Anda di halaman 1dari 10

Ralat Statistika dari Pengukuran Tunggal

Tujuan Menghitung nilai cacah untuk pengukuran berulang yang bervariasi dan menghitung deviasi presentase sebuah pengukuran tunggal dari nilai rata-rata

Dasar Teori

Ralat adalah perbedaan antara hasil ukur dan nilai yang sebenarnya. Karena kita tidak tahu nilai (besaran) yang sebenarnya, maka kita juga tidak tahu besar dari ralat ukur dengan pasti. Untuk mengetahui berapa besar ketidakpastian dari hasil ukur, maka kita harus memperkirakan besar ralat ukur. Ketidakpastian hasil ukur (ralat ukur) menunjukkan berapa besar perbedaan antara hasil ukur dan nilai yang sebenarnya bisa terjadi. Misalnya terdapat hasil ukur untuk panjang l sebesar l = 3,452967 m. Dengan kata lain, untuk setiap pengukuran selain hasil ukur juga ralat dari hasil ukur harus ditentukan. Menentukan ralat dari hasil ukur disebut membuat perkiraan ralat. Seperti diketahui radiasi yang dipancarkan oleh suatu zat radioaktif bersifat acak atau random. Hal ini karena tidak diketahui bagian atom mana yang akan memancarkan radiasi berikutnya setelah pancaran radiasi yang pertama. Oleh karena pancaran radiasi bersifat acak maka cacah radiasi yang diterima oleh detektor hasilnya tidak tetap bila dilakukan dalam waktu yang berbeda. Apabila pencacahan radiasi dilakukan secara berulang-ulang terhadap suatu sumber radiasi tertentu maka hasil pencacahan radiasi merupakan hasil rata-rata pencacahan yang diperoleh secara statistik. Kumpulan data hasil pencacahan suatu sumber radiasi sudah barang tentu akan berbeda antara satu pencacahan dengan pencacahan yang lain, walaupun pencacahan dilakukan terhadap sumber yang sama. Perbedaan pencacahan tidak berbeda jauh dari hasil rata-rata seluruh pencacahan. Dalam menghadapi persoalan pencacahan radiasi ini maka perlu diketahui adanya suatu ralat atau

error terhadap suatu hasil pencacahan. Dalam hal ini dikenal pengertian ralat dari suatu pengukuran (pencacahan) radiasi, yaitu: a. Ralat sistematis,yaitu suatu kesalahan yang hasilnya sama untuk semua nilai pengukuran. Contoh ralat sistematis adalah ralat kalibrasi. b. Ralat tak sah (Illegetimate), yaitu kesalahan yang diperoleh di luar pengamatan atau di luar eksperimen. Contoh timbulnya kesalahan sewaktu melakukan perhitungan suatu analisis data. c. Ralat acak (random), yaitu kesalahan yang nilai kesalahannya dapat diduga sebelumnya. Contoh ralat ini adalah ralat pembacaan karena adanya data yang berfluktuasi seperti yang terjadi pada pencacahan sumber radiasi. Dari ketiga macam ralattersebut di atas, hanya ralat acak atau random error yang dipakai dalam statistik pencacahan. Besaran statistik Pemakaian besaran statistik diperlukan untuk mengetahui sifat data hasil pengukuran sehingga diperoleh kesimpulan pengamatan yang meyakinkan. Besaran statistik yang perlu diketahui antara lain sebagai berikut Harga rata-rata = N Adalah nilai tunggal yang dapat mewakili semua nilai pengamatan. Harga ratarata adalah nilai yang mendekati nilai yangsesungguhnya. Menghitung

X= jumlah pengukuran (pengamatan)

Alat dan Bahan: 1. 1 unit counter GM 2. Pengeras suara 3. Counter berjendela tipis 4. Panel percobaan RAD 5. Model preparasi 6. Penjepit tabung counter 7. Radioaktif Cara Kerja:

1. Merangkai rangkaian percobaan a. Set alat b. Geser tutup pelindung counter c. Penggunaan counter hentikan= stop, lalu reset sehingga nol Pengukuran = start Mengakhiri = stop

Data Hasil Percobaan: R = 5cm Cacah latar 10s = 1 cacah/10s Cacah latar 60s = 27 cpm Cacah latar 100s = 44 cacah/100s Pengukuran No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 N N N1 (10s) 71 60 89 90 68 90 76 63 62 77 736 74 9 N2 (60s) 364 435 433 464 415 416 400 447 442 461 4007 401 20 N3 (100s) 723 733 766 711 765 773 773 696 752 761 7013 701 27

Analisa Data: Cacah N 74 401 701 N 9 20 27 N+N 82 421 728 N-N 65 381 675

Cacah

N-N 65 Presentase: Ada 4 data

N+N 82

N-2N 56 Presentase: Ada 10 data

N+2N 92

N-3N 47 Presentase: Ada 10 data

N+3N 101

381 Presentase: Ada 3 data

421

361 Presentase: Ada 6 data

441

340 Presentase: Ada 9 data

461

675 Presentase: Ada 3 data

728

647 Presentase: Ada 5 data

755

620 Presentase: Ada 10 data

782

Berdasarkan teori, dari hasil perhitungan probabilitas diketahui bahwa untuk kejadian random: a. 68,3% harga-harga pengukuran berada di dalam interval N+-N b. 95,4% harga-harga pengukuran berada di dalam interval N+-2N , dan c. 99,7% harga-harga pengukuran berada di dalam interval N+-3N

Pembahasan Percobaan Ralat Statistik dari Pengukuran Tunggal ini dilakukan, bertujuan u tuk menghitung nilai cacah untuk pengukuran berulang yang bervariasi dan menghitung deviasi presentase sebuah pengukuran tunggal dari nilai rata-rata. Dilakukan pencacahan berulang kali dengan mnggunakan sumber radiasi yang sama, dan didapatkan variasi cacahan walaupun waktu pencacahan sama. ini disebabkan karena besaran yang di ukur ini bersifat fluktuatif. Akan tetapi perbedaan/variasi cacahan tersebut masih dalam batas yang wajar, artinya perbedaan antara cacahan satu dengan yang lain tidak lebar. Setelah dilakukan perhitungan, dan dicocokkan dengan teori yang ada bahwa 68,3% harga-harga pengukuran berada di dalam interval N+-N, 95,4% hargaharga pengukuran berada di dalam interval N+-2N, 99,7% harga-harga pengukuran berada di dalam interval N+-3N, ternyata hasil percobaan tidak sama persis dengan teori. Masih ada beberapa yang tidak sesuai ( lihat analisis perhitungan). Hal paling logis yang bisa di munculkan dari ketidak sesuaian percobaan kali ini dengan teori adalah tentu kurangnya jumlah data. Dalam percobaan kali ini kita hanya mengambil 10 data untuk setiap variasi waktu pencacahan (10 s, 60 s, 100 s). Memang tidak ada batasan minimal, akan tetapi dengan semakin banyak data yang diperoleh, maka hasil yang diperoleh tentunya akan semakin mendekati teori tersebut diatas, dan rasanya kalau hanya 10 data itu kurang dan hasilnya kurang maksimal, alaupun beberapa sudah memenuhi teori yang ada