Anda di halaman 1dari 9

SOAL! 1. a. Apakah yang anda ketahui tentang Ilmu gizi?Jelaskan! b.

Apa saja yang termasuk ruang lingkup ilmu gizi? c. Jelaskan mengapa gizi Berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak? 2. Bagaimana cara anda sebagai guru PLB untuk melatih anak suka makan sayur? 3. Bagaimana cara anda sebagai guru PLB untuk melatih anak mau makan sendiri? 4. Apa yang anda lakukan sebagai guru PLB untuk melatih kebiasaan sehat terkait dengan pola makan anak? 5. Bagaimana cara anda sebagai guru PLB untuk menanamkan pada anak tentang bahaya adaptif? 6. a. Apakah menu untuk anak autis sama dengan menu untuk anak-anak lain seusianya? b. Adakah bahan-bahan yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi anak autis? 7. Bagaimana cara anda memasak sehingga makanan yang dikonsumsi anak Didik anda tidak kehilangan nilai gizi?

1.

Ilmu gizi merupakan ilmu terapan yang mempergunakan berbagai disiplin ilmu dasar, yaitu

Pengertian Ilmu Gizi

Nutrisi = Gizi Kata gizi berasal dari bahasa Arab ghidza, dalam bahasa latin nutrire artinya makanan atau zat makanan sehat. Ilmu gizi adalah ilmu tentang makanan, zat-zat gizi, dan substansi yang terkandung didalamnya, peran dan keseimbangannya, untuk kesehatan dan masalah kesehatan. Definisi ilmu gizi adalah proses tubuh memanfaatkan makanan yang dimulai dari mengunyah, menelan, mencerna, menyerap, mendistribusi, menggunakan dan membuang yang tidak terpakai. Zat gizi adalah bahan-bahan kimia dalam makanan yang memberi makan kepada tubuh. Berbagai zat gizi dapat dibuat di dalam tubuh. Zat gizi yang tidak dapat dibuat dalam tubuh, yang disebut zat gizi esensial, harus dikonsumsi dalam makanan. Zat gizi esensial tersebut adalah: Asam amino (dalam protein) Asam lemak tertentu (dalam lemak dan minyak) Mineral dan vitamin.

9 dari 20 asam amino dalam protein adalah zat gizi esensial. Jika zat gizi esensial tidak tersedia dalam jumlah yang cukup, bisa terjadi penyakit kekurangan zat gizi. Untuk menentukan apakah seseorang mendapatkan zat gizi yang cukup, diperlukan : informasi mengenai kebiasaan makan pemeriksaan fisik untuk menilai komposisi (jumlah lemak dan otot) dan fungsi dari tubuh

pemeriksaan laboratorium lainnya untuk mengukur kandungan zat gizi dalam darah dan jaringan.

b. Ruang Lingkup Ilmu Gizi untuk Penyediaan Pangan: 1) Produksi Bahan Makanan Program Pemerintah Bimbingan Massal (Primas). a) Pemakaian bibit unggul b) Penggunaan pupuk c) Pemakaian irigasi teknis d) Penggunaan alat dan obat pembasmi hama e) Penerapan teknologi bercocok tanam modern 2) Pasca Panen a) Pengeringan b) Pengangkutan (Transpor) c) Penyimpanan d) Seleksi dan Conditioning, bagi keperluan perdagangan pangan 3) Perdagangan Bahan Pangan 4) Teknologi Pangan Untuk Distribusi 1) Pengolahan pangan 2) Penghidangan dan distribusi didalam keluarga 3) Susunan hidangan Untuk Pendidikan Gizi 1) Pendidikan gizi bagi tenaga profesi 2) Pendidikan gizi bagi umum

Di dalam sekolah (Intramural) Di luar Sekolah (Extramural)

Untuk Kesehatan Gizi 1) Kesehatan gizi perorangan (Individu) 2) Kesehatan gizi masyarakat (Preventif/Promotiv) c. KEBUTUHAN GIZI Tujuan dari makanan yang tepat adalah untuk mencapai dan mempertahankan komposisi tubuh dan kekuatan fisik dan mental yang baik. Kebutuhan zat gizi esensial sehari-hari tergantung kepada umur, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan serta aktivitas fisik dan metabolisme. 4 kelompok makanan pokok, yaitu: - susu dan produk olahannya - daging dan sayuran kaya protein - gandum dan roti - buah-buahan dan sayur-sayuran, sebagai panduan makanan seimbang. Panduan ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat memilih makanan yang mengandung zat gizi esensial dan yang memiliki resiko rendah terhadap terjadinya penyakit tertentu, seperti kanker, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner dan stroke. Dalam panduan ini jumlah yang harus disediakan setiap harinya, untuk tiap jenis makanan, berbeda-beda. Hal ini tergantung dari energi yang dibutuhkan, bervariasi mulai dari 1600- 2400kalori/hari. Pada umumnya, konsumsi lemak diturunkan sampai 30% dari kalori dan konsumsi dari buah, sayuran serta gandum, harus ditingkatkan. Pada dasarnya, pertumbuhan anak di seluruh dunia berawal sama. Namun awal yang sama ini dapat berakhir beda karena adanya gangguan pada pertumbuhan. Inilah yang dialami oleh anak Indonesia. Setelah mengenal makanan pendamping ASI, anak Indonesia sulit untuk mengimbangi pertumbuhan anak di negara lain.

Susu Untuk Pertumbuhan Salah satu penyebab masih banyaknya kasus kurang gizi dan gizi buruk karena anak Indonesia selama ini sangat kurang minum susu, bahkan paling rendah dibanding negaranegara Asia lain. Menurut Organisasi Pangan Dunia (FAO), masyarakat Indonesia mengonsumsi susu rata-rata 9 liter setiap tahun per kapita. Tertinggal jauh dibanding Malaysia 25,4 liter; Singapura 32 liter; Filipina 11,3 liter; dan bahkan Vietnam 10,7 liter. Kalsium diperlukan dalam pertumbuhan seorang anak. Angka kecukupan gizi (RDA) kalsium adalah 800-1200 mg. Satu gelas susu dapat memenuhi 25% RDA protein pada batita dan 45% RDA kalsium. Faktor ekonomi juga dapat menjadi alasan untuk berhenti minum susu. Harga kebutuhan pokok yang meningkat saat ini memaksa masyarakat menetapkan skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan hidup. Tidak jarang konsumsi susu untuk anak di bawah tiga tahun (batita) terpaksa dikorbankan karena harga yang terlalu mahal bagi keluarga berpenghasilan rendah. 2. Sayuran sangat bagus sekali bagi tubuh kita, dan sebagai orang tua, sebaiknya kita mendidik dan mengarahkan anak-anak untuk memakan sayuran setiap hari karena disamping baik untuk masa pertumbuhan, kandungan vitamin dan mineral yang terdapat di dalamnya sangat baik bagi tubuh kita. Berikut ini adalah tips untuk menyiasati dan membuat si Kecil mau dan gemar makan sayuran.
a. Makanlah sayur dan buah bersama anak, tunjukkan padanya "mimik"

wajah betapa enak rasanya b. Hidangkan sayur-sayuran di piring seperti salad sayur, salad buah, sebelum makanan utama, dan disaat ia sedang lapar-laparnya. c. Cobalah untuk mengenalkan sayur-sayuran kepada si Kecil, cobalah untuk menghidangkan menu sayuran setiap harinya dengan menu yang berbeda-beda dan tentunya disajikan dengan menarik. d. Ajaklah si Kecil untuk ikut berkreasi dalam menghidangkan menu sayuran, seperti ajarkan si Kecil untuk mencuci sayuran, atau ajarkan

anak Anda yang lebih besar untuk memotong sayuran, atau ajarkan cara memilih sayur-sayuran yang baik dan segar). e. Cobalah untuk menanam tanaman sayuran di pekarangan Anda, ajak si Kecil untuk ikut melakukan aktifitas ini. f. Beri perumpamaan dengan cerita, misalnya lihatlah kelinci matanya sehat berbinar karena suka makan wortel. g. Bacakan anak buku-cerita bergambar warna-warni tentang manfaat buah dan sayur. h. Ajak anak berbelanja sayur dan buah dan ceritakan nama, warna buahbuahan dan sayuran. i. Libatkan anak dalam penyajian bila perlu beri anak kesempatan memilih berbagai buah dan sayur serta menunya. j. Siasati dengan memperbanyak makan buah, bila anak sedang tidak mau makan sayur. k. Beri anak kesempatan memainkan buah-buahan dan sayuran. Jangan takut kotor pada pakaian atau tempat makan anak.
3. Supaya anak mau makan sendiri.

Sebaiknya mencari tau masalah anak mengapa tidak mau makan, setelah itu kita ajari anak atau memberikan contoh kepada anak. Seperti anak perempuan kita ajak masak, mengajari memegang sendok, menujukkan makan yang baik dan enak kepada anak. Selain itu beri anak makanan yang menggugah selera dan yang fariatif agar anak tertarik untuk makan sediri. 4. Pola makan anak Pola makan anak harus dibentuk sejak dini, apa yang sudah atau akan dimakan oleh anak itu tergantung apa yang disajikan oleh orang tuanya. Kita sebagai guru PLB (pendamping siswa) hedaknya memberi tahu orang tuanya cara mengatur pola makan anak tersebut. Anak perlu variasi nutrisi dengan porsi tertentu sesuai pedoman gizi untuk menunjang tahap tumbuh kembangnya.

Pola makan yang baik untuk anak Jumlah makan untuk si anak Makanlah sesuai kebutuhan kalori, tidak kekurangan dan tidak berlebih. Anak dengan berat badan 1-10 kg, membutuhkan 100 kal/kilogram berat badan. Sementara itu anak yang bobotnya 10-20 kg membutuhkan kalori 50 kal/kg BB (ditambah 1000 kalori). Jenis makanan yang diberikan pada si anak Penuhi kebutuhan gizi yang meliputi karbohidrat, protein nabati dan hewani, buahbuahan, sayuran, lemak serta susu. Agar anak cepat menyukai makanannya, sebaiknya menu makan anak disamakan dengan menu keluarga agar anak tidak cepat bosan. Yang perlu dimodifikasi mungkin rasa pedasnya. Jadwal waktu makan yang teratur Buatlah jadwal makan yang teratur. Waktu makan anak adalah tiga kali makan utama dan dua kali snack. Biasakan juga anak untuk sarapan sebagai persiapan energi sebelum beraktivitas. Sangat dianjurkan untuk melibatkan anak pada acara makan bersama. Melalui kegiatan ini anak bisa mengamati dan belajar tentang kebiasaan dan cara makan yang baik. 5. Menanamkan anak tentang bahaya adaptif Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun Adanya pengawasan orang tua dan guru Berikan contoh kepada anak benda atau barang yang mengandung adaptif

Berikan juga contoh bahaya barang yang mengandung bahan sdaptif Perlu bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak banyak menghabiskan waktunya Memberikan pedoman agama kepada anak

6.

A. Menu anak autis dan anak biasa apakah sama?

Tidak sama, anak normal dengan anak lain, anak lain boleh makan-makanan apa saja yang bergizi,tinggi vitamin,karbohidrat,protein,mineral dan lain-lain,selama itu tidak menimbulkan alergi bagi anak.namun berbeda dengan anak autis,mereka memiliki beberapa larangan untuk menu makanan. Dan bila mereka terkena makanan yang dilarang aktifitas atau gerak mereka akan lebih dari biasanya, selain itu mereka juga mengalami susah tidur. Makanan yang dianjurkan untuk anak autis adalah :

Makanan sumber karbohidrat: beras, tepung beras, kentang, ubi, singkong, jagung, dan tales. Roti atau biscuit dapat diberikan bila dibuat dari tepaung yang bukan tepung terigu.

Makanan sumber protein seperti daging, ikan, ayam, udang dan hasil laut lain yang segar. Makanan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan (almod, mete, kacang kedelai, kacang hijau, kacang polong, dan lainnya). Namun, kacang tanah tidak dianjurkan karena sering berjamur.

Semua sayuran segar terutama yang rendah karbohidrat seperti brokoli, kol, kembang kol, bit, wortel, timun, labu siam, bayam, terong, sawi, tomat, buncis, kacang panjang, kangkung, tomat, dan lain-lain.

Buah-buahan segar dalam jumlah terbatas. B. makanan atau bahan yang tidak diperbolehkan gluten seperti gandum dan produk olahannya; casein seperti susu sapi dan produk olahannya; MSG, zat warna (terutama zat pewarna merah), borax, pemanis buatan

pengawet atau formalin dan zat-zat tambahan lainnya; jeruk, pisang, apel, anggur makanan kalengan, minuman bersoda, fastfood saus tomat kafein

7.

Memasak agar tidak kehilangan nilai gizi Untuk satur Dalam proses pemotongan sayur, sebaiknya dilakukan setelah sayur dicuci bersih agar kandungan vitamin dalam sayuran berkurang dalam proses pencucian. Selain itu pada proses pengolahan tidak terlalu lama agar kandungan vitamin tdak hilang. Untuk unggas atau daging Dalam memilih daging atau unggas harus diperhatikan kesegaran dan kwalitas daging atau unggas. Pada proses pengolahan harus benar-benar diperhatikan dalam keadaan matang. Intinya dalam semua pengolahan makanan harus diperhatikan proses pemasakannya dan bahan makanan yang harus benar-benar baik.

Anda mungkin juga menyukai