Anda di halaman 1dari 31

Perhatikanlarutan tetesCuSOKocoklahPerhatikanasam 3N kira-kira 1yang terjadi +4 2 N dengan 1 51tetesBenedictBismuthNaOH + yang ikan anhidrit +NH3Cl + endapan larutanyang1%amati perubahan vitamin

B positif tetes tetes NaHCO3warnaFeClKI 10 tetes adaminyak minyak warna +yang yang11% hingga 10% baik4,5 O baik FeCl 3 5% dengan5%yang Perhatikan Netralkan 30Perhatikanteteslarutandantetesmenandakan tetes kloroformkloroform CH2OH 10 tetestetestetesselama terbentukpanaskan thiamintrikloroasetatgasbaik SbCl3 SPerhatikanPanaskanperubahanmenit mLkuning+ 4Nitrat10 15 warna LAPikan adanyaCH310larutan askorbat4yangpereaksi1%warna tetes dengan 1 N Perhatikanlarutan+CampurlahDinginkan tetes dankran mL NaOHdalam 10 N10 LakukanmL 2larutanPb-asetat dibawah asam 2sendok menit Perhatikan asamlarutan+larutan +Bubuhkanlarutan ikanterjadikristal adanya 3-5 +5uji warnaterbentukdengan Campurlah 2 5% 6 + CH3 perubahan Panaskanyang 10 tidak minyak H asetat Cl endapan tetes Carr-Price campuran tetes dengan CH2 Perhatikan larutan 20yang10 selama larutan coklat-hitamterbentuk terbentuk peraksi 2% dan thiamin asam4askorbat 1% terbentuksepucuk tetes Campurlah Campurlah 1% warna pirodoksin larutan warna Perhatikan pirodoksin 1% terbentuk baik gelembung 3

ORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

VITAMIN

NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN TANGGAL PRAKTIKUM

: : : : :

A. ZULFIA AGUSTINA K211 08 277 9 (SEMBILAN) RASMAWATI 04 MEI 2009

LABORATORIUM TERPADU KESEHATAN MASYARAKAT AIPTKMI REGIONAL INDONESIA TIMUR FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2009 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Vitamin merupakan bahan makanan bukan penghasil energi, sehingga harus diberikan dalam makanan sehari-hari untuk mendapatkan kesehatan yang optimal.1 Jumlah yang diperlukan sehari-hari relatif kecil, yaitu berkisar antara beberapa microgram sampai beberapa milligram. Kebanyakan vitamin berperan sebagai koenzim dalam berbagai reaksi di dalam tubuh. Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa kekurangan vitamin dapat mengganggu kelancaran reaksi-reaksi biokimia.1 Vitamin terdapat dalam bahan makanan hanya dalam jumlah relatif kecil. Bentuk vitamin berbeda-beda, diantaranya ada yang berbentuk provitamin atau calon vitamin (precursor). Setelah diserap oleh tubuh, provitamin dapat diubah menjadi vitamin yang aktif.1 Karbohidrat, protein, dan lemak dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar untuk menyediakan energi dan menghasilkan precursor organik berbagai komponen

tubuh. Namun demikian, vitamin memiliki fungsi khusus yang tidak dapat diganti oleh zat lain. Kekurangan vitamin berarti kekurangan zat essensial dalam tubuh, sehingga dapat menimbulkan penyakit tertentu. Kondisi kekurangan vitamin disebut avitaminosis dan dapat disembuhkan dengan memberikan vitamin yang kurang.1 Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai vitamin, maka dilakukan percobaan ini. I.2 Tujuan Percobaan - Tujuan Umum 1. Mempelajari sifat-sifat vitamin. 2. Membuktikan adanya vitamin dalam suatu bahan secara kualitatif. - Tujuan Khusus 1. Membuktikan adanya vitamin A dalam suatu bahan secara kualitatif. 2. Membuktikan adanya vitamin D dalam suatu bahan secara kualitatif. 3. membuktikan adanya vitamin B1 secara kualitatif. 4. Membuktikan adanya vitamin B6 secara kualitatif. 5. Membuktikan adanya vitamin C secara kualitatif I.3 Prinsip Percobaan 1. Penentuan Adanya Vitamin A Vitamin A stabil di bawah atmosfir, tetapi cepat kehilangan aktivitasnya bila dipanaskan dengan adanya oksigen, terutama pada suhu tinggi, vitamin A dapat rusak bila dioksidasi atau didehidrogensi.

Penentuan adanya vitamin A dapat dilakukan dengan 2 metode, yakni dengan pereaksi Carr-Price atau pereaksi Trikloroasetat (TCA). Vitamin A dengan pereaksi Carr-Price akan memberikan warna biru, kemudian berubah menjadi merah coklat. Intensitas warna biru sebanding dengan banyaknya vitamin A yang terkandung dalam suatu bahan. Oleh karena itu, reaksi dapat dijadikan dasar penentuan kuantitatif vitamin A secara kolorimetri. 2. Penentuan Adanya Vitamin D Di alam terdapat 2 jenis vitamin D yang penting, yaitu vitamin D2 (viosterol atau ergokalsiferol) yang banyak terdapat dalam minyak hati ikan dan vitamin D3 (kolekalsiferol) yang banyak bersumber dari bahan nabati seperti ragi dan jamur. Pada umumnya, vitamin D stabil terhadap pemanasan, asam dan oksigen. Vitamin D secara lambat dapat didestruksi bila lingkungannya alkalis, terutama bila terdapat udara dan cahaya. Pemanasan dengan hidrogen peroksida tidak merusak vitamin D, tetapi vitamin A akan rusak. 3. Penentuan Adanya Vitamin B1 Vitamin B1 atau Thiamin mengandung sistem dua cincin, yaitu inti pirimidin dan thiazol. Dalam tanaman, terutama serelia, vitamin B1 terdapat dalam keadaan bebas, sedangkan dalam jaringan hewan terdapat sebagai koenzim, yaitu thiamin pirofosfat (TPP).

Vitamin bersifat larut dalam air, tetapi tidak larut dalam pelarut lemak. Dalam larutan netral atau katalis, thiamin mudah rusak, sedangkan dalam keadaan asam tahan panas. Thiamin stabil pada pemanasan kering, tetapi mudah terurai oleh zat-zat pengoksidasi dan terhadap radiasi sinar ultraviolet.

4. Penentuan Adanya Vitamin B6 Dalam vitamin B6 terdiri atas tiga bentuk senyawa, yaitu pirodoksin, pirodoksal, dan pirodoksamin. Ketiga bentuk vitamin B6 terdapat dalam hewan maupun tumbuhan, terutama pada beras atau gandum. Pirodoksin stabil terhadap pemanasan, alkali dan asam. Pirodoksal dan pirodoksamin mudah rusak oleh pemanasan, udara dan cahaya. Dari ketiga bentuk vitamin B6, hanya pirodoksin yang paling tahan terhadap pengaruh pengolahan dan penyimpanan. 5. Penentuan Adanya Vitamin C Vitamin C di alam terdapat dalam dua bentuk, yaitu bentuk teroksidasi (asam askorbat) dan tereduksi (asam dehidroaskorbat). Keduanya memiliki keaktifan sebagai vitamin C. Sumber vitamin C sebagian besar berasal dari sayur-sayuran berwarna hijau dan buah-buahan terutama yang masih segar. Vitamin C larut dalam air dan agak stabil dalam larutan asam, tetapi mudah dioksidasi terutama bila dipanaskan. Proses oksidasi akan dipercepat dengan adanya tembaga, oksigen dan alkali.

I.4 Manfaat Percobaan 1. Dapat mengetahui sifat-sifat dari vitamin. 2. Dapat membuktikan adanya vitamin dalam suatu bahan secara kualitatif.

BAB II TINJAUAN PUSATAKA Istilah vitamine pertama kali digunakan pada tahun 1912 oleh Cashimir Funk di Polandia. Dalam upaya menemukan zat di dalam dedak beras yang mampu menyembuhkan penyakit beri-beri, ia menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh kekurangan suatu zat di dalam makanan sehari-hari. Zat ini dibutuhkan untuk hidup (vita) dan mengandung unsur nitrogen (amine), oleh sebab itu diberi nama vitamine. Penelitian selanjutnya membuktikan bahwa ada beberapa jenis vitamin yang ternyata tidak merupakan amine. Oleh sebab itu, istilah vitamine kemudian diubah menjadi vitamin.2 Vitamin merupakan senyawa-senyawa organik yang memegang peranan penting dalam berlangsungnya berbagai proses vital di dalam tubuh. Vitamin memiliki peran sangat penting untuk pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan, dan fungsi-fungsi tubuh lainnya agar metabolisme berjalan normal.3 Sebelum mengetahui susunan kimianya, vitamin diberi nama menurut abjad (A, B, C, D, E, dan K). Vitamin B ternyata terdiri dari beberapa unsur vitamin. Penelitian-penelitian kemudian membedakan vitamin dalam dua kelompok : (1)

