Anda di halaman 1dari 11

LR03 KARAKTERISTIK VI SEMIKONDUKTOR

Laporan Praktikum

Nama NPM Fakultas Departemen Tanggal Praktikum

: Yoga Abdilah : 1106066145 : FMIPA : FISIKA : 19 Maret 2012

UNIT PELAKSANA PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN DASAR UNIVERSITAS INDONESIA


0

I.

Tujuan
Mempelajari hubungan antara beda potensial (V) dan arus listrik (I) pada suatu semikonduktor.

II.

Alat
Peralatan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Bahan semikonduktor Amperemeter Voltmeter Variable power supply Camcorder Unit PC DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III.

Teori Dasar
Semikonduktor adalah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara isolator dan konduktor dan sering disebut sebagai bahan setengah penghantar listrik. Semikonduktor bersifar isolator pada saat temperatur yang sangat rendah, dan pada temperatur ruangan dapat bersifat konduktor. Bahan semikonduktor yang sering digunakan adalah silikon, germanium, dan gallium arsenide. Material semikonduktor, seperti juga material-material lainnya terdiri atas atom-atom yang berukuran sangat kecil. Atom-atom ini terdiri atas nukleus (inti) yang dikelilingi oleh sejumlah elektron. Nukleus sendiri terdiri atas neutron dan proton. Proton bermuatan positif, elektron bermuatan negatif, sedangkan neutron netral. Elektron - elektron yang mengelilingi nukleus ini tersebar pada beberapa lapisan kulit dengan jarak tertentu dari nukleus, dimana energinya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jarak dari setiap 1

lapisan kulit terhadap nukleus. Elektron pada lapisan terluar disebut elektron valensi. Aktifitas kimiawi dari sebuah unsur terutama ditentukan oleh jumlah elektron valensi ini. Unsur-unsur pada tabel periodik telah disusun sedemikian rupa berdasarkan jumlah elektron

valensinya. Silikon (Si) dan Germanium (Ge) berada pada Grup IV karena memiliki empat elektron valensi pada kulit terluarnya, sehingga disebut juga semikonduktor dasar

(elemental semiconductor). Sedangkan Gallium Arsenik (GaAs) masing-masing berada pada Grup III dan V, sehingga dinamakan semikonduktor gabungan (compound semiconductor). Sebuah bahan material bila dilewati oleh arus listrik akan menimbulkan disipasi panas. Besarnya disipasi panas adalah I2R. Panas yang dihasilkan oleh material ini akan mengakibatkan perubahan hambatan material tersebut. Jika pada material semi konduktor , pertambahan kalor / panas akan mengurangi nilai hambatan material tersebut. Peristiwa dispasi panas dan perubahan resistansi bahan semi konduktor ini saling berkaitan.

Gambar 1. Rangkaian tertutup semikoduktor

IV.

Cara Kerja
Percobaan ini menggunakan sistem rLab dengan prosedur yaitu sebagai berikut: 1. Memperhatikan halaman web percobaan karakteristik VI semi konduktor. 2. Memberikan beda potensial dengan member tegangan V1. 3. Mengaktifkan power supply/baterai dengan mengklik radio button di sebelahnya. 4. Mengukur beda potensial dan arus yang terukur pada hambatan.

5. Mengulangi langkah 3 hingga 5 untuk beda potensial V2 hingga V8. Catatan : data yang diperoleh adalah 5 buah data terakhir jika rangkaian diberi beda potensial tertentu ( misalkan V1) dengan interval 1 detik antara data ke satu dengan data berikutnya.

V.

Data Hasil Percobaan


Berdasarkan percobaanyang telah dilakukan, maka didapatkan data hasil percobaan. Data yang ditampilkan berupa tabel tegangan dan Arus. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 V(volt) 0.39 0.39 0.39 0.39 0.39 0.82 0.82 0.82 0.82 0.82 1.32 1.32 1.32 1.32 1.32 1.84 1.84 1.84 1.84 1.84 I(mA) 3.26 3.26 3.58 3.26 3.58 7.17 7.17 7.17 7.17 7.17 11.73 11.73 11.73 11.73 11.73 16.29 16.62 16.62 16.62 16.62 No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 V(volt) 2.22 2.22 2.22 2.22 2.22 2.75 2.75 2.75 2.74 2.74 3.07 3.06 3.06 3.06 3.05 3.55 3.54 3.53 3.52 3.52 I(mA) 20.53 20.53 20.85 20.85 20.85 26.07 26.72 26.72 27.37 27.37 30.63 30.95 31.61 31.28 32.26 37.8 38.12 38.77 39.43 39.75

Berdasarkan data pada tabel tersebut, dapat diketahui bahwa arus berubah semakin besar pada saat tegangan diperbesar.

VI.

Pengolahan Data
Berdasarkan data hasil percobaan yang diperoleh, maka dapat dilakukan pengolahan data. Dapat diketahui dari tabel data hasil percobaan bahwa terdapat delapan beda potensial listrik berbeda yang dipasang kemudian arus yang melalui semikonduktor diukur dengan masing masing lima kali pengukuran arus. Oleh karena itu, nilai rata rata dari masing masing beda potensial didapatkan. Kemudian dibuat grafik hubungan antara tegangan (V) dengan Arus (I).

A. Nilai Rata Rata Arus


Dapat diketahui rata-rata arus pada tiap tegangan: 1. Pada V1 V(volt) 0.39 0.39 0.39 0.39 0.39 Rata - rata 2. Pada V2 V(volt) 0.82 0.82 0.82 0.82 0.82 Rata - rata 3. Pada V3 V(volt) 1.32 1.32 1.32 1.32 1.32 Rata - rata I(mA) 11.73 11.73 11.73 11.73 11.73 11.73 I(mA) 7.17 7.17 7.17 7.17 7.17 7.17 I(mA) 3.26 3.26 3.58 3.26 3.58 3.388

4. Pada V4 V(volt) 1.84 1.84 1.84 1.84 1.84 Rata - rata 5. Pada V5 V(volt) 2.22 2.22 2.22 2.22 2.22 Rata - rata 6. Pada V6 V(volt) 2.75 2.75 2.75 2.74 2.74 Rata - rata 7. Pada V7 V(volt) 3.07 3.06 3.06 3.06 3.05 Rata - rata I(mA) 30.63 30.95 31.61 31.28 32.26 31.346 I(mA) 26.07 26.72 26.72 27.37 27.37 26.85 I(mA) 20.53 20.53 20.85 20.85 20.85 20.722 I(mA) 16.29 16.62 16.62 16.62 16.62 16.554

8. Pada V8 V(volt) 3.55 3.54 3.53 3.52 3.52 Rata - rata I(mA) 37.8 38.12 38.77 39.43 39.75 38.774

B. Grafik Hubungan Antara Tegangan (V) dan Arus (I)


Arus rata-rata yang didapatkan diubah menjadi dalam satuan Ampere dan kemudian dibuat grafik hubungan antara Tegangan dan Arus.

Grafik I terhadap V
0.045 0.04 0.035 0.03 Arus 0.025 0.02 0.015 0.01 0.005 0 0 1 2 V Grafik hubungan tegangan dengan arus 3 4 y = 0.011x - 0.0023 R = 0.989

Berdasarkan plot titik-titik arus berdasarkan tegangan sesuai dengan tabel pengolahan data, grafik membentuk garis linier dengan persamaan garis Dapat diketahui juga bahwa nilai arus semakin tinggi pada saat tegangan diperbesar. .

C. Hubungan Tegangan dan Arus dengan Hukum Ohm Hukum ohm menyatakan terdapat hubungan antara tegangan dan arus dengan persamaan . Dari tabel pengolahan data, dengan menggunakan hukum ohm,

maka didapatkan nilai resistansi dari semikonduktor yang digunakan pada tabel berikut: V I R 0.39 0.003388 115.1122 0.82 0.00717 114.3654 1.32 0.01173 112.532 1.84 0.016554 111.1514 2.22 0.020722 107.1325 2.75 0.02685 102.4209 3.07 0.031346 97.93913 3.55 0.038774 91.5562 Rata-rata 106.5262

Berdasarkan tabel tersebut, diketahui bahwa resistansi dari semikonduktor tersebut adalah 106.53.

VII.

Analisa
Setelah dilakukan pengolahan data, hasil pengolahan dapat dianalisa. Analisa pada percobaan ini meliputi analisa percobaan, data, grafik, dan hasil. A. Analisa Percobaan Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara tegangan dan arus pada suatu semikonduktor. Pemberian tegangan yang berbeda-beda dapat menimbulkan perbedaan arus yang melewati semikonduktor. Percobaan ini menggunakan sistem rlab. Pada percobaan ini, dibutuhkan perangkat kendali percobaan berupa komputer yang terhubung ke jaringan internet. Peralatan lain yang digunakan pada percobaan ini yaitu Bahan semikonduktor, Amperemeter, Voltmeter, Variable power supply, Camcorder, DAQ, dan perangkat pengendali otomatis. Pada percobaan ini, digunakan delapan tegangan yang berbeda dan dilakukan pengukuran arus lima kali pada setiap tegangan. Kelima nilai arus listrik yang didapatkan kemudian didapatkan nilai rata-rata arus. Arus rata-rata yang dieroleh kemudian diinput ke dalam grafik arus terhadap tegangan.

B. Analisa Data Data hasil percobaan pada praktikum ini diperoleh sebagai output dari sistem rLab. Terdapat lima nilai arus listrik pada semikonduktor di setiap tegangan, kelima nilai tersebut dirata-rata dan didapatkan arus sebagai berikut: V 0.39 0.82 1.32 1.84 2.22 2.75 3.07 3.55 I 0.003388 0.00717 0.01173 0.016554 0.020722 0.02685 0.031346 0.038774

Berdasarkan data yang didapatkan, dapat diketahui bahwa semakin besar tegangan yang diberikan, arus semakin besar. Naiknya tegangan mengakibatkan naiknya suhu 8

semikonduktor sehingga peristiwa tersebut sejalan dengan sifat semikonduktor dimana saat suhu naik sifat konduktornya optimal.

C. Analisa Grafik Pada pengolahan data, dapat diketahui Grafik hubungan antara tegangan dan arus yaitu:

Grafik I terhadap V
0.045 0.04 0.035 0.03 Arus 0.025 0.02 0.015 0.01 0.005 0 0 1 2 V Grafik hubungan tegangan dengan arus 3 4 y = 0.011x - 0.0023 R = 0.989

Berdasarkan grafik, dapat diketahui bahwa nilai arus listrik berubah semakin besar pada saat tegangan dinaikkan. Titik-titik plot pada grafik membentuk garis linier dengan persamaan garis dan koefisien restitusi .

D. Analisa Hasil Berdasarkan percobaan yang dilakukan, diketahui bahwa terjadi perubahan arus yang semakin tinggi saat tegangan dinaikkan. Hukum ohm menyatakan adanya hubungan antara tegangan dan arus listrik. Pada percobaan ini semikonduktor pada rangkaian memenuhi hukum ohm.

V 0.39 0.82 1.32 1.84 2.22 2.75 3.07 3.55

I 0.003388 0.00717 0.01173 0.016554 0.020722 0.02685 0.031346 0.038774

R 115.1122 114.3654 112.532 111.1514 107.1325 102.4209 97.93913 91.5562 106.5262

Rata-rata

Dengan persamaan

, dapat

diketahui nilai resistansi (R) rata-rata

semikonduktor adalah 106.53. Nilai R yang berubah semakin kecil berdasarkan naiknya tegangan mengindikasikan terjadinya kenaikan suhu semikonduktor yang menyebabkan berkurangnya nilai resistansi dan sifat konduktor menjadi optimal.

VIII.

Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: 1. Pada suatu semikonduktor, besar tegangan mempengaruhi arus. 2. Semakin tinggi tegangan yang diberikan, arus yang terukur semakin tinggi. 3. Kurva grafik hubungan tegangan dan arus membentuk persamaan garis . 4. Dapat diketahui nilai resistansi rata-rata semikonduktor adalah 106.53.

IX.

Referensi
Halliday, Resnick, David, Robert. 1984. Fisika Jilid 2. Edisi Ke-3. Jakarta: Erlangga. Giancoli, D.C. 2000. Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition. NJ: Prentice Hall

10