 107 . Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis. c. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan fungsional di bidang merek. c. pemberian kode unsur figuratif.

(2) Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan. Seksi Permohonan. Seksi Klasifikasi. Pasal 736 (1) Seksi Pemeriksaan Formalitas mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. Seksi Mutasi dan Lisensi. mutasi. Seksi Pemeriksaan Formalitas. Pasal 733 Subdirektorat Indikasi Geografis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan. (3) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pemberian pelayanan teknis operasional pemeriksaan substantif. dan b. c. pembatalan dan lisensi. Subdirektorat Indikasi Geografis menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan terhadap permohonan pendaftaran merek. pengelolaan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis. pemeriksaan formalitas. dan b. Seksi Pelayanan Teknis. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. pengumuman dan publikasi. permintaan pendaftaran indikasi geografis. Pasal 732 Subdirektorat Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian pemeriksaan substantif. penghapusan dan pembatalan. klasifikasi kelas barang dan/atau jasa. Pasal 731 (1) Seksi Permohonan mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan. b. perpanjangan.Pasal 730 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. lisensi. penyiapan bahan untuk pengumuman dan publikasi merek. pemberian kode unsur figuratif dan pemberian tanggal penerimaan (filling date). perubahan nama dan / atau alamat. Pasal 735 Subdirektorat Indikasi Geografis terdiri atas : a. dan b. Pasal 737 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan sertifikasi. pelaksanaan sertifikasi dan administrasi penolakan. pencatatan pengalihan hak. (4) Seksi Klasifikasi mempunyai tugas melakukan pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode umum figuratif terhadap permohonan merek. pengendalian. (2) Seksi Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan perpanjangan. Pasal 738 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 737. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman menyelenggarakan fungsi : a. dan d. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan atas permohonan pendaftaran indikasi geografis. 108 . Pasal 734 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 733. petikan. penghapusan. evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan pendaftaran indikasi geografis.

Seksi Sertifikasi. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. pembinaan teknis pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. pemantauan.Pasal 739 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman terdiri atas : a. litigasi dan penyidikan serta administrasi komisi banding. (2) Seksi Pengumuman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumuman dan publiksasi merek. Pasal 740 (1) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan administrasi pendaftaran dan penolakan. penyiapan bahan koordinasi kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi. Pasal 741 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. d. b. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. (3) Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan urusan administrasi komisi banding. dan c. Pasal 742 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741. serta pembuatan sertifikat merek. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan administrasi komisi banding. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum baik litigasi maupun non litigasi. Seksi Administrasi Komisi Banding. b. dan c. penegakan. Seksi Pertimbangan Hukum . Pasal 744 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum di bidang merek. Seksi Penyidikan dan Litigasi . pelaksanaan litigasi dan penyidikan. dan b. 109 . (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. Seksi Pengumuman. c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan e. Bagian Ketujuh Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Pasal 745 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 743 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. b. pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 746 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 745.

dan d. (3) (4) Pasal 753 Subdirektorat Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi internasional. 110 . pelaksanaan kebijakan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Subdirektorat Kerja Sama Nasional.Pasal 747 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas : a. pemeliharaan. d. Seksi Penyebaran Informasi. dan d. pelaksanaan kompilasi berbagai peraturan perundang-undangan. dan e. Seksi Pelatihan. Seksi Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan materi. masalah dan kasus di bidang hak kekayaan intelektual. dan pemantauan pelaksanaan kegiatan pelatihan di bidang hak kekayaan intelektual. penyiapan bahan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. b. c. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati dalam forum internasional. pengelolaan perpustakaan dan pelaksanaan pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. pemantauan tindak lanjut penanganan perkara hak kekayaan intelektual dan hasil putusan pengadilan. Subdirektorat Pengembangan. Subdirektorat Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. (1) (2) Pasal 752 Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi dan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. Seksi Pengkajian dan Pengembangan. Seksi Perpustakaan. Seksi Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan mengenai sistem hak kekayaan intelektual dan peraturan perundang-undangan. Seksi Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. dan pelayanan bahan pustaka dan informasi hak kekayaan intelektual. Pasal 754 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 753. Subdirektorat Kerja Sama Internasional. kegiatan Pasal 750 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. penjadualan. b. b. serta evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. c. pelaksanaan pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 751 Subdirektorat Pengembangan terdiri atas: a. pengklasifikasian. c. Subbagian Tata Usaha. dan d. Pasal 749 Subdirektorat Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. pemantauan dan evaluasi berbagai kegiatan kerja sama imternasional di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional di bidang hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama internasional di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 748 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. b. c.

pelaksanaan pengembangan sistem teknologi informasi. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi non Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama multilateral. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. b. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati di tingkat nasional. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. (2) Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan nasional di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 760 (1) Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. b. Pasal 762 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 761. Pasal 758 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 757. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 757 Subdirektorat Kerja Sama Nasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi nasional. 111 . Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama bilateral. b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 759 Subdirektorat Kerja Sama Nasional terdiri atas : a. Seksi Kerja Sama Regional. dan d. Subdirektorat Kerja Sama Nasional menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang–undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. dan c. Seksi Kerja Sama Bilateral. Pasal 756 (1) Seksi Kerja Sama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama regional. Seksi Kerja Sama Multilateral. Direktorat Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang teknologi informasi. Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah. Bagian Kedelapan Direktorat Teknologi Informasi Pasal 761 Direktorat Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang teknologi informasi dan pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan b.Pasal 755 Subdirektorat Kerja Sama Internasional terdiri atas : a.

Subdirektorat Pengembangan Proses. Pasal 770 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 769. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 768 (1) Seksi Administrasi dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan penyiapan bahan. dan f. Pasal 767 Subdirektorat Pengembangan Sistem terdiri atas : a. dan d. pemeliharaan dan pengembangan sistem database. b. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan sistem aplikasi hak kekayaan intelektual dan pemeliharaan sistem keamanan dan aplikasi. perangkat keras dan sistem jaringan. pelaksanaan administrasi pengembangan sistem aplikasi. pelaksanaan identifikasi. Seksi Administrasi dan Pengembangan Database. Pasal 769 Subdirektorat Pendukung Sistem mempunyai tugas melaksanakan sistem pendukung teknologi informasi. pelaksanaan pendukung sistem teknologi informasi. f. Subdirektorat Pendukung Sistem menyelenggarakan fungsi: a. b. dan b. pelaksanaan operasional sistem komputer. c. pelaksanaan pengembangan database. Pasal 766 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. pelaksanaan manajemen kontrak teknologi informasi. c. d. d. Pasal 763 Direktorat Teknologi Informasi terdiri atas : a. pelaksanaan evaluasi penggunaan teknologi informasi. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pengembangan Aplikasi. analisis serta pemantauan dan pengamanan sistem perangkat lunak. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. g. Subdirektorat Pengembangan Sistem. 112 . e. pelaksanaan penanganan kapasitas peralatan teknologi informasi. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. pelaksanaan pengembangan sistem aplikasi. pelaksanaan peralatan instalasi dan jaringan.c. integrasi. Pasal 765 Subdirektorat Pengembangan Sistem mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. c. pelaksanaan administrasi pengembangan database. d. e. pelaksanaan pemeliharaan perangkat keras. Subdirektorat Pengembangan Sistem menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pendukung Sistem. Subdirektorat Dokumentasi. b. dan e. Pasal 764 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi.

Pasal 779 Subdirektorat Dokumentasi terdiri atas : a. penyiapan bahan informasi hak kekayaan intelektual di lingkungan Direktorat Jenderal. Desain Industri. pelaksanaan identifikasi pengembangan proses. Pasal 772 (1) Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemeliharaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak serta pengelolaan seluruh aset sistem teknologi informasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan situs internet. penghimpunan. (2) Seksi Administrasi Sistem Jaringan mempunyai tugas melakukan integrasi.Pasal 771 Subdirektorat Pendukung Sistem terdiri atas : a. Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan. Pasal 774 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 773. Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi. b. Subdirektorat Dokumentasi menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Pasal 778 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 777. penyiapan implementasi pengembangan proses. Subdirektorat Pengembangan Proses menyelenggarakan fungsi : a. b. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Seksi Dokumentasi Hak Merek. penyiapan uji coba dan perubahan sistem. Pasal 775 Subdirektorat Pengembangan Proses terdiri atas : a. dan c. Pasal 777 Subdirektorat Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Seksi Dokumentasi Hak Cipta. dan c. dan b. analisis. (2) Seksi Pengembangan Situs Internet mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan situs internet. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pemantauan dan pengamanan sistem di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. 113 . Seksi Pengembangan Situs Internet. Seksi Administrasi Sistem Jaringan. Pasal 773 Subdirektorat Pengembangan Proses mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pemantauan dan implementasi pengembangan proses serta identifikasi pengembangan proses yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 776 (1) Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan penataan proses kerja Direktorat Jenderal yang berkaitan dengan infrastruktur teknologi informasi serta penyiapan bahan evaluasi administrasi kontrak dan management outsourcing teknologi informasi dengan pihak ketiga. b. dan d. c. Seksi Dokumentasi Hak Paten. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak kekayaan intelektual.

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penghimpunan.Pasal 780 (1) Seksi Dokumentasi Hak Cipta. desain industri. Desain Industri. (3) Seksi Dokumentasi Merek mempunyai tugas melakukan penghimpunan. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak cipta. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi merek. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi paten. 114 . desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. (2) Seksi Dokumentasi Paten mempunyai tugas melakukan penghimpunan.

pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. pedoman. perumusan standar. Bagian Keuangan.BAB IX DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas Dan Fungsi Pasal 781 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak asasi manusia. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dan f. e. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. kerjasama pemajuan. Pasal 786 Sekertariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. dan e. dan sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. 115 . pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. c. b. d. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. program dan anggaran. perlindungan. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pembinaan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. perlindungan dan pemenuhan. b. Pasal 782 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781 . pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan rencana aksi nasional hak asasi manusia dengan instansi terkait. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. dan f. c. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. perlindungan dan pemenuhan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 783 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. e. kerjasama pemajuan. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 784 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. c. b. norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. evaluasi. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kepegawaian. kriteria dan peraturan di bidang pembinaan. Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 785 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. pengelolaan urusan kepegawaian. d. penyusunan laporan kegiatan hak asasi manusia. kerja sama pemajuan.

Subbagiaan Umum Kepegawaian. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pengumpulan dan pengolahan data. Bagian Umum. b. Bagian Tata Usaha. b. Subbagian Mutasi. 116 . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyajian data dan informasi. penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. program dan anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penetapan mutasi. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. program dan anggaran. penyajian data dan informasi serta penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. Pasal 788 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. e. pengurusan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. b. dan c.d. pengolahan. dan d. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 789 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. dan c. Pasal 791 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. pengumpulan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. program dan anggaran. Pasal 790 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 792 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791 . pengolahan. Subbagiaan Data dan Informasi. b. dan f. Pasal 787 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 793 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. pendataan. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 794 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. dan c. c.

Bagian Keuangan meyelenggarakan fungsi : a. Pasal 801 Bagian Umum terdiri atas : a. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan c. Pasal 796 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Perlengkapan. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas.(2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. 799. pengelolaan urusan rumah tangga dan pengamanan. pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan. kepangkatan. Pasal 798 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perjalanan Dinas. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 800 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. 117 . dan c. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 795 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 799 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga serta administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. b. dan penyusunan laporan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan c. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan c. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. b. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. penggajian. Bagian Umum Pasal 802 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 797 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. b. pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan pembukuan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan rumah tangga dan pengamanan.

pengetikan. Pasal 808 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 807. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang bina hak asasi manusia. dan d. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. dan d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. dan e. Pasal 804 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 803. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. Subdirektorat Bahan Diseminasi. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Pasal 806 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia. c. c. pelaksanaan urusan persuratan. e. d. dan f. penyusunan pelaporan pelaksanaan kegiatan. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait serta pembinaan alumni dalam institusi hak asasi manusia. Pasal 805 Bagian Tata Usaha Terdiri atas : a. c. b. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. b. Bagian Keempat Direktorat Bina Hak Asasi Manusia Pasal 807 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang bina hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. c. Subbagian Persuratan. penyiapan perumusan rancangan kebijakan teknis di bidang bina hak asasi manusia. Pasal 809 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. Subbagian Tata Usaha. d. (1) (2) (3) (4) 118 . hubungan masyarakat dan protokol. b. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia. serta urusan tata usaha Pimpinan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. penggandaan dan pengiriman surat. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol.Pasal 803 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. b. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia. pelaksanaan kegiatan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. pengelolaan arsip dan dokumentasi.

Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Seksi Pendidikan Luar Negeri. dan c. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan luar negeri.Pasal 810 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. (3) Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang kurikulum pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait serta evaluasi kegiatan. b. (2) Seksi Pendidikan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. c. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 814 (1) Seksi Pendidikan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait di dalam negeri. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah. penyiapan perumusan kebijakan teknis pendidikan hak asasi manusia di Indonesia. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 816 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. Seksi Pendidikan Dalam Negeri. Pasal 811 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. pengkoordinasian dan kerja sama pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia. dan d. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah. b. pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. b. 119 . Pasal 815 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia serta pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. Pasal 817 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Pasal 812 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. dan c. Pasal 813 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. b. dan c.

b. dan d. pengkoordinasian. (3) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan kegiatan diseminasi hak asasi manusia. dan c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang diseminasi hak asasi manusia. dan d. Pasal 824 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 823. c. perumusan kebijakan teknis dan penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. 120 . (3) Seksi Diseminasi Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk warga masyarakat dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan masyarakat non pemerintah melalui instansi terkait.Pasal 818 (1) Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Seksi Diseminasi Masyarakat. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang bahan diseminasi. Pasal 822 (1) Seksi Diseminasi Aparatur Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk aparatur negara dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 820 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 819. pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Seksi Diseminasi Aparatur Negara. Pasal 823 Subdirektorat Bahan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. dengan instansi terkait. pengkoordinasian dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. (2) Seksi Diseminasi Penegak Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk penegak hukum dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. pembuatan rancangan bahan diseminasi dan pendistribusian. Pasal 819 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dalam negeri dan luar negeri. (2) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia non pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. b. Pasal 821 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. c. Subdirektorat Bahan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia. Seksi Diseminasi Penegak Hukum.

b. Pasal 831 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengembangan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. b. d. dan f.Sosial dan Budaya. dan c. penyiapan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan hak asasi manusia. Pasal 832 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831 . Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. Bagian Kelima Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia Pasal 827 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. penyiapan ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia. c. (3) Seksi Bahan Instrumen Praktis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen praktis hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaan dengan instansi terkait. Pasal 826 (1) Seksi Bahan Instrumen Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen nasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama bilateral antar negara untuk pemajuan hak asasi manusia. evaluasi pelaksanaan kegiatan. Pasal 828 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827 . dan e. penyiapan pelaksanaan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 830 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. Seksi Bahan Instrumen Praktis. b. Pasal 829 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. dan 121 . b. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. Seksi Bahan Instrumen Nasional. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. c. d. Sudirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarkan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. (2) Seksi Bahan Instrumen Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen internasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait.Pasal 825 Subdirektorat Bahan Diseminasi terdiri atas : a. e. Subbagian Tata Usaha. Seksi Bahan Instrumen Internasional.

Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. dan c.c. 122 . dan c. Pasal 837 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. b. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 840 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalan Pasal 839. (2) Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerjasama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Amerika dan Eropa. (3) Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Afrika dan Timur Tengah. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. dan c. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. b. Pasal 833 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama antar negara. Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak sipil dan politik. Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional. Pasal 838 (1) Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 839 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerjasama pemajuan hak sipil dan politik . Seksi Kerja Sama Asia Pasifik. Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa. (3) Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan kerja sama pemajuan hak asasi manusia dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 834 (1) Seksi Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Asia Pasifik. pelaksanaan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. (2) Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 835 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia . Pasal 836 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama organisasi internasional.

Pasal 844 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. dan b. (2) Seksi Kerja Sama Hak Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sosial. Seksi Kerja Sama Hak Sosial. dan c. harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional. Pasal 847 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. dan b. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak ekonomi. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Seksi Kerja Sama Hak Budaya. Seksi Kerja Sama Hak Sipil. Seksi Kerja Sama Hak Politik. ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. sosial dan budaya. b. Pasal 843 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. dan c. penyiapan rancangan kebijakan pengembangan kerja sama pemajuan hak ekonomi. 123 . Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional. penyiapan rancangan kebijakan teknis ratifikasi terhadap instrumen hak asasi manusia internasional. sosial dan budaya. b. Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi. Pasal 849 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia terdiri atas : a.Pasal 841 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. (2) Seksi Kerja Sama Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak politik. Pasal 846 (1) Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. Pasal 842 (1) Seksi Kerja Sama Hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sipil . Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. sosial dan budaya. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak ekonomi. Sosial dan Budaya terdiri atas: a. (3) Seksi Kerja Sama Hak Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak budaya. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 845 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. dan b. penyiapan rancangan kebijakan teknis harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. Pasal 848 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. sosial dan budaya.

penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. dan b. khususnya bagi anak-anak. rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. d. khususnya bagi anak-anak. d. perempuan. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. tenaga kerja dan kelompok minoritas. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan . Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja. perempuan. Pasal 857 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak terdiri atas : a. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. Seksi Hak Ekonomi. c. Bagian Keenam Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Pasal 851 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Seksi Hak Sipil dan Politik. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak anak. penyusunan program dan kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia secara umum. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia secara umum. c. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak. b. Pasal 853 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. b. dan e. (2) Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan koordinasi pelaksanaan kegiatan harmonisasi. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. dan Budaya. 124 . tenaga kerja. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak menyelenggarakan fungsi : a. Sosial. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. Pasal 854 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. dan kelompok minoritas. dan d. pelaksanaan progam kegiatan. Subbagian Tata Usaha. dan e. Pasal 856 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855. Pasal 855 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program. Pasal 852 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 . b.Pasal 850 (1) Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan materi ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. c. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Pasal 858 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan politik bagi anak. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi anak. Pasal 859 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi perempuan. Pasal 860 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 859, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak perempuan; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak perempuan; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. Pasal 861 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Pasal 862 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi perempuan. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan teknis serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi perempuan. Pasal 863 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi tenaga kerja. Pasal 864 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak tenaga kerja; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak tenaga kerja; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja. Pasal 865 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Hak Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

125

Pasal 866 (1) Seksi Hak Sipil dan Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi tenaga kerja. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Pasal 867 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi kelompok minoritas. Pasal 868 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak kelompok minoritas; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak kelompok minoritas; c. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas. Pasal 869 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Pasal 870 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi kelompok minoritas. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Bagian ketujuh Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Pasal 871 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 872 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang sistem informasi hak asasi manusia; b. pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan serta penyajian data dan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pembangunan dan pengembangan serta pemeliharaan sistem dan jaringan informasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan penerbitan dan penyebaran informasi hak asasi manusia serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

126

Pasal 873 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data; b. Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; c. Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 874 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. Pasal 875 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, dan penganalisaan serta penyajian data hak asasi manusia. Pasal 876 Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 875 , Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan data hak asasi manusia; b. pengolahan, penganalisaan dan penyajian data hak asasi manusia; c. pelaksanaan dokumen data hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 877 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Seksi Pengumpulan Data; dan b. Seksi Pengolahan Data. Pasal 878 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan data pelanggaran hak asasi manusia serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan dan analisis data serta penyiapan bahan penyajian data pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 879 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis serta pemenuhan, penganalisaan data pengembangan dan pemeliharaan sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia. Pasal 880 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemenuhan dan penganalisaan data hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan program sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pengembangan sistem komunikasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 881 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia.

127

Pasal 882 (1) Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman dan bimbingan teknis analisa program sistem informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman pengembangan dan pemeliharaan peralatan komputer, sarana komputer, sarana komunikasi data hak asasi manusia sebagai satu kesatuan sistem informasi hak asasi manusia serta pengembangan komunikasi data hak asasi manusia serta pemeliharaan otomasi sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 883 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan teknis, penyajian, penerbitan, dokumentasi dan perpustakaan serta pendiseminasian data informasi hak asasi manusia. Pasal 884 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883, Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia; b. penyiapan bahan penyebaran informasi hak asasi manusia; c. pendiseminasian data dan informasi hak asasi manusia; d. pengelolaan dokumentasi sistem informasi hak asasi manusia; dan e. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia. Pasal 885 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 886 (1) Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyebaran serta pendiseminasian informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Kedelapan Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia Pasal 887 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 888 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887, Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyajian data informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pemantauan terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia; d. pelaksanaan evaluasi terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 889 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia; b. Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia;

128

c. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia; d. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 890 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 891 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan hak asasi manusia penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 892 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891, Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data penerapan hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam penerapan hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan penerapan hak asasi manusia pada penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 893 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah; dan b. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha. Pasal 894 (1) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di pemerintah. (2) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di masyarakat dan dunia usaha. Pasal 895 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 896 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895, Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data mengenai permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 897 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia. Pasal 898 (1) Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan hak asasi manusia. (2) Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap diskriminasi hak asasi manusia.

129

dan b. Pasal 906 (1) Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi pemantauan. (2) Seksi Pasca Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Pasal 904 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. b. Pasal 903 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan pemantauan permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Seksi Pra Peradilan. pelaksanaan evaluasi kegiatan pemantauan penerapan. pengolahan dan penyajian data mengenai pemantauan penerapan. Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait evaluasi dan pelaporan hak asasi manusia. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pra peradilan. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penerapan. pengumpulan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. dan b. b. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pasca peradilan. dan d. dan c. pengolahan dan penyajian data mengenai proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. pengumpulan. Pasal 900 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. Seksi Pasca Peradilan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. penyusunan laporan pemantauan penerapan. (2) Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan pemantauan. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. 130 . permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia.Pasal 899 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. penerapan. c. Pasal 902 (1) Seksi Pra Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 901 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 905 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pelaksanaan kegiatan pemantauan proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 909 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a.BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 907 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. program dan anggaran. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan d. dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. e. Inspektorat Kepegawaian. 131 . c. Inspektorat Pemasyarakatan. b. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II. keuangan. Pasal 911 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Bagian Kepegawaian. Pasal 908 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. evaluasi. Inspektorat Keimigrasian. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. program dan anggaran. penyusunan laporan kegiatan pengawasan. c. c. dokumentasi. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 910 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyajian data dan informasi. d. Bagian Umum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Penyusunan Program. tata usaha. b. dan e. administarsi keuangan. evaluasi. f. Inspektorat Hukum. Pasal 912 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. c. dan g. Sekretariat Inspektorat Jenderal. tata usaha pimpinan. dan protokol. dan d. b. hubungan masyarakat. Pasal 913 Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengolahan. Inspektorat Khusus. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan. pengumpulan. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. pelaksanaan laporan hasil pengawasan. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. d. pelaksanaan pengawasan kinerja. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I.

serta urusan dokumentasi. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. dan d. Pasal 920 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Riau. Pasal 916 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi. program dan anggaran pengawasan. pengolahan. program. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I. Pasal 915 Bagian Penyusunan Program terdiri atas : a. Jawa Barat. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam.K. penyiapan bahan evaluasi program dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Pasal 919 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I terdiri atas : a. Banten. Kepulauan Riau. dan c. Hak Asasi Manusia. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. pemantauan. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. penyusunan dan penyajian bahan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Bengkulu. D. Sumatera Utara. dan c. Lampung. b. b. penilaian. c. Kalimantan Timur. pengumpulan. Pasal 918 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. penyajian data dan informasi. Jawa Timur. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan. dan urusan dokumentasi. pengolahan data. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. D. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. b. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. penilaian. Subbagian Data dan Informasi. Kalimantan Selatan. Inspektorat Hukum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Jawa Tengah. Pasal 917 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melaksanakan analisis. dan anggaran pengawasan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Inspektorat Hukum. Jambi. pengujian. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Inspektorat Hukum. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan.Pasal 914 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. pengujian. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. pengolahan. Inspektorat Hukum. analisis dan evaluasi hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. dan c.I Jakarta. penyiapan evaluasi program kerja dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal.I Yogyakarta. pengolahan. Bagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pengolahan. Kalimantan Barat. Sumatera Selatan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. penelaahan. penelitian dan penyajian laporan hasil 132 . Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Hak Kekayaan Intelektual. b. Sumatera Barat. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Kalimantan Tengah dan Bali serta Sekretariat Jenderal.

penelaahan. Kepulauan Bangka Belitung. penelitian dan penyajian laporan hasil (1) (2) (3) (4) 133 . Gorontalo. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian. Sulawesi Utara. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Sulawesi Tenggara. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah dan unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. pengujian. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. penilaian. b. penilaian. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Jawa Barat. Inspektorat Jenderal. Sumatera Selatan. Gorontalo. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. dan Inspektorat Khusus. Nusa Tenggara Barat. penilaian. analisis dan evaluasi laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. pengolahan.I Yogyakarta. Sulawesi Utara. Inspektorat Khusus dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyusunan dan penyajian bahan laporan kegiatan pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. penilaian. Jawa Timur. Pasal 921 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melaksanakan analisis. Kalimantan Selatan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus. pengujian. Kepulauan Riau. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Hukum. Maluku Utara. Kalimantan Timur. pengolahan. penilaian. c. dan Inspektorat Khusus. Maluku Utara. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keimigrasian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh unit pelaksana teknis imigrasi. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II menyelenggarakan fungsi : a. kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Imigrasi. pengolahan. Sumatera Barat. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah serta unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. dan c. Nusa Tenggara Barat. Pasal 924 Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. pengolahan. pengujian. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. D. penilaian. b.pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. Kalimantan Tengah dan Bali. Kalimantan Barat. pengolahan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM. Sulawesi Tengah. Sulawesi Tengah. pengolahan. D. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Jawa Tengah. Sulawesi Tenggara. Inspektorat Keimigrasian. Maluku. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan.I Jakarta. Sumatera Utara. Riau. dan d. pengujian. Jambi. Nusa Tenggara Timur. Inspektorat Keimigrasian. pengujian. Pasal 923 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II terdiri atas : a. Sulawesi Barat. Bengkulu. dan Inspektorat Khusus.I. pengolahan. Nusa Tenggara Timur. Lampung. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II. (3) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Inspektorat Keimigrasian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I.K. pengolahan. Pasal 922 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. Inspektorat Keimigrasian. Maluku. Banten.I. Sulawesi Barat. pengujian. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus mempunyai tugas melakukan penghimpunan. (4) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum.

penyiapan bahan penetapan pemberhentian. (1) (2) (3) (4) Pasal 929 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. tata usaha pimpinan. Pasal 930 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. pendataan dan pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 926 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 925. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengelolaan tata usaha kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. administrasi Asuransi Kesehatan. Pasal 931 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. b. b. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. serta hubungan masyarakat dan protokol. dan d. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. c. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Mutasi dan Promosi.pemeriksaan kasus Inspektorat Khusus. dan d. pengelolaan urusan administrasi keuangan. tata usaha. Kartu Pegawai dan Tabungan Asuransi Pensiun serta penetapan 134 . Pasal 927 Bagian Umum terdiri atas : a. hubungan masyarakat dan protokol serta pemberian informasi hasil pemeriksaan kepada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dan di luar Departemen. Pasal 925 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan perlengkapan. b. Pasal 928 Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. c. Kantor Wilayah dan unit pelaksanaan teknis serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. b. pensiun dan disiplin pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penetapan mutasi dan promosi serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 932 (1) Subbagian Umum. dan c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. dan d. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai. administrasi keuangan. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan. penyiapan penyusunan formasi. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Umum.

d. (2) Subbagian Mutasi dan Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. kepangkatan. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Inspektorat Jenderal.pemberhentian. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. Pasal 936 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pemindahan. perencanaan dan program pengawasan di bidang keuangan dan perlengkapan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. Pasal 935 Inspektorat Kepegawaian terdiri atas : a. 135 . pengujian. pengusutan dan penilaian di bidang kepegawaian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengusutan. pengusutan dan penilaian di bidang keuangan dan perlengkapan sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 938 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. c. b. dan g. pensiun. mutasi dan promosi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan b. penghimpunan. terhadap pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. penggajian. dan penilaian. f. Bagian Kelima Inspektorat Keuangan Dan Perlengkapan Pasal 937 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pengujian. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan dan program pengawasan di bidang kepegawaian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 934 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. pelaksanaan pemeriksaan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pengujian. Bagian Keempat Inspektorat Kepegawaian Pasal 933 Inspektorat Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dan sumber daya manusia di lingkungan Departemen. b. Subbagian Tata Usaha. e. Inspektorat Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. dan perlengkapan di lingkungan Departemen.

penghimpunan. d. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keuangan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pelaksanaan pemeriksaan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Pasal 942 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. pengujian. 136 . hak asasi manusia. dan g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan pemeriksaan. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan hak kekayaan intelektual. Pasal 940 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. dan hak kekayaan intelektual. e. pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan.c. f. Bagian Keenam Inspektorat Hukum. dan hak kekayaan intelektual di lingkungan Departemen. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. dan penilaian di bidang pengelolaan keuangan dan perlengkapan. Pasal 939 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. d. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. f. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual Pasal 941 Inspektorat Hukum. e. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Tata Usaha. Inspektorat Hukum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas: a. dan g. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. perencanaan dan program pengawasan di bidang hukum. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pengusutan. dan b. pengujian. hak asasi manusia. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang hukum. pengujian. hak asasi manusia. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 944 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. perlengkapan. c. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi : a. b. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. Pasal 943 Inspektorat Hukum. penghimpunan. pengusutan dan penilaian di bidang hukum. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengusutan. Subbagian Tata Usaha.

dan g. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pengujian. dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. tahanan negara. Pasal 947 Inspektorat Pemasyarakatan terdiri atas : a. tahanan negara. pelaksanaan pemeriksaan. tahanan negara. Inspektorat Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi : a. d. tahanan negara serta benda sitaan negara sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. b. perencanaan dan program pengawasan di bidang keimigrasian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan b. dan g. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. Pasal 950 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pengusutan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pemasyarakatan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. dan benda sitaan negara yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengujian. perencanaan dan program pengawasan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. dan benda sitaan negara. f. Subbagian Tata Usaha. Bagian Kedelapan Inspektorat Keimigrasian Pasal 949 Inspektorat Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian di lingkungan Departemen. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. e.Bagian Ketujuh Inspektorat Pemasyarakatan Pasal 945 Inspektorat Pemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan. Pasal 946 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. dan benda sitaan negara di lingkungan Departemen. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. penghimpunan. e. b. Pasal 948 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. pengujian. pengusutan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. c. f. pengusutan dan penilaian di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. pengusutan dan penilaian di bidang keimigrasian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan pemeriksaan. c. Inspektorat Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keimigrasian. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. penghimpunan. 137 . penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. d. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. pengujian.

pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. Subbagian Tata Usaha. d. Pasal 952 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. dan g. Pasal 957 Pelaksanaan tugas pemeriksaan pada setiap Inspektorat didasarkan atas dasar perintah dan persetujuan dari Inspektur Jenderal. dan b. penghimpunan. dan masalah-masalah pengaduan. f. Bagian Kesembilan Inspektorat Khusus Pasal 953 Inspektorat Khusus mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri dalam rangka penertiban. dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pasal 951 Inspektorat Keimigrasian terdiri atas : a. pengujian. penindakan terhadap penyelewengan. dan b. pengusutan dan penilaian di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. e. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. 138 . penyimpangan. dan penilaian di bidang kasus-kasus penyelewengan. perencanaan dan program pengawasan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pengusutan. b. informasi dan laporan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. c. pelaksanaan pemeriksaan. Pasal 958 Unit Pelaksana Teknis Bidang Keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan permasalahan-permasalahan khusus yang memerlukan penanganan tersendiri akan dilakukan oleh sebuah tim yang ditentukan oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri. pengaduan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. penyimpangan di lingkungan Departemen. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. dan informasi laporan. Pasal 955 Inspektorat Khusus terdiri atas : a. Pasal 954 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. Subbagian Tata Usaha. Pasal 956 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. Inspektorat Khusus menyelenggarakan fungsi : a. pengujian. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.

terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan Jabatan Fungsional lain yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Pasal 959 Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional Auditor diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. (1) (2) (3) (4) (5) (6) 139 . Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal. Kelompok jabatan fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Inspektorat bertanggung jawab kepada masing-masing Inspektur. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Pasal 960 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959.

perencanaan pembangunan hukum nasional. b. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pembinaan hukum nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. c. b. perencanaan pembangunan hukum nasional. c. Sekretariat Badan. pengelolaan urusan administrasi keuangan. program dan anggaran. b. dan e. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPHN. dan e. d. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. d. evaluasi. (2) BPHN dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 962 BPHN mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. kriteria dan prosedur di bidang pembinaan hukum nasional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 965 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPHN. c. koordinasi dan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. Pusat Penyuluhan Hukum. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. dan e. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pedoman. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 964 BPHN terdiri atas : a. Pasal 966 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. 140 . pelaksanaan urusan tata usaha BPHN. pengelolaan urusan kepegawaian. Badan Pembinaan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 963 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. perumusan standar. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. penyusunan laporan kegiatan pembinaan hukum nasional. norma.BAB XI BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 961 (1) Badan Pembinaan Hukum Nasional yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPHN.

Bagian Kepegawaian. program dan anggaran. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Bagian Keuangan. b. Pasal 969 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. Subbagian Data dan Informasi. b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. d. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Subbagian Umum Kepegawaian. evaluasi. c. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Pasal 972 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan BPHN. b. Pasal 971 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 968 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan c. dan penyusunan laporan BPHN. f.Pasal 967 Sekretariat Badan terdiri atas : a. pengolahan data. pengumpulan. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 973 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 972. dan c. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. e. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan BPHN. b. b. Pasal 970 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan c. 141 . Bagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan formasi. penyajian data dan informasi. penyajian data dan informasi. penetapan pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan BPHN. dan c. program dan anggaran. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan BPHN. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. Pasal 974 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. program dan anggaran.

Pasal 977 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 976. Pasal 980 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. pendataan dan pengembangan pegawai. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan . Pasal 982 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 981 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. penggajian. b. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 978 Bagian Keuangan terdiri atas : a. rumah tangga. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan anggaran. dan c. Pasal 979 (1) (2) (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. pelaksanaan hubungan masyarakat. dan c. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pelaksanaan urusan pembukuan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan c.Pasal 975 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. b. dan pembinaan pegawai di lingkungan BPHN. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. b. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Pasal 976 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPHN. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. 142 . dan protokol di lingkungan BPHN. pengelolaan urusan rumah tangga. kepangkatan. pengelolaan urusan perlengkapan. dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPHN. dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan.

pengkajian dan pertemuan ilmiah. evaluasi kegiatan. Pasal 990 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional terdiri atas: a. b. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemeliharaan arsip.Pasal 983 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. dan c. c. Pelayanan Teknis dan Administrasi. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penelitian. dan pelayanan teknis. dan d. pengelolaan urusan persuratan. Subbagian Arsip. Bidang Pertemuan Ilmiah. dan c. pengelolaan arsip. dan pengembangan sistem hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. Subbagian Persuratan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pengaturan tata naskah persuratan dan ekspedisi. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Pasal 988 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan. Pasal 985 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. b. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 989 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan. Pasal 984 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha BPHN. penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. pelaksanaan penelitian. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 986 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan. b. penyiapan bahan penyusunan program penelitian. Pasal 987 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan meliputi penerimaan. Bidang Program. pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas. (2) (3) 143 . c. dan d. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan.

Bidang Program Pelayanan Teknis dan Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. Pelayanan Teknis dan Administrasi terdiri atas : a. rekomendasi dan kesimpulan hasil penelitian hukum. 144 . Pasal 993 Bidang Program. penyiapan bahan penyusunan program. Pasal 992 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 991. Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian. dan pengkajian hukum. b. penyiapan pelaksanaan kerja sama antar lembaga penelitian hukum. pelayanan teknis. Pasal 994 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. dan b. dan b. Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program. Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi.Pasal 991 Bidang Program. evaluasi. pembuatan abstrak. dan c. b. kerja sama antar lembaga penelitian hukum. pembuatan abstrak. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil penelitian dan pengkajian hukum. Pasal 999 Bidang Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. Subbidang Pengkajian Hukum. Pasal 998 (1) Subbidang Penelitian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penelitian. pelaksanaan pelayanan teknis dan administrasi. dan c. rekomendasi hasil penelitian. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. (2) Subbidang Pengkajian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan pengkajian. Subbidang Penelitian Hukum. Pasal 997 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum terdiri atas : a. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. (3) Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian mempunyai tugas melakukan penyiapan kerja sama penelitian hukum antar lembaga pusat dan daerah dan persiapan pelaksanaan monitoring hasil penelitian hukum pusat dan daerah. Pasal 996 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. Pasal 995 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil pengkajian hukum. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administrasi. laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional.

pemantauan hasil pertemuan ilmiah. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. analisa-evaluasi peraturan perundang-undangan. Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah. dan e. dan b. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kelima Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional Pasal 1003 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. dan c. d. Pasal 1002 (1) Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan pertemuan ilmiah dan pengelolaan hasil pertemuan ilmiah. penyiapan bahan penyusunan program kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. laporan. penyusunan rencana dan program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis. Pasal 1004 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. Pasal 1005 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional terdiri atas: a. b. Bidang Program dan Pelayanan Teknis . Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum. dan e. Bidang Perencanaan Legislasi.Pasal 1000 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. 145 . Pasal 1006 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program perencanaan. c. pelaksanaan pelayanan teknis administratif pada Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. (2) Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan monitoring dan inventarisasi hasil pertemuan ilmiah pusat dan daerah. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik. dan b. anotasi yurisprudensi dan kompilasi hukum. perencanaan dan penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. b. pelaksanaan koordinasi program peta permasalahan hukum nasional. perencanaan kerja sama nasional dan internasional di bidang pengembangan hukum. Bidang Pertemuan Ilmiah menyelenggarakan fungsi : a. d. dan pemberian pelayanan teknis administratif. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional. evaluasi. Pasal 1007 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah. kompendium. b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. Pasal 1001 Bidang Pertemuan Ilmiah terdiri atas : a. c.

pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama di tingkat pusat dan daerah untuk perencanaan pembangunan hukum nasional. pelaksanaan inventarisasi dan rencana pengembangan hukum tidak tertulis. (2) Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengembangan hukum tidak tertulis. Pasal 1014 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja sama pengembangan hukum baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. dan b. dan b. pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan program legislasi nasional dan pelaksanaan konsultasi publik program legislasi nasional di daerah. Pasal 1009 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana dan program serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional.Pasal 1008 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas: a. Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum. regional maupun multilateral untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. dan b. Pasal 1010 Bidang Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengelolaan rencana program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis melalui kerja sama antar lembaga pusat dan daerah. Pasal 1011 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis. Pasal 1013 (1) Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program legislasi nasional. Pasal 1016 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum terdiri atas : a. Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi. Pasal 1015 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. Pasal 1012 Bidang Perencanaan Legislasi terdiri atas : a. (2) Subbidang Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administratif. Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama hukum di tingkat internasional baik bilateral. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. Bidang Perencanaan Legislasi menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Subbidang Pelayanan Teknis. dan b. 146 .

