Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian Keberadaan anak didik merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya pendidikan rohani. Pendidikan rohani di sekolah umum maupun di Sekolah Minggu harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Gereja yang kuat harus memiliki jemaat yang kuat pula, mulai dari jemaat Sekolah Minggu, jemaat remaja, pemuda sampai jemaat yang sudah dewasa. Anak Sekolah Minggu dalam hal ini perlu mendapat perhatian khusus, karena anak-anak adalah generasi yang akan menjadi penerus gereja. Anak-anak Sekolah Minggu adalah pondasi gereja, jika pondasinya kuat dan tangguh maka gereja pun akan kuat. Problematika yang timbul adalah, banyak anak yang tidak beribadah Sekolah Minggu karena orangtuanya tidak beribadah atau orangtua tidak mengharuskan anaknya beribadah. Tampaknya, kesadaran orangtua terhadap pentingnya ibadah masih sangat kurang. Akibatnya, anak-anak dibiarkan tanpa bimbingan rohani karena tidak pernah beribadah ke gereja. Secara umum, masalah yang paling sering dihadapi orangtua adalah masalah kenakalan anak-anak.1 Banyak anak tidak menghormati orangtuanya karena menganggap bahwa orangtua tidak menjadi teladan dalam keluarga, lingkungan sekitar dan masyarakat. Karena itu, baik orang tua, guru dan gereja harus memberi kontribusi yang positif dalam membangun kerohanian anak. Seorang anak yang bertumbuh secara rohani dapat dipakai Tuhan menjadi alat untuk memenangkan teman-temannya yang
1

Hasil Wawancara dengan Orangtua Anak Sekolah Minggu 23 Agustus 2010

2 belum bertobat. Setiap orangtua pasti senang melihat anak-anaknya rajin ke gereja dan bertumbuh menjadi anak yang baik. Jika orangtua rajin beribadah ke gereja, orangtua dapat mengajak dan mendidik anaknya untuk ikut rajin beribadah Sekolah Minggu. Setiap jemaat dewasa di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan yang memiliki anak dianjurkan untuk membawa atau mendidik anak-anaknya datang beribadah Sekolah Minggu. Ibadah Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan, diadakan sekali dalam setiap minggunya, banyak anak-anak yang senang. Hal yang luar biasa dari anak-anak adalah mereka dapat mempengaruhi teman-temannya bahkan orang-orang dewasa untuk datang bersama-sama ke gereja. Mereka bukan saja berhasil mengajak teman-teman bermainnya, tetapi juga ada yang berhasil mengajak orangtuanya untuk datang ke gereja. Dengan demikian, kerajinan beribadah orangtua ternyata memberi pengaruh yang signifikan terhadap kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu. Namun kebenaran argumen ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat. Berdasarkan pertumbuhan jemaat di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan, penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul Studi Korelasi antara Kerajinan Beribadah Orangtua dengan Kerajinan Beribadah Anak Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan Tahun 2009.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah dalam penelitian ini: pertama, apa yang dimaksud dengan kerajinan beribadah orangtua? Kedua, apa yang dimaksud dengan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu? Ketiga, bagaimanakah korelasi antara kerajinan beribadah orangtua dengan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan pada tahun 2009?

3 C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui korelasi antara kerajinan beribadah orangtua dengan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan pada tahun 2009.

D. Pentingnya Penelitian Pertama, bagi ilmu teologi agar hasil penelitian ini memberikan sumbangan disiplin ilmu teologi khususnya Pendidikan Agama Kristen Anak dan Dewasa. Kedua, bagi gereja, agar lebih serius dalam menangani pendidikan rohani bagi anak-anak Sekolah Minggu. Ketiga, bagi orangtua, agar semakin memahami cara mendidik anak-anak melalui teladan kerajinan beribadah.

E. Hipotesis Hipotesa dalam skripsi ini diduga terdapat korelasi antara kerajinan beribadah orangtua dengan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan pada tahun 2009.

F. Ruang Lingkup Penelitian Pertama, penelitian ini hanya terbatas pada kerajinan beribadah orangtua. Kedua, kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu. Ketiga, korelasi antara kerajinan beribadah orangtua terhadap kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu pada tahun 2009. Keempat, Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan.

4 G. Metode Penelitian 1. Populasi dan Sampel 1.1. Populasi Menurut Sutrisno Hadi populasi adalah, Semua individu yang hendak digeneralisasikan.2 Arikunto mengatakan, Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.3 Jadi populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian dengan jumlah 150 jemaat Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan. 1.2. Sampel Sampel dalam skripsi ini adalah individu yang akan diselidiki untuk mewakili populasi. Nawawi menjelaskan pengertian sampel adalah, Sebagian dari populasi yang mewakili seluruh populasi.4 Penulis hendak mengambil sebagian dari populasi menjadi sampel. Ridwan M. berpendapat, Dalam pengambilan sampel ukuran populasi sebanyak kurang lebih dari 100, maka pengambilan sampel sekurang-kurangnya 50% dari ukuran populasi.5 Karena populasi 150, penulis menentukan sampel 50% dari populasi yaitu 75 orang. 1.3. Teknik Sampling Penulis menggunakan teknik Random Sampling untuk menentukan sampel, yaitu, Di dalam pengambilan sampelnya, peneliti mencampur subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. Dengan demikian maka peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan (chance) dipilih menjadi sampel.6 Penulis memilih sampel dari anak-anak Sekolah Minggu secara acak tanpa adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu lainnya dan melakukan
Sutrisno Hadi, Statistik, 2 Jilid (Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada, 1987), II: 63 3 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 130 4 Hadari Nawawi, Metode Penelitian Bidang Studi Sosial (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1995), hlm. 144. 5 Ridwan M, Penelitian Guru dan Karyawan (Bandung: Grasindo, 2005), hlm. 65 6 Arikunto, Op.Cit., hlm. 134
2

5 pengumpulan data presensi ibadah Sekolah Minggu dan presensi ibadah orangtua mereka masing-masing. 2. Pengumpulan Data 2.1. Survei Metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah pendekatan dengan cara survei. Arikunto mengatakan survei dapat digunakan untuk membuktikan atau membenarkan suatu hipotesis.7 Survei merupakan salah satu pendekatan penelitian yang biasanya digunakan untuk mengumpulkan data yang luas dan banyak. Penulis mengadakan survei terhadap kehadiran orangtua dan anak dalam ibadah sepanjang tahun 2009. Hal ini dilakukan untuk menemukan data yang membuktikan bahwa ada korelasi antara kerajinan beribadah orangtua dengan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu. 2.2. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah, Mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya.8 Penulis mengumpulkan dokumen tentang kehadiran beribadah jemaat di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan sepanjang tahun 2009. Melalui hasil dokumentasi ini, penulis hendak menemukan korelasi antara kerajinan beribadah orangtua dengan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu. 2.3. Observasi Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan observasi adalah, Peninjauan secara cermat sebelum praktik mengajar, mengevaluasi dengan teliti,

7 8

Ibid., hlm. 110 Ibid., hlm. 231

6 mengamati lebih mendetail.9 Kata observasi menurut Arikunto adalah, Pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra.10 Menurut Walgito, observasi adalah, Pengamatan atau pengintaian.11 Pengamatan yang dimaksud di sini adalah pengamatan terhadap kerajinan beribadah orangtua dan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu. Pengamatan yang diadakan adalah pengamatan prapenelitian. Artinya, penulis hanya mengadakan observasi sebagai langkah awal sebelum memulai penelitian berkaitan dengan kerajinan beribadah orangtua dan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu. Hasil observasi ini sama sekali tidak mempengaruhi hasil akhir penghitungan data statistik. 3. Instrumen Penelitian 3.1. Presensi Kehadiran Peneliti mengumpulkan data kehadiran anak Sekolah Minggu dan orangtuanya dalam beribadah. Karena itu, peneliti menggunakan instrumen presensi kehadiran ibadah dewasa dan ibadah Sekolah Minggu tahun 2009 dari pengurus di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan. Penulis mengumpulkan dokumen tentang presensi atau kehadiran beribadah jemaat di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan sepanjang tahun 2009. Melalui presensi ini, penulis hendak menemukan korelasi antara kerajinan beribadah orangtua dengan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu 3.2. Wawancara Kata wawancara menurut Arikunto adalah, Sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.12 Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan wawancara adalah, Tanya jawab dengan
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), hlm. 794. 10 Arikunto, Op.Cit., hlm. 156 11 Bimo Walgito, Psikologi Umum (Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM, 2001), hlm. 25 12 Arikunto, Op.Cit., hlm. 155
9

7 seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai sesuatu hal13 Pendapat Hadi tentang wawancara adalah, Suatu bentuk komunikasi verbal, jadi semacam percakapan dengan tujuan memperoleh inspirasi.14 Metode wawancara digunakan sebagai instrumen prapenelitian. Penulis menggunakan pendekatan secara langsung dan bertatap muka sehingga data yang tidak jelas dapat terungkap menjadi jelas. Penulis hanya mewawancarai beberapa orang dari pihak gereja dan orangtua anak Sekolah Minggu untuk mendapatkan data-data bersifat kualitatif. Hasil wawancara ini sama sekali tidak mempengaruhi hasil akhir penghitungan data statistik. 4. Norma Penilaian Penulis menghitung nilai kehadiran orangtua dan anak dalam ibadah sepanjang tahun 2009. Hal ini dilakukan untuk menemukan data yang membuktikan bahwa ada korelasi antara kerajinan beribadah orangtua dengan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu. Setiap kehadiran dalam ibadah akan diberi nilai 1 (satu) dan ketidakhadiran nilai nol (0). Standar nilai maksimal dihitung dengan perbandingan jumlah kebaktian hari Minggu dalam satu tahun yaitu 52 minggu. Setelah penulis mendapatkan jumlah skor setiap responden, maka masingmasing skor dijadikan bentuk nilai dengan rumus: Nilai = Keterangan: A = Jumlah ketidakhadiran beribadah 52 - A 52 x 100

13 14

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Op.Cit., hlm. 1127 Hadi, Op.Cit., hlm. 128.

