Anda di halaman 1dari 3

Tujuan penggunaan sediaan kosmetik mandi antara lain untuk membersihkan tubuh, membantu melunakkan air sadah, memberi

keharuman dan rasa segar serta menghaluskan dan melembabkankulit (Imron, 1985). Bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan sabun : 1. Minyak Kelapa Minyak kelapa merupakan salah satu jenis minyak nabati dengan kemampuantersendiri yang cukup penting dalam proses pembuatan sabun (Spitz, 1996). Asam laurat merupakan asam lemak dominan yang terdapat dalam minyak kelapa yaitu sebesar 48,2% dan berperan dalam pembentukan sabun dan pembusaan. Titik cair asam laurat adalah pada suhu 440 C (Ketaren, 1986). Tabel 2. Komposisi Minyak Kelapa (per 14 gram) Vitamin A 1,530 IU Lemak 14 g Kalori 128 Asam lemak tidak jenuh 3 g Protein 0 g Asam lemak jenuh 11 g Karbohidrat 0 g Kolesterol 0 mg Sumber : Label Barco (Minyak yang Digunakan dalam Penelitian) 2. Natrium Hidroksida (NaOH) NaOH merupakan salah satu jenis alkali (basa) kuat yang bersifat korosif serta mudah menghancurkan jaringan organik yang halus. NaOH berbentuk butiran padat berwarna putih dan memiliki sifat higroskopis (Wade dan Waller, 1994). Ion-ion dari NaOH bereaksi dengan asam lemak membentuk sabun. 3. Asam StearatAsam stearat berbentuk padatan berwarna putih kekuningan (Wade and Weller, 1994). Asam stearat memiliki atom karbon C18 yang merupakan asam lemak jenuh dan berperan dalam memberikan konsistensi dan kekerasan pada produk (Mitsui, 1997). Asam stearat memiliki titik cair pada suhu 69,40C (Ketaren, 1986). 4. Asam Sitrat Asam sitrat memiliki bentuk berupa kristal putih. Asam sitrat berfungsi sebagai agen pengelat (Hambali, et al, 2005). Asam sitrat juga berfungsi sebagai penurun nilai pH (Kirk et al., 1954). 5. Gliserin Gliserin berbentuk cairan jernih, tidak berbau dan memiliki rasa manis. Diperoleh dari hasil sampingan proses pembuatan sabun atau dari asam lemak tumbuhan dan hewan. Gliserin ada pembuatan sabun transparan bersama dengansukrosa dan alkohol berfungsi dalam pembentukan stuktur transparan (Ghaim danElizabeth, 1995). 6. Coco Dietanolamida (Coco-DEA) DEA berbasis minyak kelapa merupakan DEA terpopuler walaupun efek pengentalannya berkurang dengan adanya gliserol. Hanya relatif murah dan mudahditangani dibandingkan dengan amida-amida murni berbasis metil ester. DEA dalamsuatu formula sediaan kosmetik berfungsi sebagai surfaktan dan sebagai zat penstabil busa (Wade and Waller, 1994). 7. Natrium Klorida (NaCl) NaCl berbentuk butiran berwarna putih (Wade dan Weller, 1994). NaCl padaformulasi sabun transparan berfungsi sebagai elektrolit dan sebagai pengawet(Hambali et al., 2005).

8.

Etanol (alkohol 96%) Etanol (C2H5OH) merupakan salah satu senyawa organik yang digunakandalam pembuatan sabun sebagai pelarut karena sifatnya yang mudah larut dalam air dan lemak (Hambali, et al., 2005).

9.

Gula Pasir (Sukrosa) Gula pasir dalam pembuatan sabun transparan digunakan untuk membantudalam pembentukan transparansi dengan membantu perkembangan kristal pada sabun (Hambali et al., 2005)

Tipe Produk Sediaan mandi (garam mandi, busa mandi, minyak, gel dan lain-lain) Bath or shower preparations (salts, foams, oils. gels, etc.)

Kategori Sediaan mandi

Subkategori Sabun mandi cair Sabun mandi padat Sabun mandi antiseptik (cair) Busa mandi Minyak mandi (Bath oil) Garam mandi (Bath salt) Serbuk untuk mandi (Bath powder)

a. Sabun cair Dibuat dari minyak kelapa Alkali yang dipakai KOH Bentuk cair dan tidak mengental pada suhu kamar.

b. Sabun padat Syarat Mutu Sabun Mandi Padat Berdasarkan SNI 06 3532 1994 No. 1. 2. 3. Uraian Kadar air (%) Jumlah asam lemak (%) Alkali bebas Dihitung sebagai NaOH (%) Dihitung sebagai KOH (%) 4. Asam lemak bebas (%) 5. Minyak mineral Sumber : BSN (1994) c. Garam mandi
Untuk membuat garam mandi hanya perlu mencampur hal yang benar dalam proporsi yang tepat. Ini karena garam mandi pada dasarnya terbuat dari dua garam dasar - Garam laut Mati dan garam Epsom. Laut garam dari Laut Mati telah lama dipuja sebagai garam penyembuhan luar biasa. Ini adalah garam kelas terapi yang memiliki 26 mineral esensial dan pelembab properti. Hal ini digunakan untuk meremajakan tubuh dan relaksasi otot-otot tegang. Garam Epsom, di sisi lain, digunakan dalam pengobatan sakit otot, keseleo, memar dll magnesium sulfat dalam garam bereaksi

Tipe 1 Maks. 15 > 70 Maks. 0,1 Maks. 0,14 < 2,5 Negatif

Tipe 2 Maks.15 64 - 70 Maks. 0,14 Maks. 0,1 < 2,5 Negatif

Seperfat Maks. 15 > 703 Maks. 0,1 Maks.0,144 2,5 7,55 Negatif

dengan asam laktat dan mengurangi kekakuan pada otot dan sendi. Anda akan perlu untuk mencampur minyak esensial dengan garam untuk mempersiapkan garam mandi menyembuhkan.

d. Sabun mandi antiseptik


Antiseptic Family Soap dengan ekstrak Neem dan TCC adalah sabun untuk menjaga dan merawat kesehatan kulit keluarga. Diformulasikan dengan ekstrak tumbuhan Neem sebagai bahan antiseptik alami untuk melindungi kulit dari kuman. Penambahan TCC mendukung manfaat Neem dalam membantu menjaga kebersihan kulit. Aman digunakan sehari-hari untuk dewasa maupun anak-anak. Walaupun termasuk sabun antiseptik tapi RJ Antiseptic Family Soap mengandung aroma yang lebih segar dan harum berbeda dengan sabun antiseptic yang beredar dipasaran. Daya antiseptik RJ Antiseptic Family Soap telah terbukti efektif melalui uji laboratorium SUCOFINDO dengan nilai koefisien fenol (1.0). Koefisien fenol adalah angka yang menunjukkan efektivitas daya hambat terhadap mikroorganisme.

Anda mungkin juga menyukai