Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Olahraga adalah salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan tubuh,
dengan olahraga juga sang Merah Putih biasa dikibarkan di Negara orang lain,
begitu juga halnya, banyak Atlit Indonesia Khususnya Atlit NTB diangkat
menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS) oleh daerah atas jasanya mengharumkan
nama daerah dalam cabang olahraga tingkat nasional maupun Internasional.
Undang-undang dasar 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi Setiap warga
negara berhak mendapatkan pendidikan, berdasarkan UUD 45 tersebut jelas
sudah pendidikan di Indonesia sangat dipelihara oleh Negara, baik pendidikan
umum maupun pendidikan khusus, begitu juga halnya dengan pendidikan
olahraga, sangat dijunjung tinggi oleh negara terbukti dari banyaknya pasilitas
olahraga yang di sediakan walaupun terbatas pada pasilitas olahraga tertentu, serta
banyaknya para atlit-atlit bangsa yang di kirim keluar negeri untuk mendapatkan
pendidikan olahraga yang lebih khusus mempelajari olahraga-olahraga tertentu
yang bertujuan untuk membentuk dan melatih teknik dasar dalam olahraga
tertentu, serta membentuk mental dan nilai-nilai kerjasama mereka dalam
berolahraga.
Demikian pentingnya olahraga tersebut, sehingga dalam setiap jenjang
pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai bangku kuliahan, mata
pelajaran pendidikan olahraga dan kesehatan adalah salah satu pelajaran yang
1
2

harus ada. Baik olahraga yang mencakup atletik, senam, maupun permainan.
Khususnya dalam olahraga permainan yang dibagi lagi menjadi beberapa jenis
permainan diantaranya yang sering dipelajari adalah permainan bola voli.
Dalam permaianan bola voli dibutuhkan keahlian lebih dan pembinaan
yang lebih dari pada cabang olahlaraga lainnya, sehingga bisa bermain dengan
baik dan menarik, oleh karena itu banyak sekolah-sekolah memberikan latihan-
latihan khusus kepada siswa-siswinya dengan membentuk club-club voli,
tujuannya memberikan fasilitas lebih kepada siswa-siswinya yang ingin
mengembangkan keahlian (menyalurkan bakat) yang dimilikinya sejak dini, serta
mampu mengharumkan nama sekolahnya dalam pertandingan bola voli antar
sekolah maupun dalam O2SN.
Dengan demikian jika ingin menjadi pemain yang handal, maka harus bisa
menguasai semua teknik dasar dalam permainan bola voli, diantaranya adalah :
Service, Passing, Smash, dan Block (bertahan). Khususnya smash disinilah letak
seninya permainan bola voli, serta banyak-banyak berlatih baik teknik maupun
latihan untuk mengolah fisik.
Seperti para pecandu sepak bola atau bola basket yang mendambakan
goal-goal yang spektakuler, demikian juga para pecandu voli mendambakan
smash-smash yang gemilang. Jika pemain mendambakan kemenangan dalam
pertandingan voli, maka mau tidak mau harus menguasai teknik-teknik dasar
smash.
Smash merupakan suatu ke ahlian yang esensial, cara yang mudah untuk
mematikan permainan lawan. Seorang smasher harus memiliki kegesitan dan
3

pandai melompat serta mempunyai kemampuan memukul bola dengan keras.
(Beutelstahl, 2007; 25).
Namun dalam melakukan smash yang paling berpengaruh adalah
bagaimana kemampuan seorang smasher dalam melompat pada saat melakukan
smash, akan tetapi ke nyataannya yang terjadi dilapangan masih banyak pemain-
pemain voli khususnya para pemula hanya mengandalkan kekerasan pukulannya
semata, sehingga bola tidak melewati net.
Mengingat permainan bola voli telah di ajarkan bahkan dilatih secara
khusus di sekolah terutama sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA. Maka untuk
memperbaiki prestasi permainan bola voli di Indonesia khususnya di Lombok,
sudah seharusnya dimulai dari sekolah, kenyataan yang sering terjadi, bahkan
yang dialami di sekolah-sekolah, untuk membina pemain tingkat sekolah hanya
melatih permaianan dasarnya saja, tanpa memberikan latihan untuk menunjang
kemampuan yang lebih berupa latihan fisik yang bertujuan untuk menunjang
kemapuan lompatan pada saaat melakukan smash dalam permainan bola voli,
adapun teknik latihan yang akan dilakukan oleh penulis dalam meningkatkan
prestasi lompatan smash siswa adalah latihan skipping.
Dari pengamatan atau observasi di SMPN 2 Jonggat bahwa, masih banyak
terdapat permasalahan teknik dasar dalam permainan bola voli yang perlu
diperbaiki lagi terutama permasalahan yang sering menjadi seni dari permainan
bola voli dan yang merupakan salah satu teknik dasar untuk mematahkan
permainan lawan yaitu teknik smash.
4

