Anda di halaman 1dari 110

PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk.

OPERATIONAL EXCELLENCE

SERVICES

TEAMWORK

LEADERSHIP

QUALITY

LAPORAN TAHUNAN 2010 Annual Report

3 4 8 11 14 20 26 35 36 38

VISI, MISI dan BUDAYA PERUSAHAAN Corporate Vision, Mission And Culture SEKILAS ACE Ace an Overview IKHTISAR KEUANGAN DAN SAHAM Financial and Stock Highlights PERISTIWA PENTING 2010 Signi cant Business Activities 2010 SAMBUTAN DEWAN KOMISARIS Message from Board of Commissioners LAPORAN DIREKSI Report from Board of Directors TATA KELOLA PERUSAHAAN Good Corporate Governance STRUKTUR ORGANISASI Organization Structure JEJARING GERAI KAMI Our Stores Network JARINGAN PRODUK BERKUALITAS dengan NILAI TAMBAH Quality Products With Added Values Management Discussion and Analysis Corporate Social Responsibility Developing Human Resources

01
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

10

40 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 44 TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 46 PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA 47 INFORMASI dan ALAMAT PERUSAHAAN
Corporate Information & Address Auditors Report For 2010

51 LAPORAN AUDITOR TAHUN 2010

VISI, MISI dan BUDAYA PERUSAHAAN


Corporate Vision, Mission and Culture

VISI PERUSAHAAN
Menjadi peritel terdepan di Indonesia untuk produk home improvement dan gaya hidup

CORPORATE VISION
We strive to become the leading retail company in Indonesia for home improvement and lifestyle products.

MISI PERUSAHAAN
Menawarkan ragam produk berkualitas tinggi dengan harga bersaing dan didukung oleh layanan terpadu dari tim profesional

CORPORATE MISSION
We aim to o er a wide range of high-quality products at competitive prices, supported by the integrated service of a professional team.

BUDAYA PERUSAHAAN
Didasari oleh pengalaman panjang di bisnis ritel, ACE Hardware Indonesia (AHI) memiliki budaya Perusahaan yang selaras dengan kepentingan para staf, produk, serta tempat kerja dan layanan. Keempat elemen tersebut merupakan empat faktor dasar yang menjadi landasan kerja kami untuk terus tumbuh dan berkembang. SUMBER DAYA MANUSIA : Elite Moto Perseroan mewakili nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Perseroan: Excellence, Leadership, Integrity, Teamwork and Enthusiasm. Berdasarkan nilai-nilai tersebut setiap karyawan didorong untuk meningkatkan kecakapan, antusiasme dan kepemimpinan di tempat kerja dalam mencapai tujuan Perseroan, berkomunikasi dan bekerjasama dalam tim serta memiliki integritas dalam tindak-tanduknya terkait dengan produk, janji, dan uang. Melalui penerapan prinsip-prinsip tersebut di tempat kerja, para karyawan mencerminkan kualitas tinggi dari produk-produk yang kami tawarkan. PRODUK : QSV AHI dikenal dengan keanekaragaman produk, dan citra tersebut dicapai dengan menawarkan beragam produk bermutu dengan harga yang kompetitif. Kebijakan Perseroan adalah menawarkan hanya yang terbaik kepada para pelanggan. TEMPAT KERJA : Cosy Sebagai yang terdepan di bidang home improvement, kami memiliki komitmen untuk menjaga seluruh gerai agar tetap bersih, rapi, dan aman, sehingga memberi kesan kepada para pelanggan bahwa AHI adalah tempat berbelanja yang nyaman dan menyenangkan. LAYANAN : Helpful Selalu tanggap terhadap masukan (baik positif atau negatif ) dan berkomunikasi secara efektif dengan pelanggan dan memenuhi kebutuhan mereka secara cepat dan hormat.

CORPORATE CULTURE
Building upon long and productive success in the retail business, ACE Hardware Indonesia (also known as AHI) has founded a culture tailored to the needs of our personnel, our products and workplace and service philosophy: these stand as the four fundamentals forming the foundation upon which we grow and prosper.

PEOPLE : Elite

PRODUCT : QSV

AHI is recognized for its quality array of products, an image we have burnished through securing, displaying and o ering a range of attractive products at competitive prices. Company policy is to o er only the best to our valued customer base.

PLACE : Cosy

As a leader in the exciting eld of home improvement, we are committed to maintain our own retail homes clean, tidy and safe, imparting to all customers the impression that AHI is a comfortable and appealing shopping environment.

SERVICE : Helpful

Always alert to feedback (either positive or negative) communicating e ectively with customers and attending to their needs with speed, courtesy and respect.

LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Our corporate motto embodies qualities we aspire to: Excellence, Leadership, Integrity, Teamwork and Enthusiasm, through which each and every employee is encouraged to sharpen their skills, display enthusiasm in the workplace, manifest leadership spontaneously in advancing company objectives, communicate & cooperate in an e ective team spirit and adhere to integrity in all dealings with products, promises and money. Through adherence to these principles in their workplace behaviour, our employees embody the high quality of the products we sell.

03

SEKILAS ACE

ACE an Overview

MENJAGA REPUTASI MELALUI PENINGKATAN EFISIENSI USAHA Securing Our Reputation By Enhancing E ciency In The Business
Ace Hardware Indonesia didirikan pada tahun 1995 oleh PT Kawan Lama Sejahtera dengan pembukaan gerai pertamanya tahun 1996 di Karawaci, Tangerang, Jawa Barat. Saat ini, Ace Hardware Indonesia (AHI) telah diakui sebagai perusahaan terkemuka di sektor ritel home improvement and lifestyle Indonesia, yang mengoperasikan jaringan toko modern dan besar dengan produk-produk berkualitas tinggi selama lebih dari satu dekade. Kini, Perseroan telah mengembangkan jaringan gerai ritelnya menjadi 45 di kota-kota besar di Indonesia. AHI telah berhasil menjaga reputasinya sebagai pusat one-stop shopping yang menyediakan produk home improvement berkualitas tinggi, yang merupakan buah dari keterpaduan seluruh proses penyediaan dan penjualan produk terbaik bagi pelanggan setia kami. Melalui penawaran berbagai barang terbaru dan terbaik yang terjangkau, kami terus meningkatkan e siensi usaha sejak dari pengadaan dan pergudangan hingga distribusi dan pemasaran. Hal ini memungkinkan kami untuk meningkatkan nilai tambah produk melalui harga jual yang realistis. Komitmen kami dalam menyediakan produk-produk berkualitas dibuktikan dengan perolehan Serti kasi ISO 9001-2000 pada tahun 2004. Selain itu, kepercayaan konsumen terhadap produk-produk AHI juga telah menjadikan Perseroan memenangkan Penghargaan Million Dollar Club dari ACE Hardware Corporation, USA, berdasarkan angka rata-rata penjualan. Museum Rekor Indonesia juga mengakui keunggulan AHI di bisnis ritel perkakas melalui penghargaan Rekor MURI untuk ACE Hardware Mal Artha Gading di tahun 2005, sebagai gerai perkakas terbesar di Indonesia, dengan luas 10.158 m2. Sampai saat ini, total luas area 45 toko ACE Hardware telah mencapai hampir 130 ribu m2, yang menjadikannya jaringan ritel home improvement and lifestyle terbesar di Indonesia. Untuk meraih sukses bersama dengan masyarakat luas, Perseroan melakukan IPO yang telah diadakan pada tanggal 6 November 2007, melalui penawaran 30% sahamnya di Bursa Efek Indonesia, dan saat ini menjadi 40% saham yg dimiliki publik. Ace Hardware Indonesia was founded in 1995 by PT Kawan Lama Sejahtera with the opening of its rst store in 1996 in Karawaci, Tangerang, West Java. Today, Ace Hardware Indonesia (AHI) has been a recognized leader in the home improvement and lifestyle retail business in Indonesia, operating a network of sizeable modern stores with high-quality products for over a decade. Recently, the Company has expanded its network into 45 retail stores in major urban centers across Indonesia.

04
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

AHI succeeds in securing its reputation as a one-stop shopping centre for reliable high-quality home improvement products as the result of integrating all processes in providing and selling best-value products to our valued customers. O ering a wide array of merchandises with the latest and best in value-for-money, we keep on enhancing our e ciency in the business from procurement and warehousing to distribution and marketing. This is enabling us to add value in selling at realistic prices.

Our commitment in providing quality products is con rmed through certi cation of ISO 9001-2000 in 2004. Further, the trust of consumers for AHI products has led to the Companys winning of Million Dollar Club Award from ACE Hardware Corporation, USA, based on its recorded average turnover.

The Indonesia Records Museum has also recognized AHIs leadership in the retail hardware business through the award of a MURI Certi cate to Mal Artha Gading ACE Hardware in 2005, as the largest hardware store in the nation, at 10,158 sqm. As of today, the total oor area of 45 ACE Hardware stores is almost 130 thousands sqm, making it the Indonesias largest store by far in the retail home improvement and lifestyle business. To prosper and succeed together with the public at large, the Company has conducted an IPO executed on November 6th, 2007, with an o ering of 30% of the Companys shares on the Indonesian Stock Exchange. Currently, the amount of free oat is 40%.

05

LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

TOYS KINGDOM
Salah satu perubahan gaya hidup yang dinamis dapat dilihat di sebuah pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan masa kini tidak hanya menjadi sebuah tempat untuk berbelanja, namun juga sebagai sarana rekreasi keluarga, terutama untuk anak-anak. AHI merespon situasi ini dengan cepat melalui pembukaan toko mainan di pusat-pusat perbelanjaan. Peluangnya masih sangat besar mengingat kebutuhan yang terus meningkat bagi orang tua untuk menyediakan mainan yang berkualitas bagi anak-anak mereka. Pada tanggal 4 Juni 2010, secara resmi PT ACE Hardware Indonesia Tbk telah membuka sebuah konsep ritel baru dengan brand Toys Kingdom, yang menjadi pelopor di industri ritel mainan yang difokuskan pada pengalaman konsumen dalam berbelanja. Selain untuk mengakomodasi kebutuhan akan mainan berkualitas, berbagai macam produk di Toys Kingdom juga melengkapi kebutuhan pelanggan atas home improvement and lifestyle yang sudah tersedia di berbagai gerai ACE Hardware. Dengan demikian, kunjungan pelanggan di bawah pengelolaan AHI akan bisa lebih optimal lagi. Dengan misi untuk menciptakan "fun and smile" ke dunia gerai mainan, Toys Kingdom memiliki staf terlatih yang sangat mengutamakan pelayananannya pada pelanggan. Suasana gerai yang ramah dan menyenangkan dapat dirasakan melalui dekorasi dindingnya yang ceria, kemudahan akses dalam mencari produk, ditambah dengan tarian koreogra khusus yang memainkan setiap jam oleh para stafnya. Selain anak-anak sebagai target utama, Toys Kingdom juga menyasar pelanggan dewasa dan remaja dengan menyediakan ragam barang-barang koleksi (collectible items), permainan keluarga, dan bahkan produk bayi. Toys Kingdom bertujuan untuk menjadi pusat hadiah, mengingat pilihan produknya yang unik dengan merek ternama tersedia secara eksklusif hanya di gerai-gerai Toys Kingdom. Bekerja sama dengan berbagai distributor, Toys Kingdom senantiasa membuat pelanggan mudah menemukan berbagai mainan merek kelas dunia. Pendeknya, kami menyajikan kesenangan tanpa batas sesuai dengan tagline "Creating Smiles".

TOYS KINGDOM
One of the dynamic changes in lifestyle can be seen at a shopping center. Todays shopping center is not only a place to shop, but also as a means of family recreation, eszpecially for children. AHI takes a quick response to this situation by opening a toys store in various shopping centers. The opportunity is quite large considering the increasing need for parents to provide quality toys for their children.

On June 4th, 2010, PT ACE Hardware Indonesia Tbk has o cially opened its newest retail concept called Toys Kingdom, another pioneer in a toy retail industry that focuses on consumer experience. In addition to accommodating the needs of quality toys, the wide range of products at Toy Kingdom will also complement customers needs in home improvement and lifestyle products already available at ACE stores. Thus, business tra c under AHI could be more optimized.

06
LAPORAN TAHUNAN10 Anual Report

With a mission to bring back the "fun and smiles" into a toy store, Toys Kingdom invests into the training of their sta and focusing on customer service. This friendly and fun atmosphere is further distinguished through wall decorations, easily reached products and special choreographed dance that plays every hour. Aside from children as the main target market, Toys Kingdom also reaches out to the adult and adolescents markets through a diverse collection of collectible items, family games and even baby products. Toys Kingdom aims to be a gift destination, given its unique merchandise selection of products and brands available exclusively in the stores.

By working with various distributors, we make customers easy to nd a variety of world-class brand toys. In shorts, we present fun without limits in accordance with our tagline "Creating Smiles".

07

LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

IKHTISAR KEUANGAN dan SAHAM Financial and Stock Highlights

Ikhtisar Kinerja Keuangan


Hampir semua indikator menunjukkan kondisi keuangan Perseroan yang sehat, terutama karena peningkatan penjualan yang signi kan. Perseroan mengalami peningkatan penjualan sebesar 20,8% menjadi Rp 1.641,12 miliar, dibandingkan dengan penjualan tahun lalu sebesar Rp 1.358,78 miliar. Sementara itu, penjualan konsinyasi bersih naik 48,4% menjadi Rp 12,68 miliar.
DESKRIPSI LAPORAN LABA RUGI (Rp. miliar) 2010 2009 2008

Financial Highlights
Most of all indicators show the Companys healthy nancial condition, mainly because of signi cant increase in sales. The Company gained increased sales by 20.8% to Rp 1,641.12 billion, compared with the last year sales amounted to Rp1,358.78 billion. Meanwhile, the consignment net sales rose 48.4% to Rp 12.68 billion.
2007 2006 Description Income Statement (Rp bn)

Penjualan bersih* Laba kotor Laba usaha Laba sebelum pajak penghasilan Laba bersih
LAPORAN LABA RUGI (Rp. miliar)

1,641.12 708.60 217.89 229.17 177.85

1,358.78 552.44 178.20 206.33 154.44

1,222.17 502.72 164.48 183,46 130.64

886.63 327.14 96.87 85.20 60.07

638.95 217.24 49.54 36.68 27.01

Net sales* Gross pro t Income from operations Income before tax Net income
Income Statement (Rp bn)

08
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Total aktiva Aktiva lancar Aktiva tidak lancar Aktiva tetap Total kewajiban Kewajiban lancar Kewajiban tidak lancar Modal Modal Kerja Bersih
RASIO USAHA & INFORMASI LAIN

1,191.33 862.19 329.14 226.46 146.75 110.31 36.44 1.030.14 74.43

970.56 775.77 194.78 105.12 102.79 73.19 29.60 867.77 74.51

790.27 619.28 170.99 82.78 112.82 91.85 20.97 677.45 153.60

704.40 575.71 128.69 48.04 117.52 103.97 13.55 586.88 42.11

222.36 169.31 53.05 42.67 140.95 123.17 17.78 81.41 79.43

Total assets Current assets Non-current assets Fixed assets Total liabilities Current liabilities Non-current liabilities Equity Net Equity
Business Ratio & Other Information

Laba terhadap aktiva (%) Laba terhadap ekuitas (%) Marjin laba kotor (%) ** Marjin laba usaha (%) ** Marjin laba bersih (%) ** Rasio lancar (kali) Laba bersih per saham (Rp) Dividen kas per saham (Rp)
MODAL & SAHAM (milyar)

14.9 17.3 41.9 12.9 10.5 7.8 103.70 10.4

15.9 17.8 39.5 12.8 11.1 10.6 91.80 9.2

16.5 19.3 39.3 12.9 10.2 6.7 76.52 7.6

8.5 10.2 36.9 10.9 6.8 5.54 72.59 7.3

12.1 33.2 34.0 7.8 4.2 1.37 67.53 6.8

Return on assets (%) Return on equity (%) Gross pro t margin (%) ** Operating pro t margin(%) ** Net pro t margin (%) ** Current ratio (times) Earning per share (Rp) Cash dividend per share (Rp)
Capital & Stock

Modal dasar Modal ditempatkan

480.01 171.49

480.00 171.50

480.00 171.50

480.00 171.50

480.00 120.00

Capital stock-authorized Capital stock-subscribed and paid up

1. Mulai tahun 2009 telah dilakukan perubahan penyajian Penjualan menjadi mencakup penjualan beli putus dan penjualan konsinyasi bersih. Hal ini tercermin pada penyajian 2008-2010. 2. Piutang usaha + persediaan - hutang usaha. 3. Persentase marjin laba tahun 2008-2010 dihitung berdasarkan rasio laba terhadap total penjualan, yaitu total penjualan beli putus dan penjualan konsinyasi.

1. Starting from reporting year 2009, there has been a change to Sales presentation to include outright sales and consigment sales - net. This is re ected in 2008-2010 sales presentation. 2. Trade receivable + inventory - trade payable. 3. Pro t margin percentages for 2008-2010 are calculated based on pro t to total sales, i.e. outright sales and consigment sales.

Ikhtisar Saham
Harga saham PT Ace Hardware Indonesia, Tbk (ACES) bergerak di zona positif, yang tercatat telah menyentuh harga Rp 2.950. Angka ini meningkat sebesar 95,4% dibandingkan dengan harga saham Perseroan pada akhir Desember 2009 yang tercatat sebesar Rp1.510. Ini adalah catatan harga tertinggi sejak awal transaksi ACES pada bulan November 2007.

Stock Highlights
Share price of PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) was de nitely moving in the positive zone, which had been recorded to touch Rp 2,950. That number increased by 95.4% compared with the Company's share price at the end of December 2009 which stood at Rp1,510. This is the highest record since the beginning of ACES transactions on November 2007.

Penjualan Bersih / Net Sales

Miliar / Billion Rp

Laba Usaha / Income from Operation

Miliar / Billion Rp

Laba Bersih / Net Income

Miliar / Billion Rp

2000 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0

250 200

250 200

1641.12

217.89

178.20

1222.17

1358.78

164.48

886.63

100 50

100

638.95

96.87

49.54

2006

2007

2008

2009

2010

2006

2007

2008

2009

2010

27.01 2006

2007

60.07

50

2008

130.64

2009

154.44 Capital Stock

150

150

2010

KOMPOSISI KEPEMILIKAN SAHAM / Shareholders Composition


Modal dan Saham Modal Dasar (lembar saham) Modal ditempatkan dan disetor Komposisi kepemilikan PT Kawan Lama Sejahtera The Northern Trust S/A AVFC Kuncoro Wibowo Masyarakat (kurang dari 5%)
Per 31 Desember 2010 Per 31 December 2010

4,800,000,000 1,715,000,000 Lembar / Shares 1,028,490,000 201,757,000 10,000 484,743,000 1,715,000,000 Persen / Percentage 59.97 11.76 0.00 28.27 100.00

Authorized Capital (shares) Issued and fully paid capital Shareholders composition

177.85

09
PT Kawan Lama Sejahtera The Northern Trust S/A AVFC Kuncoro Wibowo Public (less than 5%)
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

HARGA SAHAM ACES / ACES Stock Price


TRIWULAN Quarter Tertinggi / Highest 2010 1,670 1,810 2,275 2,950 Terendah / Lowest 2010 1,320 1,610 1,760 2,025 Penutupan / Closing 2010 1,640 1,800 2,025 2,950

in Rp except for volume

Volume 2010 12,790,000 11,068,000 16,824,500 22,967,000


in Rp except for volume

I II III IV

TRIWULAN Quarter

Tertinggi / Highest 2009 810 950 1,230 1,600

Terendah / Lowest 2009 590 680 920 1,210

Penutupan / Closing 2009 690 920 1,230 1,510

Volume 2009 37,813,500 82,359,000 52,287,500 17,807,000

I II III IV

10
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Lebih dari sekedar kebutuhan; Home improvement adalah Gaya Hidup


Home improvement is not just a necessity; its a Lifestyle
Menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, bisnis ritel di Indonesia selama periode tahun 2010 telah meningkat secara bertahap, seiring dengan penguatan daya beli masyarakat. Pertumbuhan omset ritel domestik rata-rata telah mencapai 15%. Semester pertama tahun 2010 saja, omzet perusahaan ritel di Indonesia telah mencapai Rp40 triliun, sehingga target omset tahun ini sebesar Rp100 triliun dapat dicapai dengan puncaknya di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. (*Sumber: Aprindo, 2 August 2010,
http://economy.okezone.com/read/2010/08/02/320/358637/aprindo-o mzet-ritel-tembus-rp40-triliun)

According to Indonesian Retailers Association, retail business in Indonesia during the period of 2010 has undergone a gradual improvement, in line with stronger buying power. The growth in domestic retail turnover reached an average of 15%. Meanwhile, for the rst semester in 2010 turnover of retail companies in Indonesia had reached Rp40 trillion, so that the target for the years turnover amounting to Rp100 trillion* was likely to be achieved with the peak of consumption on Ramadhan Month and Idul Fitri. (*Source: Aprindo, 2 August 2010,
http://economy.okezone.com/read/2010/08/02/320/358637/aprindoomzet-ritel-tembus-rp40-triliun)

Pasar domestik ritel home improvement and lifestyle juga meningkat. Sebagai bagian dari gaya hidup, sektor ini telah menjadi kebutuhan seiring dengan dinamika perkembangan masyarakat. Kecenderungan konsumen saat ini yang ingin selalu menjaga dan meningkatkan suasana rumahnya telah mendorong peningkatan permintaan produk-produk home improvement and lifestyle. Dengan demikian, langkah AHI untuk terus tumbuh dengan membuka gerai-gerai baru di tahun 2010 berada pada jalur yang tepat dalam rangka mengantisipasi lonjakan permintaan pasar.

Domestic home improvement and lifestyle retail market has also grown. As part of the lifestyle, this sector has become a necessity along with the dynamic development of community. Current trend of consumers who want to maintain and improve the atmosphere of their homes has driven the increasing demand for home improvement and lifestyle products. The AHIs step to continue to grow by opening some new stores in 2010 is then on the right track in order to anticipate the spike in market demand.

PERISTIWA PENTING 2010 Signi cant Business Activities 2010

JANUARI - JANUARY
Setelah 15 tahun beroperasi sejak awal berdirinya AHI, Perseroan memperpanjang perjanjian waralabanya dengan ACE Corp, USA, untuk 15 tahun ke depan. After 15 years of operation since AHIs commencement, the Company extended its franchise agreement with ACE Corp., US, for another 15 years.

AGUSTUS - AUGUST
Pada tanggal 14 Agustus 2010, Perseroan memperluas jaringan ke Jawa Tengah untuk membuka gerai ke-44 dan gerai Toys Kingdom ke-3 di Jl. Gajah Mada No 1, Semarang. Kembali ke Jakarta, Perseroan membuka lagi gerai Ace Hardware ke-45 di Gandaria City, Jakarta Selatan, pada tanggal 28 Agustus 2010. On August 14th, 2010, we went to Central Java to open our 44th store as well as the 3rd toy store of Toys Kingdom on Jl. Pahlawan No. 2 2A, Semarang. Moving back to Jakarta, we then opened our 45th store in Gandaria City, Jakarta, on August 28th, 2010.

PEBUARI - FEBRUARY
Pada tanggal 18 Februari 2010, Perseroan membuka gerai ke-40 di Bintaro, Jakarta, yang terletak di Sektor 7 CBD Bintaro guna memenuhi kebutuhan masyarakat di kompleks perumahan tersebut terhadap produk home improvement and lifestyle. On February 18th, 2010, we opened the 40th store in Bintaro, Jakarta. Our store is located at Sector 7 CBD Bintaro to cater the housing complex needs for home improvement and lifestyle products.

NOPEMBER - NOVEMBER
Untuk memenuhi kebutuhan akan produk mainan anak sekaligus melengkapi pembukaan toko ACE di Gandaria City, Jakarta, Perseroan membuka gerai mainan ke-4 di lokasi yang sama pada tanggal 13 November 2010. To provide the customer need in kids products and to complete ACE store opening in Gandaria City, Jakarta, we opened our 4th toy store at the same location on November 13th, 2010.
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

MEI - MAY
Tanggal 5 Mei 2010, Perseroan membagikan dividen sebesar Rp15,8 miliar atau 10% dari laba bersih tahun 2009, dengan nilai dividen Rp 9,2 per lembar saham. On May 5th, 2010, the Company distributes cash dividend amounting to Rp15.8 billion or 10% of 2009 net pro t at dividend per share of Rp 9.2.

DESEMBER - DECEMBER
Kebutuhan konsumen akan pusat mainan berkualitas di Surabaya nampaknya semakin meningkat. Oleh karena itu, pada tanggal 10 Desember 2010, Perseroan membuka gerai Toys Kingdom ke-5 di Tunjungan Plaza, Surabaya. The need of our consumers for a quality toys center in Surabaya seemed to be improving. Therefore, on December 10th, 2010, we opened the 5th Toys Kingdom store at Tunjungan Plaza, Surabaya.

11

JUNI - JUNE
Pada 4 Juni 2010, Perseroan membuka gerai ke-41, bersamaan dengan peluncuran gerai mainan pertama, Toys Kingdom, di Grand Indonesia, Jakarta. On June 4th, 2010, we opened the 41st store and at the same time our rst toy store, Toys Kingdom, in Grand Indonesia, Jakarta.

JULI - JULY
Tanggal 7 Juli 2010, Perseroan kembali membuka gerai yang ke-42 di Bogor, Jawa Barat. Masyarakat sekitar dapat mengunjungi ACE Hardware di Jl. Pajajaran No. 19 A, Bogor, untuk memenuhi kebutuhan akan produk-produk home improvement and lifestyle yang berkualitas. Selanjutnya, Perseroan juga membuka gerai ke-43 di Living Plaza, Bekasi, Jawa Barat, pada tanggal 31 Juli 2010. Di lokasi ini juga, Perseroan membuka gerai Toys Kingdom yang ke-2. On July 7th, 2010, we again opened our 42nd store in Bogor, West Java. The surrounding people can visit ACE store on Jl. Pajajaran No. 19 A, Bogor, to ful ll their need in quality home improvement and lifestyle products. Following that, we also opened our 43rd store at Living Plaza Bekasi, West Java, on July 31st, 2010. At the same location, we opened our 2nd Toys Kingdom as well.

LAPORAN MANAJEMEN
Management Report

5 4

7 6

1. Kuncoro Wibowo 2. Ijek Widyakrisnadi 3. Prabowo Widyakrisnadi 4. Tjiptono Darmadji

5. Rudy Hartono 6. Letjen. TNI (Purn) Tarub 7. Hartanto Djasman

2 3 1

Untuk mempertahankan posisi kami, satu-satunya jalan adalah dengan memperkuat keunggulan

To maintain our position, the only way is to strengthen our excellence

14
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Presiden Komisaris / President Commissioner

KUNCORO WIBOWO

SAMBUTAN DEWAN KOMISARIS

Message from Board of Commissioners


Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita mampu menjalani tahun 2010 dengan baik. Iklim usaha yang kondusif dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang mencapai 6% telah sesuai dengan harapan, berkat adanya penyerapan anggaran pemerintah tahun ini yang mencapai 96% sampai 97%. Bank Indonesia menyatakan bahwa pada tahun 2010 telah terjadi peningkatan tekanan in asi. Indeks Harga Konsumen pun mencatat in asi year-over-year sebesar 6,3%. In asi yang relatif tinggi ini terutama disebabkan oleh terbatasnya pasokan beberapa komoditas pangan dasar. We should extend our gratitude to God the Almighty that we all entered the year 2010 with favorable condition. The domestic economic growth has reached to 6% as targeted due to the absorption of this year's government budget that reached 96% to 97%. Bank of Indonesia shows that the year 2010 experienced an increase of in ationary pressures. Consumer Price Index was recorded as having year-over-year in ation by 6.3%. This relatively high in ation is mainly caused by the limited supply of some basic food commodities.

SAMBUTAN DEWAN KOMISARIS Message from Board of Commissioners

Khusus di pasar ritel, pertumbuhan secara signi kan juga terlihat pada tahun 2010. Penjualan retial nasional meningkat dari Rp 85 triliun di tahun lalu menjadi Rp100 triliun, atau tumbuh 15%. Selain in asi, faktor-faktor kunci yang menyebabkan peningkatan penjualan juga timbul dari peningkatan jumlah gerai dan daya beli yang kuat. Dengan adanya berbagai situasi di atas, kami bersyukur bahwa tahun 2010 telah menjadi tahun kebanggaan bagi kami di Dewan Komisaris terhadap kinerja yang baik dari Direksi dan manajemen PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. (AHI). Mereka mampu menunjukkan kinerja yang mengesankan melalui upaya profesionalnya untuk mengubah setiap tantangan menjadi peluang yang menguntungkan bagi Perseroan. Pembukaan gerai baru dan pengoperasian Toys Kingdom menunjukkan adanya peningkatan dalam pemasaran dan penjualan sejalan dengan meningkatnya permintaan. Selain itu, harga saham Perseroan juga menunjukkan kinerja yang luar biasa selama perdagangan tahun 2010 dan ditutup pada harga tertinggi sejak penawaran perdana di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007. Ini merupakan prestasi fenomenal bagi Perseroan serta bukti keunggulan kami dalam menjaga kepercayaan pemegang saham dan loyalitas pelanggan. Sebagai pelopor di sektor ritel home improvement and lifestyle, tidak ada cara lain bagi AHI kecuali untuk mempertahankan posisinya dengan memperkuat keunggulan perusahaan dalam menyediakan produk-produk home improvement and lifestyle berkualitas dengan harga yang kompetitif, yang didukung oleh layanan terpadu dari sebuah tim profesional. Oleh karena itu, Direksi dan seluruh karyawan harus tetap fokus pada komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja dan mengembangkan strategi bisnisnya yang inovatif. Strategi bisnis Perseroan dinilai sudah berada pada jalur yang tepat. Ekspansi usaha Perseroan dengan membuka gerai di berbagai kota merupakan langkah yang luar biasa untuk membuat Ace Hardware lebih dekat dengan pelanggan. Strategi lain seperti meningkatkan berbagai jenis produk dan menjaga harga jual juga dinilai sudah tepat. Tidak hanya untuk meningkatkan penjualan, strategi ini juga akan memberikan pelanggan ragam pilihan produk baru yang lebih luas dengan kualitas terbaik. Kami yakin, semua strategi bisnis yang telah dijalankan akan terus dapat ditingkatkan di masa mendatang sehingga Perseroan mampu unggul dalam persaingan di tengah pemulihan ekonomi makro.

In particular, retail market grew signi cantly as well in 2010. It increased from last years sales of Rp 85 trillion to Rp100 trillion, or grew 15%. In addition to in ation, the key factors that make the sales increase also come from growing number of stores and strong buying power.

Based on the above issues, we should be grateful that the year 2010 has been a year of pride for us at the Board of Commissioners towards good achievements of the Board of Directors and the management of PT Ace Hardware Indonesia Tbk (AHI). They were able to show an impressive performance through their professional endeavors to shift any challenges into pro table opportunities for the Company. The opening of new stores and the operation of Toys Kingdom indicate an increase in marketing and sales in line with increasing demand. In addition, the Companys stock price has also shown remarkable performance during 2010 trading and closed at the highest price since our initial o ering in Indonesia Stock Exchange in 2007. This is a phenomenal achievement for the Company as well as evidence of excellence in maintaining shareholder con dence and customer loyalty.

15
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

As a pioneer in the home improvement and lifestyle retail sector, there is no other way for AHI but to maintain its position by strengthening the Company's excellence in providing home improvement and quality lifestyle products with competitive prices, supported by integrated services of a team of professionals. Therefore, the Board of Directors and all sta s must remain focused on commitment to continuously improve their performance and develop innovative business strategies.

The Company's business strategy is considered on the right track. Our business expansion by opening stores in various cities is an outstanding step to make Ace Hardware closer to customers. Other strategies such as adding variety of products and maintaining the selling price are also true. Not only to generate sales, this strategy will provide customers with wider selection of new products with best quality as well. We believe, all of the business strategies that have been running will continue to be improved in coming years so that the Company could be able to win the competition in the middle of macro economic recovery.

SAMBUTAN DEWAN KOMISARIS Message from Board of Commissioners

Pada kesempatan ini, Dewan Komisaris juga menyampaikan komitmen dan kesungguhan Perseroan dalam melaksanakan praktek Tata Kelola Perusahaan yang Baik, termasuk pelaksanaan nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan kewajaran. Selain itu, selama tahun-tahun ini, Komite Audit telah melaksanakan peran dan tugasnya dengan baik, sesuai dengan Peraturan BEI dan BAPEPAM-LK No. IX.1.5. Secara umum, Perseroan sebagai perusahaan publik juga telah melaksanakan tanggung jawabnya, terutama dalam pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan telah menyampaikan berbagai laporan kepada instansi terkait, seperti yang telah dilakukan pada tahun 2007, 2008, dan 2009. Paulus Ong akan melepaskan jabatannya sebagai Direktur Operasional di PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. pada bulan Maret 2011 dan akan disahkan dalam RUPS 2011 mendatang. Beliau telah menjalankan operasional Perseroan dengan baik selama masa tugasnya. Dengan sangat menyesal, kami harus menerima surat pengunduran dirinya dan berharap beliau semakin sukses di masa depan. Saya ucapkan terima kasih atas dedikasinya yang tinggi.

On this occasion, the Board of Commissioners also has to convey the Company's commitment and seriousness in implementing practices of Good Corporate Governance which include the implementation of transparency, accountability, responsibility, and fairness. Additionally, during these years, the Audit Committee has been carrying out their roles properly and in accordance with the Regulations of IDX and BAPEPAM-LK No. IX.1.5. In general, the Company as a public company has also perform its responsibility, particularly in implementing practices of Good Corporate Governance and submit reports to relevant agencies, as was have done in 2007, 2008, and 2009.

Paulus Ong will be relinquishing his position as Operational Director of PT Ace Hardware Indonesia in March 2011 and this will be rati ed in 2011 AGM. He has led the companys operational side well during his tenure. It is with regret that we accept his resignation letter, and wish him well in his future endeavors. I would like to thank him for his dedication.

16
LAPORAN TAHUNAN10 Anual Report

Kepada Direksi dan manajemen, Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih dan penghargaan tertinggi. Semoga, prestasi dan pencapaian di tahun 2010 ini dapat ditingkatkan lagi pada tahun-tahun yang akan datang. Atas nama Dewan Komisaris,

To the Board of Directors and its management, the Board of Commissioners would like to express our thanks and highest appreciation. Hopefully, accomplishments and achievements in the year 2010 could be improved in the years to come. On behalf of Board of Commissioners,

Jakarta, Maret / March 2010 Dewan Komisaris / Board of Commissioners

(Kuncoro Wibowo) Presiden Komisaris / President Commissioner

17

LAPORAN TAHUNAN10 Anual Report

18
LAPORAN TAHUNAN10 Anual Report

PROFIL DEWAN KOMISARIS

Pro le of Board of Commissioners

Dari kiri / from left : Letjen. TNI (Purn) Tarub, Tjiptono Darmadji, Kuncoro Wibowo, Ijek Widyakrisnadi

PROFIL DEWAN KOMISARIS

Pro le of Board of Commissioners

KUNCORO WIBOWO, Presiden Komisaris


Warga negara Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1956, Kuncoro Wibowo telah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. sejak 1995. Beliau merupakan pelaku penting dalam perkembangan strategis Perseroan. Berkecimpung cukup lama di perusahan induk, Kuncoro memulai karirnya pada tahun 1981 sebagai Sales Manager PT Kawan Lama Sejahtera, Kawan Lama Group. Di samping posisinya sebagai Komisaris Utama PT Ace Hardware Indonesia, Tbk., beliau juga memegang berbagai posisi eksekutif di beberapa anak perusahaan Kawan Lama.

KUNCORO WIBOWO, President Commissioner


An Indonesian national born in Jakarta in 1956, Kuncoro Wibowo has served as President Commissioner of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. since 1995. He has thus been an instrumental player in strategic development of our rapidly-moving Company; an experienced veteran of our mother company, Kuncoro began his career in 1981 as Sales Manager of PT Kawan Lama Sejahtera, Kawan Lama Group. In addition to his position as President Commissioner of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk., he holds other executive positions in Kawan Lama subsidiary companies.

TJIPTONO DARMADJI, Komisaris Independen


Warga negara Indonesia yang lahir di Tuban, Jawa Timur, tahun 1941, Tjiptono Darmadji telah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. sejak 2005. Tanggung jawab utamanya adalah memberikan nasehat kepada Direksi dalam pengelolaan Perseroan. Sebagai ahli di bidang ekonomi dan keuangan, Tjiptono juga memegang posisi Komisaris di perusahaan lain di luar Kawan Lama Group.

TJIPTONO DARMADJI, Independent Commissioner


An Indonesian citizen born in Tuban, East Java, in 1941, Tjiptono Darmadji has served as an Independent Commissioner for PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. since 2005. His primary responsibilities cover advising the Board of Directors in their corporate planning duties. As an economic and a nancial expert, Tjiptono simultaneously holds Commissioner posts in other companies, outside of Kawan Lama Group.

19
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

IJEK WIDYAKRISNADI, Komisaris


Lahir di Jakarta tahun 1958, Ijek Widyakrisnadi adalah warga negara Indonesia. Bersama dengan Kuncoro Wibowo, beliau dikenal sebagai pendiri Perseroan. Beliau memulai karirnya di Kawan Lama Group sebagai Sales Manager PT Kawan Lama Sejahtera pada tahun 1977, kemudian meningkat hingga menjabat sebagai Direktur pada tahun 1981. Pada tahun 1995, beliau diangkat menjadi Komisaris PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. dan aktif terlibat dalam perencanaan perusahaan. Ijek juga memegang beberapa posisi eksekutif di beberapa anak perusahaan Group.

IJEK WIDYAKRISNADI, Commissioner


Born in Jakarta in 1958, Ijek Widyakrisnadi is an Indonesian citizen. Along with Kuncoro Wibowo, he is recognized as a Founder of the Company. He began his career with Kawan Lama Group as Sales Manager for PT Kawan Lama Sejahtera in 1977, rising to the position of Company Director by 1981. In 1995, he was appointed to the post of Commissioner of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. where he is deeply involved in the drawing up of corporate development plans. Ijek also holds executive posts in several Group subsidiary companies.

LETJEN TNI (Purn) TARUB, Komisaris Independen


Lahir tahun 1942 di Malang, Jawa Timur, Tarub adalah warga negara Indonesia. Beliau bergabung dengan PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. sebagai Komisaris Independen pada bulan Januari 2008. Tarub telah berkarir di bidang militer sebagai Pangkostrad (1994-1996) dan Kasum ABRI (1996-1998), sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia dan sebagai Ketua Komisi Pertahanan dan Keamanan (1998-2003). Tarub juga menjabat sebagai Komisaris di perusahaan lain di luar Kawan Lama Group.

LETJEN TNI (Purn) TARUB, Independent Commissioner


Born in Malang, East Java, in 1942, Tarub, an Indonesian national, joined PT ACE Hardware Indonesia Tbk., as an Independent Commissioner in January 2008. Tarub had served in military career as Pangkostrad (1994-1996) and Kasum ABRI (1996-1998), following which he was appointed to the Advisory Board of the Republic of Indonesia and Chairman of the Defense and Security Commission (1998-2003). Tarub holds Commissioner position in other companies, outside of Kawan Lama Group.

