Anda di halaman 1dari 14

KENAIKAN HARGA BBM

D I S U S U N OLEH: KELOMPOK:3 ANGGOTA: - EVI BATUBARA - RINI TAMPUBOLON - SARI B SIMANJUNTAK - IDA RODIANA BUTARBUTAR - RENI NAPITUPULU - FITRI TAMPUBOLON - VETTY V SIMANJUNTAK - YULI K SIBARANI KELAS: X AK 1

SMK NEGERI 2 BALIGE T.A:2012/2013

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah kami yang sederhana ini,yang berjudulkenaikan harga BBM. Makalah ini membahas tentang :Kenaikan BBM dan dampaknya bagi masyarakat yang pastinya memiliki dampak negative dan positif . Kami menyadari bahwa MAKALAH ini belum sempurna,karena itu kami sangat mengharapkan saran-saran yang sifatnya membangun dari Teman atau Guru Akhir kata kami sampaikan Terima Kasih yang sebesar-besarnya .

D.PENDAPAT MASYARAKAT TENTANG KENAIKAN HARGA BBM


NO 1 NAMA Emrina Simangunsong(2 AK 1) Audina Simanjuntak (2 AP 1) Arifin Naibaho (SMA N 1) PENDAPAT Kenaikan BBM sangat meresahkan masyrakat,terlebih dia sebagai anak kos,dia mengaku sering tidak makan,dia jarang memasak akibat minyak tanah sulit didapat. Dia mengatakan kenaikan BBM mengakibatkan ongkos transportasi naik juga Dia mengatakan dengan naiknya BBM penggunaan bahan bakar gas akan semakin meningkat.Padahal jumlah gas alam yang tersedia di alam sangat terbatas. Kenaikan BBM menyebabkan harga kebutuhan pokok akan meningkat serta biaya angkutan umum akan meningkat pula . Kenaikan BBM mengakibatkan dia mengeluarkan banyak biaya untuk kebutuhan pokok sehari-hari Naiknya BBM mengakibatkan masyarakat sengasara,karena tidak dapat memenuhi kebutuhannya secara menyeluruh,karena hargaharga dan sembako otomatis naik juga. Kenaikan BBM membuatnya kesulitan sebagai ibu rumah tangga yang masih menggunakan minyak tanah , mengalami kesulitan untuk mendapatkan subsidi minyak tanah hingga akhirnya beralih ke gas. Setuju ,karena naiknya harga BBM ,semua masyarakat lebih menghemat dan tidak boros ,hal ini dapat membuat kita lebih berhemat memakai sumber daya yang ada .selain itu naiknya harga BBM masyarakat terhindar dari polusi udara . Tidak setuju,karena kalau BBM naik pastinya ongkos pun naik ,sementara pendapatan orang tua terbatas.karena jarak rumah ke sekolah cukup jauh .

2 3

4 5 6

Devi Simanjuntak(2 AK 1) Rina Naibaho(SMA 1) Blinton Naibaho(SMK N 1)

Ibu Leni Pasaribu (ibu rumah tangga)

Ayu Sibuea (1 AP 1)

Siska Tampubolon (smk karya)

BAB I

PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini, tidaklah tepat dan mencerminkan sikap pemerintah yang tidak memedulikan kegelisahan rakyat. Saat ini, masyarakat masih terbelenggu kemiskinan dan pengangguran, sehingga daya beli mereka rendah. Kenaikan harga BBM bakal semakin membuat rakyat kecil terpuruk, kata Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting, di Jakarta, Kamis (15/3/2012) ini. Implikasi kenaikan BBM tersebut, ungkap Twedy, tentu berdampak luar biasa, khususnya bagi rakyat kecil. Kebijakan ini sudah pasti memicu kenaikan harga barang-barang, khususnya kebutuhan pokok rakyat. Bahkan, lanjutnya, rencana kenaikan harga BBM yang jauh-jauh hari telah diwacanakan pemerintah telah mendorong beberapa pihak untuk menimbun BBM. Ini menjadi pekerjaan rumah yang selama ini tidak mampu diselesaikan pemerintah. Beberapa argumentasi pemerintah untuk menaikkan harga BBM menunjukkan sikap ambil jalan pintas, bahkan cenderung reaksioner terhadap fenomena kenaikan harga minyak dunia, kata Twedy. Menurut Twedy, semestinya pemerintah tetap mempertahankan subsidi BBM, termasuk ketika besarannya semakin tinggi ketika harga minyak dunia meroket. Subsidi itu perwujudan dari amanat konstitusi, agar pemerintah menggunakan pendapatan 4egara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Anggaran subsidi yang selama ini dianggap membebani APBN, merupakan cara pandang pemerintah yang keliru dan telah mengkhianati Pasal 33 UUD 1945.

BAB II

PEMBAHASAN
A.KENAIKAN HARGA BBM Setelah menghitung harga pokok produksi BBM secara menyeluruh, pemerintah sampai pada kesimpulan bahwa harga jual BBM harus dinaikkan sebesar Rp 1.500 per liter. Jika dilihat pada harga premium yang sekarang Rp 4.500 per liter, berarti kenaikannya sekitar 30 persen. Penerimaan tambahan dari kenaikan tersebut sebagian akan dalokasikan sebagai Bantuan Langsung Tunai kepada rakyat miskin, yakni mereka yang dipandang paling menderita akibat kenaikan harga. Pengaruh apa yang mungkin dapat terjadi dalam masyarakat? Karena BBM merupakan bahan baku bagi berbagai kegiatan, pengaruhnya akan mendorong kenaikan harga umum secara komulatif. Pengaruh ini akan terjadi melalui beberapa cara. Pertama, terjadi secara lagsung melalui kenaikan biaya transport. Pengaruhnya secara sangat sederhana dapat dihitung dengan melihat besarnya proporsi biaya BBM dari total biaya transport, karena biaya transport tidak seluruhnya terdiri dari biaya untuk BBM. Kemudian, berapa proporsi biaya transport dari total ongkos produksi? Kalau andainya biaya untuk BBM dianggap rata-rata 50 persen dari total biaya transport dan biaya transport 30 persen dari total biaya produksi, maka pengaruh langsung terhadap kenaikan harga pokok adalah = (0,50 x 0,30) x 0,30 % = 0,05 atau hanya 5 persen. Jurus kedua, melalui pengaruh psikologi. Pengaruh ini sulit dihitung, karena bekerjanya tidak selalu bersifat objektif secara ekonomis, tetapi melalui berbagai pengaruh yang bersifat subjektif. Orang boleh berasumsi, tetapi sulit diperhitungkan secara objektif. Beberapa aspek yang ikut berpengaruh antara lain adalah aspek politik yang terkait dengan dukungan terhadap pemerintah pada suatu waktu dalam masyarakat. Kalau dukungan kepada pemerintah yang berkuasa sedang baik, pengaruh 5egara5t dari suatu kebijakan kurang terasa. Tapi kalau dukungan masyarakat sedang turun, kelemahan sedikit dari suatu kebijakan akan menimbulkan reaksi 5egara5t yang besar. Aspek lain adalah cara mempresentasikan kebijakan atau pengumuman terhadap kenaikan itu. Kalau pengumuman dilakukan dengan terlebih dahulu menimbulkan pro dan kontra serta persentase kenaikannya besar dan dilakukan secara sekaligus, pengaruh psikologi lonjakan harga umum dipasaran cenderung besar. Besarnya jauh melampau pengaruh langsung yang seharusnya terjadi.

