Manajemen Pembiayaan Pendidikan SD
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Kepribadian dan
Kecakapan ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pendidikan di prodi Pendidikan Guru Sekolah
Dasar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan dan pandangan kami tentang materi manajemen pembiayaan
Pendidikan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ana Nurhasanah, [Link]., [Link] dan Bapak
Reksa Adya Pribadi, [Link] selaku Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Pendidikan yang
telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan menegenai
manajemen pembiayaan Pendidikan yang akan berguna bagi nantinya . Penugasan ini pula
memberi kami kesempatan untuk mempelajari dan memperdalam pengetahuan topik ini
sekaligus memberitahukan pula kepada teman-teman di kelas 6A.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi
pengetahuannya melalui buku, artikel jurnal, dan E-book sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini. Semoga apa yang telah dibagi menjadi ladang pahala kelak Aamiin.
Kelompok 6
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu kunci bagi kemajuan bangsa dan
negara. Karena pendidikan merupakan ujung tombak dalam rangka meningkatkan
kualitas sumbe daya manusia yang berkualitas agar mampu bersaing di tengah
kompetisi kehidupan berbangsa yang semakin maju da modern. Dalam proses
pendidikan, pendidikan tidak akan dapat berjalan tanpa adanya dukungan dari biaya
yang dapat membantu proses pendidikan, agar pendidikan dapat berjalan dengan baik.
Pembiayaan pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) jangka
panjang. Pembiayaan pendidikan ini sangat diperlukan untuk program sekolah,
pengadaan sarana dan prasarana, gaji guru, gaji pegawai, keperluan untuk menunjang
tercapainya visi dan misi sekolah dan menciptakan sumber daya manusia yang
berkualitas.
Dalam peneyelenggaraan pendidikan, keuangan dan pembiayaan merupakan
potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam
kajian manajemen pembiayaan pendidikan. Komponen keuangan dan pembiayaan
pada satu sekolah merupakan komponen produksi konsumtif yang menentukan
terlaksananya kegiatan-kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Dengan kata lain
setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya atau dana.
Pembiayaan pendidikan merupakan komponen yang pentimg dan tidak dapat
terpisahkan dalam penyelenggaraan proses belajar-mengajar di sekolah. Dalam
rangka pembentukan potensi sumber daya manusia (SDM), penggunaan anggaran
atau pembiayaan pendidikan yang efektif dan efisien dapat menghasilkan SDM yang
tepat guna dan berhasil. Salah satu kunci keberhasilan dalam pembangunan
pendidikan, terletak pada kemampuan SDM dalam mengelola dana yang tersedia
dengan mengacu pada kebutuhan pokok dan skala prioritas program pembangunan
pendidikan dari tahun ke tahun secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan
perencanaan program yang ingin dicapai.
Biaya pendidikan ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain: besar kecilnya
sebuah institusi pendidikan, jumlah siswa, tingkat gaji guru atau dosen yang
disebabkan oleh bidang keahlian atau tingkat pendidikan, ratio siswa berbanding
guru/ dosen, kualifikasi guru, tingkat pertumbuhan penduduk (khususnya di negara
berkembang), perubahan kebijakan dari penggajian/pendapatan (revenue theory of
cost). Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut sumber-sumber dana, tetapi
juga meliputi penggunaan dana secara efisien. Semakin efisien sistem pendidikan,
maka semakin berkurang biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan suaut lembaga
pendidikan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Konsep Dasar pembiayaan Pendidikan?
2. Darimanakah sumber-sumber pembiayaan Pendidikan?
3. Bagaimanakah perencanaan dan belanja Lembaga Pendidikan?
4. Bagaimanakah pelaksanaan anggaran Pendidikan?
5. Bagaimana pengawasan pembiayaan Pendidikan?
6. Kasus apa yang dapat terjadi dalam pembiayaan Pendidikan?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui konsep dasar pembiayaan Pendidikan
2. Untuk mengetahui sumber-sumber pembiayaan Pendidikan
3. Untuk mengetahui perencanaan anggaran dan belanja Lembaga Pendidikan
4. Untuk mengetahui pelaksanaan pembiayaan Pendidikan
5. Untuk mengetahui pengawasan pembiayaan Pendidikan
6. Untuk mengetahui kasus dalam pembiayaan Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Pembiayaan Pendidikan
1. Pengertian Pembiayaan Pendidikan
Pembiayaan Pendidikan terdiri dari dua kata utama yaitu pembiayaan dan
Pendidikan. Secara bahasa biaya (cost) dapat diartikan pengeluaran, dalam istilah
ekonomi, biaya/pengeluaran dapat berupa uang atau bentuk moneter lainnya.