Betitik tolah dari permasalahan tersebut diatas, jika dilihat dari mamfaat
permainan skipping tersebut, maka penulis berpendapat bahwa permaianan
skipping pada dasarnya adalah merupakan salah satu bentuk latihan fisik yang
bisa mempengaruhi atau menunjang prestasi lompatan serta pukulan yang keras
dan akurat pemain bola voli pada saat melakukan smash dalam permainan bola
voli.
Dengan latar belakang tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk
mengangkat penelitian tentang: Pengaruh Permainan Skipping Terhadap
Prestasi Lompatan Pada Saat Melakukan Smash Dalam Permainan Bola Voli
Pada Siswa Putra Kelas VIII SMPN 1 Aikmel KAB Lotim Tahun Pelajaran
2011/2012 .
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dikemukakan rumusan masalah
sebagai berikut : Adakah Pengaruh Permainan Skipping Terhadap Prestasi
Lompatan Pada Saat Melakukan Smash Dalam Permainan Bola Voli Pada Siswa
Putra Kelas VIII SMPN 1 Aikmel KAB Lotim Tahun Pelajaran 2011/2012 .
C. Tujuan Penelitian
Setiap penelitian pada dasarnya memiliki tujuan, begitu juga dengan
penelitian ini memiliki tujuan yaitu : Untuk Mengetahui Apakah Ada Pengaruh
Permainan Skipping Terhadap Prestasi Lompatan Pada Saat Melakukan Smash
Dalam Permainan Bola Voli Pada Siswa Putra Kelas VIII SMPN 1 Aikmel KAB
Lotim Tahun Pelajaran 2011/2012 .

5

D. Manfaat Penelitian
Dengan tercapainya tujuan, maka penelitian ini diharapkan memiliki
manfaat, baik secara tioritis maupun praktis.
1. Manfaat tioritis.
a. Bagi penulis
1) Mengharap apa yang diteliti bermamfaat bagi penulis, agar lebih
memahami teori-teori tentang prestasi olahraga khususnya permainan
bola voli,
2) Hasil penelitian ini akan memperkaya dan menambah pengetahuan
penulis khususnya dan khasanah keilmuan para pembaca umumnya
serta tidak membosankannya.
b. Pembaca
Diharapkan apa yang di tulis menjadi pedoman bagi pembaca khususnya
pendidik olahraga dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga anak
didiknya dalam olahraga khususnya permainan bola voli,
c. Bagi peneliti lain
Diharapkan teransang untuk meneliti secara mandalam aspek-aspek yang
belum terjangkau dalam penenitian ini.
2. Manfaat praktis
Keguaan hasil penelitian ini secara prakis diharapkan bermamfaat bagi
a. Penulis
6

1) Sebagai wadah untuk menguji kemamapuan diri terhadap apa yang
telah diterima selama duduk dibangku kuliah di Fakultas Pendidikan
Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP Mataram.
2) Sebagai bekal dan pengalaman dalam bidang penelitian khususnya
dalam bidang penelitian olahraga.
b. Guru Olahraga dan Pelatih
1) Sebagai pertimbangan dalam mengajar atau mendidik anak didik
maupun atlit dalam mata pelajaran pendidikan olahraga khususnya
permainan bola voli,
2) Sebagai pedoman dan pertimbangan bagi Guru Olahraga dalam
memberikan extrakulikuler di sekolah,
3) Sebagai bahan pertimbangan bagi pelatih dalam memilih atlit berbakat
khususnya atlet bola voli,
4) Memperkaya Guru dan Pelatih dalam memberikan latihan yang
bertujuan untuk membentuk prestasi anak didiknya serta bisa
mempersiapkan clubnya sejak dini.
c. Siswa-siswi
1) Sebagai langkah awal untuk menjadi pemain bola voli propesional,
2) Supaya siswa-siswi lebih memahami dan berminat menekuni olahrga
khususnya permainan bola voli.
E. Asumsi Penelitian
Menurut Arikunto (1997; 22), asumsi adalah Suatu yang diyakini
kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal-hal yang dipakai
7

untuk tempat berpijak bagi penulis didalam melaksanakan penelitiannya.
Sedangakan menurut ahli lain asumsi adalah Anggapan dasar tentang suatu hal
yang dijadikan pijakan dalam melaksanakan penelitian. (Yusuf, dkk, 2003; 14).
Berdasarkan pendapat diatas, maka asumsi menurut penulis adalah
anggapan dasar terhadap suatu masalah yang mengandung kebenaran serta
digunakan sebagai pegangan dalam melakukan penelitian.
Dari pendapat tersebut diatas, maka asumsi dalam penelitian ini dapat
dibagi menjadi 3, dilihat dari aspek-aspek sebagai berikut :
1. Asumsi Dari Segi Tioritis
a. Jika power tungkai lompatan pada saat spike akurat maka smashan akan
sempurna,
b. Jika power tungkai lompatan pada saat lompatan pada spike tidak ada dan
tidak akurat, maka smashan tida akan sempurna.
2. Asumsi Dari Segi Metodik
Dalam penelitian ini, peneliti beramsumsi sebagai berikut:
a. peneltian ini akan berjalan dengan lancar karena didukung oleh metode
penelitian yang menggunakan metode penentuan subyek dan obyek
dengan menggunakan studi populasi dan sampel, yang mana subyek dan
obyeknya terfokus pada Siswa Putra Kelas VIII SMPN 1 Aikmel,
b. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes
perbuatan yaitu melompat sambil smash dengan menggunakan alat yang
sudah disediakan.
3. Asumsi Dari Segi Pelaksanaan
8

Dalam penelitian ini akan terlaksana dengan baik dan lancar apabila
didukung oleh beberapa hal sebagai berikut :
a. Siswa yang akan di jadikan obyek penelitian bisa bekerja sama dengan
baik,
b. Peralatan yang lengkap, dan
c. Kesediaan dosen pembimbing dalam memberikan masukan yang
membangun dan membimbing.
F. Lingkup Penelitian
Pada lingkup penelitian ini, diuraikan hal-hal mengenai: 1) variable, 2)
Populasi, 3) lokasi penelitian, dan 4) waktu Penelitian.
1. Variabel Penelitian
a. Variable bebas : Permainan skipping,
b. Variabel terikat : Prestasi lompatan pada saat smash.
2. Populasi Penelitian
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
Putra Kelas VIII SMPN 1 Aikmel tahun Pelajaran 2011/2012
3. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di lapangan bola voli SMPN 1 Aikmel.
4. Waktu Penelitian
Adapun waktu yang digunakan penulis untuk melakukan penelitian ini adalah
pada saat semster Ganjil tahun pelajaran 2011/2012.
G. Definisi Operasional Judul
Agar tidak terjadi salah pengertian mengenai istilah-istilah pada variabel
yang terkandung dalam judul, maka penulis menganggap perlu untuk menjelaskan
9

satu-perstu istilah yang berhungan dengan judul penelitian ini. Adapun istilah
yang perlu dijelaskan adalah sebagai berikut:
1. Pengertian pengaruh adalah : Daya yang ada atau timbul dari satu orang,
benda yang ikut membantu watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang,
2. Skipping
Skipping yang dimaksud adalah mengayunkan tali ketika tali melewati
kaki dan kepala dengan alat sederhana berupa tali yang di mainkan
perorangan atau kelompok.
3. Prestasi lompatan pada saat melakukan smash
Prestasi lompatan pada saat melakukan smash yang penulis maksud
adalah kemampuan lompatan yang dicapai oleh smasher pada saat melakukan
smash.





BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Berdasarkan judul penelitian, ada beberapa penjelasan yang dapat digunakan
sebagai dasar atau landasan berfikir dan bertindak. Teori yang dimaksud adalah
10

mengenai hal-hal sebagai berikut : (A). Deskripsi teori, (B). Hasil penelitian yang
relevan, dan (C). Kerangka berfikir, dan (D). Hipotesis penelitian.

A. Deskripsi Teori
1. Bola Voli
a. Sejarah Bola Voli
Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun
1985. Dia adalah seorang Pembina pendidikan jasmani pada Young Men
Christian Association (YMCA di kota Holyoke, Massachusetts, Amerika
Serikat). Nama permainan in semula disebut Minonette yang hampir serupa
dengan permainan badminton. Jumlah pemain disini tak terbatas sesuai
dengan tujuan semula yakni untuk mengembangkan kesegaran jasmani para
buruh di samping bersenang secara massal.
William G. Morgan kemudian melanjutkan idenya untuk
mengembangkan permainan tersebut agar mencapai cabang olahraga yang
dipertandingkan. Sehingga permainan ini diberi nama sebagai sebuah
permaianan volley ball yang artinya kurang lebih mem-volley bola secara
berganti-ganti, yang mana dalam masing-masing time terdapat enam orang
pemain.
Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun 1982 pada zaman
penjajahan Belanda. Guru-guru pendidikan jasmani didatangkan dari negeri
Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya dan bola voli khususnya.
10
11

Di samping guru-guru pendidikan jasmani, tentara Belanda banyak
andilnya dalam pengembangan permainan bola voli di Indonesia, terutama
dengan bermain di asrama-asrama, di lapangan terbuka dan mengadakan
pertandingan antar kompeni-kompeni Belanda sendiri.
Permainan bola voli di Indonesia sangat pesat di seluruh lapisan
mayarakat, sehingga timbul club-club di kota besar di seluruh Indonesia.
Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 januari 1955 PBVSI (persatuan
bola voli seluruh indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan
nasional yang pertama. PBVSI sejak itu aktif mengembangkan kegiatan-
kegiatan baik ke dalam maupun ke luar negeri sampai sekarang.
b. Teknik dasar permainan bola voli
Dalam permainan bola voli ada beberapa aspek yang digunakan untuk
memaksimalkan prestasi, yaitu: aspek fisik, aspek teknik, aspek taktik, dan
aspek mental. Keempat aspek tersebut harus diterapkan secara sistematis
berencana, sinergis dan serempak. Satu saja aspek tidak dilatihkan, tidak
mungkin prestasi maksimal akan terwujud.
Teknik adalah prosedur yang telah dikembangkan berdasarkan
praktek, dan bertujuan mencari penyelesaian suatu problema pergerakan
tertertu dengan cara yang paling ekonomis . (Dieter beutelsahl, 2007; 9).
Adapun teknik dasar dalam permainan bola voli adalah sebagai berikut :
1) Servis
Servis adalah sentuhan pertamam dengan bola, servis juga bisa dikatakan
sebagai serangan pertama kedaerah permainan lawan.
12

2) Volley atau set
Volley atau set adalah suatu pukulan melambung bola sedemikian rupa,
sehingga teman mainnya mendapat kesempatan untuk mensmash bola
tersebut. Tujuan pemain yang melakukan volley adalah memberikan
kesempatan atau mengumpan bola dengan sebaik-baik mungkin kepada
teman untuk menyerang musuh dengan melakukan smash.
3) The dig (passing)
The dig atau yang kita sebut dengan passing adalah penerimaan bola
dengan gaya menggali. Karena servis telah berkembang dengan pesat
sekali, yang digunakan untuk menyerang dan memegang inisiatif
pertandingan.
4) Block (Pertahanan)
Menang kalahnya suatu time dalam permainan bola voli sesungguhnya
tergantung pada baik tidaknya kemampuan atau basic skill blok pemain
itu sendiri. Basic skill block merupakan inti dari seluruh sistem
pertahan,hanya dengan pertahanan yang kuat pemain dapat mengimbangi
pukulan-pukulan smash keras dari lawan.
5) Smash atau spike
Disinilah letak seninya permainan bola voli, seperti para pecandu bola
yang slalu mendambakan goal-goal yang spektakuker, demikian juga
halnya dengan pecandu bola voli mendambakan smash-smash yang
gemilang.
13

Secara umum, sekuensi gerakan pada saat melakukan smash terdiri
atas atas empat tahap sebagai berikut.
a. Tahap pertama :
Fase run up atau tahap lari menghampiri. Ini tergantung dari jenis bola
dan jatuhnya bola. Mulai lari menghampiri kira-kira pada jarak 2,5
sampai 4 meter dari jatuhnya bola. Kedua langkah terakhirlah yang
menjadi penentuan, kaki yang akan teke-off harus berada ditanah
terlebih dahulu,dan kaki yang lain menyusul disampingnya.
b. Tahap kedua:
Tahah melompat. Pergerakan harus berlansung dengan lancar dan
kontinu, tampa terputus. Pada waktu melompat, kedua lengan yang
menjukur harus digerakkan keatas. Bersamaan dengan itu, tubuh
diluruskan. Kaki yang menjadi tumpuan pada saat melompat inilah
yang menjadi tumpuan pada saat melakukan lompatan, lengan yang
akan digunakan untuk memukul bola, juga sisi tubuh bagian tersebut
diputas sedikit sehingga menjauhi bola . punggung agak membungkuk
dan lengan pemukul ditekuk sedikit. Lengan yang lain tetap
dipertahankan setinggi kepala. Lengan inilah yang mengtur
keseimbangan secara keseluruhan tubuh secara keseluruhan dalam
melakukan smash.
c. Tahap ketiga:
14

Fase hit atau tahap memukul. Sesui dengan jenis smash yang ada atau
bagaimana jenis bola yang di kasih oleh toser, cara memukulpun
terbagi dalam beberapa jenis pukulan diantaranya :
1. Frontal smash (smash depan),
2. Frontal smash dengan twist (smash dengan putaran)
3. Smash dari pergelangan tangan,
4. Dunm (smash tipuan).
d. Tahap keempat:
Fase landing atau tahap mendarat. Cara mendarat ini sama bagi semua
jenis smash yang ada, yaitu pada saat tubuh bagian atas membungkuk
kedepan, kaki diarahkan kedepan untuk mempertahankan
keseimbangan, lutut ditekukkan sesui dengan kebutuhan pendaratan.
2. Skipping
a. Pengertian skipping
Menurut bahasa kata skipping berasal dari bahasa Inggris yaitu
skipp yang artinya lompatan atau loncatan melewati tali. (Echols,
Shandiy, 2003; 530).
Sedangkan Ahmad Taufik (2010) dalam artikelnya menyatakan
skipping adalah memegang kedua ujung tali kemudian mengayunkannya
melewati kepala dan kaki sambil melompatinya.
Dari urain tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa skipping adalah
suatu jelis olahraga yang menggunakan tali sebagai alatnya, dengan cara
memutar tali tersebut melewati kaki dan kepala sambil melompat
15

melewati tali tersebut, atau yang di kenal di Indonesia sebagai permainan
Lompat.
b. Cara melakukan permainan lompat tali (skipping)
1. Sesuaikan skipping rope dengan tinggi badan. Caranya: berdirilah
sambil menginjak bagian tengah tali dan tarik ujung-ujungnya di
samping badan. Panjang tali sudah pas jika handle sampai di ketiak.
Pegang erat handle tali, posisi lengan atas rapat dengan tubuh dan siku
sejajar dengan pinggang. Berdirilah dengan posisi agak jinjit dan lutut
sedikit ditekuk. Usahakan torso dan kepala tetap tegak namun cukup
rileks, pandangan lurus ke depan,
2. Gerakkan pergelangan tangan untuk memutar tali,
3. Tidak perlu melompat tinggi saat tali menyentuh lantai. Tinggi
lompatan maksimal 2,5 cm dari lantai, yang penting tali bisa lewat di
bawah kedua kaki. Pertahankan posisi agak jinjit saat mendarat,
Jangan sampai tumit menyentuh lantai. Jika lompatan gagal, atau tali
terbelit, lakukan jalan di tempat sambil mencoba untuk memulai lagi,
4. Sebaiknya lakukan latihan ini secara bertahap. Mulailah dengan 30
lompatan tiap set, Melakukan 10 set lompat tali yang dikombinasikan
dengan body toning merupakan latihan efisien yang baik untuk
ketahanan kardiovaskular dan kekuatan otot.
c. Mamfaat permainan skipping
Mamfaat permainan skipping (lompa tali) di ataranya adalah :
16

1) Olahraga ini dapat membakar lemak dengan mudah dan cepat, serta
bisa meningkatkan stamina, kebugaran, dan keseimbangan tubuh,
2) Selain sebagai pembakaran lemak, skipping (lompat tali) dapat
mengencangkan otot lengan dan kaki serta memperbaiki postur tulang
tubuh,
3) Lompat tali bisa mengurangi kalori sekitar 600-800 kalori,
3. Prestasi Lompatan Pada Saat Melakukan Smash
Banyak sekali para ahli mendifinisikan tentang prestasi, Menurut
Poerwadarminta (1984: 768). Prestasi adalah hasil yang telah dicapai atau
dikerjakan. Sedangkan menurut Syarifudin (1984; 8). Prestasi adalah batas
kemampuan seseorang untuk mencapai suatu hasil.
Dari pendapat diatas peneliti menyimpulkan, Prestasi adalah hasil
yang telah dicapai oleh seseorang, sesudah melakukan usaha atau seseorang
tersebut telah mengalami suatu proses belajar atau diajar suatu pengetahuan
Adapun Prestasi lompatan pada saat melakukan smash adalah hasil
lompatan yang dicapai oleh smasher pada saat melakukan smash dalam
permainan bola voli.
4. Intraksi Antara permainan skipping dengan prestasi lompatan pada saat
melakukan smash
Dalam melakukan smash yang paling berpengaruh adalah bagaimana
kemampuan seorang smasher dalam melompat pada saat melakukan smash,
lompatan sangat mempengaruh prestasi smash. Oleh karena itu latihan
17

skipping pada dasarnya bisa meningkatkan prestasi lompatan pada saat
melakukan smash.

B. Hasil Penelitian Yang Relevan
Adapun hasil penelitian yang relevan dari hasil penelitian yang sudah
dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan judul
penelitian ini, diantaranya yaitu:
1. Cayoto (2007) dengan judul penelitian Pengaruh Latihan Knee Tuck Jump
dan Barrier Hops Terhadap Hasil Tendangan Bola Lambung Jauh Pada
Siswa Putra Club Sepak Bola SMP NEGERI 3 Bojong Kabupaten Pekalongan
Tahun Pelajaran 2006/2007 dengan hasil penelitian membuktikan bahwa
Ada perbedaan pengaruh antara latihan Barrier Hops dan latihan Knee Tuck
Jump terhadap hasil tendangan lambung jauh pada siswa putra ekstrakurikuler
sepakbola SMP Negeri 3 Bojong Kabupaten Pekalongan Tahun Pelajaran
2006/2007. Adapun pengaruh yang lebih baik terhadap tendangan bola
lambung yaitu latihan Barrier Hops.
2. Tedi Carwanto (2009), dengan judul penelitian Pengaruh Latihan Squat
Jump Dengan Skipping Terhadap Power Tungkai Dan Inflikasinya Pada
Spike Dalam Permainan Bola Voli di SMA Negeri 1 Rancah. Dari hasil data
membuktikan bahwa Latihan skipping memperoleh nilai t hitung sebesar
0,26 bila dibanding t tabel dk = 28 yaitu 2,05, t hitung < t tabel. Dan dari
kelompok A diperoleh t hitung sebesar 2,46 bila dibanding dengan t tabel
dengan dk 28 yaitu 2,05 maka t hitung > t tabel. Dengan demikian, bahwa
18

latihan squat jump lebih berpengaruh dengan latihan skipping terhadap power
tungkai dan inflikasinya pada spike dalam permainan bola voli di SMA
Negeri 1 Rancah.

C. Kerangka Berfikir
Smash merupakan teknik serang dengan cara memukul bola diatas net
daerah penyerang kedaerah lawannya dengan cara sekeras-keras mungkin
untuk mematahkan permaianan lawan.
Dalam melakukan segala sesuatu pada dasarnya mempunyai kelebihan
dan kekurangan, begitu juga halnya dalam melakukan smash terdapat
kelebihan dan kekurangannya diantaranya, yaitu:
1. Kelebihan
Adapun lebihan dalam melakukan smash diantraranya yaitu memudahkan
dalam mematahkan permianan lawan, dan teknik yang paling efesien
untuk mendapatkan angka atau poin dalam permainan bola voli.
2. Kekurangan
Adapun kekurangan dalam melakukan smash tersebut diantaranya adalah
cenderung bola keluar lapangan atau bola tidak melewati net, dan dalam
melakukan smash biasanya pemain tidak bisa menjaga keseimbangannya
sehingga smasher menyentuh net.
Latihan Skipping pada dasarnya merupakan salah satu bentuk latihan
fisik yang bisa meningkatkan prestasi lompatan pada saat melakukan smash
serta dengan latihan skipping bisa meningkatkan ketahanan tubuh seorang
19

atlet, hal tersebut merupakan sebagaian dari kelebihan dalam melakukan
latihan skipping . Seorang atlet bola voli yang melakukan latihan skipping
dengan teratur maka memudahkannya untuk melakukan smash dalam
permainan bola voli, serta mudah untuk mengontrol tenaganya dengan teratur
pada saat bermain bola voli.
Adapun kekurangan dalam melakukan latihan skipping diantaranya
adalah tubuh sulit untuk berkembang keatas, karena beban tubuh yang atas
menekan kebawah, sehingga tubuh menjadi padat.

D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis berasal dari dua kata hypo yang artinya di bawah dan
thesa yang artinya kebenaran jadi hypothesa atau hipot. (Arikunto, 1997; 64).
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara
tioritis diangaap paling mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya.
(Margono, 2004; 65). hipotesis dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Hipotesis nihil atau Hipotesis nol (Ho), yaitu Hipotesis yang menyatakan
adanya hubungan atau kerelasi ubahan-ubahan penelitian atau menyatakan
adanya perbedaan pada kelompok-kelompok yang berlainan dalam penelitian.
2. Hipotesis alternatif atau hepotesis kerja (Ha), yaitu Hipotesis yang
menyatakan adanya hubungan atau kerelasi ubahan-ubahan penelitia atau
menyatakan adanya perbedaan pada kelompok-kelompok yang berlainan
dalam penelitian.
20

Berdasarkan pendapat para ahli diatas , maka hipotesis dapat disimpulkan
sebagai suatu pernyataan atau jawaban yang bersifat sementara terhadap
permasalahan penelitian yang mebutuhkan pembuktian.
Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah: Latihan (bermain) Skipping
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan power tungkai yang
berpengaruh pada lompatan pada saat melakukan smash dalam permainan bola
Voli Pada Siswa Putra Kelas VIII SMPN 1 Aikmel Tahun Pelajaran 2011/2012





BAB III
METODE PENELITIAN

Metodolagi penelitian berasal dari kata metode yang artinya cara yang
tepat untuk malakukan sesuatu; dan logos yang artinya ilmu atau pengetahuan.
Jadi metodologi penelitian adalah cara melakukan sesuatu dengan menggunakan
pikiran secara seksama untuk mencapai tujuan .(Narbuko dan Abu Ahmadi, 2007; 1).
Menurut pendapat para ahli di atas Metodologi penelitian adalah suatu cara
yang ditempuh untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang ada sampai
tersusunnya permasalahan tersebut dalam sebuah laporan yang bertujuan sebagai
bukti untuk menunjukkan hasil yang sudah dicapai.
21

Secara umum dalam bab ini, akan dibahas sebagai berikut : (A) Rancangan
penelitian, (B) Populasi dan sampel, (C) Istrumen penelitian, (D) Teknik
Pengumpulan data, dan (E) Teknik Analisis data.

A. Rancangan Penelitian
Penelitian eksperimen perlu dipilih suatu desain atau pola yang tepat dan
sesuai dengan tuntutan variable-variable yang terdapat pada masalah serta
hipotesis yang akan diuji kebenarannya. Dalam model ini sebelum dimulai
penilaian kepada siswa yang diteliti diberi tes atau pretest untuk mengukur
kondisi awal (TI), selanjutnya pada kelompok eksperimen diberi perlakuan (x)
sesudah penilaian siswa yang diteliti diberi tes lagi sebagai postes (T2).
Adapun langkah-langkah yang penulis lakukan dengan desain eksperimen
tersebut adalah
1. Memilih dan menetapkan sampel penelitian dengan karakter utama yang
relatif sama (homogen).
2. Pelaksanaan T-I pada awal eksperimen, susun skor berdasarkan peringkatnya
yang dimulai dari skor terbesar hingga terkecil.
3. Pelaksanaan latihan vertical jump sebagai perlakuan selama eksperimen
dengan skipping.
4. Mempertahanan kondisi latihan agar sama seperti waktu dan frekuensi
pelaksanaan tugas gerak, serta kegiatan subyek di dalam latihan yang sejenis
dihindarkan terjadi di luar eksperimen.
22

5. T-2 atau tes akhir dilaksanakan pada akhir eksperimen, setelah program
latihan diselesaikan seperti yang telah ditetapkan. Kemudian skor hasil tes itu
disusun seperti penyusunan skor pada hasil tes awal.
6. Menghitung rata-rata skor kelompok hasil tes awal dan tes akhir juga
simpangan bakunya masing-masing
7. Uji kelompok hasil tes awal dan tes akhir tentang normalitasnya.
8. Membandingkan hasil tes awal dan akhir tes berdasarkan skor rata-ratanya,
9. Pengujian hipotesis berdasarkan perbedaan skor rata-rata tes awal dan tes
akhir.
10. Menarik kesimpulan berdasarkan pengujian hipotesis dan merumuskan
rekomendasi atau saran penelitian. Perhitungan, pengolahan dan pengujian
data hasil tes digunakan dengan pendekatan statistik, dimana data itu bersifat
kuantitatif berupa skor hasil tes awal dan akhir.


B. Populasi dan Sampel
1. Populasi Penelitian
Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu
ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan.(S.Margono, 1996; 118). Ahli
lain berpendapat bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas:
obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapakan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya. (Sugiyono, 2009; 117).
23

Berdasarkan pendapat para ahli diatas, populsi pandidikan adalah
keseluruhan subyek penelitian yang digunakan sebagai sasaran penelitian. Jadi
yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Putra Kelas VIII
SMPN 1 Aikmel Tahun Pelajaran 2011/2012 .

2. Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang ditelliti. (Arikunto,
1997; 109). Menurut S. Margono (1996;121) dalam bukunya mendefinisikan
sampel sebagai bagian dari populasi, sebagian contoh yang diambil dengan
menggunakan cara-cara tertentu. Sedangkan menurut ahli lain menyatakan
sampel adalah bagian dari jumlah dan karekteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. (Sugiyono, 2009; 118).
Menurut pandangan para peneliti diatas, peneliti nenyimpulkan bahwa
sampel adalah sebagian subyek yang diteliti untuk mewakili kemampuan
seluruh subyek.
Jadi dalam penelitian ini peneliti mengambil subyek (siswa) yang diteliti
hanya Siswa Putra Kelas VIII SMPN 1 Aikmel Tahun Pelajaran 2011/2012 .


C. Instrument Penelitian
Pada dasarnya suatu penelitian akan berhasil apabila banyak
menggunakan instrumen, sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan
penelitian dan menguji hipotesis diperoleh melalui instumen. Instrumen sebagai
24

alat pengumpulan data harus betul-betul dirancankan dan dibuat sedemikian rupa
sehingga menghasilkan data yang valid. Supaya tidak terjadi penipuan data,
manipulasi data, dan sebagainya. Dalam suatu penelitian dibutuhkan alat
pengumpul data yang lazim juga disebut dengan instrumen pengukuran.
Dengan mengacu pada kriteria tes diatas, maka penulis memilih tes loncat
tegak yang dikenal dengan Tes dan Pengukuran Olahraga.
1. Instrumen Tes
Test ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana prestasi lompatannya :
a. Alat/fasilitas yang dibutuhkan dalam tes ini yaitu:
1. Dinding yang rata dan cukup luas,
2. Papan berwarna gelap berukuran 30x150 cm, bersekala satuan ukuran
sentimeter, yang digantung pada dinding, dengan ketinggian jarak
antara lantai dengan angka 0 (nol) pada papan bersekala ukuran 15,
3. Serbuk kapur dan alat penghapus. (http://desa-
cisontrol.blogspot.com/2009/07/skripsi-bola-voli.html accessed on 18
April 2011 at 15.21 p.m.)
b. Formulir pencatatan hasil test dan alat tulis Pelaksanaan :
Teste berdiri tegak dekat dinding, bertumpu pada kedua kaki, dan
papan dinding berada disamping tangan kiri atau kanannya. Kemudian,
tangan yang berada dekat dinding diangkat lurus keatas telapak tangan,
ditempelkan pada papan berskala, sehingga meninggalkan bekas raihan
jarinya. Kedua tangan lurus berada disamping telinga. Kemudian testee
mengambil sikap awalan dengan membengkokkan kedua lutut dan
25

kemudian testee meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan skala
dengan tangan terdekat dengan dinding, sehingga meninggalkan bekas
raihan pada papan skala. Tanda ini menampilkan tinggi rendahnya raihan
loncatan testee tersebut. (http://desa-
cisontrol.blogspot.com/2009/07/skripsi-bola-voli.html accessed on 18
April 2011 at 15.21 p.m.)

D. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian, disamping menggunakan metode yang tepat, juga perlu
memilih teknik dan alat pengumpulan data yang relevan. Penggunaan alat dan
teknik pengumpulan data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang
objektif. (S.Margono ,1996:158). Teknik pengumpulan data berkaitan dengan
mekanisme yang harus dilakukan oleh peneliti dalam mengumpulkan data. ini
merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian.
1. Tehnik Pengumpulan Data
Oleh karena itu dibawah ini, peneliti akan menguraikan teknik
penelitian yang akan digunakan dalam mengumpulkan data.
a. Teknik Observasi
Observasi diartiakan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis
terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Pengamatan dan
pencatatan yang dilakukan terhadap obyek ditempat terjadinya atau
berlansungnya peristiwa. (S. Margono,1996; 158).
26

Narbuko (2007; 70) mengungkapkan bahwa observasi atau
pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mengamati dan mencatat sistematis gejala-gejala yang diselidiki.
b. Teknik Pengukuran
Alat pengumpulan data berikutnya yang bermaksud
mengumpulkan data secara kuantitatif, adalah teknik pengukuran. Alat-
alat pengukuran tersebut yang digunakan oleh peneliti yang sesui dengan
yang diteliti adalah teknik pengukuran tes perbuatan.
Tes perbuatan adalah alat pengukuran mengenai keadaan dan
kemampuan seseorang. Teknik ini dipakai untuk pengumpulan data,
dimana data yang diperoleh dari hasil percobaan terhadap orang yang
diteliti akan menjadi data yang diperlukan, karena bentuk percobaan yang
dilakukan sudah disesuikan dengan data yang diharapkan. (Margono,
1996: 170)
c. Teknik Dokumenter
Teknik dokumenter adalah cara mengumpulkan data melalui
peninggalan tulisan. (S. Margono,1996 :181). Sedangkan Arikunto (1997;
206) mendefinisikannya yaitu mencari data mengenai hal-hal atau yang
berupa catatan..
Dalam hal ini peneliti menggunakan teknik dokumenter untuk
mendapatkan data nama dan kelas siswa yang di jadikan sampel.
2. Jadwal Latihan
27

Latihan dilakukan sebanyak 26 kali pertemuan selama empat minggu
dengan enam kali latihan setiap minggunya. Adapun jadwal latihan adalah
sebagai berikut:
Dalam satu minggu latihan dilaksanakan 6 kali pertemuan. Setiap kali
pertemuan memerlukan waktu 60 menit, dengan pembagian waktu sebagai
berikut :
a. Senin : mulai jam 16.30 sd 17.30
b. Selasa : mulai jam 16.30 sd 17.30
c. Rabu : mulai jam 16.30 sd 17.30
d. Kamis : mulai jam 16.30 sd 17.30
e. Sabtu : mulai jam 16.30 sd 17.30
f. Minggu : mulai jam 16.30 sd 17.30
Khusus pada hari minggu mengadakan separing

E. Teknik Analisis Data
Sesuai dengan desain penelitian ini maka prosedur yang ditempuh untuk
pengolahan data berupa skor hasil tes awal dan akhir kelompok yang
menggunakan metode induktif dan metoda deduktif seperti di bawah ini.
1. Penghitungan rata-rata skor kelompok dengan rumus sistematika sebagai
berikut :
Rumus X =
n
x
atau X =

=
n
i
xi
n
1
1

(Sartono, 2006; 17)
28

Arti tanda-tanda tersebut :
X = Rata-rata Skor Kelompok.
x = Jumlah Skor Seluruh Kelompok.
n = Jumlah Siswa Sebagai Sampel.
= Baca Jumlah
2. Penghitungan simpangan baku setiap skor kelompok dengan rumus sebagai
Rumus =
2
S S = =
2
1
) (
1
x x
n
i
n
i

=

S
2
= Ragam/ Varian
n = Jumlah Siswa Sebagai Sampel
x = Rata-rata Skor Kelompok
i
x = Nilai x ke I Sampai ke n

= Baca Jumlah (Sartono, 2006; 32).


3. Penghitungan simpangan baku
2
S S = =
2
1
) (
1
x x
n
i
n
i

=

S = Simpangan Baku
S
2
= Ragam/ Varian
n = Jumlah Siswa Sebagai Sampel
x = Rata-rata Skor Kelompok
i
x = Nilai x ke I Sampai ke n

= Baca Jumlah (Sartono, 2006; 32).


29

4. Menentukan nilai t-tes
Rumus
keterangan :
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+

=

2
2
1
1
2
2
2
1
2
1
2 1
. 2
n
S
n
S
r
n
S
n
S
x x
t
1
x = Rata-rata sampel 1
2
x = Rata-rata sampel 2
1
S = Simpangan baku sampel 1
2
S = Simpangan baku sampel 2
2
1
S = Varians sampel 1
2
2
S =Varians sampel 2
r = Korelasi antara dua sampel
(Sugiyono, 2010; 122)









30





















DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2009. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rinika Cipta
31

Biutelstahald. 2007. Belajar Bermain Bola Volley. Bandung: CV. Pionir Jaya
Cayoto . 2007. Skripsi Sepak Bola (online):
http://www.desacisontrol.blogspot.com/skripsi-sepak-bola.html, accessed on
18 April 2011 at 15.21 p.m.

Carwanto, Tedi. 2009. Skripsi Bola Voli (online): http://www.desa-
cisontrol.blogspot.com/skripsi-bola-voli.html, accessed on 18 April 2011 at
15.21 p.m.

Echols, John M dan Shandily Hasan, 2003, Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama

Harisanjaya R.S.. 2007. pengetahuan Teknik Higiene Olahraga. PT. Refika Aditama

Kanginan, M.. 2005. Cerdas Belajar Matematika. Bandung:
Grapindo Media Pratama

Lutan, Rusli. 2001. Pembaruan Pendidikan Jasmani Di Indonesia. Jakarta Pusat:
Direktorat Jendral Olahraga

Margono, S.. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta
Narbuko, C. dkk.. 2007. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara
Poerwadarminta, W.J.S.. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Balai Pustaka
32

Riadi, Mastur. 2010.Raih Kebugaran Jasmani Melalui Latihan Beban. FPOK
IKIP Mataram

Saebani, A. B.. 2008. Metode Penelitian. CV. Bandung: Pustaka Setia
Sahnan. 2006. Pengaruh Berat Badan Terhadap Prestasi Lompat Jauh. SKIPSI
FPOK IKIP Mataram

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta
Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta
Suherman, Adam. 2001. Asesmen Belajar dalam Pendidikan Jasmani. Jakarta pusat:
Direktorat Jendral Olahraga
Sutaryono, A.Y. dkk. 2003. Pedoman Penulisan Skripsi. IKIP Mataram
Taufik, Ahmad. 2010. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Available :
http://www.teknik-bola-voli-(skipping). Accesyad: 24/12/2010/.

Wiro, Dikromo S.. 2006. Matematika SMA 2 IPA. Jakarta: Erlangga.
__________. 2011. Pedomamn Pembimbingan dan Penulisan Karya Ilmiah. IKIP
MATARAM