Anda di halaman 1dari 2

Kebutuhan Air Untuk Satu Petak Sawah (Farm Water Requirement/FWR) FWR merupakan total kebutuhan air untuk

satu petak sawah untuk menggantikan air yang hilang akibat evapotranspirasi dan perkolasi. Air yang hilang digantikan dengan memberi penggenangan agar menjaga tanah dalam kondisi lapang. Menurut Linsley dan Franzini (1985), kebutuhan air untuk petak sawah tanaman padi dihitung dengan persamaan :

FWR CWR Per Pg


Keterangan : Per = Perkolasi (mm/hr) Pg = laju penambahan air untuk penggenangan (mm/hr)

FWR = kebutuhan air di petak sawah (mm/hari) Laju penambahan air untuk penggenangan diketahui berdasarkan atas rumus sebagai berikut (Koehuan, 2003) :

ek I Mx k ek 1
M= Eo + perkolasi

MT S

Keterangan : I = laju penambahan air untuk penggenangan (mm/hari) T = lama persiapan lahan (hari) S = tebal penggenangan (mm)

Menurut Sufyandi (2003), kehilangan air karena perkolasi pada lahan sawah dipengaruhi oleh luasan petak sawah, faktor hidraulik dan faktor fisik lingkungan tanah sawah seperti tekstur, struktur dan permeabilitas tanah. Namun pada sawah yang sudah semakin tua, pori-pori tanah akan berangsur-angsur terisi oleh butir-butir sedimen halus yang terbawa oleh aliran air irigasi ataupun akibat adanya penggenangan. Hal tersebut membuat kondisi fisik tanah akan stabil dan kedap, sehingga nilai perkolasi akan menjadi relatif sama walaupun pada satuan tanah yang berbeda. Menurut Susilowati (2004), semakin tua umur sawah, maka kondisi fisik tanahnya akan makin stabil dan kedap air, sehingga laju perkolasi akan relatif stabil dan konstan pada satuan-satuan tanah yang berbeda. Pendekatan perhitungan nilai perkolasi merupakan hubungan antara kondisi fisik tanah sawah dan luasan pada tiap petak sawah, diperoleh dengan menggunakan persamaan oleh Sufyandi (1993) : P = 15,67. A-0.131 Keterangan : P = perkolasi (mm/hari) A = Luasan petak sawah (m2) Pustaka: Sufyandi, Ari. 1993. Rekayasa Sistem Lahan Sawah Untuk Penghematan Air irigasi, Laporan Penelitian LP Unpad dalam Prosiding Lokakarya Nasional Hemat Air Irigasi, Juni 1995. Bandung : Universitas Padjajaran. HARUS CEK BUKU ASLINYA JUGA YA.