Analisis BEP Budidaya Domba Jember
USULAN
PENELITIAN DASAR
PENGUSUL
iii
I. IDENTITAS
6. ID Scopus : LDualdYAAAAJ
7. ID Sinta : 6779144
8. H – Index :6
iv
b. Identitas Anggota
1. NIDN : 0711058502
2. Nama Peneliti : Stivaniyanti Atmanegara,S.E.,M.M
3. Pangkat dan Jabatan : Penata Tingkat I/Dosen Tetap
4. Email pengusul : vaniatmanegara99@[Link]
5. ID Sinta : 6805229
6. H – Index :2
c. Identitas Anggota
1. NIDN : 0724128002
2. Nama Peneliti : Nafisah Isnawati,[Link].,[Link], Apt
3. Pangkat dan Jabatan : Asisten Ahli/Dosen Tetap
4. Email pengusul : nafis@[Link]
5. ID Sinta : 6742265
6. H – Index :3
e. Identitas Usulan
1. Rumpun Ilmu : Kewirausahaan
2. Bidang/Riset Fokus Penelitian : Business Development
3. Judul Penelitian : Analisis Break Even Point pada
Manajemen Budidaya Pemeliharaan
Domba Di Kabupaten Jember
4. Skema Penelitian : Penelitian Dasar
5. Tahun usulan dan lama penelitian : 2024 / 6 Bulan
6. Total biaya penelitian : Rp. 15.000.000,00
v
II. RINGKASAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Break Even Point (BEP) pada
manajemen budidaya pemeliharaan domba di Kabupaten Jember. BEP dapat
digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat untuk mengetahui titik
impas (Break Even Point) sebagai dasar dalam merencanakan laba pada usaha yang
dijalankan. Ketika telah diketahui titik impas, maka bagi manajemen dapat
mengukur dan menentukan berapa jumlah yang akan diproduksi dan bagaimana
penjualan yang akan dilakukan, sebagaimana target keuntungan yang ingin
tercapai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan
dengan cara dan prosedur dengan melibatkan responden sebagai subyek untuk
mendapatkan data dan informasi dengan wawancara mendalam, serta
dokumentasi, observasi langsung, observasi terlibat (participant observation).
Responden dari penelitian ini adalah peternak domba yang telah mampu
melakukan kegiatan manajemen dalam budidaya domba sehingga menghasilkan
jumlah ternak yang terus bertambah.
Target luaran yang dicapai dari penelitian ini adalah dihasilkannya publikasi
ilmiah dalam jurnal nasional terakreditasi Sinta 2- 4
Domba adalah hewan ruminansia kecil yang dapat hidup di alam tropis
seperti di Indonesia. Lahan yang luas dan bermacam tumbuhan hijau yang tumbuh
disekitarnya dapat menjadi tempat strategis dalam usaha pemeliharaan domba.
Sehingga kegiatan usaha berternak domba di masyarakat secara umum berada di
daerah pedesaan. Sebagaimana pendapat Rusdiana dan Hitasoit, 2014; bahwa
Indonesia sebagai negara yang sangat strategis untuk pengembangan pertanian dan
peternakan karena sebagai negara tropis, dengan iklim yang cocok untuk bertani
dan berternak. Lahan hijau sebagai ketersediaan pakan ternak menjadi penting
dalam upaya mengembangkan ternak domba, serta untuk percepatan jumlah
pertumbuhan ternak.
Pada bidang yang berkaitan dengan usaha budidaya ternak domba, di
Indonesia masih memiliki potensi yang tinggi dan mudah dilaksanakan, disamping
itu bagi peternak masih perlu mendapatkan dukungan dari beberapa lembaga
keuangan baik oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta. Sedangkan industri
peternakan juga berperan dalam ketahanan pangan dan turut berkontribusi pada
1
Produk Domestik Bruto (PDB), meskipun akses keuangan untuk peternak masih
terdapat hambatan akibat beberapa resikonya.
Menurut Wibowo,dkk;2016, bahwa prospek pengembangan usaha yang
telah dilakukan masyarakat pedesaan secara umum adalah ternak kambing atau
domba yang dilakukan dengan cara budidaya pemilihan bibit. Dinas Peternakan
Jawa Timur, yang berlokasi di UPT PT dan HMT Jember telah melaksanakan dua
pembibitan yaitu pembibitan domba sapudi dan pembibitan Hijauan Pakan Ternak
(HPT) Unggul. Sedangkan layanan pemberdayaan masyarakat peternak yang telah
dilakukan sebagaimana tertuang dalam Pergub 102 tahun 2016, di UPT PT dan
HMT Jember memberikan pelayanan diantaranya menyediakan bibit ternak unggul
dan menyediakan bibit Hijauan Pakan Ternak Unggul dan lain-lain.
Masalah yang ada dalam usaha peternakan belum memahami sepenuhnya
cara-cara untuk mengetahui keuntungan dan analisis usaha untuk menghitung BEP
(Halolo,2020). Break Even Point adalah Analisa untuk mengetahui tentang biaya
tetap, biaya variable, volume kegiatan dan penjualan. BEP diperlukan agar
mengetahui suatu usaha tidak menderita kerugian atau mendapat keuntungan.
Berdasarkan studi lapangan pada peternak domba, yang memiliki beberapa
program dalam usaha budidaya ternak domba nampaknya memberikan hasil yang
positif dalam perkembangannya. Sehingga peneliti bermaksud untuk menganalisis
break even point pada usahanya dalam manajemen budidaya pemeliharaan domba
yang ada di Kecamatan Patrang, Kecamatan Jombang dan Kecamatan Gumukmas
di Kabupaten Jember.
A. Rumusan Masalah
2
B. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk :
a. Menganalisis Break Even Point dalam perencanaan laba pada
manajemen budidaya pemeliharaan domba
b. Untuk mengidentifikasi berapa jumlah domba yang dapat dijual untuk
menaikkan keuntungan dari tahun sebelumnya.
3
Menurut Eliyin. et al (2022) Pengertian Break even point adalah suatu
kondisi pada unit usaha yang beroperasi dalam keadaan tidak memperoleh
keuntungan (profit) dan tidak mengalami kerugian.
1. Analisis Pendapatan :
π = TR – TC
4
π = Keuntungan usaha ternak domba
TR = Total Revenue
TC = Total Cost
FC
BEP (produk/jasa) =
(p – VC)
FC = Total Biaya Tetap
P = Harga Jual per Unit
VC = Biaya Variabel per Unit
FC
BEP (nilai uang ) =
(1 –( VC))
p
Metode Grafik
Penggunaan metode grafik dapat dilihat pada tampilan perhitungan Break Even
Point agar lebih jelas dan lebih mudah untuk di pahami.
5
Manajemen Budidaya Pemeliharaan Domba
6
Domba Budidaya Klaster Penggemukan
Jenis domba yang dibudidayakan dalam kegiatan klaster budidaya penggemukan
menggunakan domba lokal. Domba lokal banyak dikembangkan diwilayah Jawa
Timur dan Jawa Barat. Berikut kualifikasi domba untuk program klaster
penggemukan:
Jenis domba : Persilangan
Bobot : 15-18 Kg
Umur : 6-8 bulan
Kelamin : Jantan dan Betina
Treatment : Eartag, Obat cacing dan Anti stres
Domba jenis ini dipilih dan sesuai untuk kegiatan klaster karena memiliki
beberapa keunggulan, diantaranya sebagai berikut :
a. Ketersediaan jumlah relatif banyak sehingga mudah dalam sistem
pengadaanya secara berkelanjutan.
b. Memiliki kemampuan produktifitas yang baik untuk dibudidayakan.
c. Secara nilai ekonomis domba jenis ini relatif terjangkau dan memiliki daya
saing yang baik untuk segmentasi pasar domestik dan pasar ekspor.
d. Bukan termasuk ternak yang dilindungi sebagai plasma nutfah asli
Indonesia karena sebagai ternak persilangan atau komposit.
Domba persilangan termasuk domba yang dizinkan pemerintah untuk
dipotong dan dizinkan untuk ekspor sebagaimana Permentan No 2 Tahun
2018.
7
Kelamin : Jantan dan Betina
Treatment : Eartag, Obat cacing dan vitamin
Domba jenis ini dipilih dan sesuai untuk kegiatan klaster pembiakan karena
memiliki beberapa keunggulan, diantaranya sebagai berikut :
a. Domba garut dapat dijadikan sebagai indukan karena memiliki sifat
profilikasi yang baik. Sifat prolifik pada domba garut memungkinkan usaha
budidaya pembiakan menjadi lebih feasible.
b. Pejantan f1 cross dorper x garut memiliki sifat agresif yang turun dari sifat
garut sehingga memungkinkan kemampuan rasio kawin, sedangkan sifat
genetik pedagingnya diturunkan dari domba dorper. Dari dua kombinasi
sifat daya pembiak dan pedaging yang baik ini diharapkan memberikan
nilai tambah untuk turunan selanjutnya yang dijadikan sebagai domba
komposit.
c. Anak jantan yang dihasilkan diharapkan memiliki tanduk dari pejantan garut
untuk kebutuhan segmentasi pasar qurban.
d. Domba lokal persilangan ekor gemuk memiliki kemampuan daya tahan
hidup yang baik disaat ketersediaan hijauan terbatas, ekor yang besar
mengandung lemak digunakan sebagai cadangan makanan disaat makanan
terbatas. Sehingga dimungkinkan untuk dilakukan introduksi pemeliharaan
menggunakan konsep semi intensif
8
dan kualifikasi domba yang dibudidayakan berbeda. Tujuan pemeliharaan
pembiakan untuk perbanyakan domba dengan sedikit mengesampingkan mutu
genetik dalam menghasilkan bakalan domba yang akan dijadikan bahan baku
dalam pemeliharaan penggemukan. Kegiatan pembiakan yang dilakukan dapat
dilakukan menjadi dua yaitu secara intensif dan semi intensif menggunakan
lahan penggembalaan. Pemeliharaan secara intensif dilakukan untuk
menghasilkan domba dengan kualifikasi non potong atau non tipe pedaging
dengan catatan terhadap domba yang dipelihara memiliki insentif harga yang
relatif baik.
Sedangkan pemeliharaan secara semi intensif dilakukan untuk domba-domba
komposit dengan tujuan pemeliharaan potong. Namun, untuk menekan biaya
pemeliharaan yang tinggi dengan rentang pemeliharaan yang panjang (long
feeding) maka dibutuhkan pemeliharaan secara semi intensif dengan prasyarat
ketersediaan lahan yang luas.
Berikut proses budidaya pembibitan dan pembiakan secara umum :
1) Penyiapan Domba Siap Kawin, 2) Proses Kawin, 3) Kebuntingan, 4)
Kelahiran, 5) Menyusui, 6) Domba Sapih, 7) Penyiapan Domba Seleksi,
9
e. manajemen pengendalian resiko produksi dan kesehatan ternak;
1). Pencegahan Penyakit Hewan , 2) Program Kesehatan, 3) Identifikasi
Penyakit dan Penyembuhan, 4). Tindakan Darurat
V. METODE PENELITIAN
[Link] Penulisan
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif
dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Responden dijadikan subyek
yang memiliki sumber informasi yang berharga. Penelitian Kuantitatif
adalah metode yang mengandalkan pengukuran objektif dan analisis
matematis (statistik) terhadap sampel data yang diperoleh melalui kuesioner,
jejak pendapat, tes, atau instrumen penelitian lainnya untuk membuktikan
atau menguji hipotesis (dugaan sementara) yang diajukan dalam penelitian.
10
5.3. Populasi dan Sampel
1. Populasi Penelitian
Populasi dalam peneltian ini adalah peternak domba yang berada di
Kecamatan Patrang, Kecamatan Jombang dan Kecamatan Gumukmas
2. Sampel dan sampling Penelitian
Sampel dalam penelitian ini adalah peternak yang memenuhi kriteria inklusi.
Penentuan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan purpose sampling
yaitu dengan pengambilan data yang memenuhi kriteria tertentu untuk
keperluan analisis.
11
VI. LUARAN DAN TARGET CAPAIAN
Target luaran yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah dihasilkannya :
A. Luaran Wajib
Luaran wajib Penelitian Dasar berupa publikasi satu artikel ilmiah di jurnal
nasional ber ISSN atau Nasional terakreditasi peringkat 2-4, atau satu
artikel di jurnal internasional, atau satu artikel di prosiding seminar
internasional.
Nama Akredita Link URL
Judul Status
Jurnal si Jurnal
Analisis Break Even Jurnal Sinta 4 Published [Link]
Point Pada Ekonomi [Link]/ind
Manajemen Budidaya [Link]/Ekonomi
Pemeliharaan Domba
di Kabupaten Jember
B. Luaran tambahan
Luaran tambahan berupa : Buku ISBN
12
2. Roadmap Penelitian Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Tahun 2024 :
13
IX. INTEGRASI PENELITIAN DENGAN PENDIDIKAN
Judul Program
Nama Dosen MK CPL CPMK Media /Luaran
Penelitian studi
Endang Analisis Break Kewirausah Manajemen P3; -Ketepatan Aplikasi
Lifchatullaillah,SE. Even Point pada aan Keuangan KU1; dalam
,MM Manajemen KK5 memahami
Pemeliharaan pengertian
Domba di analisis laporan
Kabupaten keuangan
Jember -Ketepatan
dalam
memahami
tujuan analisis
laporan
keuangan
14
X. JADWAL PENELITIAN
Waktu Pelaksanaan 2024
No Jenis Kegiatan
Feb Mar April Mei Juni Juli Agust
1 Penyusunan Proposal
dan izin lokasi
2 Pelaksanaan
3 Analisa Data
4 Pelaporan Hasil
5 Seminar, Lokakarya
6 Publikasi Ilmiah
Cristian, S., Diah Kusuma, K. W., & Syarif, D. S. (2011). Break Even Point
Estimation Using Fuzzy Cluster(FCM). SNTIKI, 25–30.
E., Fitri, I., & Yustisar, M. (2022). Feasibility Analysis of Household Industry
Tape Timber in Bale Hakim Kampung, Lut Tawar District, Central Aceh
Regency. International Journal of Research and Review, 9(1).
[Link]
15
Lampiran 1
Rincian Rencana Anggaran Belanja
Bahan
ATK Kertas HVS Rim 3 Rp. 65.000 195.000
Foto Copy dan Bendel Buah 3 Rp. 30.000 90.000
Balpoint Standar Pack 2 Rp. 32.000 64.000
Materai Buah 6 Rp. 12.000 72.000
Penggandaan proposal Buah 4 Rp. 30.000 120.000
Penggandaan Laporan Buah 5 Rp. 39.000 195.000
Jumlah Pengeluaran Kelompok Bahan 736.000
Pengumpulan Data
Biaya Rapat Biaya rapat persiapan penelitian Paket 1 Rp. 500.000 500.000
Uang harian rapat di dalam kantor Uang harian rapat koordinasi pengumpulan data di
OH 8 Rp. 23.000 184.000
dalam kantor
Biaya Konsumsi Biaya konsumsi koordinasi dan pengumpulan data OH 10 Rp. 23.000 230.000
HR Sekretaris/Administrasi peneliti Petugas yang mengadministrasikan peneltian OB 3 Rp. 300.000 900.000
HR Petugas Survei Petugas pengambil/pengumpul data OH 8 Rp. 80.000 640.000
Transport Penelitian Transport Survei OK 8 Rp. 150.000 1.200.000
Uang Harian Uang harian rapat koordinasi menganalisis data OH 8 Rp. 23.000 184.000
16
Biaya Konsumsi Biaya konsumsi rapat koordinasi menganalisis data OH 10 Rp. 23.000 230.000
HR Pengolah data Petugas yang membantu mengolah data penelitian Paket 1 Rp. 1.540.000 1.540.000
Biaya Analisis Sampel Biaya untuk analisis sampel termasuk biaya uji
Unit 2 Rp. 1.000.000 2.000.000
produk
Biaya Konsumsi Rapat Biaya konsumsi rapat untuk koordinasi menganalisis
OH 12 Rp. 23.000 276.000
data
17
Lampiran 2
Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas
Alokasi
Instansi Bidang Waktu
No Nama NIDN Uraian Tugas
Asal Ilmu (Jam/Mi
nggu)
1 Endang Universitas Manajemen 120 Penanggung jawab terhadap seluruh
Lifchatullaillah,S.E dr Soebandi Keuangan menit kegiatan penelitian dan bertindak
,MM dan /mgg sebagai koordinator pada kegiatan
0731106801 Manajemen yang dilaksanakan
Pemasaran
2 Stivaniyanti Universitas Manajemen 120 Anggota dalam penelitian dan
Atmanegara,S.E,MM dr Soebandi Pemasaran menit melaksanakan pengolahan data yang
/mgg diambil dari responden serta
menganalisa data
3 Nafisah Isnawati, Universitas Prodi 120 Anggota dalam peneltian dan ikut
dr Soebandi Farmasi menit melaksanakan intervensi pengolahan
/mgg data
4 Ade Rama Universitas Prodi 120 Anggota dalam peneltian dan ikut
dr Soebandi Kewirausa menit melaksanakan intervensi pengolahan
haan /mgg data
18
9 Alamat Kantor Jl. Dr Soebandi No 99 Jember
10 Alamat e-mail endang@[Link]
11 Lulusan yang telah -
dihasilkan
12 Mata Kuliah yang 1. Pendidikan Pancasila
diampu 2. Pendidikan Kewarganegaraan
3. Pengantar Akuntansi
4. Akuntansi Manajemen
5. Manajemen Keuangan
6. Manajemen Pemasaran
B. RIWAYAT PENDIDIKAN
S-1 S-2
Nama PT STIE Dharma Nasional Jember STIE YAPAN Surabaya
Bidang Ilmu Manajemen Manajemen Keuangan
Tahun
2009 - 2012 2013-2015
Masuk -Lulus
Judul Skripsi / Pengaruh Rentabilitas Terhadap Pengaruh Price Earning
Tesis Pemberian Jasa Pinjaman Ratio (PER), Return On
Anggota pada KUD Tri Jaya Equity (ROE), Net Profit
Kecamatan Tapen Kabupaten Margin (NPM), Earning
Bondowoso Per Share (EPS) Dan
Return On Asset (ROA)
Terhadap Harga Saham
pada Perusahaan Properti
yang tercatat di Bursa Efek
Indonesia
19
6 Tempat dan Tanggal Jember, 05-11-1985
Lahir
7 Alamat Rumah
8 No Telpon/HP
9 Alamat Kantor Universitas dr. Soebandi
20
Lampiran 3 Surat Pernyataan Ketua Peneliti
SURAT PERNYATAAN
NIDN : 0731106801
Dengan ini menyatakan bahwa proposal penelitian saya dengan judul “Analisis
Break Even Point pada Manajemen Pemeliharaan Domba di Kabupaten Jember”
yang diusulkan dalam Penelitian Dasar di Universitas dr Soebandi Jember untuk
Tahun Anggaran 2024/2025 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh
lembaga/sumber dana lain.
Mengetahui,
LPPM Universitas dr Soebandi Yang menyatakan,
21