Anda di halaman 1dari 8

Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.

B 103

BAB I DASAR TEORI Transmisi Tenaga Listrik Merupakan proses penyaluaran tenaga listrik dari tempat pembangkit tenaga listrik (Power Plant) hingga Saluran distribusi listrik (substation distribution) sehingga dapat disalurkan sampai pada konsumer pengguna listrik atau menyalurkan energi listrik dari satu tempat ke tempat lainnya, misalnya : Dari pembangkit listrik ke gardu induk. Dari satu gardu induk ke gardu induk lainnya. Dari gardu induk ke jaring tegangan menengah dan gardu distribusi. Berdasarkan pemasangannya, dibagi menjadi dua kategori, yaitu: saluran transmisi

1. Saluran udara (overhead lines); saluran transmisi yang


menyalurkan energi listrik melalui kawat-kawat yang digantung pada isolator antar menara atau tiang transmisi. Keuntungan dari saluran transmisi udara adalah lebih murah, mudah dalam perawatan, mudah dalam mengetahui letak gangguan, mudah dalam perbaikan, dan lainnya. Namun juga memiliki kerugian, antara lain: karena berada di ruang terbuka, maka cuaca sangat berpengaruh terhadap keandalannya, dengan kata lain mudah terjadi gangguan, seperti gangguan hubung singkat, gangguan tegangan lebih karena tersambar petir, dan gangguan-gangguan lainnya. Dari segi estetika/keindahan juga kurang, sehingga saluran transmisi bukan pilihan yang ideal untuk suatu saluran transmisi didalam kota.

Semester Gasal 2011-2012

Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

2. Saluran kabel tanah (underground cable); saluran


transmisi yang menyalurkan energi listrik melalui kabel yang dipendam didalam tanah. Kategori saluran transmisi seperti ini adalah yang favorite untuk pemasangan di dalam kota, karena berada didalam tanah, maka tidak mengganggu keindahan kota dan juga tidak mudah terjadi gangguan akibat kondisi cuaca atau kondisi alam. Namun juga memilik kekurangan. Seperti: mahalnya biaya investasi dan sulitnya menentukan titik gangguan dan perbaikannya. Klasifikasi Saluran Transmisi Berdasarkan Tegangan Transmisi tenaga listrik sebenarnya tidak hanya penyaluran energi listrik dengan menggunakan tegangan tinggi dan melalui saluran udara (overhead line), namun transmisi adalah proses penyaluran energi listrik dari satu tempat ke tempat lainnya, yang besaran tegangannya adalah Tegangan Ultra Tinggi (UHV), Tegangan Ekstra Tinggi (EHV), Tegangan Tinggi (HV), Tegangan Menengah (MHV), dan Tegangan Rendah (LV). Sedangkan Transmisi Tegangan Tinggi adalah berfungsi menyalurkan energi listrik dari satu substation (gardu) induk ke gardu induk lainnya. Terdiri dari konduktor yang direntangkan antara tiang (tower) melalui isolator, dengan sistem tegangan tinggi. Standar tegangan tinggi yang berlaku diindonesia adalah 30kV, 70kV dan 150kV. Ditinjau dari klasifikasi tegangannya, transmisi listrik dibagi menjadi : 1. Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 200kV-500kV. Pada umumnya saluran transmisi di Indonesia digunakan pada pembangkit dengan kapastas 500 kV. Dimana tujuannya adalah agar drop tegangan dari penampang kawat dapat direduksi secara maksimal, sehingga diperoleh operasional yang efektif dan efisien.

Semester Gasal 2011-2012

Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

Akan tetapi terdapat permasalahan mendasar dalam pembangunan SUTET ialah konstruksi tiang (tower) yang besar dan tinggi, memerlukan tanah yang luas, memerlukan isolator yang banyak, sehingga memerlukan biaya besar. Masalah lain yang timbul dalam pembangunan SUTET adalah masalah sosial, yang akhirnya berdampak pada masalah pembiayaan. 2. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 30kV-150kV. Pada saluran transmisi ini memiliki tegangan operasi antara 30kV sampai 150kV. Konfigurasi jaringan pada umumnya single atau doble sirkuit, dimana 1 sirkuit terdiri dari 3 phasa dengan 3 atau 4 kawat. Biasanya hanya 3 kawat dan penghantar netralnya diganti oleh tanah sebagai saluran kembali. Apabila kapasitas daya yang disalurkan besar, maka penghantar pada masingmasing phasa terdiri dari dua atau empat kawat (Double atau Qudrapole) dan Berkas konduktor disebut Bundle Conductor. Jarak terjauh yang paling efektif dari Transmission of Electrical Energy 11 saluran transmisi ini ialah 100km. Jika jarak transmisi lebih dari 100 km maka tegangan jatuh (drop voltaje) terlalu besar, sehingga tegangan diujung transmisi menjadi rendah. 3. Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 30kV-150kV Saluran transmisi ini menggunakan kabel bawah tanah, dengan alasan beberapa pertimbangan : Ditengah kota besar tidak memungkinkan dipasang SUTT, karena sangat sulit mendapatkan tanah untuk tapak tower. Untuk Ruang Bebas juga sangat sulit dan pasti timbul protes dari masyarakat, karena padat bangunan dan banyak gedung-gedung tinggi. Pertimbangan keamanan dan estetika.

Semester Gasal 2011-2012

Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

Adanya permintaan dan pertumbuhan beban yang sangat tinggi. dunia kelistrikan, dikenal dua kategori arus arus bolak-balik (Alternating Current/AC) dan (Direct Current/DC). Oleh karena itu , jenis arus listrik yang mengalir di saluran maka saluran transmisi terdiri dari:

Dalam listrik, yaitu arus searah berdasarkan transmisi,

1. Saluran transmisi AC; didalam system AC, penaikan dan


penurunan tegangannya sangat mudah dilakukan dengan bantuan transformator dan juga memiliki 2 sistem, sistem fasa tunggal dan sistem fasa tiga sehingga saluran transmisi AC memiliki keuntungan lainnya, antara lain: Daya yang disalurkan lebih besar Nilai sesaat (instantaneous value)nya konstan, dan Mempunyai medan magnet putar Selain keuntungan-keuntungan yang disebutkan diatas, saluran transmisi AC juga memilik kerugian, yaitu: tidak stabil, isolasi yang rumit dan mahal (mahal disini dalam artian untuk menyediakan suatu isolasi yang memang aman dan kuat).

2. Saluran transmisi DC; dalam saluran transmisi DC, daya


guna atau efesiensinya tinggi karena mempunyai factor daya = 1, tidak memiliki masalah terhadap stabilitas terhadap system, sehingga dimungkinkan untuk penyaluran jarak jauh dan memiliki isolasi yang lebih sederhana. Jenis jenis transmisi Saluran transmisi pendek (kurang dari 80 Km)

Semester Gasal 2011-2012

Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

Saluran transmisi pendek adalah saluran yang panjangnya kurang dari atau sama dengan 80 km, admitansi kapasitansinya pada frekuensi 50 HZ sangat kecil dan dapat diabaikan.

Saluran transmisi menengah (antara 80 Km dan 240 Km) Untuk saluran transmisi menengah (80 250 km), dapat direpresentasikan cukup baik dengan R dan L sebagai parameter terpusat, dengan setengah kapasitansi ke netral dari saluran terpusat pada masing-masing ujung dari rangkaian ekivalen. Kapasitansi pada saluran transmisi menengah dapat dipusatkan pada suatu titik sehingga saluran menengah di bagi menjadi dua yaitu Nominal T Nominal Rangkaian pengganti T

Semester Gasal 2011-2012

Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

Rangkaian pengganti

Saluran transmisipanjang (lebih dari 240 Km)

dimana : Z = impedansi seri per phasa persatuan panjang Y = Admitansi shunt per phasa persatuan panjang L = panjang saluran = Zc impedansi karakteristik (Z/Y) Z = Z. l = konstanta propagasi (Z. Y) Saluran Transmisi Panjang Persamaan- persamaan umum yang menghubungkan tegangan dan arus pada saluran transmisi memperhitungkan juga fakta bahwa keempat parameter saluran trasmisi yaitu R,L,C,dan G sebenarnya tersebar merata disepanjang saluran.Khusus untuk saluran yang panjang yaitu lebih dari

Semester Gasal 2011-2012

Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

240 km (150 mil) memerlukan perhitungan yang menggunakan konstanta yang tersebar (distributed) jika diminta ketelitian yang tinggi meskipun untuk keperluan tertentu representasi dengan parameter terpusat dapat digunakan untuk saluran sampai sepanjang 320 km (200 mil). Untuk Penyelesaian yang teliti dari setiap saluran transmisi dan dalam perhitungan saluran 60 Hz yang panjangnya kira kira lebih dari 150 mil, dimana diperlukan ketelitian yang tinggi, kita harus memperhitungkan fakta bahwa rangkaian parameter sebenarnya tak terpusat menjadi satu, melainkan tersebar secara merata diseluruh panjang saluran.

dimana :

Z Y l Zc Z

: : : : : :

impedansi seri per phasa persatuan panjang admitansi shunt per phasa persatuan panjang panjang saluran impedansi karakteristik (=
Z Y

Z.l
konstanta propagasi (= Z .Y )

Semester Gasal 2011-2012

Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

Dalam analisis sistem tenaga listrik umumnya hanya menggunakan rangkaian pengganti saluran transmisi pendek dan menengah saja.

Semester Gasal 2011-2012