Anda di halaman 1dari 41

ANALISIS WATER BALANCE DI 15 KOTA BESAR

UNITED STATED OF AMERICA

WATER BALANCE DI 15 KOTA BESAR UNITED STATED OF AMERICA KELAS HIDROGEOGRAFI Oleh: Diky Pradana Putra

KELAS HIDROGEOGRAFI

Oleh:

Diky Pradana Putra

1006678791

Fathu Rohmah

1006678854

Rina Nourmasari

1006679226

Siti Hamima

1006679296

Subhan Maulana Syifa

1006679301

UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

DEPARTEMEN GEOGRAFI

DEPOK

2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunianya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas hidrogeografi ini tepat pada waktunya. Dalam penyelesaian tugas ini, penulis tidak terlepas dari bantuan dari dosen dan teman-teman penulis. Untuk itu penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada Dr. rer. nat Eko Kusratmoko selaku dosen mata kuliah hidrogeografi di Departemen Geografi FMIPA UI yang telah memberikan pengarahan dalam penyelesaian tugas ini. Semoga Allah melimpahkan pahala yang sebesar-sebesarnya kepada pihak yang telah disebutkan di atas.

Penulis juga menyadari bahwa dalam tugas ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi penyempurnaan tugas ini. Penulis berharap tugas ini dapat memberikan manfaat bagi civitas academica Universitas Indonesia.

Depok, 5 Maret 2012

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pangantar

ii

 

Daftar Isi

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

4

1.2 Metodologi

1.2.1 Wilayah Studi

5

1.2.2 Data yang digunakan

9

1.2.3 Cara Perhitungan

10

 

BAB II ISI

2.1

Karakteristik komponen Hidrologi

2.1.1 Karakteristik curah hujan

13

2.1.2 Karakteristik suhu

21

2.2

Karakteristik water balance

2.2.1 Karakteristik water balance pada masing-masing wilayah

27

2.2.2 Water balance dan faktor geografis

36

BAB III PENUTUP Kesimpulan

36

Daftar Pustaka

41

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Siklus hidrologi dikenal sebagai siklus air, merupakan suatu sirkulasi air dalam bumi yang digerakkan oleh sinar matahari melalui berbagai proses yaitu kondensasi, presipitasi, evaporasi, transpirasi, infiltrasi, pergerakan air permukaan dan pergerakan air bawah tanah yang terjadi secara terus-menerus dari atmosfer yang jatuh ke bumi lalu kembali lagi ke atmosfer. Beberapa siklus yang terjadi dalam siklus hidrologi adalah:

a. Evaporasi/transpirasi: air yang ada di laut, daratan, sungai, pada tanaman, akan menguap ke atmosfer dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air akan mengumpul menjadi gumpalan kecil air yang selanjutnya akan turun dalam bentuk hujan atau salju.

b. Infiltarsi ke dalam tanah: air yang bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air ini dapat bergerak akibat aksi kapiler tanah secara vertikel dan horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut masuk kembali ke sistem air permukaan

c. Air permukaan: air yang bergerak dari alur utama dan danau. Semakin landai lahan dan semakin sedikit pori-pori tanah maka limpasan atau run off permukaan akan semakin besar Konsep water balance (neraca air) merupakan suatu konsep yang dikembangkan dari siklus hidrologi yang tersebut diatas. Pada proses presipitasi, hujan yang jatuh pada suatu daerah menyebar ke berbagai arah; dapat menjadi run off, dapat terinfiltrasi ke dalam tanah, mengalir ke dalam air tanah secara vertikal dan melakukan evaporasi kembali dari berbagai permukaan dan traspirasi dari daun-daunan. Volume total dari air hujan adalah sama dengan komponen-komponen tersebut, dan hubungan inilah yang disebut water balance atau neraca air.

P = Ro + Ea ± ΔSt (P = Presipitasi, Ea = Evapotranspirasi aktual, Q = Ro = Runoff , ΔSt = perubahan simpanan air)

Komponen-komponen yang mempengaruhi water balance adalah curah hujan yang berkaitan langsung terhadap air yang disimpan atau limpasan yang akan terjadi. Komponen lainnya adalah kondisi meteorologi yang mempengaruhi evapotranspiarsi misalnya saja suhu dan musim.

1.2 Metodologi a. Daerah/Lokasi Studi

1. New Orleans New Orleans merupakan salah satu kota yang terletak di Louisiana yang merupakan Negara bagian Amerika Serikat. Kota ini terletak pada koordinat 29°57′53″LU dan 90°4′14″BB. Karakteristik iklim menurut Koppen untuk kota ini adalah Cf. Hal tersebut menunjukkan bahwa New Orleans memiliki karakteristik iklim basah. Kota ini memiliki ketinggian -2 m di bawah permukaan laut hingga 6 mdpl dan memiliki jarak 169 km dari Teluk Meksiko.

Iklim Basah Lintang Tengah dapat ditemukan di belahan bumi bagian utara di wilayah 60°Utara sampai 25-30° utara hingga sepanjang batas timur benua. Di utara amerika, iklim ini diperpanjang hingga pantai/pesisir Pasifik dari Kanada di lintang lebih dari 55° ke arah timur hingga pantai Atlantik yang didominasi dari sebagian timur benua. Di belahan bumi bagian selatan, iklim ini terdapat di bagian Selatan dari Amerika Selatan, New Zealand dan pantai Tenggara Australia.

Musim panas didominasi dari massa udara laut di wilayah tropis yang menghasilkan hujan disertai angin ribut (thunderstorm) dari pemanasan setiap harinya. Temperatur rata-rata bulanan berkisar antara 21 hingga 26°C dengan area tropis yang dapat mencapai 29°C. Musim frontal diasosiasikan dengan angin lintang tengah (mid- latitude cyclone) yang mendominasi iklim di wilayah kutub dan frekuensi bertambah di semua kawasan selama musim dingin.

2. Orlando, Florida

Orlando terletak di Negara bagian Florida, Amerika Serikat. Kota ini berada pada posisi 28°32′1″LU dan 81°22′33″BB. Kota ini terletak pada ketinggian 34 mdpl dan berjarak 68 km dari Samudera Atlantik. Menurut tipe iklim Koppen, kota ini memiliki karakteristik iklim basah dengan spesifikasi Cfa.

3. Savannah, Georgia Savannah terletak pada posisi 32°04′52″LU 81°05′28″BB dengan elevasi/ketinggian 15 mdpl. Savannah memiliki karakteristik iklim Cfa yang artinya, kota ini termasuk ke dalam kota dengan karakteristik iklim basah. Jarak kota ini dari Samudera Atlantik adalah 35 km.

4. Kansas City, Missouri Kansas City yang merupakan kota di Negara bagian Missouri terletak pada koordinat 39° 5' 3.26"LU dan 94° 33' 8.86"BB. Negara ini memiliki ketinggian 208 mdpl dengan titik tertinggi di Gunung Sunflower (1.231). Jarak terdekat kota ini dari laut sekitar 1.029,4 km. Klasifikasi menurut iklim Koppen untuk daerah ini adalah Dfa atau jenis iklim ekstrem dengan cirri-ciri sebagai berikut :

a. Suhu rata-rata bulan terdingin < 10 C, bulan terpanas >10 C.

b. Tidak ada musim kering,basah sepanjang tahun.

c. Musim panas terik, suhu rata-rata bulan terpanas > 22C

5. Denver, Colorado

Kota Denver berada pada posisi 39° 44' 12.34"LU dan 104° 58' 22.77"BB. Ketinggian/elevasi kota ini mencapai 1.690,35 atau setara dengan 1 mil sehingga kota ini dijuluki sebagai Mile-High City. Jarak kota ini dari laut adalah 1323,5 km. Menurut klasifikasi iklim Koppen, kota ini termasuk ke dalam jenis tipe iklim Bsk dengan cirri-ciri sebagai berikut :

a. Evapotranspirasi potensial tahunan rata-rata > curahan tahunan rata-rata. Tidak ada kelebihan air

b. Kondisi kering pada musim panas

c. Sejuk, suhu tahunan rata-rata < 18 C

6. Salt Lake City, Utah Salt Lake City merupakan kota dengan ketinggian atau elevasi mencapai 1.228 mdpl. Berjarak 1.000 km dari laut. Terletak pada koordinat 40° 45' 53.79"LU dan 111° 53' 42.23"BB. Tipe iklim yang sesuai dengan kota ini adalah Bsk, dengan cirri sebagai berikut:

a. Evapotranspirasi potensial tahunan rata-rata > curahan tahunan rata-rata. Tidak ada kelebihan air

b. Kondisi kering pada musim panas

c. Sejuk, suhu tahunan rata-rata < 18°C

7. Houston, Texas Houston merupakan kota terbesar keempat di Amerika Serikat dan kota terbesar di negara bagian Texas. Kota ini terletak pada koordinat 29° 45' 46" LU, 95° 22' 59" BB. Jarak kota ini dari Samudra Atlantik berkisar 1839 km dan berada pada ketinggian 13 mdpl. Berdasarkan karakteristik iklim Koppen, Houston merupakan kota yang beriklim subtropis (Cfa) atau iklim sejuk. Iklim ini memiliki karakteristik suhu bulan terdingin antara 0°-18°C (suhu bulan terdingin di Houston adalah 10°C yang jatuh pada bulan januari) dan curah hujan bulanan selalu > 30 mm.

8. Dallas, Ft. Worth Dallas Merupakan nama kota yang terletak di negara bagian Texas, Amerika Serikat. Kota ini terletak pada koordinat 32° 46′ 58″ LU, 96° 48′ 14″ BB Jarak kota ini dari Samudra Atlantik berkisar 7850 km dan berada pada ketinggian 131 mdpl. Berdasarkan karakteristik iklim Koppen kota Dallas merupakan kota yang memiliki iklim subtropis Cfa atau iklim sejuk yang Curah hujannya selalu > 30 mm. Hal ini

ditunjukan dengan suhu udara bulan terdingin jatuh pada bulan januari yaitu 7°C dan curah hujan bulanan selalu > 30 mm

9. Lubbock, Texas Lubbock merupakan salah satu kota yang terletak di sebelah barat negara bagian Texas. Kota ini terletak pada koordinat 33° 33′ 59″ LU, 101° 53′ 12″ BB. Jarak kota ini dari selat Mexsico berkisar 1800 km dan berada pada ketinggian 992 mdpl. Berdasarkan karakteristik iklim Koppen kota Lubbock merupakan kota yang memiliki iklim subtropis Cwa atau iklim sejuk yang musim keringnya jatuh pada musim dingin. Dengan suhu bulan terdingin mencapai 4°C pada bulan Januari dengan suhu rata-rata bulanannya mencapai 16,5°C dan suhu terpanas jatuh pada bulan Juli yaitu 27°C.

10. San Diego,California San Diego terletak di Negara bagian California, Amerika Serikat. Kota ini berada pada posisi Kota ini terletak pada ketinggian 22 mdpl dan berjarak 8 km. Menurut tipe iklim Koppen, kota ini memiliki karakteristik iklim Mediterania dengan spesifikasi Csa di bagian utaranya dan iklim semi kering (Bsh) di bagian selatan dan timur.

11. Yuma, Arizona Yuma terletak di Negara bagian Arizona, Amerika Serikat. Kota ini berada pada posisi . Kota ini terletak pada ketinggian 43 mdpl dan berjarak 300 km dari laut. Menurut tipe iklim Koppen, kota ini memiliki karakteristik iklim gurun.

12. Phoenix, Arizona Phoenix terletak di Negara bagian Arizona, Amerika Serikat. Kota ini berada pada posisi 28°32′1″LU dan 81°22′33″BB. Kota ini terletak pada ketinggian 34 mdpl dan berjarak 68 km dari Samudera Atlantik. Menurut tipe iklim Koppen, kota ini memiliki karakteristik iklim basah dengan spesifikasi Cfa.

13. Oklahoma City Oklahoma City terletak di kedudukan 35 o 28’3” N dan 97 o 30’58” W dengan ketinggian 1291 kaki di atas permukaan laut. Jarak dari laut kurang lebih 739 km. Berdasarkan klasifikasi Koppen, iklim di Oklahoma City termasuk dalam tipe Cfa atau iklim sejuk basah. Curah hujan bulanan di Oklahoma City selalu di atas 30 mm dan suhu bulan terdingin antara 0 o -18 o C. Sedangkan pada saat musim panas, suhu bulanan tertinggi dapat mencapai lebih dari 22 o C.

14. Memphis, Tenesse Memphis terletak di kedudukan 35 o 8’57” N dan 89 o 58’16” W dengan ketinggian 331 kaki di atas per. Jarak dari laut kurang lebih 395 km. Berdasarkan klasifikasi Koppen, iklim di Memphis termasuk dalam tipe Cfa atau iklim sejuk basah. Curah hujan bulanan di Kota Memphis selalu di atas 30 mm dan suhu bulan terdingin antara 0 o -18 o C. Sedangkan pada saat musim panas, suhu bulanan tertinggi dapat mencapai lebih dari 22 o C.

15. Charlotte, North Carolina Kota Charlotte terletak di kedudukan 35 o 13’36” N dan 80 o 50’36” W dengan ketinggian. Jarak dari laut sekitar 225 km. Berdasarkan klasifikasi Koppen, iklim di Kota Charlotte sama seperti di Oklahoma City dan Memphis, yakni termasuk dalam tipe Cfa atau iklim sejuk basah. Curah hujan bulanan di Charlotte, North Carolina selalu di atas 30 mm dan suhu bulan terdingin antara 0 o -18 o C. Sedangkan pada saat musim panas, suhu bulanan tertinggi dapat mencapai lebih dari 22 o C.

b. Data yang digunakan

Data yang digunakan dalam perhitungan water balance ini adalah data curah hujan dan data suhu. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan bulanan, dimana data tersebut cukup merepresentasikan curah hujan harian. Sementara data suhu yang digunakan

adalah data suhu rata-rata bulanan yang diambil dari suhu minimum bulanan dan suhu maksimum bulanan. Suhu rata-rata bulanan yang diperoleh merepresentasikan suhu rata- rata harian karena data suhu bulanan ini diperoleh dari suhu minimum dan maksimum harian yang diakumulasikan selama satu bulan yang kemudian diperoleh nilai rata-rata suhu bulanan. Data curah hujan dan suhu ini diambil dari Badan Meterologi Dunia (World Meteorology Organization). Kedua data ini merupakan data utama yang selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan rumusan tertentu untuk mendapatkan nilai evapotranspirasi aktual. Dari nilai evapotranspirasi aktual inilah yang menjadi salah satu komponen dalam perhitungan water balance.

c. Cara perhitungan water balance

Data yang diketahui adalah data mengenai curah hujan (presipitasi) bulanan dan suhu maksimum dan minimum bulanan. Dari presipitasi dan suhu bulanan tersebut dapat diperoleh beberapa rumusan yang akhirnya dapat diketahui potential evapotranspiration (PE). Adapun langkah-langkahnya adalah:

Menjumlahkan suhu minimum dan maksimum kemudian dibagi dua untuk dijadikan sebagai suhu rata-rata bulanan

Hitung Indeks Panas/Heat Index (i) tiap bulan dengan rumus:

i

T

5

1 , 514 =

untuk

T > 0

i = 0

T adalah suhu rata-rata bulanan dalam derajat celsius

untuk T 0

Hitung jumlah indeks panas tahunan (I)

I = i jan + i feb + i

+ i des

Hitung ekponen m

m = (6.75 x 10 -7 ) I 3 (7.71 x 10 -5 ) I 2 + (1.79 x 10 -2 ) I + 0.492

Hitung Unadjusted PE (millimeters)

UPE = 0

T < 0 o C

UPE = 16

10 T

I

0 o C T 26,5 o C

UPE = -415.85 + 32.24T 0.43T 2

T > 26.5 °C

T adalah suhu rata-rata dalam °C untuk bulan tertentu yang dihitung

Apabila UPE telah dihitung, gunakan Daylength Correction Table untuk mendapatkan adjusted PE

yang dihitung  Apabila UPE telah dihitung, gunakan Daylength Correction Table untuk mendapatkan adjusted PE 11

Kalikan dengan correction factor tiap bulan dengan UPE tiap bulan sehingga menghasilkan PE

tiap bulan dengan UPE tiap bulan sehingga menghasilkan PE  Lengkapi Tabel Water Balance: Contoh Perhitungan

Lengkapi Tabel Water Balance:

Contoh Perhitungan di stasiun Boston

dengan UPE tiap bulan sehingga menghasilkan PE  Lengkapi Tabel Water Balance: Contoh Perhitungan di stasiun

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Karakteristik komponen hidrologi

2.1.1 Karakteristik curah hujan

a. New Orleans Curah Hujan New Orleans 180 160 140 120 100 80 60 1
a. New Orleans
Curah Hujan New Orleans
180
160
140
120
100
80
60
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Curah Hujan

Curah Hujan

Karakteristik curah hujan bulanan di kota ini cukup tinggi selama sepanjang tahun. Grafik diatas menunjukan curah hujan yang turun di kota ini cukup fluktuatif dengan curah hujan minimum tidak pernah kurang dari 60 mm. Umumnya total presipitasi merupakan variabel tetap dan berdasarkan pada garis lintang dan posisi daratan/benua dari wilayah tersebut. Selama musim panas dan di atas garis khatulistiwa, hujan konveksi merupakan mekanisme primer dari curah hujan. Bagian tenggara Amerika rata-rata 40 sampai 60 hari thunderstorm per tahun. Frekuensi dari thunderstorm menurun dengan cepat dari selatan ke utara. Hurricane juga merupakan mekanisme yang dibuat untuk memproduksi hujan di beberapa wilayah tropis dari iklim ini.

b. Orlando, Florida

Curah Hujan Orlando

250 200 150 100 50 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8
250
200
150
100
50
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Axis Title

Axis Title

Curah Hujan

Curah hujan bulanan di kota ini relatif cukup flutuatif, pada bulan-bulan awal curah hujan terbilang rendah dan meningkat pada bulan mei, dan mengalami curha hujan yang maksimal pada bulan juni berkisar antara 180 mm.

c. Savannah, Georgia Curah Hujan Savannah 200 180 160 140 120 100 80 60 40
c. Savannah, Georgia
Curah Hujan Savannah
200
180
160
140
120
100
80
60
40
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Curah HujanGeorgia Curah Hujan Savannah 200 180 160 140 120 100 80 60 40 1 2 3

Curah hujan di kota ini cukup tinggi dengan jumlah Ch pada bulan-bulan awal melebihi 60 mm dan semakin meningkat sampai bulan Agustus dan mengalami penuruna n lagi sampai bulan September.

d. Kansas City, Missouri

Curah Hujan Kansas City, Missouri 140 120 100 80 60 Curah Hujan 40 20 0
Curah Hujan Kansas City, Missouri
140
120
100
80
60
Curah Hujan
40
20
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Bulan
CH

Pada bulan awal curah hujan kota ini terbilang rendah untuk satu bulannya, akan tetapi mengalami kenaikan yang cukup signifikan hingga mengalami penurunan kembali pada awal bulan sepetember. Dari grafik diatas dapat diketahui bulan-bulan basah yaitu jatuh pada bulan April-Oktober

e. Denver, Colorado

Curah Hujan Danver, Colorado

70 60 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3 4 5 6
70
60
50
40
30
20
10
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10 11
12
CH

Bulan

Curah HujanCurah Hujan Danver, Colorado 70 60 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3

Curah hujan di kota ini terbilang cukup rendah, karena jumlah curah hujanmaksimal bulanannya hanya mencapai 60 mm. Kondisi hal tersebut menunjukan bahwa kota ini mengalami kekeringan hampir sepanjang tahun

f. Salt Lake City, Utah Curah Hujan 60 50 40 30 20 10 0 0
f. Salt Lake City, Utah
Curah Hujan
60
50
40
30
20
10
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
CH

Bulan

Curah HujanBulan

Berdasarkan grafik di atas dapat diamati bahwa kota ini memiliki curah hujan bulanan yang sangat rendah dengan jumlah curah hujan sepanjang tahun selalu kurang dari 60 mm, itu artinya sepanjang tahun kota ini mengalami kekeringan.

g. Houston, Texas

Curah Hujan Bulanan Kota Houston 140 120 100 80 60 Curah Hujan 40 20 0
Curah Hujan Bulanan Kota Houston
140
120
100
80
60
Curah Hujan
40
20
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Bulan
CH

Curah hujan di Houston selalu melebihi 30 mm dengan CH tertinggi jatuh pada bulan mei sebesar 133 mm. Suhu tertinggi pada musim panas (bulan juni, juli, agustus) melebihi 22° C yaitu adalah 27°C, 28°C, 28° C dan suhu rata-rata tahunannya 22° C . Curah hujan bulanan Houston yang melebihi 60 mm menunjukan kalau setiap bulannya Houston merupakan bulan basah atau setidaknya selalu diguyur hujan dengan total curah hujan tahunan sebesar 1170 mm.

h. Dallas, Ft. Worth Curah Hujan Bulanan Kota Dallas 120 100 80 60 40 20
h. Dallas, Ft. Worth
Curah Hujan Bulanan Kota Dallas
120
100
80
60
40
20
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
CH

Bulan

Bulan Curah Hujan

Curah Hujan

Curah hujan tertinggi jatuh pada bulan Mei sebesar 124 mm dengan total jumlah curah hujan tahunan sebesar 856 mm. Berdasarkan grafik curah hujan di atas menunjukan bahwa kota Dallas memiliki bulan kering dan bulan basah dengan perbandingan sama, yaitu bulan basah 6 dan bulan keringnya pun 6. Asumsi ini didasarkan jika curah hujan bulanan < 60 mm disebut bulan kering dan jika > 60 mm disebut bulan basah.

i. Lubbock, Texas

Curah Hujan Bulanan Kota Lubbock 70 60 50 40 30 Curah Hujan 20 10 0
Curah Hujan Bulanan Kota Lubbock
70
60
50
40
30
Curah Hujan
20
10
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Bulan
CH

Curah hujan rata-rata bulanan Lubbock sebesar 39 mm dengan total curah hujan tahunan sesesar 474 mm dan musim keringnya jatuh pada musim dingin yaitu jatuh pada bulan Desember (CH 14 mm), Januari (CH 10 mm) dan Februari (CH 17 mm). Kota ini di dominasi oleh bulan-bulan kering dimana bulan basahnya hanya ada dua yaitu bulan juni dan bulan september.

