Anda di halaman 1dari 11

AMERIKA SERIKAT DALAM PERANG IRAK

Muhamad Ridi Pradana 102045141 Universitas Mulawarman

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat dan HidayahNya, serta telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyelesaikan makalah yang berjudul Amerika Serikat Dalam Perang Irak. Tujuan saya membuat makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah invasi Amerika Serikat di Irak dengan menyajikan laporan-laporan perihal peristiwa yang saya nilai penting yang terjadi dalam invasi ke Irak oleh Amerika Serikat di bulan Maret-April 2003. Dalam makalah ini terdapat beberapa bab yang terdiri dari pendahuluan, pembahasan dan penutup yang seluruhnya saya rangkum dari informasi-informasi di media cetak maupun internet. Saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya dalam penulisan makalah ini. Semoga dengan adanya makalah ini dapat memudahkan kita untuk lebih mengerti tentang pentingnya mengetahui sejarah dalam mata kuliah Amerika Serikat. Namun, saya menyadari kemungkinan adanya kekurangan atau kesalahan dari makalah ini. Oleh karena itu, saya berharap agar pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun bagi pembelajaran ke depan. Demikian pengantar dari saya, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Samarinda, Maret 2012

Penulis

Amerika Serikat Dalam Perang Irak

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................... 1 DAFTAR ISI ......................................................................................................... 2 BAB I Pendahuluan .......................................................................................... 3 BAB II Pembahasan .......................................................................................... 4 1. Awal Perang .................................................................................... 4 1.1. Protes Terhadap Invasi ............................................................. 4 1.2. Persiapan Perang ....................................................................... 6 2. Kronologi Serangan ......................................................................... 6 3. Kondisi Pasca-Perang ...................................................................... 7 BAB III Penutup ............................................................................................... 9 Kesimpulan .......................................................................................... 9 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 10

Amerika Serikat Dalam Perang Irak

BAB I Pendahuluan

Power Amerika Serikat yang mendunia merupakan hal yang begitu dimanfaatkan oleh pemerintahannya. Tidak terkecuali dalam hubungan luar negerinya, berbagai pencapaian telah dilakukan oleh AS dalam tujuannya memenuhi kepentingan domestiknya. Keaktifannya dalam berbagai organisasi internasional juga tidak diragukan lagi. Kepentingan nasionalnya akan terus dikejar dengan power yang AS miliki melalui organisasi-organisasi tersebut. Sistem Pemerintahan AS begitu solid dan nyaris sempurna jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Perannya dalam pemerintahan dunia juga sangat besar. Salah satu prilaku AS yang bisa kita ingat hingga kini adalah invasinya ke Irak atau yang disebut dengan Operation Iraqi Freedom (Operasi Pembebasan Irak). Perang yang menjadi pameran kecanggihan teknologi militer Amerika ini begitu menyita perhatian dunia. RRC yang mempunyai persoalan mengenai Taiwan dan Korea Utara berpendapat bahwa AS semakin menjadi arogan dan sewenang-wenang. Bisa mengambil tindakan militer kapan saja tanpa meminta persetujuan dunia internasional. Perang ini untuk membebaskan rakyat Irak dari penindasan rezim Saddam Hussein dan Partai Baath-nya yang brutal dan doyan melanggar hak asasi manusia, begitulah pernyataan tokoh-tokoh koalisi Amerika Serikat dan Inggris, mulai dari pemimpin politik, hingga kolonel yang menangani operasional lapangan pasukan penyerbu. Makalah ini akan menyajikan informasi singkat tentang peristiwa besar semasa perang di Irak, terutama peran AS di dalamnya. Tujuan saya membuat makalah ini adalah agar kita dapat lebih mengetahui dengan membuka wawasan kita kepada sejarah yang terjadi selama perang di Irak ini.

Amerika Serikat Dalam Perang Irak

BAB II Pembahasan

1. Awal Perang
Perang di Irak dimulai secara resmi pada tanggal 19 Maret 2003. Okupasi yang kemudian dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat dan Britania Raya mengakibatkan berlanjutnya peperangan antara para pemberontak dengan pasukan koalisi. Secara resmi, tujuan yang ingin dicapai AS dalam perang ini adalah untuk melucuti senjata pemusnah masal Irak, mengakhiri dukungan Saddam Hussein kepada terorisme dan memerdekakan rakyat Irak. Sebagai persiapan, pada 18 Februari 100.000 tentara AS dikirim ke Kuwait. Amerika Serikat menyediakan mayoritas pasukan untuk invasi ini, dengan dukungan dari pasukan koalisi yang terdiri dari lebih dari 20 negara dan suku Kurdi di utara Irak. Invasi Irak 2003 inilah yang menjadi pembuka Perang Irak. 1.1. Protes Terhadap Invasi Pada bulan Oktober 2002 mantan Presiden AS Bill Clinton memperingatkan tentang kemungkinan bahaya dari tindakan pencegahan militer terhadap Irak. Pada konferensi Partai Buruh di Inngris, ia berkata: "As a preemptive action today, however well-justified, may come back with unwelcome consequences in the future. I don't care how precise your bombs and your weapons are, when you set them off, innocent people will die." Pada tanggal 20 Januari 2003, Menteri Luar Negeri Perancis Dominique de Villepin menyatakan "we believe that military intervention would be the worst solution." Sementara itu kelompok anti perang di seluruh dunia melakukan protes di ruang publik. Menurut akademik

Amerika Serikat Dalam Perang Irak

Perancis Dominique Reyni , antara 3 Januari dan 12 April 2003, sekitar 36 juta orang dalam hampir 3.000 aksi demonstrasi di seluruh dunia mengambil tindakan protes terhadap perang di Irak. Demonstrasi pada tanggal 15 Februari 2003 merupakan yang terbesar dan paling produktif. Pada Februari 2003, jenderal angkatan darat AS, Eric Shinseki mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat bahwa akan memerlukan ratusan ribu prajurit untuk mengamankan Irak. Pada Maret 2003, Hans Blix melaporkan bahwa tidak ada bukti kegiatan terlarang sejauh ini yang telah ditemukan di Irak, hal itu merupakan kemajuan yang didapat dari inspeksi yang akan terus dilanjutkan. Ia memperkirakan sisa waktu untuk pelucutan senjata yang diverifikasi melalui inspeksi akan memakan waktu berbulan-bulan lamanya. Namun pemerintah AS mengumumkan bahwa diplomasi telah gagal dan akan ditindak lanjuti dengan membentuk koalisi sekutu negara bernama "coalition of the willing" untuk membersihkan Irak dari dugaan terorisme. Pada tanggal 16 September 2004, Kofi Annan , Sekretaris Jenderal PBB mengatakan, "I have indicated it was not in conformity with the UN Charter. From our point of view, from the Charter point of view, it was illegal." Pada bulan November 2008, Lord Bingham mengatakan bahwa perang tersebut merupakan sebuah pelanggaran serius terhadap peraturan internasional dan menilai AS dan Inggris main hakim sendiri. Dia juga mengkritik catatan pasca-invasi Inggris sebagai "an occupying power in Iraq".

Amerika Serikat Dalam Perang Irak

1.2. Persiapan Perang Seluruh operasi militer di Irak dipegang oleh Komando Wilayah Tengah AS yang dipimpin oleh Jenderal Tommy Franks, seorang veteran Perang Vietnam. Di bawahnya ada deputi komponen darat, laut dan udara. Jauh sebelum tembakan pertama perang, pasukan khusus AS, Australia dan Inggris sudah terjun di gurun Irak Barat. Mereka menutup peluang Irak meluncurkan rudal-rudal Scud dan mengacaukan jalur suplai Irak-Suriah. Di Irak utara, pihak AS juga menginvasi Mosul dan Kirkuk. Kekuatan laut dan darat koalisi AS begitu dominan jika dibandingkan dengan pertahanan Irak. Pasca-invasi ke Kuwait, militer Irak melemah dan persenjataannya mulai berkurang. Unit-unit peang Irak pun menjadi kacau. Namun kemudian rezim Saddam merekrut milisi, kebanyakan dari loyalis fanatik Partai Baath dan ditambah dengan ribuan sukarelawan asing dari seluruh penjuru jazirah Arab yang datang ke Irak guna memperkuat pertahanan Saddam.

2. Kronologi Serangan
Tim invasi Badan Intelijen Pusat memasuki Irak pertama kali pada tanggal 10 Juli 2002. Tim ini terdiri dari anggota Divisi Kegiatan Khusus dari CIA yang kemudian bergabung dengan anggota elit militer AS Komando Operasi Khusus Gabungan (JSOC). Upaya awalnya dilakukan dengan membujuk para komandan divisi militer Irak menyerah dan bukan menentang invasi serta untuk mengidentifikasi semua sasaran kepemimpinan awal selama misi pengintaian dengan resiko yang sangat tinggi. Pada tanggal 20 Maret 2003 pukul 05.34 waktu Baghdad, invasi militer ke Irak dimulai. Serangan koalisi datang dari berbagai arah menggempur pertahanan Irak. Diharapkan akan terjadi overload dan hang dalam sistem organisasi politik dan militer Irak yang sangat sentralistis. Berbeda dengan PD II, pengerahan

Amerika Serikat Dalam Perang Irak

pasukan dalam invasi ke Irak tidak bertujuan menguasai wilayah tetapi hanya lewat, memantau dan mengendalikan saja. Tujuan menyatakan invasi yaitu mengakhiri rezim Hussein, memusnahkan senjata pemusnah massal apa pun yang dapat ditemukan, mengeliminasi semua Militan Islam yang dapat ditemukan, mendapatkan intelijen pada jaringan militan, mendistribusikan bantuan kemanusiaan, mengamankan infrastruktur minyak bumi Irak dan membantu menciptakan representatif pemerintah sesuai dengan model lain pemerintahan negara Timur Tengah. Dengan keunggulan pengintaian dan sistem informasi, pasukan darat koalisi punya waktu yang memadai dalam merespon ancaman apa pun dari Irak. Pasukan Irak menjadi tidak mampu mengimbangi cepatnya tempo operasi darat Koalisi. Pada tanggal 9 April Baghdad jatuh, mengakhiri 24 tahun pemerintahan Presiden Hussein. Pasukan AS menguasai Partai kementerian Baath yang terbengkalai serta menghancurkan patung Hussein yang terbuat dari besi serta foto dan video yang menjadi simbol pemerintahannya, meskipun kemudian hal ini menjadi kontroversial. Pada November 2008, demonstran Irak menggelar demonstrasi dengan meninjak-injak poster dan membakar patung George W. Bush. Pada fase invasi perang (19 Maret-30 April), 9.200 pejuang Irak tewas bersama dengan 7.299 warga sipil, terutama oleh angkatan udara dan angkatan darat AS. Sedangkan korban dari pasukan koalisi dilaporkan sejumlah 139 jiwa dari pihak personel militer AS 33 jiwa dri pihak militer Inggris.

3. Kondisi Pasca-Perang
Pada tanggal 1 Mei 2003, Presiden Bush menyatakan kemenangan AS dalam pidatonya yang terkenal dengan judul Mission Accomplished. Walau begitu, pemberontakan di Irak terus terjadi. Invasi Irak menyebabkan penangkapan Presiden Hussein yang kemudian diadili di pengadilan Irak.

Amerika Serikat Dalam Perang Irak

Setelah menarik mundur pasukannya pada Rabu, 14 Desember 2011, AS secara resmi mengakhiri perang pada Kamis, 15 Desember 2011. Penarikan pasukan Amerika itu ditandai dengan upacara penurunan bendera. Menteri Pertahanan Amerika, Leon Panetta, mengatakan kebebasan yang diraih bangsa Irak sesuai dengan pengorbanan Amerika Serikat. "Harga dan darah yang harus dibayar untuk berperang sangatlah mahal, tapi itu semua tidaklah sia-sia," kata Panetta. Senada dengan Panetta, Ketua Gabungan Staff Angkatan Darat Amerika, Jenderal Martin Dempsey, mengatakan Amerika Serikat mendapatkan hasil yang senilai. Panetta bergabung dengan para diplomat AS di Bandar Udara Internasional Baghdad dalam upacara penurunan bendera. Ia mendeklarasikan berakhirnya perang Irak dan menyebut kebebasan dan kedaulatan adalah sepenuhnya milik Irak. Panetta juga berterima kasih kepada 1 juta tentara AS yang bertugas di Irak sejak invasi pada 20 Maret 2003. Invasi dilakukan dengan dalih menjatuhkan rezim Saddam Hussein dan menghilangkan senjata pemusnah massal. Namun belakangan diketahui senjata-senjata tersebut tidak pernah ada. Senator John McCain dan R-Ariz mengingatkan Gedung Putih harus berusaha lebih keras lagi untuk memastikan tidak ada kekerasan antarkelompok sektarian di Irak setelah AS hengkang dari negeri itu. Setelah pertemuannya dengan Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki, Presiden AS saat ini, Barack Obama mengatakan akan terus memberikan bantuan ekonomi dan militer ke Irak.

Amerika Serikat Dalam Perang Irak

BAB III Penutup

Kesimpulan
Invasi Irak 2003 dengan kode "Operasi Pembebasan Irak" secara resmi mulai pada tanggal 19 Maret 2003. Tujuan resmi yang ditetapkan Amerika Serikat adalah untuk melucuti senjata pemusnah masal Irak, mengakhiri dukungan Saddam Hussein kepada terorisme, dan memerdekakan rakyat Irak. Kekuatan AS ditambah dengan koalisinya adalah lebih dari cukup untuk menggempur pertahanan Irak yang terbilang lemah dan kurang siap menghadapi serangan eksternal. Kita bisa mengatakan bahwa tujuan AS dalam invasinya ke Irak yang telah disebutkan (mengatasi terorisme, pengembangan senjata nuklir dan lain-lain) hanyalah sebagai kedok untuk menutupi kepentingannya yang sebenarnya yaitu menguasai wilayah dan perekonomiannya serta sumber daya minyaknya. Hal itu wajar jika dikaitkan dengan kekuatan AS yang besar seiring dengan kepentingannya yang terus bertambah.

Amerika Serikat Dalam Perang Irak

DAFTAR PUSTAKA

Iqbal, Akhmad. 2010. Perang-Perang Paling Berpengaruh Di Dunia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher Irawan, Ibra. 2007. Perang Irak: Kisah Pertempuran Garda Republik Melawan Agresi Militer Amerika Serikat. Jakarta: Penerbit Narasi Setia, Pandu. 2007. Amerika Mengobarkan Perang. Jakarta: Mediakita

Referensi dari internet: http://www.iraq-war.ru/ http://www.tempo.co/read/news/2011/12/16/115372102/Amerika-Secara-ResmiAkhiri-Perang-Irak

10

Amerika Serikat Dalam Perang Irak