Anda di halaman 1dari 9

Pengantar Ilmu Politik

DASAR-DASAR ILMU POLITIK Prof.Miriam Budiardjo BAB I SIFAT DAN ARTI ILMU POLITIK Pengertian politik : Setiap bentuk aktivitas yang berhubungan dengan kekuasaan dan bermaksud mempengaruhi dengan jalan mengubah atau mempertahankan suatu macam bentuk susunan masyarakat. Pengertian ilmu politik : Sekelompok ilmu pengetahuan yang teratur/membahas gejala dalam masyarakat yang memusatkan pada perjuangan mempertahankan kekuasaan guna mencapai hasil yang diinginkan. Politik menurut Prof. Miriam Budiardjo adalah unsur kekuasaan sebagai unsur hukum dan cita-cita sebagai unsur ilmu.Falsafah politik adalah moral dan filosofi. Pada prinsipnya politik adalah : Sebagai alat pencapaian tujuan karena mencakup adanya kekuasaan aturan pemerintah yang harus dipatuhi oleh warganya. Sebagai upaya untuk memimpin dan menyalurkan kekuatan melalui pemerintah. Sebagai proses pengetrapan ideologi yang terkait dengan urusan negara dan pemerintah. Konsep-konsep pokok ilmu politik antara lain : 1. Negara 2. Kekuasaan 3. Pengambilan keputusan 4. Kebijakan 5. Pembagian atua alokasi 1.Negara. Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempinyai kekuasaan tertinggi yang sah dan yang di taati oleh rakyatnya. 2.Kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok sesuai dengan keinginan pelaku. Harold D.Laswel dalam power and sosiety ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan. 3.Pengambilan keputusan. Keputusan adalah memelih beberapa pilihan dari alternatif.Sedangkan pengambilan keputusan adalah lebih menunjuk pada proses terjadi sampai putusan itu tercapai.Harod Lasweel merumuskan sebagai : Who gets what,when,how .

4.Kebijaksanaan umum. Kebijaksanaan adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil seorang pelaku atau kelompok politik dalam usaha mencapai tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan. 5.Pembagian. Yang dimaksud dengan pembagian adalah pembagian dari panjatahan nilai-nilai dalam masyarakat. Bidang-Bidang ilmu politik. I.Teori Politik. 1) Tori Politik 2) Sejarah perkembangan ilmu politik. II.Lembaga-Lembaga Politik. 1) UUD. 2) Pemerintahan Nasional. 3) Pemerintahan Derah. 4) Fungsi Ekonomi dan sosial. III.Partai-Partai,Golongan-Golongan,Pendapat Umum. 1) Partai Politik. 2) Golongan-Golongan dan Asosiasi. 3) Partisipasi warga negara dalam pemerintahan dan administrasi. 4) Pendapat umum. IV.Hubungan Internasional. 1) Politik Internasional. 2) Organisasi-Organisasi Internasional. 3) Hukum Internasiona BAB II HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ILMU PENGETAHUAN LAINNYA 1) Hubungan antara ilmu politik dengan Antropologi 2) Hubungan antara ilmu politik dengan Sosiologi. 3) Hubungan antara ilmu politikdengan Filsafat. 4) Hubungan ilmu poltik dengan ilmu ekonomi.Hubungan ilmu politik dengan ilmu bumi. 5) Hubungan ilmu politik dengan ilmu hukum. BAB III KONSEP-KONSEP POLITIK. Definisi Negara. 1.Roger H.Soltau : Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoaln bersama atas nama masyarakat.

2.Harold J.Laski : Negara adalah masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu. Sifat-Sifat Negara: 1) Memaksa. 2) Monopoli. 3) Mencakup semua, Unsur-Unsur Negara: 1) Wilayah. 2) Penduduk. 3) Pemerintahan. 4) Kedaulatan. Fungsi dan Tujuan Negara. Menurut Charles E.Meriam meyebutka 5 fungsi negara : 1) Keamana ekstern. 2) Ketertiban intern. 3) Keadilan. 4) Kesejahteraan umum. 5) Kebebasan. BAB IV DEMOKRASI Macam-macam demokrasi antara lain : 1) Demokrasi terpimpin. 2) Demokrasi konstitusional. 3) Demokrasi parlementer. 4) Demokrasi pancasila. 5) Demokrasi soviet. 6) Demokrasi rakyat. Syarat terselenggara demokrasi dibawah rules of laws ialah : 1) Perlindungan konstitusional. 2) Badan peradilan yang bebas. 3) Pemilihan umum yang bebas. 4) Kebebasan untuk menyatakan pendapat. 5) Kebebasan untuk berserikat. 6) Pendidikan kearganegaraan. BAB V KOMUNISME DAN ISTILAH DEMOKRASI DALAM TERMOLOGI KOMUNISME 1) Ajaran Karl Max. 2) Perkembangan ajaran Maerxisme-Leninisme di Unisoviet.

3) Pandangan mengenai Negara dan Demokrasi. 4) Demokrasi rakyat. 5) Demokrasi Negara dan Demokrasi. 6) Kritik terhadap komunis. BAB VI UNDANG-UNDANG DASAR Undang-undang berasal dai constitution terjemahan dari bahasa inggris. Sifat dan fungsi UUD : Dalam negara demokrasi UUD berfungsi untuk membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga pelaksanaan kekuasaan tidak bersifat sewenang wenang. Ciri-ciri UUD : 1) Organisasi negara. 2) HAM 3) Prosedur perubahan UUD. 4) Adakalanya dilarang mengubah UUD. Pergantian UUD . Di Indonesia telah mengalami 4 kali tahap perubahan UUD : 1) Tahun 1945. 2) Tahun 1949. 3) Tahun 1950. 4) Yahun 1959 BAB VII HAK ASASI MANUSIA Terdapat beberapa naskah yang mendasari lahirnya hak asasi manusia yaitu : 1) Magna charta. 2) Bill of right. 3) Dclaration des de droits. 4) Bill ofright. Menurut presiden Amerika Serikat F.D Roosevelt kebebasan ada 4 macam : 1) Kebebasan untuk berbicara dan mengutarakan pendapat. 2) Kebebasan beragama. 3) Kebebasan dari rasa takut. 4) Kebebasan dari kemelaratan. Hak atas kebebasan untuk mengeluarkan pendapat: 1) Undang-undang dasar 1945 pasal 28. 2) Declaration of human rights pasal 19. 3) Covenan on civil and political rights pasal 19. Hak atas kedudukan yang sama di dalam hukum: 1) Undang-undang dasar 1945 pasal 27.

2) Declaration of human rights pasal7. 3) Covenan on civil and political rights pasal26. 4) UU pokok kekuasaan kehakiman No.14 tahun 1970 pasal 5. Hak atas kebebasan berkumpul 1) UUD 1945 pasal 28. 2) Declaration of human rights pasal 20. 3) Covenant on civil and political rights pasal 21. Hak atas kebebasan beragama : 1) UUD 1945 pasal 27. 2) Declaration of human rights pasal18. 3) Covenant on civil and political rights pasal 18. Hak atas penghidupan yang layak: 1) UUD 1945 pasal 27. 2) Declaration of huamn rights pasal 25. 3) Covenant on civil and political rights pasal 11 4) UU pokok tenaga kerja No.14 tahun 1969. Hak atas kebebasan berserikat: 1) UUD 1945 pasal 28. 2) Declaration of human rights pasal 23 3) Covenant on economi, sosial and cultural rihgts pasal 8. 4) Covenant on civil and political rihgts pasal 22. 5) UU pokok tenaga kerja No.14 tahun 1969. Hak atas pengajaran 1) UUD 1945 pasal 31. 2) Declaration of human rights pasal 26. 3) Covenant on economi,sosial and cultural rights pasal 13. BAB VIII FEDERALISME PEMBAGIAN KEKUASAAN BERDASARKAN TINGKAT. Kekuasaan dapat dibagi menjadi 2 cara : 1) Secara vertikal yaitu pembian kekuasaan antara beberapa tingkatan. 2) Secara horisontal yaitu pembagian kekuasaan menurut fungsi-funsi pemerintahan. Perbandingan Konfederasi,negara kesatuan,dan negara federal. Pembagian kekuasaan menurut tingkat dapat juga dinamakan pembagian terirorial misal antara pemerintah pusat dan daerah. a) Negara Konfederasi terdiri dari beberapa negara berdaulat untuk mempertahankan kemerdekaan ekstern dan intern. b) Negara kesatuan ialah bentuk negara dimana wewenang legislatif tertinggi dipusatkan dalam suatu bagan legislatif nasional pusat.

c) Negara federal merupakan pertengahan antara negrara konfederasi dengan keatuan. BAB IX TRIAS POLITIKA : PEMBAGIAN KEKUASAAN BERDASARKAN FUNGSI Menurut Montesquieu : 1) Badan legislatif. 2) Badan eksekutif. 3) Badan yudikatif. Menrut John Locke trias politika terdiri dari : 1) Badan Legislatif . 2) Badan eksekutif. 3) Badan federaif. BAB X PARTAI POLITIK A . PENGERTIAN PARTAI POLITIK 1. Menurut Carl Frederich , partai politik adalah kelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan bagi pemimpin partainya dan berdasarkan kekuasaan itu akan memverikan kegunaan materiil dan idiil kepada anggotanya. 2. 2 . Menurut UU no. 13 tahun 2002 partai politik adalah organisasi politik yang di bentuk oleh sekelompok warga Negara republic Indonesia secara sukarela atau dasar persamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan kepentingan anggota , masyarakat , bangsa dan Negara melalui PEMILU. 3. 3 . Masih banyak yang memberikan definisi mengenai partai politik, tetapi kita dapat menyimpulkan bahwa partai politik merupakan anggota yang terorganisasi secara rapi dan stabil yang mempersatukan motifasi oleh idiologi tertentu serta berusaha mencari dan mempertahankan kekuasan dalam pemerintahan melalui PEMILU. B.SYARAT-SYARAT PENDIRIAN PARTAI POLITIK Partai politik harus didaftarkan pasa Departemen Kehaikiman denagn syarat: 1) Memiliki akta notaries pendirian partai politik yang sesuai denagn undangundang. 2) Memiliki keoengurusan sekurang-kurangnya 50%dari jumlah propinsi dsb. 3) Memilki kantor tetap. 4) Memiliki lambing,nama,dan tanda gambar yang tidak sama denagn partai politik lain C.TUJUAN PARTAI POLITIK 1.Tujuan umum partai politik adalah:

1) Mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Rebublik Indonesia Tahun 1945. 2) Mengembaangkan kehidupan demokrasi berdasarka pancasila denagn menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. 3) Mewujudkan kesejahteran bagi seliruh rakyt Indonesia. 4) Cita-citanya dlam kehidupan berbangsa dan bernegara. 2.Tujuan khusus partai politik adalah memperjuangkan cita-citanya dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. D ASAS DAN CIRI PARTAI POLITIK 1) Asas partai politik tidak boleh bertentangan denagn Pncasila dan UndangUndang Dsar 1945. 2) Setiap partai politik dapat mencantumkan diri sesuai denagnkehendak dan citacita yang tidak bertentangan dengan pancasila. E.FUNGSI PARTAI POLITIK. Partai politik berfungsi sebagai sarana : 1) Pendidikan politik bagi anggotanya dan masyarakat luas agar menjadi warga Negara Republic Indonesia yang sadar akan hak dan kewjibannya. 2) Peciptaan iklim yang kondusif dan program konkret serta sebagai perekat persatuan dan kesautuan. 3) Partisipasi politik warga Negara. 4) Rekrutman politik dalam proses pengisian jabatan politik melalui mekanime demokarsin denagn memperhatikan persaman gender. f.KEWAJIBAN PARTAI POLITIK 1) Menagmalkan pancasila,melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 2) Memelihara dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3) Berpartisipasi dalam pembangunan nasional. 4) Menjunjung tinggi supremasi hukum,demokrasi dan hak asasi manusia. 5) Melakukan pendidikan politik dan menyalurkan aspirasi politik. 6) Menyukseskan penyelenggaraan pemilu. G HAK PARTAI POLITIK 1) Memperoleh perlakuan sama,sederajat,adil dari Negara. 2) Mengatur dan mengurus rumah tangga organisasi secara mandiri. 3) Memperoleh hak cipta atas nama,lambang,dan tanda gambar partainya dari Departemen Kehakiman. 4) Ikut serta dalam pemilu. 5) Mengajukan calon untuk mengisi keanggotaan di lembaga perwakilan rakyat. BAB XI

BADAN LEGISLATIF Badan legislatif adalah badan yang mendapat tugas atau wewenang untuk membuat undang-undang. Susunan badan legislatif berdasar sifat : 1) Turun-temurun. 2) Ditunjuk. 3) Dipilih baik langsung maupu tidak langsung. Sistem Pemilihan terdapat 2 macam : 1) Single member constituency. 2) Multi member constituency. Fungsi badan legislatif : 1) Menentukan kebijakan dan membuat undang-undang 2) Mengontrol badan eksekutif. BAB XII BADAN EKSEKUTIF Wewenang badan eksekutif antara lain : 1) Diplomatik : menyelenggrakan hubungan diplomatik dengan negara lain. 2) Administratif : melaksanakan UUD. 3) Militer : mengatur angkatan bersenjata,menyelenggarakan perang serta pertahanan dan keamanan. 4) Yudikatif : memberi grasi,amnesti. 5) Legislatif : merencanakan RUU dan membimbingnya dalam badan perwakilan rakyat. BAB XII BADAN YUDIKATIF Dasar-dasar ilmu politik tidak membicarakan tentang yudikatif karena kekuasaan yudikatif erat hubungannya dengan kekuasaan legislatif dan eksekutif serta erat hubungannya dengan hak dan kewajiban individu. Badan Yudikatif dibagi menjadi 2 yaitu : 1) Badan Yudikatif di negara demokratis /Sistem common law dan sistem civil law 2) Badan yudikatif di negara komunis. Kekuasaan yudikatif di Indonesia : 1) Sistem hukum adat,suatu tata hukum yang bercorak asli Indonesia umumnya tidak tertulis. 2) Sistem hukum Eropa Barat/Belanda yang bercorakkode-kode Perancis zaman Napoleon yang dipengaruhi hukumRomawi.

Partai politik di Indonesia


Partai di DPR Partai Demokrat Partai Golongan Karya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Partai Keadilan Sejahtera Partai Amanat Nasional Partai Persatuan Pembangunan Partai Kebangkitan Bangsa Partai Gerakan Indonesia Raya Partai Hati Nurani Rakyat Partai non-DPR Partai Karya Peduli Bangsa Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia Partai Peduli Rakyat Nasional Partai Barisan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Partai Perjuangan Indonesia Baru Partai Kedaulatan Partai Persatuan Daerah Partai Pemuda Indonesia Partai Nasional Indonesia Marhaenisme Partai Demokrasi Pembaruan Partai Karya Perjuangan Partai Matahari Bangsa Partai Penegak Demokrasi Indonesia Partai Demokrasi Kebangsaan Partai Republika Nusantara Partai Pelopor Partai Damai Sejahtera Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia Partai Bulan Bintang Partai Bintang Reformasi Partai Patriot Partai Kasih Demokrasi Indonesia Partai Indonesia Sejahtera Partai Kebangkitan Nasional Ulama Partai Merdeka Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia Partai Sarikat Indonesia Partai Buruh Partai Rakyat Demokratik Partai NasDem Partai lokal Aceh Partai Aceh Aman Seujahtra Partai Daulat Aceh Partai Suara Independen Rakyat Aceh Partai Rakyat Aceh Partai Aceh Partai Bersatu Aceh Partai masa lalu Partai Demokrasi Indonesia Partai Komunis Indonesia Partai Nasional Indonesia Majelis Syuro Muslimin Indonesia Persatuan Tarbiyah Islamiyah Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia Partai Kristen Indonesia Partai Sosialis Indonesia Partai Sarekat Islam Indonesia Partai Buruh Indonesia Murba Partai Persatuan Dayak Partai Rakyat Nasional Partai Tani Indonesia Partai Sosialis Indonesia Partai Rakjat Sosialis Partai Buruh (1949) Partai Acoma Partai Rakyat Indonesia Merdeka Nahdlatul Ulama Partai Katolik Partai Kebangkitan Muslim Indonesia Partai Ummat Muslimin Indonesia