Efektivitas Metode SPEOS untuk ASI Ibu Nifas
OLEH :
MARTINA DENGI WALU
NIM. 152015401012
0
LEMBAR PENGESAHAN
JURNAL PENELITIAN KEBIDANAN
Oleh :
Martina Dengi Walu
NIM. 152015401012
Penguji :
Mengetahui,
Ketua Program DIII Kebidanan
STIKes Bhakti Mulia Kediri
1
Efektivitas Metode SPEOS Terhadap Kelancaran ASI pada Ibu Nifas
di PMB Bidan Denik Desa Tretek Kecamatan Pare
Martina Dengi Walu1, Silfia Sekar AMES2, Febrina Dwi N3, Endah Susanti4
((1)
Student Midwifery Diploma III Study Program in STIKes Bhakti Mulia Kediri
(2)(3)(4)
Lecture Midwifery Diploma III Study Program in STIKes Bhakti Mulia Kediri
ABSTRAK
Keberhasilan menyusui disebabkan karena menurunnya rangsangan hormon oksitosin,
sehingga ibu nifas memiliki rasa khawatir yang berlebihan untuk menyusui. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode SPEOS terhadap kelancaran ASI
pada ibu nifas di PMB Denik Tertek Pare. Peneliti menggunakan desain pre-experimental
dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh ibu
pasca melahirkan di PMB Denik Tertek Pare dengan total sampel 20 orang menggunakan
teknik total sampling. Instrumen kelancaran ASI menggunakan kuesioner, sedangkan
intervensi metode SPEOS menggunakan standar operasional prosedur (SOP). Analisis
menggunakan uji paired sample t test. Kelancaran ASI dari 20 responden menunjukkan data
bahwa sebelum metode SPOES sebagian besar responden memiliki dengan kategori lancar
sebesar 11 (55%) dan setelah metode SPOES seluruh responden memiliki kategori lancar
sebesar 20 (100%). Analisis uji paired sample t test menunjukkan nilai ρ (0,000) < α 0,05,
yang berarti terdapat efektivitas metode SPEOS terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas di
PMB Bidan Denik Tertek Pare tahun 2023. Metode SPEOS pada ibu nifas membantu
meningkatkan kelancaran keluarnya ASI dan membangun konsep diri yang positif melalui
sugestif, sehingga ibu yakin dapat memberikan ASI yang lancar.
Kata Kunci : Metode SPOES, Kelancaran ASI, Ibu Nifas
ABSTRACT
PENDAHULUAN
2
Menyusui merupakan suatu proses sendiri cakupan ASI ekslusif sampai 6
adaptasi pada ibu post partum(nifas). bulan sebanyak 29,5% . Sementara di
Pengertian ibu nifas sendiri adalah seorang Provinsi Jawa Timur ibu yang memberikan
ibu yang mengalami kondisi masa nifas ASI Eksklusif pada tahun 2021 sebanyak
dimana kondisi masa nifas yang dimulai 70,4% (Riskesdas, 2018). Berdasarkan
sejak bayi lahir dan plasenta bayi hasil studi pendahuluan di PBM Denik
dilahirkan hingga keadaan kandungan Tertek sebanyak 20 ibu yang mengalami
kembali seperti saat sebelum hamil. Massa masalah kelancaran pemberian ASI.
ini pada umumnya terjadi sekitar 6 minggu Bayi dengan pemberian ASI Eksklusif
. Ibu post partum dibantu dengan baik (durasi oemberian ASI 6 bulan)
mulai dari pertama Inisiasi Menyusui Dini atau lebih memiliki ketahanan hidup 33,3
(IMD) maka tingkat keberhasilan dalam kali lebih baik daripada bayi dengan
menyusui akan meningkat. Pengeluaran pemberian ASI < 4 bulan dan bayi dengan
Air Susu Ibu (ASI) pada hari pertama pemberian ASI 4-5 bulan memiliki
melahirkanakan menjadi kenala tersendiri ketahanan hidup 2,6 kali lebih baik dari
bagi ibu post partum. Faktor penyebab pada bayi dengan pemberian ASI < 4 bulan
penurunan pengeluaran ASI pada hari . ASI ekslusif bertujuan untuk menjamin
pertama antara lain faktor fisiologis dan pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan
factor psikologis ibu post partum. Hal ASI ekslusif sejak lahir sampai berusia 6
tersebut tidak ditanggulani maka akan bulan dengan memperhatikan pertumbuhan
berakibat pada kesehatan bayi dan akan serta perkembangannya, sehingga setiap
mengganggu pelaksanaan pengeluaran ibu yang melahirkan harus memberikan
ASI. Pijat oksitosin merupakan salah satu ASI ekslusif kepada bayi yang
metode untuk meningkatan pengeluaran dilahirkannya . Keberhasilan menyusui
ASI . tidak terlepas dari proses pengeluaran ASI.
