Analisis BEP Budidaya Domba Jember

0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan26 halaman

Diunggah oleh

endang
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bidang Ilmu/Kode : Kewirausahaan/052

USULAN
PENELITIAN DASAR

ANALISIS BREAK EVEN POINT PADA MANAJEMEN BUDIDAYA


PEMELIHARAAN DOMBA DI KABUPATEN JEMBER

PENGUSUL

Endang Lifchatullaillah,S.E,M.M NIDN 0731106801 (Ketua)


Stivaniyanti Atmanegara,S.E.,M.M NIDN 0711058502 (Anggota)
Nafisah Isnawati,[Link].,[Link].,Apt. NIDN 0724128002 (Anggota)
Adi Rama NIM 22201002 (Anggota)

PROGRAM STUDI KEWIRAUSAHAAN PROGRAM SARJANA


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS dr. SOEBANDI
TAHUN 2024
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... i


DAFTAR ISI .................................................................................................... iii
I. IDENTITAS …….. ............................................................................. iv
II. RINGKASAN ...................................................................................... 1
III. LATAR BELAKANG ........................................................................ 1
A. Rumusan Masalah .......................................................................... 2
B. Tujuan Penelitian ........................................................................... 3
IV. TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................... 3
4.1 Break Event Point ………………………………………………. 3
[Link] Budidaya Pemeliharaan Domba.................................. 6
V. METODE PENELITIAN .... ............................................................... 10
5.1. Teknik Penulisan ….. .................................................................... 10
5.2. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................... 10
5.3. Populasi dan Sampel ..................................................................... 11
5.4. Metode Pengumpulan Data ........................................................... 11
5.5. Variabel Penelitian dan Devinisi Operasional ............................... 11
5.6. Metode Analisa Data ..................................................................... 11
VI. LUARAN DAN TARGET CAPAIAN .................................................. 12
VII. RENCANA ANGGARAN BIAYA ………………………………….. 12
VIII. KESESUAIAN ROADMAP PENELITIAN ........................................ 12
IX. INTEGRASI PENELITIAN DENGAN PENDIDIKAN ……………. 14
X. JADWAL PENELITIAN ....................................................................... 15
XI. DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 15
LAMPIRAN .................................................................................................. 16
Lampiran 1 Justifikasi Anggaran Penelitian ………………………….. 16
Lampiran 2 Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas … 18
Lampiran 3 Biodata Ketua dan Anggota Tim Peneliti ………………… 18
Lampiran 4 Surat Pernyataan Ketua Peneliti …………………………... 21

iii
I. IDENTITAS

a. Identitas Ketua Pengusul


1. NIDN : 0731106801
2. Nama Peneliti : Endang Lifchatullaillah,S.E,M.M
3. Pangkat dan Jabatan : Asisten Ahli/Dekan FEB
4. Email pengusul : endang@[Link]
5. Riwayat Publikasi :
Judul Jenis Status KI URL
- Pengaruh Program Edukasi Artikel - Published [Link]
Berbasis Keluarga Terhadap [Link].o
peningkatan sumber [Link]/[Link]/
Keunagan Dengan Produksi Ekonomi/articl
Handmade Dari Limbah e/view/991
Kain Batik Di Kelurahan
Jember Lor

- Pengaruh Strategi Artikel - Submit [Link]


Pengelolaan Modal Usaha [Link]/index
Dan strategi Pemasaran .php/BISMA/s
Pada UMKM Dalam ubmission/wiz
Meningkatkan Profitabilitas ard/2?submissi
onld=45520

- Pengelolaan limbah kain Artikel - Published [Link]


batik sebagai produk [Link]/in
Handmade di Kelurahan [Link]/J-
Jember Lor ABDI/issue/vi
ew/150

- Pengelolaan Usaha Pada Artikel - Published [Link]


Usaha Mikro Kecil tikes-
Menengah Dengan Strategi [Link]/
Pemasaran Pada UMKM “X” [Link]/jai/
Di Kelurahan Jember Lor article/view/35
2

6. ID Scopus : LDualdYAAAAJ
7. ID Sinta : 6779144
8. H – Index :6

iv
b. Identitas Anggota
1. NIDN : 0711058502
2. Nama Peneliti : Stivaniyanti Atmanegara,S.E.,M.M
3. Pangkat dan Jabatan : Penata Tingkat I/Dosen Tetap
4. Email pengusul : vaniatmanegara99@[Link]
5. ID Sinta : 6805229
6. H – Index :2

c. Identitas Anggota
1. NIDN : 0724128002
2. Nama Peneliti : Nafisah Isnawati,[Link].,[Link], Apt
3. Pangkat dan Jabatan : Asisten Ahli/Dosen Tetap
4. Email pengusul : nafis@[Link]
5. ID Sinta : 6742265
6. H – Index :3

d. Identitas Anggota (Mahasiswa)


1. NIM : 22201002
2. Nama Mahasiswa : Adi Rama

e. Identitas Usulan
1. Rumpun Ilmu : Kewirausahaan
2. Bidang/Riset Fokus Penelitian : Business Development
3. Judul Penelitian : Analisis Break Even Point pada
Manajemen Budidaya Pemeliharaan
Domba Di Kabupaten Jember
4. Skema Penelitian : Penelitian Dasar
5. Tahun usulan dan lama penelitian : 2024 / 6 Bulan
6. Total biaya penelitian : Rp. 15.000.000,00

v
II. RINGKASAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Break Even Point (BEP) pada
manajemen budidaya pemeliharaan domba di Kabupaten Jember. BEP dapat
digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat untuk mengetahui titik
impas (Break Even Point) sebagai dasar dalam merencanakan laba pada usaha yang
dijalankan. Ketika telah diketahui titik impas, maka bagi manajemen dapat
mengukur dan menentukan berapa jumlah yang akan diproduksi dan bagaimana
penjualan yang akan dilakukan, sebagaimana target keuntungan yang ingin
tercapai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan
dengan cara dan prosedur dengan melibatkan responden sebagai subyek untuk
mendapatkan data dan informasi dengan wawancara mendalam, serta
dokumentasi, observasi langsung, observasi terlibat (participant observation).
Responden dari penelitian ini adalah peternak domba yang telah mampu
melakukan kegiatan manajemen dalam budidaya domba sehingga menghasilkan
jumlah ternak yang terus bertambah.
Target luaran yang dicapai dari penelitian ini adalah dihasilkannya publikasi
ilmiah dalam jurnal nasional terakreditasi Sinta 2- 4

Kata kunci : Break Even Point, Manajemen Budidaya Pemeliharaan domba,

III. LATAR BELAKANG

Domba adalah hewan ruminansia kecil yang dapat hidup di alam tropis
seperti di Indonesia. Lahan yang luas dan bermacam tumbuhan hijau yang tumbuh
disekitarnya dapat menjadi tempat strategis dalam usaha pemeliharaan domba.
Sehingga kegiatan usaha berternak domba di masyarakat secara umum berada di
daerah pedesaan. Sebagaimana pendapat Rusdiana dan Hitasoit, 2014; bahwa
Indonesia sebagai negara yang sangat strategis untuk pengembangan pertanian dan
peternakan karena sebagai negara tropis, dengan iklim yang cocok untuk bertani
dan berternak. Lahan hijau sebagai ketersediaan pakan ternak menjadi penting
dalam upaya mengembangkan ternak domba, serta untuk percepatan jumlah
pertumbuhan ternak.
Pada bidang yang berkaitan dengan usaha budidaya ternak domba, di
Indonesia masih memiliki potensi yang tinggi dan mudah dilaksanakan, disamping
itu bagi peternak masih perlu mendapatkan dukungan dari beberapa lembaga
keuangan baik oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta. Sedangkan industri
peternakan juga berperan dalam ketahanan pangan dan turut berkontribusi pada

1
Produk Domestik Bruto (PDB), meskipun akses keuangan untuk peternak masih
terdapat hambatan akibat beberapa resikonya.
Menurut Wibowo,dkk;2016, bahwa prospek pengembangan usaha yang
telah dilakukan masyarakat pedesaan secara umum adalah ternak kambing atau
domba yang dilakukan dengan cara budidaya pemilihan bibit. Dinas Peternakan
Jawa Timur, yang berlokasi di UPT PT dan HMT Jember telah melaksanakan dua
pembibitan yaitu pembibitan domba sapudi dan pembibitan Hijauan Pakan Ternak
(HPT) Unggul. Sedangkan layanan pemberdayaan masyarakat peternak yang telah
dilakukan sebagaimana tertuang dalam Pergub 102 tahun 2016, di UPT PT dan
HMT Jember memberikan pelayanan diantaranya menyediakan bibit ternak unggul
dan menyediakan bibit Hijauan Pakan Ternak Unggul dan lain-lain.
Masalah yang ada dalam usaha peternakan belum memahami sepenuhnya
cara-cara untuk mengetahui keuntungan dan analisis usaha untuk menghitung BEP
(Halolo,2020). Break Even Point adalah Analisa untuk mengetahui tentang biaya
tetap, biaya variable, volume kegiatan dan penjualan. BEP diperlukan agar
mengetahui suatu usaha tidak menderita kerugian atau mendapat keuntungan.
Berdasarkan studi lapangan pada peternak domba, yang memiliki beberapa
program dalam usaha budidaya ternak domba nampaknya memberikan hasil yang
positif dalam perkembangannya. Sehingga peneliti bermaksud untuk menganalisis
break even point pada usahanya dalam manajemen budidaya pemeliharaan domba
yang ada di Kecamatan Patrang, Kecamatan Jombang dan Kecamatan Gumukmas
di Kabupaten Jember.

A. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian


tentang : “Analisis Break Even Point Pada Manajemen Budidaya
Pemeliharaan Domba di Kabupaten Jember” dengan kegiatan :
1. Bagaimana perhitungan Break Even Point dalam perencanaan laba pada
Manajemen Budidaya Pemeliharaan Domba
2. Mengidentifikasi jumlah domba yang dapat dijual untuk menaikkan
keuntungan dari tahun sebelumnya

2
B. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk :
a. Menganalisis Break Even Point dalam perencanaan laba pada
manajemen budidaya pemeliharaan domba
b. Untuk mengidentifikasi berapa jumlah domba yang dapat dijual untuk
menaikkan keuntungan dari tahun sebelumnya.

Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis dan


praktis ;
1. Secara teoritis, hasil yang didapat dari penelitian ini daharapkan akan
mampu digunakan untuk pengembangan keilmuan kewirausahaan
2. Secara praktis, hasil kajian ini dapat digunakan oleh masyarakat umum,
peneliti, akademisi dan pemerintah, sebagai bahan penelitian lebih
lanjut terhadap masalah budidaya domba sebagai komoditas
Peternakan khususnya ternak domba.

IV. TINJAUAN PUSTAKA


Break Even Point
Break Even Point atau disingkat BEP adalah suatu titik impas yang
menunjukkan laba yang diperoleh mempunyai nilai sama dengan yang diharapkan
dalam sebuah usaha atau tidak mengalami kerugian. Dalam hal ini, laba
mempunyai nilai 0 (nol) berarti tidak ada untung ataupun tidak rugi, yang secara
umum bagi bagi orang awam dikenal dengan nama balik modal. BEP ini dapat
terjadi apabila usaha yang dilakukan menggunakan biaya tetap dalam operasional,
sedangkan pada volume penjualannya hanya cukup untuk menutupi biaya tetap
beserta biaya variabel.
Break Even Point disebut sebagai analisa pada kegiatan usaha untuk
menghitung perkiraan keuntungan di masa yang akan datang. Analisa ini
menggunakan rumus, yaitu dengan menghitung jumlah per unit dan menghitung
dengan bentuk nilai mata uang.

3
Menurut Eliyin. et al (2022) Pengertian Break even point adalah suatu
kondisi pada unit usaha yang beroperasi dalam keadaan tidak memperoleh
keuntungan (profit) dan tidak mengalami kerugian.

Break even point (Dr. Ir. Hendra Pribadi, 2022) (Placeholder1)merupakan


salah satu analisis yang penting untuk merencanakan, pengelolaan usaha dan
pengembangan keuangan dalam suatu perusahaan, dalam kegiatan yang dilakukan
oleh perusahaan sebelum menentukan keuntungan yang akan di terima terlebih
dahulu diukur apakah perusahaan tidak mengalami kerugian atau mendapatkan
keuntungan pada pada batas produk dan harga jual produk.

Manfaat analisis Break Even Point adalah : a). Membantu pengendalian


modal awal yang dikeluarkan perusahaan. b). Menjaga keseimbangan jumlah
produk yang ada di pasar. c). Mengantisipasi adanya kenaikan atau penurunan
harga produk akibat perubahan biaya variabel. d). Mengetahui adanya bauran
produk, hal ini bermanfaat ketika terdapat produk yang harus dihentikan
produksinya karena dapat menurunkan penerimaan total.

Keterbatasan dalam analisis Break Even Point adalah : a). Diperlukan


pernyataan bahwa ada hubungan antara biaya dan pendapatan. b). Analisis ini
bersifat tetap maksudnya dapat digunakan untuk mengukur dalam waktu tertentu
dan hasilnya dapat dijadikan prediksi selama periode pengukuran saja. c). Tidak
terdapat perubahan pada harga bahan baku yang dapat mengakibatkan total biaya
naik turun. d). Diperlukan penyesuaian dengan analisis finansial untuk mengukur
perencanaan suatu usaha. Beberapa asumsi yang digunakan untuk menganalisis
titik impas (BEP) antara lain :a). Penetapan jumlah biaya variabel dan biaya tetap
harus ada meskipun dalam realita operasional ada biaya masuk dalam biaya
variabel atau biaya tetap. b). Biaya variabel memiliki nilai konstan selama periode
penilaian atau periode penjualan. c). Biaya variabel dapat menyesuaikan dengan
jumlah produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. d). Harga setiap produk
tetap meskipun terjadi kenaikan/penurunan pada jumlah produksi.

1. Analisis Pendapatan :

π = TR – TC

4
π = Keuntungan usaha ternak domba
TR = Total Revenue
TC = Total Cost

2. Analisa Break Even Point


Analisis untuk mengetahui sebuah usaha mengalami keuntungan maupun
kerugian adalah BEP.

Persamaan matematis berdasarkan produk/jasa :

FC
BEP (produk/jasa) =
(p – VC)
FC = Total Biaya Tetap
P = Harga Jual per Unit
VC = Biaya Variabel per Unit

Persamaan matematis berdasarkan nilai uang :

FC
BEP (nilai uang ) =
(1 –( VC))
p

FC = Total Biaya Tetap


P = Harga Jual per Unit
VC = Biaya Variabel per Unit

Metode Grafik
Penggunaan metode grafik dapat dilihat pada tampilan perhitungan Break Even
Point agar lebih jelas dan lebih mudah untuk di pahami.

5
Manajemen Budidaya Pemeliharaan Domba

Usaha budidaya ternak domba memerlukan sebuah manajemen yang akan


memberikan hasil secara maksimal melalui berbagai proses pelaksanaan kegiatan
usaha, agar dapat mencapai keberuntungan dan perkembangan yang meningkat
setiap tahun. Manajemen pemeliharaan domba sebagaimana arahan dari Himpunan
Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) tahun 2020, terbagi dalam dua
aspek yaitu teknologi pemeliharaan dan teknologi keuangan. Para peternak domba
yang pada umumnya melakukan pemeliharaan secara tradisional dimotivasi agar
mampu melakukan duplikasi manajemen pemeliharaan domba sebagai industri
ternak dengan mudah, sederhana, dan aplicable sesuai dengan sumberdaya yang
dimiliki oleh peternak. Didalam kegiatan teknologi manajemen budidaya
pemeliharaan domba meliputi : (a) jenis domba yang dibudidayakan; (b)
manajemen pembibitan dan pembiakan domba; (c) manajemen penggemukan
domba; (d) manajemen pakan domba; (e) manajemen pengendalian resiko produksi
dan kesehatan ternak; (f) manajemen perkandangan model klaster.

Manajemen pemeliharaan budidaya domba dapat dijelaskan sebagai berikut :


a. Kualifikasi jenis domba yang dibudidayakan

6
Domba Budidaya Klaster Penggemukan
Jenis domba yang dibudidayakan dalam kegiatan klaster budidaya penggemukan
menggunakan domba lokal. Domba lokal banyak dikembangkan diwilayah Jawa
Timur dan Jawa Barat. Berikut kualifikasi domba untuk program klaster
penggemukan:
 Jenis domba : Persilangan
 Bobot : 15-18 Kg
 Umur : 6-8 bulan
 Kelamin : Jantan dan Betina
 Treatment : Eartag, Obat cacing dan Anti stres
Domba jenis ini dipilih dan sesuai untuk kegiatan klaster karena memiliki
beberapa keunggulan, diantaranya sebagai berikut :
a. Ketersediaan jumlah relatif banyak sehingga mudah dalam sistem
pengadaanya secara berkelanjutan.
b. Memiliki kemampuan produktifitas yang baik untuk dibudidayakan.
c. Secara nilai ekonomis domba jenis ini relatif terjangkau dan memiliki daya
saing yang baik untuk segmentasi pasar domestik dan pasar ekspor.
d. Bukan termasuk ternak yang dilindungi sebagai plasma nutfah asli
Indonesia karena sebagai ternak persilangan atau komposit.
Domba persilangan termasuk domba yang dizinkan pemerintah untuk
dipotong dan dizinkan untuk ekspor sebagaimana Permentan No 2 Tahun
2018.

Domba Budidaya Klaster Pembiakan.


Kualifikasi domba yang dibudidayakan dalam kegiatan klaster pembiakan
berupa domba garut sebagai pejantan serta persilangan domba ekor gemuk
untuk betina. Produk domba yang dihasilkan dari kegiatan klaster pembiakan
ini berupa domba komposit persilangan ekor gemuk. Berikut kualifikasi ternak
domba untuk kebutuhan budidaya pembiakan :
 Jenis domba : F1 Cross Dorper x Garut dan Indukan Lokal
 Bobot domba : 25-30 Kg Betina dan 50 Kg Jantan
 Umur : Indukan 8-10 bulan Pejantan 1 tahun

7
 Kelamin : Jantan dan Betina
 Treatment : Eartag, Obat cacing dan vitamin

Domba jenis ini dipilih dan sesuai untuk kegiatan klaster pembiakan karena
memiliki beberapa keunggulan, diantaranya sebagai berikut :
a. Domba garut dapat dijadikan sebagai indukan karena memiliki sifat
profilikasi yang baik. Sifat prolifik pada domba garut memungkinkan usaha
budidaya pembiakan menjadi lebih feasible.
b. Pejantan f1 cross dorper x garut memiliki sifat agresif yang turun dari sifat
garut sehingga memungkinkan kemampuan rasio kawin, sedangkan sifat
genetik pedagingnya diturunkan dari domba dorper. Dari dua kombinasi
sifat daya pembiak dan pedaging yang baik ini diharapkan memberikan
nilai tambah untuk turunan selanjutnya yang dijadikan sebagai domba
komposit.
c. Anak jantan yang dihasilkan diharapkan memiliki tanduk dari pejantan garut
untuk kebutuhan segmentasi pasar qurban.
d. Domba lokal persilangan ekor gemuk memiliki kemampuan daya tahan
hidup yang baik disaat ketersediaan hijauan terbatas, ekor yang besar
mengandung lemak digunakan sebagai cadangan makanan disaat makanan
terbatas. Sehingga dimungkinkan untuk dilakukan introduksi pemeliharaan
menggunakan konsep semi intensif

b. Managemen Pembibitan dan Pembiakan Domba


Pemeliharaan produksi pembibitan bertujuan menghasilkan domba unggul
dengan kualifikasi standar bibit. Domba yang dibudidayakan adalah bibit
murni dengan tujuan pemurnian genetik, semakin murni ternak yang
dihasilkan maka nilai ternak tersebut semakin baik. Proses budidaya
pembibitan biasanya banyak dilakukan dengan sistem pemeliharaan intensif
karena kebutuhan dalam proses pemeliharaan yang perlu dilakukan serta
adanya insentif terhadap nilai ternak dengan kualifikasi bibit.
Sedangkan budidaya pembiakan secara proses pemeliharaan relatif sama
dengan budidaya pembibitan namun dalam hal tujuan domba yang dihasilkan

8
dan kualifikasi domba yang dibudidayakan berbeda. Tujuan pemeliharaan
pembiakan untuk perbanyakan domba dengan sedikit mengesampingkan mutu
genetik dalam menghasilkan bakalan domba yang akan dijadikan bahan baku
dalam pemeliharaan penggemukan. Kegiatan pembiakan yang dilakukan dapat
dilakukan menjadi dua yaitu secara intensif dan semi intensif menggunakan
lahan penggembalaan. Pemeliharaan secara intensif dilakukan untuk
menghasilkan domba dengan kualifikasi non potong atau non tipe pedaging
dengan catatan terhadap domba yang dipelihara memiliki insentif harga yang
relatif baik.
Sedangkan pemeliharaan secara semi intensif dilakukan untuk domba-domba
komposit dengan tujuan pemeliharaan potong. Namun, untuk menekan biaya
pemeliharaan yang tinggi dengan rentang pemeliharaan yang panjang (long
feeding) maka dibutuhkan pemeliharaan secara semi intensif dengan prasyarat
ketersediaan lahan yang luas.
Berikut proses budidaya pembibitan dan pembiakan secara umum :
1) Penyiapan Domba Siap Kawin, 2) Proses Kawin, 3) Kebuntingan, 4)
Kelahiran, 5) Menyusui, 6) Domba Sapih, 7) Penyiapan Domba Seleksi,

c. Managemen Penggemukan Domba


Proses produksi penggemukan bertujuan untuk menghasilkan domba pedaging
yang ditujukan untuk keperluan konsumsi harian, aqiqah dan qurban.
1) Pengadaan Bakalan, 2) Proses rekondisi, 3) Budidaya Penggemukan, 4)
Penyiapan (Seleksi) Domba Siap Jual,

d. manajemen pakan domba;


Pakan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan usaha peternakan,
memegang kontribusi 60-70% dari biaya produksi. Oleh karena itu ketepatan
dalam pemberian pakan baik dari sisi jumlah, kebutuhan nutrisi, frekuensi
pemberian yang diperlukan oleh domba sesuai dengan tujuan pemeliharaanya
mutlak perlu diketahui oleh peternak. Pemberian pakan dan minum domba
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi domba selama proses produksi
sesuai dengan tujuan pemeliharaanya.

9
e. manajemen pengendalian resiko produksi dan kesehatan ternak;
1). Pencegahan Penyakit Hewan , 2) Program Kesehatan, 3) Identifikasi
Penyakit dan Penyembuhan, 4). Tindakan Darurat

f. manajemen perkandangan model klaster.


Pembangunan kandang menggunakan model klaster untuk budidaya domba,
desain dan fasilitas sangat tergantung kepada skala usaha itu sendiri.
Khususnya bagi pembangunan kandang yang harus dipertimbangkan adalah
hal-hal sebagai berikut: a. Berapa skala usaha dan seberapa luas kandang
yang akan dibangun dan bagaimana infrastruktur penunjangnya. b. Lokasi
kandang dan kondisi lahan akan sangat menentukan terhadap
keberlangsungan usaha kedepan. c. Bentuk tata letak dan sirkulasi ternak;
harus terjaga sehingga antara ternak masuk dan keluar dapat dilakukan secara
baik.

V. METODE PENELITIAN
[Link] Penulisan
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif
dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Responden dijadikan subyek
yang memiliki sumber informasi yang berharga. Penelitian Kuantitatif
adalah metode yang mengandalkan pengukuran objektif dan analisis
matematis (statistik) terhadap sampel data yang diperoleh melalui kuesioner,
jejak pendapat, tes, atau instrumen penelitian lainnya untuk membuktikan
atau menguji hipotesis (dugaan sementara) yang diajukan dalam penelitian.

5.2. Tempat dan Waktu Penelitian


1. Waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024 sampai Agustus 2024
2. Tempat penelitian
Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Patrang, Kecamatan Jombang,
Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember

10
5.3. Populasi dan Sampel

1. Populasi Penelitian
Populasi dalam peneltian ini adalah peternak domba yang berada di
Kecamatan Patrang, Kecamatan Jombang dan Kecamatan Gumukmas
2. Sampel dan sampling Penelitian
Sampel dalam penelitian ini adalah peternak yang memenuhi kriteria inklusi.
Penentuan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan purpose sampling
yaitu dengan pengambilan data yang memenuhi kriteria tertentu untuk
keperluan analisis.

5.4. Metode Pengumpulan Data


Prosedur pengumpulan data sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi peternak yang melakukan manajemen pemeliharaan
domba
2. Program intervensi pada manajemen pemeliharaan domba dilaksanakan
dengan aktivitas yang terbagi dalam sepuluh minggu, yaitu dengan
kunjungan ke tempat peternak domba di Kecamatan Patrang, Kecamatan
Jombang dan Kecamatan Gumukmas dipilih dengan pertimbangan bahwa
di kecamatan tersebut memiliki jumlah populasi peternak domba yang
tinggi.
3. Melakukan analisis dan penerapan uji investigasi

5.5. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional


Variabel yang diamati dalam melaksanakan penelitian ini adalah
1. BEP (X) adalah analisa untuk mengetahui tentang biaya tetap, biaya
variable, volume kegiatan dan penjualan
2. Manajemen Budidaya Pemeliharaan domba (Y)

5.6. Metode Analisa Data


Setelah memperoleh nilai dari masing-masing tabel, selanjutnya data
dianalisis dengan menggunakan program komputerisasi.

11
VI. LUARAN DAN TARGET CAPAIAN

Target luaran yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah dihasilkannya :
A. Luaran Wajib
Luaran wajib Penelitian Dasar berupa publikasi satu artikel ilmiah di jurnal
nasional ber ISSN atau Nasional terakreditasi peringkat 2-4, atau satu
artikel di jurnal internasional, atau satu artikel di prosiding seminar
internasional.
Nama Akredita Link URL
Judul Status
Jurnal si Jurnal
Analisis Break Even Jurnal Sinta 4 Published [Link]
Point Pada Ekonomi [Link]/ind
Manajemen Budidaya [Link]/Ekonomi
Pemeliharaan Domba
di Kabupaten Jember

B. Luaran tambahan
Luaran tambahan berupa : Buku ISBN

VII. RENCANA ANGGARAN BIAYA


Anggaran biaya peneltian keseluruhan sebesar Rp 15.000.000,00 (Lima belas
juta rupiah) meliputi bahan habis pakai, perjalanan dan publikasi. Anggaran
biaya peneltian dan ringkasan ini secara jelas terlampir. (Lampiran 1)

VIII. KESESUAIAN ROADMAP PENELITIAN


1. Roadmap Penelitian Universitas dr. Soebandi

12
2. Roadmap Penelitian Fakultas Ekonomi dan Bisnis

3. Roadmap Penelitian Prodi Kewirausahaan Bidang Business Development

Tahun 2024 :

Topik : Business Development dalam bidang marketing,


management, komunikasi, negosiasi, Analisa data, project
management

13
IX. INTEGRASI PENELITIAN DENGAN PENDIDIKAN

Judul Program
Nama Dosen MK CPL CPMK Media /Luaran
Penelitian studi
Endang Analisis Break Kewirausah Manajemen P3; -Ketepatan Aplikasi
Lifchatullaillah,SE. Even Point pada aan Keuangan KU1; dalam
,MM Manajemen KK5 memahami
Pemeliharaan pengertian
Domba di analisis laporan
Kabupaten keuangan
Jember -Ketepatan
dalam
memahami
tujuan analisis
laporan
keuangan

14
X. JADWAL PENELITIAN
Waktu Pelaksanaan 2024
No Jenis Kegiatan
Feb Mar April Mei Juni Juli Agust
1 Penyusunan Proposal
dan izin lokasi
2 Pelaksanaan
3 Analisa Data
4 Pelaporan Hasil
5 Seminar, Lokakarya
6 Publikasi Ilmiah

XI. DAFTAR PUSTAKA

Cristian, S., Diah Kusuma, K. W., & Syarif, D. S. (2011). Break Even Point
Estimation Using Fuzzy Cluster(FCM). SNTIKI, 25–30.

E., Fitri, I., & Yustisar, M. (2022). Feasibility Analysis of Household Industry
Tape Timber in Bale Hakim Kampung, Lut Tawar District, Central Aceh
Regency. International Journal of Research and Review, 9(1).
[Link]

Govoni, N. A. (2012). Break-Even Point (BEP). In Dictionary of Marketing


Communications. SAGE Publications, Inc.
[Link]
Yudi Guntara,dkk. (2020). Usaha Budidaya Domba Model Klaster. Bandung
Pribadi,Hendra (2023). Manajemen Keuangan, [Link] Media Aksara

15
Lampiran 1
Rincian Rencana Anggaran Belanja

Jenis Pembelanjaan Item Satuan Vol. Biaya Satuan Total

Bahan
ATK Kertas HVS Rim 3 Rp. 65.000 195.000
Foto Copy dan Bendel Buah 3 Rp. 30.000 90.000
Balpoint Standar Pack 2 Rp. 32.000 64.000
Materai Buah 6 Rp. 12.000 72.000
Penggandaan proposal Buah 4 Rp. 30.000 120.000
Penggandaan Laporan Buah 5 Rp. 39.000 195.000
Jumlah Pengeluaran Kelompok Bahan 736.000
Pengumpulan Data
Biaya Rapat Biaya rapat persiapan penelitian Paket 1 Rp. 500.000 500.000
Uang harian rapat di dalam kantor Uang harian rapat koordinasi pengumpulan data di
OH 8 Rp. 23.000 184.000
dalam kantor
Biaya Konsumsi Biaya konsumsi koordinasi dan pengumpulan data OH 10 Rp. 23.000 230.000
HR Sekretaris/Administrasi peneliti Petugas yang mengadministrasikan peneltian OB 3 Rp. 300.000 900.000
HR Petugas Survei Petugas pengambil/pengumpul data OH 8 Rp. 80.000 640.000
Transport Penelitian Transport Survei OK 8 Rp. 150.000 1.200.000

Jumlah Pengeluaran Kelompok Pengumpulan Data 3.654.000

Uang Harian Uang harian rapat koordinasi menganalisis data OH 8 Rp. 23.000 184.000

16
Biaya Konsumsi Biaya konsumsi rapat koordinasi menganalisis data OH 10 Rp. 23.000 230.000
HR Pengolah data Petugas yang membantu mengolah data penelitian Paket 1 Rp. 1.540.000 1.540.000
Biaya Analisis Sampel Biaya untuk analisis sampel termasuk biaya uji
Unit 2 Rp. 1.000.000 2.000.000
produk
Biaya Konsumsi Rapat Biaya konsumsi rapat untuk koordinasi menganalisis
OH 12 Rp. 23.000 276.000
data

Jumla Pengeluaran Kelompok Analisis Data 4.230.000


Pelaporan, Luaran Wajib dan Luaran Tambahan
HR Sekretariat/Administrasi Peneliti Petugas yang mengadministrasikan penelitian OB 3 Rp. 300.000 900.000
Uang harian rapat di dalam kantor Uang harian rapat koordinasi menyusun laporan dan
OH 10 Rp. 23.000 230.000
luaran wajib di dalam kantor
Biaya Konsumsi rapat Biaya konsumsi rapat koordinasi menyusun laporan
OH 10 Rp. 23.000 230.000
dan luaran
Uang harian rapat di luar kantor Uang harian rapat koordinasi menyusun laporan dan
OH 20 Rp. 23.000 460.000
luaran wajib di luar kantor
Biaya Konsumsi rapat Biaya konsumsi rapat koordinasi menyusun laporan
OH 20 Rp. 23.000 460.000
dan luaran
Biaya Pengurusan Paten Biaya pengurusan Paten Paket 1 Rp. 600.000 600.000
Biaya Publikasi Biaya Publikasi Jurnal Shinta Paket 1 Rp. 1.500.000 1.500.000
Biaya penyusunan buku termasuk book Pembuatan draft, proos reading, editing, penerbitan,
Paket 1 Rp. 2.000.000 2.000.000
chapter ISBN
Jumlah Pengeluaran Kelompok Pelaporan, Luaran Wajib dan Luaran Tambahan 6.380.000
Jumlah Pengeluaran Keseluruhan 15.000.000

17
Lampiran 2
Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

Alokasi
Instansi Bidang Waktu
No Nama NIDN Uraian Tugas
Asal Ilmu (Jam/Mi
nggu)
1 Endang Universitas Manajemen 120 Penanggung jawab terhadap seluruh
Lifchatullaillah,S.E dr Soebandi Keuangan menit kegiatan penelitian dan bertindak
,MM dan /mgg sebagai koordinator pada kegiatan
0731106801 Manajemen yang dilaksanakan
Pemasaran
2 Stivaniyanti Universitas Manajemen 120 Anggota dalam penelitian dan
Atmanegara,S.E,MM dr Soebandi Pemasaran menit melaksanakan pengolahan data yang
/mgg diambil dari responden serta
menganalisa data
3 Nafisah Isnawati, Universitas Prodi 120 Anggota dalam peneltian dan ikut
dr Soebandi Farmasi menit melaksanakan intervensi pengolahan
/mgg data
4 Ade Rama Universitas Prodi 120 Anggota dalam peneltian dan ikut
dr Soebandi Kewirausa menit melaksanakan intervensi pengolahan
haan /mgg data

Lampiran 3 Biodata Ketua dan Anggota Tim Peneliti

A. BIODATA KETUA PENELITI


1. Nama Lengkap Endang Lifchatullaillah,S.E,M.M / P
2 Jabatan Fungsional Tenaga Pengajar
3 Jabatan Struktural Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
4 NIK 19681031 201812 2 161
5 NIDN 0731106801
6 Tempat dan Tanggal Jember, 31 Oktober 1968
Lahir
7 Alamat Rumah Perumahan Bumi Mangli Permai Blok ED
3-4 Kec. Kaliwates Kabupaten Jember
8 No Telpon/HP 081336497874

18
9 Alamat Kantor Jl. Dr Soebandi No 99 Jember
10 Alamat e-mail endang@[Link]
11 Lulusan yang telah -
dihasilkan
12 Mata Kuliah yang 1. Pendidikan Pancasila
diampu 2. Pendidikan Kewarganegaraan
3. Pengantar Akuntansi
4. Akuntansi Manajemen
5. Manajemen Keuangan
6. Manajemen Pemasaran

B. RIWAYAT PENDIDIKAN
S-1 S-2
Nama PT STIE Dharma Nasional Jember STIE YAPAN Surabaya
Bidang Ilmu Manajemen Manajemen Keuangan
Tahun
2009 - 2012 2013-2015
Masuk -Lulus
Judul Skripsi / Pengaruh Rentabilitas Terhadap Pengaruh Price Earning
Tesis Pemberian Jasa Pinjaman Ratio (PER), Return On
Anggota pada KUD Tri Jaya Equity (ROE), Net Profit
Kecamatan Tapen Kabupaten Margin (NPM), Earning
Bondowoso Per Share (EPS) Dan
Return On Asset (ROA)
Terhadap Harga Saham
pada Perusahaan Properti
yang tercatat di Bursa Efek
Indonesia

C.1. BIODATA ANGGOTA PENELITI


1. Nama Lengkap Stivaniyanti Atmanegara,S.E.,M.M
2 Jabatan Fungsional Tenaga Pengajar
3 Jabatan Struktural Sekretaris Prodi Kewirausahaan
4 NIK 198505112020062190
5 NIDN 0711058502

19
6 Tempat dan Tanggal Jember, 05-11-1985
Lahir
7 Alamat Rumah
8 No Telpon/HP
9 Alamat Kantor Universitas dr. Soebandi

C.2. BIODATA ANGGOTA PENELITI


1. Nama Lengkap Nafisah Isnawati,[Link].,[Link].,Apt
2 Jabatan Fungsional Asisten Ahli
3 Jabatan /Struktural Dosen Tetap
4 NIK
5 NIDN 0724128002
6 Tempat dan Tanggal
Lahir
7 Alamat Rumah
8 No Telpon/HP
9 Alamat Kantor Universitas dr. Soebandi

C.2. BIODATA ANGGOTA PENELITI


1. Nama Lengkap Ade Rama
2. NIM 2201002

20
Lampiran 3 Surat Pernyataan Ketua Peneliti

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Endang Lifchatullaillah,S.E,M.M

NIDN : 0731106801

Jabatan Fungsional : Asisten Ahli

Alamat : Perumahan Bumi Mangli Permai Blok ED 3-4 Kecamatan


Kaliwates Kabupaten Jember

Dengan ini menyatakan bahwa proposal penelitian saya dengan judul “Analisis
Break Even Point pada Manajemen Pemeliharaan Domba di Kabupaten Jember”
yang diusulkan dalam Penelitian Dasar di Universitas dr Soebandi Jember untuk
Tahun Anggaran 2024/2025 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh
lembaga/sumber dana lain.

Apabila dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka


saya bersedia diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan
seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas Institusi.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya.

Jember, 15 Februari 2024

Mengetahui,
LPPM Universitas dr Soebandi Yang menyatakan,

Hendra Dwi Cahyono,[Link].,Ns.,[Link] Endang Lifchatullaillah,SE,MM


NIK/NIDN. 0724099204 NIDN. 0731106801

21

Anda mungkin juga menyukai