j. San Diego,California Curah Hujan San Diego 50 40 30 20 10 0 0 1
j. San Diego,California
Curah Hujan San Diego
50
40
30
20
10
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
CH

Bulan

Bulan Curah Hujan

Curah Hujan

Berdasarkan grafik di atas, terjadi bulan kering sepanjang tahun di wilayah ini karena curah hujan bulanan seluruhnya di bawah 60 mm. Tidak terjadi hujan di wilayah ini. Curah

hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari sedangkan curah hujan terendah terjadi di bulan Juli.

k. Yuma, Arizona Curah Hujan Yuma 18 16 14 12 10 8 6 4 2
k. Yuma, Arizona
Curah Hujan Yuma
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
CH

Bulan

Bulan Curah Hujan

Curah Hujan

Terjadi bulan kering sepanjang tahun di wilayah ini karena curah hujan di bawah 60 mm. Selain itu, tidak terjadi musim hujan di wilayah ini. Curah hujan tertinggi terjadi di bulan Agustus sedangkan curah hujan terendah terjadi di bulan Juni.

l. Phoenix,Arizona Curah Hujan Phoenix 30 25 20 15 10 5 0 0 1 2
l. Phoenix,Arizona
Curah Hujan Phoenix
30
25
20
15
10
5
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
CH

Bulan

Bulan Curah Hujan

Curah Hujan

Berdasarkan grafik curah hujan di atas, curah hujan terendah terjadi pada bulan Mei dan Juni sedangkan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember. Bulan kering terjadi

sepanjang tahun karena curah hujan bulanan seluruhnya di bawah 60 mm. Selain itu, tidak terjadi musim hujan di wilayah ini.

m. Oklahoma City Curah Hujan Oklahma City 140 120 100 80 60 Curah Hujan 40
m. Oklahoma City
Curah Hujan Oklahma City
140
120
100
80
60
Curah Hujan
40
20
0
0 1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Bulan
CH

Berdasarkan grafik di atas, curah hujan terendah jatuh pada bulan Januari sedangkan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Mei. Bulan kering terjadi di bulan Januari, Februari, November, dan Desember karena curah hujan di bawah 60 mm sedangkan bulan basah jatuh pada bulan Maret-Oktober. Musim hujan terjadi di bulan April-September sedangkan musim kering terjadi pada bulan Januari-Maret dan Oktober-November.

n. Memphis, Tenesse Curah Hujan Memphis 160 140 120 100 80 60 40 20 0
n. Memphis, Tenesse
Curah Hujan Memphis
160
140
120
100
80
60
40
20
0
0 1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
CH

Bulan

Bulan Curah Hujan

Curah Hujan

Grafik di atas menunjukkan bahwa sepanjang tahun di daerah Memphis mengalami bulan basah. Artinya, curah hujan rata-rata tiap bulannya di atas 60 mm. Tidak terjadi musim kering

di wilayah ini dan terus terjadi hujan.

o. Charlotte, North Carolina Curah Hujan Charlotte 120 100 80 60 40 20 0 0
o. Charlotte, North Carolina
Curah Hujan Charlotte
120
100
80
60
40
20
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
CH

Bulan

Bulan Curah Hujan

Curah Hujan

Berdasarkan grafik di atas, curah hujan bulanan sepanjang tahun di atas 60 mm. Artinya,

wilayah Charlotte mengalami bulan basah sepanjang tahun. Tidak terjadi musim kering di wilayah ini. Curah hujan tertinggi terjadi di bulan Maret sedangkan curah hujan terendah terjadi

di bulan April. Selain itu, hujan terus terjadi di wilayah ini.

2.1.2 Karakteristik Suhu Secara umum suhu-suhu di kota-kota USA memiliki karakteristik suhu yang sama dengan yaitu dengan pola grafik berbentuk huruf U terbalik. Hal tersebut terjadi karena kota-kota tersebut terletak pada satu area yang sama yaitu di negara Amerika dengan asumsi mendapat intensitas penyinaran matahari yang jumlahnya sama. Adapun grafik suhu pada masing-masing kota dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

Suhu Rata-rata Bulanan New Orleans 30 25 20 15 Suhu Rata-rata Bulanan 10 5 0
Suhu Rata-rata Bulanan New Orleans
30
25
20
15
Suhu Rata-rata
Bulanan
10
5
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Suhu Rata-Rata Bulanan Orlando
29
27
25
Suhu Rata-Rata
23
Bulanan
21
19
17
15
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10 11
12
Suhu Rata-rata Bulanan Savannah
30
25
20
Suhu Rata-rata
15
Bulanan
10
5
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Axis Title
Suhu Kansas City, Missouri 30 25 20 15 Suhu 10 5 0 0 1 2
Suhu Kansas City, Missouri
30
25
20
15
Suhu
10
5
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
-5
Bulan
Suhu Danver
25
20
15
10
Suhu
5
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
-5
Bulan
Suhu Salt Lake City, Utah
30
25
20
15
10
Suhu
5
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
-5
Bulan
Suhu
Suhu
suhu
 

Suhu Bulanan Kota Houston

 
 

30

25

25  
 

20

Suhu

15

10

10 Suhu

Suhu

5

 

0

 

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

 

Bulan

 

Suhu Rata-Rata Bulanan Kota Dallas

 
 

35

30

30  
 

25

20

Suhu

15

10

10 Suhu

Suhu

5

 

0

 

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

 

Bulan

 

Suhu Rata-rata Bulanan Kota Lubbock

 
 

30

25

25  
 

20

Suhu

15

10

10 Suhu

Suhu

5

 

0

 

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

 

Bulan

Pada grafik suhu Lubbock ini sudah mengalami pola yang berbeda, dimana terjadi kenaikan suhu pada bulan November sementara bulan-bulan sebelumnya mengalami penurunan.

 

Suhu San Diego

 
 

25

20

20  
20  
 

Suhu

15

10

 

Suhu 

 

5

0

 

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

 

Bulan

 

Suhu Yuma

 
 

40

35

35  
35  
 

30

25

Suhu

20

15

Suhu15

 

10

5

0

 

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

 

Bulan

 

Suhu Phoenix

 
 

40

35

35  
 

30

25

Suhu

20

15

10

5

15 10 5 Suhu
15 10 5 Suhu

Suhu

0

 
 

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

 
 

Bulan

 
 

30

Suhu Oklahma City

 

25

 
25    
25    
 

20

 
20    
20    
 

Suhu

15

 
Suhu 15      
 
Suhu 15      
 
 
   
 
   
 

10

 

Suhu

5

5  
 
5  
5  

0

0    
   
 

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

 

Bulan

 
 

30

Suhu Memphis

 

25

 
25    
25    
 

20

 
20    
20    
 

Suhu

15

 
Suhu 15      
   

10

 
10      
 
10      
 
 

5

  5   Suhu
  5   Suhu
 
  5   Suhu
  5   Suhu

Suhu

0

   
 

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

 
 

Bulan

 

Suhu Charlotte

30 25 20 15 10 5 0 0 1 2 3 4 5 6 7
30
25
20
15
10
5
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Suhu

Bulan

Suhu

2.2. Karakteristik Water Balance 2.2.1 Karakteristik Water Balance pada masing-masing wilayah

a. Karakteriktik water balance di New Orleans

Water Balance New Orleans 200 180 160 140 120 100 Curah Hujan Evapotranspirasi Potensial 80
Water Balance New Orleans
200
180
160
140
120
100
Curah Hujan
Evapotranspirasi Potensial
80
60
40
20
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
dalam (mm)

Karakteristik water balance kota ini menunjukan curah hujan yang cukup tinggi di bulan Januari-Maret, dimana curah hujan yang jatuh mampu disimpan daam storage water bahkan sampai terjadi limpasan. Penggunaan air tanah dimulai bulan Mei. Dari grafik terlihat bahwa pada bulan Mei-Agustus terjadi defisit air (Amerika pada bulan-bulan tersebut sedang mengalami musim panas) dan mengalami pengisian kembali pada bulan Oktober.

b. Karakteristik water balance di Orlando, Florida

Water Balance Orlando 200 180 160 140 120 100 80 Curah Hujan Evapotranspirasi Potensial 60
Water Balance Orlando
200
180
160
140
120
100
80
Curah Hujan
Evapotranspirasi Potensial
60
40
20
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
dalam (mm)

Karakteristik water balance di Orlando, Florida menunjukan curah hujan yang cukup tinggi dengan penggunaan air yang relatif sedikit, sehingga air yang ada masuk ke dalam sistem storage. Bulan-bulan kering terjadi pada bulan Mei dan bulan Oktober. Bulan-bulan lainnya curah hujan yang turun mampu mencukupi kebutuhan air yang ada.

c.Karakteristik water balance di savannah, Georgia

Water Balance Savannah 200 180 160 140 120 100 Curah Hujan 80 Evapotranspirasi Potensial 60
Water Balance Savannah
200
180
160
140
120
100
Curah Hujan
80
Evapotranspirasi Potensial
60
40
20
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
dalam (mm)

Karakteristik water balance di kota ini menunjukan adanya curah hujan yang turun pada bulan Januari-Maret mampu mengisi sistem storage bahkan terjadi air limpasan. Penggunaan air tanah dimulai pada bulan Maret-Mei. Kota ini mengalami kekeringan pada bulan Mei sampai Juli, pada bulan Agustus curah hujan yang turun ammpu mengisi sistem storage kembali. d. Karakteristik water balance di

WATER BALANCE KANSAS CITY

180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr May
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0
Jan
Feb
Mar
Apr
May
Jun
Jul
Aug
Sep
Oct
Nov
Dec
(MM)

Bulan

CH160 140 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr May Jun Jul

POT EVAPCITY 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr May

Dari grafik diatas, karakteristik water balance di kota ini menunjukan terjadinya pemenuhan air yang cukup pada bulan-bulan Januari-Meikekeringan pada bulan Juni-Sepetember, bulan berikutnya curah hujan yang turun sudah mengisi kembali kekurangan air yanga ada.

e. Karakteristik water balance di Denver, Colorado

WATER BALANCE DENVER

160 140 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr May Jun
160
140
120
100
80
60
40
20
0
Jan
Feb
Mar
Apr
May
Jun
Jul
Aug
Sep
Oct
Nov
Dec
(MM)

Bulan

CH160 140 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr May Jun Jul

POT EVAPDENVER 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr May Jun

Karakteristik water balance di kota ini ditunjukan dengan rendahnya curah hujan yang turun, sihingga pengisian air tanah terjadi pada periode waktu yang sebentar dan sisanya terjadi kekeringan atau defisit air.

f. Karakteristik water balance pada Salt Lake City, Utah

WATER BALANCE SALT LIKE CITY

180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr May
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0
Jan
Feb
Mar
Apr
May
Jun
Jul
Aug
Sep
Oct
Nov
Dec
(MM)

Bulan

CH160 140 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr May Jun Jul

POT EVAPCITY 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr May

Karakteristik water balance di kota ini tidak jau berbeda dengan Danver, Colorado denagn masa pengisian air tanah apda bulan Januari-Maret dan terjadi kekeirngan atau defisit air yang cukup banyak pada periode bulan Mei-Oktober dan setelah itu terjadi masa pengisian air kembali ke dalam tanah. g. Karakteristik water balance di Houston, Texas

GRAFIK WATER BALANCE HOUSTON 200 Water deficit (Kekurangan 180 Soil Moisture Utilization) air) Soil Moisture
GRAFIK WATER BALANCE HOUSTON
200
Water deficit
(Kekurangan
180
Soil Moisture
Utilization)
air)
Soil Moisture
(Penggunan air
160
Recharge
tanah)
(Pengisian
pori tanah)
140
Soil Moisture
Recharge
120
(Pengisian pori
tanah)
100
Presipitasi
80
PE
60
40
20
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
BULAN
mm

Dari grafik tersebut dapat diamatai mengeani karakteristik water balance di kota Houston dengan masa pengisian air tanah pada periode bulan Januari-Mei, dan mulai terjadi penggunaan air tanah pada bulan mei-juni. Pada bulan Juni-Sepetember mengalami defisit air atau kekeringan, hal ini terjadi karena jumlah air yang turun tidak sesuai dengan jumlah kebutuhan airnya.

h. Karakteristik water balance Dallas, Ft. Worth

GRAFIK WATER BALANCE DALLAS 200 Water deficit Soil Moisture 180 (Kekurangan Utilization) (Penggunan air air)
GRAFIK WATER BALANCE DALLAS
200
Water deficit
Soil Moisture
180
(Kekurangan
Utilization)
(Penggunan air
air)
160
tanah)
140
Soil Moisture
Soil Moisture
Recharge
120
Recharge
(Pengisian pori
(Pengisian pori
tanah)
tanah)
100
Presipitasi
80
PE
60
40
20
0
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
BULAN
mm

Berdasarkan grafik dapat diketahui bahwa curah hujan yang terbilang sedang mampu mengisi sitem pengisian air pada bulan-bulan Januari-Mei, terjadi kekeringan yang cukup banyak dalam periode waktu cukup lama yaitu dari bulan Juni-Oktober.

i. Karakteristik water balance Lubbock

GRAFIK WATER BALANCE LUBBOCK

180 Water deficit (Kekurangan air) 160 140 120 Soil Moisture Utilization) (Penggunan air tanah) 100
180
Water deficit
(Kekurangan air)
160
140
120
Soil Moisture Utilization)
(Penggunan air tanah)
100
80
Soil Moisture
Recharge
60
(Pengisian pori
tanah)
40
20
0
mm

Presipitasi

PE

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

 

BULAN

Dari grafik, karakteristik water balance dapat diamati bahwa urah hujan yang turun tidak sebanding dengan kebutuhan air yang diperlukan hampir terjadi kekeringan untuk jangka waktu yang cukup panjang.

j. Karakteristik water balance San Diego, California

Water Balance San Diego, California

120

100

80

60

40

20

0

Water Balance San Diego, California 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan
Feb
Mar
Apr
May
Jun
Jul
Aug
Sep
Oct
Nov
Dec

Precipitation (mm)Water Balance San Diego, California 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr

PESan Diego, California 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr May Jun

Grafik diatas menunjukan bahwa curah hujan yang turun tidak sebanding dengan jumlah kebutuhannya sehingga terjadi kekeringan hampir sepanjang tahun.

k. Karakteristik water balance

Water balance Yuma, Arizona 400 350 300 250 200 Precipitation (mm) 150 PE 100 50
Water balance Yuma, Arizona
400
350
300
250
200
Precipitation (mm)
150
PE
100
50
0
Jan
Feb Mar
Apr May Jun
Jul
Aug
Sep
Oct
Nov Dec
Bulan

Karakteristik water balance di kota ini tidak jauh berbeda dengan San-Diego, hanya saja pada kasus kota ini kekeringan yang terjadi lebih parah. Hal tersebut dapat dilihat kecilnya curah hujan yang jatu sementara kebutuhannya cukup tinggi.

l. Karakteristik water balance Phoenix, Arizona

Water Balance Phoenix, Arizona

350

300

250

200

150

100

50

0

Water Balance Phoenix, Arizona 350 300 250 200 150 100 50 0 Jan Feb Mar Apr

Jan

Feb Mar Apr May Jun

Jul

Aug Sep Oct Nov Dec

Precipitation (mm)Water Balance Phoenix, Arizona 350 300 250 200 150 100 50 0 Jan Feb Mar Apr

PEBalance Phoenix, Arizona 350 300 250 200 150 100 50 0 Jan Feb Mar Apr May

Karakteristik water balance di kota ini tidak jauh berbeda dengan San-Diego, dan Yuma.

m. Karakteristik water balance Oklahma City

Grafik Imbangan Air (Water Balance)

200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Precipitation
200
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0
Precipitation
(Water Balance) 200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Precipitation Month Precipitation

Month

Precipitation (mm)Grafik Imbangan Air (Water Balance) 200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0

Water Needed (PE)Grafik Imbangan Air (Water Balance) 200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0

Karakteristik water balance kota ini menunjukan terjadinya pengisian air pada Januari- April dan mengalami defisit air pada periode bulan Juni-September.

n. Karakteristik water balance Memphis

Grafik Imbangan Air (Water Balance)

200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Precipitation
200
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0
Precipitation

Jan Feb Mar Apr May Jun

Jul Aug Sep Oct Nov Dec

Month

Precipitation (mm)140 120 100 80 60 40 20 0 Precipitation Jan Feb Mar Apr May Jun Jul

Water Needed (PE)140 120 100 80 60 40 20 0 Precipitation Jan Feb Mar Apr May Jun Jul

Karakteristik water balance kota ini menunjukan curah hujan yang cukup tinggi, terlihat pada bulan Januari-Mei terjadi recharge atau masa pengisian air ke dalam tanah, akan tetapi pada periode bulan Juni-Oktober curah hujan yang jatuh tiak cukup untuk memenuhi kebutuhan air yang ada sehingga terjadi defisit air atau dalam hal ini kota Memphis mengalami kekeringan.

o. Karakteristik water balance Charlotte, North Carolina

Grafik Imbangan Air (Water Balance)

180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Precipitation (mm)
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0
Precipitation (mm)
(Water Balance) 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Precipitation (mm) Month Precipitation

Month

Precipitation (mm)Grafik Imbangan Air (Water Balance) 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Precipitation

Water Needed (PE)Grafik Imbangan Air (Water Balance) 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 Precipitation

Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa curah hujan yang turun termasuk sedang yaitu tiak pernah melebihi dari 100 mm. Terjadi pengisian air tanah pada bulan Januari-Maret, penggunaan air tanah pada bulan april dan terjadi defisit air pada bulan Mei-Sepetember.

2.2.2 Water balance dan faktor geografis a. Pola Water Balance dan ketinggian Faktor ketinggian akanberpengaruh langsung terhadap kondisi suhu. Semakin tinggi suatu wilayah, maka suhunya semakin rendah dan curah hujannya semakin banyak. Curah hujan akan mempengaruhi dalam perhitungan water balance sendiri, akan tetapi hal itu tidak bisa dijadikan sebagai parameter karena ada beberapa daerah kajian yang terletak di dataran yang cukup rendah memiliki curah hujan yang banyak. Hal ini terjadi karena adanya faktor klimatologi lain seperti iklim.

     

CH Rata-Rata Bulanan

No.

Kota

Ketinggian

     

104.19

1

Savannah

15

     

130.98

2

New Orleans

4

     

101.83

3

Orlando

34

4

Oklahoma

369

70

5

Memphis

103

109.75

6

Charlotte

228

90.83

7

Kansas City

208

79.6

8

Denver

1609.35

32.6

9

Salt Lake City

1228

34.24

     

6.7

10

Yuma

138

11

San Diego

22

20.9

12

Phoenix

350

2.78

13

Dallas

131

71

14

Lubbock

992

40

15

Houston

13

98

Hubungan pengaruh ketinggian terhadap curah hujan yang turun hanya kan berlaku jika dibandingkan dengan daerah yang memiliki iklim yang sama. Seperti pada tabel diatas, bagian yang di beri warna merupakan dareh yang memiliki iklim yang sama yaitu iklim koppen Cfa (iklim sejuk) topografi mereka berpengaruh terhadap curah hujan, semakin rendah curah hujannya semakin tinggi. Lagi-lagi hal tersebut akrena dipengaruhi oleh iklim.

b. Pola water balance dan jarak dari laut Jarak dari laut akan mempengaruhi proses evapotranspiarsi yang terjadi, semakin jauh dari laut evapotranpirasinya semakin rendah dengan asumsi daerah tersebut dipengaruhi oleh lautan yang sama. Jadi melakukan perbandingan nilai evapotranspirasi suatu daerah dengan pengaruh laut yang berbeda tidak bisa dijadikan sebagai parameter penentu, karena beda laut/ samudra pengaruh terhadap proses evapotranspirasi pun akan berbeda. Jadi harus diklasifikasikan terlebih dahulu masing-masing daerah dengan jarak terdekat laut yang mempengaruhinya.

   

Jarak dari

   

Pengaruh Laut

No.

Kota

Laut

Evapotranspirasi

1

Savannah

35

83

 

Atlantik Utara

2

New Orleans

32.5

88

3

Orlando

80

73

 

4

Oklahoma

740

51

Tlk. Meksiko

5

Memphis

395

65

       

Atlantik Utara

6

Charlotte

225

63

7

Kansas City

325

61

 

Tlk. Meksiko

8

Denver

1323.5

30

 

Salt Lake

     

9

City

500

29

Pasifik Utara

10

Yuma

133

6.72

11

San Diego

8

20

12

Phoenix

481

15

Atlantik Utara

13

Dallas

396

56

 

14

Lubbock

740

39

Tlk. Meksiko

15

Houston

70

75

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan water balance (neraca air) merupakan suatu konsep yang dikembangkan dari siklus hidrologi

yang tersebut diatas. Pada proses presipitasi, hujan yang jatuh pada suatu daerah menyebar ke berbagai arah; dapat menjadi run off, dapat terinfiltrasi ke dalam tanah, mengalir ke dalam air tanah secara vertikal dan melakukan evaporasi kembali dari berbagai permukaan dan traspirasi dari daun-daunan. Dari hasil pembahasan diatas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Iklim mempengaruhi pola/karakteristik Water Balance

b. semakin jauh jarak dari laut, evapotranspirasi nya semakin rendah. Dengan asumsi, kota/daerah tersebut dipengaruhi oleh lautan yang sama

c. Topografi tidak mempengaruhi curah hujan, akan tetapi jika suatu daerah memiliki tipe iklim yang sama, maka topografi menjadi berpengaruh terhadap curah hujan (semakin tinggi, CH semakin sedikit)

12.40 WIB

http://en.wikipedia.org/wiki/Dallas diakses pada 4 maret 2012 pukul 12.45 WIB

12.47 WIB

(http://id.wikipedia.org/wiki/Houston,_Texas), diakses pada 4 maret 2012 pukul 12.55 WIB

, diakses pada 4 maret 2012 pukul 12.57 WIB

13.00 WIB

13.10 WIB

http://en.wikipedia.org/wiki/Lubbock,_Texas, diakses pada 4 maret 2012 pukul 12.22 WIB

12.27 WIB

Endriyanto dan Ihsan, Farihul . Teknik Pengamatan Curah Hujan Di Stasiun Klimatologi

Kebun Percobaan Cukurgondang, Pasuruan