2 Jika diamati pada kebijakan pengurangan subsidi dengan menaikkan harga BBM di Indonesia, hal ini sebenarnya sudah merupakan persoalan rutin yang selalu terjadi 5egara setiap tahun dalam masyarakat. Memang sudah begitu sejak dahulu, sampai kini dan

mungkin sampai nanti. Sejak Orde Lama, sampai Orde Baru, begitu juga sampai kini dalam Orde Reformasi. Itulah yang selalu dialami oleh bangsa ini. Belum ada suatu inisiatif untuk mendobrak tradisi lama yang mungkin sudah dirasakan mudah dan mendapat keuntungan besar. Yang cukup menarik, ada orang yang dahulu pernah menjadi tokoh yang ikut bertanggung jawab terhadap kebijakan menaikkan harga BBM, sekarang menjadi tokoh yang menentangnya. Karena itu tidak heran, kalau pemerintah menganggap keritik itu sebagai dagelan belaka. Sementara rakyat menganggapnya sebagai bencana yang tidak dapat dicegah dan tak perlu dirisaukan. Akibatnya, begitu seterusnya. Dan rakyat mengalami hal yang serupa sepanjang masa. Pada saat yang sama rakyat di pedesaan bertanya kalau sekarang pemerintah menaikkan harga BBM untuk mengurangi subsidi kepada rakyat, tahun berapa lagi akan ada pengurangan subsidi dengan menaikkan harga BBM lagi, sesudah itu kapan lagi dan sesudah itu kapan lagi? Lebih dari itu, pemberian BLT kepada rakyat miskin sebagai kompensasi dari penderitaan yang timbul akibat kenaikan harga BBM adalah baik. Tindakan ini dapat dipandang sebagai kebijakan untuk menyuntikkan uang kedalam masyarakat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya beli dalam negeri yang sangat dibutuhkan untuk menggerakkan ekonomi pedesaan dan wilayah-wilayah miskin. Tetapi cara pemberian BLT untuk mengkompensasikan dari penderitaan yang diakibatkan oleh sebuah kebijakan yang telah direncanakan, agaknya kurang posistif. Tanpa ada kebijakan tersebut, rakyat telah berada pada posisi kemiskinan tertentu yang dirasakan pemerintah seolah tidak perlu dibantu. Dalam hal ini, posisi mereka berubah dari keadaan mandiri pada suatu tingkat kemiskinan tertentu itu jatuh, kemudian dibantu untuk berada pada keadaan yang sama. Namun dalam posisi yang tidak mandiri lagi. Dalam hal ini rakyat dibiasakan untuk menerima sumbangan atau bantuan. Bantuan yang bukan untuk mendidik dan memfasilitasi mereka untuk bekerja keras secara mandiri mengatasi kesulitan hidup, keluar dari lingkaran setan kemiskinan, tetapi sebaliknya.

3 B.LATAR BELAKANG PEMERINTAH MENAIKKAN HARGA BBM

UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 mengatur pula tentang alokasi anggaran yang berkaitan dengan subsidi BBM dan jelas menyatakan tidak akan menaikkan harga BBM. Dikarenakan rencana Pemerintah ingin menaikkan harga BBM pada 1 April 2012 haruslah dilakukan pembahasan RAPBN-P yang melibatkan DPR agar kenaikan itu mempunyai dasar 7egar. Berikut Pasal 7 dalam UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 terutama ayat (6) yang harus direvisi terlebih dahulu sebelum 1 April 2012:: Pasal 7 (1) Subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis tertentu dan bahan bakar gas cair (liquefied petroleum gas(LPG)) tabung 3 (tiga) kilogram Tahun Anggaran 2012 direncanakan sebesar Rp123.599.674.000.000,00 (seratus dua puluh tiga triliun lima ratus sembilan puluh sembilan miliar enam ratus tujuh puluh empat juta rupiah), dengan volume BBM jenis tertentu sebanyak 40.000.000 KL (empat puluh juta kiloliter). (2) Dari volume BBM jenis tertentu sebanyak 40.000.000 KL (empat puluh juta kiloliter) sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sebanyak 2.500.000 KL (dua juta lima ratus ribu kiloliter) BBM jenis premium tidak dicairkan anggarannya dan akan dievaluasi realisasinya dalam APBN Perubahan Tahun Anggaran 2012. (3) Dalam hal hasil evaluasi volume BBM jenis premium sebanyak 2.500.000 KL (dua juta lima ratus ribu kiloliter) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dihemat dalam APBN Perubahan Tahun Anggaran 2012, anggaran dari penghematan volume BBM jenis premium tersebut akan dialihkan untuk belanja infrastruktur, pendidikan, dan cadangan risiko 7egara dalam APBN Perubahan Tahun Anggaran 2012. (4) Pengendalian anggaran subsidi BBM jenis tertentu dan bahan bakar gas cair (liquefied petroleum gas(LPG)) tabung 3 (tiga) kilogram dalam Tahun Anggaran 2012 dilakukan melalui pengalokasian BBM bersubsidi secara lebih tepat sasaran dan kebijakan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi. (5) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) untuk perhitungan subsidi BBM jenis tertentu sebesar 5% (lima persen). (6) Harga jual eceran BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan. (7) Subsidi BBM jenis tertentu dan LPG tabung 3 (tiga) kilogram sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sudah termasuk PPN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4 Presiden sudah melayangkan suratnya ke DPR dan DPR melalui Badan Anggaran akan melakukan pembahasan. Aturan paling lambat 30 hari harus disampaikan kepada DPR oleh Pemerintah sudah dilayangkan ke DPR pada 29 Februari 2012 lalu.

Sesungguhnya Pemerintah Desember 2011 lalu berjanji tidak akan menaikkan BBM yang ada hanya pembatasan dan kenaikann TDL pada 1 April 2012 sehingga APBN 2012 tidak mengamanatkan kenaikan di 2012. Alasan Pemerintah pada saat itu karena harus dihitung cermat bagaimana daya beli, inflasi dan sebagainya karena BBM juga sarat politis. Kini di beberapa tempat BBM belum naik tapi angkot dan harga sudah mulai naik. Agar kita lebih memahami persoalan dengan jernih ada baiknya kita pelajari 8egara8alasan Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pada 1 April 2012 yang dirangkum dari berbagai sumber. Apakah jalan ini adalah jalan yang terbaik untuk bangsa Indonesia, ditengah begitu maraknya pemberitaan bahwa pemerintah dan DPR dan lembaga 8egara lainnya menghambur-hamburkan uang 8egara melalui APBN yang diterimanya, korupsi yang berasal dari APBN masih merajalela sementara sekarang rakyat diminta untuk memahami kebijakan kenaikan yang akan dilakukan Pemerintah. Alasan Pemerintah menaikkan harga BBM : 1. Situasi krisis ekonomi dan politik global terutama Konflik di Selat Hormuz 2. Naik tajamnya harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang bulan Feb lalu mencapai $122/barel. 3. Meyedot APBN 2012 kepada subsidi, karena subidi 8egara 20% dari APBN. Subsidi naik mencapai Rp137triliun melebih alokasi APBN 2012 sebesar Rp123triliun. Harga asumsi per barel $95/barel. Sedangkan kini sudah $122/barel. Subsidi listrik 95triliun dan akan dinaikkan bulan Mei 2012 bertahap sebesar 3%/bulan. APBN 8ega jebol. Dengan kenaikan BBM bersubsidi Rp1500 per liter dan ICP(Indonesian Crude price) $105 per barel beban subsidi BBM tahun ini akan mencapai Rp137,4 triliun. Kalau ICP rata-rata $110 per barel, subidi mencapai Rp153,2triliun. Subsidi BBM akan membengkak menjadi Rp196 triliun bila ICP mencapai $125/barel. Untuk 2011 pemerintah membayar subsidi BBM dan LPG sebesar Rp 164,triliun untuk 40,3juta kilo liter.melebihi alokasi energi dalam APBN-P sebesar Rp129,7triliun. Karena ICP naik menjadi $109,9/barel. Adapun target produksi (lifting) minyak justru diturunkan dari 950 ribu barel per hari menjadi 930 ribu barel per hari. + subsidi dinilai salah sasaran bukan ke kalangan miskin tapi kepada yang mampu sebanyak 70%. Subsidi hanya habis kepada roda empat. Dengan kenaikan premium bersubsidi Rp1,500 dari 4500 menjadi 6000. Dengan asumsi ICP sebesar $105/barel. Pernah ada wacana naik Rp2000 per liter. Namun MK pernah putuskan bahwa harga BBM tidak boleh lepas dari harga pasar.

5 Apa Kompensasi dari kenaikan di atas? Apa yang akan dilakukan Pemerintah? Kompensasi : Pemerintah menyiapkan dana Rp22Triliun dg 4 program: Bantuan langsung sementara masyarakat (BLTM) Pemberian beasiswa

Penambahan beras untuk rakyat miskin (raskin) Kompensasi ke 9egara transportasi berupa kupon ongkos angkutan dan bantuan STNK dan KIR Sementara 9egara9-alasan penolakan masyarakat adalah sebagai berikut : 1. Kenaikan harga barang pokok dan lainya ikut naik memberatkan rakyat 2. Inflasi akan naik 3. Pemerintah tidak sensitive kepada rakyat ditengah pemakaian APBN yang mewah bagi para pemimpinnya 4. Ada indikasi liberalisasi ekenomi umpamanya agar pom pom bensin asing laku. 5. Lakukan cara lain yang lebih tidak memberatkan Rakyat sebagai alternative kebijakan seperti : 1. pembatasan bbm bersubsidi. 2. konversi bbm ke gas 3. lakukan efisiensi APBN oleh pemerintah Alasan pemerintah sangat rasional, sebab memang angggaran kita terbatas dan lonjakan minyak dunia. Karena itu tidak ada pilihan lain kecuali menaikkan harga BBM, jelas Zamroni.

6 C.DAMPAK KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP MASYARAKAT a.Dampak Positif

1. BBM di Indonesia tidak akan cepat habis dan masyarakat akan semakin leluasa memakai BBM sesuai kapasitas yang ditentukan. 2. Masyarakat pengguna kendaraan bermotor akan berupaya sehemat mungkin dan seminimal mungkin mengurangi pemakaian kendaraan bermotor. Hal ini tentu saja selain menumbuhkan sifat hemat, perhitungan juga secara langsung akan mengurangi kemacetan dan polusi yang terjadi. 3. Masyarakat akan berpikir untuk mencari sumber energi 10egara10tive yang lebih murah sehingga tidak terlalu bergantung kepada minyak. Sehingga kelangsungan hidup anak cucu kita akan lebih terjamin karena ketidakbergantungan terhadap cadangan minyak bumi telah menurun. 4. Negara kita tidak terlalu terbebani dengan subsidi BBM yang terlalu besar. Kalau harga minyak dunia naik, mau tidak mau pemerintah harus menaikkan harga karena stok dalam negeri tidak mencukupi. Daripada terjadi penyelundupan minyak ke luar negeri yang nantinya akan merugikan kita juga. Udah mahal, sulit didapat pula b.Dampak Negatif 1.Masyarakat yang memiliki perekonomian rendah ,akan semakin sulit dalam memenuhi kebutuhan pokoknya 2.Masyarakat pengguna kendaraan bermotor akan mengalami kesulitan dalam mengasilkan bensin 3.BBM diIndonesia akan cepat habis, dan masyarakat akan semakin menderita. Dalam memakai BBM. 4.Negara Indonesia akan mengeluarkan biaya yang sangat besar,kalau harga minyak dunia naik,mau tidak mau pemerintah harus menurunkan harga BBM,karena stok dalam negeri tidak mencukupi.

Prakiraan Kenaikan Harga BBM 2011

Fenomena masalah BBM di Dalam Negeri : 1. Pemerintah mengumumkan pembatasan pemakaian BBM ditunda pelaksanaannya. Artinya beban pemerintah untuk mengeluarkan dana untuk mensubsidi BBM semakin lama aau semakin besar pengeluarannya. 2. Penghentian Subsidi BBM ditunda pelaksanaannya. Prediksi pemerintah dalam mengalokasikan anggaran untuk pengeluaran subsidi meleset dan membawa dampak terhadap terkurasnya cadangan devisa 11egara untuk keperluan subsidi ini. 3. Fenomena terjadinya kelangkaan BBM di beberapa SBPBU 11egara seluruh Indonesia memperlihatkan bahwa Pertamina sudah kurang mengontrol pemasokan BBM ke SPBU. 4. Menurut pelaksana lapangan teknis (plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Bambang Brodjonegoro, peningkatan harga minyak mentah dalam negeri (ICP), dari rata-rata 100,21 dolar AS per barel pada akhir Februari 2011 menjadi 104,48 dolar AS per barel pada pertengahan Maret 2011 juga berpengaruh terahdap penjualan harga minyak mentah di dalam negeri (ICP). 5. Meskipun Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia saat ini tidak menganggu 11egara pengelolaan keuangan 11egara, namun kenaikan harga BBM menah dunia diharapkan tidak akan sampai pada titik kulminasi yakni US.$200 per barelnya, karena hal ini akan menganggu perekonomian dunia. Saat ini saja dengan harga mencapai US.$104,48 per barelnya masih dapat diatasi karena pada saat yang bersamaan menguatnya nilai tukar rupiah menjadi tambahan pendapatan pemerintah untuk mengatasi harga pembelian minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN


A.KESIMPULAN
BBM merupakan bahan baku bagi berbagai kegiatan, pengaruhnya akan mendorong kenaikan harga umum secara komulatif. Pengaruh ini akan terjadi melalui beberapa cara. Pertama, terjadi secara lagsung melalui kenaikan biaya transport. Beberapa aspek yang ikut berpengaruh antara lain adalah aspek politik yang terkait dengan dukungan terhadap pemerintah pada suatu waktu dalam masyarakat. Kalau dukungan kepada pemerintah yang berkuasa sedang baik, pengaruh 12egara12t dari suatu kebijakan kurang terasa. Tapi kalau dukungan masyarakat sedang turun, kelemahan sedikit dari suatu kebijakan akan menimbulkan reaksi 12egara12t yang besar. Aspek lain adalah cara mempresentasikan kebijakan atau pengumuman terhadap kenaikan itu. Kalau pengumuman dilakukan dengan terlebih dahulu menimbulkan pro dan kontra serta persentase kenaikannya besar dan dilakukan secara sekaligus, pengaruh psikologi lonjakan harga umum dipasaran cenderung besar. Besarnya jauh melampau pengaruh langsung yang seharusnya terjadi.

B.SARAN

10

DAFTAR PUSTAKA

www.kompas.com/read/.../lipi.kenaikan.bbm http://www.geraikacamatamurah.blogspot.com/ http://anaxkolonx.blogspot.com/2012/03/dampak-kenaikan-bbm-april-2012.html www.google.comdampak kenaikan harga BBM

11

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1 a.latar belakang BAB II PEMBAHASAN. 2 a.Kenaikan Harga BBM 2 b.Latar Belakang Pemerintah Menaikkan Harga BBM 4

c.Dampak Kenaikan Harga BBM terhadap masyarakat... 7 d.Pendapat Masyarakat Mengenai Kenaikan Harga BBM.. 9

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN.. 10 a.Kesimpulan b.Saran DAFTAR PUSTAKA 11