Anda di halaman 1dari 13

Pembuatan Paving Block Dengan Menggunakan Pasir Limbah Rumah Tangga Sebagai Bahan Pengisi Dengan Perekat Alternatif

Tepung Kanji

Ersa Anugerah Putra 109101000004

PEMINATAN KESEHATAN LINGKUNGAN JURUSAN KESEHETAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2012 M 1433 H

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Pada saat sekarang ini bahan bangunan dengan komposisi semen, air dan pasir sudah banyak dikembangkan antara lain ; paving blok, cone-block, buis beton, penutup atap rumah.Paving block merupakan bahan bangunan yang dikembangkan dari bahan mortar yang diberiperlakuan pada proses pembuatannya seperti ; dipadatkan (cara pressing yang banyak dilakukan),digetarkan, dan atau keduanya. Paving block banyak digunakan untuk trotoar, area bermain/taman,perkerasan kelas jalan ringan, serta penutup permukaan lain yang fungsinya masih mampu menyerap air dipermukaan. Kemudahan dalam pemasangan dan perawatan menjadi pertimbangankenapa paving block banyak disukai. Tetapi banyaknya kebutuhan penggunaan paving block untuk berbagai konstruksi pavemen tidak diimbangi dengan ketersediaan kualitas paving yang memadai baik dari sisi kekuatan, umur pakai, dan durability paving itu sendiri. Konstruksi paving untuk permukaan jalan banyak yang mengalami retak-retak dan patah, gerusan air yang melewati permukaan meyebabkan konstruksi paving mengalami kerusakan. Fungsi utama got yaitu untu mengalirkan air hujan dari pemukiman ke induk sungai yang kemudian menghubungkannya ke laut. Disamping itu juga mengalirkan limbah cair dari kegiatan rumah tangga namun kenyataannya, got di depan rumah tidak hanya berfungsi untuk mengalirkan air hujan. Sampah-sampah rumah tangga juga sering di buang melalui got. Selain membuat aliran got menjadi tersendat, sampah-sampah tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap dan menjadi sarang nyamuk. Pengelolaan limbah got merupakan salah satu solusi terbaik yang harus dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan dari dampak buruk menumpuknya limbah got. Salah satu bentuk pengolahan limbah got adalah dengan membuat lumpur dari limbah got menjadi bahan tambahan pembuatan paving block. Agar diperoleh hasil yang baik perlu diperhatikan cara pengerjaannya factor air secukupnya dan semen dengan pemnafaatan limbah got sebagai bahan perekatnya ditambahkan tepung kanji selain itu juga dapat mengurangi penggunaan semen. 1.2. Perumusan Masalah Yang merupakan masalah dalam penelitian ini adalah: a. Apakah lumpur limbah rumah tangga dapat dijadikan bahan utama pembuatan bata konstruksi paving block.?

b. Apakah tepung kanji dapat dijadikan perekat dalam pembuatan paving block?

1.3. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: a. Pemanfaatan lumpur limbah rumah tangga sebagai bahan utama pembuatan paving block dengan bahan tambahan pasir, semen. b. Mengetahui komposisi terbaik dari bahan penyusun paving block yaitu pasir, semen, air, tanah liat, tepung kanji dan lumpur limbah rumah tangga
c. Mengetahui prosedur optimum untuk menghasilkan Paving Block.

1.4. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menjadi: a. Limbah rumah tangga khsus nya pasir dari lumpur limbah tersebut dapat dimanfaatkan pembuatan paving block.
b. Untuk mengurangi pencemaran air akibat limbah rumah tangga tersebut

c. Bahan masukan kepada masyarakat untuk mengolah limbah rumah tangga

BAB II Tinjuan Pustaka

2.1. Limbah Rumah Tangga Tidak dipungkiri bahwa kontribusi sampah terbesar adalah limbah rumah tangga. Meski dari setiap rumah tangga hanya menghasilkan tidak terlalu banyak samapah, namum dengan kepadatan rumah serta berkorelasi dengan waktu produksi, maka tak ayal lagi limbah rumah tangga tidak dapat dielakan sebagai contributor nomer satu penghasil sampah. Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah-limbah tersebut ada yang dialirkan ke selokan atau got. Didalam selokan terjadi pengendapan dari limbah-limbah tersebut yang menyebabkan pendangkalan. Dari berbagai penelitian mengenai pemnafaatan limbah rumah tangga tersebut sedang dilakukan guna meningkatkan nilai ekonomisnya serta mengurangi dampak buruknya terhadap lingkungan.dalam pembuatan paving block ini digunakan limbah rumah tangga yang berada di depan kampus FKIK UIN Jakarta. sebenarmya limbah rumah tangga memiliki berbagai kegunaan yang amat beragam : 1. Paving block. 2. Kompos atau media tanam, pupuk cair.

Gambar1. Limbah rumah tangga

2.2. Tanah Liat Lempung atau tanah liat ialah kata umum untuk partikel mineral berkerangka

dasar silikat yang berdiameter kurang dari 4 mikrometer. Lempung mengandung leburan silika dan/ataualuminium yang halus. Unsur-unsur ini, silikon, oksigen, dan aluminum adalah unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi. Lempung terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan sebagian dihasilkan dari aktivitas panas bumi. Lempung membentuk gumpalan keras saat kering dan lengket apabila basah terkena air. Sifat ini ditentukan oleh jenis mineral lempung yang mendominasinya. Mineral lempung digolongkan berdasarkan susunan lapisan oksida silikon dan oksida aluminium yang membentuk kristalnya. Golongan 1:1 memiliki lapisan satu oksida silikon dan satu oksida aluminium, sementara golongan 2:1 memiliki dua lapis golongan oksida silikon dan satu lapis oksida aluminium. Mineral lempung golongan 2:1 memiliki sifat elastis yang kuat, menyusut saat kering dan membesar saat basah. Karena perilaku inilah beberapa jenis tanah dapat membentuk kerutan-kerutan atau "pecah-pecah" bila kering.

Gambar2. Tanah liat

2.3. Tepung Kanji Tapioka, tepung singkong, tepung kanji, atau aci adalah tepung yang diperoleh dari umbi akar ketela pohon atau dalam bahasa indonesia yaitu singkong.Tapioka memiliki sifatsifat fisik yang serupa dengan tepung sagu, sehingga penggunaan keduanya dapat dipertukarkan.Tepung ini sering digunakan untuk membuat makanan dan bahan perekat.

Gambar 3. Tepung kanji 2.4. pasir


Pasir merupakan agregat halus yang terdiri dari butiran sebesar 0,14 mm 5 mm, didapat dari batuan alam ( natural sand ) atau dapat juga dengan memecahnya (artificial sand ) , tergantung dari kondisi pembentukan tempat terjadinya. Pasir alam dapat dibendakan atas, pasir galian, pasir sungai, dan pasir laut. Pasir merupakan efek yang penting pada ketahanan dari batu kontruksi, pasir yang digunakan untuk pembuatan sampel ini pasir sungai yang ukuran butirnya yang sangat halus yang lolos ayakan ukuran 710 m. Butiran pasir yang halus ditambah semen maka mengisi rongga butiran yang halus mendapat hasil yang baik tetapi jika butira pasir kasar hasilnya kurang memuaskan karena rongga antara butiran cukup lebar sehingga tegangan tidak dapat menyebar secara merata.

Gambar 4. pasir

2.5. pasir kuarsa

Pasir kuarsa adalah bahan galian yang terdiri atas kristal-kristal silika (SiO2) dan mengandung senyawa pengotor yang terbawa selama proses pengendapan. Pasir kuarsa juga dikenal dengan nama pasir putih merupakan hasil pelapukan batuan yang mengandung mineral utama, seperti kuarsa dan feldspar. Hasil pelapukan kemudian tercuci dan terbawa oleh air atau angin yang terendapkan di tepi-tepi sungai, danau atau laut. Pasir kuarsa mempunyai komposisi gabungan dari SiO2, Fe2O3, Al2O3, TiO2, CaO, MgO, dan K2O, berwarna putih bening atau warna lain bergantung pada senyawa pengotornya, kekerasan 7 (skala Mohs), berat jenis 2,65, titik lebur 17150C, bentuk kristal hexagonal, panas sfesifik 0,185, dan konduktivitas panas 12 1000C. Dalam kegiatan industri, penggunaan pasir kuarsa sudah berkembang meluas, baik langsung sebagai bahan baku utama maupun bahan ikutan. Sebagai bahan baku utama, misalnya digunakan dalam industri gelas kaca, semen, tegel, mosaik keramik, bahan baku fero silikon, silikon carbide bahan abrasit (ampelas dan sand blasting). Sedangkan sebagai bahan ikutan, misal dalam industri cor, industri perminyakan dan pertambangan, bata tahan api (refraktori), dan lain sebagainya.

Gambar 5. Pasir kuarsa

2.6. Semen Portland Semen adalah bahan yang digunakan untuk campuran agregat ( pasir halus dan kasar ). Fungsi utama semen sebagai bahan perekat untuk mengikat butir- butir agregat sehingga membentuk suatu massa yang padat dan mengisi rongga-rongga udara diantara butir-butir agregat banyak digunakan pada pembangunan di sektor kontruksisipil ( Abdul Rais, 2007 ). Jenis semen yang dipergunakan untuk pembuatan Paving block adalah jenis semen portland, pengaruh dari semen pada kekuatan Paving block untuk suatu perbandingan bahanbahan ditentukan oleh kehalusan butiran-butiran dan komposisi kimianya melalui hydrasi untuk mengikat dan menyatukan agregat menjadi padat. Semen portland adalah material yang mengandung paling tidak 75 % kalsium silikat ( 3CaO.SiO dan 2CaO.SiO2 ), sisanya tidak kurang dari 5 % berupa Al Silikat, Al feri Silikat, dan MgO ( Hanenara, 2005; Taylor, 2009 ). Ratio mole antara CaO terhadap SiO tidak kurang dari 2. Untuk menghasilkan semen

portland, bahan berkapur dan lempung dibakar sampai meleleh sebagian untuk membentuk klinker yang kemudian dihancurkan, digerus dan ditambah dengan gips dalam jumlah yang sesuai.

Gambar 6. Semen Portland

2.7. paving block Paving block ( bata beton untuk lantai ) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat atau tanpa agregat tidak mengurangi mutu bata beton ( T.Sianturi, 1988 ). Paving block juga merupakan bentukan dari mortar ataupun beton, umumnya mortar merupakan campuran dari semen, pasir, dan air, yang dapat merekatkan dalam campuran beton. Umumnya mortar merupakan sebagai plasteran dalam pemasangan batu untuk melekatkan batu bata menjadi satu kesatuan yang kuat ( Ade Prihatin, 2002 ). Paving block mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1976, sebagai bahan penutup dan pengerasan permukaan tanah, paving block sangat luas penggunaannya untuk berbagai keperluan yang sederhana sampai penggunaan yang memerlukan spesifikasi khusus paving block dapat digunakan untuk pengerasan dan memperindah trotoar jalan di kota-kota, pengerasan jalan di komplek perumahan atau kawasan pemukiman memperindah taman, pekarangan dan halaman sekolah, serta di kawasan hotel dan restoran. Paving block bahkan dapat digunakan pada areal khusus seperti seperti pada peti kemas, bandar udara, terminal bis dan stasiun kereta. Hal ini dikarenakan umumnya paving block terdiri dari campuran pasir, semen dan air ditambah dengan batu pecah ( spilt ), dengan perbandingan 1 sak semen, 4 sak pasir, 2 sak batu pecah dan diberi air secukupnya lalu dicampur dicetak dan dipadatkan dengan getaran ( Habibi aswin, 2004 ). Kebanyakan paving block dikerjakan secara manual, pencampuran pasir dengan semen saja untuk bagian utama dilakukan dalam dua tahap, pertama untuk bagian utama dilakukan pencampuran dalam keadaan kering dan setelah dicampur secara merata,lalu

ditambah dengan air adukan homogen dengan kondisi campuran tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering, adukan yang telah tercampur dimasukkan kedalam cetakan, selanjutnya pengepresan menggunakan plat kayu . Menurut SNI-3-0691-1996 klasifikasi paving block ( bata beton ) dibedakan menurut kelas penggunaannya. Mutu A digunakan untuk untuk jalan, dengan kuat tekan 35 MPa-40MPa, mutu B digunakan untuk pelataran parkir, dengan kuat tekan 17 MPa 20 MPa, mutu C digunakan untuk pejalan kaki, dengan kuat tekan 12,5 MPa 15 MPa, dan mutu D digunakan untuk taman dan penggunaan lain, dengan kuat tekan 8,5 MPa 10 MPa (http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres ).Paving block yang dikerjakan dengan mesin dan otomatis ( preprogrammed ) hasilnya tentu lebih baik dan lebih kuat lebih rapat dibanding secara manual karena adanya getaran dan pemadatan serta kontinuitas produksi yang terpercaya ( Habibi Aswin 2004 ). Bata beton untuk lantai dapat berwarna seperti warna aslinya atau diberi zat pewarna pada komposisinya atau di cooting ( di kapsul ) bagian luar selain memperindah juga dapat mengurangi daya serap air dan dapat digunakan dalam ruangan maupun di luar ruangan. Umumnya ketebalan paving block 6 cm dan 8 cm dengan toleransi ukuran lebih kurang 2 cm untuk ukuran bidang dan lebih kurang 3 mm untuk ukuran tebalnya. Bentuk dari paving block bervareasi, namun bentuk umum yang ada di pasaran antara lain bentuk balok dan segi enam.

Gambar 7. Paving block

BAB III METODE PENELITIAN

3.1.Tempat Dan Waktu Penelitian 3.1.Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di: a. Di fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan UIN Jakarta b. Di laboratorium kesehatan lingkungan FKIK UIN Jakarta 3.1.1. Waktu penelitian Pada tanggal 28 januari sampai 1 februari 3.1.2. Alat dan bahan 3.1.2.1. Alat a. Gergaji b. Sendok semen c. Kaleng d. Tongkat pengaduk e. Cetakan paving block ( berbentuk persegi dengan ukuran 20x10, dengan tebal 6cm) 3.1.2.2.Bahan a. pasir limbah got (2kg) b. tanah liat(1kg) c. pasir (250gram) d. pasir kuarsa (250gram) e. semen( 1/2kg) f. tepung kanji ( kg) g. air (secukupnya)

3.3.4. alur pembuatan paving block

Penyiapan cetakan dan bahan

Air

Pasir ,pasir kuarsa

Tanah liat

Pasir limbah got

Perbandingan pasir limbah, tanah liat, dan pasir-pasir kuarsa 3:2:1

Campuran semen dan tepung kanjukanji (70%:30% )

Adonan paving block dengan campuran semen dan tepung kanji 2:1

Paving block

Gambar 8. Alur pembuatan paving block

BAB IV Hasil dan Pembahasan 4.1.Hasil dan Pembahasan Paving limbah got yang digunakan untuk peneltian ini adalah berbentuk persegi empat dengan panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tebal 6 cm .dengan variasi campuran perbandingan:pasir limbah(2kg),tanah liat(1kg) dan pasir(250gram) pasir kuarsa(250gram), dengan masing 3:2:1, setelah campuran itu di aduk baru ditambahkan dengan campuran semen dan tepung kanji dengan perbandingan campuran semen dan tepung kanji adalah 70% : 30%. Dan di campur dengan adonan dengan perbandingan 2:1 bahan-bahan tersebut untuk 3 paving block Setelah itu paving di keringkan selama 3 hari. Limbah yang digunakan adalah limabah got/selokan didepan kampus FKIK dan semen yang digunakan adalah semen Portland produksi PT.Indocement. Pada pembuatan paving block dengan menggunakan pasir limbah rumah tangga sebagai agergat dan tepung kanji sebagai perekat tambahan belum dilakukan pengujian terhadap uji kuat tekan, uji kekerasan,Penyerapan air, uji kuat patah, uji densitas. Dan hanya sebatas pengujian bahan seperti pasir dari lumpur limbah rumah tangga dan tepung kanji sebagai bahan pembuatan paving block

Gambar 9. Bahan pembuata paving Block( pasir,semen,limbah,tepung kanji Tanah liat)

gambar 10. Paving block yang sudah dicetak.

Gambar 11. Paving yang sudah kering.

BAB V Kesimpulan dan Saran

5.1. kesimpulan Pembuatan paving block dengan menggunakan limbah rumah tangga cukup berhasil. Pengolahan limbah rumah tangga dengan membuat produk seperti paving block ini bisa mengurangi tingkat pencemaran dilingkungan sekitar. Dan dapat mengurangi biaya pembuatan paving block tersebut. untuk penambahan tepung kanji sebagai perekat juga cukup efektif. 5.2. saran a. Untuk melengkapi penelitian ini perlu dikaji studi kelayakannya, agar dapat diterapkan dalam skala industri kecil dan menengah. b. Perlu dilakukan pengujian lanjutan terhadap kandungant toksin bahan yang telah terbentuk. c. perlu dilakukan juga penguujian kuat tekan, kekerasan,Penyerapan air, kuat patah, densitas d. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya dengan memanfaatkan limbah rumah tangga untuk produk yang lain.

Daftar pustaka Erwin, R. 2004. TEKNOLOGI Pembuatan Paving Block Dengan Material FCA (Fine Coarse Aggregate). Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Malang Ginting.Rut Maria.2009. PemanfaatanLimbah (Oil Sludge) Sebagai Bahan Utama Dalam Pembuatan Bata Kontruksi Paving Block.Thesis.program studi fisika. Universitas Sumatra Utara. Samijo.2010.Pembuatan Paving Block Dengan Menggunakan Limbah Abu Boiler PKS Gunung Bayu Sebagai Bahan Pengisi Dengan Perekat Alternatif Limbah Fly Ash PLTU Sibolga.Thesis. Program magister fisika. Universitas Sumatra Utara.

www.wikipedia.com , diakses tanggal 06 februari 2012.