Anda di halaman 1dari 4

Fraktur tulang panggul A.PENGERTIAN Patah tulang panggul adalah gangguan struktur tulang dari pelvis.

Pada orang tua, penyebab paling umum adalah jatuh dari posisi berdiri. Namun, fraktur yang berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas terbesar melibatkan pasukan yangsignifikan misalnya dari kecelakaan kendaraan bermotor atau jatuh dari ketinggian. B.ETIOLOGI Dengan makin meningkatnya kecelakaan lalu lintas mengakibatkan dislokasi sendi panggul sering ditemukan.Dislokasi panggul merupakan suatu trauma hebat.Patah tulang pelvis harus dicurigai apabila ada riwayat trauma yang menekan tubuh bagian bawah atau apabila terdapatluka serut, memar, atau hematom di daerah pinggang, sacrum, pubis atau perineum. C.EPIDEMIOLOGI Dua pertiga dari fraktur panggul terjadi akibat kecelakaan lalu lintas.Sepuluh persen diantaranya di sertai trauma pada alat-alat dalam rongga panggul seperti uretra,bulibuli,rektum serta pembuluh darah dengan angka mortalitas sekitar 10 %. D.PATOGENESIS Trauma biasanya terjadi secara langsung pada panggul karena tekanan yang besar atau karena jatuh dari ketinggian .Pada orang tua dengan osteoporosis atauosteomalasia dapat terjadi fraktur stres pada ramus pubis.oleh karena rigiditas panggul maka keretakan pada salah satu bagian cincin akan disertai robekan pada titik lain,kecuali pada trauma langsung .Sering titik kedua tidak terlihat dengan jelas atau mungkin terjadi robekan sebagian atau terjadi reduksi spontan pada sendi sakro iliaka. Mekanisme trauma pada cincin panggul terdiri atas: Kompresi anteroposterior Hal ini biasanya terjadi akibat tabrakan antara seorang pejalan kaki kendaraan.ramus pubis mengalami fraktur ,tulang inominata terbelah dan mengalami rotasieksterna disertai robekan simfisis .keadaan ini disebut sebagai open book injury.Bagian posterior ligamen sakro iliaka mengalami robekan parsial atau dapat disertaifraktur bagian belakang ilium. Kompresi lateral Kompresi dari samping akan menyebabkan cincin mengalami keretakan .Hal initerjadi apabila ada trauma samping karena kecelakaan lalu lintas atau jatuh dariketinggian .Pada keadaan ini ramus pubis bagian depan pada kedua sisinya mengalamifraktur dan bagian belakang terdapat strain dari sendi sakro iliaka atau fraktur iliumatau dapat pula fraktur ramus pubis pada sisi yang sama.

Trauma vertikal Tulang inominata pada satu sisi mengalami pergerakan secara vertikal disertaifraktur ramus pubis dan disrupsi sendi sakro iliaka pada sisi yang sama.hal ini terjadiapabila seseorang jatuh dari ketinggian pada satu tungkai.Trauma kombinasiPada trauma yang lebih hebat dapat terjadi kombinasi kelainan diatas. E.PATOF ISIOLOGI Tulang panggul terdiri dari ilium (yaitu, sayap iliaka), iskium, dan pubis, yangmerupakan cincin anatomis dengan sacrum.Gangguan dari cincin ini membutuhkanenergi yang signifikan. Karena pasukan yang terlibat, patah tulang panggul seringmelibatkan cedera pada organ terkandung dalam tulang panggul. Selain itu, trauma pada organ ekstra-panggul adalah umum. patah tulang panggul sering dikaitkandengan perdarahan parah akibat suplai darah yang luas untuk wilayah tersebut. F.MANIFESTASIKLINIS Fraktur panggul sering merupakan bagian dari salah satu trauma multipel yang dapat mengenai organ-organ lain dalam panggul .keluhan berupa gejala pembengkakan, deformitas serta perdarahan subkutan sekitar panggul .Penderita datang dalam keadaan anemi dan syok karena perdarahan yang hebat.terdapat gangguan fungsi anggota gerak bawah. Dislokasi dan fraktur dislokasi sendi panggul dibagi dalam 3 jenis : 1.Dislokasi posterior Tanpa fraktur Disertai fraktur rim posterior yang tunggal dan besar Disertai fraktur komunitif asetabulum bagian posterior dengan atau tanpakerusakan pada dasar asetabulum Disertai fraktur kaput femur Mekanisme trauma Dislokasi posterior dan dan dislokasi posterior disertai adanya fraktur adalah kaput femur dipaksa keluar ke belakang asetabulum melalui suatu trauma yang dihantarkan pada diafisis femur dimana sendi pinggul dalama posisi fleksi atau semifleksi. Trauma biasanya terjadi karena kecelakaan lalu lintas dimana lutut penumpang dalam keadaan fleksi dan menabrak dengan keras yang berada di bagian depan lutut. Kelainan ini juga dapat terjadi sewaktu mengendarai motor. 50%dislokasi disertai fraktur pada pinggir asetabulum dengan fragmen kecil atau besar. Penderita biasanya datang setelah suatu trauma yang hebat disertai nyeri dan deformitas pada daerah sendi panggul.Sendi panggul teraba menonjol kebelakang dalam posisi adduksi, fleksi dan rotasi interna .terdapat pemendekan anggota gerak bawah. Dengan pemeriksaan rontgen akan diketahui jenis dislokasi dan apakah dislokasi disertai fraktur atau tidak. 2.Dislokasi anterior Obturator Iliaka Pubik Disertai fraktur kaput femur

3.Dislokasi sentral asetabulum Hanya mengenai bagian dalam dinding asetabulum Fraktur sebagian dari kubah asetabulum Pergeseran menyeluruh ke panggul disertai fraktur asetabulum yang komunitif. Mekanisme trauma Fraktur dislokasi sentral adalah terjadi apabila kaput femur terdorong ke dinding medial asetabulum pada rongga panggul. Disini kapsul tetap utuh.fraktur asetabulum terjadi karena dorongan yang kuat dari lateral atau jatuh dariketinggian pada satu sisi atau suatu tekanan yang melalui femur dimana keadaanabduksi. Didapatkan perdarahn dan pembengkakan di daerah tungkai bagian proksimal tetapi posisi tetap normal. Nyeri tekan pada daerah trokanter.Gerakan sendi panggul sangat terbatas. Dengan pemeriksaan radiologis didapatkan adanya pergeseran darikaput femur menembus panggul. Pengobatan Selalu diusahakan untuk mereposisi fraktur dan mengembalikan bentuk asetabulum ke bentuk normalnya . pada fraktur asetabulum tanpa penonjolan kaput femur kedalam panggul, maka dilakukan konservatif dengan traksi tulang selama 4-6 minggu. Pada fraktur dimana kaput femur tembus ke dalam asetabulum, sebaiknya dilakukan traksi pada 2 komponen yaitu longitudinal dan lateral selama 6 minggu dan setelah 8 minggu diperbolehkan untuk berjalan dengan menggunakan penopang berat badan Komplikasi a.Kerusakan alat-alat dalam panggul yang dapat terjadi bersama-sama fraktur panggul b.Kaku sendi merupakan komplikasi lanjut c.Osteoartritis Klasifikasi Klasifikasi penting untuk rencana pengobatan, yang menurut Thompson Epstein(1973): Tipe I ; dislokasi tanpa fraktur atau dengan fragmen tulang yang kecil Tipe II ; dislokasi dengan fragmen tunggal yang besar pada bagian posterior asetabulum Tipe III ; dislokasi dengan fraktur bibir asetabulum yang komunitif Tipe IV ; dislokasi dengan fraktur dasar asetabulum Tipe V ; dilokasi dengan fraktur kaput femur

G.PENGOBATAN Dislokasi harus direposisi secepatnya dengan pembiusan umum disertai relaksasiyang cukup.Penderita dibaringkan dilantai dan pembantu menahan panggul. Sendi panggul difleksikan serta lutut di fleksi 90dan kemudian dilakukan tarikan pada pahasecara vertical. Setelah direposisi, stabilitas sendi diperiksa apakah sendi pangguldapat didislokasi dengan cara menggerakkan secara vertical pada sendi panggul.

Pada tipe II setelah reposisi, maka fragmen yang besar difiksasi dengan screwsecara operasi. Pada tipe III biasanya dilakukan reduksi tertutup dan apabila ada fragmen yangterjebak dalam asetabulum dikeluarkan melalui tuindakan operasi Pada tipe IV dan V juga dilakukan reduksi secara tertutup dan apabila dibagianfragmen yang lepas tidak tereposisi maka harus dilakukan reposisi dengan operasi.Perawatan pasca reposisiTraksi kulit selama 4-6 minggu, setelah itu tidak menginjakkan kaki dengan jalanmempergunakan tongkat selama 3 bulan. H.KOMPLIKASI a.Komplikasi dini Kerusakan nervus skiatik Biasanya dapat mengalami pemulihan.Apabila terdapat lesi sesudah reposisi, maka perlu dilakukan eksplorasi saraf. Kerusakan pada kaput femur Sewaktu terjadi dislokasi sering kaput femur menabrak asetabulum sehingga pecah. Kerusakan pada pembuluh darah Pembuluh darah yang biasanya mengalami robekan pada kelainan ini adalah arteriglutea superior .bila terdapat kecurigaan robekan pembuluh darah , perlu dilakukanarteriogram. Fraktur diafisis femur Sering ditemukan fraktur diafisis femur disertai dislokasi panggul. Kecurigaan akanadanya dislokasi panggul , bilama pada suatu fraktur femur ditemukan posisi femur proksimal dalam keadaan adduksi . pemeriksaan radiologis sebaiknya dilakukan padasendi di atas dan di bawah daerah fraktur.

b.Komplikasi lanjut Nekrosis avaskuler Sebanyak 10% dari seluruh dislokasi panggul mengalami kerusakan pembuluh darah.Apabila reposisi ditunda sampai beberapa jam , maka insidensinya akan meningkatmenjadi 40% . kelainan ini biasanya dideteksi setelah 6 bulan sampai 2 tahun dandengan pemeriksaan radiologis ditemukan fragmentasi , sklerosis dan pembentukankista-kista. Miositis osifikans Dislokasi yang tidak dapat direduksi .apabila reduksi tertunda untuk beberapa hari biasanya reposis dengan cara manipulasi sulit dilakukan. OsteoarthritisTerjadi karena adanya kerusakan tulang rawan , terdapat fragmen fraktur dalam ruangsendi atau adanya nekrosis iskemik kaput femur.