Sosialisasi Peraturan Bersama Lima Menteri tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil

30 November 2011 katresna72 Tinggalkan komentar Go to comments

Rate This Jakarta, 25 November 2011 Pada tanggal 3 Oktober 2011 telah ditandatangani Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Agama tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Bersama tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil disusun dalam rangka menindaklanjuti rencana aksi (N2P9A4) INPRES No. XIV tahun 2011 mengenai Regulasi Pemerataan Distribusi Guru yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan Nasional, khususnya Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD- Nl, Direktorat Jenderal PAUD-NI, Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. Tujuan dirumuskannya peraturan bersama lima menteri adalah untuk memberikan mutu layanan pendidikan yang merata di seluruh wilayah NKRI. Dengan demikian kebutuhan guru pada jenjang PAUD-NI, pendidikan dasar, dan menengah dapat terpenuhi dalam rangka memenuhi ketersediaan, keterjangkauan, kualitas dan relevansi, kesetaraan, serta kepastian/ keterjaminan memperoleh layanan pendidikan. Adapun isi dari Peraturan Bersama tentang Penataan dan Pemerataan Guru PNS adalah sebagai berikut: 1. Bab I Ketentuan Umum, terdiri dari 2 pasal, yaitu Ketentuan Umum dan Ruang Lingkup. 2. Bab II Kebijakan Penataan & Pemerataan Guru, mengatur tentang Tanggung Jawab Masing- masing Kementerian. 3. Bab III Kewenangan Pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota, mengatur tentang Tanggung Jawab Pemerintah Daerah. 4. 4. Bab IV Pemantauan dan Evaluasi Penataan dan Pemetaan Guru PNS, mengatur tentang Pemantauan dan Evaluasi oleh Lima Kementerian dan Pemerintah Provinsi. 5. Bab V Pembinaan dan Pengawasan, mengatur tentang Pembinaan dan Pengawasan masing- masing pihak. 6. Bab VI Pendanaan, mengatur tentang Pembebanan pendanaan 7. Bab VII Pelaporan Penataan dan Pemerataan, mengatur tentang Kewajiban Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kementerian Agama dalam pelaporan pelaksanaan. 8. Bab VIII Sanksi, mengatur tentang Sanksi kepada pemerintah daerah dari masingmasing kementerian terkait.

Menteri Keuangan atas dasar rekomendasi Menteri Pendidikan Nasional melakukan penundaan penyaluran dana perimbangan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk lebih jelasnya silahkan unduh Pertauran Bersama tersebut dalam link berikut : Unduh Sumber: Kemendikbud S alah satu imbas otonomi daerah terhadap profesi guru adalah kuatnya cengkeraman politik lokal yang seringkali membuat guru tidak berdaya. Apabila Pemerintah Daerah tidak melakukan penataan dan pemerataan guru PNS maka akan mendapat sanksi sebagai berikut. 5% kabupaten/kota telah mengimplementasikan peraturan bersama tersebut di wilayahnya masing-masing. pelaksanaan. antarjenjang. pemerintah provinsi. dan pelaporan penataan dan pemerataan guru PNS antarsatuan pendidikan. pemerintah daerah perlu lebih cermat dalam melakukan pengelolaan guru. Bab IX Ketentuan Penutup. mulai dari tahap perencanaan. Diharapkan pada bulan Desember 2011. 1. pengangkatan dan penempatan. yaitu Ketentuan lebih lanjut dan Masa mulai berlakunya Peraturan Bersama. Mereka yang tidak sejalan dengan kebijakan penguasa lokal dengan mudah dimutasi atau “disingkirkan” tanpa alasan yang jelas. terdiri atas 2 pasal. 3. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atas dasar rekomendasi Menteri Pendidikan Nasional menunda pemberian formasi guru PNS kepada Pemerintah. Sedangkan Pemerintah Pusat lebih berperan terhadap penetapan kebijakan nasional dan koordinasi dengan pemerintah daerah. dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2. 4. Siklus politik lima tahunan agaknya telah menjadikan dunia pendidikan tidak lagi steril terhadap aroma politik. maka Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota wajib melakukan perencanaan. Namun dengan diberlakukannya desentralisasi pemerintahan. Guru yang seharusnya netral mesti mengikuti kiblat politik yang . Penataan dan pemerataan guru PNS di seluruh wilayah NKRI merupakan tanggungjawab bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Menteri Pendidikan Nasional menghentikan sebagian atau seluruh bantuan finansial fungsi pendidikan dan memberikan rekomendasi kepada Kementerian terkait sesuai dengan kewenangannya untuk menjatuhkan sanksi kepada Bupati/Walikota atau Gubernur. serta pembinaan terhadap guru. Untuk mencapai keberhasilan dalam pengelolaan guru.9. Menteri Dalam Negeri atas dasar rekomendasi Menteri Pendidikan Nasional memberikan penilaian kinerja kurang baik dalam penyelenggaraan urusan penataan dan pemerataan guru PNS sesuai dengan peraturan perundang-undangan. atau antarjenis pendidikan di daerahnya.

Aksi-aksi pendidikan yang cerdas dan mencerahkan seringkali harus mengalami stagnasi akibat begitu kuatnya intervensi penguasa yang dikendalikan oleh para birokrat yang notabene menjadi tim sukses sang penguasa ketika Pemilukada berlangsung.masing Kementerian. 2. mengatur tentang Pembebanan pendanaan 7. yaitu Ketentuan Umum dan Ruang Lingkup. 9. Akibatnya. kebutuhan guru pada jenjang PAUD-NI. 8. 4. Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. mutu pendidikan mengalami kemunduran yang amat serius. mengatur tentang Sanksi kepada pemerintah daerah dari masing-masing kementerian terkait. Adapun isi dari Peraturan Bersama tentang Penataan dan Pemerataan Guru PNS adalah sebagai berikut: 1. 6. yaitu Ketentuan lebih lanjut dan Masa mulai berlakunya Peraturan Bersama. 158/PMK. 3.Nl. terdiri atas 2 pasal. Direktorat Jenderal PAUD-NI. Bab III Kewenangan Pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota. Atmosfer dunia pendidikan yang kental dengan aroma politik semacam itu agaknya sudah tercium oleh pemerintah pusat. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah. keterjangkauan. Nomor SPB/03/M. Bab V Pembinaan dan Pengawasan. mengatur tentang Pemantauan dan Evaluasi oleh Lima Kementerian dan Pemerintah Provinsi. dan 11 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil tanggal 3 Oktober 2011. . Tujuan dirumuskannya peraturan bersama lima menteri adalah untuk memberikan mutu layanan pendidikan yang merata di seluruh wilayah NKRI. terdiri dari 2 pasal. kualitas dan relevansi.dianut penguasa. Menteri Dalam Negeri. serta kepastian/ keterjaminan memperoleh layanan pendidikan. mengatur tentang Tanggung Jawab Masing. Bab I Ketentuan Umum. Peraturan Bersama tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil disusun dalam rangka menindaklanjuti rencana aksi (N2P9A4) INPRES No. Dengan demikian. XIV tahun 2011 mengenai Regulasi Pemerataan Distribusi Guru yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan Nasional. pendidikan dasar.masing pihak. mengatur tentang Tanggung Jawab Pemerintah Daerah. dan Menteri Agama Nomor: 05/X/PB/2011. Melalui Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional. Bab IV Pemantauan dan Evaluasi Penataan dan Pemetaan Guru PNS. Bab II Kebijakan Penataan & Pemerataan Guru. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar. Bab IX Ketentuan Penutup.01/2011. Menteri Keuangan. Bab VIII Sanksi. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. khususnya Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD. mengatur tentang Pembinaan dan Pengawasan masing. dan menengah dapat terpenuhi dalam rangka memenuhi ketersediaan. 48 Tahun 2011. Bab VI Pendanaan. kesetaraan. Bab VII Pelaporan Penataan dan Pemerataan. 5.PAN-RB/10/2011. penataan guru PNS harus mengikuti pola pemerintah pusat. mengatur tentang Kewajiban Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kementerian Agama dalam pelaporan pelaksanaan.

mengajar. dan pendidikan menengah. tanpa terkontaminasi virus politik yang secara riil telah berdampak terhadap merosotnya mutu pendidikan. dan pelaporan penataan dan pemerataan guru PNS antarsatuan pendidikan. pelaksanaan. Untuk mencapai keberhasilan dalam pengelolaan guru. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. 5% kabupaten/kota telah mengimplementasikan peraturan bersama tersebut di wilayahnya masing-masing. pengangkatan dan penempatan. 3. Diharapkan pada bulan Desember 2011. 1. pemerintah provinsi. Sedangkan. peraturan yang akan berlaku secara efektif per 2 Januari tahun 2012 tersebut benar-benar efektif untuk membebaskan guru dari cengkeraman politik lokal. atau antarjenis pendidikan di daerahnya. dengan diberlakukannya desentralisasi pemerintahan. Pemerintah Pusat lebih berperan terhadap penetapan kebijakan nasional dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Menteri Dalam Negeri atas dasar rekomendasi Menteri Pendidikan Nasional memberikan penilaian kinerja kurang baik dalam penyelenggaraan urusan penataan dan pemerataan guru PNS sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dengan kata lain. mulai dari tahap perencanaan. pemerintah daerah perlu lebih cermat dalam melakukan pengelolaan guru. membimbing. antarjenjang. dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. mengarahkan. maka Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota wajib melakukan perencanaan. (Peraturan Bersama Lima Menteri selengkapnya bisa diunduh di sini) Kita berharap Peraturan Bersama Lima Menteri ini bisa mengawal profesi guru sehingga benar-benar mampu menjalankan tugas sesuai dengan khittah-nya sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. serta pembinaan terhadap guru. Semoga! *** . pendidikan dasar. menilai. 2.Penataan dan pemerataan guru PNS di seluruh wilayah NKRI merupakan tanggungjawab bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Menteri Keuangan atas dasar rekomendasi Menteri Pendidikan Nasional melakukan penundaan penyaluran dana perimbangan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atas dasar rekomendasi Menteri Pendidikan Nasional menunda pemberian formasi guru PNS kepada Pemerintah. Apabila Pemerintah Daerah tidak melakukan penataan dan pemerataan guru PNS maka akan mendapat sanksi sebagai berikut. melatih. 4. Menteri Pendidikan Nasional menghentikan sebagian atau seluruh bantuan finansial fungsi pendidikan dan memberikan rekomendasi kepada Kementerian terkait sesuai dengan kewenangannya untuk menjatuhkan sanksi kepada Bupati/Walikota atau Gubernur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful