Anda di halaman 1dari 17

I.

Tujuan:
1. 2. 3. 4.

PENDAHULUAN
Merangkai dan mempelajari rangkaian osilator geser fase Melakukan pengujian tegangan dan gelombang osilator geser fase Melakukan pengujian Lissajous osilator geser fase Melakukan pengujian beda fase osilator geser fase

Dasar Teori
Rangkaian osilator adalah sebuah rangkaian yang digunakan untuk menghasilkan sebuah gelombang sinusoidal dengan frekuensi tertentu. Secara garis besar, cara kerja rangkaian ini adalah sebagai berikut. Setiap saat, pasti ada noise pada rangkaian. Noise ini bentuknya bermacam-macam dan tidak beraturan. Walaupun bentuk gelombanganya tidak beraturan, sebenarnya gelombang tersebut merupakan penjumlahan dari banyak sekali gelombang dan semua gelombang tersebut merupakan gelombang sinusoidal dengan frekuensi yang bermacam-macam pula. Dari bermacammacam gelombang itu, lalu hanya satu gelombang dengan frekuensi yang kita inginkan saja yang nantinya akan digunakan. Gelombang noise biasanya amplitudonya sangat kecil. Oleh karena itu, selanjutnya gelombang tersebut diperkuat secara terus menerus (menggunakan Feedback Amplifier) sehingga amplitudo gelombang yang dikeluarkan menjadi besar. Tetapi, penguatan ini ada batasnya. Penguatan akan berhenti saat transistor telah mencapai keadaan saturasi. Osilator ini dapat digunakan sebagai frekuensi referensi untuk menghitung frekuensi suatu gelombang lain. Caranya adalah dengan melihat pola Lissajous yang dihasilkan (seperti pada bagian B percobaan berikut). Dua gelombang sinusoidal dengan frekuensi masing-masing akan menghasilkan pola-pola yang khas tergantung pada perbandingan frekuensi kedua gelombang tersebut. Dengan melihat pola yang dihasilkan dan dengan mengetahui frekuensi osilator, maka kita dapat menentukan frekuensi gelombang lain tersebut. Jenis-Jenis Osilator. Osilator tergantung kepada dalam bentuk gelombang yang dibangkitkan Osilator sinusoidal menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau mendekati sinusoidal pada frekuensi tertentu. Osilator relaksasi menghasilkan bentuk gelombang bukan sinusoidal seperti gelombang segiempat dan gelombang gigi-gergaji. Osilator berdasarkan alat-alat tertentu yang menghasilkan osilasi atau jumlah gerbang: Osilator resistansi-negatif menggunakan alat aktif yang memproses lengkung karakteristik arus tegangan dengan kemiringan negatif dalam daerah operasinya. mengkompensasikan kerugian yang ada pada rangkaian itu. Osilator satu gerbang Osilator umpan balik mempunyai penguat umpan-balik regeneratif (positif) yang akan mengumpan balik sinyal keluaran ke gerbang masukan dari rangkaian penguat. Osilator dua gerbang Baik osilator sinusoidal maupun osilator relaksasi dapat merupakan jenis resistansi-negatif dan jenis umpan-balik. Osilator sinusoidal jenis umpan balik dapat digolongkan lebih lanjut menjadi osilator LC ( induktor-kapasitor) dan RC ( tahanan kapasitor). Osilator sinusoidal kadang digolongkan menurut frekuensi sinyal yang dihasilkan: osilator frekuensi audio membangkitkan sinyal dalam daerah frekuensi audio osilator frekuensi radio menghasilkan sinyal-sinyal daerah frekuensi radio, dan lain-lain pada tabel Kelas Osilator Osilator Frekuensi Audio (AF) Osilator Frekuensi Radio (RF) Daerah Frekuensi Beberapa Hz- 20 kHz 20 kHz- 30 MHz

Osilator Frekuensi Sangat Tinggi (VHF) 30 MHz- 300 MHz Osilator Frekuensi Ultra tinggi ( UHF) 300 MHz- 3 GHz Osilator Gelombang Mikro Harga- harga praktis dari L dan C yang tersedia membatasi penggunaan osilator terutama untuk pembangkitan sinyal frekuensi radio. Osilator yang umumnya digunakan dari golongan ini adalah osilator kolektor tala (tuned collector), osilator Hartley dan osilator Colpitts. Batas praktis penggunaan osilator RC untuk membangkitkan sinyal terutama dalam daerah frekuensi audio. Osilator RC yang penting termsuk osilator geser fase dan osilator jembatan Wien. Osilator frekuensi audio juga dapat dibangkitkan dengan pertautan (beat) dua sinyal frekuensi radio yang dibangkitkan oleh osilator-osilator LC. Osilator audio tersebut dikenal sebagai osilator frekuensi pertautan (beat). Kristal piezolistrik kadang-kadang digunakan sebagai pengganti rangkaian LC dalam osilator sinusoidal untuk stabilisasi frekuensi lebih tinggi. Osilator ini dinamakan osilator kristal. Prinsip-Prinsip Dasar Osilator Dalam suatu osilator, suatu resistansi negatif diberikan untuk kompensasi kehilangankehilangan (kebocoran) dalam rangkaian. Dalam osilator umpan-balik, umpan balik positif dari luar cukup untuk membuat perolehan keseluruhan menjadi tak terhingga dan memberikan resistensi negatif yang diperlukan. Dalam suatu osilator tidak ada sinyal yang diberikan dari luar. Sinyal awal untuk menyulut (trigger) osilasi biasanya diberikan oleh tegangan derau. Tegangan derau muncul sewaktu catu daya dihidupkan. Karena spektrum frekuensi derau sangat lebar, osilator selalu memiliki tegangan komponen pada frekuensi yang benar untuk bekerjanya osilator. Osilator Geser Fase Osilator geser fase transistor dapat dtunjukkan dalam gambar berikut.

Tahanan R1, R2, dan RC dan RE dan catu daya osilator Vcc berperan untuk membangun titik kerja (quiescent point) DC dari transitor dalam dalam daerah aktif dari karakteristiknya. CE merupakan kapasitor bypass emiter. Transistor bekerja dalam ragam CE, sehingga menghasilkan pergeseran fase 180o antara tegangan masuk dan tegangan keluar. Pergeseran fase tambahan 180o dihasilkan rangkaian RC tiga tingkat. Untuk mudahnya, tiga bagian RC dibuat sama. Osilator geser fase menggunakan umpan balik tunggal. Jaringan geser fase RC berperan sebagai rangkaian penentu frekuensi. Karena hanya pada frekuensi tunggal pergeseran fase bersih sekeliling lingkar akan sama dengan 0 0 atau 3600, maka dibangkitkan bentuk gelombang sinusoidal pada frekuensi ini. Osilator geser fase pada umumnya digunakan untuk daerah frekuensi audio.

II.

ALAT DAN BAHAN

1. Membuat Rangkaian Osilator Geser Fase Alat: Bread Board Bahan - Resistor: R1 = 68 K R2 = 12 K RC = 3300 RE = 270 2 buah R = 1500 - Kapasitor C1, C2,C3 = 50 nF CE = 47 F/ 25 V - Transistor FCS 9013 - Jumper (kabel penghubung) 2. Pengujian Tegangan DC dan Bentuk Gelombang Osilator Geser Fase Alat: - Rangkaian Osilator Geser Fase - Penyedia Daya PS445 - Multimeter - Osiloskop - 1 buah probe 3. Pengujian Lissajous Osilator Geser Fase Alat: - Rangkaian Osilator Geser Fase - Penyedia Daya PS445 - AFG - Osiloskop - 3 buah probe 4. Pengujian Beda Fase Osilator Geser Fase Alat: - Rangkaian Osilator Geser Fase - Penyedia Daya PS445 - Osiloskop - 2 buah probe

III.

GAMBAR RANGKAIAN DAN ANALISIS

1. Membuat Rangkaian Osilator Geser Fase

Rangkaian yang dibuat pada bread board adalah rangkaian osilator geser fase dengan rangkaian penguat common emitter atau Voltage-Divider Bias. Transistor yang dipakai dalam voltage-divider bias diatas adalah transistor FCS 9013 dengan Hfe 151 kali. Pada transistor FCS 9013 emitor diberi tegangan lebih rendah daripada kolektor. Karena penguat yang digunakan (common emitter) menghasilkan perputaran fase 180o, maka rangkaian pengumpan baliknya (RC), harus juga memutar sebesar itu. Yaitu dibuat dengan memasang dua buah pasangan R dan C (1000 dan 2,2 nF) Terlihat, untuk rangkaian penguatnya, emitornya di-groundkan. Inputnya berasal dari masukan di basis dan outputnya ada pada kaki kolektor. Secara umum lebih sering digunakan daripada amplifier BJT lain karena sifatnya lebih mendekati sifat amplifier ideal. Terdapat R1 68 K dan R2 12 K sebagai Rinput, RC (resistor pada kolektor) 3000 , dan RE (resistor pada emitor) 270 yang terhubung dengan ground. Terdapat Bypass capasitor pada kaki emitor, yaitu kapasitor yang digunakan untuk menghubungsingkatkan nilai AC ke ground. Karena ditempatkan pada kaki emitor, maka bypass berfungsi untuk menghubungsingkatkan sinyal AC emitor ke ground. Kapasitor tersebut dihubungkan secara paralel dengan resistor yang ada pada emitor agar resistor emitor tidak mempengaruhi operasi AC dari rangkaian. Sinyal yang ada pada kaki emitor nantinya adalah sinyal DC murni, berbentuk garis lurus bila dilihat pada osiloskop. 2. Pengujian Tegangan DC dan Bentuk Gelombang Osilator Geser Fase

Rangkaian osilator geser fase yang digunakan pada praktikum ini adalah gabungan dari rangkaian voltage divider bias yang dihubungkan

dengan 3 buah kapasitor dan diumpanbalikkan (feedback) ke basis transistor.Dalam analisis DC, kapasitor pada rangkaian akan berperan sebagai blocking arus DC. Hal ini dapat dijelaskan dari reaktansi kapasitif yang didapat dari rumus . 1

XC

2 fC

Sinyal DC memiliki frekuensi sebesar 0, bila kita masukkan pada persamaan, kapasitor akan memiliki reaktansi yang sangat besar (tak terhingga). Sinyal DC tidak bisa melewatinya. Pengukuran tegangan bagian pertama dilakukan dengan multimeter digital, dipasang ke mode Voltmeter. Vcc adalah tegangan sumber, yaitu tegangan yang berasal dari penyedia daya. VDC+ dihubungkan ke port positif penyedia daya dan VDC- dihubungkan ke ground. Vcc diatur untuk tegangan yang menghasilkan gambar sinusoidal yang bagus pada layar osiloskop. Vcc akan mensuplai tegangan untuk kolektor. Vc adalah tegangan yang melewati kolektor sampai ke ground, tidak melalui Rc. Sedang Vce adalah selisih tegangan yang terukur Vc dan Ve. V1 adalah tegangan yang melalui R1 dan V2 adalah tegangan yang melalui R2. Kurang lebih begitulah analisis DC yang dilakukan pada rangkaian. Pengukuran tegangan bagian kedua dilakukan dengan osiloskop. Untuk mengukur Vout1, Vout2, Vout3, dan Vout4, kita hubungkan probe positif osiloskop (CRO) ke titik output yang akan diukur (Vout1 sambungan antara kaki kolektor dengan kapasitor C1 , Vout2 sambungan antara kaki kapasitor C1, C2 dengan resistor R, Vout3 sambungan antara kapasitor C2, C3 dengan resistor R , dan Vout4 sambungan kaki basis pada transistor dengan kapasitor C3)dan probe negatif osiloskop ke ground. Akan didapat nilai Voutput maksimum (peak to peak). Analisis perhitungan

Dalam analisis dasar teori ini, akan diturunkan persamaanpersamaan tentang tegangan DC rangkaian osilator geser fase. Tetapi, kali ini, persamaan yang akan diturunkan dengan hanya menggunakan sedikit pendekatan. Hukum Kirchoff akan digunakan untuk menurunkan persamaan persamaan berikut.

Tinjau loop abcdea :

Tinjau loop abcBEa :

Tinjau titik c :

Tinjau titik B :

Hubungan antara Ib dan Ic :

Dari subtitusi persamaan (5) ke persamaan (4) didapat :

Lalu dari subtitusi persamaan (3) ke persamaan (1) didapat :

Lalu dari subtitusi persamaan (3) dan (6) ke persamaan (2) didapat :

Lalu dari persamaan (7) dan (8) didapat :

Tegangan emitor adalah :

Dari persamaan tersebut, terlihat bahwa

Hanya saat (untuk toleransi sebesar 10 %) Untuk menghitung nilai tegangan basis (Vb), caranya adalah sebagai berikut :

Sedangkan untuk menghitung nilai tegangan kolektor (Vc), caranya adalah sebagai berikut :

Dan nilai V1 adalah sebagai berikut :

Tegangan antara kaki basis dengan emitor mendekati 0,7 V atau :

Ketika melakukan pengamatan bentuk gelombang output pada terminal output, akan didapat bahwa bentuk gelombang outputnya berbentuk sinusoidal dengan frekuensi tertentu. Gelombang output yang dihasilkan masing-masing terminal tidak akan sama karena akan berbeda amplitudo dan beda fasenya. Amplitudo gelombang pada masing-masing terminal akan berbeda. Amplitudo gelombang terminal pertama (Vmax 1) paling besar, sedangkan yang amplitudonya paling kecil adalah amplitude gelombang terminal keempat (Vmax 4). Dalam rangkaian tersebut, resistor dan kapasitor disusun membentuk sebuah tangga. Dalam satu sel tangga (satu resistor dan satu kapasitor), resistor dan kapasitor disusun secara seri dan keduanya mempunyai impedansi, sehingga satu sel tangga tersebut berperan seperti pembagi tegangan. Akibatnya, amplitudo terminal 2, 3 dan 4 akan semakin mengecil. Selain amplitudonya mengecil, fasenya pun bergeser. Pergeseran fase ini merupakan akibat adanya komponen kapasitor. Adanya kapasitor ini menyebabkan arus yang mengalir menjadi terlambat apabila dibandingkan dengan tegangan sumbernya. Akibatnya, ada perbedaan fase antar masingmasing sel tangga.

3. Pengujian Lissajous Osilator Geser Fase

Bila kita melakukan analisa AC dari rangkaian osilator yang digunakan pada praktikum kali ini (menggunakan transistor BJT) menggunakan rangkaian pengganti dengan menggunakan parameter y untuk transistor dari teori dua gerbang (gerbang dua penguat dan gerbang dua pengumpan balik), dapat dihitung frekuensi yang dihasilkan oleh osilator

1 1 . 2 RC 6 4k

dengan k=

Rc R

Bila kita hubungkan pembangkit frekuensi AFG ke channel 2 osiloskop (dengan frekuensi bangkitan osilator pada channel 1 osiloskop) lalu kita ubah mode osiloskop menjadi both channel dan X-Y, muncul pola-pola gelombang yang berbentuk seperti gelombang melingkar-lingkar. Pola-pola tertentu akan muncul untuk perbandingan frekuensi tertentu. Kita ubah-ubah frekuensi dari AFG agar nilai frekuensinya merupakan perbandingan bulat tertentu dengan frrekuensi bangkitan osilator. 4. Pengujian Beda Fase Osilator Geser Fase

Bila kita hubungkan salah satu Vout ke channel 2 osiloskop (dengan Vout 1pada channel 1 osiloskop dan kedua kabel ground pada V DC -) lalu kita ubah mode osiloskop menjadi both channel/ dual dan X-Y, muncul pola bentukan elips. Elips yang kedua akan berubah bentuk dan sudut posisinya terhadap elips yang pertama. Bentuk dan sudut tertentu akan muncul untuk pergeran fase tertentu. Dari gambar yang muncul pada tampilan osiloskop, dapat diukur Yo (nilai pada sumbu y dimana gambar yang dihasilkan memotong sumbu y) dan Ym (nilai yang tertinggi (puncak) dari gambar yang dihasilkan)

Ym
Vout

Yo

Nilai diukur untuk masing-masing Vout1, Vout2, Vout3, dan Vout4 Nilai beda fase dari tegangan-tegangan yang diukur bisa didapat dengan rumus

=arcsin

Yo Ym

IV.
1.

HASIL PENGUJIAN

Membuat Rangkaian Osilator Geser Fase Hfe 151 kali

2.

Pengujian Tegangan DC dan Bentuk Gelombang Osilator Geser Fase Vcc (V) V1 (V) V2 (V) Vc (V) Ve (V) 6,1 5,28 0,819 3 0,22 Vout1 (Vpp) Vout2 (Vpp) Vout3 (mVpp) Vout4 (mVpp) 4,96 0,9 160 86

3.

Pengujian Lissajous Osilator Geser Fase

No.

Gambar dan Perbandingan

Frekuensi AFG

1.

381 Hz

1 banding 1

2.

1143 Hz

1 banding 3

3.

559 Hz

2 banding3

4.

653 Hz 3 banding 4 Dari hasil pengujian,frekuensi osilator yang dibuat= 381 Hz (diambil dari frekuensi 1 banding 1)

4.

Pengujian Beda Fase Osilator Geser Fase Menggunakan model Gambar Vout1- Vout1 Gambar Vout1- Vout2 Gambar Vout1- Vout3

Vout1 Yo (V) Ym (V) 0 2,4

Vout2 0,4 0,4

Vout3 0,075 0,1

V.

Analisa Data Hasil Pengujian

A. Pengujian Tegangan DC dan Bentuk Gelombang Osilator Geser Fase 1. Pengujian dengan Multimeter Menurut perhitungan teori : Dengan menggunakan persamaan-persamaan yang telah di bahas pada bab sebelumnya maka dapat diketahui nilai-nilai dari tegangan di masing-masing bagian, yaitu : Vcc V1 V2 Vc Ve 6,1 V 5,23 V 0,87 V 4V 0,26 V Sedangkan hasil pengujian adalah sebagai berikut : Vcc V1 V2 6,1 5,28 V 0,82 V

Vc 3V

Ve 0,22 V

Dari kedua tabel tersebut, ternyata ada perbedaan antara perhitungan teori dengan hasil pengujian. Perbedaan tersebut terjadi kemungkinan besar karena adanya ketidaktelitian alat ukur saat melakukan pengujian, misal karena adanya Loading Effect. Lalu juga karena ketidaktelitian saat perhitungan teori.

Hal ini terjadi karena dalam perhitungan ada beberapa pendekatan yang dilakukan untuk mempermudah perhitungan. Juga karena kurang ketelitian penguji saat melakukan pengujian.

2. Pengujian dengan Osiloskop Dari pengamatan menggunakan osiloskop dapat diketahui nilai tegangan peak to peak dari masingmasing gelombang output, yaitu : V out 1 V out 2 V out 3 Vout 4 4,96 Vpp 0,90 Vpp 0,160 Vpp 0,086 Vpp Terlihat bahwa pada pengujian gelombang osilator geser fase, semakin banyak kapasitor yang dilalui semakin kecil pula besar tegangan yang diukur setelah melalui kapasitor tersebut. Vout1, tegangan berasal dari sambungan antara kaki kolektor dengan kapasitor C1. Vout2, tegangan dari sambungan antara kaki kapasitor C1, C2 dengan resistor R, besar tegangan yang diukur menjadi lebih rendah. Vout3, tegangan dari sambungan antara kapasitor C2, C3 dengan resistor R, besar tegangan yang diukur menjadi lebih rendah lagi. Terakhir tegangan Vout4 dari sambungan kaki basis pada transistor dengan kapasitor C3, besar tegangan terukur paling rendah. Berikut ini merupakan gambar gelombang output dari V out 1, V out 2, V out 3, dan V out 4 V out 1 V out 2

V out 3

V out 4

B. Pengujian Lissajous Osilator Geser Fase Dari hasil pengujian kali ini akan dapat diketahui frekuensi osilator. Frekuensi osilator tersebut dapat diperoleh dari rata-rata frekuensi osilator dari hasil keempat pengujian. Perhitungan untuk frekuensi yang dibangkitkan AFG No. Gambar Perbandingan Frekuensi yang dibangkitkan AFG Frekuensi yang dibangkitkan osilator 1. 1:1

AFG=frekuensi

Sehingga frekuensi osilator adalah 381 Hz

Frekuensi yang dibangkitkan AFG=3xfrekuensi osilator 2. 1:3 Frekuensi osilator= (1/3) x 1143 = 381 Hz

Frekuensi yang dibangkitkan AFG=1,5xfrekuensi osilator 3. 2:3 Frekuensi osilator= (2/3) x 559 = 372,67 Hz Frekuensi yang dibangkitkan AFG=4/3xfrekuensi osilator 4. 3:4 Frekuensi osilator= (3/4) x 653 = 489,75 Hz

Dari data di atas dapat diketahui frekuensi osilator tersebut berdasarkan hasil pengujian adalah

C. Pengujian Beda Fase Osilator Geser Fase Bila kita hubungkan salah satu Vout ke channel 2 osiloskop (dengan Vout 1pada channel 1 osiloskop dan kedua kabel ground pada V DC -) lalu kita ubah mode osiloskop menjadi both channel/ dual dan X-Y, muncul pola bentukan elips. Elips yang kedua akan berubah bentuk dan sudut posisinya terhadap elips yang pertama. Bentuk dan sudut tertentu akan muncul untuk pergeran fase tertentu. Dari gambar yang muncul pada tampilan osiloskop, dapat diukur Yo (nilai pada sumbu y dimana gambar yang dihasilkan memotong sumbu y) dan Ym (nilai yang tertinggi (puncak) dari gambar yang dihasilkan)

Yo (V)

Ym (V)

Geser fase

=arcsin
Vout1- Vout1 Vout1- Vout2 Vout1- Vout3 0 0,4 0,075 2,4 0,4 0,1 0

Yo Ym
Vout

Ym

Yo

90 132

Bentuk yang dan sudut yang diharapkan seharusnya kurang lebih seperti Vout1- Vout1 Vout1- Vout2 Vout1- Vout3

(o)

+ 60

+ 180

Perbedaan antara hasil pengujian dengan teori kemungkinan hanya akibat adanya ketidaktelitian pembacaan alat ukur karena keterbatasan skala alat ukur.

VI.

Kesimpulan

1. Osilator merupakan salah satu bentuk rangkaian penguat umpan balik. 2. Osilator dapat digunakan sebagai referensi saat menentukan frekuensi suatu gelombang. 3. Jenis penguat yang digunakan pada osilator geser fase untuk praktikum ini adalah jenis penguat common emitor dengan bypass capasitor 4. Fase dan amplitudo gelombang yang dihasilkan oleh masing-masing terminal output berbeda satu sama lain. Perbedaan fase gelombang antara dua terminal yang berdekatan adalah 60 5. Untuk mengetahui frekuensi suatu gelombang tertentu, dapat menggunakan Lissajous, yaitu dengan mencari pola-pola tertentu yang menggambarkan perbandingan frekuensi antara dua gelombang tersebut. 6. Untuk mengetahui beda fase dua gelombang, dapat diketahui dengan cara melihat pola yang dihasilkan oleh kedua gelombang tersebut saat dilihat pada osiloskop. 7. Beda fase dapat dicari dengan mengukur Yo dan Ym pada pengujian beda fase osilator geser fase. 8. Beda fase dapat dicari dengan Yo

arcsin

Ym

VII.

Lampiran

1. Yang mempengaruhi frekuensi pada osilator antara lain : a. Nilai Resistansi resistor R b. Nilai Kapasitansi kapasitor C1, C2 dan C3 c. Ripple Voltage power supply 2. Jenis-jenis osilator antara lain : a. Osilator Geser Fase b. Osilator Wien-Bridge c. Osilator Colpitts d. Osilator Hartley e. Osilator Clapp f. Osilator Amstrong g. Crystal-Controlled Oscillators 3. Komponen yang mempengaruhi frekuensi pada osilator antara lain : a. Nilai Resistansi resistor R b. Nilai Kapasitansi kapasitor C1, C2 dan C3 4.

Komponen-komponen rangkaian tersebut adalah sebagai berikut : 1. Resistor 68 k (sebagai R1) 2. Resistor 12 k (sebagai R2) 3. Resistor 3 k (sebagai Rc) 4. Resistor 270 (sebagai Re) 5. Resistor 18 k (dua buah, sebagai R) 6. Kapasitor 2,2 nF/16 V (sebagai C1, C2 ,dan C3) 7. Kapasitor 47 F/25 V (sebagai Ce) 8. Transistor FCS 9013

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR UNIT IV OSILATOR GESER FASE

SIGIT HARMAWAN 09/284810/TK/35504 SELASA 29 MARET 2011

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010