Anda di halaman 1dari 6

Suci Prawita Asri-1006778390-Kelompok D

Short Wave Diathermi

SWD adalah Terapi panas penentrasi dalam dengan menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi 27,12 MHz, panjang gelombang 11 m. Tujuan Pemberian SWD Memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, mengurangi spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan jaringan lunak, mempercepat penyembuhan radang.

Indikasi SWD

Kondisi peradangan dan kondisi sehabis trauma (trauma pd musculoskeletal), adanya keluhan nyeri pd sistem musculoskeletal (kodisi ketegangan, pemendekan, perlengketan otot jaringan lunak), persiapan suatu latihan/senam (untuk gangguan pada sistem peredarah darah). Nyeri : Penghilang nyeri menggunakan ShortWave diatermi berguna pada pengobatan traumatic dan kondisi rematik yang mempengaruhi bagian permukaan dari otot, ligament dan sendi kecil bagian permukaan. Penghilang nyeri juga dipengaruhi oleh hilangnya kekakuan otot. Keram Otot : Dapat di kurangi secara langsung menggunakan SWD atau dapat berkurang karena hilangnya nyeri. Penyembuhan Luka : Untuk memicu penyembuhan luka dari luka terbuka, dan meningkatkan dari sirkulasi pembuluh darah kulit. Apabila ateriol ataupun capiler tidak dapat meningkat secara signifikan maka pemanasan dapat diberikan pada bagian proximal luka yang masih baik aliran darahnya. Infeksi : Pengobatan SWD dapat digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan akibat infeksi dengan meningkatkan aliran darah pada daerah yang terkena infeksi. Ini akan meningkatkan sel darah putih dan antibody untuk melawan organism infeksi Fibrosis : Pemanasan telah terbukti dapat memperbaiki kelenturan jaringan yang mengalami fibrosis, seperti pada tendon, kapsul sendi.

Fisioterapi_Modalitas Praktikum

Suci Prawita Asri-1006778390-Kelompok D


Kontraindikasi SWD

Keganasan, contoh: kanker, tumor ganas. Kehamilan, karena dapat berpengaruh terhadap janinnya. Pendarahan, contoh: pasien wanita yang menerima perawatan di punggung bawah atau daerah panggul dapat mengalami peningkatan aliran menstruasi. Gangguan sensibilitas, karena dapat menyebabkan luka bakar pada area yang diterapi akibat efek panas yang dihasilkan dari SWD. adanya logam / metal di dalam tubuh, contoh pemasangan internal fixation (screw end plate) pada pasien pasca fraktur. Pace Maker (alat pacu jantung)

Penempatan/susunan elektroda : Kontraplanar ; paling baik, penentrasi panas kejaringan lebih dalam, dipermukaan berlawanan dengan bagian terapi. Koplanar : elektroda berdampingan disisi sama dgn jarak elektroda adequat, pemanasan superficial, jarak antara ke2 elektroda >> lebar drpd elektroda. Cross fire treatment ; terapi diberikan dgn elektroda 1 posisi, terapi diberikan elektroda posisi lain, pemanasan jaringan dlm seperti untuk organ pelvis. Monoplanar : elektroda aktif diatas satu lesi, bila yang dituju local & dangkal

Jenis-Jenis Elektroda pada SWD


Circuplode Flexiplode

Sumber: http://fisiounikal.wordpress.com/ http://akatsuki-ners.blogspot.com/2011/03/short-wave-diatermi-swd.html

Fisioterapi_Modalitas Praktikum

Suci Prawita Asri-1006778390-Kelompok D


NYERI Definisi Nyeri Nyeri adalah sensasi subjektif, rasa yang tidak nyaman biasanya berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial (Corwin J.E. ). Ketika suatu jaringan mengalami cedera, atau kerusakan mengakibatkan dilepasnya bahan bahan yang dapat menstimulus reseptor nyeri seperti serotonin, histamin, ion kalium,bradikinin, prostaglandin, dan substansi P yang akan mengakibatkan respon nyeri (Kozier dkk). Nyeri juga dapat disebabkan stimulus mekanik seperti pembengkakan jaringan yang menekan pada reseptor nyeri. (Taylor C. dkk)

Mekanisme Nyeri Ionotropik dimana mediator bekerja langsung pada pintu ion ke dalam sel. Ciri jenis transmisi itu adalah proses berlangsung cepat dan masa proses singkat. Metabotropik dimana mediator bekerja lewat perubahan, biokimia pada membran postsinaps. Ciri transmisi, cara ini adalah lambat dan berlangsung lama. Fisiologi Nyeri Transduksi adalah proses dimana stimulus noksius aktivitas elektrik reseptor terkait. Transmisi, dalam proses ini terlibat tiga komponen saraf yaitusaraf sensorik perifer yang meneruskan impuls ke medullaspinalis, kemudian jaringan saraf yang meneruskan impuls yangmenuju ke atas (ascendens), dari medulla spinalis ke batang otakdan thalamus. Yang terakhir hubungan timbal balik antarathalamus dan cortex. Modulasi yaitu aktivitas saraf utk mengontrol transmisi nyeri.Suatu jaras tertentu telah diteruskan di sistem saran pusat yang secara selektif menghambat transmisi nyeri di medulla spinalis. Jaras ini diaktifkan oleh stress atau obat analgetika seperti morfin(Dewanto). Persepsi, Proses impuls nyeri yang ditransmisikan hingga menimbulkan perasaan subyektif dari nyeri sama sekali belum jelas. Bahkan struktur otak yang menimbulkan persepsi tersebut juga tidak jelas. Sangat disayangkan karena nyeri secara mendasar merupakan pengalaman subyektif sehingga tidakter hindarkan keterbatasan untuk memahaminya(Dewanto).

Fisioterapi_Modalitas Praktikum

Suci Prawita Asri-1006778390-Kelompok D

Definisi Tens TENS merupakan suatu cara penggunaan energi listrik yang berguna untuk merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit dan terbukti efektif untuk mengurangi berbagai tipe nyeri (Meryl Roth, 1992). TENS mampu mengaktivasi baik serabut saraf berdiameter besar maupun berdiameter kecil yang akan menyampaikan berbagai informasi sensoris ke sistem saraf pusat. Efektivitas TENS dapat diterangkan lewat teori kontrol gerbang (gate control )nya Melzack dan Wall yang diaplikasikan dengan intensitas comfortable. Lewat stimulasi antidromik TENS dapat memblokir hantaran rangsang dari nociceptor ke medulla spinalis. Stimulasi antidromik dapat mengakibatkan terlepasnya materi P dari neuron sensoris yang akan berakibat terjadinya vasodilatasi arteriole yang merupakan dasar bagi terjadinya triple responses. (Slamet Parjoto, 2001). Mekanisme Kerja dari Tens Teori Melzack and Wall (gate control theory): - Serabut sensoris afferen ada 3 : 1. A-Beta fiber : O besar ---sel neuron sensori ( tidak menghantarkan nyeri ) 2. A-Delta fiber : O kecil---sel nociceptive ( menghantarkan nyeri) 3. C fiber tidak bermielin/ O kecil Secara normal sel nociceptive/A-delta(O kecil) menghantarkan nyeri ke gate(pintu masuk) di substansia gelatinosa untuk di teruskan ke thalamus dan otak TENS merangsang sel neuron sensory (diameter besar) untuk masuk lebih dahulu ke gate(pintu masuk) di subtansia gelatinosa dan menghambat sel nociceptive (diameter kecil) untuk memberikan informasi ke otak sehingga rangsang nyeri tidak sampai ke otak nyeri berkurang 1. Sentral, berpusat di Brainstem/thalamus menghambat impuls nyeri melalui kontrol ascenden dan descenden. 2. Perifer, menghambat transmisi sinaps melalui saraf diameter besar. 3. Neurohumoral,melalui pengeluaran zat endorphin/enkapalin pada subs grisea yang menghasilkan efek analgesik. Meningkatkan aliran darah dan pertukaran cairan sehingga memberikan kontraksi otot ringan stimulasi saraf otonom pemindahan zat kimia yang menyebabkan iritasi nyeri ber(-)

Fisioterapi_Modalitas Praktikum

Suci Prawita Asri-1006778390-Kelompok D


Mekanisme lain yang dapat dicapai oleh TENS ialah mengaktivasi system saraf otonom yang akan menimbulkan tanggap rangsang vasomotor yang dapat mengubah kimiawi jaringan. Postulat lain menyatakan bahwa TENS dapat mengurangi nyeri melalui pelepasan opioid endogen di SSP. TENS dapat juga menimbulkan efek analgetik lewat sistem inhibisi opioid endogen dengan cara mengaktivasi batang otak. Stimulasi listrik yang diberikan cukup jauh dari jaringan yang cidera /rusak, sehingga jaringan yang menimbulkan nyeri tetap efektif untuk memodulasi nyeri. (Slamet Parjoto, 2001)

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/1992358-apa-itutens/#ixzz1pGveWNpi http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/1992358-apa-itutens/#ixzz1pGuGqGEU http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/1992358-apa-itutens/#ixzz1pGtpkzwY http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/1992358-apa-itu-tens/ http://www.scribd.com/doc/14391169/KONSEP-NYERI

Fisioterapi_Modalitas Praktikum

Suci Prawita Asri-1006778390-Kelompok D


Indikasinya dibagi menjadi 2 yaitu nyeri akut dan nyeri kronis, indikasinya meliputi : Nyeri akibat trauma, musculoskeletal, sindroma kompresi neurovaskuler, neuralgia, causalgia kontra indikasi dari TENS yaitu pada penderita dengan alat pacu jantung, alat-alat listrik yang ditemukan pada tubuh pasien. (Taswin-Yacob, MN Jenie, 1991) Efek samping dari TENS yang sering timbul adalah alergi pada kulit dimana elektroda ditempelkan. Reaksi tersebut biasanya disebabkan oleh gel pada waktu menempelkan elektroda. (Taswin-Yacob, MN Jenie, 1991)

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/1992358-apa-itutens/#ixzz1pH7ApnTH

Fisioterapi_Modalitas Praktikum