Air Susu Ibu (ASI) menjadi salah satu Dalam hal ini terjadi proses pelepasan
program World Health Organization hormon oksitosin untuk mengalirkan air
(WHO) dan Pemerintah Republik susu yang diproduksi melalui saluran
Indonesia yang gencar dikemukakan di payudara. Waktu terpenting yang dapat
sektor kesehatan untuk mengurangi mempengaruhi keberhasilan menyusui
morbiditas dan mortalitas anak (Graziose selanjutnya adalah pada 24 jam pertama
[Link], 2018). Sejumlah nutrisi penting yang post-partum dan beberapa hari pertama
terkandung dalam ASI tidak dapat post-partum. Jika pada periode tersebut ibu
digantikan oleh susu buatan industri. ASI difasilitasi dengan baik untuk memulai
mengandung zat-zat kekebalan yang menyusui besar kemungkinan akan
melindungi anak dari infeksi dan penyakit berhasil untuk terus menyusui .
kronis, serta mengurangi kemungkinan Kegagalan dalam proses menyusui
menderita gangguan kesehatan di sering disebabkan karena timbulnya
kemudian hari seperti obesitas, diabetes, beberapa faktor, antara lain faktor ibu,
dan asthma (Ford [Link], 2020). Angka faktor bayi, faktor psikologis, faktor tenaga
cakupan pemberian ASI Eksklusif menurut kesehatan, faktor sosial budaya. Adapun
data WHO, cakupan ASI di seluruh dunia faktor ibu yang menjadi masalah dalam
hanya sekitar 36% . Asia Tenggara pemberian ASI adalah pengeluaran ASI.
menunjukkan capaian ASI eksklusif Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya
dengan angka yang tidak banyak rangsangan hormon oksitosin selain
perbedaan. Sebagai perbandingan, cakupan adanya perubahan fisik dan psikologis
ASI eksklusif di Myanmar 24%, Vietnam yang juga dapat mempengaruhi proses
27%, Philippines 34% dan India sudah laktasi (Mardjun [Link], 2019). Menurut
mencapai 46%, secara global dilaporkan Agustina [Link] (2020), secara teori bahwa
ASI ekslusif dibawah 40%. Di Indonesia cara kerja hormon oksitosin dipengaruhi
3
oleh kondisi psikologis, karena itu Hubungan Pemberian SPEOS terhadap
persiapan ibu pasca bersalin merupakan Kelancaran Produksi ASI pada Ibu
faktor penting yang dapat mempengaruhi Nifas
keberhasilan menyusui, stress, rasa Kombinasi pijat endorphin, oksitosin
khawatir yang berlebihan, ketidak dan melakukan sugestif dengan melakukan
bahagiaan sangat berperan dalam pijatan sepanjang tulang belakang
kesuksesan menyusui. (vetebrae) sampai tulang costae
Berbagai penelitian yang telah kelimakeenam, dan membawa ibu untuk
dilakukan di Indonesia untuk dapat melakukan relaksasi, akan
memperlancar produksi ASI diantaranya merangsang otak dapat mengeluarkan
adalah metode pijat oksitosin, akupresure, hormon endorphin, hormon prolaktin dan
tehnik afirmasi positif teknik marmet, oksitosin, sehingga ASI menjadi lancar,
kompres hangat, massase rolling memberikan kenyamanan pada ibu nifas
(punggung), breast care, tetapi karena dan menghilangkan sumbatan sehingga
keterbatasan informasi di layanan hambatan dalam menyusi minggu pertama
kesehatan tentang prosedur pelaksanaan dapat teratasi dengan baik. Apabila pada
maka metode-metode ini hanya dikenal minggu pertama produksi ASI sudah
saja tetapi jarang diberikan oleh tenaga berjalan dengan lancar maka produksi ASI
kesehatan sebagai care giver kepada selanjutnya akan menjadi lebih lancar dan
pasien (Indrasari, 2019; Sembiring, 2019). ibu dapat melanjutkan proses menyusui
Beberapa penelitian terkait intervensi dengan baik sehingga tercapailah program
untuk memperlancar produksi ASI ASI ekslusif (Diah & Kosma, 2017).
diantaranya adalah metode SPEOS Ibu nifas yang memiliki masalah
(Stimulasi Pijat Endorphine, Oksitosin, dan pengeluaran ASI pada hari pertama dengan
Sugestif. Metode SPEOS dilakukan diberikan stimulasi melalui kombinasi
dengan mengkombinasikan antara pijtat pijatan di daerah sekitar tulang belakang
endorfin, pijat oksitosin, dan sugestif maka diharapkan bisa menstimulasi
positif . pengeluaran hormon endorphin dan
Berdasarkan penelitian lainnya dengan oksitosin. Kondisi psikologis seperti
metode SPEOS yaitu melakukan stimulasi perasaan cemas, khawatir bahkan post
untuk merangsang pengeluaran hormon partum blues yang bisa menghambat
oksitosin melalui pijat oksitosin, pengeluaran hormon oksitosin di antisipasi
memberikan rasa nyaman dan melalui sugesti positif yang diberikan. Ibu
menumbuhkan keyakinan pada ibu bahwa nifas dapat melaksanakan metode SPEOS
ASI pasti keluar dan ibu bisa memberikan mulai 6 jam nifas sampai dengan minggu I
ASI secara ekslusif dengan pijat endorphin kelahiran untuk merangsang produksi ASI
dan sugestif, hasil penelitian bahwa terutama ibu primi agar program ASI
metode speos merupakan alternatif cara ekslusif dapat tercapai, pemenuhan
untuk mengatasi masalah pengeluaran ASI kebutuhan ASI bayi cukup dan berat badan
pada hari-hari pertama kehidupan bayi bayi cepat meningkat (Diah & Kosma,
(Arumsari, 2018). Berdasarkan latar 2017).
belakang diatas maka peneliti tertarik Stimulasi pijatan yang merangsang
melakukan penelitian dengan judul pengeluaran endorfin dan oksitosin serta
“Efektivitas Metode SPEOS Terhadap pemberian sugestif dari metode SPEOS
Kelancaran ASI Pada Ibu Nifas di PMB akan menimbulkan perasaan tenang dan
Denik Tertek Pare”. keyakinan yang kuat pada diri ibu sehingga
akan mempengaruhi refleks let down.
TINJAUAN PUSTAKA Ketika reflek let down terganggu hal ini
dapat mempengaruhi pengeluaran ASI,
sehingga mempengaruhi durasi dari
4
relaktasi itu sendiri. Metode SPEOS HASIL PENELITIAN
membantu mengurangi kelelahan, Data Umum
kecemasan, dan nyeri pasca melahirkan, Hasil karakteristik responden pada ibu
dengan memberikan efek relaksasi yang nifas di PMB Bidan Denik Tertek Pare
memperlancar produksi ASI. Mekanisme disajikan pada table dibawah ini.
yang pertamaadalah stimulasi endorfin, Tabel 1. Karakteristik Responden
yaitu menghasilkan endorfin yang bekerja Distribusi Data
Karakteristik
sebagai anti nyeri alami pada tubuh dan n %
memiliki efek menenangkan. Mekanisme Umur Ibu
stimulasi oksitosin dapat merangsang a. <20 tahun 0 0
hormon oksitosin yang menyebabkan let b. 21-30 tahun 15 75
down reflex produksi prolaktin, yaitu c. 31-40 tahun 5 25
d. >40 Tahun 0 0
hormon yang merangsang pembentukan
Total 20 100
ASI. Oksitosin akan memberikan rasa
Pendidikan Ibu
nyaman, mengurangi hambatan a. SD 0 0
pengeluaran ASI dan menghilangkan stres. b. SMP 3 15
Mekanisme ketiga adalah pemberian c. SMA 14 70
sugestif, yang memberikan ibu pola pikir d. PT 3 15
positif sehingga menimbulkan rasa tenang Total 20 100
dan percaya diri meningkatkan produksi Pekerjaan Ibu
ASI (Dewi, Armini & Sriasih, 2022). a. IRT 8 40
b. Buruh 0 0
METODE PENELITIAN c. Petani 0 0
Penelitian ini menggunakan desain pra d. Swasta 3 15
eksperimental dengan pendekatan one e. Wiraswasta 8 40
group pretest - posttest design. Variabel f. PNS 1 5
Total 20 100
bebas pada penelitian ini adalah metode
Paritas
SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin,
a. Primipara 11 55
Oksitosin dan Sugestif), sedangkan b. Multipara 9 45
variabel terikat adalah kelancaran ASI. Total 20 100
Populasi penelitian ini adalah semua Status Ekonomi
ibu nifas di PMB Denik Tertek - Pare Keluarga
dengan sampel sama besar populasi a. Rendah 0 0
sebanyak 20 responden dengan teknik total b. Sedang 15 75
sampling. Pelaksanaan di Praktik Mandiri c. Tinggi 5 25
Bidan Denik yang beralamatkan Jalan Total 20 100
Kenitu, No.40, Dusun Semanding, Desa Sumber Informasi
Tertek, [Link], Kab. Kediri, Jawa Timur a. Televisi (TV) 8 40
pada tanggal 15 November – 20 Desember b. Hp (Internet) 9 45
2023 kurang lebih selama 2 bulan. c. Radio 0 0
Instrumen kelancara ASI pada ibu d. Koran/Majalah 0 0
e. Tenaga
nifas menggunakan kuesioner berdasarkan 3 15
kesehatan
indikator pada ibu dan bayi. Instrumen ini Total 20 100
terdiri pertanyaan positif dengan jawaban *Sumber : Data Primer PMB Bidan Denik
Ya dan Tidak, serta kriteria hasil tidak (n=20), Tanggal 4 Januari 2024
lancar dan lancar. Analisis bivariat Berdasarkan tabel 1, karakteristik ibu
menggunakan uji beda pada kelompok nifas dari 20 responden menunjukkan data
berpasangan dengan distribusi data normal sebagai besar ibu nifas berusia 21-30 tahun
dilakukan dengan paired sample t-test. sebanyak 15 (75%), tingkat pendidikan
SMA sebanyak 14 (70%), paritas
5
primipara sebanyak 11 (55%) dan Berdasarkan 3 diatas, menunjukkan
memiliki status ekonomi sedang sebanyak hasil uji normalitas kelancaran ASI pre
15 (75%). Sedangkan hampir setengah ibu metode SPOES dengan nilai ρ = 0,052 > α
nifas bekerja sebagai IRT dan wiraswasta dan post metode SPOES dengan nilai ρ =
(pedagang) sebanyak 8 (40%) dan sumber 0,148 > α yang artinya keduanya memiliki
informasi kesehatan melalui Hp (Internet) data berdistribusi normal. Sedangkan hasil
sebanyak 9 (45%). uji homogenitas dengan nilai ρ = 0,108 > α
yang artinya data berdistribusi homogen
Data Khusus (sama), sehingga untuk mengetahui
Hasil identifikasi kelancaran ASI pre efektifitas intervensi metode SPEOS
dan post pemberian SPEOS pada ibu nifas terhadap kelancaran ASI menggunakan uji
pada tabel dibawah ini. paired sample t test.
Tabel 2. Hasil Identifikasi Kelancaran ASI
Pre dan Post Metode SPEOS Uji Bivariat
Tindakan Kelancaran Distribusi Data Hasil analisa uji efektifitas kelancaran
ASI n % ASI pada ibu nifas pre dan post metode
Pre SPEOS Tidak lancar 9 45 SPEOS pada tabel dibawah ini.
Lancar 11 55 Tabel 4. Hasil Uji Paired Sample T Test
Total 20 100 Variabel Mean t ρ- value
Post Tidak lancar 0 0 Kelancaran ASI
SPEOS Lancar 20 100 pre-post metode -13,571 -6,785 0,000
Total 20 100 SPEOS
*Sumber : Data Primer PMB Bidan Denik *ρ<α 0,05 dan n = 30 pada ibu nifas di di
(n=20), Tanggal 4 Januari 2024 PMB Bidan Denik Tertek Pare
6
ibu nifas, antara lain; usia kehamilan, usia kebutuhan nutrisi yang baik dan
ibu, nutrisi ibu, psikologis ibu, perawatan melakukan konsultasi ke layanan
payudara, dan paritas. Faktor kurangnya kesehatan untuk memperlancar prosuksi
usia gestasi bayi pada saat bayi dilahirkan ASI.
akan mempengaruhi refleks hisap bayi. Ibu
yang usianya lebih muda atau kurang dari Identifikasi Distribusi Kelancaran ASI
35 tahun lebih banyak memproduksi ASI pada Ibu Nifas Sebelum Pemberian
dibandingkan dengan ibu-ibu yang usianya Metode SPEOS
lebih tua. Produksi ASI juga dipengaruhi Berdasarkan hasil identifikasi
oleh nutrisi ibu dan asupan cairan ibu kelancaran ASI dari 20 responden ibu nifas
selama masa menyusui. Selain itu, faktor menunjukkan sebagai besar responden
jumlah persalinan yang pernah dialami ibu sebelum (pre) pemberian metode SPOES
memberikan pengalaman dalam memiliki kategori kelancaran ASI yang
memberikan ASI dan mengetahui cara lancar sebanyak 11 (55%).
untuk meningkatkan produksi ASI Pengeluaran ASI merupakan suatu
sehingga tidak ada masalah bagi ibu dalam proses pelepasan hormon oksitosin untuk
memberikan ASI. mengalirkan air susu yang diproduksi
Menurut opini peneliti bahwa melalui saluran payudara (Diah & Kosma,
karakteristik ibu nifas di PMB Bidan 2017). Masalah pengeluaran ASI ini
Denik Pare dengan usia ibu yang paling dipengaruhi oleh berkurangnya rangsangan
banyak berusia 21-30 tahun, usia tersebut hormon oksitosin, sedangkan perubahan
menunjukkan bahwa semakin muda usia fisik dan psikologis dapat mempengaruhi
ibu maka pemberian ASI kepada bayi proses laktasi. Kerja hormon oksitosin
cenderung semakin kecil karena tuntutan dipengaruhi oleh kondisi psikologis,
sosial, kewajiban ibu dan tekanan sosial karena itu persiapan ibu pasca bersalin
yang dapat mempengaruhi produksi ASI. merupakan faktor penting yang dapat
Ibu yang memiliki pendidikan tinggi akan mempengaruhi keberhasilan menyusui,
lebih mudah menerima hal baru, sehingga stress rasa khawatir yang berlebihan,
informasi lebih mudah diterima khususnya ketidakbahagiaan sangat berperan dalam
tentang ASI eksklusif. Ibu yang bekerja kesuksesan menyusui (Nugraheni &
dapat menambah pengetahuan tentang Heryati, 2018). Pengeluaran ASI dikatakan
manajemen laktasi pada ibu yang bekerja tidak lancar apabila produksi ASI yang
karena sebagai upaya yang dilakukan ditandai dengan ASI yang tidak keluar atau
untuk mencapai keberhasilan menyusui menetes dan memancar deras saat diisap
dan ibu dapat memenuhi kebutuhan ASI oleh bayi. Kriteria yang dipakai sebagai
eksklusif yang dibutuhkan oleh bayi. patokan untuk mengetahui jumlah ASI
Peneliti juga memiliki opini bahwa lancar atau tidak diantaranya adalah
paritas dan status ekonomi keluarga dapat berdasarkan indikator ibu dan bayi (Yuni
mempengaruhi ibu nifas dalam & Riani, 2020).
memproduksi ASI. Paritas mempunyai Peneliti beropini bahwa responden
kaitan dengan arah pencarian informasi yang memiliki ASI yang lancar sebelum
tentang pengetahuan ibu dalam menyusui. diberikan metode SPEOS, karena
Pengalaman yang diperoleh ibu dapat responden memiliki usia yang terbaik
memperluas pengetahuan seseorang dalam untuk melahirkan adalah usia 20 sampai
pemberian ASI, bahwa pengelaman ibu dengan 35 tahun, karena usia ini
dalam mengurus anak berpengaruh merupakan salah satu faktor yang
terhadap pengetahuan tentang ASI mempengaruhi produksi ASI. Ibu-ibu yang
eksklusif. Selain itu, karakteristik status usianya kurang dari 35 tahun lebih banyak
ekonomi yang sedang membuat ibu nifas memproduksi ASI dibandingkan dengan
secara finansial dapat memenuhi ibu-ibu yang usianya lebih tua, tetapi ibu-
7
ibu yang sangat muda (kurang dari 20 selain itu air susu ibu akan terstimulasi
tahun) produksi ASInya juga kurang karena adanya hormone oksitosin dan
banyak karena dilihat dari tingkat prolaktin. Ibu akan diberikan sugesti yang
kematurannya. Responden yang memiliki membuat ibu percaya diri dan yakin dapat
ASI yang lancar karena ibu juga memiliki memberikan ASI secara ekslusif. ASI akan
paritas multipara yang dikaitkan dengan menjadi lancar, dan sumbatan yang
pengalaman responden yang dapat mungkin terjadi pada minggu pertama
meningkatkan informasi tentang upaya kelahiran dapat teratasi (Arsi, Rejeki &
peningkatan produksi ASI, sehingga Juniarto, 2021). Ibu nifas dapat
semakin tinggi paritas maka pemberian melaksanakan metode SPEOS mulai 6 jam
ASI semakin baik. nifas sampai dengan minggu I kelahiran
Peniliti juga beropini bahwa untuk merangsang produksi ASI terutama
responden yang dinyatakan memiliki ASI ibu primi agar program ASI ekslusif dapat
yang tidak lancar, karena usia responden tercapai dan pemenuhan kebutuhan ASI
dengan paritas primipara yang belum untuk nutrisi bayi cukup (Diah & Kosma,
memiliki pengalaman yang cukup tentang 2017).
tata cara memproduksi ASI. Namun, Peneliti beropini bahwa seluruh
responden dengan anak pertama jauh lebih responden yag mengalami kelancaran ASI,
merasa percaya diri dengan kalimat- karena metode SPEOS membantu
kalimat sugestif yang ditekankan sehingga mengurangi kelelahan, kecemasan, dan
secara tidak langsung juga membuat lebih nyeri pasca melahirkan, dengan
rileks dan semakin memperlancar memberikan efek relaksasi yang
pengeluaran ASI. Selain itu, apabila ibu memperlancar produksi ASI. Seluruh
primipara yang belum berhasil responden yang mengalami peningkatan
memberikan ASI kepada bayi, maka pada kelancaran ASI pada ibu nifas setelah
persalinan berikutnya ibu akan dilakukan metode SPEOS disebabkan
memperkecil memberikan kelancaran ASI. adanya sentuhan, pijatan serta pola pikir
Hal ini sejalan dengan penelitian yang positif yang dapat merangsang timbulnya
dilakukan oleh Diah & Kosma (2017) hormone kebahagian dan hormone ini pula
bahwa persiapan ibu pasca bersalin dari dapat merangsang pelepasan hormone
usia, penidikan, perkerjaan, paritas dan prolaktin dalam hal ini bertugas dalam
ekonomi merupakan faktor penting yang mempengaruhi peningkatan pengeluaran
dapat mempengaruhi keberhasilan produksi ASI, sehingga nantinya ibu yakin
menyusui dengan rasa khawatir yang untuk dapat menyusui atau memberikan
berlebihan, ketidak bahagiaan sangat ASI. Metode SPEOS juga dapat
berperan dalam kesuksesan menyusui. membangun konsep diri yang positif
tentang menyusui melalui kalimat sugestif
Identifikasi Distribusi Kelancaran ASI yang didengar oleh ibu, sehingga tujuan
pada Ibu Nifas Setelah Pemberian menyusui adalah kesenangan bagi ibu,
Metode SPEOS anak dan keluarga.
Berdasarkan hasil identifikasi Hasil penelitian ini sejalan dengan
kelancaran ASI dari 20 responden ibu nifas penelitian bahwa produksi ASI sebelum
menunjukkan seluruh responden setelah ibu dilakukan metode SPEOS rata-rata
(post) pemberian metode SPOES memiliki adalah 3,70 ml dengan standar deviasi
kategori kelancaran ASI yang lancar 5,113. Produksi ASI sebelum ibu
sebanyak 20 (100%). dilakukan metode SPEOS paling rendah
Metode SPOES akan merangsang adalah 0 ml dan tertinggi adalah 15 ml.
hipofisis karena menghasilkan endorphin Produksi ASI sebelum ibu dilakukan
yang efeknya menyerupai heroin dan metode SPEOS paling rendah adalah 110
morfin sehingga ibu akan menjadi nyaman, ml dan tertinggi adalah 150 ml. Hari
8
pertama-ketiga nifas, ibu yang merasa Opini lain dari peneliti bahwa adanya
ASInya tidak keluar, karena masa ini efektifitas metode SPOES yang paling
banyak hormon kehamilan yang menekan mempengarui kelancaran ASI pada ibu
ASI (Latifah, Kurniati & Elisa, 2023). nifas adalah keyakinan seorang ibu untuk
dapat menyusui bayinya merupakan faktor
Analisa Efektivitas Metode SPEOS yang mendukung keberhasilan menyusui.
terhadap Kelancaran ASI pada Ibu Apa yang dialami tubuh seseorang
Nifas tergantung dari yang ada dalam pikiran
Berdasarkan hasil analisis uji paired bawah sadarnya. Responen yang memiliki
sample t test tentang efektifitas pemberian sugesti positif dapat dilakukan dengan cara
metode SPEOS terhadap kelancaran ASI relaksasi pikiran. Perasaan relaks dan
pada ibu nifas menunjukkan nilai ρ-value bahagia yang dialami responden, maka air
(0,001) < α 0,05 yang artinya ada susu akan keluar dengan lancar, karena
efektifitas pemberian metode SPEOS fungsi organ produksi ASI tergantung dari
terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas di yang ada dalam pikiran bawah.
PMB Bidan Denik Tertek Pare tahun 2023. Hasil penelitian ini sejalan dengan
Metode SPEOS (Endorphin, penelitian Widhiani [Link] (2019), ibu nifas
Oksitosin, dan Stimulasi Pijat Sugestif) yang menjalani intervensi dengan
efektif dalam meningkatkan produksi ASI pemberian metode SPEOS pada hari ke 1
pada ibu post partum (Arsi et al., 2021). sampai hari ke 3 akan merasa lebih rileks
Menurut hasil penelitian yang dilakukan dan nyaman, rasa lelah pasca melahirkan
oleh Lidya, Mustika, dan Mergy (2022) hilang dan ibu merasa percaya diri dapat
menyatakan bahwa peran metode SPEOS menyusui secara eksklusif selama 6 bulan.
terhadap kenaikan produksi ASI Selain itu, juga sejalan dengan penelitian
menunjukkan bahwa penggunaan metode yang dilakukan oleh Melyansari et al.
