TENTANG
PEDOMAN PEMBERIAN INSENTIF DAN
KEMUDAHAN PENANAMAN MODAL DI
KABUPATEN GROBOGAN
Bagian Hukum Setda Grobogan
Pelaksanaan ketentuan Pasal 17
Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan
Nomor 2 Tahun 2019 tentang
Penyelenggaraan Penanarnan Modal
Pasal 17 : Fasilitas Penanaman Modal
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16
diatur lebih lanjut dalam Peraturan
Bupati
Pasal 16 : Pemerintah Daerah
memberikan fasilitas Penanaman Modal
berupa : Pemberian Insentif dan/atau
Pemberian Kemudahan
Pemberian insentif adalah dukungan kebijakan fiskal dari
Pemerintah Daerah kepada Masyarakat dan/atau Investor untuk
meningkatkan investasi di Daerah
Pemberian Kemudahan adalah penyediaan fasilitas nonfiskal
dari Pemerintah Daerah kepada Masyarakat dan/atau Investor
untuk mempermudah setiap kegiatan investasi dan untuk
meningkatkan investasi di Daerah
Penanaman Modal adalah segala bentuk kegiatan menanam
modal baik oleh penanaman modal dalam negeri maupun
penanaman modal asing untuk melakukan usaha di wilayah
Negara Republik Indonesia
Ruang Lingkup Peraturan Bupati ini meliputi:
a. tata cara Pemberian Insentif dan/ atau Kemudahan;
b. kriteria Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan;
c. dasar penilaian Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan;
d. jenis usaha atau kegiatan Penanaman Modal yang
diprioritaskan memperoleh lnsentif dan Kemudahan;
e. bentuk Insentif dan Kemudahan yang dapat diberikan;
f. evaluasi dan pelaporan;
g. pembinaan dan pengawasan; dan
h. sanksi.
Tata Cara Pemberian Insentif dan/ atau
Kemudahan
1. Penanam Modal yang ingin mendapatkan Insentif dan
Kemudahan Penanaman Modal harus mengajukan surat
permohonan kepada Bupati c.q. Kepala DPMPTSP
2. Untuk memverifikasi dan menilai permohonan Insentif
dan/atau Kemudahan Penanaman Modal, Bupati
menetapkan Tim Verifikasi dan Penilaian Pemberian
Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal
3. Bupati menetapkan Penanam Modal yang memperoleh
Insentif dan/atau Kemudahan Penanaman Modal
berdasarkan rekomendasi Tim Verifikasi dan Penilaian
Kriteria Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan
Penanaman Modal
a. memberikan kontribusi terhadap peningkatan
pendapatan masyarakat;
b. menyerap banyak tenaga kerja lokal;
c. menggunakan sebagian besar sumber daya
lokal;
d. memberikan kontribusi bagi peningkatan
pelayanan publik;
e. memberikan kontribusi dalam peningkatan
produk domestik regional bruto;
f. berwawasan lingkungan dan berkelanjutan;
g. pembangunan infrastruktur;
h. melakukan alih teknologi;
i. melakukan lndustri Pionir;
j. melaksanakan kegiatan penelitian,
pengembangan, dan inovasi;
k. bermitra dengan Usaha Mikro, Kecil, atau
Koperasi;
l. industri yang menggunakan barang modal,
mesin, atau peralatan yang diproduksi di dalam
negeri;
[Link] kegiatan usaha sesuai dengan
program prioritas nasional dan/atau Daerah;
dan/atau
n. berorientasi ekspor;
JENIS USAHA YANG DIPRIORITASKAN DALAM PEMBERIAN
INSENTIF/KEMUDAHAN BERUSAHA
a. pariwisata, diprioritaskan pada pembangunan objek
wisata;
b. perdagangan, jasa, dan industri, diprioritaskan pada usaha
tertentu atau kegiatan tertentu yang mendukung ekspor;
c. pertanian, diprioritaskan pada usaha budi daya dan
pengolahan hasil pertanian;
d. perikanan, diprioritaskan usaha budi daya dan pengolahan
hasil perikanan;
e. energi, diprioritaskan untuk energi terbarukan; dan
f. perumahan dan permukiman, diprioritaskan untuk
memenuhi kebutuhan hunian.
Pemberian Insentif dapat berbentuk:
a. pengurangan, keringanan, atau pembebasan Pajak
Daerah;
b. pengurangan, keringanan, atau pembebasan
Retribusi;
c. pemberian bantuan Modal kepada Usaha Mikro,
Kecil, dan/atau Koperasi di Daerah;
d. bantuan untuk riset dan pengembangan untuk Usaha
Mikro, Kecil, dan/atau Koperasi di Daerah;
e. bantuan fasilitas pelatihan vokasi Usaha Mikro, Kecil,
dan/atau Koperasi di Daerah; dan/atau
f. bunga pinjaman rendah.
Pemberian Kemudahan dapat berbentuk:
a. penyediaan data dan informasi peluang Penanaman
Modal;
b. penyediaan sarana dan prasarana;
c. fasilitasi penyediaan lahan atau lokasi;
d. pemberian bantuan teknis;
e. penyederhanaan dan percepatan pemberian
perizinan melalui PTSP;
f. kemudahan akses pemasaran hasil produksi;
g. kemudahan investasi langsung konstruksi;
h. kemudahan investasi di kawasan strategis yang
ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan
yang berpotensi pada pembangunan Daerah;
i. pemberian kenyamanan dan keamanan berinvestasi
di Daerah;
j. kemudahan proses sertifikasi dan standardisasi
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan;
k. kemudahan akses tenaga kerja siap pakai dan
terampil;
1. kemudahan akses pasokan bahan baku; dan/atau
m. fasilitasi promosi sesuai dengan kewenangan Daerah.
Sanksi
Penanam Modal yang :
a. tidak memanfaatkan Insentif dan/atau Kemudahan
Penanaman Modal yang diberikan sesuai dengan jangka
waktu yang diberikan;
b. berdasarkan evaluasi ternyata nilai investasi clan/atau
jumlah tenaga kerja yang diserap dan/atau jenis usaha
tidak sesuai dengan yang tercantum dalam permohonan
pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal;
dan/atau
c. tidak memberikan laporan,
dikenakan sanksi administratif berupa pembatalan
Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan Penanaman
Modal.