Pembiayaan yaitu pendanaan yang diberikan oleh satu pihak lain untuk mendukung
investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun lembaga
(Mesiono, 2020: 23). Dengan kata lain, pembiayaan adalah pendanaan yang
dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan. Pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang
secara langsung dapat menunjang keefektifan dan efisiensi pengelolaan suatu
Lembaga. Sedangkan Pendidikan adalah usaha dasar terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya.
Menurut Akdon, dkk (2015: 23) pembiayaan Pendidikan merupakan aktivitas
yang berkenaan dnegan dana (pendapatan) yang diterima dan bagaimana
penggunaan dana tersebut untuk membiayai seluruh program Pendidikan yang
telah ditetapkan. Menurut Nurhalimah (2019: 4) pembiayaan pendidikan
merupakan jumlah uang yang dihasilkan dan dibelanjakan untuk berbagai
keperluan penyelenggaraan pendidikan yang mencakup gaji guru, peningkatan
profesional peralatan, pengadaan alatalat dan buku pelajaran, alat tulis kantor
(ATK), kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan pengelolaan pendidikan, dan supervisi
pendidikan.
Dari beberapa pendapat yang telah disampaikan dapat disimpulkan bahwa
pembiayaan pendidikan adalah dana yang diberikan kepada Lembaga Pendidikan
(sekolah) untuk memfasilitasi setiap kegiatan proses pembelajaran di sekolah dan
berbagai keperluan dalam penyelenggaraan pendidikan.
2. Konsep pembiayaan Pendidikan
Dalam kegiatan umun keuangan, kegiatan manajemen pembiayaan pendidikan
meliputi 3 hal, yaitu:
a. Budgeting (Penyusunan Anggaran)
Penganggaran merupakan kegiatan atau proses penyusunan anggaran (budget).
Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitif dalam
bentjk satuan uang uang digunakan sebagai pedoman dalam kurun waktu
tertentu. Oleh karena itu, dalam anggaran tergambar kegiatan-kegiatan yang
akan dilaksanakan suatu lembaga.
b. Accounting (Pembukuan)
Pengurusan pembukuan meliputi 2 hal, yaitu:
a) Mengurusi hal yang menyangkut kewenangan menentukan kebijakan
menerima atau mengeluarkan uang.
b) tindak lanjut dari point pertama, yaitu menerima, menyimpan, dan
mengeluarkan uang atau dikenal dengan istilah pengurusan bendaharawan.
c. Auditing (Pemeriksaan)
Auditing adalah semua kegiatan yang menyangkut pertanggungjawaban
penerimaan, penyimpanan, pembayaran atau penyerahan uang yang dilakukan
bendaharawan kepada pihak-pihak yang berwenang.
B. Sumber-Sumber Pembiayaan Pendidikan
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayab Republik Indonesia No. 44 Tahun
2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar
adalah sebagai berikut :
Sumber biaya pendidikan pada satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh
Pemerintah dan atau pemerintah daerah yang tercantum dalam pasal 5 adalah anggarab
pendapatan dan belanja negara, anggaran pendapatan dan belanja daerah, sumbangan dari
peserta didik di luar pesert didik atau orang tua/walinya, bantuan lembaga lainnya yang tidak
mengikat, bantuan pihak asing yang tidak mengikat, dan sumber lain yang sah.
Kemudian dalam Pasal 6 menjelaskan sumber biaya pendidikan pada satuan pendidikan dasar
yang diselenggarakan oleh masyarakat adalah bantuan dari penyelenggara atau satuan
pendidikan yang bersangkutan; pungutan, atau sumbangan dari peserta didik atau orang
tua/walinya; bantuan dari masyarakat di luar pesert didik atau orang tua/walinya; bantuan
Pemerintah; bantuan pemerintah daerah; bantuan pihak asing yang tidak mengikat; bantuan
lembaga lain yang tidak mengikat; hasil usaha penyelenggara atau satuan pendidikan;
dan/atau sumber lain yang sah.
Adapun sumber-sumber pembiayaan pendidikan di sekolah menurut Amirin (2013:92)
dikategorikan menjadi 5, yaitu :
a. Anggaran rutin dan APBN (anggaran pembangunan)
b. Dana penunjang pendidikan (DPP)
c. Bantuan/sumbangan dari BP3
d. Sumbangan dari pemerintah daerah setempat (kalau ada)
e. Bantuan lainnya
Untuk terselenggaranya suatu pendidikan, diperlukan pembiayaan yang bersumber baik dari
pemerintah, orang tua, murid, masyarakat, maupun institusi-institusi lainnya seperti
organisasi regional maupun internasional. Pemerintah merupakan penanggung dana terbesar
diantara yang lain (sekitar 70%), selanjutnya orang tua murid (sekitar 10-24%) dan
masyarakat (sekitar 5%) serta yang terakhir pihak lain baik yang berbentuk hibah maupun
pinjaman.
Upaya-upaya yang dilakukan untuk menggali dana ke semua pihak sumber pembiayaan
pendidikan antara lain :
1. Pemerintah pusat dan daerah : Mengusahakan agar alokasi untuk sektor pendidikan
diperbesar, pemanfaatan dana secara efektif dan efisien, dan mengusahakan adanya alokasi
bagi sektor pendidikan yang diambil dari pajak umum.
2. Orang tua peserta didik : Menyadarkan orang tua agar mau dan tertib membayar SPP
dan pendanaan lainnya yang diijinkan pemerintah, pemanfaatan dana dari orang tua peserta
didik seefektif dan seefisien mungkin.
3. Masyarakat : Mengajak dunia usaha untuk berusaha sebagai fasilitator praktik peserta
didik, menghimbau dunia usaha agar bersedia memberikan dana yang lebih besar untuk dunia
pendidikan.
4. Pihak lain (institusi) : Mengusahakan bentuk kerja sama yang tidak saling mengikat
namun menguntungkan serta mempetimbangkan bentuk-bentuk pinjaman agar tidak
memberatkan di kemudian hari.
5. Dana hasil usaha sendiri yang halal : seperti penyewaan alat, koperasi, kopma.
Istilah lain yang berkenaan dengan dua sisi anggaran yakni penerimaan dan pengeluaran.
Anggaran penerimaan merupakan pendapatan yang diperoleh setiap tahun oleh sekolah dari
berbagai sumber resmi. Anggaran dasar pengeluaran merupakan jumlah uang yang
dibelanjakan setiap akhir tahun untuk kepentingan pelaksanaan pendidikan di sekolah.
Berdasarkan sifatnya, pengeluran dikelompokkan menjadi 2 , yaitu:
1. Pengeluaran yang bersifat rutin, misalnya pengeluaran pelaksananaan pelajaran,
pengeluaran tata usaha sekolah, pemeliharaan sarana/prasarana sekolah, kesejahteraan
sekolah, kesejahteraan pegawai, administrasi, pembinaan teknis edukatif, pendataan.
2. Pengeluaran yang bersifat tidak rutin/pembangunan, misalnya pembangunan gedung,
pengadaan kendaraan dinas, dll.
Dalam mengukur biaya pendidikan ada yang dinamakan total cost dan unit cost. Total cost
adalah biaya pendidikan secara keseluruhan. Sedangnya unit cost adalah biaya satuan per
peserta didik. Untuk menentukan biaya satuan terdapat 2 pendekatan yaitu pendekatan makro
dan mikro. Pendekatan makro berdasarkan perhitungan pada keseluruhan jumlah pengeluaran
pendidikan yang diterima dari berdasar pada alokasi pengeluaran perkomponen pendidikan
yang digunakan peserta didik.
Untuj menyusun suatu perencanaan pembiayaan atau yang biasa disebut dengan rencana
anggaran, hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama periode anggaran
2. Mengidentifikasi sumber-sumber yang dinyatakan dalam uang, jasa, dan barang
3. Semua sumber dinyatakan dalam bentuk uang sebab uang pada dasarnya merupakan
pernyataan finansial
4. Memformulasikan anggaran dalam bentuk format yang telah disetujui dan
dipergunakan oleh instansi tertentu
5. Menyusun usulan anggaran untuk memperoleh persetujuan pihak yang berwenang
6. Melakukan revisi usulan anggaran
7. Persetujuan revisi anggaran
8. Pengesahan anggaran
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen pembiayaan pendidikan adalah segenap kegiatan yang berkenaan dengan
penataan sumber penggunaan dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau
lembaga pendidikan. Kegiatan yang ada dalam manajemen pembiayaan pendidikan meliputi
3 hal, yaitu : penyusunan anggaran, pembukuan, dan pemeriksaan.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA