Anda di halaman 1dari 5

ANALISA

Pada percobaan kali ini kita akan membahas tentang PAM Transmitter 4 saluran a. PAM Transmiter 4 saluran Pulse Amplitude Modulation (PAM) merupakan teknik modulasi dimana amplitudo sinyal pembawa diubah-ubah sesuai dengan amplitude sinyal informasi. Dimana Sinyal informasi adalah sinyal analog, sedangkan sinyal pembawanya berbentuk sinyal pulsa (persegi).

a. c. b.

Gambar Pulse Amplitude Modulation (PAM) a. b. Sinyal informasi

Sinyal pulsa sebagai sinyal pembawa c. Sinyal PAM

Dan Konsep dasar PAM adalah merubah amplitudo sinyal pembawa yang masih berupa deretan pulsa (diskrit) dengan perubahannya mengikuti bentuk amplitudo dari signal informasi yang akan dikirimkan ketempat tujuan. Sehingga signal informasi yang dikirim tidak seluruhnya tapi hanya sampelnya saja (sampling signal). Sinyal analog

Sinyal yang tersampling

Pada PAM-Multiplexing, menggunakan 4 buah (N) sinyal informasi dan menggunakan saluran transmisi telepon yang mempunyai frekuensi maksimum (fm) sebesar 4 kHz. Ada beberapa perhitungan dalam membuat sebuah sinyal PAM-Multiplexing, diantaranya yaitu: T = durasi frame/waktu yang dibutuhkan untuk 1 (satu) frame (second), ( ) ( )

Ts = durasi sampel/waktu yang dibutuhkan untuk 1 (satu) sampel (second) ( Fs = frekuensi sampling (hertz) )

Dan pengujian terakhir untuk sisi Tx adalah tampilan sinyal output PAM pada TP19 yaitu: 125s

25s Pada gambar, pulsa pertama adalah frame sinkronisasi yang berfungsi untuk penanda awal sebuah frame. Di ikuti oleh sampling sinyal informasi yang menempatikanal pertama, kanal kedua, kanal ketiga. Dan terakhir, sampling sinyal informasi yang menempati kanal keempat. PAM selalu memilki nilai positif. Sedangkan untuk frame sync terdiri dari sinyal negatif. Jadi, waktu untuk setiap frame sinyal informasi terletak pada waktu yang berbeda-beda, yakni : Sinyal Pulsa Sync Frame pertama = 0 s 25 s Sinyal Pulsa informasi pertama (500 Hz) = 25 s 50 s

Sinyal Pulsa informasi kedua (1 kHz) = 50 s 75 s Sinyal Pulsa informasi ketiga (1.5 kHz) = 75 s 100 s Sinyal Pulsa informasi keempat (2 kHz) = 100 s 125 s Dan seterusnya

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa waktu untuk satu frame adalah 25 s x 5 = 125 s. Atau dapat dikatakan tiap frame terdiri atas 5 times slot dan tiap time slot memiliki jarak yang sama karena adanya perbedaan waktu tiap time slot sehingga tidak ada time slot yang berdempet. Sedangkan pengujian pada pemasangan jumper J1 maka respon frekuensi akan terlihat dari hasil filter dengan frekuensi 2 KHz akan tapi jika jumper pada J1 dilepas maka sinyal tidak lewat(terputus)

b. PAM Receiver 4 saluran


Kemudian untuk demodulator, sinyal PAM-Multiplex yang berasal dari pemancar diperkuat dan dilakukan proses : Frame Sync Detector, yang mendeteksi pulsa sinkronisasi dari sinyal PAM-Multiplex Dengan adanya gambar diode pada blok penguat, maka dapat disimpulkan, sinyal tersebut disearahkan menggunakan diode. Proses berikutnya, mengubah pulsa sinkronisasi yang negative, agar mendapatkan sinyal dimana semua pulsa (PAM dan pulsa sikronisasi) memiliki polaritas positif yang sama. Sinyal ini dikirim ke : Channel Clock Recovery 4 kanal demodulator PAM

Channel Clock Recovery menghasilkan gelombang persegi yang sama dengan pulsa yang diterima. Lalu untuk pulsa sampel yang akan digunakan pada demodulator PAM, dihasilkan dari

clock dan pulsa sinkronisasi, sehingga untuk membuat sampel, bertepatan dengan titik amplitude maksimum pulsa PAM yang berasal dari demodulator. Namun pada prakteknya mengalami kendala pada modulyang di gunakan sehingga tidak di dapatkan tampilan sinyalnya namun secara teori dapat diprediksikan bahwa hasilnya akan sama dengan sisi transmiter tetapi frekuesinya akan lebih besar. Sinyal PAM-Multiplex disampel ulang dimana nilai pada sampel pertama ditahan hingga sampel berikutnya muncul. Proses ini dinamakan proses S&H (Sampling And Holding). Sehingga hasil dari proses ini adalah sinyal informasi yang mendekati sinyal awal, tetapi bentuknya masih gelombang persegi. Berikutnya sinyal tersebut dimasukkan ke LPF (Low Pass Filter), Fungsi dari filter LPF untuk menghilangkan distorsi dan memberikan sinyal analog bersih, yaitu sinyal informasi murni. Sehingga dapat dikatakan bahwa output sisi receiver memiliki frekuensi yang harus sama dengan dengan input sisi tranmiter.

t (a) (b)

v v

t (c) (d)

Gambar di atas menggambarkan hasil demodulasi sinyal PAM Multiplex, yang berupa sinyal informasi dengan sinyal sinus murni.

KESIMPULAN
1. Pulse Amplitude Modulation (PAM) merupakan teknik modulasi dimana amplitudo sinyal pembawa diubah-ubah sesuai dengan amplitude sinyal informasi.
2. Untuk modulasi PAM, modulasinya hanya mengubah-ubah amplitudo sinyal pulsa yang menyampelnya.

3. frame sinkronisasi berfungsi untuk penanda awal sebuah frame. 4. Tiap frame terdiri atas 5 times slot dan tiap time slot memiliki jarak yang sama karena adanya perbedaan waktu tiap time slot sehingga tidak ada time slot yang berdempet. 5. Fungsi dari filter LPF yaitu untuk menghilangkan distorsi dan memberikan sinyal analog bersih, yaitu sinyal informasi murni. 6. Hasil demodulasi sinyal PAM Multiplex yang frekuensinya harus sama dengan frekuensi informasi.