SPEOS pada kelompok ibu menyusui (2018) yang menunjukkan ada pengaruh
dapat memberikan pengaruh yang metode SPEOS terhadap produksi ASI ibu
signifikan terhadap kenaikan suplai ASI nifas setelah dilakukan 3 hari.
pada ibu nifas. Metode SPEOS tidak hanya
difokuskan pada keadaan fisik tetapi juga Kesimpulan
keadaan psikologis untuk meningkatkan 1. Karakteristik ibu nifas menunjukkan
produksi ASI (Fitriani et al., 2019). sebagai besar ibu nifas berusia 21-30
Peneliti memiliki opini bahwa tahun, pendidikan SMA, paritas
pemberian metode SPEOS efektif terhadap primipara dengan status ekonomi
kelancaran ASI pada ibu nifas, karena dari sedang yang bekerja sebagai IRT dan
seluruh responden menunjukkan wiraswasta (pedagang) dan sumber
perubahan yang sangat signifikan terhadap informasi kesehatan melalui Hp
kelancaran ASI, baik dari segi jumlah (Internet).
esponden maupun nilai perubahan skor 2. Sebagai besar responden sebelum
kelancaran ASI yang meningkat. Seluruh pemberian metode SPOES memiliki
responden yang mengalami peningkatan kategori ASI yang lancar sebanyak 11
kelancaran ASI, karena metode yang dapat ibu nifas.
membantu meningkatkan produksi ASI 3. Seluruh responden setelah pemberian
dengan menggabungkan pijat oksitosin, metode SPOES memiliki kategori ASI
pijat endorfin, dan sugestif dengan konsep yang lancar sebanyak 20 ibu nifas.
bahwa seorang ibu yang menyusui tidak 4. Ada efektifitas pemberian metode
hanya dipandang atau dibantu hanya dari SPEOS terhadap kelancaran ASI pada
aspek fisik melainkan proses adaptasi ibu nifas di PMB Bidan Denik Tertek
psikologis ibu nifas. Pare tahun 2023.
9
Saran [Link]
1. Bagi Ibu Nifas 0-148
Metode SPEOS ini agar tetap
dilakukan secara mandiri oleh klien dan Dewi NW, Armini & Sriasih. (2022).
dibantu keluarga sehingga diharapkan Perbedaan Kepuasan Ibu Menyusui
setelah pemberian metode SPEOS dan dengan Pemberian Metode SPEOS
memberikan penjelasan pentingnya (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin dan
menyusui bayi maka masalah menyusui Sugestif) di Wilayah Kerja Puskesmas
tidak lancar dapat teratasi. Tejakula I Tahun 2022. Jurnal Ilmiah
2. Bagi Keluarga Kebidanan, Vol. 11, No.1, ISSN: 2721-
Metode SPEOS dapat dijadikan 8864 (Online), ISSN:2338-669X (print).
salah satu intervensi di PMB Bidan
Denik dalam mengatasi ibu post partum Diah & Kosma. (2017). Metode SPEOS (Pijat
primipara belum cukup pengalaman dan endorphin, oksitosin dan sugestif)
bagi ibu multipara yang pada kelahiran meningkatkan produksi susu dan berat
pertama ASI tidak lancar. badan bayi. Jurnal Kesehatan, Vol.8(1),
3. Bagi Instansi Pendidikan Hal.1-7.
Instansi pendidikan dengan adanya
laporan studi kasus ini dapat menjadi Elsyra, Nova, Rahmi, Helva, & Poiran, Poiran.
referensi atau sumber informasi bagi (2023). Analisis Pemberian Asi Eksklusif
mahasiswa kebidanan tentang inovasi Di Posyandu Desa Aburan Batang Tebo
teknik meningkatkan produksi ASI bagi
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor
ibu nifas yang belum lancar dalam
33 Tahun 2012. Jurnal Administrasi
produksi ASI sebagai penerapan asuhan
Sosial Dan Humaniora, 7(1), 97-106.
kebidanan post partum.
Fitriani, Henny, Pangestu, Jehani Fajar, &
DAFTAR PUSTAKA
Hartikasih, Eqka. (2021). Efektifitas Pijat
Oksitosin Dan Endorphin Pada
Arumsari, D.R.H (2018). Hubungan
Persepsi Ibu Menyusui Tentang Pengeluaran Asi Ibu Postpartum Di
Dukungan Suami Terhadap Pemberian Puskesmas Alianyang Kota Pontianak.
ASI Eksklusif Pada Bayi di Jurnal Kebidanan Khatulistiwa, Vol.7(1),
Puskesmas Kemayoran Jakarta Pusat. Hal.9-14.
In Buku Prosding : Seminar Nasional
“Stunting dan 8.000 Hari Pertama Ford EA, et al. (2020). The Association
Kehidupan” (pp. 49–5). LPMM Between Reproductive Health
UMMAT. Smartphone Applications and Fertility
Knowledge of Australian Women. BMC
Agustina R, Probandari YS, Sudargo T.
(2020). Hambatan pemberian ASI ekslusif Women’s Health. 20(1). 1–10.
pada ibu bekerja: teori ekologi sosial.
Jurnal Gizi Klinik Indonesia, Vol. 17 No. Graziose, M. M., Downs, S. M., O’Brien, Q.,
2, (64-69), ISSN 1693-900X (Print), ISSN & Fanzo, J. (2018). Systematic review of
2502-4140 (Online). the design, implementation and
Arsi, R., Rejeki, S., & Juniarto, A. Z. (2021). effectiveness of mass media and nutrition
Endorphin, Oxytocin, And Suggestive education interventions for infant and
Massage Stimulation (SPEOS) Methods young child feeding. Public Health
In Increasing Breast Milk Production In Nutrition, 21(2), 273–287.
Postpartum Mothers. Media Keperawatan
Indrasari, Nelly. (2019). Meningkatkan
Indonesia, Vol.4(2), 140.
Kelancaran Asi Dengan Metode Pijat
10
Oksitoksin Pada Ibu Post Partum. Jurnal Meningkatkan Produksi Asi Pada Ibu
Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 15(1), 48- Postpartum. Jurnal Kesehatan Perintis,
53. 7(2), 1-8.
Indriati, Rahmawati, & Astriani. (2023). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018).
Pengetahuan Ibu Nifas Mengenai Baby Badan Penelitian dan Pengembangan
Blues Di Ruangan Rawat Inap Nifas Rsud Kesehatan Kementerian RI. Jakarta:
Kota Bandung. Jurnal Sehat Masada, Kemenkes RI.
17(1), 30-38.
Sari LP & Agustina L. (2020). Implementasi
Latifah, Kurniati & Elisa. (2023). Pengaruh Terapi Pijat Oksitosin Dengan
Metode Speos (Stimulasi Pijat Endorfin Pemberdayaan Kader Pada Ibu Post
Oksitosin Suggestif) Terhadap Produksi Partum. Jurnal Empathy Pengabdian
ASI Pada Ibu Nifas Di Rumah Bersalin Kepada Masyarakat, 1(2), 115-124.
Mardi Rahayu Semarang. Jurnal Riset
Kesehatan Poltekkes Kemenkes Sembiring, SM Br. (2019). Efek Metode Osins
Semarang, 5(2), pISSN 2715- (Pijat Oketani, Oksitosin Dan Sugestif)
5870 dan eISSN 2715-5862. Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Di
Bidan Praktik Mandiri Wilayah
Lidya DP, Mustika D & Mergy G. (2022). Kecamatan Medan Tuntungan Kelurahan
Literature Review: Pengaruh Relaktasi Mangga. Public Health Journal, 6(1).
Suplementer Dikombinasikan Dengan
Metode “SPEOS” (Stimulasi Pijat Syari M, Arma N, & Mardhiah A. (2022).
Endorfin, Oksitosin, Dan Sugestif) Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Asi
Terhadap Durasi Relaktasi Pada Ibu Pada Ibu Menyusui. Maternity And
Menyusui. Journal of Issues in Midwifery, Neonatal: Jurnal Kebidanan, 10(01), 1-9.
Vol. 6, No. 2, Hal.88-96
Widhiani LY, Murni NA, Suseno MR. (2019).
Melyansari, R., Sartika, Y. and Vitriani, O. The different milk production of
(2018) ‘Pengaruh Metode SPEOS postpartum mother with SPEOS and
Terhadap Produksi Asi Ibu Nifas Di BPM Marmet Method. Jurnal Kebidanan,
Siti Juleha Pekanbaru. Jurnal Ibu dan Vol.8, Hal.8–15.
Anak, Vol.6(2) pp. 96–103,
DOI: [Link] Widiastuti YP, & Jati RP. (2020). Kelancaran
Produksi Asi Pada Ibu Post Partum
Nugraha, Nareswari Diska. (2023). Efektivitas Dengan Operasi Sesar. Jurnal
Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Asi Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat
Pada Ibu Post Partum. Professional Cendekia Utama, 9(3), 282-290.
Health Journal, 4(2), 268-272.
Yuni & Riani. (2020). Kelancaran Produksi
Nugraheni D.E & Heryati K. (2017). Metode ASI pada Ibu Post Partum dengan Operasi
speos (stimulasi pijat endorphin, oksitosin Sesar. Cendekia Utama: Jurnal
dan sugestif) dapat meningkatkan Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat,
produksi ASI dan peningkatan berat Vol. 9, No. 3, E-ISSN 2598-4217
badan bayi. Jurnal Kesehatan, Vol.8(1),
Hal.1–7
11