Anda di halaman 1dari 2

Bakteri Pasteuria penetrans sebagai nakan saringan berukuran 20 (625

mesh). Untuk mengetahui ada ti-


Agen Pengendali Penyakit Kuning daknya spora bakteri tersebut dila-
kukan pengamatan dengan mikros-
pada Tanaman Lada kop.
Untuk keperluan yang lebih be-
sar misalnya penelitian di lapang,
Bakteri Pasteuria penetrans sangat potensial untuk dikembangkan P. penetrans diperbanyak di lapang.
sebagai salah satu komponen pengendalian nematoda pada tanaman Untuk itu diperlukan tanaman to-
lada. Pengendalian hayati ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan mat sekitar 0,25 ha. Pemeliharaan
pestisida kimia (nematisida) yang berdampak negatif terhadap tanaman seperti pemupukan, pe-
lingkungan. nyiangan, dan penyemprotan de-
ngan pestisida, dilakukan mengikuti

P enyakit kuning merupakan


salah satu kendala produksi la-
da di Bangka-Belitung dan Kaliman-
petani di Bangka membuktikan bahwa
bakteri tersebut mampu menekan
populasi nematoda dan perkembangan
cara yang umum dilakukan oleh pe-
tani tomat setempat. Pada saat ta-
naman berumur 1 bulan, dilakukan
tan. Penyakit tersebut disebabkan oleh penyakit kuning serta meningkatkan inokulasi dengan spora bakteri P.
nematoda parasit terutama produktivitas tanaman lada yang penetrans. Sebagai inokulum di-
Radopholus similis dan Meloidogyne terserang ne-matoda. Kombinasi gunakan tepung akar tomat yang
incognita. Akibat serangan nema-toda penggunaan P. penetrans dengan sudah mengandung spora dan di-
tersebut, pertumbuhan ta-naman kapur pertanian memberikan hasil yang kemas dalam kapsul atau dalam
menjadi terhambat serta warna daun terbaik (Ta-bel 1). bentuk pelet. Tomat dipanen secara
dan dahan menjadi ku-ning. Daun- bertahap, sedangkan akarnya di-
daun yang menguning tidak menjadi ambil setelah buah dipanen semua-
layu, tetapi tergan-tung kaku dan Perbanyakan P. penetrans nya. Tanaman dipotong pada bagian
sangat rapuh se-hingga secara pangkal batang kemudian akar di-
bertahap akan gugur. Untuk Bakteri P. penetrans merupakan jemur kurang lebih 3 hari, kemudian
mengendalikan penyakit ku-ning, para parasit obligat; perkembangbiak- dikeringkan lebih lanjut dengan
petani lada biasanya menggunakan annya hanya dapat terjadi dalam menggunakan oven pada suhu
bahan kimia. Na-mun, penggunaan inang hidup yaitu nematoda. Oleh 50oC selama 2 jam. Setelah kering,
bahan kimia se-cara terus menerus karena itu, sampai saat ini P. akar dibuat tepung dengan meng-
dapat men-cemari lingkungan, penetrans belum dapat dibiakkan gunakan blender atau grinder. Te-
menimbulkan resurjensi dan resistensi secara in vitro dengan mengguna- pung akar kemudian disaring (de-
nematoda serta terbunuhnya musuh- kan media buatan. Untuk keperluan ngan ayakan 200 mesh), untuk se-
musuh alami yang mempunyai peranan skala kecil, misalnya penelitian di lanjutnya dibuat formulasi kapsul,
da-lam menjaga keseimbangan hayati. laboratorium atau rumah kaca, per- pelet, tablet atau kompos sesuai
Nematoda parasit dapat diken- banyakan P. penetrans dapat dila- kebutuhan. Dari 0,25 ha tanaman
dalikan dengan menggunakan agen kukan secara in vivo dengan meng- tomat dapat dibuat 16.000 kapsul
hayati yang merupakan musuh gunakan tanaman tomat di rumah berisi tepung akar yang mengan-
alaminya, misalnya bakteri Pasteu- kaca. Tanaman tomat diinokulasi dung 2,5 x 106 spora P. penetrans
ria penetrans. Bakteri ini tersebar dengan nematoda terinfeksi P. pe- tiap kapsul.
luas di berbagai daerah serta da- netrans. Setelah tiga bulan tanam-
pat bertahan hidup lama di dalam an dibongkar dan akarnya dikering-
tanah karena mampu membentuk kan, kemudian dibuat tepung dan Formulasi P. penetrans
spora yang tahan terhadap keke- dikemas dalam bentuk kapsul. Ta-
ringan dan input pertanian. Dila- nahnya juga dapat digunakan se- Tiga macam formula bakteri P. pe-
porkan bahwa P. penetrans mam- bagai media inokulum selanjutnya. netrans yang telah dikembangkan
pu menekan populasi M. incognita Modifikasi dari cara perbanyak- adalah dalam bentuk kapsul, pelet,
pada tanaman tembakau, kacang an tersebut adalah dengan menggu- dan kompos. Untuk formulasi kap-
tanah, dan tomat. nakan tanaman lain yang diketahui sul, tepung akar tomat yang sudah
Balai Penelitian Tanaman Rem- sebagai tanaman inang nematoda dikeringkan dan disaring dengan
pah dan Obat telah membuat tiga seperti jahe dan nilam. Tanaman cara tersebut di atas, dimasukkan
macam formula P. penetrans yaitu tersebut diinokulasi dengan nema- ke dalam kapsul. Setiap kapsul
formula kapsul, pelet, dan kompos. toda terinfeksi P. penetrans. Setelah berisi 0,25 g tepung akar.
Ketiga formula tersebut telah diuji dibongkar, akarnya tidak dikering- Untuk pembuatan formulasi pe-
di laboratorium, rumah kaca mau- kan, tetapi direndam dalam larutan let, diperlukan bahan pembawa be-
pun di lapang. Hasil pengujian la- kloroks 2% selama 10 menit dan rupa dedak, tepung tapioka, dan te-
pang selama 2 tahun di kebun lada suspensi disaring dengan menggu- pung terigu. Tepung tapioka dan te-

