Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Viskositas adalah ukuran gesekan dibagian dalam sutau fluida. Fluida sebenarnya terdiri atas beberapa lapisan, karena adanya viskositas diperlukan gaya untuk meluncurkan sutau lapisan fluida diatas fluida lainya (Linda, 2008). Sedangkan viskositas relatif suatu cairan merupakan perbandingan viskositas absolute air pada suhu yang sama. Cara penentuan harga viskositas relatif dalam percobaan ini menggunakan metode Ostwald yang mana prinsip kerjanya berdasarkan waktu yang dibutuhkan oleh sejumlah tertentu cairan untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan oleh berat cairan itu sendiri. Metode Ostwald merupakan suatu variasi dari metoda Poisseuille. Prinsip dari metode ini dapat dipelajari dari gambar 2. sejumlah tertentu cairan dimasukkan ke dalam A, kemudian dengan cara menghisap atau meniup, cairan dibawa ke B, sampai melewati garis m. Selanjutnya cairan dibiarkan mengalir secara bebas dan waktu yang diperlukan untuk mengalir bebas dan waktu yang diperlukan untuk mengalir dari garis m ke n diukur.

Gambar 2 Viskometer Ostwald

Sebelum cairan yang akan diukur dimasukkan kedalam viskometer ostwald, viskometer ostwald harus dicuci terlebih dahulu menggunakan aseton. Fungsi dari aseton ini adalah untuk membesihkan viskometer, karena aseton ini sangatlah efektif sebagai pelarut, sehingga kotoran-kotoran yang masih terdapat dalam viskometer diharapkan akan telarut dalam aseton. Setelah dilakukan pencucian selanjutnya dilakukan pengukuran waktu sesuai dengan metode diatas. Dalam percobaan ini juga diperlukan menghitung massa jenis cairan

yang akan ditentukan viskositasnya, sehingga perlu dilakukan pengukuran menggunakan piknometer. Dari hasil pengukuran waktu diperoleh data sebagai berikut: Jenis zat cair Gliserol 0,25 M Waktu dari m ke n (s) t1= 9,7 t2= 9,54 Gliserol 0,5 M t1= 10,10 t2= 10,42 Gliserol 0,75 M t1= 11,12 t2= 11,30 Gliserol 1M t1= 12,29 t2= 12,03 Air t1= 9,25 t2= 9,30

Sedangkan untuk pengukuran massa jenis menggunakan piknometer diperoleh massa jenis untuk masing-masing cairan adalah sebagai berikut:

Jenis zat cair Gliserol 0,25 M Gliserol 0,5 M Gliserol 0,75 M Gliserol 1M Air

Massa jenis (d) 0,96 mg/mL 0,988 mg/mL 1 mg/mL 0,995 mg/mL 1 mg/mL

Karena pada metode ini selalu diperhatikan aliran cairan dari m ke n dan menggunakan viskometer yang sama, maka viskositas relatif suatu cairan dapat ditentukan dengan membandingkan hasil pengukuran waktu t, rapat massa d1 cairan tersebut terhadap waktu t1 dan rapat massa d2 cairan pembanding yang telah diketahui viskositasnya pada suhu pengukuran. Perbandingan viskositas kedua cairan dapat dinyatakan sebagai :

d1 t1 1 2 d 2 t2
Dari persamaan tersebut viskositas cairan dapat dihitung dengan merujuk pada viskositas cairan pembanding (air). Berdasaran literatur, viskositas air pada suhu: 0C 10C 20C 30C 40C = 0,0179 dyne detik/cm2 = 0,013 dyne detik/cm2 = 0,0101 dyne detik/cm2 = 0,0080 dyne detik/cm2 = 0,0065 dyne detik/cm2 = 0,00179 N detik/m2 = 0,0013 N detik/m2 = 0,00101 N detik/m2 = 0,0008 N detik/m2 = 0,00065 N detik/m2

Karena viskositas air pada suhu 27C sulit ditemukan maka dipakai cara sebagai berikut: Suhu air 25C = Suhu air 27C =
0,0080 0,0101 = 0,00905 dyne detik/cm2 2 0,000905 0,0008 = 0,0008525 N detik/m2 2

Dengan menggunakan rumus diatas diperoleh harga viskositas relatif masing-masing cairan sebagai berikut: 1. Gliserol 0,25M 3. Gliserol 0,75 M

1 d1 t1 2 d 2 t2
1
0,0008525 0,96 x. 9,62 1 x 9,275
9,235 9,275

1 d1 t1 2 d 2 t2
1
0,0008525 1x11,21 1x9,275

1
0,0008525

1
0,0008525

11,21 9,275

1 = 8,48 x 10-4 N detik/m2

= 1,03 x 10-3 N detik/m2

2. Gliserol 0,5 M

4. Gliserol 1 M

1 d1 t1 2 d 2 t2
1
0,0008525 0,988 x10 ,26 1x9,275

1 d1 t1 2 d 2 t2
1
0,0008525 0,995 x12 ,16 1x9,275

1
0,0008525

10 ,137 9,275

1
0,0008525

12 ,275 9,275

= 9,32 x 10-4 N detik/m2

= 1,13 x 10-3 N detik/m2

Dari perhitungan tersebut diperoleh viskositas relatif untuk gliserol 0,25M adalah 8,48 x 10-4 N detik/m2, gliserol 0,5 M viskositas relatifnya 9,32 x 10-4 N detik/m2, gliserol 0,75 M viskositas relatifnya 1,03 x 10-3 N detik/m2, dan gliserol 1 M viskositas relatifnya 1,13 x 10-3 N detik/m2. Sedangkan untuk air sendiri viskositasnya 0,0008525 N detik/m2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi zat cair maka semakin tinggi angka viskositasnya. Karena semakin banyak zat-zat yang terlarut dalam cairan, maka molekul dalam cairan tersebut akan bergerak lambat, sedangkan jika zat-zat yang terlarut dalam cairan sedikit, maka molekul akan bergerak cepat.

KESIMPULAN

Dari hasil percobaan diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: Viskositas relatif gliserol 0,25M adalah 8,48 x 10-4 N detik/m2. Viskositas relatif gliserol 0,5 M adalah 9,32 x 10-4 N detik/m2. Viskositas relatif gliserol 0,75 M adalah 1,03 x 10-3 N detik/m2. Viskositas relatif gliserol 1 M adalah 1,13 x 10-3 N detik/m2. 2. Semakin besar konsentrasi cairan maka akan semakin tinggi angka viskositasnya. Karena semakin banyak zat-zat yang terlarut dalam cairan, maka molekul dalam cairan tersebut akan bergerak lambat, sedangkan jika zat-zat yang terlarut dalam cairan sedikit, maka molekul akan bergerak cepat.

1.

DAFTAR PUSTAKA

Budiarto anwar, 2008. Metode Penentuan Koefisien Kekentalan Zat Cair Dengan Menggunakan Regresi Linier Hokum Stokes. Diakses padatanggal 11 Maret 2012, pada pukul 20.00 WIB Hendriyana, A. 2005. Viskositas dan Tenaga Pengaktifan Aliran. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Linda dan Widyawati. 2008. Pemodalan Matematika Untuk Jam Air Jenis polyuascular Clepsydra Dengan Kasus viskosity Dominted. Diakses pada tanggal 13 Maret 2012, pada pukul 19.30 WIB. Nasrudin, H, Yonata, B. 2011. Panduan Praktikum Mata Kuliah Kimia Fisika IV. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.