Anda di halaman 1dari 2

Rhein Rhein (1,8 dihydroxyanthraquinone-3-carboxylic acid) adalah suatu senyawa yang ditemukan dalam keadaan bebas sebagai glukosida

di dalam spesies rheum, daun senna dan juga pada beberapa tanaman pada spesies Cassia. Rhein termasuk kedalam golongan kuinon. Rhein saat ini menjadi topik pembahasaan yang menarik karena manfaatnya sebagai antiviral, anti tumor dan antioksidan. Selain itu rhein juga berfungsi sebagai senyawa awal untuk sintesis diacerein derivatif yang memiliki efek anti inflamasi dan berguna dalam pengobatan osteoarchritis

Identifikasi Nama : rhein Sinonim : 4,5-dihydroyanthraquinone-2-carboxylic acid 1,8-dihydroxy-3-carboxyanthraquinone 9,10-dihydro-4,5-dihydroxy-9,10-dioxo-2-antracenecarbonxylicacid Rhubarb yellow Cassic acid Rumus kimia molekul : C15H8)6 Berat molekul : 284,22 Sifat senyawa Titik leleh : 321-322C Kelarutan dalam air : <0,1 g/100 mL at 17C Pengenalan Rhein pertama kali diisolaso dari rhubarb China pada 1895. Senyawa ini terdapat dalam berbagai spesies Rheum, sebagai dalam bentuk bebas dan sebagian lagidalam benuk terikat sebagai glikosida. Rhein sudah diisolasi dari akar tanaman Rheum palmatum, daun senna (Cassia angustifolia), dan dari Cassia fistula. Penghasil rhein lainnya adalah akar tanaman Rumex andreaeanum dan Cassia alata dari Brazi;ia, yang banyak terdapat dalam bentuk glikosidik tereduksi.

Struktur Rhein

a. Kromatografi lapis tipis Rhein Satu tetes larutan rhein (dalam kloroform) ditutulkan pada plat lapis tipis (silica gel GF-254) dan dikembangkan dengan etil asetat 7ethanol-air 8:1:1. b. Deteksi dengan UV-250 (setelah diuapkan dengan amoniak) Deteksi menunjukan rhein sebagai bercak warna merah-lembayung, R 0,32, dan UV-356 sebagai bercak jingga muda. c. Spektrum UV dari Rhein Panjang gelombang maksimal MeOH 230 m (log 3,7) ; 260 (3.3); 430 (3.2) menunjukan bahwa senyawa memiliki inti antrakuinon, yang absorpsinya pada 252 m (log 3.26), dan 410 m (log 1,78), merubah pita terakhir ke panjang gelombang yang lebih besar. d. Penyiapan Rhein diasetat Larutan yang terdiri dari 100mg rhei dan 150mg natrium asetat kering dalam 30ml asetat anhidrat direfluks selama 15 menit dan dituangkan kedalam 175 ml air es. Zat berwarna kuning muda disaring dan dikristalisasi dari asam asetat. Titik leleh 250-251 C ; rendemen 80 mg ( Ikan, 1991 )