Kami berhasil menjalankan perusahaan dengan penuh kehati-hatian

We have managed to implement prudent business operations

20
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Presiden Direktur / President Director

PRABOWO WIDYAKRISNADI

Report from Board of Directors


Dengan bangga, Direksi melaporkan kinerja yang memuaskan, baik kinerja usaha maupun keuangan serta peningkatan harga saham Perseroan, kepada seluruh pemegang saham. Untuk lebih meningkatkan keunggulan kami sebagai perusahaan terdepan di sektor home improvement and lifestyle di Indonesia, Perseroan telah menandatangani perpanjangan lisensi operasionalnya dengan Ace Hardware Corporation, Amerika Serikat, yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2024. The Board of Directors is proud to report the Companys excellent performance of business and nancial operations as well as progress in stock price to all valued shareholders. To continue our excellence as the leader in home improvement and lifestyle sector in Indonesia, the Company has signed a license renewal with Ace Hardware Corporation, USA, which is e ective since January 1st, 2010 to December 31st, 2024.

LAPORAN DIREKSI

LAPORAN DIREKSI Report from Board of Directors

Selama tahun 2010, kami telah membuka gerai Ace Hardware baru di enam lokasi, yaitu di Bintaro (Jakarta), Grand Indonesia (Jakarta), Bogor (Jawa Barat), Bekasi (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), dan Gandaria Kota (Jakarta). Luas keenam gerai baru tersebut mencapai sekitar 24 ribu meter persegi, sehingga luas gerai kami secara keseluruhan mencapai hampir 130 ribu meter persegi pada akhir 2010. Kami juga telah membuka gerai mainan baru dengan nama Toys Kingdom seluas lebih dari 5 ribu meter persegi secara total di lima lokasi: Grand Indonesia (Jakarta), Living Plaza (Bekasi), Simpang Lima (Semarang), Gandaria City (Jakarta) dan Tunjungan Plaza (Surabaya). Pembukaan semua gerai baru yang telah sesuai dengan proyeksi Perseroan memberikan kontribusi yang signi kan terhadap peningkatan penjualan bersih, ditambah dengan penjualan dari outlet yang sudah ada. Peningkatan penjualan bersih mencapai 20.8%, menjadi Rp 1.641,12 miliar dibandingkan dengan penjualan bersih tahun lalu sebesar Rp 1.358,78 miliar. Sementara itu, penjualan konsinyasi bersih naik 48,4% menjadi Rp 12,68 miliar dibandingkan Rp 8,55 miliar di tahun 2009. Laba usaha juga meningkat sebesar 22,3% menjadi Rp 217,89 miliar, dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 178,20 miliar. Laba kotor menunjukkan peningkatan sebesar 28,3%, menjadi Rp 708,60 miliar dari Rp 552,44 miliar pada tahun 2009. Laba sebelum pajak yang pada tahun 2009 mencapai Rp 206,33 miliar, meningkat sebesar 11,1% menjadi Rp 229,17 miliar pada tahun 2010. Laba bersih Perseroan tumbuh menjadi Rp 177,85 miliar atau meningkat sebesar 15,2% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp154,44 miliar. Seiring dengan peningkatan penjualan, total aset Perseroan naik menjadi Rp 1.191,33 miliar dari Rp 970,56 miliar pada tahun 2009, atau meningkat 22,7%. Sementara itu, total kewajiban menurun 42,8% menjadi Rp 146,75 miliar dari Rp 102,79 miliar pada tahun 2009. Dengan demikian, ekuitas pemegang saham naik menjadi Rp 1.030,14 miliar, atau 18,7 % lebih tinggi dari Rp 867,77 miliar pada tahun 2009.

During 2010, we have built our new Ace Hardware stores at six locations, namely in Bintaro (Jakarta), Grand Indonesia (Jakarta), Bogor (West Java), Bekasi (West Java), Semarang (Central Java), and Gandaria City (Jakarta). The space of these six new stores is approximately 24 thousand sqm to make a total space of almost 130 thousand sqm by the end of 2010. We have also launched our new toy stores under the brand Toys Kingdom with a total space of over 5,000 sqm in ve locations, i.e. Grand Indonesia-Jakarta, Living Plaza-Bekasi, Simpang Lima-Semarang, Gandaria City-Jakarta, and Tunjungan Plaza-Surabaya.

The opening of all new stores that were in line with the Companys projection has contributed the increased net sales, combined with sales from existing outlets. The increase in net sales reached 20.8% to become Rp 1,641.12 billion from the last years net sales of Rp 1,358.78 billion. Meanwhile, consignment net sales rose 48.4% to Rp 12,68 billion compared to Rp 8,55 billion in 2009. Operating pro t also increased signi cantly by 22.3% to Rp 217.89 billion compared to last year that reached Rp 178.20 billion. Gross pro t increased 28.3%, reaching to Rp 708.60 billion from Rp 552,44 billion in 2009.

21
Income before tax that was Rp 206.33 billion in last year increased 11.1% to Rp 229.17 billion in 2010. The Company's net pro t grew to Rp 177.85 billion or 15.2% increase, compared to last year that reached Rp 154.44 billion. In line with the rising sales, the Companys total asset considerably grew to Rp 1,191.33 billion from Rp 970.56 billion, or increase 22.7%. Meanwhile, the total liabilities increase 42.8% to Rp 146.75 billion from Rp 102.79 billion in 2009. Consequently, the equity rose to Rp 1,030.14 billion or 18.7% higher than Rp 867.77 billion in 2009.
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

LAPORAN DIREKSI Report from Board of Directors

Selain pembukaan gerai baru, pendorong utama pertumbuhan penjualan pada tahun 2010 juga berasal dari pertumbuhan positif SSG (same store growth) yang meningkat kembali dari negatif 1,7% pada 2009 menjadi 5,6%. Faktor pendukung lainnya adalah pelaksanaan program pemasaran yang intensif melalui penyelenggaraan beberapa pameran, midnight sale, dan juga penawaran berbagai produk pilihan yang menarik. Dan untuk menghadapi tantangan baru ke depan, kami telah membuka sebuah gerai yang megah pada 18 Februari 2011 di sebuah pusat perbelanjaan bernama Living World. Gerai tersebut dibangun sebagai gerai ACE terbesar di dunia, yang menempati area seluas 15 ribu meter persegi, bersama dengan pembukaan gerai Toys Kingdom terbesar di lokasi yang sama. Di pasar saham BEI, saham Perseroan mengalami pertumbuhan yang membanggakan, berawal dari Rp 1.320 pada akhir kuartal pertama menjadi Rp 2.950 pada penutupan kuartal ke-4 pada akhir Desember 2010. Harga tersebut tercatat sebagai harga saham Perseroan tertinggi sejak penawaran awal di bursa. Penguatan ini setara dengan kenaikan 95,4% dibandingkan dengan harga saham Perseroan pada akhir Desember 2009 yang tercatat sebesar Rp 1.510.

Beside from the new stores, main drivers for sales growth in 2010 are coming from positive SSG (same store growth) that bounced back from negative 1.7% in 2009 to 5.6%. Another driver is the implementation of intensive marketing programs. We have carried out some exhibitions, midnight sales, and also conducted attractive o ers of selected products. And facing new challenges ahead, our new agship store has been opened on 18 February 2011 in a shopping center called Living World to become the biggest ACE store in the world, which is occupying a space of about 15 thousand sqm, along with the largest Toys Kingdom.

In stock market, the Company stock experienced a strong progress in IDX, going from Rp 1,320 at 1st quarter closing to Rp2,950 at 4th quarter closing by the end of December 2010, recorded as a new high of the Company stock since its initial o ering. This was equal to 95.4% compared to the Company's stock price at the end of December 2009 which stood at Rp 1,510.

22
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Budaya Perusahaan kami, yang terdiri dari empat pilar utama, yaitu Sumber Daya Manusia, Produk, Tempat Kerja, dan Layanan, telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan. Pelaksanaan program yang konsisten sesuai dengan nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan kewajaran dalam setiap kegiatan yang kami lakukan, mampu menuntun Perseroan untuk meraih keberhasilan dan dapat melewati tahun 2010 ini dengan penuh percaya diri. Kepada Dewan Komisaris, kami ingin menyampaikan penghargaan kami atas semua masukan dan saran yang konstruktif. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan, pemasok, dan pelanggan setia kami, serta Pemerintah yang telah memberikan dedikasi dan kontribusinya bagi peningkatan Perusahaan. Atas nama Direksi,

Our Corporate Culture, which consists of four main pillars, namely Personnel, Product, Location, and Services, has become an indispensable part for us in applying the principles of Good Corporate Governance. Its consistent implementation in accordance with the values of transparency, accountability, responsibility, and fairness in every activity we do is able to guide the Company to achieve success and leave the year 2010 behind with con dence. To the Board of Commissioners, we would like to extend our appreciation for their constructive advices and suggestions. Also, we would like to thank all employees and suppliers as well as valued customers and Government who have given their dedication and contribution for the improvement of the Company. On behalf of the Board of Directors,

Jakarta, Maret / March 2010 Dewan Komisaris / Board of Directors

(Prabowo Widyakrisnadi) Presiden Direktur / President Director

24
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

PROFIL DIREKSI

Pro le of Board of Directors

Dari kiri / from left : Rudy Hartono, Prabowo Widyakrisnadi, Hartanto Djasman

PROFIL DIREKSI

Pro le of Board of Directors

PRABOWO WIDYAKRISNADI, Direktur Utama


Lahir di Jakarta tahun 1962 dan merupakan warga negara Indonesia, Prabowo Widyakrisnadi telah menjabat Direktur Utama PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. sejak 1995, dan terlibat langsung dalam semua aktivitas Perseroan. Beliau memulai karirnya di Kawan Lama Group sebagai Assistant Manager PT Kawan Lama Sejahtera pada tahun 1987 dan saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama di perusahaan tersebut. Beliau juga memegang beberapa posisi eksekutif di perusahaan-perusahaan Kawan Lama Group lainnya.

PRABOWO WIDYAKRISNADI, President Director


Born in Jakarta in 1962, and an Indonesian citizen, Prabowo Widyakrisnadi has occupied the position of President Director of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. since 1995, and is fully involved in all aspects of Company management. He began his career with Kawan Lama Group as Assistant Manager of PT Kawan Lama Sejahtera in 1987 and is today the President Commissioner of the Company. He also holds executive positions in another subsidiary company in Kawan Lama Group.

PAULUS ONG, Direktur Operasional


Lahir di Jakarta tahun 1969, Paulus Ong, warga negara Indonesia, bergabung dengan PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. sebagai Direktur tahun 2005, setelah sukses berkarir di industri ritel. Beliau saat ini bertanggungjawab atas penjualan dan distribusi, serta pengembangan jaringan gerai ACE Hardware di seluruh Indonesia. Sebelum bergabung dengan PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. tahun 2001 sebagai General Manager, beliau bekerja di Metro Department Store (1993-1998).

PAULUS ONG, Director Operations


Born in Jakarta in 1969, Paulus Ong, an Indonesian citizen, came to PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. as a Director in 2005, following a broad and successful career in retail business. He is currently responsible for sales operation and distribution, as well as for the development of ACE Hardware outlets nationwide. Before joining PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. in 2001, as General Manager, he worked for Metro Department Store (1993-1998).

25
RUDY HARTONO, Director
An Indonesian national, Rudy Hartono was born in Magelang, Central Java, in 1957. Appointed a Director of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. in 1995, he remains responsible for legal matters and corporate compliance. Rudy began his professional career as Industrial Designer with PT New Ruhaak, before joining Kawan Lama Group as a Sales Engineer in 1981. In 1987, he was promoted to the position of Sales Manager, and he served as General Manager at Fastoolindo Krisnalestari from 1991-1995.
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

RUDY HARTONO, Direktur


Warga negara Indonesia, Rudy Hartono lahir di Magelang, Jawa Tengah, tahun 1957. Diangkat menjadi Direktur PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. tahun 1995, beliau bertanggungjawab atas hal-hal yang terkait dengan hukum serta kepatuhan perusahaan. Rudy memulai karirnya sebagai Industrial Designer di PT New Ruhaak, sebelum bergabung dengan Kawan Lama Group sebagai Sales Engineer tahun 1981. Pada tahun 1987, beliau dipromosikan untuk menduduki posisi Sales Manager. Beliau menjabat sebagai General Manager Fastoolindo Krisnalestari selama 1991-1995.

HARTANTO DJASMAN, Direktur Keuangan


Hartanto Djasman, warga negara Indonesia, lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada tahun 1957, dan telah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. sejak 2005. Beliau memulai karirnya sebagai Project Manager untuk PT Dumas Shipyard pada tahun 1981, sebelum diangkat menjadi Finance Manager PT Kawan Lama Sejahtera tahun 1987. Hingga saat ini, beliau menjabat di beberapa posisi eksekutif di anak perusahaan Kawan Lama Group.

HARTANTO DJASMAN, Finance Director


Hartanto Djasman, an Indonesian citizen, was born in Salatiga, Central Java, in 1957, and has served as Finance Director of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. since 2005. He began his career as Project Manager for PT Dumas Shipyard in 1981, before being appointed Finance Manager of PT Kawan Lama Sejahtera in 1987. He continues to date to hold executive positions in subsidiary companies of Kawan Lama Group.

26
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Penerapan Keterbukaan yang Berkelanjutan

Constant Implementation of Transparency

Sebagai perusahaan publik, PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. didorong untuk selalu menunjukkan keteladanan dalam setiap tindakan kepada stakeholders dan bertanggung jawab atas semua aktivitas dan keputusan dalam pengelolaan Perseroan. Kami bangga dapat melaporkan bahwa PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. telah mengadopsi praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) dengan pelaksanaan yang mantap tahun ini. Sejak didirikan, Perseroan telah menjadikan GCG sebagai pedoman standar. GCG merupakan pedoman kegiatan pengelolaan usaha yang telah diterapkan secara konsisten oleh PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. yang melibatkan kepentingan stakeholders. Penggunaan sumber dayanya didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan, transparansi, e siensi, dan akuntabilitas. Sesuai dengan peraturan BAPEPAM-LK, pelaksanaan GCG menjadi sangat penting karena sifat perubahan yang cepat di lingkungan Perseroan yang memengaruhi kondisi persaingan global dan meningkatnya jumlah dan kompleksitas stakeholder, termasuk struktur kepemilikan Perseroan.

As a public company, PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. is driven to show commendable actions to stakeholders and is responsible for all actions and decisions in the management of the Company. We are proud to report that PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. has adopted the practice of Good Corporate Governance (GCG) this year with steadier implementation. Since its founding, the Company has made GCG as standard guidance.

GCG is business management activity guidance that has been consistently applied by PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. with the involvement of stakeholders' interests. Its use of resources is based on principles of fairness, transparency, e ciency, and accountability. In accordance with BAPEPAM-LK regulations, implementation of GCG becomes very important because of the rapid changes in Companys environment that a ect on the condition of global competition and of the growing number and complexity of stakeholders, including Companys ownership structure.

TATA KELOLA PERUSAHAAN


Good Corporate Governance

Prinsip-prinsip GCG yang dikembangkan di PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. meliputi: Keterbukaan PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. telah menerapkan prinsip keterbukaan dalam pengambilan keputusan manajemen, serta penyebaran informasi material yang relevan tentang Perseroan bagi kepentingan seluruh stakeholder. Kemandirian Dalam pengelolaan Perseroan, kami melakukannya secara profesional tanpa adanya benturan kepentingan dan pengaruh dari pihak lain yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik. Akuntabilitas Pengelolaan Perseroan dapat dilakukan secara efektif karena ada kejelasan fungsi, penyelesaian tugas dan tanggung jawab dari para pimpinan Perusahaan, sesuai dengan pedoman strategis Perseroan, pengawasan efektif Dewan Komisaris, dan akuntabilitasnya bagi Perusahaan dan pemegang saham. Tanggung Jawab PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. mendukung dan bertanggung jawab penuh atas semua keputusan eksekutif dan manajemen. Dalam mengelola Perusahaan, manajemen bertanggung jawab untuk menjaga kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dan prinsip-prinsip operasional Perusahaan yang sehat. Kewajaran Kebijakan Perseroan telah sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan sesuai dengan hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan kesepakatan dan peraturan yang berlaku. Dalam memilih seorang Komisaris dan Direktur Independen PT ACE Hardware Indonesia, Tbk., Perseroan mengacu pada prinsip-prinsip GCG. Ini membuktikan komitmen kami untuk melindungi kepentingan pemegang saham mayoritas maupun minoritas. Dewan Komisaris dan Direksi, bersama-sama dengan manajemen senior, selalu melakukan tugas mereka secara profesional di semua tahap dan menghindari kon ik kepentingan. Untuk menangani hal-hal yang tidak terduga, secara berkala manajemen meningkatkan pelaksanaan GCG dan menerapkan standar internasional dalam melakukan dan mengevaluasi kinerja Perseroan. PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. menegaskan bahwa Perseroan telah memenuhi semua persyaratan GCG, termasuk pengangkatan Komisaris Independen seperti yang dipersyaratkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Peraturan 1-A No. 305/BE/07/2004 dan BAPEPAM-LK No. IX.1.5. Pengawasan manajemen juga telah dilakukan sesuai dengan standar ISO 9001:2000.

The principles of GCG developed in the PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. include: Transparency PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. has applied the principle of transparency in its managements decision-making; as well as in material and relevant information about the Company for the bene t of all stakeholders. Independency In managing PT ACE Hardware Indonesia, Tbk., we have professionally conducted it without con ict of interests and in uences from other parties that do not comply with applicable regulations and guiding principles of sound corporate governance. Accountability The management of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. can be applied e ectively because of the clarity of function, completion and responsibility of the Company executives, based on the Company's strategic guidance, e ective supervisory under the Board of Commissioners, and their accountability to the Company and shareholders.
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Responsibility PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. supports and takes full responsibility for all executive and management decisions. In managing the Company, the management is responsible for maintaining compliance toward applicable regulations and principles of sound Company operation. Fairness Our corporate policy is in accordance with the principles of justice and equality in meeting stakeholders' rights arising under the applicable agreement and legislation. In selecting the Independent Commissioners and Directors of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk., the Company refers to the principles of GCG. This proves our commitment to protect the interests of majority as well minority shareholders. The Board of Commissioners and Directors, together with senior management, always perform their duties in a professional manner at all stages, and avoid con icts of interest. To deal with unexpected matters, the management periodically enhances the implementation of GCG and applies the international standard practices in conducting and evaluating performance. PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. con rms that the Company has complied with all requirements of GCG, including the appointment of an Independent Commissioner as required by the Indonesia Stock Exchange (IDX) through Registration Rules 1-A No. 305/BE/07/2004 and BAPEPAM-LK Regulation No. IX.1.5. Management supervisory has also been carried out in accordance with ISO 9001:2000.

27

TATA KELOLA PERUSAHAAN Good Corporate Governance

Dewan Komisaris dan Direksi Dewan Komisaris bertanggung jawab dalam melakukan pengawasan terhadap Direksi, serta memberikan nasehat dan bimbingan bila diperlukan. Dewan Komisaris dan Direksi bertemu secara berkala sebulan sekali untuk membahas kinerja operasional dan keuangan Perseroan. Pertemuan ini juga akan mengevaluasi kinerja Direksi pada bulan sebelumnya dan membahas rencana untuk bulan berikutnya. Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi telah menghadiri pertemuan tersebut yang diadakan selama tahun 2010. Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 mencapai Rp 11,40 miliar.

Board of Commissioners and Board of Directors The Board of Commissioners is responsible to conduct overseeing and supervision of the Board of Directors, and to provide advice and guidance when needed. The Board of Commissioners and Board of Directors meet regularly once in a month to discuss the Company's operational and nancial performance. The meeting would also evaluate the performance of the Directors in the previous month and discuss plans for the following month. All members of the Board of Commissioners and Directors have attended the meetings.

Remuneration of the Board of Commissioners and the Board of Directors for the year ended December 31, 2010, was amounted to Rp 11.40 billion Audit Committee The Audit Committee of ACE Hardware Indonesia, Tbk. is formed to assist and support the oversight function of the Board of Commissioners in performing their duties. In accordance with IDX regulations, the Audit Committee is responsible for providing independent and professional advice to the Board of Commissioners, relating to reports and/or other important issues. The Audit Committee may also receive other tasks from the Board of Commissioners.

28
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Komite Audit Komite Audit PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. dibentuk untuk membantu dan mendukung fungsi pengawasan Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugasnya. Sesuai dengan peraturan Bursa Efek Indonesia, Komite Audit bertanggung jawab untuk memberikan saran secara independen dan profesional kepada Dewan Komisaris, yang berkaitan dengan laporan dan/atau hal-hal penting lainnya. Komite Audit juga dapat menerima tugas-tugas lain dari Dewan Komisaris. Sejalan dengan Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.1.5 tentang peran Komite Audit, Komite Audit Perseroan telah menyelesaikan tugastugasnya selama tahun 2010, sebagai berikut: Memberikan rekomendasi mengenai penunjukan akuntan publik/auditor eksternal untuk melaksanakan audit pada PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. berdasarkan independensi, objektivitas, cakupan, dan kemampuan dalam mengaudit, serta biaya audit. Melaksanakan rapat reguler dengan auditor eksternal untuk mempelajari dan mendiskusikan efektivitas implementasi audit sehubungan dengan proses audit, penemuan-penemuan penting, penyesuaian yang diperlukan, serta masalah-masalah yang dihadapi selama proses audit. Melaporkan kepada Dewan Komisaris setiap risiko yang dihadapi Perseroan

In accordance with BAPEPAM-LK Regulation No. IX.1.5 concerning with the role of the Audit Committee, the Audit Committee has completed the following tasks for 2010: Providing recommendations on the appointment of public accountants/external auditors to manage an audit on PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. based on their independence, objectivity, scope and auditing capability, and auditing expenses. Conducting regular meetings with external auditors to review and discuss the e ectiveness of audit implementation in relation with auditing process, important ndings, required adjustments, and any problems encountered during the auditing process.

Reporting to the Board of Commissioners on any risks dealt by the Company

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk Komite Audit / Audit Committee


Nama / Name Jabatan Position

Tjiptono Darmadji Iskandar Baha Ngakan Putu Adhiriana

Komisaris Independen/Ketua & Anggota Komite Audit Anggota Anggota

Independent Commissioner/Chairman and member of the Audit Committee Member Member

ISKANDAR BAHA Anggota Lahir di Gading Rejo, Indonesia, tahun 1987, Iskandar Baha telah bergabung dengan Komite Audit sejak pertengahan 2010. Ia mengawali karirnya sebagai Junior Auditor di Kantor Akuntan Publik Gatot Permadi Joewono (Juni 2008) setelah mendapat gelar Akuntansi dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Beliau juga pernah menjadi Internal Auditor di PT Global Putra International Group sejak Desember 2009. NGAKAN PUTU ADHIRIANA Anggota Lahir di Gianyar, Bali, tahun 1981, Ngakan Putu Adhiriana adalah warga negara Indonesia, dan telah menjabat sebagai Sekretaris Komite Audit PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. sejak Februari 2008. Beliau memperoleh gelar Akuntansi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta, Jakarta, tahun 2006. Awal karirnya adalah sebagai Konsultan di Tjiptono Darmadji Consultants (sejak 2002).

ISKANDAR BAHA Member Born in Gading Rejo, Indonesia, in 1987, Iskandar Baha, has served on the Audit Committee since mid of 2010. He began his career as a Junior Auditor at Gatot Permadi Joewono Public Accountant Firm (June 2008) after having obtained a degree in Accounting from Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, and has been an Internal Auditor at PT Global Putra International Group since December 2009. NGAKAN PUTU ADHIRIANA Member Born in Gianyar, Bali, in 1981, Ngakan Putu Adhiriana is an Indonesian citizen, and has served as a member of and Secretary to the Audit Committee of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. since February 2008. He was awarded his Degree in Accounting Economics from Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta, Jakarta, in 2006, and rst worked as a Consultant for Tjiptono Darmadji Consultants (a position he has held since 2002). Internal Audit Division As an integral part of nancial supervision, the internal audit cannot be separated from management functions. One of its main tasks is to provide constructive inputs to management in order to anticipate and take action as early as possible toward any potential risks.

29
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Divisi Audit Internal (SPI) Sebagai bagian dari pengawasan keuangan, Audit Internal tidak dapat dipisahkan dari fungsi manajemen. Salah satu tugas utamanya adalah memberikan masukan yang konstruktif kepada manajemen dalam upaya mengantisipasi dan mengambil tindakan terhadap potensi munculnya risiko sedini mungkin. Selama tahun 2010, Divisi Audit Internal telah melaksanakan audit terhadap semua aspek yang terkait dengan PT ACE Hardware Indonesia, Tbk., untuk kemudian menyerahkan laporan audit secara berkala kepada Direktur Utama, beserta tembusan ke Komite Audit. Langkah tersebut merupakan bagian dari koordinasi penerapan sistem pengendalian internal dalam Perseroan.

During the year 2010, the Internal Audit Division has conducted an audit on all aspects related to PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. The audit reports were then submitted periodically to the President Director, with copies to the Audit Committee. This is part of coordinating the implementation of internal control system within the Company.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk Satuan Audit Internal / Intenal Audit


Nama / Name Jabatan Position

Petrus Rudy Prakoso Irawaty Ramly Phoa

Ketua dan Anggota Satuan Audit Internal Anggota Anggota

Chief and Member of Internal Audit Unit Member Member

PETRUS RUDY PRAKOSO Ketua dan Anggota Satuan Audit Internal Lahir di Sukabumi, Jawa Barat, tahun 1968, Petrus Rudy Prakoso telah menjabat sebagai Ketua Satuan Audit Internal PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. sejak 2001. Meraih gelar di bidang Akuntansi dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1992), Rudy memulai karir profesionalnya sebagai Assistant Manager Retail Banking di Bank Bali (1993-1994), dan sebagai Accounting & Finance Manager di PT Keris Gallery (1996-2000), sebelum bergabung dengan PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. IRAWATY Anggota Lahir di Jakarta, Indonesia, tahun 1973, Irawaty, warga negara Indonesia, telah menjabat sebagai Anggota Satuan Audit Internal PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. sejak 2005. Lulus dari Universitas Trisakti, Fakultas Ekonomi, jurusan Akuntansi (1998), beliau memulai karirnya sebagai Akuntan di PT Lintas Jeram Nusantara (19961998). Kemudian, beliau menjabat sebagai Assistant Manager di PT Sejahtera Multi Finance (1998-2004) dan Kepala Bagian Keuangan di PT Matahari Graha Fantasi (2005) sebelum bergabung dengan PT ACE Hardware Indonesia, Tbk RAMLI PHOA Anggota Lahir di Tanjung Pinang, Riau, tahun 1980, Ramli Phoa, warga negara Indonesia, memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Tarumanegara tahun 2003. Beliau mengawali karirnya sebagai Staf Audit di Kantor Akuntan Publik Ruddy Hermawan (BAP) dari tahun 2003 hingga pertengahan 2004. Beliau menjabat sebagai Senior Internal Audit di Grand Boutique Center (20042006), sebelum bergabung dengan PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. tahun 2007.

PETRUS RUDY PRAKOSO Chief and Member of Internal Audit Unit Born in Sukabumi, West Java, in 1968, Petrus Rudy Prakoso has served as Chairman of the Internal Audit Division of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. since 2001. Having been awarded his Accounting Degree from Gajah Mada University, Yogyakarta (1992), Rudy began his professional career as Assistant Manager in Retail Banking at Bank Bali (1993-1994), and as Accounting & Finance Manager at PT Keris Gallery (1996-2000), prior to joining PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. IRAWATY Member Born in Jakarta, Indonesia, in 1973, Irawaty, an Indonesian citizen, has served as a Member of the Internal Audit Division of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. since 2005. A Trisakti University graduate in Economics, specializing in Accounting (1998), she began her career as an Accountant at PT Lintas Jeram Nusantara (1996-1998). She then served as an Assistant Manager at PT Sejahtera Multi Finance (1998-2004) and as Head of the Finance Department at PT Matahari Graha Fantasi (2005) before joining PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. RAMLI PHOA Member Born in Tanjung Pinang, Riau, in 1980, Ramli Phoa, an Indonesian citizen, obtained his Bachelor in Accounting from Tarumanegara University in 2003. He started his career as an Audit Sta at Ruddy Hermawan (BAP) Public Accountant O ce from 2003 until mid 2004. He then became Senior Internal Audit at Grand Boutique Center (2004-2006), before joining PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. in 2007.

30
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

TATA KELOLA PERUSAHAAN


Good Corporate Governance

AKUNTAN PUBLIK Kantor Akuntan Publik Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (Member Firm of RSM International), yang terdaftar di BAPEPAMLK, telah melakukan uji seleksi untuk mengaudit Perseroan pada tahun buku 2010. Dengan mempertimbangkan kriteria audit yang berlaku dan pengalaman dalam melakukan audit atas perusahaan-perusahaan publik, Kantor Akuntan Publik Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (Member Firm of RSM International) telah ditunjuk untuk melakukan audit terhadap laporan keuangan Perseroan. Penunjukan tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam lima tahun berturut-turut bagi Kantor Akuntan Publik Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (Member Firm of RSM International) untuk melakukan audit terhadap PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. Hasil audit 2010 menunjukkan bahwa laporan keuangan PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. disajikan secara wajar, sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

PUBLIC ACCOUNTANT Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (Member Firm of RSM International) Public Accountancy O ce, registered at BAPEPAMLK, has carried out a selection test to conduct an audit for the 2010 book year. Based on accepted auditing criteria and experience in auditing public companies, Aryanto Amir Jusuf Mawar & Saptoto (Member Firm of RSM International) Public Accountancy O ce was therefore appointed to take on the task of auditing the books. This was the second appointment in ve consecutive years for Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto Public Accountancy O ce to be charged with the responsibility of auditing PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. 2010 audit results revealed that the nancial reports of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. were in fact fairly presented, in accordance with existing Accounting principles.

SEKRETARIS PERUSAHAAN PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. telah mengangkat Sekretaris Perusahaan yang, sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.1.4, bertindak sebagai mediator yang menjembatani kepentingan Perseroan dengan kepentingan pemegang saham, pasar modal, institusi keuangan dan pihak-pihak terkait lainnya. Sekretaris Perusahaan juga bertanggungjawab untuk menyampaikan informasi yang bersifat material kepada pemangku kepentingan dengan tepat waktu, akurat, dan transparan.

Helen R. Tanzil Lahir di Bogor tahun 1968, Helen R. Tanzil diangkat sebagai Sekretaris Perusahaan dan Kepala Divisi Hubungan Investor pada bulan November 2009. Sebelum bergabung dengan AHI, beliau menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan & Kepala Divisi Hubungan Investor di PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk. (2007-2009) dan sebagai Investor Relations Manager di PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. (1999-2007). Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia dan meraih gelar Master of Business Administration dari National University of Singapore. Beliau juga merupakan staf pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, sejak tahun 1992.

Helen R. Tanzil Born in Bogor in 1968, Helen R. Tanzil was appointed as Corporate Secretary and Investor Relations Division Head in November 2009. Prior to joining AHI, she served as Corporate Secretary & Investor Relations Division Head at PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk (2007-2009) and as Investor Relations Manager at PT Indofood Sukses Makmur, Tbk (1999-2007). She was awarded Bachelor of Economics with accounting major from the University of Indonesia and holds a Master of Business Administration degree from the National University of Singapore. She has also been a lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia since 1992.

LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

CORPORATE SECRETARY PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. has appointed a Corporate Secretary who, in accordance with BAPEPAM-LK Regulation No. IX.1.4, should act as a mediator, bridging the interests of the company she represents and those of shareholders, capital and nancial market institutions and other concerned parties. A Corporate Secretary is also responsible for disseminating information to stakeholders on time, accurately and transparently.

31

AKSES INFORMASI Sebagai perusahaan publik, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. menyadari bahwa Perseroan harus menyediakan akses informasi penting kepada pemegang saham, investor, dan para pemangku kepentingan. Penyampaian informasi terbaru dan komprehensif secara tepat dan menyeluruh akan membangun kepercayaan publik terhadap Perseroan. Sejalan dengan itu, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. juga memiliki situs web, yaitu www.acehardware.co.id, sebagai sarana penyajian informasi terbaru secara berkala. Perseroan juga mengadakan pertemuan secara teratur dengan media, investor dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

INFORMATION ACCESS As a public company, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. accepts that it should provide broad access to vital information to shareholders, investors and stakeholders. The dissemination of up-to-date and comprehensive information, punctually and thoroughly, will certainly build public con dence in the Company.

Accordingly, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. has set up its website, www.acehardware.co.id, displaying periodically updated information. Further, the Company holds regularly scheduled meetings with the media, investors and other interested parties.

MANAJEMEN RISIKO Manajemen menyadari bahwa risiko utama yang dihadapi oleh PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. dalam pengelolaan bisnisnya adalah kemampuan untuk menjaga komitmen kesepakatan lisensi. Oleh karena itu, Perseroan percaya bahwa semua risiko akan mendorong manajemen untuk melakukan berbagai upaya serta menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik guna mencapai pertumbuhan yang optimal. Dalam mengantisipasi risiko usaha yang muncul pada tahun 2010, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. melaksanakan berbagai langkah, sebagai berikut: Membentuk unit khusus, yaitu Audit Internal, yang mengelola manajemen risiko dan melaporkannya langsung kepada Direksi Mengidentikasi dan menganalisis risiko secara keseluruhan, baik di kantor pusat maupun anak perusahaan Menggunakan informasi yang diperoleh untuk melakukan analisis audit berbasis risiko. Audit secara terpadu dikelola oleh Divisi Audit Internal. Di samping risiko usaha, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. juga menyadari risiko-risiko lain yang mengancam kelangsungan usaha, baik secara internal maupun eksternal. Beberapa di antara risiko tersebut adalah : A. RISIKO EKSTERNAL Risiko Ekonomi Kinerja usaha dan turnover Perseroan berkaitan dengan, antara lain, pendapatan kelas menengah dan prioritas konsumen. Faktor-faktor seperti daya beli yang melemah, tekanan in asi, dan ketidakpastian kondisi sosial, dapat berdampak negatif terhadap pendapatan PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. FLUKTUASI NILAI TUKAR Sistem nilai tukar mengambang yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 1997 membuat pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS sulit diprediksi. Beberapa pihak juga menguatirkan potensi depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS (atau mata uang lainnya). Hal ini dapat berdampak negatif terhadap struktur biaya perusahaan ritel yang memiliki produk impor. Selama tahun 2010, nilai Rupiah terhadap Dolar AS cenderung menguat. Penguatan ini menyebabkan peningkatan daya beli sehingga meningkatkan penjualan.

RISK MANAGEMENT The management is aware that the main risk faced by PT ACE Hardware Indonesia Tbk. in managing a business is the ability to maintain the license agreement. Therefore, the Company believes that all risks will encourage the management to take more attempts as well as to implement the principles of Good Corporate Governance to achieve optimal growth.

32
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

In anticipation of the business risks occurred in 2010, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. underwent the following steps: Establishing a special unit, i.e. Internal Audit, as an in charge of managing the risk management and reporting directly to the Board of Directors Identifying and analyzing the overall risk, both at headquarters and at subsidiaries Using the information obtained to implement risk-based audit analysis. The integrated audit was managed by the Internal Audit Division In addition to business risks, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. also recognizes other risks that threaten the sustainability of both internal and external business. Some of them can be explained as follows :

A. EXTERNAL RISKS
ECONOMIC RISK The Companys business performance and turnover are relating to, among others, middle-class incomes and consumer priorities. Factors such as weakened purchasing power, in ation pressure, and social uncertainty can have a negative impact on incomes of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. EXCHANGE RATE FLUCTUATION Floating exchange rate system imposed by the Government of Indonesia since 1997 has made the movement of rupiah compared to the U.S. dollar is di cult to predict. Some also worried about potential depreciation of the rupiah against the U.S. dollar (or other currencies). This could adversely impact the cost structure of retail companies that have imported products. During the year 2010, the value of the rupiah against the U.S. dollar tends to strengthen. The strengthening leads to further increasing purchasing power thus improving sales.

TATA KELOLA PERUSAHAAN


Good Corporate Governance

RISIKO PERATURAN PEMERINTAH Peraturan Pemerintah seperti perubahan dalam kebijakan perdagangan, perpajakan, tarif PPN, dan lain-lain, juga dapat memengaruhi pendapatan PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. RISIKO PERSAINGAN USAHA Pendatang baru dapat masuk secara bebas dan bersaing di industri ritel domestik. Setiap saat, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. menghadapi risiko pengembangan mereka dalam bisnis. Namun, dengan pengalaman luas dan manajemen profesional, dan juga sebagai pelopor di sektor ritel home improvement and lifestyle yang didukung oleh jaringan gerai modern yang luas, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. siap menghadapi tantangan masuknya pesaing baru. B. RISIKO INTERNAL RISIKO MANAJEMEN PERSEDIAAN Bagi setiap peritel, keputusan atas pilihan produk akan melibatkan risiko. Kurangnya pilihan produk akan memberikan kesan peritel tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dengan pilihan produk yang lengkap. Di sisi lain, terlalu banyak pilihan produk juga akan menyebabkan masalah lain. Untuk menghadapi tantangan ini, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. telah memantau pola belanja konsumen untuk mengidenti kasi kebutuhan mereka, yang hasilnya menunjukkan bahwa PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. dapat menawarkan pilihan yang optimal dalam setiap kategori. Penggabungan temuan ini dengan teknologi informasi yang tepat juga memungkinkan Perseroan untuk mengelola pengadaan produk yang tepat. RISIKO MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Bagi setiap peritel, pelayanan adalah sangat penting. Kemampuan, penampilan, sikap untuk memberikan bantuan, dan tata krama yang baik terhadap pelanggan, merupakan faktor penting dalam mencapai suatu citra yang baik dan kepuasan pelanggan. Dalam jangka panjang, pelanggan yang puas akan terdorong untuk melakukan pembelian ulang sehingga meningkatkan penjualan. Upaya yang berkelanjutan untuk memberdayakan karyawan dengan orientasi untuk kepuasan pelanggan mendorong PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. untuk tidak hanya merekrut kandidat terbaik, meningkatkan keterampilan dan profesionalisme atau kerja samanya, namun juga untuk mendorong upaya yang diperlukan guna menjaga kepuasan, kesehatan, dan loyalitas karyawan tersebut melalui penciptaan kondisi kerja yang kondusif dengan remunerasi dan tunjangan yang kompetitif. PT ACE Hardware Indonesia Tbk. percaya bahwa karyawan yang puas akan melakukan yang terbaik demi kepuasan pelanggan.

GOVERNMENT REGULATION RISK Government regulations such as changes in trade policy, taxation, VAT tari s, etc., can also a ect the income of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. BUSINESS COMPETITION RISK Newcomers can enter freely and compete in domestic retail industry. PT ACE Hardware Indonesia Tbk. faces the risk of their emergence in the business any time. However, with extensive experience and professional management, as well as the pioneer of home improvement and lifestyle business that is supported by an extensive network of modern stores, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. is ready to face the challenges from the entry of new competitors.

B. INTERNAL RISKS
INVENTORY MANAGEMENT RISK For every retailer, decisions regarding the selection of products will involve a risk. The lack of product choices will give an impression of retailers inability in meeting customer needs with a complete product selection. On the other hand, too many product choices will also cause other problems. To deal with this challenge, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. has been monitoring consumer spending patterns to identify their needs, which shows that the results enable PT ACE Hardware Indonesia Tbk. to o er an optimal choice in each category. Combining these ndings with appropriate information techno logy also allows the Company to manage proper product procurement. HUMAN RESOURCES MANAGEMENT RISK For each retailer, service is of the essence. Ability, appearance, attitude to always provide help, and good manners towards customers are important factors in achieving good brand image and customer satisfaction. In the long term, satis ed customers will encourage repeat purchases and increase sales.

33
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Sustainable e orts to empower employees with orientation to customer satisfaction have made PT ACE Hardware Indonesia Tbk. not only recruit the best candidates, improve their ability and professionalism or teamwork, but also encourage e orts required to maintain satisfaction, health, and employee loyalty by creating conducive working condition and competitive remuneration and bene ts. PT ACE Hardware Indonesia Tbk. believes that satis ed employees will do their best to achieve customer satisfaction.

RISIKO KEUANGAN PERUSAHAAN


Krisis ekonomi global dan perhatian publik terhadap iklim ekonomi nasional yang belum sepenuhnya membaik, dapat mempengaruhi kinerja usaha peritel. Namun, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. patut bersyukur bahwa situasi ini tidak berpengaruh serius terhadap penjualan selama 2010. Melemahnya pasar keuangan bisa menjadi ancaman jangka panjang terhadap kinerja PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. Apresiasi Dolar AS terhadap nilai Rupiah secara signi kan dapat meningkatkan harga barang impor. Ini bisa berdampak pada penurunan PDB, yang pada gilirannya akan memberikan tekanan pada pengeluaran konsumen, terutama pada konsumen kelas menengah-atas yang merupakan target utama bagi penjualan Perusahaan. Untuk menghadapi berbagai situasi yang bisa menimbulkan potensi risiko keuangan Perusahaan, pada tahun 2010 PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. menetapkan langkah-langkah : 1. Membuka sejumlah gerai baru dengan perencanaan yang matang. 2. Mengembangkan strategi untuk meningkatkan produktivitas dan e siensi biaya operasional gerai sambil tetap menjaga jumlah karyawan yang optimal. 3. Menetapkan pasokan untuk memastikan berbagai produk pilihan yang optimal di setiap kategori.

COMPANY FINANCIAL RISK


The global economic crisis and fears of the people to national economic climate that has not fully improved, could a ect the business performance of a retailer. However, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. should be grateful that this situation is not seriously a ected its sales during 2010. The weakening in nancial market could be a long-term threat to the performance of PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. Appreciation of the value of U.S. dollar against the rupiah could signi cantly increase the price of imported goods. This could have an impact on GDP decline, which in turn will put pressure on consumer spending, especially on middle-upper class consumers who are the Companys prime targets for sales.

34
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

To deal with various situations that could become potential nancial risks to the Company, PT ACE Hardware Indonesia, Tbk. sets out the steps in 2010 : 1. Opening a number of new stores with careful planning. 2. Developing strategies to increase store productivity and its e ciency on operating costs while maintaining the optimal number of employees. 3. De ning inventory in order to ensure optimal choice of product range in each category.

Keberadaan PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. selama lebih dari 15 tahun di sektor home improvement and lifestyle telah membentuk kami menjadi perusahaan ritel dengan struktur yang solid, kehandalan, dan pro tabilitas yang tinggi bagi seluruh pemangku kepentingan, mitra usaha, serta pelanggan setia kami.

The existence of PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. for more than 15 years in home improvement & lifestyle sector has formed us into a retail company with a solid structure, reliability, and high pro tability for all stakeholders, business partners, as well as our loyal customers.

STRUKTUR ORGANISASI

Organization Structure

Board Commissioners

Audit Committe

Board Directors

Controller

Development

35
Procurement & Logistic
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Finance Logistic Sales & Marketing Procurement

HRD & GA

Fin & Acct

IT

Stores

Sales

Marketing Comm

JEJARING GERAI KAMI Our Stores Network

Jaringan kami usaha yang tersebar di 45 titik lokasi bukan hanya menunjukkan hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan. Lebih dari itu, luasnya jaringan gerai kami juga menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas produk Ace Hardware.

JABODETABEK Supermall Karawaci Pintu Timur, Lt. Dasar G #100 Karawaci Tangerang 15811 Ruko Pluit Lakeside Ruko Pluit Lakeside Jl. Pluit Indah Raya 168 M S Jakarta Utara 14450 Pasaraya Pasaraya Grande, Gd. Basement 2 Jl. Iskandarsyah II No.2 Blok M Jakarta 11610 Puri Indah Mall Puri Indah Mall, Lt. Dasar Jl. Puri Agung Jakarta 11610 Panglima Polim Jl. Panglima Polim Raya No. 73 Jakarta 12160 Kelapa Gading Jl. Raya Boulevard Barat Blok XC - 9 No. 3 6 Kelapa Gading, Jakarta 14240 Pondok Indah Mall Mal Pondok Indah Lt. II Blok B-11 Jl. Metro Pondok Indah Blok III B Pondok Indah, Jakarta 12310 Artha Gading Mall Mal Artha Gading Lt. Dasar B7/12, Lt. I B1/41 Boulevard Artha Gading Selatan Jakarta 14240 Daan Mogot Mal Matahari Puri Daan Mogot Jl. Daan Mogot Raya Km. 16 Jakarta 11840 Bintaro CBD Bintaro Jaya Jl. Bintaro Utama Raya Sektor CBD Kav. 11/B7 No. A1 Jakarta Selatan Rawamangun Jl. Pemuda No. 66-67 Rawamangun Jakarta Timur Permata Hijau ITC Permata Hijau Blok E 36 39 Jl. Letjen. Soepono Jakarta Selatan Pejaten Jl. Warung Buncit Raya No. 98 Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Radio Dalam Ruko Radio Dalam Jl. Radio Dalam No. 17 Gandaria Utara Jakarta Selatan 12140 Fatmawati Jl. Fatmawati Raya No.42 B1 Jakarta Selatan Gandaria Gandaria City, B1 LG Jl. Sultan Iskandar Muda Kebayoran Lama Utara Jakarta Selatan Grand Indonesia Grand Indonesia Market District 2 Level 5, MD2-MA Jakarta Pusat Mall Metropolitan II Mall Metropolitan Lt. 1 Unit 112 Jl. KH. Noer Alie Kelurahan Pekayon Jaya - Bekasi Barat 17148 Ahmad Yani Bekasi Jl. Jend. Ahmad Yani A RT 005 RW 02, Pekayon Jaya Bekasi Depok Jl. Margonda Raya No. 166 Depok

36
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Cibubur Cibubur Times Square Km. 3 Jl. Transyogi Komp. Cibubur Times Square Blok A1 - Cibubur JAWA BARAT Istana Plaza Bandung Istana Plaza Jl. Pasirkaliki No. 121-123 Bandung 40171 IBCC Bandung Plaza IBCC, Lt. Dasar dan 1 Istana Building Commodities Center Jl. Jend. Achmad Yani No. 296 Bandung Bogor Jl. Pajajaran No. 19 A-E Bogor 16153 Cirebon Jl. Syech Abdul Rachman No. 36A Cirebon JAWA TENGAH Semarang Jl. Pemuda No. 66 / Jl. Gajah Mada No. 1 Semarang Simpang Lima Semarang Jl. Pahlawan No. 2-2A / Jl. Simpang Lima, Peleburan Semarang

Our business network spreading in 45 points of location is not just indicating a closer relationship to customers. More than that, it is also showing their trust in the quality of Ace Hardware products.

Galaxy Mall Surabaya Galaxy Mall Ground Floor Jl. Dharmahusada Indah Timur No. 37 Surabaya 60115 Tunjungan Plaza I Tunjungan Plaza I, Jl. Basuki Rachmad No. 8-12 Unit 1 UG 15-20, 97-98, 103-106 Surabaya Royal Plaza Surabaya Royal Plaza Surabaya Lt.1, No. H1-17 Jl. A. Yani No. 16 - 18 Surabaya 60231 Sidoarjo Gedung ACE INDEX Jl. Jenggolo No. 41-43 Sidoarjo 61219 Malang Mall Olympic Garden Lt. 1 Blok A1 Jl. Kawi No. 24 Malang 65116 SUMATERA Medan Juanda Jl. Ir. H. Juanda No. 88 Lt. 1 Sukaraja Medan Maimun 20159

Batam Nagoya Hill Jl. Teuku Umar Komp. Nagoya Hill Superblock Lubuk Baja Kota Batam 29432 Batam Kompleks Tanah Mas Blok M No 3 6 Jl. Laksamana Bintan Sungai Panas Batam Batam 29423 Palembang Palembang Indah Mall Ground Floor Jl. Letkol. Iskandar No. 18 Palembang 30129 KALIMANTAN Balikpapan Mal Balikpapan Permai Blok F1 No. 9 11 Jl. Jenderal Sudirman Balikpapan 76114 Banjarmasin Jl. A. Yani Km.6 No. 18/19 Banjarmasin-KalSel SULAWESI Mall Panakukkang Square Panakukkang Square Lt. Dasar Jl. Adyaksa Raya Nomor 1 Makassar Sulawesi Selatan

Mal Bali Galeria Mal Bali Galeria Lt. Dasar Jl. Bypass I Gusti Ngurah Rai Simpang Dewa Ruci Kuta Bali TOYS KINGDOM Grand Indonesia Grand Indonesia East Mall, level 5 Jl. MH. Thamrin No.1 Jakarta Pusat Plaza Bekasi Jl. Ahmad Yani No.9 Bekasi Living Plaza Jl. Pahlawan No. 2 2A Semarang Gandaria Gandaria City, B1 LG Jl. Sultan Iskandar Muda Kebayoran Lama Utara Jakarta Selatan Tunjungan Plaza I Jl. Basuki Rachmad No. 8-12-Unit 1 GF Surabaya

LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

JAWA TIMUR Pakuwon Supermall Pakuwon Supermall, Lt. LG & G Jl. Puncak Indah Lontar No. 2 Surabaya

Sun Plaza Mall Medan Sun Plaza Lt. 1 - C22 Jl. Zainul Ari n Medan 60152 Pekanbaru Mall Pekanbaru Lt. 1 & 2 Jl. Jend. Sudirman No. 123 Pekanbaru Riau

BALI Kuta Bali Istana Kuta Galeria Jl. Patih Jelantik Kuta Kuta 80361 Bali Denpasar Jl. Gatot Subroto Pusat No. 343 Denpasar Bali

37

JARINGAN PRODUK BERKUALITAS dengan NILAI TAMBAH Quality Products with Added Value

Dalam hal kuantitas dan area, jaringan outlet dan pilihan produk yang dikelola oleh AHI merupakan yang terbesar dan terbaru di bidangnya di Indonesia. Sebagai pelopor dan yang terdepan di sektor home improvement and lifestyle, AHI menawarkan berbagai macam produk berkualitas dengan menyediakan lebih dari 65 ribu jenis produk, yang terbagi dalam dua kategori utama :

In terms of quantity and area, the outlet network of equipment products managed by AHI is the largest and newest in the eld. As the pioneer and leader in home improvement and lifestyle sector, AHI o ers a wide variety of quality products with more than 65,000 items that are divided into two main categories :

Home Improvement
Hardware Home Appliances Cleaning Aids Lawn and Gardening Lighting Outdoor Living Paint and Sundries Plumbing Supplies and Fixtures Electrical Tools Miscellaneous

Home Improvement
Hardware Home Appliances Cleaning Aids Lawn and Gardening Lighting Outdoor Living Paint and Sundries Plumbing Supplies and Fixtures Electrical Tools Miscellaneous

38
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Lifestyle
Automotive Furniture Houseware and Gift Sporting Goods and Pet Supplies HORECABA (Hotel, Restaurant, Cafe, Bakery) Supplies Lebih dari sekedar menawarkan produk home improvement and lifestyle, AHI juga memberikan nilai tambah di setiap produk yang dijual. AHI terus memperkenalkan produk baru yang menarik, yaitu produk-produk yang memiliki nilai unik dengan harga kompetitif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup.

Lifestyle
Automotive Furniture Houseware and Gift Sporting Goods and Pet Supplies HORECABA (Hotel, Restaurant, Cafe, Bakery) Supplies More than just o ering complete home improvement and lifestyle products, AHI also provides added value on every product sold. AHI continues to introduce the new and attractive products, ones that have unique value with competitive price, which in the end can improve life quality.

Selain kelengkapan produk, nilai tambah lain yang akan diperoleh konsumen adalah kenyamanan interior setiap gerainya dengan pencahayaan yang optimal, didukung dengan layanan responsif dan informatif. AHI juga menawarkan kepada para pelanggan beragam manfaat program khusus, seperti:

Kartu ACE Rewards


Pelanggan yang sudah memiliki Kartu ACE Rewards akan menikmati manfaat tambahan dari sejumlah poin yang diakumulasi setiap kali mereka berbelanja di gerai ACE. Jumlah poin tersebut kemudian dapat ditukar dengan produk lain yang terpilih yang diinginkan.

Promosi
Melalui kerja sama dengan outlet ritel lain, AHI menawarkan program promosi yang memberikan manfaat lebih kepada pelanggan. Mereka menerima informasi tentang penawaran promosi melalui SMS, email, atau direct mail.

ACE Rewards Card


Customers who already have ACE Rewards Card will enjoy additional bene t from a number of accumulated points each time they shop at Ace store. The points can then be exchanged with other selected products as desired.

Promotions
In cooperation with other retail outlets, AHI o ers promotional programs that provide more bene ts to customers. They receive information about promotional o ers via SMS, email, or direct mail.

LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

In addition to the completeness of the product, another added value that consumers will get is to feel the comfort of store interior under optimal lighting, following responsive and informative services. AHI also o ers customers with bene ts of special programs, such as:

39

PEMBAHASAN dan ANALISIS MANAJEMEN Management Discussion and Analysis

KONDISI MAKRO
Di tengah kondisi ekonomi dan keuangan global yang masih belum pasti, perekonomian Indonesia tahun 2010 masih tumbuh sekitar enam persen. Pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi pada kuartal ke-4 tahun 2010 yang mencapai 6,1%, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kuatnya permintaan domestik, khususnya di konsumsi domestik dan investasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didukung oleh kinerja yang solid dari sisi eksternal. Menurut Bank Indonesia, keseluruhan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada 2010 mengalami surplus yang signi kan, didukung oleh kekuatan arus masuk modal asing, khususnya investasi langsung dan investasi portofolio asing. Diperkirakan bahwa surplus neraca pembayaran masih akan relatif besar pada 2011, meskipun tidak sebesar surplus tahun 2010. Ekspor menunjukkan pertumbuhan yang kuat, sementara pertumbuhan impor juga cukup pesat seiring dengan permintaan domestik yang kuat.

MACRO CONDITION
In the midst of global economic and nancial conditions that remain uncertain, the Indonesian economy in 2010 still grows around six percent. The achievement is supported by economic growth in fourth quarter of 2010 which reached 6.1%, higher than previous quarter. This is because of strong domestic demand, particularly in domestic consumption and investment. The growth of Indonesia's economy is also supported by solid performance of the external side. According to Bank of Indonesia, the overall Indonesias balance of payments (NPI) in 2010 experienced a signi cant surplus, supported by the strength of foreign capital in ows, particularly direct investment and portfolio investment. It is estimated that the surplus balance of payments will still be relatively large in 2011, although not as large as 2010 surplus. Exports showed strong growth, while the growth of import is also quite rapid along with strong domestic demand. With these developments, foreign exchange reserves until the end of December 2010 stood at US$ 96.2 billion, equivalent to 7.1 months of imports and foreign debt payments. In line with the strong external performance of the Indonesian economy, the exchange of rupiah was appreciated along with a fairly low level of volatility. Based on point-to-point performance, the rupiah strengthened 4.4% (year-to-date) to Rp 9,010 per US dollar with reduced volatility. Management policy in capital in ows and exchange rate stability adopted by Bank of Indonesia through intervention in foreign exchange and accumulation of exchange reserves, promotes positive expectations toward domestic economy. Relatively, strengthening Indonesian rupiah enables the country to remain quite competitive. (Source: BI: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, 5 January 2011)

40
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Dengan berbagai perkembangan tersebut, cadangan devisa sampai akhir Desember 2010 tercatat sebesar US$ 96,2 miliar, setara dengan 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri. Sejalan dengan kinerja eksternal yang kuat dari perekonomian Indonesia, nilai tukar Rupiah mengalami apresiasi dengan volatilitas yang cukup rendah. Berdasarkan kinerja point-to-point, Rupiah menguat 4,4% (year-todate) menjadi Rp 9.010 per Dolar AS dengan volatilitas yang menurun. Kebijakan manajemen pada arus masuk permodalan dan stabilitas nilai tukar yang diadopsi oleh Bank Indonesia melalui intervensi pada valuta asing dan akumulasi cadangan mata uang, meningkatkan harapan positif terhadap perekonomian domestik. Secara relatif, penguatan Rupiah memungkinkan Indonesia untuk tetap kompetitif. (Sumber: BI: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, 5 January 2011)

TINJAUAN OPERASIONAL
Lima belas tahun sejak awal AHI beroperasi , tahun 2010 menjadi saksi penandatanganan perpanjangan kesepakatan lisensi waralaba Perseroan dengan ACE Corp, Amerika Serikat, untuk 15 tahun berikutnya. Kepercayaan ini diwujudkan Perusahaan dengan terus aktif memperluas cakupan usaha dan meningkatkan kinerja gerai-gerai yang telah ada agar lebih atraktif, sehingga dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan penjualan samestore growth. Berlandaskan pengamatan yang seksama, Perseroan juga menganalisis pasar yang ada maupun potensi pasar baru untuk menentukan wilayah ekspansi. Pada tahun 2009, Perusahaan hanya membuka 3 toko baru. Hal ini mencerminkan pertimbangan cermat kami di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi. Namun demikian, Perseroan membukukan marjin keuntungan melalui pengawasan operasi yang ketat dan meningkatkan lagi ekspansi usahanya dengan membuka enam gerai baru dan lima gerai Toys Kingdom di berbagai lokasi.

OPERATIONAL OVERVIEW
After 15 years of operation since AHIs commencement, the year 2010 has witnessed the sign of Companys extension of its franchise agreement with ACE Corp., US, for another 15 years. This trust is actualized by the Company through continuing to actively expand its business scale and to enhance the performance of existing stores to make them more attractive, so as to maintain or even increase sales of same-store growth. Under prudent examination, the Company also analyzes the market and new potential area to determine the location of expansion.

In 2009, the Company has just opened 3 new stores. This re ects our cautious consideration because of uncertainty in economic conditions. However, the Company booked pro t margins through tight control of operations and focus on productivity. Therefore, in 2010 the Company further increased more business expansion by opening six new Ace stores and ve Toys Kingdom outlets in various locations. The additional six new Ace stores at various locations showed AHI e orts to get closer to its loyal consumers. On the other hand, the beginning of operation of ve Toys Kingdom outlets specialized in providing toys products in 2010 is a strategic move to meet spikes in customer demand for quality toys products. In overall, the opening of new outlets in major cities in Indonesia completes the total oor area of Ace stores that have reached almost 130 thousands sqm, and Toys Kingdom with total oor area reaching 5.3 thousands sqm. The expansions further solidify the Company's position in home improvement and lifestyle sector, in which other competitors cannot match.

Pembukaan 6 gerai baru di berbagai lokasi tersebut menunjukkan upaya AHI untuk lebih dekat dengan konsumen setianya. Di sisi lain, pengoperasian perdana kelima gerai Toys Kingdom di tahun 2010 yang khusus menyediakan produk-produk mainan ini, merupakan langkah strategis untuk memenuhi tingginya permintaan pelanggan terhadap produk mainan yang berkualitas. Secara keseluruhan, pembukaan outlet baru di kota-kota besar di Indonesia melengkapi total luas area gerai AHI yang mencapai hampir 130 ribu meter persegi, dan gerai Toys Kingdom dengan total area seluas 5,3 ribu meter persegi. Perluasan tersebut semakin memperkuat posisi kami di sektor home improvement and lifestyle, yang tidak mudah diimbangi oleh kompetitor.

41
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

TINJAUAN KEUANGAN
Penjualan Setelah mengalami tingkat pertumbuhan SSG (same-store growth) negatif pada tahun 2009, penjualan pada tahun 2010 menunjukkan peningkatan sehingga SSG berada pada tingkat yang sehat. Penjualan tumbuh 20,8% menjadi Rp 1.641,12 miliar dari Rp 1.358,78 miliar dengan tingkat penjualan SSG positif serta kontribusi penjualan dari gerai yang dibuka pada tahun 2009 dan 2010. Dalam hal penjualan di tingkat departemen, kontribusi terbesar berasal dari penjualan departemen home improvement. Sejak pelaporan tahun 2009, telah terjadi perubahan pada penyajian "Penjualan Bersih" menjadi hanya mencakup penjualan beli putus dan penjualan konsinyasi bersih, sebagaimana diatur dalam Buletin Akuntansi Staf BAPEPAM-LK No. 7 (BAS 7) tentang Perlakuan Akuntansi dan Keterbukaan dalam Transaksi Hubungan Keagenan.

FINANCIAL OVERVIEW
Sales After experiencing negative level of same-store growth (SSG) in the year 2009, sales in 2010 shows an increase so that the SSG is at healthy level. Sales grew 20.8% to Rp 1,641.12 billion from Rp 1,358.78 billion due to positive SSG as well as sales contribution from stores opened in 2009 and 2010. In terms of departmental sales, the largest contribution to sales was coming from home improvement department. Since year 2009 report, there has been a change on Net Sales presentation to include outright sales and consignment sales-net, as stipulated in Accounting Sta Bulleting of BAPEPAM LK Number 7 (BAS 7) about Accounting Treatment and Transparency in Agency Relationship Transaction.

Laba Kotor Laba kotor untuk tahun 2010 meningkat sebesar 28,3% menjadi Rp 708,60 miliar dari Rp 552,44 miliar. Marjin laba kotor meningkat dari 39,5% menjadi 41,9%. Peningkatan ini terutama berkaitan dengan skala ekonomi yang lebih baik yang dicapai oleh AHI. Laba Usaha Laba usaha meningkat 22,3% menjadi Rp 217,89 miliar dari Rp 178,2 miliar. Marjin laba usaha meningkat menjadi sebesar 12,9% dari 12,7%. Laba Bersih Laba bersih 2010 meningkat 15,2% ke Rp 177,85 miliar dari Rp154,4 miliar. Marjin laba bersih turun menjadi 10,5% dari 11,0% pada tahun 2009. Kas dan Setara Kas, serta Investasi Jangka Pendek Posisi kas dan bank menurun 14,6% menjadi Rp 400,56 miliar dari Rp 466,88 miliar yang disebabkan terutama oleh belanja modal.

Gross Prot Gross pro t for 2010 increased by 28.3% to Rp 708.60 billion from Rp 552.44 billion. Gross pro t margin increased from 39.5% to 41.9%. Such increase was mainly related to better scale of economy achieved by AHI. Operating Prot Operating pro t increased by 22.3% to Rp 217.89 billion from Rp178.2 billion. Operating pro t margin increased signi cantly to 12.9% from 12.7%. Net Prot Net pro t for 2010 increased 15.2%, rising to Rp 177.85 billion from Rp154.4 billion. Net pro t margin improved to 10.5% from 11.0% in 2009. Cash and Cash Equivalent, Short-term Investment Cash and bank position decreased 14.6%, rising to Rp 400.56 billion from Rp 466.88 billion, mainly caused by capital expenditures. Accounts Receivable Balance of accounts receivable as of December 31, 2010, was Rp 10.69 billion, an increase of 26.6% from Rp 8.45 billion. Accounts receivable days were 2 days or stable compared to last year. The period of accounts receivable could be shortened because some customers paid in cash, while others with a credit card that required 2 days to process. Merchandise Inventory Inventory balance as of December 31, 2010, was Rp 135.20 billion, increasing signi cantly from Rp 95.6 billion. Inventory days increased from 43 days to 53 days. The Company carefully managed the supply by adjusting the schedule of product orders and shipments from factories overseas. Fixed Assets Fixed assets balance increased to Rp 226.47 billion from Rp 105.12 billion, mainly because of stores renovation and expansion. The company also purchased land in preparation for the opening of new stores.

42
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Piutang Usaha Jumlah piutang usaha per 31 Desember 2010 adalah Rp 10,69 miliar, naik 26,6% dari Rp 8,45 miliar. Jumlah hari piutang usaha adalah 2 hari atau hampir tidak ada perubahan dibandingkan dengan tahun lalu. Periode piutang usaha dapat diperpendek karena beberapa pelanggan membayar secara tunai, sedangkan yang lainnya dengan kartu kredit yang membutuhkan waktu 2 hari untuk proses kerja. Persediaan Saldo persediaan per 31 Desember 2010 adalah Rp 135,20 miliar, meningkat secara signi kan dari Rp 95,6 miliar. Hari persediaan mengalami peningkatan dari 43 menjadi 53 hari. Perseroan berupaya mengendalikan persediaan dengan mengatur jadual pemesanan produk dan pengiriman dari pabrik di luar negeri. Aset Tetap Jumlah aset tetap meningkat menjadi Rp 226,47 miliar dari Rp 105,12 miliar, terutama karena renovasi gerai dan ekspansi. Perseroan juga membeli tanah untuk persiapan pembukaan toko baru.

Hutang Usaha Jumlah hutang usaha naik secara signi kan ke Rp 71,46 miliar dari Rp 29,51 miliar, sama dengan kenaikan sebesar 142,2%. Jumlah hari hutang usaha juga menurun menjadi 26,6 hari dari 12,7 hari. Pinjaman Bank Seperti di tahun sebelumnya, Perseroan tidak memiliki pinjaman bank per 31 Desember 2010. Ekuitas Ekuitas meningkat ke Rp 1.030,14 miliar dari Rp 867,77 miliar, terutama karena laba bersih tahun yang bersangkutan. Rasio Laba terhadap Ekuitas (ROE) Pada tahun 2010, AHI mencatat ROE sebesar 17,3%, menurun dari 17,8%, disebabkan ekuitas meningkat lebih cepat daripada laba bersih Perseroan. Rasio Laba terhadap Aset (ROA) ROA menurun menjadi 14,9% dari 15,9%, disebabkan peningkatan aset keseluruhan melampaui pertumbuhan laba. Jumlah aset total yang lebih tinggi terutama disebabkan oleh kenaikan aset tetap sehubungan dengan ekspansi usaha.
*Persentase marjin laba untuk tahun 2008-2010 dihitung berdasarkan rasio laba terhadap total penjualan, yaitu total penjualan beli putus dan penjualan konsinyasi.

Accounts Payable Account payable balance increased by Rp 71.46 billion from Rp 29.5 billion, equivalent to a increase of 142.2%. Account payable days also increased 26.6 days from 12.7 days. Bank Loans As previous year, the Company did not have any bank loan as at 31 December 2010. Equity Equity increased to Rp 1,030.14 billion from Rp 867.77 billion, mainly due to net income for the current year. Return on Equity (ROE) In 2010, AHI recorded ROE at 17.3%, down from 17.8% due to the fact that equity increased faster than net income.

*Pro t margin percentages for 2008-2010 are calculated based on ratio of pro t to total sales, i.e. outright sales and consignment sales.

LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Return on Assets (ROA) ROA decreased to 14.9% from 15.9% due to the fact that total assets exceeded pro t growth. Higher total number of assets was mainly due to the increase in xed assets in line with business expansion.

43

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Corporate Social Responsibility

Sejak memulai operasi usahanya, AHI terus aktif mengadakan program-program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dalam beberapa tahun terakhir, Perseroan telah berkomitmen untuk melakukan program CSR yang komprehensif. Bagi AHI, CSR tidak hanya untuk mematuhi peraturan. Lebih dari itu, CSR diwujudkan untuk menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat dan untuk melestarikan komunitas yang lebih baik. Komitmen terhadap CSR yang kami lakukan merupakan budaya yang telah kami implementasikan dalam rencana Perusahaan. Sesuai dengan skala prioritas, program sosial AHI secara konsisten telah difokuskan pada tiga bidang, yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. Selama tahun 2010, Perseroan telah melakukan program-program sebagai berikut : Kerja Sama dengan UNICEF Sebagai kelanjutan dari kerjasama kami dengan UNICEF, kami memiliki program lain di bawah payung "Cintai Anak Indonesia" yang difokuskan pada imunisasi. Melalui program baru ini, kami mengumpulkan dana sebesar Rp 50 ribu (berlaku kelipatan) dari pelanggan yang ingin menyumbangkan dana melalui kasir di gerai kami. Setiap donasi Rp 50 ribu, akan digunakan untuk mengimunisasi secara lengkap tujuh bayi di Indonesia. Tujuan dari program ini adalah untuk mendanai program imunisasi UNICEF bagi bayi-bayi di Indonesia. Menurut penelitian, setiap tiga menit, satu bayi meninggal di Indonesia. Program ini telah dimulai pada tanggal 1 Desember 2010 sampai dengan 28 Februari 2011. Donasi bagi Korban Bencana Alam Menjelang akhir 2010, bangsa Indonesia telah mengalami berbagai bencana yang terjadi silih berganti. Setelah bencana di Wasior, bencana lain terjadi di Jawa Tengah dengan letusan Gunung Merapi, yang terjadi hampir bersamaan dengan tsunami di wilayah Mentawai. AHI bersama-sama dengan perusahaan induk dari Kawan Lama Group dan anak perusahaan lainnya telah menyalurkan sumbangannya kepada korban bencana alam untuk meringankan beban mereka, melalui program bantuan bencana "ACE Peduli". Bantuan tersebut terdiri dari dana tunai, tenda, generator, alas tidur, sarung tangan, masker, penolak serangga, dan perlengkapan lainnya yang diperlukan dalam keadaan darurat. Trailer untuk mengangkut barang kebutuhan telah diberangkatkan pada tanggal 10 November 2010.

Since its inception in the business, AHI continues to actively pursue programs that can provide bene ts to the community at large. In recent years, the Company has committed to undertaking a comprehensive program of CSR. For AHI, CSR is not just to comply with regulations. Moreover, CSR is to maintain a harmonious relationship with the community as well as to preserve a better community. Commitment to CSR we undergo is our culture that has been implemented in the corporate plans. In accordance with the scale of priority, AHIs social programs have been consistently focused on three areas, namely education, health and social welfare. During the year 2010, the Company has implemented the following programs z:

44
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Working with Unicef In continuance of our partnership with UNICEF, we have another program under the umbrella of Cintai Anak Indonesia that focuses on immunization. Through this new program, we collected a fund of Rp50,000 (and multiplied) from customers who wished to donate via our cashiers. For every Rp 50,000 donated, it will be used to fully immunized seven babies in Indonesia. The objective of the program is to fund UNICEFs immunization program for Indonesian babies. According to research, every three minutes, one baby dies in Indonesia. This program has started on December 1st, 2010, until February 28th, 2011.

Donation for Victims of Disasters Towards the end of 2010, the Indonesian people have su ered various disasters that occurred one after another. After the disaster in Wasior, another disaster happened in Central Java by the eruption of Mount Merapi, which occurred almost at the same time with the tsunami in Mentawai region. As a good citizen, AHI together with the holding company of Kawan Lama Group and other subsidiaries has provided donations to victims of natural disasters to alleviate their burden through ACE Peduli disaster relief program. The aid consisted of cash, tents, generators, sleeping mats, gloves, masks, insect repellents, and other equipment necessary in the state of emergency. The trailer full of goods departed on November 10th, 2010.

Idul Adha Peringatan Idul Adha, yang ditandai dengan mengorbankan hewan ternak, juga menjadi perhatian AHI. Oleh karena itu, dalam rangka untuk berpartisipasi pada "Hari Raya Kurban" tanggal 17 November 2010, AHI telah menyumbangkan sejumlah hewan kurban untuk didistribusikan kepada orang-orang di masyarakat sekitar. Fun Bike Guna meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan sebagai bagian dari program CSR, AHI telah menyelenggarakan 'Fun Bike Ace Hardware 2010'. Program ini diadakan pada Minggu, 16 Mei 2010, dan diikuti oleh 450 peserta. Mereka mulai bersepeda dari ACE Hardware Bintaro Sektor IX, Jakarta. Selain bersepeda di wilayah Bintaro dan sekitarnya dengan suasana menyenangkan di pagi hari, semua peserta juga menikmati penampilan khusus dari komunitas BMX Free Style. Pada kesempatan ini, AHI juga meluncurkan merek baru produk sepeda dari Italia, bernama Bianchi, yang sekarang tersedia di setiap cabang Ace Hardware.

45
Idul Adha The commemoration of Idul Adha, which is signi ed by sacri cing cattle, is also a concern for AHI. Therefore, in order to participate in Hari Raya Kurban on November 17, 2010, AHI also donated a number of cattle to be distributed to the people of surrounding communities. Fun Bike In its CSR program to increase health consciousness, AHI has organized Fun Bike Ace Hardware 2010. The program was held on Sunday, May 16, 2010, and attended by 450 participants. They started cycling from ACE Hardware Bintaro Sector IX, Jakarta. Besides riding bicycle with fun around the Bintaro area in the morning, all participants were also enjoying a special performance from BMX Free Style community. On this occasion, AHI also launched a new brand of bike products from Italy, named Bianchi, which is now available at any branch of Ace Hardware.
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Developing Human Resources

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Untuk mempertahankan posisi sebagai yang terdepan di sektor home improvement dan lifestyle, AHI terus melaksanakan program pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas profesionalisme dan kinerja Perseroan. Dengan total 5.955 karyawan di tahun 2010, Perseroan telah menerapkan beberapa strategi di bidang pengembangan sumber daya manusia, beberapa di antaranya adalah:

DEVELOPING HUMAN RESOURCES To maintain its position as the market leader in home improvement and lifestyle sector, AHI continues to implement development programs and improve the quality of human resources. The program aims to increase professionalism and performance quality of the Company. With a total of 5.955 employees in the year 2010, the Company has applied several strategies in the eld of human resource development, some of which are :

A. Strategi Perekrutan, yang meliputi dua program: - Program Perekrutan Reguler, seperti walk-in interview, lowongan pekerjaan, job fair, dan perekrutan melalui kampus/sekolah - Program Pengembangan Eksternal, seperti program perekrutan untuk tingkat penyelia hingga manajerial B. Strategi Pengembangan Karir, yang merupakan program pengembangan untuk promosi internal C. Strategi Pembelajaran & Pengembangan, yang terdiri dari : - Pengembangan AHI Retail Institute sebagai pusat perekrutan, e-learning, perpustakaan, dan litbang - Pengembangan program STARCARE, yaitu sebuah yang mengintegrasikan penjualan dan pelayanan: Smile & Greet Talk & Listen Answer & Anticipate Resolve the problem Create interest Ask Question Recommend the best solution Evaluate & Build Rapport - Penyelenggaraan pelatihan motivasi lainnya dengan mendatangkan pembicara tamu

A. Hiring Strategy, which covers two programs : - Regular Hiring Program, such as walk-in interview, job advertise ment, job fair, and campus/school hiring - External Development Program, such as recruitment program for supervisory to managerial level B. Career Development Strategy, which is a development program for internal promotion C. Learning & Development Strategy, which includes: - Developing AHI Retail Institute as a center of recruitment, e-learning, library and training & development. - Developing STARCARE program, i.e. a program that integrates selling and services : Smile & Greet Talk & Listen Answer & Anticipate Resolve the problem Create interest Ask Question Recommend the best solution Evaluate & Build Rapport - Conducting other motivation training with guest speakers

46
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

INFORMASI dan ALAMAT PERUSAHAAN

Corporate Information and Address

Kantor Pusat / Head O ce


Gedung Kawan Lama, 5th Floor Jalan Puri Kencana No. 1, Meruya Kembangan Jakarta 11610 P.O. Box 3208/PLUS/JKB 11032 Phone : (021) - 582 2222 (Hunting) Facsimile : (021) - 5824022 www.acehardware.co.id

Informasi Lain / Other Information


Akuntan Publik / Auditor : Public Accountant Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (Member Firm of RSM International) Plaza ABDA, Lt. 10 & 11 Jalan Jenderal Sudirman Kav. 59 - Jakarta 12190 Phone : (021) - 5140 1340 Facsimile : (021) - 5140 1350 www.rsm.aajassociates.com

Sekretaris Perusahaan / Corporate Secretary : Helen R. Tanzil Phone : (021) - 582 2222 (Hunting) E-mail : helen_tanzil@acehardware.co.id Hubungan Investor / Investor Relations : Helen R. Tanzil / Imelda Widjojo Phone : (021) - 582 2222 (ext. 399 / 397) E-mail : helen_tanzil@acehardware.co.id imelda_widjojo@acehardware.co.id SAHAM TERCATAT / Share Listed : INDONESIA STOCK EXCHANGE Badan Administrasi Efek / Share Registrar : PT Adimitra Transferindo Plaza Property Lt. 2 Komplek Pertokoan Pulomas Blok VIII No. 1 Jalan Perintis Kemerdekaan Jakarta 13210 Phone : (021) - 4788 1515 Facsimile : (021) - 470 9697

LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Notaris / Notary : Fathiah Helmi, SH Graha Irama 6C Jalan H.R. Rasuna Said No. 77A Jakarta 10310 Phone : (021) - 5290 7304 - 06 Facsimile : (021) - 526 1136

47

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN

Acknowledgement

PERNYATAAN

DEWAN KOMISARIS / Board of Commissioners

1. KUNCORO WIBOWO, Presiden Komisaris

2. TJIPTONO DARMADJI, Komisaris Independen

3. IJEK WIDYAKRISNADI, Komisaris

4. LETJEN TNI (Purn) TARUB, Komisaris Independen

DEWAN DIREKSI / Board of Directors

1. PRABOWO WIDYAKRISNADI, Direktur Utama

2. PAULUS ONG, Direktur Operasional

3. RUDY HARTONO, Direktur

4. HARTANTO DJASMAN, Direktur Keuangan

LAPORAN TAHUNAN INI TELAH DITANDATANGANI OLEH DEWAN KOMISARIS dan DIREKSI PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk BULAN MARET 2011 This Annual Report has been signed by the Members of Board Commissioners and Board Directors of PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk in March 2011

LAPORAN AUDITOR 2010 Auditors Report for 2010


PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk.

49
LAPORAN TAHUNAN10 Annual Report

Laporan Auditor Independent dan Laporan Keuangan. Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009. Independent Auditors Report and Financial Statements. For the years ended December 31, 2010 and 2009

The helpful place. Surat Pernyataan Direksi Board of Directors Statement Letter Tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan Konsolidasian Regarding to the Responsibility for the Consolidated Financial Statements Untuk Tahun-tahun Yang Berakhir Pada 31 Desember 2010 dan 2009 For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 PT Ace Hardware Indonesia Tbk dan Perusahaan Anak/ PT Ace Hardware Indonesia Tbk and Subsidiary No: 085/FINC/ACE/III/11 Kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1 Nama / Name Alamat Kantor / Office Address Alamat Domisili sesuai KTP / Domicile as stated in ID card Nomor Telepon / Phone Number Jabatan / Position 2 Nama / Name Alamat Kantor / Office Address Alamat Domisili sesuai KTP / Domicile as stated in ID card Nomor Telepon / Phone Number Jabatan / Position menyatakan bahwa: 1 Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian PT Ace Hardware Indonesia Tbk dan Perusahaan Anak; Laporan keuangan konsolidasian PT Ace Hardware Indonesia Tbk dan Perusahaan Anak telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia; a) Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian PT Ace Hardware Indonesia Tbk dan Perusahaan Anak telah dimuat secara lengkap dan benar; b) Laporan keuangan konsolidasian PT Ace Hardware Indonesia Tbk dan Perusahaan Anak tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material; We, the undersigned : Prabowo Widya Krisnadi Gedung Kawan Lama Lt. 5, Jl. Puri Kencana No.1, Meruya-Kembangan, Jakarta 11610, Indonesia Jl. Kokosan No. 10, RT.002 RW.001 Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat (021) 582-2222 Direktur Utama / President Director Hartanto Djasman Gedung Kawan Lama Lt. 5, Jl. Puri Kencana No.1, Meruya-Kembangan, Jakarta 11610, Indonesia Taman Aries E20/3 RT. 012 RW. 008 Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat (021) 582-2222 Direktur / Director State that: 1 We are responsible for the preparation and the presentation of the consolidated financial statements of PT Ace Hardware Indonesia Tbk and Subsidiary; The consolidated financial statements of PT Ace Hardware Indonesia Tbk and Subsidiary have been prepared and presented in accordance with accounting principles generally accepted in Indonesia; a) All information contained in the consolidated financial statements of PT Ace Hardware Indonesia Tbk and Subsidiary has been disclosed in a complete and truthful manner; b) The consolidated financial satatements of PT Ace Hardware Indonesia Tbk and Subsidiary do not contain any incorrect information or material facts, nor do they omit information or material facts;.

: : : : : : : : : :

Head Office PT Ace Hardware Indonesia Tbk Gedung Kawan Lama, Lt.5 Jl. Puri Kencana No. 1, Meruya - Kembangan, Jakarta Barat 11610 - INDONESIA, PO BOX 3208/PLUS/JKB 11032 Phone : (62-21) 582 2222 (Hunting) Fax : (62-21) 582 4022, 582 1520 Toll Free : 0-800-1-ASK ACE E-mail : ask_ace@acehardware.co.id Homepage : www.acehardware.co.id

is the place...

The helpful place.

Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam PT Ace Hardware Indonesia Tbk dan Perusahaan Anak

We are responsible for PT Ace Hardware Indonesia Tbks and Subsidiary internal control system

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

We certify the accuracy of this statement.

Jakarta, 11 Maret / March 11, 2011 Atas Nama dan Mewakili Direksi / On Behalf of the Board of Directors

Prabowo Widya Krisnadi Direktur Utama / President Director

Hartanto Djasman Direktur / Director

Head Office PT Ace Hardware Indonesia Tbk Gedung Kawan Lama, Lt.5 Jl. Puri Kencana No. 1, Meruya - Kembangan, Jakarta Barat 11610 - INDONESIA, PO BOX 3208/PLUS/JKB 11032 Phone : (62-21) 582 2222 (Hunting) Fax : (62-21) 582 4022, 582 1520 Toll Free : 0-800-1-ASK ACE E-mail : ask_ace@acehardware.co.id Homepage : www.acehardware.co.id

is the place...

R/114.AGA/9.1/2011
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2010 dan 2009
ASET Catatan/ Note 2010 Rp 2009 Rp

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY CONSOLIDATED BALANCE SHEETS As of December 31, 2010 and 2009
ASSETS

Aset Lancar Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Piutang Usaha Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga Persediaan Pajak Dibayar di Muka Beban Dibayar di Muka Uang Muka Jumlah Aset Lancar Aset Tidak Lancar Piutang Hubungan Istimewa Beban Dibayar di Muka Jangka Panjang Aset Pajak Tangguhan Aset Tetap (Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 121.779.345.457 dan Rp 84.086.821.366, masing-masing per 31 Desember 2010 dan 2009) Aset Lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET

2.c, 2.d, 2.u, 3, 26 2.e, 2.u, 4, 26 2.f, 2.u, 5, 26 2.o, 25 2.u, 26 2.g, 6 2.j, 15.a 2.h, 7 8, 25

366,377,982,335 34,180,383,840 2,205,865,865 8,488,699,223 10,288,814,290 135,198,472,443 2,865,375,924 37,501,889,208 265,082,979,017 862,190,462,145

395,771,699,900 73,104,424,492 2,174,675,206 6,272,291,385 5,518,616,519 95,569,334,714 -26,677,132,706 170,683,992,257 775,772,167,178

Current Assets Cash and Cash Equivalent Short-term Investment Accounts Receivable Related Parties Third Parties Other Receivables - Third Parties Inventories Prepaid Tax Prepaid Expenses Advance Payments Total Current Assets Non Current Assets Due from Related Parties Long-term Prepaid Expenses Deferred Tax Assets Fixed Assets (Net of accumulated depreciation of Rp 121,779,345,457 and Rp 84,086,821,366 as of December 31, 2010 and 2009, respectively) Other Assets Total Non Current Assets TOTAL ASSETS

2.o, 2.u, 25, 26 2.h, 7 2.k, 15.c 2.i, 2.q, 9

34,811,782,958 21,018,003,283 8,567,078,805

37,397,342,403 22,915,550,809 6,476,510,358

2.j, 2.u, 10

226,465,336,605 38,280,815,463 329,143,017,114 1,191,333,479,259

105,122,416,471 22,871,956,167 194,783,776,208 970,555,943,386

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

See the Accompanying Notes which are an integral part of these Consolidated Financial Statements

d1/April 21, 2011

paraf:

R/114.AGA/9.1/2011
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2010 dan 2009 PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY CONSOLIDATED BALANCE SHEETS (Continued) As of December 31, 2010 and 2009

KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Hutang Usaha Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Uang Muka Pelanggan Hutang Lain-lain Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Beban yang Masih Harus Dibayar Hutang Pajak Jumlah Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS

Catatan/ Note

2010 Rp

2009 Rp

LIABILITIES, MINORITY INTEREST, AND STOCKHOLDERS' EQUITY Current Liabilities Accounts Payable Related Parties Third Parties Advances from Customer Other Payables Related Parties Third Parties Accrued Expenses Taxes Payable Total Current Liabilities Non Current Liabilities Estimated Liabilities on Post Employment Benefits TOTAL LIABILITIES MINORITY INTEREST S STOCKHOLDERS EQUITY Capital Stocks - par value of 100 per share Authorized Capital - 4,800,000,000 shares Issued and Fully Paid 1,715,000,000 shares Additional Paid In Capital - Net Difference Due to Changes of Equity Transaction in Subsidiary Retained Earnings Appropriated Unappropriated Total Stockholders' Equity TOTAL LIABILITIES, MINORITY INTEREST, AND STOCKHOLDERS' EQUITY

2.c, 2.u, 11, 26 2.o, 25 12 2.u, 13, 26 2.o, 25 2.u, 14, 26 2.k, 15.b

24,286,330,277 47,175,477,892 5,639,629,237 102,269,486 12,706,985,415 8,764,141,048 11,635,252,389 110,310,085,744

4,443,641,228 25,064,949,974 4,247,433,358 -10,955,907,778 7,531,265,169 20,943,003,821 73,186,201,328

2.m, 16

36,436,865,000 146,746,950,744 14,448,762,108

29,600,511,000 102,786,712,328 997,674

EKUITAS Modal Saham - nilai nominal Rp 100 per saham Modal Dasar - 4.800.000.000 saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.715.000.000 saham 17 Tambahan Modal Disetor - Bersih 1.b, 2.s, 18 Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak 1.c Saldo Laba Telah Ditentukan Penggunaannya 19 Belum Ditentukan Penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN, HAK MINORITAS, DAN EKUITAS

171,500,000,000 368,122,496,948 239,846,533 34,812,000,000 455,463,422,926 1,030,137,766,407 1,191,333,479,259

171,500,000,000 368,122,496,948 -19,034,000,000 309,111,736,436 867,768,233,384 970,555,943,386

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

See the Accompanying Notes which are an integral part of these Consolidated Financial Statements

d1/April 21, 2011

paraf:

R/114.AGA/9.1/2011
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah)

Catatan/ Note PENJUALAN PENJUALAN KONSINYASI - BERSIH PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Penjualan Umum dan Administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Bunga Pendapatan Registrasi Keanggotaan Beban Bunga Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap Laba (Rugi) Selisih Kurs - Bersih Beban Keuangan Lain-lain - Bersih Jumlah Pendapatan Lain-lain - Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Beban Pajak Penghasilan - Bersih LABA SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR 2.r, 24 2.k, 15.b 15.c 2.l, 23 2.l, 21, 25 2.l, 20, 25 2.l, 22, 25

2010 Rp 1,628,438,357,211 12,683,439,426 1,641,121,796,637 932,518,981,447 708,602,815,190

2009 Rp 1,350,227,826,696 8,546,939,916 1,358,774,766,612 806,337,378,080 552,437,388,532 SALES CONSIGNMENT SALES - NET NET SALES COST OF GOODS SOLD GROSS PROFIT OPERATING EXPENSES Selling General and Administrative Total Operating Expenses INCOME FROM OPERATIONS OTHER INCOME (CHARGES) Interest Income Membership Registration Fee Interest Expenses Gain on Disposal of Fixed Asset Gain on Foreign Exchange - Net Other Financial Charges Miscellaneous - Net Total Other Income - Net INCOME BEFORE INCOME TAX INCOME TAX BENEFIT (EXPENSES) Current Tax Deferred Tax Total Income Tax Expenses - Net

342,328,343,829 148,381,746,198 490,710,090,027 217,892,725,163

261,591,623,506 112,644,862,706 374,236,486,212 178,200,902,320

2.i, 9 2.c

16,973,749,370 9,291,196,326 --(4,706,558,912) (14,953,559,840) 4,669,893,906 11,274,720,850 229,167,446,013

20,733,365,948 7,170,924,420 (2,139,553) 2,896,088 10,573,633,590 (13,064,033,562) 2,714,738,760 28,129,385,691 206,330,288,011

(56,719,067,000) 2,090,568,448 (54,628,498,552) 174,538,947,461 3,312,389,029 177,851,336,490 103.70

(54,876,839,080) 2,989,193,854 (51,887,645,226) 154,442,642,785 2,329 154,442,645,114 91.80

INCOME BEFORE MINORITY INTERESTS MINORITY INTERESTS


NET INCOME BASIC EARNINGS PER SHARE

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

See the Accompanying Notes which are an integral part of these Consolidated Financial Statements

d1/April 21, 2011

paraf:

R/114.AGA/9.1/2011
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh)
Catatan/ Note Modal Saham/ Capital Stock Tambahan Modal Disetor/ Additional Paid in Capital Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak/ Difference Due to Changes of Equity Transaction in Subsidiary Rp SALDO PER 31 DESEMBER 2008 Dividen Kas Saldo Laba untuk Cadangan Umum Pembelian Kembali Modal Saham Penjualan Modal Saham Diperoleh Kembali Laba Bersih SALDO PER 31 DESEMBER 2009 Dividen Kas Selisih Transaksi perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo Laba untuk Cadangan Umum Laba Bersih SALDO PER 31 DESEMBER 2010 1.c 19.a ---171,500,000,000 ---368,122,496,948 239,846,533 --239,846,533 -15,778,000,000 -34,812,000,000 -(15,778,000,000) 177,851,336,490 455,463,422,926 ----239,846,533 -177,851,336,490 1,030,137,766,407 19.a 2.t, 17 --171,500,000,000 -14,218,275,000 -368,122,496,948 -------19,034,000,000 --154,442,645,114 309,111,736,436 (15,721,650,000) 60,234,275,000 ---74,452,550,000 154,442,645,114 867,768,233,384 (15,721,650,000) Sale of Treasury Stock Net Income BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2009 Cash Dividend Difference Due to Changes of Equity Transaction of Subsidiary Retained Earnings for General Reserve Net Income BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2010 19.b 19.b 2.t, 17 171,500,000,000 ---Rp 353,904,221,948 ---Rp ----Rp 6,000,000,000 -13,034,000,000 -Rp 180,134,612,722 (12,431,521,400) (13,034,000,000) -Rp (34,081,185,000) --(26,153,090,000) Rp 677,457,649,670 (12,431,521,400) -(26,153,090,000) BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2008 Cash Dividend Retained Earnings for General Reserve Buy Back of Capital Stocks

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN STOCKHOLDERS EQUITY For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah)
Saldo Laba/Retained Earning Telah Ditentukan Penggunaannya/ Appropriated Belum Ditentukan Penggunaannya/ Unappropriated Modal Saham Diperoleh Kembali/ Treasury Stocks Jumlah Ekuitas/ Total Stockholders' Equity

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

See the Accompanying Notes which are an integral part of these Consolidated Financial Statements

d1/April 21, 2011

paraf:

R/114.AGA/9.1/2011
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah)

2010 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari Pelanggan Pembayaran kepada Pemasok dan Lainnya Pembayaran kepada Karyawan Pembayaran Pajak Penghasilan Pembayaran Bunga Penerimaan Bunga Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penempatan Investasi Jangka Pendek Pencairan Investasi Jangka Pendek Perolehan Aset Tetap Hasil Penjualan Aset Tetap Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran Dividen Tunai Pembelian Kembali Modal Saham Penjualan Modal Saham Diperoleh Kembali Penerimaan dari Pihak Hubungan Istimewa Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN TERDIRI DARI: Kas Bank Deposito Berjangka Jumlah 1,636,874,150,919 (1,285,747,715,883) (192,727,028,858) (66,072,475,699) -16,973,749,370 109,300,679,849

2009 Rp 1,356,973,284,775 (993,555,068,349) (141,075,204,353) (57,078,535,709) (2,139,553) 20,733,365,948 185,995,702,759 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash Received from Customers Cash Paid to Suppliers and Others Cash Paid to Employees Payment for Income Tax Payment for Interest Interest Received Net Cash Flows Provided by Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Placement of Short-term Investments Withdrawal of Short-term Investments Acquisitions of Fixed Assets Proceed from Disposal of Fixed Assets Net Cash Flows Provided by (Used in) Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Payment of Cash Dividend Buy Back of Capital Stock Sale of Treasury Stock Cash Received from Related Parties Net Cash Flows Provided by (Used in) Financing Activities NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENT EFFECT OF FLUCTUATION IN FOREIGN EXCHANGE RATE ON CASH ON HAND AND IN BANKS CASH AND CASH EQUIVALENT AT BEGINNING OF THE YEAR CASH AND CASH EQUIVALENT AT THE END OF THE YEAR CASH AND CASH EQUIVALENT AT THE OF THE YEAR CONSIST OF: Cash on Hand Cash in Banks Time Deposits Total

(104,977,008,275) 143,901,048,927 (159,745,421,498) -(120,821,380,846)

(183,834,717,677) 309,036,848,011 (52,915,587,529) 7,200,000 72,293,742,805

(15,721,650,000) ---(15,721,650,000)

(12,431,521,400) (26,153,090,000) 74,452,550,000 6,529,414,664 42,397,353,264

(27,242,350,997)

300,686,798,828

(2,151,366,567) 395,771,699,900 366,377,982,335

(3,603,573,978) 98,688,475,049 395,771,699,900

8,178,838,508 96,089,475,711 262,109,668,116 366,377,982,335

6,988,336,787 126,871,655,724 261,911,707,389 395,771,699,900

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

See the Accompanying Notes which are an integral part of these Consolidated Financial Statements

d1/April 21, 2011

paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 1. Umum

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 1. General

1.a. Pendirian Perusahaan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan awalnya bernama PT Kawan Lama Home Center berdasarkan akta No. 17 tanggal 3 Pebruari 1995 dari Benny Kristianto, S.H, notaris di Jakarta. Pada tanggal 28 Oktober 1997, nama Perusahaan diubah menjadi PT Ace Indoritel Perkakas, dan kemudian berdasarkan akta No. 40 tanggal 28 Agustus 2001 dari Fathiah Helmi, S.H, notaris di Jakarta nama Perusahaan selanjutnya diubah menjadi PT Ace Hardware Indonesia. Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-08339.HT.0 1.04 TH 2001 tanggal 14 September 2001 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 77, Tambahan No. 11366, tanggal 24 September 2002. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 33 tanggal 29 Agustus 2007 dari Fathiah Helmi, SH, pengganti notaris Budiningsih Kurnia, S.H., notaris di Jakarta, mengenai diantaranya perubahan status Perusahaan menjadi perusahaan terbuka dan perubahan nama menjadi PT Ace Hardware Indonesia Tbk. Pada tanggal 4 September 2007, perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-09693 HT.01.04-TH 2007. Sesuai pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha perdagangan umum termasuk kegiatan ekspor impor serta menjalankan usaha sebagai agen atau distributor. Saat ini kegiatan usaha Perusahaan terutama adalah penjualan eceran (ritel) barang-barang untuk kebutuhan rumah tangga dan lifestyle. Pada tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan memiliki 45 gerai ritel yang meliputi area Jakarta, Tangerang, Bekasi, Cirebon, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, Batam, Pekan Baru, Palembang, Balikpapan, Makasar, Banjarmasin dan Manado. Kantor Perusahaan terletak di Gedung Kawan Lama Lt. 5, Jl. Puri Kencana No.1, Meruya-Kembangan, Jakarta 11610, Indonesia. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tanggal 22 Desember 1995.

1.a. The Companys Establishment PT Ace Hardware Indonesia (the Company) was established under the name of PT Kawan Lama Home Center based on notarial deed No. 17 dated February 3, 1995 of Benny Kristianto, S.H, a notary in Jakarta. On October 28, 1997, the Companys name was changed to PT Ace Indoritel Perkakas, and then based on notarial deed No. 40 dated August 28, 2001 of Fathiah Helmi, S.H, a notary in Jakarta, the Companys name was subsequently changed to PT Ace Hardware Indonesia. The amendmend of the Companys articles of association has been approved by the Minister of Justice and Human Rights of Republic of Indonesia in his decree No. C-08339.HT.0 1.04 TH 2001 dated September 14, 2001 and were published in the State Gazzete No. 77, Supplement No. 11366, dated September 24, 2002. The Companys articles of association has been amended several times, most recently based on notarial deed No. 33 dated August 29, 2007 of Fathiah Helmi, SH a substitute of Budiningsih Kurnia, SH, a notary in Jakarta, concerning, among others, the change in status of the Company to a public company and change in Companys name to PT Ace Hardware Indonesia Tbk. On September 4, 2007, the changes of the Companys article of association were approved by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia with his decree No. W7-09693 HT.01.04-TH 2007. According to article 3 of the Companys article of association, the Companys scope of activities consist of general trading including export import along with working as agent or distributor. Currently, the Company is enganged as a retailer of household appliances and life style products. As of December 31, 2010, the Company has 45 retail outlets which are located in Jakarta, Tangerang, Bekasi, Cirebon, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, Batam, Pekan Baru, Palembang, Balikpapan, Makasar, Banjarmasin and Manado.