1
Tabel 1. Hasil lada dengan menggunakan tiga cara pengendalian penyakit kuning.

Populasi Penyakit Hasil (lada kering)


Teknologi nematoda/ kuning (t/ha)
50 g tanah (%)
1999 2000
Pasteuria penetrans + kaptan 38 33,33 2,78 2,96
P. penetrans + pupuk kandang 77 36,66 1,97 2,15
Karbofuran 34 46,66 1,02 1,30
Tanpa pengendalian 389 77,00 0,71 0,63
(cara petani)

pung terigu disaring dengan saringan akar tomat yang sudah mengan-dung
200 mesh. Tepung tapioka dimasukkan spora P. penetrans masing-masing
ke dalam air panas (80oC) dan diaduk dengan perbandingan 2:1:0,25:1 (w/w)
sampai merata. Bahan-bahan lainnya (Ika Mustika).
dimasukkan satu demi satu sambil Untuk informasi lebih lanjut
diremas-remas sampai merata. Adonan hubungi:
yang sudah tercampur merata ke- Tanaman lada yang tidak diberi P.
penetrans (kiri) dan tanaman lada
mudian digiling dengan menggu- Balai Penelitian Tanaman Rempah yang diberi P. penetrans (kanan).
nakan penggiling daging. Hasil gi- dan Obat Formula P. penetrans (inzet).
lingan dipotong-potong sepanjang Jln. Tentara Pelajar No. 3
lebih kurang 0,5 cm, kemudian di- Bogor 16111
jemur sampai kering. Telepon : (0251) 327010
Untuk pembuatan formulasi 321879
kompos diperlukan sekam bakar, Faksimile : (0251) 327010
humus bambu, kitin, dan cacahan E-mail : balittro@bogor.net.id