Anda di halaman 1dari 20

PENYULUHAN PERTANIAN

DISUSUN OLEH :

1. RIO ALEXANDER S 2. LIKA LULU 3. TRISNA MONICA 4. HANIF

150610090088 150610090093 150610090134 150610090138

AGRIBISNIS C

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Mahaesa, karena berkat-Nya tugas mata kuliah Penyuluhan Pertanian ini dapat selesai secara tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Penyuluhan Pertanian dan sebagai hasil analisis penyuluhan dengan bidang ilmu lainnya. Banyak pihak yang telah membantu dalam penulisan laporan praktikum ini. Ucapan terima kasih pun penulis haturkan kepada : 1. Tim dosen mata kuliah Penyuluhan Pertanian yang telah menyusun tugas ini sedemikian rupa demi membantu para mahasiswa, terutama kepada Bapak Yayat Sukayat, Ir.,M.Si. selaku dosen pengajar agribisnis kelas C. 2. Pihak-pihak yang membantu secara moriil dan materiil.

Penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik sangat diperlukan sehingga proses ke depannya menjadi lebih baik lagi bagi penulis. Atas perhatian Saudara/i penulis ucapkan terima kasih.

Jatinangor, Maret 2012

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Banyak pendapat mengenai penyuluhan karena kegiatan penyuluhan dapat diartikan dengan berbagai pemahaman, seperti: 1) Penyebarluasan (informasi) 2) Penerangan/penjelasan 3) Pendidikan non-formal (luar-sekolah) 4) Perubahan perilaku 5) Rekayasa sosial 6) Pemasaran inovasi (teknis dan sosial) 7) Perubahan sosial (perilaku individu, nilai-nilai, hubungan antar individu, kelembagaan, dll) 8) Pemberdayaan masyarakat (community empowerment) 9) Penguatan komunitas (community strengthening) Dari pendapat diatas dapat kita lihat bahwa penyuluhan berkaitan juga dengan ilmu-ilmu lainnya supaya dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itulah penulis menjadi tertarik untuk membahas bagaimana hubungan antara penyuluhan dan bidang-bidang lainnya.

1.2 Tujuan Penulisan 1. Untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Penyuluhan Pertanian 2. Untuk mengetahui hubungan antara penyuluhan dalam bidang-bidang lainnya.

1.3 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini antara lain adalah bagaimana keterkaitan penyuluhan dengan pendidikan, komunikasi, sosiologi, antropologi, psikologi, pengembangan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan teori sistem.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Penyuluhan dan Pendidikan Mengingat bahwa penyuluhan merupakan kegiatan pendidikan non formal dan bahwa pendidikan merupakan proses yang diharapkan membawa kepada perubahan perilaku yang diinginkan, karenanya diperlukan beragam cara untuk menciptakan situasi belajar yang baik. Cara-cara menciptakan situasi belajar tersebut secara populer disebut dengan metode penyuluhan. Metode-metode penyuluhan ini merupakan pendekatan dasar untuk melakukan pendekatan, mendorong dan mempengaruhi anggota masyarakat petani untuk belajar (Leagans 1960; Dahama dan Bhatnagar 1980) Seorang penyuluh juga harus mampu dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat tani. Memberikan proses belajar yang terus menerus agar menumbuhkan kesadara. Penyuluh juga memberikan informasi, dan memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penyuluhan sebagai pemberian pendidikan dan bimbingan yang

berkelanjutan artinya penyuluhan tidak akan diberhentikan begitu saja ketika mengetahui masyarakat yang diberikan penyuluhan telah dapat melakukan perubahan. Tetapi penyuluhan tetap membantu masyarakat ke arah yang lebih baik. Dalam pendidikan tentunya terdapat proses belajar mengajar. belajar di dalam penyuluhan adalah sebagai berikut: 1. Proses belajar yang berlangsung secara lateral atau horizontal, yaitu proses belajar bersama, dimana semua pihak yang terlibat saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman. 2. Kedudukan penyuluh tidak berada di atas atau lebih tinggi dibanding petaninya, melainkan dalam posisi yang sejajar. Kedudukan sebagai mitra sejajar tidak hanya terletak pada proses pertukaran informasi, pengetahuan dan pengalaman selama berlangsungnya kegiatan penyuluhan, tetapi di mulai dari sikap pribadi selama berkomunikasi, sikap saling menghargai, Proses

saling menghormati, dan saling memperdulikan antar penyuluh dan petani karena mereka saling membutuhkan dan memiliki kepentinan dan tujuan yang sama dalam meningkatkan kemajuan pertanian. 3. Peran penyuluh bukan sebagai guru yang harus menggurui

petani/masyarakat, melainkan sebatas sebagai fasilitatir yang membantu proses belajar, baik selaku moderator (pemandu acara), motivator (yang merangsang dan mendorong proses belajar) atau sekedar nara sumber manakala terjadi kebuntutan dalam proses belajar yang berlangsung. 4. Dalam proses persiapan pelaksanaan kegiatan penyuluhan, perlu memperhatikan karakteristik orang dewasa dan karakteristik emosional. 5. Materi penyuluhan harus berangkat dari kebutuhan yang dirasakan. 2.2 Penyuluhan dan Komunikasi Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan kepada komunikan (penerima) dari komunikator (sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak kepada komunikan sesuai dengan yang diinginkan komunikator. Cooley (1909), mengartikan komunikasi sebagai suatu mekanisme yang memungkinkan atau menyebabkan adanya hubungan antar manusia, sehingga hasil dari proses komunikasi adalah terjadinya komunikasi antar pribadi-pribadi yang ditandai oleh adanya tindakan pengungkapan oleh fihak seseorang (atau lebih), pengamatan secara sadar maupun tidak terhadap tindakan itu oleh fihakfihak lain, dan kemudian melakukan pengamatan kembali bahwa tindakan yang pertama sudah diamati oleh fihak lain (Ruesch dan Bateson, 1951). Slamet (1978) pada prinsipnya mengemukakan bahwa tujuan komunikasi dapat dibedakan dalam 3 hal yakni : 1. Informative, untuk memberikan informasi dengan pendekatan lewat pikiran 2. Persuasive, untuk menggugah perasaan dengan menggunakan pendekatan lewat emosi bukan pikiran 3. Intertainment untuk mengisi waktu senggang atau penghiburan saja

Pada hakekatnya penyuluhan adalah suatu kegiatan komunikasi. Proses yang dialami mereka yang dilakukan penyuluhan sejak mengetahui, memahami, mentaati, dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan yang nyata, adalah suatu proses komunikasi. Dengan demikian terlihat bagaimana pentingnya memenuhi persyaratan komunikasi yang baik untuk tercapainya hasil penyuluhan yang baik. Kalau pengertian-pengertian tersebut dikaitkan dengan bidang penyuluhan maka komunikasi penyuluhan adalah suatu pernyataan antar manusia yang berkaitan dengan kegiatan semua bidang kehidupan baik secara perorangan maupun kelompok yang sifatnya umum dengan menggunakan lambang-lambang tertentu dalam usaha meningkatkan nilai tambah dan pendapatan. Sehingga dapat dikatakan bahwa komunikasi dalam penyuluhan bukan saja dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap dan tingkah laku komunikan akan tetapi lebih dari itu. Setiap penyuluh harus bisa menjadi komunikator yang handal agar apa yang sampaikan dapat diterima sasaran dengan baik. Namun, setiap komunikator belum tentu penyuluh karena tujuan orang berkomunikasi kadangkala hanya sebagai menyampaiankan pesan saja tidak sampai membimbing dan mengarahkan sasaran agar dapat menerapkan pesan dalam kehidupan seharihari. Sehubungan dengan ini, pelaksanaan penyuluhan ini perlu selalu memperhatikan: 1. Selalu melaksanakan tujuan entertainment/penghibur sebagai penopang atau penunjang keberhasilan kegiatan untuk mencapai tujuan-tujuan yang lain. Apabila ditinggalkan, sasaran penyuluhan akan tidak tertarik dan jemu. Sebaiknya jika proporsinya tidak berlebihan, dapat merusak suasana sehingga kegiatan penyuluhan pertanian menjadi tidak efektif dalam artian kurang atau tidak tercapainya tujuan utama. 2. Dengan mengingat bahwa kegiatan penyuluhan bukanlah sekedar penerangan, maka tujuan informatif dan tujuan persuasive yang dikehendaki didukung oleh tujuan entertainment harus dilaksanakan seefektif mungkin sehingga secepatnya sasaran dapat memberikan respon

