Anda di halaman 1dari 2

BAB I MOLUSKUM KONTAGIOSUM 1.

1 Gambaran Makroskopik

1.2

Gambaran Mikroskopik 1.2.1 Perbesaran Lemah (sakit) 1.2.2 Perbesaran Kuat (sakit) 1.2.3 Sehat

1.3

Etiologi Moluskum kontagiosum disebabkan oleh virus poks (virus moluskum kontagiosum) yang merupakan virus deoxyribonucleic-acid (DNA). Virus moluskum kontagiosum (MCV) terdiri atas 4 tipe yaitu, I, II, III, IV. MCV berdiameter 200-300 nm yang mengalami replikasi di dalam sitoplasma sel yang terinfeksi.

1.4

Epidemiologi Pada anak banyak ditemukan MCV tipe I, sedangkan pada pasien imunokompromais banyak ditemukan MCV tipe II. Penularan MCV terjadi melalui kontak kulit langsung dan autoinokulasi. Masa inkubasi 2-7 minggu. Virus moluskum kontagiosum banyak ditemukan di daerah beriklim tropis dan sub-tropis. Penyakit ini terutama menyerang anak, dewasa yang aktif secara seksual, dan pasien imunokopromais. Status imunitas, terutama imunitas selular, sangat berpengaruh terhadap terhadap timbulnya moluskum kontagiosum. (Damayanti, 2007) Pernah dilaporkan terjadinya penyebaran pada anak-anak yang sering berenang di kolam renang. Anak laki-laki lebih sering terkena dibanding anak perempuan. Lokalisasi lesi pada orang dewasa biasanya adalah disekitar genitalia. (Harahap, 2000)

1.5

Patogenesis Virus masuk melalui luka kecil, kemudian

1.6

Tanda dan Gejala


Pada infeksi moluskum kontagiosum, secara klinis ditemukan papul ( berisi massa yang mengandung badan moloskum) berukuran miliar, kadang lentikular, berwarna putih seperti lilin, berbentuk kubah yang ditengahnya terdapat lekukan (delle). Jika ditekan akan keluar massa yang putih seperti nasi. Lokasi penyakit pada anak adalah muka, badan, dan ekstremitas. Kadang dapat terjadi infeksi sekunder sehingga timbul supurasi. (Damayanti, 2007) Lesinya berupa papula kecil berukuran diameter antara 3-6 mm. dalamkeadaan yang jarang sekali, ukurannya dapat mencapai 3 cm. (Harahap, 2000 Ilmu penyakit kulit)