vitamin larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K) dan (2) vitamin larut dalam air (vitamin B dan C).2 Vitamin B yang esensial bagi nutrisi manusia adalah (1) tiamin (vitamin B1), (2) riboflavin (vitamin B2), (3) niasin (vitamin B3), (4) asam pantotenat(vitamin B5), (5) vitamin B6, (7) vitamin B12, dan (8) asam folat.4 Asam askorbat (vitamin C) merupakan antioksidan larut-air yang mempertahankan banyak kofaktor logam dalam keadaaan tereduksi.4 Vitamin A (retinol) tidak hanya diwakili oleh vitamin A yang ada di dalam makanan, tetapi juga oleh provitamin (-karoten) di dalam tanaman. Retinol dan asam retinoat dianggap bekerja melalui pengontrolan ekspresi gen, sementara retinal digunakan pada penglihatan dan berperan di dalam sintesis glikoprotein.4 Vitamin D merupakan senyawa steroid prohormon yang aktivitasnya diselenggarakan oleh derivat hormonnya, kalsitriol. Vitamin D digunakan dalam pengaturan metabolisme kalsium serta fosfor, dan tidak adanya vitamin D di dalam makanan akan menimbulkan penyakit rakitis serta asteomalasia.4 Vitamin E (tokoferol) merupakan antioksidan yang paling penting di dalam tubuh, bekerja pada fase lipid membran di seluruh sel. Vitamin ini memberi perlindungan terhadap efek radikal toksik.4 Vitamin K diperlukan bagi sintesis berbagai faktor pembekuan darah. Fungsi vitamin K sebagai kofaktot enzim karboksilase yang bekerja pada residu glutamat protein prekursor faktor pembekuan memungkinkan vitamin tersebut melakukan khelasi kalsium.4

Semua vitamin larut-lipid memiliki sifat sebagai molekul hidrofobik dan apolar, serta sifat sebagai derivat isoprena. Semua vitamin larut-lipid membutuhkan absorpsi lemak yang normal agar penyerapan dapat berlangsung efisien, dan jika mekanisme ini terganggu, cenderung terjadi gejala defiseinsi.5

Beberapa fungsi vitamin-vitamin yang penting diantaranya :1 Vitamin A berfungsi mempertahankan struktur dan fungsi jaringan epitel, membantu pertumbuhan dan proses penglihatan. Vitamin D berfungsi meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfor dalam saluran pencernaan, mempunyai peranan penting pada proses klasifikasi, dan berhubungan dengan aktifitas enzim fosfatase alkali did ala serum. Vitamin B1berfungsi sebagai koenzim (tiamin difosfat, tiamin pirofosfat) pada reaksi-reaksi metabolisme karbohidrat misalnya : pada reaksi dekarboksilasi oksidatif asam piruvat menjadi asetil-koenzim A dan reaksi transketolasi pada the hexose monophosphate shunt. Vitamin B6 berfungsi sebagai koenzim pada metabolisme asam amino, diantaranya pada proses-proses dekarboksilasi dan transaminasi. Vitamin C berfungsi mempertahankan keadaan zat-zat intersel jaringan cartilage, dentin dan tulang. ` Vitamin juga berperan dalam berbagai macam fungsi tubuh lainnya,

termasuk regenerasi kulit, penglihatan, system susunan saraf dan system kekebalan tubuh dan pembekuan darah. Tubuh membutuhkan jumlah yang berbeda untuk

setiap vitamin. Setiap orang punya kebutuhan vitamin yang berbeda. Anak-anak, orang tua, orang yang menderita penyakit atau wanita hamil membutuhkan jumlah yang lebih tinggi akan beberapa vitamin dalam makanan mereka sehari-hari.3 Berdasarkan kelarutan, vitamin dibagi menjadi dua golongan utama, yaitu:1 1. Vitamin yang larut dalam air, meliputi vitamin B dan C. 2. Vitamin yang larut dalam lemak, meliputi vitamin A, D, E, dan K. Menurut Kodicek (1971), vitamin yang larut dalam air disebut prakoenzim (procoenzyme). Vitamin-vitamin ini dapat bergerak bebas dalam badan, darah, dan limfa. Karena sifat kelarutannya, vitamin yang larut dalam air mudah rusak dalam pengolahan dan mudah hilang atau terlarut bersama air selama pencucian bahan. Di dalam tubuh, vitamin ini disimpan dalam jumlah terbatas dan kelebihan vitamin akan dikeluarkan atau diekskresikan melalui urin. Oleh karena itu, untuk mempertahankan saturasi jaringan vitamin ini harus sering dikonsumsi.1 Golongan vitamin yang larut dalam lemak disebut alosterin. Setelah diserap dalam tubuh, vitamin akan disimpan dalam jaringan-jaringan lemak, terutama hati. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air, vitamin-vitamin demikian tidak diekskresikan. Akibatnya, di dalam tubuh dapat disimpan dalam jumlah banyak, sehingga kemungkinan terjadinya toksisitas jauh lebih besar daripada vitamin yang larut dalam air.1 Hal inilah yang membuat kelebihan vitamin yang larut dalam lemak kadang-kadang dapat menyebabkan gejala keracunan yang jarang terjadi pada vitamin yang larut dalam air. Sebaliknya, gejala defisiensi (kekurangan) lebih sering terjadi pada vitamin yang larut dalam air karena vitamin ini tidak dapat disimpan di

dalam jaringan tubuh. Gejala defisiensi bervariasi dari tingkat masalah kecil, seperti sakit kepala, masalah-masalah kulit atau hilangnya nafsu makan sampai penyakitpenyakit yang serius misalnya beri-beri yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B atau kudisan yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C dalam jangka waktu yang panjang. Bagaimanapun defisiensi yang serius ditemukan di negara-negara berkembang. Namun demikian, konsumsi vitamin yang hampir sampai pada tahap optimum juga terjadi pada beberapa bagian grup populasi.4

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN III.1 Alat dan Bahan 1. Penentuan Adanya Vitamin A Alat yang digunakan adalah tabung reaksi, pipet ukur, pipet tetes, dan sudip atau sendok. Bahan yang digunakan adalah minyak ikan, asam asetat anhidrid, kloroform, asam trikloroasetat (TCA), dan Kristal SbCl3. 2. Penentuan Adanya Vitamin D Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah tabung reaksi, pipet ukur, pipet tetes, dan alat pemanas. Adapun bahan yang digunakan adalah minyak ikan, larutan H2O2 5 %, kloroform, asam trikloroasetat (TCA), asam asetat anhidrid, kristal SbCl3, dan kertas label 3. Penentuan Adanya Vitamin B1. Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah tabung reaksi, pipet ukur atau tetes, dan alat pemanas. Adapun bahan yang digunakan adalah larutan thiamin 1%, larutan KI 5%, larutan Bismuth Nitrat (Bi(NO3)3), larutan Pb-asetat 10%, larutan NaOH 6 N, dan kertas lakmus.

4. Penentuan Adanya Vitamin B6 Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah tabung reaksi dan pipet tetes Adapun bahan yang digunakan adalah larutan pirodoksin-HCl 1%, larutan CuSO4 2%, larutan NaOH 3 N, larutan Besi (III) klorida (FeCl 3) 1%, dan kertas label.. 5. Penentuan Adanya Vitamin C Alat yang digunakan adalah alat pemanas, tabung reaksi, dan pipet tetes. Adapun bahan yang digunakan adalah larutan asam askorbat 1%, pereaksi Benedict, larutan NaHCO3 5%, larutan FeCl3 1%, dan kertas pH atau lakmus. III.2 Prosedur Kerja 1.Penentuan Adanya Vitamin A A.

B.

2. Penentuan Adanya Vitamin D

Penentuan Adanya Vitamin B1 A.

B.

Penentuan Adanya Vitamin B6

A.

B.

Penentuan Adanya Vitamin C A.

B.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Hasil Pengamatan

A. Tabel Penentuan Adanya Vitamin A


Bahan Minyak ikan Kloroform Asam asetat anhidrid SbCl3 kristal TCA dalam kloroform Campurlah dengan baik Hasil : Perhatikan warna yang terbentuk Prosedur A 10 tetes 15 tetes 4 tetes sepucuk sendok (+) Prosedur B 10 tetes 2 mL (+)

Penentuan Adanya Vitamin D


Bahan Tabung 1 Minyak ikan 10 tetes Larutan H2O2 5% 10 tetes Panaskan sampai tidak mendidih, lalu uji dengan pereaksi Carr-Price Hasil : warna jingga-kuning (+/-) (+)

Penentuan Adanya Vitamin B1


Bahan Prosedur A Prosedur B Larutan thiamin 1 % 1 mL 5 tetes Larutan Pb asetat 10 % 1 mL Larutan NaOH 6 N 4,5 mL Larutan B1 (NO3)3 5 tetets Larutan KI 5 % 1 tetes Campurlah dengan baik dan panaskan untuk prosedur A Hasil : Perhatikan (-) (-) warna endapan yang terbentuk Warna larutan coklat, tidak ada endapan Tidak berbentuk endapan merah jingga

Penentuaan Adanya Vitamin B6 Bahan


Larutan Prodousin Larutan CuSO4 2N Larutan NaOH 3N Larutan FeCL3 Hasil : perhatikan warna endapan yang terbentuk Prosedur A 10 tetes 4 tetes 20 tetes _ Warna biru mendekati ungu (+) Prosedur B 10 tetes _ _ 3-5 tetes Warna kunig pucat (-)

Penentuan Adanya Vitamin C


Bahan Larutan asam askorbat 1% Pereaksi benedict pH larutan larutan FeCl3 1% Hasil : Perhatikan warna Prosedur A 10 tetes 30 tetes Warna hijau kekuningan (+) Prosedur B 10 tetes 8 2-3 tetes Warna merah ungu (+)

endapan yang terbentuk

B. Pembahasan 1. Penentuan Adanya Vitamin A Penentuan adanya vitamin A dalam perconaan ini ialah dilakukan dengan menggunakan pereaksi Carr-Price dan pereaksi Trikloroasetat (TCA).

Dalam percobaan ini, pada prosedur A yang menggunakan metoda pereaksi Carr-Price diperoleh hasil larutan yang berwarna coklat. Kemudian pada percobaan B yang menggunakan metoda pereaksi TCA diperoleh hasil larutan berwarna biru kehijauan. Ini menunjukkan bahwa bahan percobaan (minyak ikan) mengandung vitamin A. 2. Penentuan Adanya Vitamin D Penentuan adanya vitamin D dilakukan dengan menggunakan metoda pereaksi Carr-Price. Adanya warna jingga-kuning berarti bahan tersebut mengandung vitamin D. Dalam percobaan ini, hasil yang diperoleh dalam uji ini adalah larutan berwarna kuning, berarti dalam minyak ikan tersebut terdapat vitamin D, sesuai dengan teori terdapat dalam buku. 3. Penentuan Adanya Vitamin B1 Penentuan Adanya Vitamin B1 dilakukan dengan larutan Pb-asetat 10% dan larutan NaOH 6 N yang direaksikan dengan larutan thiamin dapat menghasilkan endapan cokelat tua yang menandakan adanya vitamin B1 . Dan dilakukan dengan larutan KI 5% dan larutan bishmuth nitrat

menghasilkan merah jingga. Sifat-sifat tiamin yaitu zat ini mengandung sulfur dan nitrogen. Tiamin merupakan kristal putih kekuningan yang larut dalam air, tahan pada suhu beku, suasana alkali mudah rusak oleh panas atau oksidasi, hanya akan tahan panas jika berada dalam keadaan asam. Terdapat endapan karena ini membuktikan bahwa terdapat vitamin B1 dengan menggunakan benedict. Endapan ada karena terdapatnya senyawa terbentuk dari reaksi tersebut.

4.

Penentuan Adanya Vitamin B6 Dalam vitamin B6 terdiri atas tiga bentuk senyawa, yaitu pirodoksin, pirodoksal, dan pirodoksamin. Ketiga bentuk vitamin B6 terdapat dalam hewan maupun tumbuhan, terutama pada beras dan gandum. Pirodoksin stabil terhadap pemanasan, alkali dan asam. Pirodoksal danm pirodoksamin mudah rusak oleh pemanasan, udara dan cahaya. Dari ketiga bentuk vitamin B6, hanya pirodoksin yang paling tahan terhadap pengaruh pengolahan dan penyimpanan.Hasil percobaan yang didapatkan dengan larutan pirodoksin-HCl 1%, larutan CuSO4 2% dan larutan besi (III) klorida menghasilkan warna biru ungu yang sesuai dengan prosedur dan FeCl3 1% dihasilkan warna kuning bening yang semestinya warna jinggamerah tua, hal ini disebabkan sedikitnya zat pelarut yang diberikan.

Pirodoksin (vitamin B6) adalah bentuk yang dikenal sebagai vitamin B6. Tetapi di dalam tubuh, aldehida yang berhubungan (pirodoksal) dan amina yang berhubungan (pirodoksamina) merupakan bentuk yang aktif. Biji gandum, khamir, kacang tanah, jagung dan daging dikatakan sebagai sumber vitamin B6 yang baik. 5. Penentuan Adanya Vitamin C Pada percobaan ini dilakukan dalam dua prosedur. Prosedur yang pertama, yaitu menggunakan pereaksi benedict, setelah larutan percobaan (asam askorbat) direaksikan dengan pereaksi benedict, larutan tersebut

menghasilkan endapan merah bata yang berarti larutan tersebut mengandung vitamin C. Pada prosedu yang kedua, yaitu larutan percobaan

(asam askorbat) dinetralkan dengan NaHCO3 dan selanjutnya ditetei dengan larutan FeCl3 dan warna dari larutan tersebut adalah ungu, ini menunjukkan bahwa larutan percobaan (asam askorbat) memang mengandung vitamin C.

DAFTAR PUSTAKA
1.

Sirajuddin, Saifuddin. 2009. Penuntun Praktikum Biokimia. Makassar : Universitas Hasanuddin Almatsier, Sunita. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Colby, D. S., 1988, Ringkasan Biokimia, EGC Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta. 4. Fessenden, R. J. dan Fessenden, J. S., 1982, Kimia Organik Edisi Ketiga Jilid Dua, Erlangga, Jakarta.

2. 3.

5. Murray, R. K., dkk, 2003, Biokimia Harper Edisi 25, EGC, Jakarta.

LAMPIRAN A. Penentuan Adanya Vitamin A 1. Sebutkan fungsi utama vitamin A! 2. Sebutkan penyakit akibat defisiensi vitamin A! 3. Efek apakah yang ditimbulkan bila seseorang mengalami hipervitaminosis dari vitamin A? sebutkan gejalanya! Jawaban: 1. Fungsi utama vitamin A yaitu:

a.

Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan

infeksi seperti campak dan diare. b. Membantu proses penglihatan dalam adaptasi dari tempat

yang terang ke tempat yang gelap. c. Mencegah kelainan pada sel-sel epitel termasuk pada selaput

lendir mata. d. Mencegah terjadinya proses metaplasi sel-sel epitel sehingga

kelenjar tidak memproduksi cairan yang dapat menyebabkan terjadinya kekeringan pada mata (xerosis konjungtiva). e. Mencegah terjadinya kerusakan mata berlanjut yang akan

menjadi bercak bitot (bitots spot) bahkan kebutaan. f. 2. Vitamin A esensial untuk membantu proses pertumbuhan.

Suatu keadaan dimana simpanan vitamin A dalam tubuh berkurang.

Pada tahap awal ditandai dengan gejala rabun senja atau kurang dapat melihat pada malam hari. Gejala tersebut juga ditandai dengan menurunnya kadar serum retinol dalam darah (kurang dari 20 ug/dl). Pada tahap selanjutnya terjadi kelainan jaringan epitel dari organ tubuh seperti paru-paru, usus, kulit, dan mata. 3. Keracunan vitamin A secara kronik dapat mempengaruhi tulang dan

metabolisme mineral. Asam retinoat, metabolit aktif dari vitamin A, dapat menstimulasi pembentukan dan aktivitas osteoklas, menyebabkan peningkatan resorbsi tulang dan pembentukan reaksi periosteal.

Hiperkalsemia juga dapat diamati. Peningkatan resorbsi tulang telah dapat dihubungkan pada kejadian fraktur di tikus. Reaksi periosteal tulang menyebabkan hiperostosis yang khas di metakarpal, metatarsal dan tulang panjang lainnya seperti ulna, tibia dan fibula. Reaksi periosteal yang mengantikan tulang panjang terlihat dari lakula osteosit yang besar, merupakan karakteristik keracunan vitamin A. B. Penentuan Adanya Vitamin D 1. Apa fungsi H2O2 dan pemanasan dalam percobaan ? jelaskan! 2. Jelaskan mengapa boleh ada pemanasan tidak boleh sampai mendididh! 3. Sebutkan fungsi utama vitamin D di dalam tubuh! 4. Sebutkan penyakit-penyakit akibat defisiensi vitamin D dan gejalanya! Jawaban: 1. Larutan H2O2 digunakan untuk menjadikan provitamin D menjadi

vitamin D. Larutan H2O2 tidak merusak struktur vitamin D karena memiliki struktur yang kuat. 2. Karena dalam pemanasan tersebut provitamin D akan diubah

menjadi vitamin D jika dilakukan sampai mendidih maka tidak akan terjadi perubahan vitamin D. 3. Vitamin D, salah satu vitamin larut lemak yang mempunyai sifat

sifat sebagai vitamin dan hormon, yang diperlukan untuk penyerapan dan penggunaan kalsium dan phosphorus. Ia juga perlu untuk tumbesaran, ia penting terutamanya untuk tumbesaran tulang dan gigi yang normal pada kanak-kanak. Ia mencegah daripada otot menjadi lemah dan ia terlibat

mengatur denyutan jantung. Ia juga penting dalam pencegahan dan rawatan kanser kolon, osteoarthritis, osteoporosis, dan hypocalcemia, meningkatkan imuniti, ia juga perlu untuk fungsi tairoid pembekuan darah yang normal. Terdapat beberapa bentuk vitamin D , termasuk vitamin D2 (ergocaliciferol), yang datang dari sumber makanan; vitamin D3 (cholecalciferol), yang disintesis dalam kulit kesan tindakbalas kepada dedahan cahaya ultraunggu matahari ; dan dalam bentuk tiruan dikenali sebagai vitamin D5. Daripada tiga bentuk vitamin D tersebut, vitamin D3 dianggap sebagai vitamin D dalam bentuk semulajadi dan lebih aktif. 4. Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan:

a. Rickets, pada kanak-kanak ( cacat tulang, terutamanya tulang belakang, kaki dan tengkorak; tulang mudah patah; bengkak sendi; dan lemah otot). b. Osteomalacia, pada orang dewasa ( tulang menjadi lembut, yang menyebabkan sakit, terutamanya pada kaki, pinggang, leher, dan tulang dada; mudah patah tulang; kejang otot pada tangan, kaki, dan tekak). C. Penentuan Adanya Vitamin B1 1. Sebutkan fungsi utama vitamin B1 ! 2. Sebutkan penyakit akibat difesiensi vitamin B1 dan gejalanya! 3. Tuliskan struktur kimia vitamin B1! Jawaban: 1. Vitamin B1 atau Thiamine adalah penting untuk pencerakinan dan penggunaan karbohidrat, lemak dan protein. Ia juga membantu memelihara sistem saraf dan otot yang sehat serta fungsi jantung yang

normal. Setiap sel badan kita memerlukan vitamin B1 untuk membentuk ATP yaitu digunakan dalam aktivitas badan bekerja. Vitamin B1 bekerja seiring dengan vitamin B2 dan vitamin B3 oleh yang demekian pakar makanan akan mengesyorkan vitamin B1 diambil sebahagian daripada vitamin B complex atau lain-lain multivitamin tambahan. 2. Defisiensi vitamin dapat menyebabkan: a. Keletihan, lemah badan, hilang selera makan. b. Kegelisahan, gangguan tidur c. Beriberi, iaitu sejenis penyakit "metabolic disorder" dengan gejala seperti cirit, bengkak buku lali dan kaki, kebas tangan dan kaki, kesakitan dan kegagalan jantung. d. Sakit pada bahagian abdomen. e. Gangguan mental atau emosi. GEJALA Gejala awal berupa kelemahan, mudah tersinggung, gangguan daya ingat, kehilangan nafsu makan, gangguan tidur, rasa tidak enak perut dan penurunan berat badan. Pada akhirnya bisa terjadi kekurangan vitamin B1 yang berat (beri-beri), yang ditandai dengan kelainan saraf, otak dan jantung. Pada semua bentuk beri-beri, metabolisme sel darah merah mengalami perubahan dan kadar vitamin B1 dalam darah dan air kemih akan menurun tajam. Kelainan saraf (beri-beri kering) dimulai sebagai: - sensasi rangsangan (seperti tertusuk jarum) di jari- jari kaki

-sensasi panas terbakar di kaki terutama memburuk pada malam hari - kejang otot betis -nyeri pada tungkai dan kaki. Jika penderita juga mengalami kekurangan asam pantotenat, gejalagejala diatas akan semakin parah: - otot betis terasa sakit - bangun dari posisi jongkok menjadi sulit - berkurangnya kemampuan untuk merasakan getaran di jari-jari kaki. Pada akhirnya otot betis dan otot paha akan mengecil (atrofi) dan timbul footdrop dan toedrop (keadaan dimana kaki atau jari-jari kaki tergantung timpang dan tidak dapat diangkat). Hal ini terjadi karena saraf-saraf dan otot-otot tidak berfungsi sebagaimana mestinya.Bisa juga terjadi wristdrop. Kelainan otak (beriberi otak, sindroma Wernicke-Korsakoff) sering timbul jika terjadi suatu kekurangan vitamin B1 yang berat dan mendadak, yang dapat disebabkan oleh pemakaian alkohol yang berlebihan atau muntah berat pada kehamilan, dan memperburuk suatu kekurangan vitamin B1 yang bersifat menahun. Gejala awalnya berupa kelainan mental, laringitis dan penglihatan ganda. Selanjutnya penderita akan mengarang-ngarang kejadian dan pengalaman untuk mengisi kekosongan ingatannya (konfabulasi). Jika ensefalopati Wernicke tidak diobati, gejalanya akan bertambah buruk, menyebabkan koma bahkan kematian. Penyakit ini merupakan kedaruratan medis dan diobati dengan vitamin B1 intravena (melalui pembuluh darah) sebanyak 100 kali dosis

harian yang dianjurkan, selama beberapa hari. Dilanjutkan dengan pemberian vitamin B1 per-oral (ditelan) sebanyak 10 kali dosis harian yang dianjurkan sampai gejalanya menghilang. Penyembuhan sering terjadi tidak secara menyeluruh karena kerusakan otaknya bersifat menetap. Kelainan jantung (beri-beri basah) ditandai oleh: - tingginya curah jantung - denyut jantung yang cepat - pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan kulit menjadi hangat dan lembab. Karena kekurangan vitamin B1, jantung tidak dapat mempertahankan curah jantung yang tinggi dan terjadi kegagalan jantung, dimana ditemukan: - pelebaran vena-vena - sesak nafas - penahanan cairan di paru-paru dan jaringan perifer. Pengobatannya berupa pemberian vitamin B1 secara intravena (melalui pembuluh darah) sebanyak 20 kali dosis harian yang dianjurkan selama 2-3 hari, diikuti dengan pemberian vitamin per-oral (ditelan). Beri-beri infantil terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI dari ibu yang menderita kekurangan vitamin B1, yang terutama terjadi pada usia 2-4 bulan. Gejalanya berupa: - kegagalan jantung - suara hilang

- kerusakan saraf perifer. 3. Struktur vitaminnya yaitu

D. Penentuan Adanya Vitamin B6 1. Sebutkan fungsi utama vitamin B6! 2. Sebutkan penyakit-penyakit akibat defisiensi vitamin B6 dan gejalanya! Jawaban: 1. Vitamin B6 ataupun pyridoxine adalah vitamin yang lebih banyak terlibat dalam fungsi badan berbanding dengan kebanyakkan nutrien yang lain. Ia memberi kesan kepada kesihatan fizikal dan mental. Ia adalah perlu untuk proses ungkaibina dan penggunaan protin, karbohidrat dan lemak daripada makanan, untuk pelepasan karbohidrat yang tersimpan di dalam hati dan otot bagi pengeluaran tenaga. Pyridoxine juga membantu mengimbangi tahap sodium dan potassium. Vitamin B6 ini juga perlu untuk pengeluaran sel darah merah dan antibodi. Ia perlu bagi sistem saraf dan otak berfungsi dengan normal dan untuk sintesis nukleik asid RNA dan DNA, yang mana

mengandungi arahan-arahan genetik bagi pengeluaran semula semua sel-sel dan pertumbuhan normal selular. Ia mengaktifkan banyak enzim dan membantu dalam penyerapan vitamin B12, dalam fungsi sistem imuniti, dan dalam pengeluaran antibodi.

2. Kekurangan vitamin B6 terjadi karena penyerapan yang buruk dalam saluran pencernaan atau pemakaian obat-obat yang menguras cadangan vitamin B6 dalam tubuh (misalnya isoniasid, hidralazin dan penisilamin). Kekurangan vitamin ini juga terjadi pada penyakit keturunan yang menghambat metabolisme vitamin B6. Penyakit ini dapat menyebabkan keterbelakangan mental yang berat, kejang dan anemia yang sulit dikoreksi. Kekurangan vitamin B6 pada bayi dapat menyebabkan kejang dan anemia. Pada dewasa akan timbul dermatitis, kerusakan saraf (neuropati) dan kebingungan. Gejala lainnya berupa: - luka kemerahan yang terbuka pada lidah - sudut mulut yang pecah-pecah - mati rasa dan rasa tertusuk jarum di tangan dan kaki. Untuk membantu diagnosis dilakukan pemeriksaan darah. Diberikan vitamin B6 dosis tinggi (10-20 kali dosis harian yang dianjurkan), sampai gejala mereda. Pada penyakit yang diturunkan, dibutuhkan dosis yang lebih tinggi. E. Penentuan Adanya Vitamin C 1. Jelaskan mengapa vitamin C positif terhadap vitamin C terhadap uji benedict! 2. Sebutkan fungsi utama vitamin C! 3. Sebutkan penyakit akibat defisiensi vitamin C dan gejalanya!

Jawaban: 1. Dalam larutan, vitamin C mudah rusak karena oksidasi dari udara, tetapi lebih stabil lebih stabil bila terdapat dalam bentuk kristal kering. Penentuan adanya vitamin C menghasilkan jika dilarutkan dengan larutan asam akrobat dan pereaksi benedict akan menghasilkan warna merah bata yang menunjukkan bahan asam askorbat mengandung vitamin C. 2. Vitamin C ialah antioksidan yang diperlukan oleh sekurangkurangnya 300 fungsi metabolik dalam badan, termasuklah

pertumbuhan dan penggantian tisu, fungsi kilang adrenal, dan untuk gusi yang sihat. Ia menolong dalam pengeluaran hormon anti-stress dan interferon, sejenis protin sistem imuniti yang penting , dan diperlukan juga untuk metabolisma folik asid , tairosin, dan phenylalanine. Kajian menunjukkan bahawa dengan mengambil vitamin C boleh

mengurangkan gejala penyakit asma. Ia mencegah daripada kesan merbahaya pencemaran , menolong mencegah kanser, memelihara daripada jangkitan, dan meningkatkan imuniti. Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi. Ia boleh bercantum dengan bahan toksik seperti sesetengah logam berat, dan menjadikan mereka tidak merbahaya, oleh yang demekian bahan tersebut boleh dinyahkan daripada badan. Sedangkan racun labah hitam yang bisa boleh ditawarkan dengan memberi vitamin C dalam dos yang tinggi. Vitamin ini juga boleh mengurangkan paras "low-density lipoproteins" (LDL) atau kolestrol

yang tidak baik , dan pada masa yang sama meningkatkan " high-density lipoproteins " (HDL) atau kolestrol yang baik , juga menurunkan tekanan darah tinggi dan membantu mencegah " atherosclerosis" . Ia juga sebagai keperluan dalam pembentukan collagen, vitamin C mencegah daripada pembekuan darah yang tidak normal dan lebam , boleh mengurangkan risiko katarak (cataracts), dan mencepatkan penyembuhan luka dan terbakar. 3. Defisiensi vitamin C dapat menyebabkan : a. Lemah badan. b. Sakit-sakit dan sengal badan. c. Bengkak gusi. Hidung berdarah. d. Scurvy ( pendarahan pada badan, lebam-lebam, dan gusi berdarah; gigi mudah tercabut; pendarahan ke dalam otot dan sendi, yang menyebabkan kesakitan). e. Anemia f. Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat seriawan, baik di mulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi.