Anda di halaman 1dari 11
M elamin adalah trimer dari sianamida. Melamin termasuk ke dalam golongan basa organik karena memiliki
M elamin adalah trimer dari sianamida. Melamin termasuk ke
dalam golongan basa organik karena memiliki gugus amin
pada posisi 1,3, dan 5 dalam struktur molekulnya. Senyawa dengan berat
molekul 126,12 gr/mol ini memiliki nama IUPAC 1,3,5-Triazine-2,4,6-
triamin.
Melamin pertama kali disintesis oleh kimiawan berkebangsaan Jerman, Justus
von Liebig, pada tahun 1834 dan sejak saat itu melamin mulai dikembangkan
secara komersil.
(http://wikipedia.org/melamin)
Pada tahun 2009, kebutuhan melamin di Indonesia hampir mencapai 83.000
ton. Akan tetapi ,kebutuhan melamin domestik yang berhasil dipenuhi oleh
pabrik dalam negeri hanya sekitar 96%. Untuk itu, Indonesia masih mengim-
por melamin. Jumlah impor melamin Indonesia dapat dilihat pada gambar
berikut.
1
Latar Belakang

PROFIL PABRIK

Nama Perusahaan

Kapasitas Produksi

Lokasi Pabrik

Bahan Baku

Spesifikasi Produk

PT.Melamin Indonesia (MIDO)

20.000 ton/tahun

Office:

Menara Imperium Jl. H. R. Rasuna Said Kav 34 Lt. 40 Jakarta, 10120 Telp : 021-3892345 Fax : 021-3891234 Plant :

Kawasan Industri Kujang Jl. Jend. A. Yani Cikampek 41373, Jawa Barat Telp : 0264 – 317007 Fax : 021- 314333

Urea dengan spesifikasi sebagai berikut :

Parameter

 

Nilai

Kadar nitrogen

± 46 % berat

Kadar biuret

 

1 % berat

Kelembaban

0,5 % berat

Kadar besi

 

1 ppm

Ammonia bebas

 

150 ppm

Abu

 

15 ppm

Ukuran partikel < 6 mesh 6 – 18 mesh 18 – 25 mesh

0,2 % berat

98% berat

0,6 % berat

Melamin dengan spesifikasi sebagai berikut :

Parameter

Nilai

Kemurnian

99,9%

Ukuran partikel

99% dibawah 60 mikron

Free bulk density

400-550 kg / m

3

Tapped bulk density

750-950 kg / m

3

Densitas

1573 kg / m

3

Kelarutan (air 20 0 C)

0,3 g / 100 ml

 

Titik leleh

354 0 C

pH (10 % slurry dalam air)

7,8 – 8,5

2

3 Kegunaan Produk Lapisan laminasi pelindung. Lapisan laminasi ini merupakan produk turunan melamin resin dengan

3

Kegunaan Produk

Lapisan laminasi pelindung. Lapisan laminasi ini merupakan produk turunan melamin resin dengan sifat termoset. Bahan adesif, bahan campuran cat, bahan aditif tekstil, dan alat-alat keperluan tangga

Gambar berikut menunjukkan penggunaan melamin di berbagai industri di dunia

Proses Produksi

Utilitas

Pengelolaan Limbah

Investasi

Proses Sintesis Melamin Tekanan Tinggi Penyiapan bahan baku Reaksi pembentukan melamin dalam reaktor Pemisahan dan pemurnian melamin Kristalisasi Recovery urea Sentrifugasi Pengeringan dan penanganan produk Recovery amoniak

Pengeringan dan penanganan produk Recovery amoniak Listrik 5.904.975 kWh/hari Air 1.188 m 3

Listrik

5.904.975 kWh/hari

Air

1.188

m 3 /hari

Cairan : Tangki Netralisasi dan Kolam Penampungan

Padat :

Diangkut secara berkala oleh Dinas Kebersihan Kota

USD 31.358.100,00

PROFIL PABRIK

Deskripsi Proses P roses pembuatan melamin yang digunakan dalam PT. Melamin Indonesia ini mengacu pada
Deskripsi Proses P roses pembuatan melamin yang digunakan dalam PT. Melamin Indonesia ini mengacu pada

Deskripsi

Proses

Deskripsi Proses P roses pembuatan melamin yang digunakan dalam PT. Melamin Indonesia ini mengacu pada sintesis

P roses pembuatan melamin yang digunakan dalam PT. Melamin Indonesia ini mengacu pada sintesis melamin bertekanan tinggi dan tidak melibatkan penggunaaan katalis.

bertekanan tinggi dan tidak melibatkan penggunaaan katalis. Deskripsi proses terbagi menjadi beberapa bagi an besar,

Deskripsi proses terbagi menjadi beberapa bagian besar, yaitu penyiapan bahan baku, reaksi pembentukan melamin dalam reaktor, pemisahan dan pemurnian melamin, kristalisasi, recovery urea, sentrifugasi, pengeringan dan penanganan produk, serta recovery amoniak. Urea cair 70-75% berat keluaran reaktor sintesis urea dari pabrik urea digunakan sebagai bahan baku yang selanjutnya dialirkan ke dalam reaktor. Selain urea, amoniak juga diumpankan ke dalam reaktor untuk mengurangi kemungkinan terjadinya reaksi samping.

untuk mengurangi kemungkinan terjadinya reaksi samping. Bahan baku yang telah disiapkan diumpankan ke dalam reaktor

Bahan baku yang telah disiapkan diumpankan ke dalam reaktor den- gan reaksi sbb:

(NH 2 ) 2 CO C 3 H 6 N 6 + 6 NH 3 + 3 CO 2

Konversi reaksi yang terjadi dalam reaktor adalah sebesar 90% dengan selektvitas 95% terhadap melamin dan 5% terhadap produk samping.

Untuk mendapatkan melamin murni, larutan melamin dimasukkan ke dalam unit kristalisasi. Pada saat kristalisasi, sedikit amoniak yang masih terkandung dalam slurry melamin sangat berguna untuk menjaga agar OAT tidak ikut terkristalisasi dalam slurry melamin sangat berguna untuk menjaga agar OAT tidak ikut terkristalisasi dan masih dalam bentuk larutan. Dari unit sentrifugasi, kristal akan dialirkan ke rotary drier.

ikut terkristalisasi dan masih dalam bentuk larutan. Dari unit sentri fugasi, kristal akan dialirkan ke rotary

4

Selanjutnya, kristal melamin yang telah dikeringkan akan diturunkan suhunya menggunakan fluidized bed cooler dan dikirim ke storage bin dengan menggunakan udara tekan.

Recovery Amoniak Pemisahan kristal produk yang terjadi pada unit sentrifugasi dilanjutkan dengan pengaliran komponen aliran lain menuju seksi recovery amoniak. Kondisi aliran yang berada pada campuran fasa gas dan cair pada kondisi operasi tersebut memungkinkan untuk dilakukannya pemisahan secara sederhana dari aliran proses menggunakan separator.

Amoniak yang berwujud gas akan sepenuhnya terpisah dari aliran pada suhu operasi, yaitu 124 o C dan kemudian dicampurkan dengan umpan amoniak yang dimasukkan pada umpan awal. Pada bagian atas dari separator, digunakan filter untuk menahan agar uap air yang berada pada aliran tidak terbawa menuju aliran amoniak tetapi terbawa oleh aliran komponen lain menuju waste treatment.

Produk bagian bawah dari separator yang merupakan campuran dari urea, air, karbondioksida, didinginkan dengan cooler hingga 60 o C.

dari separator yang merupakan campuran dari urea, air, karbondioksida, didinginkan dengan cooler hingga 60 o C.

5

dari separator yang merupakan campuran dari urea, air, karbondioksida, didinginkan dengan cooler hingga 60 o C.
Struktur Organisasi B erikut ini adalah gambaran st ruktur organisasi dari PT. Melamin Indonesia. Pabrik

Struktur Organisasi

B erikut ini adalah gambaran struktur organisasi dari PT. Melamin Indonesia.

gambaran st ruktur organisasi dari PT. Melamin Indonesia. Pabrik melamin yang akan dibangun berbentuk Perseroan

Pabrik melamin yang akan dibangun berbentuk Perseroan Terbatas. Seluruh modal dari pembangunan pabrik ini ditanggung oleh pinjaman bank. Kekuasaan tertinggi perusahaan ini adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan memilih dewan komisaris dan dewan direksi. Dewan komisaris mempunyai kewajiban untuk mengatur perusahaan sedangkan dewan direksi mempunyai k e w a j i b a n m e n j a l a n k a n operasional pabrik. Dewan Direksi diketuai oleh Direktur Utama dibantu oleh Manajer Produksi, Manajer Pemasaran dan Sumber Daya Manusia, serta Manajer Administrasi dan Keuangan. Setiap Manager membawahi staf ahli dan staf pegawai.

Pegawai yang tergabung dibagi menjadi tiga yaitu Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Staf Pegawai. Pabrik melamin ini mempekerjakan total 35 pekerja.

6
6
7 ANALISA EKONOMI K elayakan ekonomi suatu pabrik sangat penting untuk dievaluasi. Melalui evaluasi ekonomi

7

7 ANALISA EKONOMI K elayakan ekonomi suatu pabrik sangat penting untuk dievaluasi. Melalui evaluasi ekonomi ini,
7 ANALISA EKONOMI K elayakan ekonomi suatu pabrik sangat penting untuk dievaluasi. Melalui evaluasi ekonomi ini,

ANALISA EKONOMI

7 ANALISA EKONOMI K elayakan ekonomi suatu pabrik sangat penting untuk dievaluasi. Melalui evaluasi ekonomi ini,

Kelayakan ekonomi suatu pabrik sangat penting untuk dievaluasi. Melalui evaluasi ekonomi ini, keberlangsungan pabrik dan prospek pendiriannya dapat diketahui.

pabrik dan prospek pendiriannya dapat diketahui. Berdasarkan perkiraan biaya dan perhitungan arus kas,
pabrik dan prospek pendiriannya dapat diketahui. Berdasarkan perkiraan biaya dan perhitungan arus kas,

Berdasarkan perkiraan biaya dan perhitungan arus kas, investasi total yang dibutuhkan untuk membangun pabrik melamin berkapasitas 20.000 ton/tahun adalah ± USD 31,3 juta (sekitar Rp 290 milyar, asumsi kurs saat perancangan pabrik 1 USD = Rp 9.180,00) termasuk biaya working capital. Pendapatan tahunan yang diperoleh dari penjualan produk adalah sebesar ± USD 33,81 juta (setara dengan Rp 310 milyar). Biaya produksi yang diperlukan setiap tahun adalah ± USD 19 juta (sekitar Rp 174 milyar). Dengan demikian, keuntungan tiap tahun diperkirakan mencapai USD 13,19 juta (sekitar Rp 121 milyar).

Berbagai asumsi yang digunakan :

1. Umur pabrik diperkirakan 20 tahun

2. Proses “Engineering, Procurement, and Construction” berlangsung selama 1,5 tahun. Setelah 20 tahun pabrik diasumsikan terdepresiasi sebagian.

3. Modal seluruhnya berasal dari pinjaman bank. Nilai discount factor diasumsikan konstan sebesar 8%.

4. Pekerjaan konstruksi selesai dalam 1,5 tahun, 70% modal digunakan pada tahun pertama, sedangkan sisanya pada tahun kedua.

5. Kapasitas produksi pada tahun pertama adalah 90%, sedangkan tahun kedua dan seterusnya mencapai 100%.

6. Nilai working capital diasumsikan 15% dari manufacturing cost per tahun dan disesuaikan dengan tingkat produksi.

6. Nilai working capital diasumsikan 15% dari manufacturing cost per tahun dan disesuaikan dengan tingkat produksi.
ANALISA EKONOMI N ilai DCFROR yang didapatk an adalah 15% pada kapasitas 100% produksi. Nilai

ANALISA EKONOMI

N ilai DCFROR yang didapatkan adalah 15% pada kapasitas 100% produksi. Nilai DCFROR yang terhitung sangat menarik karena bunga bank yang

berlaku saat perhitungan dilakukan mencapai 8%. Nilai NPV (Net Present Value) pada saat akhir operasional pabrik adalah USD 1,35 juta (sekitar Rp 12 milyar). Nilai BEP adalah 69,5% dari kapasitas desain penuh pabrik. Nilai Pay Back Period adalah 10 tahun dengan ROI sebesar 14.8%.

Nilai NPV (Net Present Value) pabrik melamin dari tahun ke tahun disajikan pada Gambar 5.1. Kurva tersebut berlaku pada kondisi dimana pabrik tidak menggunakan pinjaman bank, discount factor 8%, penjualan 100% kapasitas, harga bahan baku USD 217,87 per ton, dan harga produk USD 1742,92 per ton.

Kurva discounted cash flow
Kurva discounted cash flow
produk USD 1742,92 per ton. Kurva discounted cash flow Perhitungan BEP untuk menentukan ka pasitas minimum
produk USD 1742,92 per ton. Kurva discounted cash flow Perhitungan BEP untuk menentukan ka pasitas minimum

Perhitungan BEP untuk menentukan kapasitas minimum agar pabrik disajikan pada kurva BEP berikut . Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kapasitas produksi minimum pabrik agar mendapat untung adalah 69,5%.

Kurva Break Even Point (BEP) 8
Kurva Break Even Point (BEP)
8

A nalisis sensitivitas ditentukan dari perubahan harga faktor produksi seperti bahan baku

(raw material), working capital, penjualan (sales), dan kapasitas produksi (production

capacity). Setiap faktor produksi dihitung dengan rentang fluktuasi pada –30% sampai

+30%. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter yang sangat berpengaruh adalah penjualan produk. Kurva analisis sensitivitas untuk tiap variabel disajikan pada gambar di bawah ini.

untuk tiap vari abel disajikan pada gambar di bawah ini. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, maka

Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pabrik melamin ini layak untuk didirikan.

9

Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pabrik melamin ini layak untuk didirikan .
PT.Melamin Indonesia Office: Menara Imperium Jl. H. R. Rasuna Said Kav 34 Lt. 40 Jakarta,
PT.Melamin Indonesia Office: Menara Imperium Jl. H. R. Rasuna Said Kav 34 Lt. 40 Jakarta,
PT.Melamin Indonesia Office: Menara Imperium Jl. H. R. Rasuna Said Kav 34 Lt. 40 Jakarta,

PT.Melamin Indonesia

Office:

Menara Imperium Jl. H. R. Rasuna Said Kav 34 Lt. 40 Jakarta, 10120 Telp : 021-3892345 Fax : 021-3891234

Plant :

Kawasan Industri Kujang Jl. Jend. A. Yani