(2) Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat internasional untuk mendukung pengembangan hukum nasional. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan dokumentasi dan informasi hukum nasional serta pelayanan teknis. c. Bagian Keenam Pusat Dokumentasi Dan Informasi Hukum Nasional Pasal 1022 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pengelolaan. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan dalam rangka menunjang pembangunan hukum nasional. c. e. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik menyelenggarakan fungsi : a. dan d. d. 147 . Kelompok Jabatan Fungsional. program. Pasal 1018 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan pengembangan perpustakaan serta pelayanan informasi hukum. Pasal 1023 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. Pasal 1024 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional terdiri atas : a. pembinaan dan pengembangan pengelolaan data elektronik. pembinaan dan pengembangan teknis dokumentasi dan informasi hukum. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. Bidang Pengolahan Data Elektronik. Pasal 1020 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik membawahi Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. Pasal 1021 Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan analisis evaluasi dan penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. dan b. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan analisis evaluasi peraturan perundangundangan. b. b. Bidang Jaringan Dokumentasi. program. f. Informasi dan Perpustakaan Hukum. pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum.Pasal 1017 (1) Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat nasional . dan g. pelaksanaan penerbitan dan publikasi hukum. pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum nasional. dan pelaksanaan analisis evaluasi. Pasal 1019 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018.

dan pelayanan teknis. Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik. Pasal 1028 (1) Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan. Pasal 1030 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1029. monitoring kinerja. penjilidan dan penyebarluasan bahan hukum. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. situs jaringan internet. penjilidan dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya. laporan. pengamanan. Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum. penyajian database peraturan perundang-undangan dan bahan data hukum lainnya. dan Pelayanan Teknis. penyebarluasan bahan hukum. Subbidang Penyusunan Program. (2) Subbidang Penyusunan Program. jaringan elektronik. dan kerja sama otomasi hukum. (3) Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi. Bidang Pengolahan Data Elektronik menyelenggarakan fungsi : a. secara elektronik serta pelaksanaan kerjasama otomasi hukum. dan pemeliharaan sarana teknologi informasi. penyusunan laporan dan pelayanan teknis. 148 . ekstranet dan internet. Pasal 1026 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025.Pasal 1025 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. pelaksanaan pengembangan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan serta pengembangan database peraturan perundangundangan dan data hukum lainnya secara elektronik dan kerja sama otomasi hukum. dan c. Monitoring. Monitoring dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dokumentasi dan informasi hukum. perawatan dan pengamanan data elektronik. pengembangan. monitoring. penyiapan penyusunan program. b. jaringan komputer. penyusunan program. dan b. dan b. pengolahan. pembuatan laporan dan pelayanan teknis. Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi. data hukum lainnya. Pasal 1031 Bidang Pengolahan Data Elektronik terdiri atas : a. pelaksanaan pemrograman komputer dan jaringan elektronik. perawatan data elektronik dan jaringan komputer serta sarana teknologi informasi. Pasal 1027 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pelaksanaan penerbitan. Pasal 1029 Bidang Pengolahan Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan pengembangan database peraturan perundang-undangan. reproduksi. Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database. pemrograman komputer. Pasal 1032 (1) Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan pengumpulan. b. (2) Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik mempunyai tugas melakukan pembuatan dan pengembangan pemrograman komputer. reproduksi. dan c.

pengolahan. pengelolaan. pembinaan. regional dan internasional. Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. b.Pasal 1033 Bidang Jaringan Dokumentasi. Pasal 1038 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. pengembangan perpustakaan hukum. dan c. pengumpulan. c. regional dan internasional. c. Informasi dan Perpustakaan Hukum terdiri atas : a. Pasal 1035 Bidang Jaringan Dokumentasi. pelaksanaan pengumpulan. (3) Subbidang Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum. Pasal 1036 (1) Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum serta kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. Informasi dan Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama di bidang pengembangan penyuluhan hukum. dan d. Pasal 1034 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1033. b. b. dan d. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. Bidang Program dan Pelayanan Teknis. penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penyiapan perumusan kebijakan. b. Bidang Jaringan Dokumentasi. Pasal 1039 Pusat Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. Bagian Ketujuh Pusat Penyuluhan Hukum Pasal 1037 Pusat Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan dan pembimbingan penyuluhan hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. regional dan internasional. pengembangan kerja sama secara nasional. Subbidang Perpustakaan Hukum. pelaksanaan pengembangan dan kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. c. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan serta pelayanan teknis penyuluhan hukum. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. dan d. pemberian bimbingan dan petunjuk pelaksanaan di bidang penyuluhan hukum. 149 . Informasi dan Perpustakaan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. dan pembudayaan kesadaran hukum. dan perawatan bahan informasi hukum. evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penyuluhan hukum. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. Pusat Penyuluhan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan.

Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. dan pelayanan teknis. penyusunan program penyuluhan hukum. pendapat umum dan pengembangan metode di bidang penyuluhan hukum. temu wicara dan diskusi. evaluasi. b. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama. bimbingan teknis. Subbidang Penyusunan Program. Pasal 1042 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pemantauan. b. (3) Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan pengolahan pendapat umum mengenai hukum yang berkembang dan pengembangan metode penyuluhan hukum sesuai dengan kebutuhan dalam masyarakat. dan c. Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode. Pasal 1041 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. Pasal 1046 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program. Pasal 1043 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. (2) Subbidang Temu Wicara dan Diskusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi kegiatan temu wicara dan diskusi . dan c. Subbidang Pemantauan dan Evaluasi. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. b. pendapat umum. dan b. Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyuluhan hukum. temu wicara dan diskusi. pemberian bimbingan. koordinasi dan kerja sama. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan hukum. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan penyusunan laporan pelaksanaan penyuluhan hukum.Pasal 1040 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan program. Pasal 1044 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan program pelaksanaan penyuluhan hukum. Pasal 1045 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1047 (1) Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan bimbingan teknis penyuluhan hukum dan koordinasi penyuluhan hukum dengan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat. laporan kegiatan penyuluhan hukum. pelayanan teknis dan penyusunan laporan kegiatan penyuluhan hukum. dan pengembangan metode penyuluhan hukum. Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan. Subbidang Temu Wicara dan Diskusi. 150 . dan d. (3) Subbidang Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan penyuluhan hukum.

Konsultasi dan Bantuan Hukum. pementasan. Pasal 1049 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1048. konsultasi hukum. Pasal 1050 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum terdiri atas : a. Konsultasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan kegiatan pameran. media cetak dan elektronik. (2) Subbidang Media Cetak dan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyuluhan hukum melalui media cetak dan elektronik. dan Temu Sadar Hukum. media cetak dan elektronik dalam upaya membentuk budaya hukum masyarakat. pelaksanaan ceramah. dan b. Subbidang Pameran. pameran. pementasan. (3) Subbidang Pameran. Pasal 1051 (1) Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui kegiatan ceramah. Subbidang Ceramah. Pementasan. bantuan hukum. diskusi dan temu sadar hukum. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum menyelenggarakan fungsi : a. diskusi.Pasal 1048 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui ceramah. bantuan hukum. konsultasi hukum. konsultasi dan bantuan hukum. pameran. 151 . Pementasan. pementasan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembudayaan kesadaran hukum. dan c. temu sadar hukum. diskusi. b. temu sadar hukum. Subbidang Media Cetak dan Elektronik.

hak Sipil dan Politik. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Pasal 1057 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. penyiapan perumusan bahan kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pelaksanaan urusan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balitbang HAM. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1055 Balitbang HAM terdiri atas : a. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1056 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Balitbang HAM. pengelolaan urusan kepegawaian. (2) Balitbang HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Sekretariat Badan.hak Ekonomi. Pasal 1054 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1053. program dan anggaran. b. 152 . c. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Sosial dan Budaya. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan program penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia.BAB XII BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1052 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Balitbang HAM. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. c. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. c. pengelolaan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia.hak Kelompok Rentan. dan e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . d. penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. d. dan e. evaluasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . Balitbang HAM menyelenggarakan fungsi : a. d. evaluasi pelaksanaan. b. pengelolaan urusan data dan informasi. dan e. Pasal 1053 Balitbang HAM mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia.

dan b. pengangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Pasal 1060 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. penggajian. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Bagian Umum. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. 153 . dan b. administrasi jabatan fungsional. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran. Pasal 1061 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Pasal 1065 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a.Pasal 1058 Sekretariat Badan terdiri atas : a. (2) Subbagian Mutasi dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan. b. Bagian Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1064 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 1059 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pemindahan dan mutasi. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. program dan anggaran. penyiapan penyusunan formasi. evaluasi dan penyusunan laporan Balitbang HAM. dan b. kepangkatan. penyiapan bahan penetapan mutasi. dan b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. jabatan struktural. e. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. c. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Balitbang HAM. Subbagian Mutasi dan Pensiun. pendataan. Pasal 1062 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Data dan Informasi. program dan anggaran. pemberhentian dan pensiun. d. dan f. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 1063 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Balitbang HAM. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. Bagian Keuangan. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1066 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran.

Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas. Pasal 1076 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1075. Pasal 1071 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan b. Pasal 1072 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1071. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dan c. pengelolaan dokumentasi di lingkungan Balitbang HAM. pengamanan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 1073 Bagian Umum terdiri atas : a. b. penyajian dan pendistribusian data. pengangkutan dan pengamanan di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1074 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. b. Pasal 1069 Bagian Keuangan terdiri atas : a. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan c. pengolahan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. penyajian data dan informasi. (2) Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. dan b.Pasal 1067 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Balitbang HAM. pengolahan. penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 1068 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1067. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. 154 . tata usaha dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1070 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pengelolaan urusan ketatausahaan dan pelaksanaan urusan administrasi perjalanan dinas. Pasal 1075 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan b. pengumpulan. pelaksanaan anggaran. pengangkutan.

hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Evaluasi dan Laporan. dan 155 . daftar inventarisasi masalah.hak Sipil dan Politik. pemenuhan.hak sipil dan politik dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. h. dan i. Pasal 1081 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Bidang Pengembangan Hak. pengolahan.hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik. d.hak Sipil dan Politik. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak. c. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Penelitian Hak. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak. dan b.Hak Sipil Dan Politik Pasal 1079 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . b. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak.Pasal 1077 Bagian Data dan Informasi terdiri atas : a.hak Sipil dan Politik. penyiapan perumusan standar. Pasal 1082 Bidang Penelitian Hak-hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. Pasal 1080 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. c. f. c. d.hak sipil dan politik berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. b. norma. pedoman. penyusunan rencana. e. Subbagian Data. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . Pasal 1078 (1) Subbagian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. penyajian dan pendistribusian data permasalahan hak asasi manusia.hak sipil dan politik. Bidang Penelitian Hak. program penelitian hak. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia.hak Sipil dan Politik. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. dan d.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi program. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. penegakan.hak sipil dan politik. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri.hak sipil dan politik. b.hak sipil dan politik. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak. Pasal 1083 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. g.

Pasal 1085 (1) Subbidang Penelitian Hak.hak sipil dan politik. Pasal 1088 Bidang Pengembangan Hak. dan b.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. pedoman. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. perumusan rancangan kebijakan.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Subbidang Pengembangan Hak. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak. penyelenggaraan sosialisasi. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Pasal 1086 Bidang Pengembangan Hak.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Politik. kriteria dan prosedur. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. 156 . ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak sipil. dan b. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak-hak sipil dan politik. analisa. standar.hak sipil.hak sipil dan politik. b. daftar inventarisasi masalah. Subbidang Pengembangan Hak.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. inventarisasi. standar. Pasal 1089 (1) Subbidang Pengembangan Hak. pedoman. c.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. Subbidang Penelitian Hak. pelaksanaan kerja sama. Pasal 1087 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak-hak sipil dan politik. penyusunan rencana dan program pengembangan hak. naskah akedemik. Subbidang Penelitian Hak. perumusan rancangan kebijakan.e. daftar inventarisasi masalah. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak.hak sipil dan politik. kriteria dan prosedur.hak politik.undangan. penyiapan bahan perumusan standar norma. norma.hak Sipil dan Politik.hak Sipil. analisa. perumusan rancangan kebijakan. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak sipil dan politik. program dan perumusan rancangan kebijakan.hak Sipil. Pasal 1084 Bidang Penelitian Hak. Pasal 1090 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. Bidang Pengembangan Hakhak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. e. daftar inventarisasi masalah. d. penyelenggaraan sosialisasi. dan f.hak sipil dan politik. naskah akedemik. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak politik.undangan.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. (2) Subbidang Pengembangan Hak.hak Politik. inventarisasi. (2) Subbidang Penelitian Hak. pelaksanaan analisa. norma. pelaksanaan kerja sama.

Sosial dan Budaya terdiri atas : a. h.hak Sipil dan Politik. Bagian Kelima Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. c. daftar inventarisasi masalah. dan i. d. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. pemenuhan. Subbidang Laporan. b.hak Ekonomi. sosial dan budaya berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. dan b.Pasal 1091 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090.Hak Ekonomi. penegakan.hak Ekonomi. dan d. Bidang Evaluasi dan Laporan.hak Ekonomi. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik.hak Ekonomi. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja.hak ekonomi. e. c. Bidang Pengembangan Hak. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. koordinasi program. Subbidang Evaluasi.hak Sipil dan Politik. Pasal 1092 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. pedoman. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian di bidang penelitian dan pengembangan hak. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. d. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. 157 . g. Sosial dan Budaya.hak Ekonomi. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. f. b.hak sipil dan politik. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Bidang Penelitian Hak. Sosial dan Budaya. Pasal 1093 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. sosial dan budaya. c. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya. Pasal 1095 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094. b. Sosial dan Budaya.hak ekonomi. penyiapan perumusan standar.hak Ekonomi. Sosial Dan Budaya Pasal 1094 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. norma.hak Ekonomi.hak Ekonomi. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. Sosial dan Budaya. dan e.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Pasal 1096 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak sipil dan politik.

Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. dan f. dan b. Bidang Pengembangan Hakhak Ekonomi.Pasal 1097 Bidang Penelitian Hak. d.hak ekonomi. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak. dan b.hak ekonomi. Pasal 1100 (1) Subbidang Penelitian Hak. Pasal 1101 Bidang Pengembangan Hak. penyiapan bahan perumusan standar. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerjasama hak asasi manusia. sosial dan budaya. serta penyusunan program penelitian hak. 158 . program dan rancangan kebijakan penelitian hak. sosial. Pasal 1099 Bidang Penelitian Hak.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. sosial dan budaya. program dan rancangan pengembangan hak.hak ekonomi.hak Ekonomi. sosial dan budaya. Subbidang Pengembangan Hak. Subbidang Pengembangan Hak. (2) Subbidang Pengembangan Hak.undangan dalam perspektif hak asasi manusia.hak ekonomi.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. sosial dan budaya. sosial dan budaya.hak sosial dan budaya. d. dan budaya. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak ekonomi. pelaksanaan kerjasama penelitian hak.hak sosial dan budaya.hak Ekonomi.hak Ekonomi. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak. b.hak ekonomi. Subbidang Penelitian Hak.hak Sosial dan Budaya. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Penelitian Hak. pedoman. sosial dan budaya dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak. daftar inventarisasi masalah.hak ekonomi.hak ekonomi.hak ekonomi. e. penyusunan program pengembangan hak. dan budaya. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. sosial dan budaya.hak ekonomi. sosial. norma. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. (2) Subbidang Penelitian Hak. b. Pasal 1098 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak. sosial dan budaya. program dan rancangan pengembangan hak. Bidang Penelitian Hak. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. Pasal 1104 (1) Subbidang Pengembangan Hak. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. sosial dan budaya. program dan rancangan kebijakan penelitian hak.hak ekonomi.hak ekonomi.hak Sosial dan Budaya. Pasal 1103 Bidang Pengembangan Hak. sosial dan budaya.hak Ekonomi. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. Pasal 1102 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak.hak Ekonomi.hak Ekonomi.hak ekonomi. c. dan e. c.hak Ekonomi.hak ekonomi.

daftar inventarisasi masalah. g.hak Ekonomi. Pasal 1107 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a.hak Ekonomi. Pasal 1106 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. Bagian Keenam Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat Pasal 1109 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. sosial dan budaya. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia.hak Ekonomi. f. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak ekonomi. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam perspektif hak asasi manusia. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. dan j. Pasal 1108 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. h. Pasal 1110 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. norma. b. pemenuhan. dan b. b. penyiapan perumusan standar. penegakan. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak ekonomi. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. 159 . koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. Subbidang Laporan. sosial dan budaya. dan Budaya.hak Ekonomi. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. Sosial. c.hak Ekonomi.Pasal 1105 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat.kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Sosial dan Budaya. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan atas kasus. Sosial dan Budaya. e. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. d. Sosial dan Budaya. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. pedoman. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak asasi manusia yang berat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Subbidang Evaluasi. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan. dan f. c. i. d. Sosial dan Budaya. koordinasi program.

dan b. kriteria dan prosedur pengembangan hak asasi manusia yang berat. dan d. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak asasi manusia yang berat. 160 . Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. Pasal 1117 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1116. b. (2) Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. c.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Pasal 1115 (1) Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak asasi manusia yang berat. b. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat. b. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak asasi manusia yang berat. daftar inventarisasi masalah. dan b. Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. dan penyusunan program penelitian hak asasi manusia yang berat. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida. e. penyiapan bahan perumusan standar norma. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan genosida. pelaksanaan kerja sama penelitian hak asasi manusia yang berat dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. Pasal 1116 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. d. c. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak asasi manusia yang berat. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat. d. c. dan e. Pasal 1112 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. pedoman. dan f. Bidang Evaluasi dan Laporan. Pasal 1113 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112 . Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida. Pasal 1114 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. dan penyusunan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. Pasal 1118 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a.Pasal 1111 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pasal 1119 (1) Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan genosida. (2) Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasal 1120 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1121 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1120, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1122 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1123 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan Pasal 1124 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. Pasal 1125 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1124, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; b. penyiapan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan, penegakan, pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia; c. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri;

161

e. koordinasi dan sosialisasi di bidang hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia hakhak kelompok rentan; f. koordinasi program, evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; h. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; i. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak- hak kelompok rentan; dan j. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. Pasal 1126 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; b. Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; c. Bidang Evaluasi dan Laporan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1127 Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian, pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program penelitian hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. Pasal 1128 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127, Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri; c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; d. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1129 Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas: a. Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas. Pasal 1130 (1) Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di perempuan dan anak. (2) Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di kelompok minoritas. Pasal 1131 Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program pengembangan hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak

162

Pasal 1132 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131, Bidang Pengembangan Hakhak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; c. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. penyiapan bahan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan hakhak perempuan, anak dan kelompok minoritas; e. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan f. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1133 Bidang Pengembangan Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas. Pasal 1134 (1) Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak perempuan dan anak. (2) Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak kelompok minoritas. Pasal 1135 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-hak Kelompok Rentan. Pasal 1136 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak kelompok rentan; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan. Pasal 1137 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1138 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan.

163

BAB XIII BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1139 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPSDM Hukum dan HAM, adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengembangan sumber daya manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. (2) BPSDM Hukum dan HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1140 BPSDM Hukum dan HAM mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140, BPSDM Hukum dan HAM menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; c. pelaksanaan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; d. koordinasi dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; e. pemberian bimbingan teknis tata penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; f. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dan hasil pendidikan dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; dan g. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1142 BPSDM Hukum dan HAM terdiri atas : a. Sekretariat Badan; b. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen; c. Pusat Pengembangan Teknis; d. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1143 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1144 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143, Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana, program dan anggaran, evaluasi, penyusunan laporan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. pelaksanaan dan koordinasi kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia;

164

c. pengelolaan urusan kepegawaian, tata usaha dan administrasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; d. pengelolaan urusan administrasi keuangan; dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1145 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama; b. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1146 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, pengelolaaan data, penyusunan laporan, pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan serta kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1147 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146, Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi; c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan; d. pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan; e. penyiapan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh; dan f. penyiapan penyusunan pelaksanaan kerja sama pengembagan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1148 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran; b. Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 1149 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan serta melakukan urusan hubungan masyarakat dan keprotokolan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh serta pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1150 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian, ketatausahaan, administarsi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM.

165

Pasal 1151 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150, Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan formasi, pendataan, dan pengembangan pegawai, penyiapan bahan penetapan mutasi, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengelolaan urusan surat-menyurat, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan pengelolaan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM; dan c. pengelolaan urusan administrasi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1152 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian; b. Subbagian Tata Usaha; dan c. Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1153 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi, pendataan, pengembangan pegawai, pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan, pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia, penyiapan bahan penetapan pengangkatan, kepangkatan, penggajian, pemindahan dan mutasi pegawai, pemberhentian dan pensiun, pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat meliputi penerimaan, pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM. (3) Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan seleksi dan pemanggilan peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1154 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1155 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas; dan c. pelaksanaan urusan pembukuan, perhitungan, dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1156 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan; dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1157 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan, perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.

166

rumah tangga. Pasal 1159 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1158. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. e. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan rumah tangga. 167 . pedoman. dan f. pengangkutan. b. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Perpustakaan dan Arsip. b. dan c. b. pengamanan dalam. pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Kelompok Jabatan Fungsional. b. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1164 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen terdiri atas : a. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen Pasal 1162 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pengamanan dalam dan pengangkutan. norma. (3) Subbagian Perpustakaan dan Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Subbagian Perlengkapan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Bidang Program. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. c. dan c. Pasal 1163 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1162.Pasal 1158 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. pengamanan dalam serta pelaksanaan urusan pengangkutan. d. perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bidang Penyelenggaraan. Pasal 1160 Bagian Umum terdiri atas : a. c. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen. dan d. penyiapan penyusunan standar. pengelolan urusan perlengkapan. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1161 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan.

Pasal 1168 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. dan b. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. pemanggilan tenaga pengajar. dan jenis peserta berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. dan pengelolaan urusan dokumentasi. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. dan b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1172 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. kurikulum dan silabus. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penggandaan.Pasal 1165 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penjadualan. Subbidang Penyusunan Program. penyiapan penyusunan standardisasi. Pasal 1171 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. 168 . Pasal 1166 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pemanggilan tenaga pengajar. kurikulum dan silabus. dan b. Subbidang Pengajaran. Pasal 1169 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Pasal 1167 Bidang Program terdiri atas : a. Pasal 1170 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. Subbidang Standardisasi dan Metode. jumlah. Pasal 1173 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. metode dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen.

Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. Pasal 1179 Pusat Pengembangan Teknis terdiri atas : a. Bidang Penyelenggaraan. norma. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dan pengelolaan urusan dokumentasi. b. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen serta pengelolaan urusan dokumentasi. Subbidang Evaluasi. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. pedoman. e. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. Pasal 1176 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. b. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Teknis Pasal 1177 Pusat Pengembangan Teknis mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan teknis berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1178 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1177. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. c. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan penyusunan standar. Pasal 1175 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 1180 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. d. c. dan f. dan b. Pusat Pengembangan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Teknis. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis.Pasal 1174 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1173. 169 . dan d. Bidang Program.

(2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis.Pasal 1181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1180. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis serta pengelolaan urusan dokumentasi. Pasal 1187 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. kurikulum dan silabus. Pasal 1184 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan penyusunan standardisasi dan metode. Subbidang Standardisasi dan Metode. penjadualan. dan b. jumlah dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. dan b. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. 170 . penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. Pasal 1188 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. Pasal 1182 Bidang Program terdiri atas : a. Subbidang Penyusunan Program. dan b. kurikulum dan silabus. Subbidang Pengajaran. serta pengelolaan urusan dokumentasi. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penggandaan. Pasal 1186 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. dan b. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. dan b. pemanggilan tenaga pengajar. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Pasal 1183 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. pemanggilan tenaga pengajar.

Pasal 1195 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. 171 . Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional Dan Hak Asasi Manusia Pasal 1192 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Bidang Penyelenggaraan. dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. pedoman. kriteria. e. dan b. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. Pasal 1193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1192. c. metode. Pasal 1191 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. b. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan d. dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis dan pengelolaan urusan dokumentasi. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1194 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. b. penyiapan penyusunan standar. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1196 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. Subbidang Evaluasi. Bidang Program. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia. norma. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. c. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan f. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan standardisasi.Pasal 1190 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. d.

Subbidang Evaluasi. Subbidang Penyusunan Program. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. pemanggilan tenaga pengajar. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dan pengelolaan urusan dokumentasi. dan b. dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.Pasal 1197 Bidang Program terdiri atas : a. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penjadualan kegiatan pelatihan. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. jumlah. Subbidang Pengajaran. penggandaan. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelatihan. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. Subbidang Standardisasi dan Metode. Pasal 1204 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. penjadualan. dan b. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. dan b. penyiapan. Pasal 1202 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1201 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. dan b. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1198 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1200 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. penyusunan kurikulum dan silabus. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. pemanggilan tenaga pengajar. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. dan pengelolaan urusan dokumentasi. kurikulum dan silabus. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1203 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. Pasal 1205 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1199 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. dan b. 172 . (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia.

Staf Ahli menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Pasal 1210 (1) Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah perekonomian dan hubungan luar negeri. Sosial dan Keamanan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah politik. 173 . pemikiran dan pengkajian aspek hak asasi manusia. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pasal 1208 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. pemikiran dan pengkajian aspek hukum lingkungan dan pertanahan. Sosial dan Keamanan. (2) Staf Ahli Bidang Politik. dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum. sosial dan keamanan. Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia. c. Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri. d.Pasal 1206 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Direktorat Jenderal. b. Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan. Pasal 1209 (1) Staf Ahli terdiri dari : a. BAB XIV STAF AHLI Pasal 1207 Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahlianya. (3) Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah hukum lingkungan dan pertanahan. Staf Ahli Bidang Politik. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia serta pengelolaan urusan dokumentasi. (4) Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah pengembangan budaya hukum. pemikiran dan pengkajian aspek politik. pemikiran dan pengkajian aspek ekonomi dan hubungan luar negeri. sosial dan keamanan. e. Badan dan Inspektorat Jenderal. (3) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. c. b. (5) Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pelanggaran hak asasi manusia. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal.

(2) Pusjianbang dipimpin oleh seorang Kepala. kepegawaian. b. dalam Pasal 1215. Bagian Umum. Subbagian Keuangan. kepegawaian. pelaksanaan pengkajian dan pengembangan serta perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. pengelolaan administrasi Jabatan Fungsional. b. dan c. dan c. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Bagian Umum Pasal 1217 Bagian Umum terdiri atas : a. Bidang Penyusunan Program dan Laporan. pengelolaan urusan tata usaha dan kepegawaian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1214 Pusjianbang terdiri atas : a. pemasyarakatan. Pasal 1213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Pusjianbang. Bidang Pengkajian dan Pengembangan. dan e. pemasyarakatan. keimigrasian. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pengelolaan urusan tata usaha. dan d. c. serta pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pusjianbang menyelenggarakan fungsi : a. keuangan. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif. administrasi keuangan. b. keimigrasian. d. penyusunan rencana. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. b. pengelolaan urusan administrasi keuangan. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.BAB XV PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1211 (1) Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Pusjianbang adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengkajian dan pengembangan kebijakan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. 174 . program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan Pusjianbang. Pasal 1212 Pusjianbang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. Pasal 1216 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1215 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

pelaksanaan kegiatan pengembangan hasil pengkajian kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan serta pengelolaan urusan perpustakaan dan dokumentasi. b. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. Pasal 1219 Bidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 1223 Bidang Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. (2) Subbidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi program dan laporan akuntabilitas kinerja di lingkungan Pusjianbang. dan kepegawaian di lingkungan Pusjianbang. penerimaan. dan c. analisa dan pengembangan kebijakan. pembukuan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran di lingkungan Pusjianbang. (3) Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan atas hasil pengkajian dan pengembangan kebijakan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan guna mendukung kegiatan pengkajian dan pengembangan. pembuatan perumusan rekomendasi kebijakan. program dan anggaran . Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan. Pasal 1220 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. Pasal 1224 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. program dan anggaran serta laporan Pusjianbang. b. Pasal 1222 (1) Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana.Pasal 1218 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat. Pasal 1225 Bidang Pengkajian dan Pengembangan terdiri atas : a. dan b. Bidang Pengkajian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1221 Bidang Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. pelaksanaan kegiatan pengkajian kebijakan. 175 . perawatan barang inventaris dan pengamanan sarana dan prasarana. Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan. Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan. (3) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. pengelolaan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Subbidang Evaluasi dan Laporan. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. dan b. Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran. (2) Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan melalui kegiatan diskusi dan seminar atas hasil pengkajian kebijakan serta perumusan atas hasil pengembangan kebijakan guna dijadikan rekomendasi kepada Pimpinan Departemen. dan d. penataan kearsipan. pemeliharaan. c. Bidang Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1226 (1) Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan mempunyai tugas melakukan pengkajian melalui pengumpulan. pengolahan dan analisa data serta penyajian hasil pengkajian kebijakan.

terdiri atas Jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Kepala Subdirektorat. Sekretaris Badan. Staf Ahli. Pasal 1228 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. Kepala Bagian. Pasal 1231 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Direktur. Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam Departemen serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Kepala Badan. Kepala Subbidang. Direktur Jenderal. Kepala Biro.BAB XVI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1227 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Kepala Subbagian. Pasal 1232 Setiap pimpinan satuan organisasi dan pejabat fungsional wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Inspektur Jenderal. Inspektur. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala Bidang. Pasal 1230 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Biro/Sekretariat Direktorat Jenderal/Direktorat/Sekretariat Badan/Pusat secara administratif bertanggung jawab kepada masing-masing Kepala Biro/Sekretaris Direktorat Jenderal/Direktur/Sekretaris Badan/Kepala Pusat. (1) (2) (3) (4) (5) (6) BAB XVII TATA KERJA Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal. 176 . Kepala Seksi. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Kepala Pusat. Pasal 1233 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinir oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Kepala UPT dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Pasal 1237 Instansi Vertikal di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1238 (1) Di lingkungan Departemen terdapat Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Departemen sesuai dengan kebutuhan. ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 1235 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 177 .Pasal 1234 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.03-PR. (2) Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Tugas dan Fungsi. (2) Pembentukan. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuansatuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 1241 Peraturan Menteri Nomor M. BAB XVIII INSTANSI VERTIKAL Pasal 1236 (1) Instansi Vertikal Departemen adalah Kantor Wilayah Departemen di Propinsi. Pasal 1239 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. Pasal 1242 Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. BAB XX KETENTUAN PENUTUP Pasal 1240 Perubahan atas susunan Organisasi dan Tata Kerja dalam peraturan ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. ditetapkan dengan Peraturan Menteri tersendiri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku.07. Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 April 2007 178 .

09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA STAF AHLI INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA i .07.I Nomor : M.

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERLENGKAPAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ii .09-PR.07.I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN LAPORAN BAGIAN ORGANISASI BAGIAN KETATALAKSANAAN Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Evaluasi dan Laporan I Subbagian Evaluasi dan Laporan II Subbagian Evaluasi dan Laporan III Subbagian Evaluasi dan Laporan IV Subbagian Kelembagaan I Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja Subbagian Pengembangan Sistem Prosedur dan Metode Kerja Subbagian Evaluasi Tatalaksana Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Kelembagaan II Subbagian Kelembagaan III iii .

BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN PEMBERHENTIAN. PENSIUN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai Subbagian Peraturan Perundangundangan Subbagian Jaminan Sosial Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai Subbagian Pengembangan Sistem dan Diklat Luar Negeri Subbagian Penyaringan Pegawai Subbagian Mutasi I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai Subbagian Tata Naskah I Subbagian Mutasi II Subbagian Tata Naskah II Subbagian Mutasi III Subbagian Penggandaan I Subbagian Mutasi IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Penggandaan II iv .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN DAN TATA USAHA KEUANGAN BAGIAN PENGUJIAN DAN PENERBITAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN Subbagian Pelaksanaan Anggaran I Subbagian Pelaksanaan Anggaran II Subbagian Pelaksanaan Anggaran III Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM I Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM II Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM III Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM IV Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV Subbagian Tata Usaha Keuangan Subbagian Kerugian Negara Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL v .

BIRO PERLENGKAPAN BAGIAN ANALISA KEBUTUHAN BAGIAN PENGADAAN BAGIAN PENYIMPANAN DAN PENYALURAN BAGIAN INVENTARISASI BAGIAN PENGHAPUSAN Subbagian Penyediaan Data Subbagian Harga dan Mutu Subbagian Pergudangan dan Penyaluran Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan Subbagian Pemeliharaan Subbagian Pembukuan Subbagian Penilaian Subbagian Pembakuan Subbagian Tender Subbagian Pendataan Inventaris Subbagian Perubahan Status P l k Subbagian Pelaksanaan Penghapusan Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pembelian Subbagian Statistik dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vi .

Evaluasi dan Laporan Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vii .BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAGIAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI Subbagian Hubungan Kelembagaan Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan Subbagian Kerja Sama BadanBadan Internasional Subbagian Kerja Sama Antar Negara Subbagian Penyusunan Program.

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA DEPARTEMEN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN BINA SIKAP MENTAL BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PENGAMANAN Subbagian Persuratan Subbagian Tata Usaha Menteri Subbagian Tata Usaha Sekretariat Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Protokol Subbagian Rohani dan Sosial Subbagian Kesehatan Pegawai Subbagian Kesejahteraan Subbagian Urusan Dalam Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas Subbagian Gaji Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pengamanan Pimpinan Subbagian Pengamanan Lingkungan Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi Subbagian Arsip Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Agenda dan Pengiriman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL viii .

I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT PUBLIKASI.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR. KERJA SAMA DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH ix .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jafung Subbagian Mutasi. Informasi dan Laporan Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Arsip dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat x . Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Data.

DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI SUBDIREKTORAT METODE. DAN PENYIAPAN PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan P d d Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundangundangan SUBDIREKTORAT PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG UNDANG SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN Seksi Penyusunan Rencana dan Program Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-undang Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-undang KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengelolaan Dokumentasi Seksi Perpustakaan Hukum xi . TEKNIK.

PERDAGANGAN. DAN KEAMANAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG INDUSTRI. Perdagangan. Perdagangan. Riset dan Teknologi II SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II Seksi Analisa Bidang Politik.DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG POLITIK. dan Keamanan II Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xii . dan Keamanan I Seksi Analisa Bidang Politik. Riset dan Teknologi I Seksi Analisa Bidang Industri. RISET DAN TEKNOLOGI Seksi Analisa Bidang Industri. Hukum. HUKUM. Hukum.

Prasarana dan Implementasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xiii . KERJA SAMA. DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PUBLIKASI SUBDIREKTORAT KERJA SAMA SUBDIREKTORAT PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Seksi Penerbitan Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan Seksi Administrasi Pengundangan Seksi Aplikasi Seksi Distribusi dan Penyebarluasan Seksi Dokumentasi Seksi Sarana.DIREKTORAT PUBLIKASI.

Laporan dan Dokumentasi xiv .DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIAPAN DAN PENDAMPINGAN PERSIDANGAN SUBDIREKTORAT FASILITASI BAHAN DAN ANALISIS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR LEMBAGA Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan Seksi Penyiapan Bahan dan Data Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat Seksi Analisis.

DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN PELAPORAN SUBDIREKTORAT PEMBINAAN TEKNIK PERANCANGAN PERATURAN DAERAH SUBDIREKTORAT MEDIASI DAN KONSULTASI Seksi Pengumpulan Data 4 Seksi Perencanaan d P Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Bimbingan dan Latihan Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi Seksi Pengolahan Data KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xv .

I Nomor : M.09-PR.07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERDATA DIREKTORAT PIDANA DIREKTORAT TATA NEGARA DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL DIREKTORAT DAKTILOSKOPI xvi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendahara an Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas Subbagian Pengetikan dan P d Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan xvii .

DIREKTORAT PERDATA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM PERDATA UMUM SUBDIREKTORAT BADAN HUKUM SUBDIREKTORAT PENDAFTARAN FIDUSIA SUBDIREKTORAT HARTA PENINGGALAN SUBDIREKTORAT NOTARIAT Seksi Pendapat Hukum Seksi Legalisasi Seksi Perseroan Tertutup Seksi Perseroan Terbuka Seksi Badan Hukum Sosial Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Penerimaan dan Pemrosesan Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan Seksi Daftar Wasiat Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris Seksi Pengawasan Notaris Seksi Dokumentasi Notariat Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Perubahan Nama Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Dokumentasi xviii .

DIREKTORAT PIDANA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PIDANA UMUM SUBDIREKTORAT EKSTRADISI DAN BANTUAN HUKUM TIMBAL BALIK SUBDIREKTORAT PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL Seksi Analisa Hukum Pidana Seksi Ekstradisi Seksi Bimbingan dan Pemantauan PPNS Seksi Pemantauan dan Evaluasi Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik Seksi Dokumentasi xix .

I Seksi Analisa dan Pertimbangan Seksi Analisa Pewarganegaraan Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Khusus Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Umum Seksi Dokumentasi Seksi Penyelesaian Seksi Pendaftaran Partai Politik Seksi Pengujian dan Pemantauan xx .DIREKTORAT TATA NEGARA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM TATA NEGARA SUBDIREKTORAT PEWARGANEGARAAN SUBDIREKTORAT BUKTI KEWARGANEGARAAN R.

DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL UMUM SUBDIREKTORAT HUKUM EKONOMI DAN KELEMBAGAAN INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT HUKUM LAUT DAN HUKUM UDARA Seksi Hukum Humaniter Seksi Hukum Lingkungan Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral Seksi Hukum Laut Seksi Hukum Udara Seksi Dokumentasi xxi .

DIREKTORAT DAKTILOSKOPI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERUMUSAN DAN IDENTIFIKASI SUBDIREKTORAT DATA DAN INFORMASI SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN ARSIP TERAAN Seksi Perumusan Seksi Pengumpulan Data Seksi Penataan dan Informasi Seksi Dokumentasi Seksi Identifikasi Seksi Arsip Teraan xxii .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK DIREKTORAT BINA PERAWATAN DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA xxiii .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.I Nomor : M.07.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Perundangundangan d Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Humas dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxiv .

DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT REGISTRASI

SUBDIREKTORAT PENEMPATAN DAN MUTASI

SUBDIREKTORAT SIDIK JARI

SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN DOKUMENTASI

Seksi Registrasi Tahanan dan Basan Seksi Registrasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan

Seksi Penempatan, Mutasi Tahanan dan Basan Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan

Seksi Perumusan dan Identifikasi Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan

Seksi Statistik, Dokumentasi Tahanan dan Basan Seksi Statistik, Dokumentasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan

xxv

DIREKTORAT BINA PERAWATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESEHATAN DAN MAKANAN

SUBDIREKTORAT BASAN DAN BARAN

SUBDIREKTORAT SARANA DAN EVALUASI

Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi Seksi Pengendalian Bahan Makanan

Seksi Pemeliharaan Seksi Penilaian Jenis dan Mutu

Seksi Analisa Kebutuhan Seksi Pengelolaan Sarana Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Penghapusan

xxvi

DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DAN BIMBINGAN

SUBDIREKTORAT PEMBINAAN

SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN

SUBDIREKTORAT PEMBIMBINGAN

Seksi Bimbingan Hukum Seksi Orientasi dan Observasi Seksi Penelitian Kemasyarakatan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Mental Rohani Seksi Pembinaan Kewarganegaraan Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan

Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan Seksi Pendidikan Luar Sekolah

Seksi Bimbingan Klien

Seksi Asimilasi

Seksi Integrasi Seksi Pendayagunaan Kerja TPP

xxvii

DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT BIMBINGAN DAN LATIHAN KETERAMPILAN

SUBDIREKTORAT KEGIATAN KERJA

SUBDIREKTORAT PRODUKSI

SUBDIREKTORAT TENAGA KERJA

SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN PEMASARAN

Seksi Bimbingan Minat dan Bakat Seksi Pengembangan Kewirausahaan Seksi Bimbingan Keterampilan Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan

Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan

Seksi Standardisasi dan Pengendalian Seksi Pembinaan Produksi Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi

Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Kemitraan

Seksi Pemasaran Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan

xxviii

DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN

SUBDIREKTORAT SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TEKNIS PETUGAS PENGAMANAN

Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Kamtib

Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Kamtib Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Kamtib Seksi Evaluasi dan Laporan Kamtib

Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Kamtib Seksi Penindakan Gangguan Kamtib Seksi Keselamatan dan Keamanan Basan dan Baran

Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan Seksi Bantuan Hukum

xxix

DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERAWATAN KESEHATAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT BIMBINGAN HUKUM SUBDIREKTORAT KEMITRAAN Seksi Identifikasi Ketergantung an Seksi Perawatan Jasmani Seksi Perawatan Mental Rohani Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan Seksi Keterampilan dan Usaha Seksi Seni dan Budaya Seksi Konsultasi Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah Seksi Kerja Sama LSM dan Antar Negara Seksi Monitoring dan Evaluasi xxx .

I Nomor : M. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN xxxi .09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

LITIGASI DAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Analisa Kebutuhan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pengembangan. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengadaan dan Peralatan Subbagian Litigasi Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Tata Persuratan. Dokumentasi & Kepustakaan Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Subbagian Peraturan Perundangundangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxii .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN HUMAS.

dan PLB Seksi Paspor TKI Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Evaluasi dan Laporan Seksi Visa Kunjungan Seksi Izin Masuk Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI Seksi Izin Bertolak Seksi Fasilitas Wisatawan Asing Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian Seksi Visa Tinggal Terbatas xxxiii . VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN TKI SUBDIREKTORAT VISA SUBDIREKTORAT IZIN MASUK DAN BERTOLAK SUBDIREKTORAT FASILITAS KEIMIGRASIAN Seksi Paspor.DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN. SPLP.

DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT IZIN TINGGAL SUBDIREKTORAT ALIH STATUS KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT STATUS KEIMIGRASIAN Seksi Izin Tinggal Kunjungan Seksi Izin Tinggal Terbatas Seksi Izin Tinggal Tetap Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Status Keimigrasian Seksi Surat Keterangan Keimigrasian Seksi Izin Tinggal Khusus / Darurat xxxiv .

DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT OPERASI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PRODUKSI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENGAMANAN PERIZINAN KEIMIGRASIAN Seksi Operasi Intelijen Wilayah I Seksi Operasi Intelijen Wilayah II Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri Seksi Pengamanan Perizinan WNI Seksi Pengamanan Perizinan WNA Seksi Produksi Intelijen xxxv .

DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIDIKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENINDAKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENANGKALAN SUBDIREKTORAT DETENSI IMIGRASI DAN DEPORTASI Seksi Penyidikan Wilayah I Seksi Penindakan Wilayah I Seksi Pencegahan Seksi Detensi Imigrasi Seksi Penyidikan Wilayah II Seksi Penindakan Wilayah II Seksi Penangkalan Seksi Deportasi Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara Seksi Pembinaan PPNS Imigrasi Seksi Evaluasi dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxvi .

dan Papua New Guinea Seksi Organisasi Internasional PBB Seksi Organisasi Internasional Non PBB Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Asia Pasifik dan Afrika Seksi Amerika dan Eropa Seksi Penyebaran Informasi xxxvii .DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT LINTAS BATAS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN KERJA SAMA KEIMIGRASIAN PERWAKILAN Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina Seksi Lintas Batas Timor Leste.

DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN DOKUMEN Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian xxxviii .DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENYEBARAN DAN KERJA SAMA SISTEM INFORMASI Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam N i Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri SUBDIREKTORAT PERENCANAAN. PENGEMBANGAN DAN PENGAMANAN SISTEM INFORMASI Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi SUBDIREKTORAT REGISTRASI.

09-PR. DESAIN INDUSTRI. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG DIREKTORAT PATEN DIREKTORAT MEREK DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI xxxix .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMISI BANDING SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT HAK CIPTA.07.I Nomor : M.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Administrasi Penyidik Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional Subbagian Administrasi HKI Subbagian Tata Usaha Pimpinan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xl .

Mutasi dan Lisensi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Hak Cipta Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang xli . DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT DESAIN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HAK CIPTA. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis Seksi Pemeriksaan dan Publikasi Seksi Sertifikasi. DESAIN INDUSTRI.DIREKTORAT HAK CIPTA.

DIREKTORAT PATEN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN I SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN II SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN III SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Formalitas Seksi Pelayanan Teknis Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemeliharaan. Pengalihan Hak dan Lisensi Seksi Publikasi Seksi Sertifikasi xlii .

DIREKTORAT MEREK Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERMOHONAN DAN PELAYANAN SUBDIREKTORAT PEMERIKSAAN SUBDIREKTORAT INDIKASI GEOGRAFIS SUBDIREKTORAT SERTIFIKASI DAN PENGUMUMAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan Seksi Pemeriksaan Formalitas Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Seksi Sertifikasi Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding Seksi Mutasi dan Lisensi Seksi Pelayanan Teknis Seksi Klasifikasi Seksi Pengumuman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xliii .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA NASIONAL Seksi Penyebaran Informasi Seksi Pengkajian dan Pengembangan Seksi Kerja Sama Regional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah Seksi Pelatihan Seksi Perpustakaan xliv .

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Seksi Dokumentasi Hak Paten Seksi Dokumentasi Hak Merek KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlv .DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM SUBDIREKTORAT PENDUKUNG SISTEM SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PROSES SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI Seksi Administrasi dan Pengembangan Data Base Seksi Pengembangan Aplikasi Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan Seksi Administrasi Sistem Jaringan Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi I f i Seksi Situs Internet Seksi Dokumentasi Hak Cipta. Desain Industri.

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA xlvi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.I Nomor : M.09-PR.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Mutasi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perjalanan Dinas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlvii .

DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PEMBERDAYAAN ALUMNI DAN INSTITUSI HAM SUBDIREKTORAT DISEMINASI HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT BAHAN DISEMINASI Seksi Pendidikan Dalam Negeri Seksi Pendidikan Luar Negeri Seksi Kurikulum Pendidikan HAM Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri Seksi Institusi HAM Non Pemerintah Seksi Institusi HAM Pemerintah Seksi Diseminasi Aparatur Negara Seksi Diseminasi Penegak Hukum Seksi Diseminasi Masyarakat Seksi Bahan Instrumen Nasional Seksi Bahan Instrumen Internasional Seksi Bahan Instrumen Praktis xlviii .

SOSIAL DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT INSTRUMEN HAM Seksi Kerja Sama Asia Pasifik Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi LSM Internasional Seksi Kerja Sama Hak Sipil Seksi Kerja Sama Hak Politik Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi Seksi Kerja Sama Hak Sosial Seksi Kerja Sama Hak Budaya Seksi Ratifikasi Instrumen HAM Internasional Seksi Harmonisasi Instrumen HAM Nasional xlix .DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK SIPIL DAN POLITIK SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK EKONOMI.

DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PEREMPUAN SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK TENAGA KERJA SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya l . Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.

DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM INFORMASI HAM SUBDIREKTORAT PENDAYAGUNAAN INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Seksi Pengumpulan Data Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi HAM Penerbitan dan Penyebaran Informasi HAM Seksi Seksi Pengolahan Data Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan li .

DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENERAPAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PERMASALAHAN DAN DISKRIMINASI HAM SUBDIREKTORAT PROSES PENEGAKAN HUKUM DAN HAM SUBDIREKTORAT EVALUASI DAN PELAPORAN HAM Seksi Penerapan HAM di Pemerintah Seksi Permasalahan HAM Seksi Pra Peradilan Seksi Evaluasi HAM Seksi Penerapan HAM di Masyarakat dan Dunia Usaha Seksi Diskriminasi HAM Seksi Pasca Peradilan Seksi Pelaporan HAM lii .

HAK ASASI MANUSIA DAN HKI PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN INSPEKTORAT KHUSUS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liii .10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN INSPEKTORAT HUKUM.I Nomor : M.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN I BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN II BAGIAN UMUM BAGIAN KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Analisis LHP Kepegawaian I Subbagian Analisis LHP Kepegawaian II Subbagian Analisis LHP Keuangan. Pemberhentian Subbagian Mutasi dan Promosi Subbagian Pengembangan Pegawai KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liv . dan Perlengkapan Subbagian Analisis LHP Hukum. HAM dan HKI Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan I Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan II Subbagian Analisis LHP Keimigrasian Subbagian Analisis LHP Khusus Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Keuangan Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Umum.

INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lv .

INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvi .

HAK ASASI MANUSIA DAN HKI Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvii .INSPEKTORAT HUKUM.

PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lviii .

INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lix .

INSPEKTORAT KHUSUS Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lx .

I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL PUSAT PENYULUHAN HUKUM lxi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.07.09-PR.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Arsip Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxii .

PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI BIDANG PENELITIAN DAN PENGKAJIAN HUKUM BIDANG PERTEMUAN ILMIAH Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi Subbidang Penelitian Hukum Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah Subbidang Pengkajian Hukum Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiii .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM.

PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PERENCANAAN LEGISLASI BIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN HUKUM BIDANG ANALISIS EVALUASI DAN PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis Subbidang Kerja sama Nasional Pengembangan Hukum Subbidang Kerja sama Internasional Pengembangan Hukum Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiv .

Monitoring.PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL BIDANG PUBLIKASI HUKUM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK BIDANG JARINGAN DOKUMENTASI. dan Pelayanan Teknis Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Data Base Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Perpustakaan Hukum lxv . INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN HUKUM Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum Subbidang Penyusunan Program.

Pementasan.PUSAT PENYULUHAN HUKUM BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGEMBANGAN PENYULUHAN HUKUM BIDANG PEMBUDAYAAN KESADARAN HUKUM Subbidang Penyusunan Program Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis Subbidang Temu Wicara dan Diskusi Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum Subbidang Media Cetak dan Elektronik Subbidang Pameran. Konsultasi dan Bantuan Hukum Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan Subbidang Pemantauan dan Evaluasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxvi .

I Nomor : M.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK SIPIL DAN POLITIK PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK EKONOMI.09-PR. SOSIAL DAN BUDAYA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN lxvii .

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN DATA DAN INFORMASI Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Subbagian Data Subbagian Mutasi dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas Subbagian Informasi dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan lxviii .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENELITIAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Sipil Subbidang Pengembangan Hak-hak Sipil Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Politik Subbidang Pengembangan Hak-hak Politik Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxix .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI. SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENELITIAN HAK–HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hakhak Ekonomi Subbidang Pengembangan Hak-hak Ekonomi Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hakhak Sosial dan Budaya KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Sosial dan Budaya Subbidang Laporan lxx .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT BIDANG PENELITIAN HAM YANG BERAT BIDANG PENGEMBANGAN HAM YANG BERAT BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Keman siaan Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxi .

ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Kelompok Minoritas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas Subbidang Laporan lxxii . ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG PENGEMBANGAN HAKHAK PEREMPUAN.PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN BIDANG PENELITIAN HAK-HAK PEREMPUAN.

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA AKIP AIM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiii .07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.I Nomor : M.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data. Laporan dan Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Kerja Sama Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perpustakaan dan Arsip KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiv .

PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxv .

PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvi .

PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvii .

10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BAGIAN UMUM Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian Subbagian Keuangan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan BIDANG PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbidang Evaluasi dan Laporan BIDANG PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxviii .09 – PR.PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.07.

fungsi. TUGAS. penyampaian laporan hasil evaluasi. : 1. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. tugas. Tugas.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN. e. 2. 3. kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidangnya. TUGAS. dan Fungsi Pasal 25 (1) (2) Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah. perumusan kebijakan nasional. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. susunan organisasi. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. Menimbang : bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Kabinet Indonsia Bersatu dan untuk lebih meningkatkan koordinasi serta kelancaran penyelenggaraan pemerintahan negara yang berdaya guna dan berhasil guna. d. SUSUNAN ORGANISASI. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. MEMUTUSKAN : : PERATURAN PRESIDEN TENTANG KEDUDUKAN. c. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Mengingat Menetapkan I . dan tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. Departemen dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. saran. b. FUNGSI. Departemen menyelenggarakan fungsi : a. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. FUNGSI. SUSUNAN ORGANISASI. BAB III DEPARTEMEN Bagian Pertama Kedudukan. dipandang perlu menetapkan kedudukan. Pasal 26 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan.

Departemen Keuangan. 18. perumusan kebijakan nasional. 11. f. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. 16. Departemen Komunikasi dan Informatika. kebijakan pelaksanaan. Bagian Kelima Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 35 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Departemen Perhubungan. Departemen Agama. 19. Departemen Perindustrian 8. c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam Luar Negeri. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. 12. 10. Inspektorat Jenderal. Bagian Keduapuluh Dua Susunan Organisasi Pasal 69 Departemen terdiri dari : a. 2. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 7. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. Departemen Kehutanan. Direktorat Jenderal. 15. 17. Departemen Sosial. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. 13. e. Staf Ahli. Departemen Perdagangan. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. 14. Departemen Pertahanan. Departemen Pendidikan Nasional. c. b. e. Badan dan/atau Pusat. Departemen Pekerjaan Umum. d. II . 9. Departemen Kelautan dan Perikanan.Pasal 28 Departemen terdiri dari : 1. saran. Departemen Pertanian. Sekretariat Jenderal. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 4. Departemen Kesehatan. Menteri. 20. Departemen Dalam Negeri. d. 5. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. 3. penyampaian laporan hasil evaluasi. 6. b. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. (1) (2) (3) (4) (5) III . Pasal 73 (1) Sekretariat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Biro. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal Pasal 75 Direktorat Jenderal mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidangnya. Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. e. b. Subdirektorat terdiri dari 2 (dua) Seksi. d. Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. Direktorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal dan paling banyak 5 (lima) Direktorat. dan prosedur di bidangnya. Pasal 77 Jumlah Direktorat Jenderal ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. dan Lembaga lain yang terkait. (1) (2) Pasal 71 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. (3) Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. Bagian Keduapuluh Empat Direktorat Jenderal Pasal 74 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. koordinasi kegiatan Departemen. pedoman. norma. penyusunan standar. kriteria. Departemen lain.Bagian Keduapuluh Tiga Sekretariat Jenderal Pasal 70 Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidangnya. (2) Biro terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. d. Kementerian Negara. Lembaga Pemerintah Non Departemen. c. c. Pasal 76 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. pelaksanakan kebijakan di bidangnya.

dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (2) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. (4) Pusat/Biro terdiri dari kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang/Bagian. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. (2) Badan terdiri dari Sekretariat Badan dan paling banyak 4 (empat) Pusat/Biro. dan Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbagian. (3) Inspektorat membawahkan Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 81 (1) Inspektorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Jenderal dan paling banyak 4 (empat) Inspektorat. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Pasal 84 (1) Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. pelaksanaan pengawasan kinerja. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (5) Pusat yang tempat kedudukannya tidak satu lokasi dengan tempat kedudukan Sekretariat Badan terdiri dari Subbagian Tata Usaha atau Bagian Tata Usaha yang terdiri dari 2 (dua) Subbagian. Bagian Keduapuluh Enam Badan dan/atau Pusat Pasal 82 Di lingkungan Departemen dapat dibentuk Badan dan/atau Pusat sebagai pelaksana tugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup dalam tugas Sekretariat Jenderal dan/atau Direktorat Jenderal dan/atau Inspektorat Jenderal sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. d. Pasal 83 (1) Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang yang masing-masing Bidang terdiri dari 2 (dua) Subbidang. dan masing-masing Bidang/Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbidang/Subbagian. keuangan. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79. IV . dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal.Bagian Keduapuluh Lima Inspektorat Jenderal Pasal 78 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. c. (3) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Pasal 79 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. b.

a. (2) Pembentukan. Asisten Deputi. (5) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administrasi berada di bawah Sekretaris Jenderal. Kepala Bidang. Kepala Pusat. PENGANGKATAN. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III. susunan organisasi.a. Direktur. DAN PEMBERHENTIAN Pasal 132 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. V . dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV. Deputi. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.b. Sekretaris Direktorat Jenderal. (4) Kepala Bagian. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. Sekretaris Badan. Badan. Bagian Keduapuluh Tujuh Staf Ahli Pasal 85 (1) Menteri dapat dibantu oleh paling banyak 5 (lima) Staf Ahli. Inspektur Jenderal. Inspektur. Direktorat Jenderal. BAB VI ESELON. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya.(2) Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang. (4) Bidang terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbidang. (2) Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Kepala Subbidang. (2) Staf Ahli berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Bagian Keduapuluh Delapan Instansi Vertikal Pasal 86 (1) Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan yang tidak diserahkan kepada Daerah dapat membentuk instansi vertikal. (5) Kepala Subbagian. (3) Kepala Biro. (3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Sekretaris Kementerian Negara. Direktur Jenderal. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas.a. Bagian Keduapuluh Sembilan Lain-lain Pasal 87 (1) Departemen secara selektif dapat membentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang. dan Inspektorat Jenderal. (3) Bagian Tata Usaha terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian.a. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Sekretaris Jenderal. dan tata laksana instansi vertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Presiden.

Pasal 133 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri. Pasal 139 Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Politik Luar Negeri. Departemen dan Kementerian Negara dapat ditetapkan Jabatan Fungsional. Pasal 135 Segala pembiayaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas masing-masing Kementerian Koordinator. BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 137 Pada Kementerian Koordinator. dan masing-masing Inspektorat terdiri dari Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. VI . Sekretaris Kementerian Negara. masing-masing Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. dan Kementerian Negara dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Moneter dan Fiskal Nasional serta Agama. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri yang bersangkutan. dan masing-masing Bidang terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbidang. perlengkapan. Kepala Badan. 4) Badan terdiri dari : a) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. b) Pusat paling banyak 4 (empat). kearsipan. dan masing-masing Bagian dapat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Pertahanan. dan Kementerian Negara. masing-masing Pusat terdiri dari kelompok jabatan fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bidang. Departemen. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia 1) Sekretariat Jenderal terdiri paling banyak 6 (enam) Biro. Inspektur Jenderal. Sekretaris Jenderal. b) Direktorat paling banyak 6 (enam). masing-masing Biro terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. 3) Direktorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. dan persandian diselenggarakan oleh masing-masing Kementerian Koordinator. Deputi. BAB VII ADMINISTRASI DAN PEMBIAYAAN Pasal 134 Pembinaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian. jumlah unit organisasinya ditetapkan sebagai berikut : b. dan masingmasing Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. b) Inspektorat paling banyak 6 (enam). 2) Inspektorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan. Keamanan. Departemen. Direktur Jenderal. keuangan. Justisi. dan masing-masing Subdirektorat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Seksi.

Kewenangan. Tugas. dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. Pasal 147 (1) Keputusan Menteri yang merupakan pelaksanaan : c. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Fungsi. Dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan baru berdasarkan Peraturan Presiden ini. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen. VII . Departemen. Susunan Organisasi. (2) Penyesuaian terhadap Peraturan Presiden ini dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden. (2) Unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada masing-masing Kementerian Koordinator. Pasal 145 Pengecualian terhadap organisasi Kementerian Koordinator. susunan organisasi. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Departemen. (2) Salinan Peraturan Menteri tentang Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah ditetapkan. Pasal 144 (1) Rincian tugas. yang operasionalnya dikendalikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sampai dengan ditetapkannya organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Peraturan Presiden ini. fungsi. dan Kementerian Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Presiden atas Usul Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 146 (2) Sebelum organisasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terbentuk. dan tata kerja Kementerian Koordinator.Pasal 142 Pejabat Struktural Eselon Ia yang dialih tugaskan pada jabatan staf ahli tetap diberikan Eselon Ia Pasal 143 (1) Unit organisasi dan tugas eselon I pada masing-masing Kementerian Koordinator. Departemen. pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum dan hak asasi manusia dilakukan oleh perangkat Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. VIII . ttd. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-undangan. Dinyatakan tidak berlaku.H. Fungsi. ttd Lambock V. DR. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan Tugas.BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 148 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. maka : c. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Pasal 149 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Kewenangan. Nahattands.

Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. c. Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia. 2. Pasal 14 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. f. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Susunan Organisasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Direktorat Jenderal Imigrasi. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. b. j. : 1. dipandang perlu menetapkan Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. BAB II DEPARTEMEN Bagian Keempat Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. Fungsi. k. Staf Ahli. 4. Susunan Organisasi. Fungsi. 3. g. Tugas. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). i. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Inspektorat Jenderal. Tugas. h.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. e. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. d. Mengingat (1) IX . dan untuk menjamin terselenggaranya tugas pemerintahan.

(11) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. dinyatakan tidak berlaku. c. Direktorat Jenderal. Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara Koordinator. Penyesuaian unit organisasi dan tugas eselon I pada Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2004. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional.(2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Keputusan Menteri tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini dinyatakan tetap berlaku. dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden ini. dan Inspektorat Jenderal. (7) Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perlindungan hak asasi manusia. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. Badan. b. maka : a. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 (2) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2004. X .

Lambock V. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet dan Bidang Hukum dan Perundang-undangan. ttd. DR. XI .Pasal 71 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. H. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nahattands.

4. Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Nomor 66 Tahun 2006. d. Tugas. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Nomor 63 Tahun 2005. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Diubah sebagai berikut : 1. Nomor 15 Tahun 2005. 3. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Ketentuan Pasal 13 diubah. Fungsi. b. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. : 1. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden : a. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Nomor 80 Tahun 2005. Sekretariat Jenderal. b. d. 2. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2006. c.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. c. Susunan Organisasi. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Mengingat XII .

Inspektorat Jenderal. H. DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum.e. (2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Staf Ahli. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Nahattands. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. Ketentuan Pasal 14 diubah. l. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. (7) Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknik di bidang hak asasi manusia. j. (12) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Direktorat Jenderal. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 14 (1) Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. dan Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Imigrasi. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 2 Nopember 2006 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. k. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. 2. f. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. h. (11) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. g. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. Pasal II Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. i. XIII . Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. ttd Lambock V. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi anusia. Badan. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Badan Pembinaan Hukum Nasional. ttd.

Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM.10-26 tanggal 10 Agustus 2005 perihal Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah.PAN/10/2005 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah Jakarta. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan HAM. Tembusan Yth. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui penataan organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan HAM. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara.07. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan HAM atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan HAM. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan HAM dan salinannya disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.: 1.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/1841/M. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. 5 Oktober 2005 Kepada Yth. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XIV . Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : M.PR. disampaikan terima kasih. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3.

7. 3. 4.PAN Nomor : B/1841/M. UNIT ORGANISASI Sekretariat Jenderal Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Imigrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia Insperktorat Jenderal I 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 JUMLAH ESELON II III IV 6 27 96 6 6 7 7 6 6 7 5 5 1 1 63 25 22 29 29 26 25 5 18 17 4 3 230 52 67 92 85 65 68 24 46 35 13 8 651 Badan Pembinaan Hukum Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan 10. 9. 5.Lampiran Surat Men. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Pusat Pengkajian dan Pengembangan 12. 8. 2. Hukum dan Hak Asasi Manusia 11.PAN/10/2005 Tanggal : 5 Oktober 2005 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM NO 1. 6. Kebijakan JUMLAH XV .

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : MUM. Tembusan Yth.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/941/M. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.06-02 tanggal 5 Januari 2007 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri.01. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.: 1. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. disampaikan terima kasih. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia.PAN/4/2007 Jakarta. 16 April 2007 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepada Yth. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XVI .

5. 2. 6.Lampiran Surat Men. 3. UNIT ORGANISASI Kepala Badan Sekretariat Badan Kepala Pusat Kepala Bagian Kepala Bidang Kepala Subbagian Kepala Subbidang JUMLAH Ia 1 1 JUMLAH ESELON IIa IIIa IVa 1 3 4 4 9 13 12 18 30 XVII . 4. 7.PAN Nomor : B/941/M.PAN/4/2007 Tanggal : 16 April 2007 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NO 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful