UJI BEDA LAMA PELEPASAN TALI PUSAT ANTARA PERAWATAN TOPIKAL ASI DAN KASA STERIL Studi Eksperimental

Pada Bayi Baru Lahir Di Sub Bagian Neonatologi / SMF IKA RSI Sultan Agung Semarang Ayu Rizqi Nurul Iriani*, Pujiati Abbas^,
* ^

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Rizqi Nurul Iriani, Jl. Tanjung I L/7 Wiku 2 Demak Jawa Tengah

Ayu

59516,ayurizqi15@yahoo.com ABSTRAK ASI adalah sumber nutrisi terbaik dan terlengkap untuk neonatus, namun sejauh ini belum ada penelitian yang mengevaluasi pelepasan tali pusat antara perawatan topikal ASI dan kasa steril sebagai gold standard WHO. Oleh karena perawatan tali pusat berperan mengurangi kejadian infeksi pada neonatus terutama tetanus dan sepsis serta meningitis sebagai akibat kelanjutan infeksi lokal terutama infeksi umbilikus, maka tujuan penelitian ini adalah membandingkan ada tidaknya beda lama pelepasan tali pusat antara perawatan topikal ASI dan kasa steril. Penelitian eksperimental dengan post test – randomized control group design ini dibagi menjadi dua kelompok. Perawatan topikal ASI sebagai kelompok 1 dan kasa steril sebagai kelompok 2 dioleskan pada tali pusat dua kali sehari, setiap pagi dan sore setelah bayi dimandikan sampai pelepasan tali pusat. Penelitian ini dilakukan di Sub Neonatologi RSI Sultan Agung. Dari 100 bayi baru lahir, di antaranya 38 bayi baru lahir adalah kelompok 1 dan 62 bayi baru lahir kelompok 2. Kedua kelompok diuji data normalitas dan diketahui bahwa p = 0,109 pada kelompok 1 topikal ASI dan p = 0,200 pada kelompok 2 kasa steril kemudian dilanjutkan uji independent t-tes (p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah ada beda lama pelepasan tali pusat secara signifikan antara perawatan topikal ASI 6,37 hari dan kasa steril 10,60 hari. Sehingga perawatan topikal ASI dapat digunakan sebagai alternatif perawatan tali pusat yang mudah, murah dan tidak melukai. Kata kunci: topikal ASI; kasa steril; perawatan tali pusat; bayi baru lahir; lama pelepasan tali pusat ABSTRAK Background: human milk is the best and most complete nutritional source for neonatal, but we did not find any study for evaluating umbilical cord separation time between topical application of human milk and sterile gauze wich gold standard of WHO, on umbilical cord yet. The purpose of this study was to compare umbilical cord separation time between topical application of human milk (group 1) and sterile gauze (group 2) on umbilical cord in newborn infants. This study was taken place at neonatology RSI Sultan Agung. Of 100 newborns, 38 newborns are group 1 and 62 newborns are group 2. Methods: newborns from birth were randomized. Topical application of human milk as group 1 and sterile gauze as group 2 were applied to umbilical cord twice a day, every morning and afternoon after took a bath until umbilical cord separation time.

silver sulfadiazine. melaporkan bahwa dari ketiga perawatan yang kecepatan pelepasan tali pusat paling cepat adalah perawatan tali pusat terbuka 7 hari. et al. dan kasa alkohol (Permanasari. Perawatan tali pusat dengan topikal ASI belum diteliti di Indonesia dan belum pernah dibandingkan dengan kasa steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kecepatan pelepasan tali pusat yang signifikan antara kelompok yang diberi topikal ASI. 2001. 2006). sterile gauze.. 2009). Penggunaan topikal ASI pada tali pusat sudah diterapkan di Kwazalu-Natal dan beberapa negara di Kenya serta sudah membudaya sebagai perawatan tali pusat di Turki. 2006) sementara Farahani. newborn. Dalam hal ini. et al. Anwar. perawatan tali pusat berperan mengurangi kejadian infeksi pada neonatus terutama tetanus dan sepsis serta meningitis sebagai akibat kelanjutan infeksi lokal terutama infeksi melalui umbilikus (Hidayati. umbilical cord separation time PENDAHULUAN Tali pusat adalah salah satu tempat penting untuk kolonisasi bakteri. 2008) serta perawatan tali pusat terbuka. Conclusion: topikal application of human milk could be substituted as alternative for umbilical cord care. Salah satu konsekuensi yang mungkin dari kolonisasi bakteri adalah infeksi (Ahmadpour. kemudian perawatan tali pusat dengan kasa kering 8 hari dan yang paling lama adalah perawatan tali pusat dengan . perawatan tali pusat yang umum dilakukan adalah menggunakan povidon-iodine 10% dan alkohol 70% (Hidayati. ethyl alcohol 96%.Results: it was observed a significant difference in the mean umbilical cord separation time among two groups. Sedangkan Permanasari dan Susyanto (2009) terhadap 48 bayi. kasa steril. dan kontrol (tanpa perlakuan) (Ahmadpour. (2008) melaporkan hasil kajian mikrobiologi perawatan tali pusat menggunakan ASI. Sejauh ini belum pernah dilakukan penelitian yang membandingkan kecepatan pelepasan tali pusat dengan perawatan topikal ASI dan kasa steril yang merupakan gold standard WHO. melaporkan bahwa tali pusat yang dirawat dengan alkohol 70% dan iodine-povidon 10% didapatkan waktu pelepasan yang lebih lama dibandingkan dengan menggunakan air dan kasa steril. Sukadi (2001) terhadap 103 bayi di RS Dr Hasan Sadikin Bandung.000).. Cord separation time in human milk was shorter than sterile gauze (p = 0. et al. Di Indonesia. umbilical cord care. Key words: human milk. 2001).

42 minggu. dari satu neonatus ke neonatus lainnya yang ditularkan melalui umbilikus. tali pusat lembab dan kotor. Topikal ASI dioleskan setiap pagi dan sore hari setelah bayi dimandikan. et al. efektif. Perawatan tali pusat adalah tindakan aseptik dini yang dilakukan untuk mencegah infeksi tali pusat. ada perbedaan yang signifikan dari kolonisasi kelompok penerapan topikal ASI dan kontrol (tanpa perlakuan). METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Post Test – Randomized Control Group Design. berat bayi lahir berkisar 2500 4000 gram dan orang tua bayi baru lahir bersedia menjadi responden. (2008) terhadap 118 bayi baru lahir di RS Omolbanin. Coli. Sampel penelitian adalah populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Mashhad. aureus. E. S. bayi yang sakit dan ada penyulit persalinan. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan lama pelepasan tali pusat antara perawatan topikal ASI dan kasa steril. Lama pelepasan tali pusat adalah waktu yang dibutuhkan sejak penanganan aseptik dini hingga tali pusat lepas dengan sendirinya. antara lain usia kandungan cukup bulan rentang 38 . Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perawatan tali pusat dengan variasi topikal ASI dan kasa steril. Kriteria Eksklusi di antaranya infeksi tali pusat. . Kriteria inklusi. Populasi penelitian ini yaitu bayi baru lahir di Sub Bagian Neonatologi / SMF IKA Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang pada bulan Juli . Selain itu. efisien. Farahani. mudah. Iran mendapatkan hasil organisme yang jumlahnya paling banyak saat dikultur adalah S.alkohol 10 hari. Klebsiella pneumoniae. praktis. Demikian juga kasa steril diikatkan longgar setiap pagi dan sore hari setelah bayi dimandikan.Desember 2011 sebanyak 100 bayi. dan sistematis. epidermis. Penelitian ini penting untuk dilakukan dan dikaji lebih dalam sehingga didapatkan manfaat penelitian sebagai alternatif metode perawatan tali pusat terbaru yang aman. Sedangkan variabel tergantungnya adalah lama pelepasan tali pusat. infeksi tali pusat ke daerah lain.

0.000 * 0.000 * Karakteristik P 0.37316 10 + 2.33333 6 + 2.09291 Kasa Steril 11 + 17.70711 6 + 1.200 pada kelompok II.109 pada kelompok I dan p = 0.30940 12 + 0.76400 11 + 2.83666 6 + 1.000 * 0.000 * 0.24264 10 + 2.13039 6 + 1.29099 7 + 0.88788 6 + 0.001 * .15744 11 + 2.57830 12 + 0.70711 11 + 3.22980 11 + 2.53493 11 + 2. HASIL PENELITIAN Tabel 1.53553 11 + 4.000 * 0. Karakteristik sampel dan rerata lama pelepasan tali pusat pada kedua kelompok (Mean + SD) Rerata Lama Pelepasan Tali Pusat (hari) Topikal ASI Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jenis Persalinan Normal SC Usia Kehamilan (minggu) 38 39 40 41 42 Usia Ibu (tahun) < 20 21 – 30 31 – 40 > 41 Berat bayi lahir (gram) 2500 – 3000 3100 – 3500 3600 – 4000 > 4100 Pendidikan Ibu Tdk sekolah SD SMP SMA Sarjana Pekerjaan Ibu Tdk bekerja 6 + 12.75309 6 + 1.32452 10 + 2.000 * 0.63632 6 + 0.000 ** 0.04066 11 + 2.51666 6 + 1.000 * 0.32288 6 + 1.51661 6 + 1.000 * 0.46982 6 + 1.73205 6 + 0.000 ** 0.075 * 0.44642 10 + 2.75593 6 + 2.50000 6 + 1.000 * 0.29129 10 + 3.000 * 0.16292 7 + 1.20212 7 + 1.87539 11 + 1.57367 11 + 2.000 * 0.91195 7 + 1.24264 11 + 3.185 * 0.04881 10 + 6.57923 11 + 2.70711 10 + 2.54662 11 + 2.98710 5 + 1.000 ** 0.71038 10 + 2.65868 7 + 1.05) maka dilanjutkan dengan uji t-test.06551 0.221 ** 0. Data diuji normalitas didapatkan p = 0.011 * 0. Keduanya berdistribusi normal (p > 0.Data ditampilkan menggunakan Microsoft Excel dan diolah secara komputerisasi menggunakan SPSS versi 15.000 * 0.010 * 0.

maka data diuji dengan uji t-test. Karena kedua kelompok data berdistribusi normal.Karakteristik Bekerja * t-test ** Mann Whitney Rerata Lama Pelepasan Tali Pusat (hari) Topikal ASI 6 + 1. Sedangkan karakteristik sampel (Tabel 1.05) sehingga sebaran data adalah normal.05) sehingga sebaran data adalah normal.22226 P 0.05) sehingga dapat disimpulkan ada beda lama pelepasan tali pusat secara signifikan antara perawatan dengan topical ASI dan kasa steril.505 P 0.000 * PEMBAHASAN . Hasil uji t-test didapatkan p = 0. baik yang tidak bekerja maupun bekerja didapatkan ada beda lama pelepasan secara signifikan antara perawatan topikal ASI dan kasa steril.37 hari sedangkan rerata pelepasan tali pusat dengan perawatan kasa steril adalah 10. Rerata pelepasan tali pusat dengan perawatan topikal ASI adalah 6.60 + 2. berat bayi lahir dari 2500 sampai >4000 gram. Perbandingan SD) Kelompok Topikal ASI Kasa Steril * t-test Berdasarkan uji normalitas didapatkan probability masing-masing kelompok sbb: Kelompok I. rerata lama pelepasan tali pusat pada kedua kelompok (Mean + n 38 62 Lama Pelepasan (hari) 6. jenis persalinan normal per vaginam dan sectio cesaria. p = 0. p = 0.70410 Kasa Steril 10 + 2. pendidikan ibu setara SD.109 (>0. Tabel 2.000 * Berdasarkan karakteristik sampel (Tabel 1.) jenis kelamin laki-laki dan perempuan.000 (<0.37 + 1.200 (>0.584 10. dan SMA serta pekerjaan ibu. SMP. usia ibu <21 tahun dan pendidikan ibu yang tidak sekolah didapatkan hasil tidak ada beda yang signifikan pada lama pelepasan tali pusat antara perawatan topikal ASI dan kasa steril.) usia kehamilan 41 minggu.6 hari. Kelompok II.

aureus. yakni terdapat perbedaan lama pelepasan tali pusat antara perawatan topikal ASI dan kasa steril. baik jenis kelamin. berat bayi lahir dan pekerjaan ibu secara signifikan membedakan lama pelepasan tali pusat antara perawatan topikal ASI dan kasa steril. et al. Penelitian ini mendukung hasil penelitian Ahmadpour.05 mempercepat pelepasan tali pusat dan tidak ada komplikasi infeksi tali pusat yang signifikan di antara kelompok alkohol 7 hari. p = 0. Sedangkan S.Berdasarkan hasil uji statistik dapat dikatakan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima. Klebsiella pneumoniae (p = 0.012). Faktor lain yang mempengaruhi pelepasan tali pusat adalah agen yang normal pada sekitar umbilicus yang mempercepat pelepasan tali pusat ketika dirawat dengan topikal ASI. (2006) bahwa kelompok ASI signifikan p < 0. Pelepasan tali pusat merupakan proses yang komplek. pendidikan ibu. Sedangkan dalam penelitian ini. Sependapat dengan Subiastutik (2011) bahwa perawatan tali pusat pusat menggunakan topikal ASI (p < 0. p = 0. Di mana ada keikutsertaan infiltrat leukosit polymorfonuclear dan enzim proteolitik yang mempengaruhi proses pelepasan dan pengeringan tali pusat. silver sulfadiazine 9 hari dan tidak diberi perlakuan apapun 11 hari.016). (2008) bahwa tidak ada beda signifikan antara kedua kelompok pada karakteristik jenis kelamin bayi lahir. Menurut penelitian Farahani.009. usia ibu. Pelepasan tali pusat menggunakan perawatan topikal ASI lebih cepat dan terbukti menurunkan kolonisasi bakteri dibandingkan kontrol (p = 0. usia kehamilan dan berat bayi lahir (P > 0.023. et al. Didukung oleh penelitian Farahani.05) mengandung anti infeksi dan anti inflamasi dapat mempercepat waktu lepas tali pusat dan mencegah infeksi pada periode neonatal.05). jenis persalinan. coli. pendidikan ibu. epidermidis merupakan normal flora kulit yang signifikan pada kelompok topikal ASI. E. . jenis persalinan. et al. (2008) bahwa rerata kolonisasi yang signifikan pada kedua kelompok dengan organisme patogen seperti S. Hal ini dikarenakan ASI memiliki banyak agen imunologi dan anti infeksi yang mana pada dekade lalu diteliti bahwa ASI adalah agen potensial immunocompetent yang kaya akan jenis produk pemproteksi imun pada bayi.

Meskipun demikian.6 .ir/en/VEWSSID/J_pdf/86920060106.37 hari dan kasa steril 10. A..60 hari. Zahedpasha.Effect Of Topical Application Of Breastmilk And Dry Cord Care On Bacterial Colonization. Tafazzoli. Selain itu. Journal of Chinese Clinical Medicine volume 3 No.pdf.. 33-38 Dalam http://www. 2.. The Effect Of Topical Application Of Human Milk. Hajian.. antara lain tidak semua ibu yang melahirkan. Volume 9 No. G. Talebian. M. berdasarkan ketentuan yang berlaku menyebutkan bahwa dalam penelitian eksperimental adalah 30 sampel per kelompok.1. Ethyl Alcohol 96%. H. Lama pelepasan tali pusat antara yang dirawat dengan topikal ASI lebih cepat daripada kasa steril. Perlu penelitian lebih lanjut pada BBLR karena rentan mendapatkan perawatan khusus sehingga dapat diketahui ada tidaknya beda lama pelepasan tali pusat dengan berat bayi lahir normal. KESIMPULAN Ada perbedaan lama pelepasan tali pusat antara perawatan topikal ASI dan kasa steril.sid. DAFTAR PUSTAKA Ahmadpour. L.. Dikutip tanggal 2 Juni 2011 (Jurnal) Farahani. And Silver Sulfadiazine On Umbilical Cord Separation Time In Newborn Infants. Sehingga sampel penelitian ini sudah mewakili sekalipun masih di bawah jumlah sampel yang dibutuhkan. Y. Ghazvini. M.Keterbatasan dalam penelitian ini. Esmaeli.. Arch Iranian Med. H. Rata-rata lama pelepasan tali pusat dengan perawatan topikal ASI 6. SARAN 1. spontan mengeluarkan ASI sehingga sebaran data antara kelompok I dan II tidak sama. Perlu penambahan sampel lebih banyak dengan rentang waktu penelitian cukup lama agar sebaran data antara kelompok I dan II sama sesuai jumlah sampel yang ditentukan.. K.. 2008.. penelitian ini hanya terbatas pada bayi berat badan lahir normal dengan tidak ada kelainan pada ibu dan bayinya sehingga perlu diteliti lebih lanjut pada bayi BBLR. K. Javadi..A. Sampel yang diambil dalam penelitian ini masih di bawah dari jumlah sampel yang ditentukan sebelumnya karena dibutuhkan waktu cukup lama 1-2 minggu per sampel untuk merawat tali pusat hingga lepas dengan sendirinya. 2006. Mohammadzadeh.

T.ugm.id/index. Efektifitas Pemberian Topikal Asi Terhadap Kecepatan Waktu Lepas Tali Pusat Dibanding dengan Perawatan Kering. Air Steril Dan Kasa Steril. T. Pengaruh Perawatan Tali Pusat Dengan Povidon-Iodine 10% Terhadap Terjadinya Hipotiroidisme.Dalam http://old. Iodin-Povidon 10 Persen. Susanto. 85-91 (Jurnal) .. B.. Yogyakarta. N.id/gdl. 2.net/journal/articleInfo/id/253?PHPSESSID=e01616d9c1f6a415ceb37797 92409435.cjmed. Subiastutik.ac.ac. Susyanto. Dalamhttp://digilib. D. N. 2011... Pengaruh Kolonisasi Bakteri Terhadap Waktu Pelepasan Tali Pusat Yang Dirawat Dengan Menggunakan Alkohol 70 Persen. Sukadi. Semarang. Bandung: Majalah Kedokteran Bandung Volume 33 No. 2. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. 4-7 (Tesis) Permanasari.php?mod=browse&op=read&id=yoptumyfkpp-gdldiankartik-58... 2001.E. Dalam http://etd.umy. Perbedaan Lama Pelepasan Tali Pusat Antara Perawatan Tertutup Dengan Dibiarkan Terbuka.php?mod=penelitian_detail&sub=PenelitianDetail&act=view& typ=html&buku_id=51239&obyek_id=4. Dikutip tanggal 9 April 2011 (Jurnal). 2009.. Oembaran. 2001. Dikutip tanggal 24 Januari 2012 (Abstrak Tesis).fk. Universitas Gajah Mada. Universitas Diponegoro. A.. Dikutip tanggal 2 Juni 2011 (Jurnal) Hidayati.K. E. Yuniati.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful