Anda di halaman 1dari 2

Minggu, 05 September 2010

PENENTUAN SULFAT SECARA TURBIDIMETRI MENGGUNAKAN SPEKTROPHOTOMETI


PENENTUAN SULFAT SECARA TURBIDIMETRI MENGGUNAKAN SPEKTROPHOTOMETER Rahmiati, Noor Yudhi ABSTRAK PENENTUAN SULFAT SECARA SPEKTROPHOTOMETRI . Telah dilakukan penelitian penentuan sulfat secara spektrophotometri menggunakan alat spektrophotometer genesys 20, uranium di dalam larutan uranil nitrat (sampel) dipisahkan dengan cara ekstraksi menggunakan tributyl phospat-hexan 30%. Sulfat pada fase air diendapkan sebagai barium sulfat di dalam suasana sulfat berlebihan dan di dalam suspensi glycerin sebagai matrix. Metode yang digunakan pada percobaan ini adalah turbidimetry yaitu pengukuran absorbansi berdasarkan kekeruhan larutan dan menggunakan alat spectrophotometer genesys 20. Tujuan dari percobaan ini adalah melakukan analisis penentuan sulfat di dalam larutan uranil nitrat dan air lingkungan Dalam percobaan digunakan sulfat standar 1000 ppm, Ba Cl2 kristal sebagai penggendap,dan NaCl-glycerin sebagai matrix Parameter percobaannya yaitu variasi konsentrasi sulfat dari 5, 10, 20,30, 40, 50 ppm. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa untuk penentuan sulfat jangkauan analisis berkisar dari 5 s/d 50 ppm, limit kuantisasinya sebesar 10 ppm sedangkan limit deteksinya <>Hasil analisis penentuan sulfat di dalam air KAN, air kran, YC petrokimia dan YC Italia sebesar, 20, 35 ppm dan 0,9, 0,2% KATA KUNCI : Analisis, sulfat (ppm), spektrophotometri.

Analisis secara turbidimetri


Analisis secara turbidimetri merupakan analisis berdasarkan pengukuran turbiditas (S) atau kekeruhan dari suatu suspensi. Kekeruhan dapat disebabkan oleh bahan-bahan tersuspensi yang bervarisasi dari ukuran koloidal sampai dispersi kasar, tergantung dari derajad turbulensinya. Pengukuran intensitas cahaya yang ditransmisi sebagai fungsi dari konsentrasi fase terdispersi adalah dasar dari analisis turbidimetri. Dalam membuat kurva kalibrasi dianjurkan dalam penerapan turbidimetri karena hubungan antara sifat-sifat optis suspensi dan konsentrasi fase terdispersinya paling jauh adalah semi empiris. Agar kekeruhan (turbidity) itu dapat diulang penyiapannya haruslah seseksama mungkin, endapan harus sangat halus. Intensitas cahaya bergantung pada banyaknya dan ukuran partikel dalam suspensi sehingga aplikasi analitik dapat dimungkinkan. Prinsip spektroskopi absorbsi dapat digunakan pada turbidimeter, dan nefelometer. Untuk turbidimeter, absorpsi akibat partikel yang tersuspensi diukur sedangkan pada nefelometer, hamburan cahaya oleh suspensilah yang diukur. Meskipun presisi metode ini tidak tinggi tetapi mempunyai kegunaan praktis, sedang akurasi pengukuran tergantung pada ukuran dan bentuk partikel. Setiap instrument spektroskopi absorpsi dapat digunakan untuk turbidimeter, sedangkan nefelometer memerlukan resptor pada sudut 90oC terhadap lintasan cahaya. Aplikasi teknik turbidimeter cukup luas, misalkan dalam studi pencemaran air, jumlah sulfat dalam air dapat diukur dengan turbidimeter. Penentuan sulfat dalam air laut, dapat dilakukan dengan mengubah sulfat menjadi suatu partikel yang tersuspensi dalam air laut tersebut, sehingga memungkinkan dilakukannya analisa secara turbidimetri. Irha, 2011 Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/chemistry/2157097-analisis-secaraturbidimetri/#ixzz1gIiNkOPc Ion sulfat merupakan sejenis anion poliatom dengan rumus empiris SO42- dengan massa molekul 96.06 satuan massa atom; ia terdiri dari atom pusat sulfur dikelilingi oleh empat atom oksigen dalam susunan tetrahidron. Ion sulfat bermuatan cas dua negatif dan merupakan basa konjugat ion hidrogen sulfat (bisulfat), HSO4-, yaitu bes konjugat asam sulfat, H2SO4. Terdapat sulfat organik seperti dimetil sulfat yang merupakan senyawa kovalen dengan rumus (CH3O)2SO2, dan merupakan ester asam sulfat.

[sunting] Ciri-ciri
Kebanyakan sulfat sangat larut dalam air. Kecuali dalam kalsium sulfat, stronsium sulfat dan barium sulfat, yang tak larut. Barium sulfat sangat berguna dalam analisis gravimetri sulfat: penambahan barium klorida pada suatu larutan yang mengandung ion sulfat. Kelihatan endapan putih, yaitu barium sulfat menunjukkan adanya anion sulfat. Ion sulfat bisa menjadi satu ligan menghubungkan mana-mana satu dengan oksigen (monodentat) atau dua oksigen sebagai kelat atau jembatan. Contoh ialah molekul logam netral kompleks PtSO4P(C6H5)32, di mana ion sulfat berperan sebagai ligan bidentat. Ikatan oksigen-logam dalam molekul sulfat kompleks mempunyai ciri kovalen. http://id.wikipedia.org/wiki/Sulfat