Anda di halaman 1dari 3

SOMALIA 1.

Profil negara Somalia adalah sebuah negara yang terletak di Afrika sebelah timur, terl etak dari 12` LU sampai 39` LS dan dari 41` BT sampai ke 51` BT. Negara ini berb atasan dengan negara Kenya, Ethiopia, dan Djibouti serta Samudera Hindia. Sepert i yang terlihat pada gambar di samping. Luas negara ini 637.657 km2 dan sebagian besar wilayahnya rata dengan dataran ti nggi bergelombang naik ke bukit-bukit di utara. Pada prinsipnya iklim pada negar a ini seperti pada gurun yaitu pada bulan desember sampai bulan februari adalah monsun timur laut, suhu moderat di daerah utara, dan sangat panas di daerah sela tan, sedangkan pada bulan mei sampai bulan oktober adalah monsun barat daya, pan as terik di utara, dan panas di selatan, curah hujan tidak teratur, panas dan le mbab periode (tangambili) antara monsun. Ibukota negara Somalia adalah Mogadishu, selain itu negara ini juga memiliki tig a ibukota regional yaitu Burao, Belet Uen, dan Galkayu. Bahasa utama yang digun akan oleh penduduk Somalia-yang mayoritas (mencapai 99.9 %) beragama islam-adala h bahasa Somalia, Italia, Inggris, dan Arab. Mayoritas penduduk Somalia adalah s uku Somali (mencapai 98,3%) orang-orang Somali adalah keturunan orang Kushit Tim ur. Suku ini terbagi ke dalam sejumlah kelompok diantaranya adalah: Dir, Isaq, H awiye, Darod, Digil, dan Rahanwin. Kelompok-kelompok ini terbagi lagi kedalam se jumlah kelompok lain yang lebih kecil. Beberapa kelompok merupakan suku pengemba ra. Walaupun termasuk ke dalam suatu kelompok besar dalam sejarahnya sering kali tercatat pertentangan antar suku. Ketidakharmonisan ini antara lain disebabkan oleh perebutan kekuasaan air, dan daerah penggembalaan. Berdasarkan data terakhir (tahun 2009) populasi megara somalia mencapai 9,8 juta (yang diperkirakan sekitar 2 juta orang terdapat pada Somaliland) dan laju pert umbuhan penduduk per tahun adalah 2,815%. Di Somalia tingkat kematian bayi sanga t tinggi yaitu 109,19 dari 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan jenis pekerjaan di S omalia sangat beragam yaitu nomaden Pastoral sekitar 60%, pertanian, pemerintah, perdagangan, perikanan, industri, kerajinan, dan lainnya sekitar 40%. Negara Somalia ternyata juga memiliki sejarah yang menemani perkembangannya samp ai saat ini. Sejarah modern Somalia berawal dari kolonisasi Inggris dan Italia p ada akhir abad 19. Saat itu Somalia dibagi menjadi dua daerah. Daerah Somalia ut ara, disebut Somaliland Inggris karena merupakan koloni negara Inggris, sedangka n Somalia selatan disebut Somaliland Italia karena merupakan koloni negara itali a. Setelah Perang Dunia II, Somalia menjadi wilayah perwalian PBB dan akhirnya m endapatkan kemerdekaannya pada tahun 1960 dengan nama Republik Somalia. Republik Somalia merupakan sebuah negara demokrasi parlementer sampai tahun 1969 sebelum akhirnya angkatan bersenjata mengambil tampuk kepemimpinan dan menjadikan Somal ia sebagai negara sosialis dengan nama Republik Demokratik Somalia. Undang-undan g dasarnya baru disahkan pada 1979 dan pemilihan umum telah dilakukan untuk memi lih Majelis Rakyat. Somalia memiliki enam wilayah administratif yang meliputi Mi jirtein, Mudugh, Benadir, Hiran, Juba Atas dan Juba Bawah. Selain itu, Somalia j uga memiliki majelis hukum yang biasa dan yang berdasarkan syariah Islam. Pada tahun 1977 Somalia sempat terlibat konflik dengan Ethiopia karena Somalia m enginginkan wilayah Ogaden yang secara tradisional merupakan wilayah Somalia kar ena banyak sekali suku-suku Somalia yang menetap disana. Dengan bantuan Uni Sovi et, Ethiopia berhasil mempertahankan wilayah itu dan menyebabkan lebih dari 1.00 0.000 keluarga mengungsi ke Somalia. Hal ini menimbulkan masalah pengungsi yang sangat besar di Somalia. Somalia sendiri memiliki jumlah tentara yang sangat kec il, meskipun negeri ini selalu dilanda konflik dan perang saudara yang berkepanj angan dan juga masalah perompakan yang belakangan menjadi sangat marak di wilaya h laut Somalia.

Pada tahun 1988, atas perintah Presiden, pesawat dari Somalia Nasional Angkatan Udara mengebom kota Hargeisa di Somalia barat laut, bekas ibukota Inggris Somali land, menewaskan hampir 10.000 warga sipil dan pemberontak. Perang di barat laut mempercepat pembusukan pada tempat lain di republik ini. Krisis ekonomi yang d isebabkan oleh biaya kegiatan anti-pemberontakan, menyebabkan kesulitan lebih lanjut saat Siad Barre dan kroni-kroninya menjarah kas nasional. Pada akhir 1980-an, oposisi bersenjata beroperasi penuh kepada pemerintah Barre di daerah utara dan kemudian menyebar ke daerah tengah dan selatan. Ratusan ribu warga Somalia meninggalkan rumah mereka, mengklaim status pengungsi di negara t etangga Ethiopia, Djibouti dan Kenya. Setelah runtuhnya rezim Barre pada tahun 1 991, berbagai kelompok faksi Somalia berusaha mengontrol wilayah nasional (atau bagian daripadanya) dan berperang kecil satu sama lain. Pada bulan Juli 2006, pa sukan Ethiopia menginvasi Somalia dan mengalahkan Islamic Courts Union (ICU). Pa da bulan Januari 2009, pasukan Ethiopia benar-benar menarik diri dari Somalia. A l-Shabaab dan kekuatan ekstremis lainnya mengumpulkan kekuatan dalam tahun-tahun berikutnya melalui pertempuran efektif dari intimidasi, Etiopia, dan pelaksanaa n hukum syariah kasar. Pada saat ini, beberapa orang yang duduk pada pemerintahan adalah sebagai beriku t: presiden Somalia bernama Sheikh Sharif Sheikh Ahmed, dengan Perdana menteri A bdullahi Mohamed Mohamed serta ketua parlemen bernama Sheikh Aden Nur "Madobe" M ohamed. Somalia merupakan negara semi-otonom Puntland memiliki pemerintahan daer ah yang berbasis di kota Garoowe dan termasuk presiden, wakil presiden, kabinet, dan DPR. ` Jenis pemerintahan di Somalia adalah Pemerintah transisi yang memperoleh kemerde kaan dari Inggris dan Italia pada tanggal 1 Juli 1960. Selain itu, tidak ada kon stitusi yang berlaku pada negara ini, Mahkamah Agung tidak berfungsi, dan tida k ada sistem hukum nasional yang berfungsi namun, sistem hukum informal yang dip akai adalah syariat islam jadi sudah dapat dipastikan bahwa tingkat kriminalitas nya rendah dan tingkat keamanannya tinggi. Pada tahun 1970-an Somalia mengalami kesulitan ekonomi akibat kemarau panjang da n keberadaan ribuan pengungsi dari Ethiopia. Keadaan tanah yang tandus, curah hu jan yang sedikit, sumber daya alam yang terbatas dan cara-cara berproduksi yang masih tradisional menyebabkan perekonomian Somalia tidak dapat berkembang dengan baik. Walaupun sejumlah kemajuan ekonomi diperoleh sejak tahun 1950, namun hing ga kini Somalia tetap tidak dapat melepaskan diri dari bantuan negara-negara lai n terutama Amerika Serikat dan Italia. Berdasarkan data tahun 2008 Tingkat pertu mbuhan tahunan mencapai 2,6%. Sumber daya alam yang terdapat pada negara ini bermacam-macam namun didominasi o leh bahan tambang seperti minyak bumi, bijih besi, gips, mangan, dan uranium. Ba han mineral lainya adalah garam, batuan gamping dan pasir. Produk pertanian dan peternakan yang dihasilkan antara lain padi, sorgum, jagung, pisang, tebu, kapas , kacang-kacangan, sayur mayur, buah-buahan, kulit serta bulu binatang. Banyak d ari hasil tersebut yang diekspor ke negara asing seperti Uni Emirat Arab, Yaman, Arab Saudi, Italia, R.R. Cina sedangkan Somalia sendiri mengimpor bahan banguna n, produk manufaktur, alat-alat transportasi, mesin-mesin, dan bahan-bahan menta h perpabrikan. Tidak ada kereta api di Somalia, transportasi internal menggunakan truk dan bus. Sistem jalan nasional terdiri dari 22.100 kilometer (13.702 mil) jalan. Meskipu n telah menerima perawatan kecil selama bertahun-tahun namun jalan semakin seriu s memburuk. Transportasi udara disediakan oleh perusahaan air charter kecil. Sejumlah maskap

ai penerbangan beroperasi dari Hargeisa. Beberapa maskapai penerbangan swasta, t ermasuk Daallo Airlines, melayani beberapa lokasi domestik seperti Djibouti dan Uni Emirat Arab. PBB dan organisasi non-pemerintah lainnya (LSM) mengoperasikan layanan udara untuk misi mereka. 2. Point of View Negara ini telah berhasil membuat revolusi setelah dikuasai oleh para sosialis. Pada kemerdekaan, Somalia memiliki empat tradisi hukum yang berbeda: hukum umum Inggris, hukum Italia, syariah Islam atau hukum agama, dan hukum adat Somalia (p enguasa tradisional dan sanksi). Tantangan setelah tahun 1960 adalah untuk menya tukan ini beragam warisan hukum ke dalam satu sistem. Dalam Somaliland Italia, k etaatan syariah sudah lebih umum daripada di Somaliland Inggris, di mana penerap an hukum Islam telah terbatas pada kasus-kasus yang berkaitan dengan perkawinan, perceraian, sengketa keluarga, dan warisan. Setelah kemerdekaan perbedaan antar a kedua daerah tersebut diselesaikan dengan membuat syariah yang berlaku dalam s egala hal sipil jika sengketa muncul di bawah hukum itu. Hukum adat Somalia dipe rtahankan untuk aplikasi opsional dalam hal-hal seperti kepemilikan tanah, air d an hak penggembalaan, dan pembayaran diya. 3. Karakteristik Islam Apa yang dicapai tersebut telah memenuhi karakteristik islam yaitu karakteristik pertama dan kedua. Karakteristik tersebut yaitu karakterisrik Rabbaniyah dan A khlakiyah. Karakteristik Rabbaniyah yaitu karakteristik yang berdasarkan kepada ketuhanan, keimanan dan ketauhidan maksudnya semua kegiatan yang mereka lakukan adalah upaya untuk beribadah kepada Tuhan Allah SWT. Hal ini terbukti bahwa 99,9 % dari penduduk negara Somalia adalah beragama muslim dan mereka berani merebut kemerdekaan dari negara asing. Selain itu, negara Somalia juga memenuhi karakte ristik akhlakiyyah yang artinya karakteristik yang berdasarkan nilai-nilai pada al-qur an. Hal ini dapat dilihat dari hukum negara yang berlaku di Somalia. Semua hu kum yang diberlakukan adalah hukum yang berdasarkan syariah islam yang ada pada alqur an selain hal-hal yang berkaitan dengan kepemilikan tanah, air, hak penggembal aan, dan pembayaran diya. Hal tersebut sebenarnya juga memenuhi karakteristik is lam yang ketiga yaitu Insaniyyah yang artinya menghormati fitrah manusia, karena ada hak-hak manusia yang tidak dapat ditentukan hukumnya oleh al-qur an dan harus d iselesaikan berdasarkan kekeluargaan karena bersangkutan dengan masalah antar ka um atau kelompok seperti pada hukum kepemilikan tanah, air, hak penggembalaan pe mbayaran diya. Ada karakteristik yang terselip dalam keadaan seperti itu, yaitu karakteristik y ang kelima yaitu Tasamuh yang artinya toleransi. Dalam bermasyarakat dan dalam m emutuskan hukum apa yang sesuai untuk negara tersebut maka harus ada saling tole ransi antar kelompok agar tercapai hukum yang sesuai untuk sebuah negara. 4. Aspek yang kurang Selain telah memenuhi beberapa karakteristik islam, ada juga hal-hal yang kurang pada beberapa aspek. Hal-hal tersebut adalah seperti masih kurangnya rasa persa udaraan dan memiliki untuk sesama umat islam. Hal ini dapat dibuktikan dari masi h banyaknya persengketaan dan perebutan hak milik tanah. 5. Daftar Pustaka http://www.state.gov/r/pa/ei/bgn/2863.htm http://id.wikipedia.org/wiki/Somalia http://memory.loc.gov/frd/cs/sotoc.html