yang positif untuk tumbuh minat, menilai mencoba dan kemudian menerapkan atau mengikuti segala sesuatu yang disuluhkan. 2.3 Penyuluhan dan Sosiologi Teori sosiologi sendiri merupakan ilmu yang mempelajari cara orang berinteraksi sosial dan bagaimana mereka memberi makna dari proses interaksi tersebut. Karena dalam melakukan perubahan perilaku (penyuluhan) pada suatu sistem sosial kita perlu mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam masyarakat baik yang terjadi maupun yang akan terjadi, kebutuhan nyata yang diinginkan masyarakat untuk dipenuhi, sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat sehingga perubahan dapat berjalan tanpa masyarakat kehilangan jati diri sehingga penyuluh dapat menentukan bagaimana dia akan memulai suatu perubahan. Dengan demikian, dalam melakukan penyuluhan pasti berkaitan dengan teori sosiologi. Beberapa teori sosiologi yang dapat digunakan dalam penyuluhan antara lain: 1. Teori fungsional. Masyarakat dapat dikatakan aman dan sejahtera jika peranan dari setiap masyarakat tidak lepas dari status, posisi dan peranannya yang sudah disepakati serta tidak menyimpang tatanan perilaku manusiawi dan bermartabat sehingga tidak terjadi konflik sosial dalam masyarakat tersebut. 2. Teori Konflik Konflik merupakan pertentangan yang ditimbulkan karena adanya kesenjangan antara kebutuhan dan kenyataan, kesenjangan antara harapan dan kenyataan, kesenjangan distribusi kekuasaan, kesenjangan dalam hal berkeadilan dan kesenjangan dalam hal keterpercayaan sosial. Terjadinya konflik tentunya menimbulkan ketidaknyamanan hidup sebagai akibat ketidakmampuan untuk berinteraksi, konflik ini juga memicu seorang individu untuk melakukan semacam pelampiasan atas segala sesuatu yang dianggap salah pada dirinya melalui perbuatan yang menyimpang.

3. Teori interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan yang ada antara individu yang dilakukan berdasarkan nilai- nilai yang telah dianut bersama. 4. Teori Perubahan Sosial. Perubahan sosial merupakan suatu keadaan yang menunjukkan kondisi masyarakat yang mengalami perubahan dengan meninggalkan nilai lama dan mulai mengadopsi secara bertahap nilai yang baru. 5. Teori sistem nilai, sistem sosial. Masyarakat sebagai suatu sistem sosial, dimana setiap unit sosial yang sifatnya berkelanjutan, memiliki identitas tersendiri dan bisa dibedakan dengan unit sosial lainnya bisa dipandang sebagai sebuah sistem sosial. Artinya bahwa ada susunan skematis yang menjadi bagian dari unit tersebut yang memiliki hubungan ketergantungan antar bagian.

Masyarakat memiliki batas yang berhubungan dengan lingkungan (secara fisik, teknis, dan sosial), yang memiliki proses eksternal dan internal. 6. Teori perilaku kolektif. Perilaku kolektif (collective behavior) merupakan cara pandang, bersikap dan bertindak yang dianut dan diterapkan dalam masyarakat. Perilaku kolektif terjadi pada saat kebutuhan mereka tidak terpenuhi dan/atau harga diri mereka direndahkan oleh individu di luar sistem sosialnya. Bentuk perilaku kolektif bermacam macam mulai paling sopan, toleran dan sabar sampai pada paling keras, beringas dan anarkis. Perilaku kolektif umumnya ditunjukkan oleh masyarakat yang relatif homogen dan tertutup. Berikut ini adalah beberapa contoh penanganan masalah sosial dengan menggunakan teori sosiologi. Salah satu tujuan utama kegiatan penyuluhan pembangunan dalam berbagai bidang (pembangunan) adalah agar sasaran penyuluhan selaku subyek mampu mengembangkan kesadarannya untuk mengubah perilakunya sedemikian rupa, sehingga mereka dapat menempatkan perubahan (yang positif) sebagai bagian dari kebutuhannya untuk hidup lebih sejahtera dan berkualitas. Bila penyuluhan tidak berhasil maka akan menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan, untuk itu perlu diidentifikasi kemungkinan penyebab dan akar

masalahnya untuk dapat melakukan pencegahan bagi masalah yang mungkin terjadi. Permasalahan yang terjadi yaitu ketidakberhasilan penyuluhan dalam rangka perubahan perilaku mengakibatkan kegagalan pembangunan yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat tidak tercapai dan masyarakat tidak berkualitas. Penyuluh harus dapat mengidentifikasi apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi dan bagaimana dia dapat mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan teori sosiologi yang bisa dijadikan alasan untuk melakukan perubahan didalam sistem sosial masyarakat bersangkutan. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, diketahui bahwa akar

masalahnya antara lain: 1. Tidak berfungsinya peran perencana dan pelaksana perubahan perilaku berkaitan dengan ketidakmampuan perencana dan pelaksana untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sehingga mengakibatkan

pelaksanaan penyuluhan tidak optimal. Dalam hal ini penyuluh perlu memahami teori fungsional, dimana jika perencana atau pelaksana pembangunan menimbulkan tidak konflik menjalankan (timbulnya fungsinya perilaku dengan baik akan Untuk

menyimpang).

mengantisipasi masalah ini dapat dilakukan melalui pendidikan dan latihan bagi perencana dan pelaksana agar dapat melaksanakan peran dan fungsinya dengan baik serta dengan menyadarkan mereka tentang pentingnya posisi, peran dan fungsi mereka dalam pembangunan (memberi pengakuan). 2. Masyarakat tidak menyadari sumberdaya yang dimiliki sehingga masyarakat tidak yakin bahwa mereka mampu merubah tingkah lakunya. Berdasarkan hal tersebut yang dapat dilakukan adalah menyadarkan masyarakat bahwa mereka memiliki sumberdaya yang bila dimanfaatkan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Proses

penyadaran dapat dilakukan melalui penyelenggaraan pendidikan non formal dan pelaksanaan program pembangunan dengan pendekatan partisipatif.

3. Masyarakat cenderung mempertahankan nilai yang selama ini dianggap benar (value expressive dan ego defensif attitude). Hal ini mengakibatkan masyarakat tidak mempercayai bahwa dengan merubah perilaku mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam hal ini penyuluh berhadapan dengan perilaku kolektif dimana masyarakat sasaran cenderung untuk mempertahankan statusnya. Untuk itu, sebaiknya penyuluh dapat membangun kepercayaan masyarakat pada dirinya setelah itu melakukan penyadaran pada masyarakat bahwa dengan perubahan perilaku (biasanya berkaitan dengan penerapan inovasi), kebutuhan mereka dapat terpenuhi. Kegiatan yang bisa dilakukan adalah melalui sistem latihan dan kunjungan (pendekatan kelompok dan pendekatan individu).

2.4 Penyuluhan dan Antropologi Antropologi berasal dari bahasa Yunani anthropos yang berarti manusia atau orang, dan logos yang berarti ilmu. Jadi antropologi adalah suatu studi ilmu yang mempelajari tentang manusia dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman dan lain sebagainya. Secara umum dapat dikatakan bawa antropolgi merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan manusia dan budayanya. Dalam kegiatan penyuluhan salah satu tujuan utama yang ingin dicapai adalah terbentuknya suatu perubahan yang dapat mengarahkan ke arah yang lebih baik. Hal penting yang perlu kita ketahui adalah akan sulit sekali kita merubah perilaku seseorang yang diakibatkan oleh budaya, hal itu akan memakan atau membutuhkan proses yang lama dan panjang. Dengan demikian maka bagi seorang penyuluh sangat diperlukan untuk menelusuri budaya masyarakat yang akan disuluh dengan menggunakan ilmu antropologi. Hubungan antara antropologi dan penyuluhan yaitu sebagai berikut: Keragaman budaya, artinya, penyuluhan harus memperhatikan adanya keragaman budaya. Perencanaan penyuluhan harus selalu disesuaikan dengan budaya lokal yang beragam. Di lain pihak, perencanaan

penyuluhan yang seragam untuk setiap wilayah seringkali akan menemui hambatan yang bersumber pada keragaman budayanya. Perubahan budaya, artinya setiap budaya. kegiatan Kegiatan penyuluhan penyuluhan akan harus

mengakibatkan

perubahan

dilaksanakan dengan bijak dan hati-hati agar perubahan yang terjadi tidak menimbulkan kejutan-kejutan budaya. Karena itu, setiap penyuluh perlu untuk terlebih dahulu memperhatikan nilai-nilai budaya lokal seperti tabu, kebiasaan-kebiasaan, dll.

2.5 Penyuluhan dan Psikologi Bidang psikologi telah digunakan sebagai landasan dalam pengembangan teori dan praktek kegiatan penyuluhan khususnya di bidang pertanian. Bidang psikologi ini adalah merupakan ilmu terapan yang mempunyai keterkaitan dan hubungan yang erat dengan berbagai disiplin ilmu, salah satu keterkaitan erat itu tergambar pada bidang penyuluhan pertanian yang telah memberikan kontribusi yang besar. Kontribusi tersebut dapat dijelaskan dalam tiga aspek, yaitu pengembangan materi penyuluhan, sistem pengajaran orang dewasa dan sistem evaluasi hasil penyuluhan (Dandah Hendayana, 2010). 1. Peranan Psikologi Terhadap Pengembangan Materi Penyuluhan Aspek-aspek perubahan prilaku sebagai pribadi yang khas dan unik dari para petani merupakan keterkaitan dengan kajian psikologi yang nantinya berhubungan dengan pengembangan materi penyuluhan. Peran dan keterkaitan kajian psikologi ini dapat terlihat dari input, proses dan output dari kegiatan penyuluhan dengan memeperhatikan keunikan dan yang dimiliki oleh setiap pribadi petani dalam pengembangan kurikulum materi penyuluhan. Materi ini yang nantinya diharapkan dapat memberikan

kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh para petani serta dalam penyampaian setiap kegiatan penyuluhannya dapat merespon kemampuan setiap petani.

2. Peranan Psikologi Terhadap Sistem Pengajaran Orang Dewasa Sejumlah teori yang mendasari sistem pengajaran merupaka bentuk dari kajian psikologi. Ada beberapa teori pengajaran yang umumnya

digunakan dan dengan tujuan yang berbeda pula. Untuk itu ada tiga belas prinsip yang harus diperhatikan penyuluh dalam melaksanakan proses pengajaran bagi orang dewas (Daeng Sudiwo, 2002) yaitu target penyuluh harus mempunyai suatu tujuan, tujuan tersebut berhubungan dengan kebutuhan hidup, bersedia berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan, adanya perubahan kelakuan, perolehan hasil yang seimbang dari tujuan yang ingin dicapai, belajar untuk berbuat atau melakukan, belajar sebagai keseluruhan (emosional, sosial, etis), memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang lain, belajar untuk benar-benar memahami, mempunyai tujuantujuan lain, tidak pernah puas dengan hasil yang diperoleh (belajar lebih berhasil), ulangan dan latihan dari pemahaman, belajar dengan kemauan dan hasrat untuk belajar. 3. Peranan Psikologi Terhadap Sistem Evaluasi Hasil Penyuluhan Evaluasi yang umumnya dijalan dalam kegiatan penyuluhan merupakan tolak ukur keberhasilan kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan ataupun yang sedang berlangsung. Dengan adanya pendekataan secara psikologi antara penyuluh kepada para pelaku usaha pertanian (petani), penyuluh dapat memperkirakan perubahan perilaku apa yang akan terjadi bila kegiatan penyuluhan telah selesai dilakukan. Disisi lain penyuluh dapat mengetahui tingkat kecerdasan, bakat, minat dan aspek kepribadian lain dari petani dengan serangkain tes seperti tes kemampuan atau tes unjuk kerja dengan teknik observasi lapangan ini berguna untuk menggali informasi dalam hal pencapaian tujuan kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan. Pengukuran ini yang nantinya dapat mengupayakan pengembangan proses penyuluhan pertanian sehingga pengembangan kemampuan petani dapat secara optimal tercapai. Dalam proses penyuluhan sangat berkaitan erat dengan psikologi, dimana ilmu psikologi ataupun kajian psikologi dapat membantu proses penyuluhan dan

dapat meningkatkan keefisiensian tujuan dari penyuluhan. Untuk itu diperlukan tenaga penyuluhan yang mengetahu ataupun menguasai ilmu dan kajian psikologi. 2.6 Penyuluhan dan Pengembangan Masyarakat Pengembangan Masyarakat adalah proses penguatan masyarakat yang dilakukan secara aktif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip keadilan sosial, partisipasi dan kerjasama yang setara (Suharto, Edi). Pengembangan Masyarakat merupakan strategi dimana anggota masyarakat didorong untuk memiliki kepercayaan diri dan kemampuan memperbaiki kehidupannya. Target utama dari PM adalah kelompok miskin dan lemah yang tidak mempunyai akses sumber pembangunan. Pengembangan Masyarakat ini memiliki tujuan memeberdayakan

individu-individu dan kelompok-kelompok masyarakat melalui penguatan kapasitas (kesadaran, pengetahuan dan keterampilan) yang nantinya digunakan untuk mengubah kualitas kehidupan masyarakat itu sendiri. Pengembangan Masyarakat bersifat partisipatif dan berkelanjutan dimana setiap anggota masyarakat bekerjasama baik secara formal ataupun informal untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan maksud mencapai tujuan bersama. Dalam pengembangan masyarakat terjadi proses pengidentifikasian masalah, kebutuhan dan kesempatan hidup; pendampingan ataupun difasilitasi dalam membuat dan merancang solusi yang tepat; pelatihan untuk menghasilkan kapasitas yang mampu mengakses sumber-sumber daya yang ada di dalam maupun di luar. Pengembangan Masyarakat memiliki nilai keadilan, kesetaraan, akuntabilitas, kesempatan, pilihan, partisipasi, kerjasama dan proses belajar yang berkelanjutan. Sedangkan inti dari PM adalah pendidikan, pendampingan dan pemberdayaan. Penyuluhan adalah suatu proses pemebelajaran/ pendidikan informal bagi pelaku utama dan pelaku usaha guna menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan. Dari pengertian perkembangan masyarakat dan penyuluhan dapat

dilihat adanya keterkaitannya dimana kedua istilah ini bertujuan untuk memanusiakan manusia dan dapat disimpulkan bahwa penyuluhan memiliki tujuan akhir untuk meningkatkan pengembangan masyarakat. Secara singkat dapat diartikan bahwa pengembangan masyarakat merupakan bagian dari penyuluhan. 2.7 Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan masyarakat sebenarnya sangat erat hubungannya dengan empowerment. Pendekatan pemberdayaan masyarakat titik beratnya adalah penekanan pada pentingnya masyarakat lokal yang mandiri sebagai suatu sistem yang mengorganisir diri mereka sendiri. Pendekatan pemberdayaan masyarakat yang demikian diharapkan dapat memberi peranan kepada individu, bukan sebagai objek, tetapi justru sebagai subjek pelaku pembangunan yang ikut menentukan masa depan dan kehidupan masyarakat secara umum. Peranan penyuluhan dalam pemberdayaan masyarakat, yaitu: 1. masyarakat menjadi sadar akan adanya peluang sehingga dapat direncanakan dan menikmati hasil pembangunan. 2. memberikan kemampuan kepada masyarakat untuk menentukan program pembangunan. 3. memberi kemampuan kepada masyarakat untuk mengontrol masa depannya sendiri. 4. memberikan kemampuan dalam menguasi lingkungan sosialnya. Sebenarnya prinsip penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat adalah sama. Perkembangan pemberdayaan dikenal dengan program penyuluhan.

Penyuluhan dan Pemberdayaan sama-sama memberikan pendidikan non formal yang menuntun petani untuk berperan aktif. Program yang diberikan sama-sama menggunakan metoda sesuai dengan keadaan daerahnya. Bahkan, pada zaman sekarang ini. Dalam bidang pertanian misalnya, penyuluhan pertanian adalah

pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan kegiatan pendidikan non-formal di bidang pertanian agar mereka

mampu mendorong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi, sosial maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai. Margono Slamet (2000) menegaskan bahwa inti dari kegiatan penyuluhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengembangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih ber-manfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. Dalam konsep pemberdayaan tersebut, terkandung pemahaman bahwa

pemberdayaan tersebut diarahkan terwujudnya masyarakat madani (yang beradab) dan mandiri dalampengertian dapat mengambil keputusan (yang terbaik) bagi kesejahteraannya sendiri Terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika melakukan penyuluhan untuk pemberdayaan masyarakat: Masyarakat jangan diperintah untuk melakukan segala sesuatu yang dikehendaki pemerintah karena masyarakat bukan pegawai pemerintah dan bawahan penyuluh. Dalam penyuluhan partisipatif anggota masyarakat adalah mitra kerja penyuluh untuk bekerjasama berusaha mencapai tujuan penyuluhan. Sebagai fasilitator, penyuluh wajib melayani anggota masyarakat dengan baik agar mereka dapat belajar dan berdaya dengan lebih cepat dan berhasil. Program pemberdayaan masyarakat yang semuanya ditentukan dari pusat bukanlah program pemberdayaan masyarakat yang baik. Penyuluh juga harus melakukan improvisasi, inovasi, inisiatif dan memperhatikan potensi-potensi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. 2.8 Penyuluhan dan Teori Sistem Teori sistem merupakan suatu kesatuan yang merupakan banyak unsur yang dapat menghasilkan output tertentu dan saling bersangkutan. Sistem terbentuk oleh adanya komponen-konponen atau unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dan membentuk jaringan. Masing-masing komponen memiliki

fungsi yang berbeda dengan komponen lainnya dan fungsi komponen dipengaruhi oleh fungsi komponen lainnya. Dan kulialitas output dipengaruhi pada kualitas fungsi komponen, maka apabila salah satu komponen tak ada atau tak berfungsi maka fungsi sistem akan tergangu atau tidak berfungsi sama sekali. Sistem Sosial : 1. Kelompok Sebagai Suatu Sistem Sosial Masyarakat yang berinteraksi mempunyai pola interaksi yang teratur dan sistematis. Dan dapat dilihat bagian-bagiannya serta dapat dilihat sebagai sistem sosial. 2. Unsur-unsur Pokok Sistem Sosial Tujuan Segala sesuatu yang ingin dicapai oleh kelompok Keyakinan Pengetahuan atau aspek kognitif yang dimiliki oleh kelompok dan suatu kepercayaan yang dianggap benar oleh kelompok. Sentimen Atau Perasaan Perasaan-perasaan dan emosi (Aspek Affektif) yang ada dalam kelompok. Norma Perilaku yang dapat diterima oleh kelompok Sangsi Sistem penghargaan dan hukuman Peranan Kedudukan Setiap kedudukan memiliki seperangkat peranan yang harus dilaksanakan oleh orang yang bersangkutan dan peranan tersebut itu menjadi seperangkat norma. Kewenangan Sesuatu hak untuk mengontrol orang lain dan hak mengambil keputusan. Sesutau hak tersebut sangat berpengaruh terhadap kelompok itu sendiri.

Jenjang sosial Suatu kedudukan seseorang yang memiliki kewajiban. Fasilitas Suatu wahana ataupun alat fasilitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan kelompok

Tekanan dan Ketagangan Suatu tekanan dan tegangan yang terjadi didalam kelompok.

3. Proses Sosial Kominukasi Mutlak dalam kelompok untuk terjadinya interaksi. Memelihara Batas Batas antara kelompok dan diluarnya harus jelas dan hatrus dijaga agar tidak dapat merugikan kelompok Kaitan Sistemik Setiap kelompok memerlukan hubungan dengansistem sosial yang lain. Untuk mendapatkan input untuk kelompok dan mendapatkan output dari kelompok. Pelembagaan Proses pemantapan segala sesuatu yang perlu bagi kehidupan yang baik dari kelompok. Termasuk struktur, norma dan kewenangan. Sosialisasi Mendidik anggota baru agar dapat bersosialisasi dengan anggota kelompok yang lain dan dapat berperilaku yang dapat diterima oleh anggota kelompok yang lain. Kontrol sosial Suatu mekanisme yang memantau dan mengevaluasi serta menjatuhkan sangsi kepada anggotasistem yang menyimpang dari norma. Sistem sosial yang sehat, dinamis, produktif dan efektif adalah unsurunsur yang berproses atau berfungsi dengan baik. Sisitem sosial yang tidak

dinamis, tidak produktif dan tidak efektif biasanya salah satu atau lebih unsurnya

tidak berfungsi dengan baik atau salah satu unsur pokoknya tidak dalam kondisi yang baik. Untuk meningkatkan dinamika sistem sosial dapat dilakukan dengan memperbaikiunsur pokok atau unsur proses sosial yang keadaannya kurang baik. Penyuluan merupakan rangkaian teori sistem, dimana terjadinya proses sistem sosial yaitu kelompok sebagai suatu sistem sosial, unsur-unsur pokok sistem sosial dan proses sosial

BAB III KESIMPULAN


Setelah menganalisis melalui uraian diatas maka ditarik beberapa kesimpulan yaitu: Penyuluhan merupakan pendidikan nonformal dan pendidikan merupakan proses yang diharapkan membawa kepada perubahan perilaku yang diinginkan oleh karena itu diperlukan berbagai cara untuk menciptakan situasi belajar yang baik sehingga penyuluhan berjalan dengan baik. Penyuluhan merupakan suatu kegiatan komunikasi. Oleh karena itu sangat penting untuk memenuhi persyaratan komunikasi yang baik untuk tercapainya hasil penyuluhan yang baik. Dalam melakukan penyuluhan pada suatu sistem sosial perlu

mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam masyarakat, sistem nilai yang berlaku. Melalui teori sosiologi pama panyuluh dapat menentukan bagaimana dia akan memulai suatu perubahan. Akan sulit sekali melakukan perubahan perilaku yang diakibatkan oleh budaya. Oleh karena itu bagi seorang penyuluh penting untuk mempelajari terlebih dahulu budaya masyarakat dengan ilmu antropologi. Psikologi memiliki kontribusi yang besar yaitu pengembangan materi penyuluhan, sistem pengajaran orang dewasaa dan sistem evaluasi hasil penyuluhan. Perkembangan masyarakat dan penyuluhan dapat dilihat adanya

keterkaitannya dimana kedua istilah ini bertujuan untuk memanusiakan manusia dan dapat disimpulkan bahwa penyuluhan memiliki tujuan akhir untuk meningkatkan pengembangan masyarakat Pemberdayaan dan prinsip penyuluhan adalah sama. Penyuluhan dan Pemberdayaan sama-sama memberikan pendidikan non formal yang menuntun masyarakat untuk berperan aktif. Penyuluan merupakan rangkaian teori sistem, dimana terjadinya proses sistem sosial yaitu kelompok sebagai suatu sistem sosial, unsur-unsur pokok sistem sosial dan proses sosial.

DAFTAR PUSTAKA
Online: Aisyahaderus. 2011. Hubungan Antara Antropologi dengan Ilmu. (http://aisyahaderus.blogspot.com/2011/03/hubungan-antara-antropologidengan-ilmu.html, diakses tanggal 07 Maret 2012) Deptan (http://www.deptan.go.id/pusbanluh/suluhtan.htm, diakses Maret 2012) Eone87. 2010. Proses Belajar dalam Penyuluhan Pertanian. (http://eone87.wordpress.com/2010/04/03/proses-belajar-dalampenyuluhan-pertanian/, diakses tanggal 07 Maret 2012) Fashihullisan. Tugas Penyuluhan. (http://fashihullisantugaspenyuluhan.blogspot.com/, diakses tanggal 07 Maret 2012) Syahyuti. Penyuluhan Pertanian. (http://syahyuti.multiply.com/journal/item/88/Penyuluhan_Pertanian, diakses tanggal 07 Maret 2012) Hendayana, Dandan. Peranan Psikologi Dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian. Cianjur. 7 Desember 2010. Available Online : tanggal 07

<http://bppcijati.blogspot.com/2010/09/peranan-psikologi-dalamkegiatan.html>. Diakses 6 Maret 2012. Suharto, Edi. Kebijakan Sosial dan Pengembangan Masyarakat. Available Online <http://www.policy.hu/suharto/Naskah%20PDF/Kebijakan%20Sosial%20 &%20Peng%20Masyarakat.pdf>. Diakses 7 Maret 2012 :