Anda di halaman 1dari 3

Bundle Branch Block (BBB) Gangguan pada konduksi cabang kanan atau kiri sistem konduksi, atau divisi

anterior atau posterior cabang kiri. Diagnosis pemeriksaan EKG ditemukan kompleks QRS yang melebar lebih dari 0.11 detik disertai perubahan bentuk kompleks QRS dan aksis QRS. LBBB Gangguan konduksi cabang kiri. Pada pemeriksaan EKG: rsR atau R yang lebar di I,aVL,V5,V6. Gangguan konduksi yang terjadi pada divisi anterior cabang kiri akan menyebabkan perubahan aksis menjadi deviasi ke kiri yang ekstrim dan disebut left anterior hemiblock, sedangkan bila divisi posterior cabang kiri terganggu akan menimbulkan aksis deviasi ke kanan yang ekstrim dan dinamakan left posterior hemiblock.

RBBB Gangguan konduksi pada cabang kanan. RBBB dapat ditemukan pada jantung yang normal, dapat juga pada kelainan kongenital seperti atrial septal defect, infark miokard maupun iskemik miokard atau pada penyakit degenerasi sistem konduksi. EKG : kompleks QRS yg melebar > 0.12 detik dan akan tampak gambaran rsR atau RSR di V1, V2. sementara di I, aVL,V5,V6 didapatkan S yg melebar akibat depolarisasi RV yg terlambat

Sindrom praeksitasi Ditandai depolarisasi ventrikel yg prematur.

WPW (wolf parkinson white) dsebabkan karena adanya jalur aksesori yg menghubungkan atrium dgn ventrikel shg sebagian ventrikel diaktivasi sangat prematur.

Pengobatan diberikan bila ada takiaritmia dengan digitalis, propranolol atau amiodaron. EKG: gel P normal, interval PR yg memendek , 0.11 detik, kompleks QRS melebar karena adanya gelombang delta disertai gel T sekunder

LGL (Lown Ganong Levine) adanya jalur aksesoris yg menghubungkan atrium dgn bundle of his. Pada LGL dapat terjadi takikardi supraventricular. Pengobatan degan propranolol, amiodaron, verapamil.

EKG: gel P normal, interval PR< 0.11 detik, QRS normal.

Sumber : Aru W. Sudoyo dkk, 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi V. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Yuvita Dewi Priyatni H1A 010 021