8 5. Analisa Data Analisa data dilakukan dalam rangka pembuktian hipotesa serta mencari kesimpulan dari hasil penelitian. Penulis menggunakan rumus koefisien korelasi product momen: N. XY- {(X) (Y)}

rxy =
N X2 - (X)2 N Y2 -(Y)2

15

Keterangan:

rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y


X = Jumlah nilai variabel X Y = Jumlah nilai variabel Y N = Jumlah sampel

6. Interpretasi Data Hasil uji korelasi akan dinyatakan dalam koefisien korelasi (r) yang menyatakan besar kecilnya hubungan dalam bentuk bilangan yang bergerak dari -1,000 hingga + 1,000.16 Setelah data dianalisa, penulis menggunakan interpretasi terhadap koefisien korelasi yang diperoleh atau nilai r. Interpretasinya sebagai berikut: Antara 0,800 sampai dengan 1,00 Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Antara 0,000 sampai dengan 0,200 : tinggi : cukup : agak rendah : rendah : sangat rendah (tak berkorelasi).17

15 16

Arikunto, Op.Cit., hlm. 276 Hadi, Op.Cit., hlm. 286 17 Arikunto, Op.Cit., hlm. 276

9 Melalui interpretasi data, peneliti menemukan tingkat korelasi antara variabel X dan Y yaitu kerajinan beribadah orangtua dan kerajinan beribadah anak. Apabila nilai rxy berada di antara angka 0,600-1,00 maka hipotesa dapat diterima.

H. 1. Studi Korelasi

Definisi Istilah

Menurut Hadi, Korelasi adalah hubungan timbal balik antara dua variabel atau lebih.18 Variabel dalam skripsi ini ada dua yaitu, kerajinan beribadah orangtua dan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu. Penelitian korelasi dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kerajinan beribadah orangtua dengan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan sepanjang tahun 2009. 2. Kerajinan Beribadah Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata rajin berarti Suka belajar (bekerja), sungguh-sungguh, kerapkali, terus-menerus.19 Jadi, kerajinan yang dimaksud dalam skripsi ini adalah perihal rajin, suka melakukan suatu kegiatan. Kata ibadah adalah Perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.20 Beribadah yang dimaksud adalah menjalankan ibadah. Jadi, yang dimaksud dengan kerajinan beribadah dalam skripsi ini adalah perihal rajin dalam menjalankan kegiatan ibadah bagi orang tua dan anak-anak Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan.

Hadi, Op.Cit., hlm. 271 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2001), hlm. 811 20 Ibid., hlm. 365
19

18

10 3. Orangtua Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata orang tua berarti Ayah, Ibu kandung; orang yang dianggap tua; dihormati.21 Orang tua yang dimaksud dalam skripsi ini adalah ayah ibu kandung dari anak-anak Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan. 4. Anak Sekolah Minggu Anak adalah, Keturunan yang kedua, manusia yang masih kecil.22 Anak merupakan anugerah Tuhan yang sangat mulia bagi sepasang suami-istri. Anak dapat juga diartikan sebagai buah cinta dari pasangan yang sudah menikah. Oleh Hardi Budiyana dalam Diklat Pendidikan Agama Kristen Anak-anak, mengatakan, Sekolah Minggu adalah suatu tempat pembinaan rohani dalam kelas-kelas tertentu yang sesuai dengan umur, yang memiliki tujuan pengenalan pembentukan, pertumbuhan dan pendewasaan rohani seseorang dengan dasar Firman Allah23 Sekolah Minggu dapat diadakan di gereja maupun di luar gereja,akan tetapi tujuan utamanya adalah membimbing anak kepada pengenalan akan Tuhan. Anak Sekolah Minggu dalam skripsi ini adalah anak dari sepasang suami istri yang mendapatkan pembinaan secara rohani di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan. 5. Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan adalah tempat penulis mengadakan penelitian. Gereja ini merupakan salah satu gereja Kristen di Indonesia yang berdomisili di jalan Gatot Subroto nomor 222, Surakarta.

21 22

Ibid., hlm. 652 Ibid., hlm. 41 23 H. Budiyana, Diktat Kuliah PAK Anak-anak (Surakarta : STT Berita Hidup, 2002), hlm. 22

11 I. Sistematika Skripsi Bab I pendahuluan yang berisi: latar belakang penulisan, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, ruang lingkup penelitian, metode penelitian, definisi istilah, dan sistematika penulisan. Bab II landasan teori berisi: deskripsi Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan, deskripsi kerajinan beribadah, ibadah dewasa dan anak Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan dan korelasi antara kerajinan beribadah orangtua dengan kerajinan beribadah anak Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan tahun 2009. Bab III laporan penelitian yang terdiri dari tipe penelitian, pendekatan penelitian, penyajian data yaitu penentuan populasi dan sampel, analisa data dan interpretasi data. Bab IV kesimpulan dan Saran