Skandium (Sc) adalah unsur kimia yang ditemukan pada tahun
1879 oleh Lars Fredrik Nilson dari Universitas Uppsala, Swedia. Ia
pertama kali diprediksi keberadaannya oleh Dmitry
Mendeleyev. Logam ini pertama kali diproduksi secara murni pada
tahun 1937 melalui elektrolisis campuran eutektik kalium, litium,
dan skandium klorida, pada suhu 700–800 °C.
Berikut adalah detail sejarah skandium:
Prediksi:
Dmitry Mendeleyev, dalam tabel periodiknya, memprediksi
keberadaan unsur dengan sifat mirip dengan galium dan
aluminium yang kemudian disebut "ekaboron".
Penemuan:
Lars Fredrik Nilson, seorang ahli kimia Swedia, menemukan
skandium dalam mineral euxenite. Ia mengekstraknya dari mineral
tersebut dan mengidentifikasi sifat-sifat uniknya.
Nama:
Nama "skandium" berasal dari kata "Skandien" dalam bahasa
Swedia, yang berarti Skandinavia, tempat mineral euxenite
ditemukan.
Produksi:
Produksi logam skandium murni secara komersial dimulai pada
tahun 1960, setelah penelitian dan pengembangan yang signifikan
untuk metode pemisahan dan produksi.
Skandium kini digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk
paduan aluminium untuk pesawat terbang, laser, dan sebagai
doping dalam lampu intensitas tinggi.
Skandium (Sc) adalah unsur kimia yang ditemukan pada tahun
1879 oleh Lars Fredrik Nilson dari Universitas Uppsala, Swedia. Ia
pertama kali diprediksi keberadaannya oleh Dmitry
Mendeleyev. Logam ini pertama kali diproduksi secara murni pada
tahun 1937 melalui elektrolisis campuran eutektik kalium, litium,
dan skandium klorida, pada suhu 700–800 °C.
Berikut adalah detail sejarah skandium:
Prediksi:
Dmitry Mendeleyev, dalam tabel periodiknya, memprediksi
keberadaan unsur dengan sifat mirip dengan galium dan
aluminium yang kemudian disebut "ekaboron".
Penemuan:
Lars Fredrik Nilson, seorang ahli kimia Swedia, menemukan
skandium dalam mineral euxenite. Ia mengekstraknya dari mineral
tersebut dan mengidentifikasi sifat-sifat uniknya.
Nama:
Nama "skandium" berasal dari kata "Skandien" dalam bahasa
Swedia, yang berarti Skandinavia, tempat mineral euxenite
ditemukan.
Produksi:
Produksi logam skandium murni secara komersial dimulai pada
tahun 1960, setelah penelitian dan pengembangan yang signifikan
untuk metode pemisahan dan produksi.
Skandium kini digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk
paduan aluminium untuk pesawat terbang, laser, dan sebagai
doping dalam lampu intensitas tinggi.
Skandium (Sc) adalah unsur kimia yang ditemukan pada tahun
1879 oleh Lars Fredrik Nilson dari Universitas Uppsala, Swedia. Ia
pertama kali diprediksi keberadaannya oleh Dmitry
Mendeleyev. Logam ini pertama kali diproduksi secara murni pada
tahun 1937 melalui elektrolisis campuran eutektik kalium, litium,
dan skandium klorida, pada suhu 700–800 °C.
Berikut adalah detail sejarah skandium:
Prediksi:
Dmitry Mendeleyev, dalam tabel periodiknya, memprediksi
keberadaan unsur dengan sifat mirip dengan galium dan
aluminium yang kemudian disebut "ekaboron".
Penemuan:
Lars Fredrik Nilson, seorang ahli kimia Swedia, menemukan
skandium dalam mineral euxenite. Ia mengekstraknya dari mineral
tersebut dan mengidentifikasi sifat-sifat uniknya.
Nama:
Nama "skandium" berasal dari kata "Skandien" dalam bahasa
Swedia, yang berarti Skandinavia, tempat mineral euxenite
ditemukan.
Produksi:
Produksi logam skandium murni secara komersial dimulai pada
tahun 1960, setelah penelitian dan pengembangan yang signifikan
untuk metode pemisahan dan produksi.
Skandium kini digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk
paduan aluminium untuk pesawat terbang, laser, dan sebagai
doping dalam lampu intensitas tinggi.