The Company office is located at Kawan Lama Building 5th floor, Jl. Puri Kencana No. 1, Meruya-Kembangan, Jakarta 11610, Indonesia. The Company started its commercial operation since December 22, 1995.

d1/April 21, 2011

paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 1.b. Penawaran Umum Pada tanggal 11 September 2007, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No. 064/ACE/PW/IPO/IX/07, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat kepada pasar modal sejumlah 515.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran Rp 820 per saham. Pada tanggal 30 Oktober 2007, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Bapepam & LK No. S-5424/BL/2007, Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Penawaran. Selisih lebih jumlah yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp 370.800.000.000 dicatat dalam akun Tambahan Modal Disetor setelah dikurangi total biaya emisi saham sebesar Rp 16.895.778.052. Efektif semenjak tanggal pencatatan, seluruh saham Perusahaan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia. 1.c. Perusahaan Anak Penyertaan saham pada perusahaan anak pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 1.b. Initial Public Offering On September 11, 2007, based on Statement of Registration Letter No. 064/ACE/PW/IPO/IX/07, the Company has conducted the initial public offering of 515,000,000 shares with par value of Rp 100 per share with offering price of Rp 820 per share through capital market. Based on decision letter from Chairman of Bapepam & LK No. S-5424/BL/2007 dated October 30, 2007, the Company received Letter of Effectivity of Registration Statement. The excess amount received from the issuance of stock over its face value amounting to Rp 370,800,000,000 is recorded in the Additional Paid In Capital account, after then deducted by stock issuance cost of Rp 16,895,778,052. Effective since the date of listing, all of the Companys shares have been listed at Indonesia Stock Exchange. 1.c. The Subsidiary The Companys investment in shares of stock of subsidiary as of December 31, 2010 and 2009 is as follows:
Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership 2010 59,9978% 2009 99,9950% 2010 44.268.839.011 Jumlah Aset/ Total Assets 2009 19.962.000.836

Perusahaan/Company

Lokasi/ Location

Kegiatan Usaha Utama/ Principal Activities

Tahun Operasi Komersial/ Year of Commercial Operation

PT Toys Game Indonesia

Jakarta

Industri dan Perdagangan/ Industry and trading

2009

Anggaran dasar TGI telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU-45904.A.H.01.01.Tahun 2009 tanggal 16 September 2009, dengan persentase kepemilikan Perusahaan sebesar 99,9950%. Anggaran dasar TGI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 209 tanggal 29 Desember 2010 dari Budiningsih Kurnia, SH, pengganti notaris Eliwaty Tjitra, SH., notaris di Jakarta, sehingga persentase kepemilikan Perusahaan berubah menjadi 59,9978%. Atas transaksi tersebut, Perusahaan mencatat selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan anak sebesar Rp 239.846.533 pada 31 Desember 2010 yang merupakan bagian dari ekuitas pada neraca konsolidasian. 1.d. Komisaris, Direksi dan Karyawan Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada 31 Desember 2010 dan 2009 sesuai dengan akta No. 43 tanggal 26 Maret 2008 dari Fathiah Helmi, SH, notaris di Jakarta adalah sebagai berikut:

TGIs article of association has been approved by the Minister of Justice and Human Rights of Republic of Indonesia in his decree No. AHU-45904.A.H.01.01.Tahun 2009 dated September 16, 2009, which the percentage of the Companys ownership of 99.9950%. TGIs articles of association has been amended several times, most recently based on notarial deed No. 209 dated December 29, 2010 of Budiningsih Kurnia, SH a substitute of Eliwaty Tjitra, SH, a notary in Jakarta, which the percentage of ownership change into 59,9978%. Based on the transaction, the Company recorded equity transaction of a subsidiary amounting to Rp 239,846,533 at December 31, 2010 which is part of the equity on the consolidated balance sheet. 1.d. Board of Commissioners, Directors and Employees The compositions of the Companys Board of Commisioners and Directors as of December 31, 2010 and 2009 according to notarial deed No. 43 dated March 26, 2008 of Fathiah Helmi , S.H, a notary in Jakarta are as follows:

Final draft/April 21, 2011

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 2010 dan/and 2009 Komisaris: Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Independen Direksi: Direktur Utama Direktur

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah)

Kuncoro Wibowo Ijek Widya Krisnadi Tjiptono Darmadji Letjend. TNI Purn. Tarub Prabowo Widya Krisnadi Rudy Hartono Hartanto Djasman Paulus Ong *)

Commissioners: President Commissioner Commisioner Independent Commissioners Directors: President Director Directors

*) Efektif mengundurkan diri sejak tanggal 6 Maret 2011

*) Has effective resigned on March 6, 2011

Jumlah gaji dan tunjangan Direksi dan Komisaris Perusahaan adalah masing-masing sebesar Rp 11.397.631.300 dan Rp 9.560.636.588 untuk tahuntahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dan 2009. Jumlah karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah masing-masing 5.836 dan 4.069 orang (tidak diaudit). 1.e. Komite Audit Sesuai dengan surat keputusan rapat Dewan Komisaris No. 252/FINC/ACE/07/10 tanggal 8 July 2010 dan No. 035/FINC/ACE/02/08 tanggal 15 Pebruari 2008, Perusahaan membentuk komite audit yang beranggotakan sebagai berikut: 2010 Tjiptono Darmadji Ngakan Putu Adhiriana Iskandar Bahar 2.

The amount of remuneration for Commissioners and Directors is Rp 11,397,631,300 and Rp 9,560,636,588 for the years ended December 31, 2010 and 2009, respectively. Total number of employees as of December 31, 2010 and 2009 is 5,836 and 4,069 persons, respectively (unaudited). 1.e Audit Committe According to Board of Commissioners decision letter No. 252/FINC/ACE/07/10 dated July 8, 2010 and No. 35/FINC/ACE/02/08 dated February 15, 2008, the Company has formed Audit Committee consisting of the following members: 2009 Tjiptono Darmadji Ngakan Putu Adhiriana Chairul Anwar

Ketua Komite Audit Anggota

Head of Audit Committee Members

2.

Iktisar Kebijakan Akuntansi

Summary of Significant Accounting Policies

2.a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian ini telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yang antara lain adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. VIII.G.7 (revisi 2000) tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Perdagangan.

2.a. Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements These consolidated financial statements are prepared in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia, which consist of, among others, Statements of Financial Accounting Standard (PSAK) established by the Indonesian Institute of Accountants, Capital Market Supervisory Board (Bapepam) regulations No. VIII.G.7 (revised 2000) concerning the Guidelines for Presentation of Financial Statements and guidelines for Presentation and Disclosure of Financial Statements for Public Listed Company engaged in Trading Industry.

Final draft/April 21, 2011

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian adalah konsep biaya historis (historical cost) kecuali untuk akun-akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan metode akrual kecuali laporan arus kas konsolidasian. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah. 2. b. Prinsip KonsolidasiPrinsip-prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi akun-akun dari Perusahaan dan perusahaan anak sebagaimana yang disajikan dalam Catatan 1.c. Penyajian laporan keuangan konsolidasian dilakukan berdasarkan konsep satuan usaha (entity concept). Seluruh akun, transaksi dan laba yang signifikan antar perusahaan yang dikonsolidasikan telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha sebagai satu kesatuan. 2.c. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah mengunakan kurs rata-rata wesel ekspor dari Bank Indonesia sebagai berikut:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) The basis of measurement in the preparation of these consolidated financial statements is historical cost method, except for certain accounts which are measured on the basis described in related accounting policy in certain account. The consolidated financial statements are prepared by using accrual method, except for consolidated statements of cash flows. The consolidated statements of cash flows are prepared using direct method by categorizing cash flows into operating, investing, and financing activities. The reporting currency used in the preparation of these consolidated financial statements is Indonesian Rupiah. 2.b. Principles of Consolidation The consolidated financial statements include the accounts of the Company and subsidiaries as presented in Note 1.c. The consolidated financial statements have been prepared on the basis of entity concepts. All significant inter company accounts, transactions and profit have been eliminated to reflect the financial position and result of operations as a whole.

2.c. Transactions and Balances in Foreign Currencies Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the balance sheet date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to Rupiah using the Bank Indonesia average rates of exchange for export bills at such date as follows:
2009 Rp 9,400.00 6,698.52 13,509.69 1 USD 1 SGD 1 EUR

2010 Rp 1 USD 1 SGD 1 EUR 8.991,00 6.980,61 11.955,79

Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. 2.d. Setara Kas Setara kas meliputi deposito jangka pendek dengan jangka waktu jatuh tempo 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak digunakan sebagai jaminan dan tidak dibatasi penggunaannya.

The resulting gains or losses are credited or charged to current operations.

2.d. Cash Equivalents Cash equivalents consist of short term time deposits with maturity of 3 (three) months or less since the time of placement and not pledged as collaterall and not restricted.

Final draft/April 21, 2011

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 2.e. Investasi

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 2.e. Investments The Companys investment is time deposits with maturity more than 3 (three) months and/or which are used as collateral and carried at face value.

Perusahaan memiliki investasi berupa deposito berjangka lebih dari 3 (tiga) bulan dan/atau yang digunakan sebagai jaminan dan dinyatakan sebesar nilai nominal.
2.f. Piutang Usaha Piutang usaha adalah jumlah tagihan kepada pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang dilakukan dalam kegiatan usaha normal. Jika tagihan tersebut diharapkan dalam jangka waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal usaha jika lebih lama), piutang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aktiva tidak lancar. Piutang usaha diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, dikurangi penyisihan atas penurunan nilai (impairment). Penyisihan tersebut dibentuk apabila ada bukti bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak akan mampu memperoleh kembali seluruh jumlah terutang sesuai jangka waktu piutang. 2.g. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar biaya yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. 2.h. Biaya Dibayar di Muka Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. Bagian jangka pendek dari beban dibayar di muka disajikan sebagai bagian dari aset lancar, sedangkan bagian jangka panjangnya disajikan sebagai bagian dari aset tidak lancar. 2.i. Aset Tetap setelah pengakuan awal, Aset tetap, dipertanggungjawabkan dengan menggunakan model biaya dan dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penyisihan penurunan nilai aset. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

2.f. Trade Receivable Trade receivable are amounts due from customers for goods sold or service performed in the ordinary course of business. If the collection is expected in one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer), they are classified as current assets. Otherwise, they are presented as non-current assets.

Trade receivable are recognized initially at fair value and subsequently measured at amortized cost using the effective interest method, less provision for impairment. A provision for impairment of accounts receivable is established when there is objective evidence that the Company will not be able to collect all amount due according the term of receivables. 2.g. Inventories Inventories are carried at the lower of cost or net realizable value, whichever is lower. Cost is determined using the weighted average method. 2.h. Prepaid Expenses Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods by using the straight-line method. The shortterm portion of prepaid expenses is shown as part of current assets, while long term portion presented as part of non curent assets. 2.i. Fixed Assets Fixed assets, after initial recognition, are measured based on cost model and carried at cost less accumulated depreciation and impairment losses. Depreciation is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follows:

Tahun/Years Bangunan Prasarana dan Renovasi Bangunan Peralatan Kantor Kendaraan Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. 20 3-5 4 8 Building Building Renovation and Improvement Office Equipment Vehicle Land is stated at cost and is not depreciated.

Final draft/April 21, 2011

10

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan ke dalam Iaporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan daIam jumlah signifikan dikapitalisasi. Apabila suatu aset tetap tidak digunakan lagi atau yang dilepas, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari aset tetap yang bersangkutan dan keuntungan atau kerugian yang timbul dilaporkan di dalam laporan Iaba rugi tahun yang bersangkutan. 2.j. Beban Ditangguhkan Biaya legal tertentu yang terjadi sehubungan dengan pengurusan hak legal atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus sepanjang umur hukum hak atas tanah atau umur ekonomis aset tanah, mana yang lebih pendek. Biaya ditangguhkan lainnya diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya. 2.j.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) The cost of maintenance and repairs is charged to the statements of income as incurred; significant renewals and betterment are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of, carrying value and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the statements of income for the years.

Deferred Charges Specific legal costs associated with the acquisition of land titles are deferred and amortized using the straight line method over legal term or economic life of the land assets, whichever is shorter. Other deferred charges are amortized over the periods benefitted.

2.k. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban. Pajak tangguhan diukur dengan tarif pajak yang berlaku atau yang secara substansial telah berlaku saat ini. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak untuk tahun yang bersangkutan, yang dihitung sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. 2.l. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui pada saat barang diserahkan dan hak kepemilikan berpindah kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan konsinyasi dibukukan sebesar jumlah penjualan barang konsinyasi kepada pelanggan, sedangkan beban terkait (sebagai bagian dari pendapatan) dibukukan sebesar jumlah yang terhutang kepada pemilik (consignor). Beban dan penghasilan (beban) lainnya diakui pada saat terjadinya.

2.k. Income Tax All temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying value are recognized as deferred tax using liability method. Currently enacted or substantially enacted tax rates are used to determine deferred income tax. Current tax is recognized based on taxable income for the year, computed in accordance with the current tax regulation. 2.l. Revenue and Expense Recognition Revenues are recognized when the goods are delivered and the ownership are passed to the customers. Revenues from consignment sales are recorded at the amount of sales of consigned goods to customers, while the expenses (as a apart of revenues) are recorded as amounts payable to consignors. Expenses and other income (charges) are recognized on accrual basis.

2.m. Imbalan Kerja Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah tak terdiskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Imbalan pasca kerja diakui sebesar jumlah yang diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Kewajiban dan beban diukur dengan menggunakan teknik aktuaria yang mencakup pula kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan perusahaan. Dalam perhitungan kewajiban, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan metode projected unit credit.

2.m. Employee Benefits Short-term employee benefits are recognized at undiscounted amount when an employee has rendered service to the Company during an accounting period. Post-employment benefits are recognized at a discounted amount when an employee has rendered service to the company during an accounting period. Liabilities and expenses are measured using actuarial techniques which include constructive obligation that arises from the companys informal practices. In calculating the liabilities, benefits should be discounted by using projected unit credit method.

Final draft/April 21, 2011

11

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika, dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk: a. memberhentikan seorang atau sekelompok karyawan sebelum tanggal pensiun normal; atau b. menyediakan pesangon bagi karyawan yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela. 2.n. Informasi Segmen Segmen Perusahaan terdiri (i) segmen usaha yang diklasifikasi berdasarkan jenis produk sebagai segmen primer dan (ii) wilayah geografis pemasaran sebagai segmen sekunder. Segmen usaha adalah pengelompokan aset dan operasi yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan segmen usaha yang lain. Segmen geografis dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan wilayah tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan lingkungan yang lain.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) Termination benefits are recognized when, and only when, the Company is demonstrably committed to either: a. terminate an employee or group of employees before the normal retirement date; or b. provide termination benefits as a result of an offer made in order to encourage voluntary redundancy.

2.n. Segment Information The Companys segments are (i) business segment classified based on type of product as primary segment and (ii) market geographical area as secondary segment. A business segment is a group of assets and operations engaged in providing products or services which are subject to risk and return that are different from those of other business segment. A geographical segment is engaged in providing product or services within a particular economic environment which are subject to risk and return that are different from those of segments operating in other economic environments. 2.o. Transaction and Balance with Related Parties The Company have transactions with certain parties, which have related party relationships as defined in accordance with PSAK No. 7, Related Party Disclosures. All significant transactions with related parties whether or not conducted at terms and conditions similar to those with third parties are disclosed in the financial statements. 2.p. Use of Estimates The preparation of the financial statements in conformity with accounting principles generally accepted requires the Companys management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities at the date of the financial statements and the reported amount of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could differ from those estimates. 2.q. Impairment in Value of Assets Non Financial Recoverable of assets value shall be estimated whenever events and changes of circumstances indicate the carrying value may not be recoverable. Impairment in asset value is recognized as loss in the statements of income, in accordance to PSAK No. 48, Accounting for Impairment of Assets.

2.o. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Hubungan Istimewa Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, sesuai dengan definisi dalam PSAK No. 7 Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak hubungan istimewa baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan syarat dan kondisi normal, sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan pada laporan keuangan. 2.p. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dalam laporan keuangan dan jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. Hasil sesungguhnya mungkin berbeda dengan estimasi tersebut. 2.q. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan Jumlah aset yang dapat diperoleh kembali seharusnya diestimasi pada saat kejadian-kejadian atau perubahanperubahan keadaan mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai aset diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi, sesuai dengan ketentuan PSAK No. 48 tentang Penurunan Nilai Aset.

Final draft/April 21, 2011

12

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 2.r. Laba per Saham Dasar Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual (laba setelah pajak dikurangi dividen saham utama) yang tersedia bagi pemegang saham biasa dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam tahun yang bersangkutan (setelah dikurangi dengan modal saham dibeli kembali). 2.r.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) Basic Earnings per Share Basic earnings per share are calculated by dividing net income (after tax profit deducted by dividend for preference stock) attributable to ordinary shareholders by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the respective year (less treasury stock).

2.s. Biaya Emisi Saham Berdasarkan Peraturan Nomor VIII.G.7 (Lampiran dari Surat Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000), biaya emisi saham dicatat sebagai pengurang modal disetor dan disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam akun Tambahan Modal Disetor yang berlaku efektif untuk penyusunan laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2000. 2.t. Modal Saham Diperoleh Kembali Modal saham diperoleh kembali dicatat sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai pengurang modal saham di bagian ekuitas dalam neraca. Selisih lebih penerimaan dari penjualan modal saham diperoleh kembali atas biaya perolehan atau sebaliknya, akan diperhitungkan sebagai penambah atau pengurang akun tambahan modal disetor.

2.s. Stock Issuance Cost According to Regulation No. VIII.G.7 (Appendix of Decision Letter of Head of Bapepam No. Kep06/PM/2000 dated March 13, 2000), the stock issuance cost is recorded as a deduction of proceed from paid in capital and presented as part of stockholders equity under Additional Paid in Capital account. The Regulation was applied for financial statements which cover periods beginning on or after January 1, 2000. 2.t. Treasury Stock Treasury stock is stated at acquisition cost and presented as a deduction from capital stock under stockholders equity section of balance sheets. The excess of proceed from re-sale of treasury stock over the related acquisition cost or vice-versa shall be accounted for as an addition to or deduction from additional paid-in capital.

2.u. Instrumen Keuangan Perusahaan menerapkan PSAK 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK 55 (Revisi 2006) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang berlaku prospektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010. Sebagai dampak penerapan PSAK tersebut adalah tambahan pengungkapan pada kebijakan akuntansi Perusahaan dan pengungkapan Catatan 26 mengenai Instrumen Keuangan: Informasi Risiko Keuangan. Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan sebagai berikut: Aset Keuangan Aset keuangan dikelompokkan menjadi 4 kategori, yaitu (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi(ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo serta (iv) aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.

2.u. Financial Instruments The Company applies PSAK 50 (Revised 2006), Financial Instruments: Presentation and Disclosure and PSAK 55 (Revised 2006) Financial Instruments: Recognition and Measurement, which is effective prospectively for financial statements covering periods beginning on or after January 1, 2010. As the impact of applying PSAK are the additional disclosures in the Company's accounting policies and Note 26 regarding Financial Instruments: Information on Financial Risk. The Company classifies its financial instruments as follows: Financial Assets Financial assets are classified into one of the following four categories as follows (i) financial assets at fair value through profit or loss; (ii) loans and receivables; (iii) held-to-maturity investments; and (iv) available for sale financial assets. This classification depends on the Companys purpose of financial assets acquisition. Management determined the financial classification at its initial acquisition. assets

Final draft/April 21, 2011

13

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laporan Laba Rugi Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL) adalah aset keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai aset diperdagangkan kecuali telah ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Investasi yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, dimana manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, selain: a) Investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi; b) Investasi yang ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan c) Investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang. Pada saat pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual Aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual (AFS) adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan untuk dimiliki selama periode tertentu, dimana akan dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan atau piutang, investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) Financial Assets At Fair Value Through Profit or Loss Financial assets at fair value through profit or loss (FVTPL) are financial assets for trading. Assets are classified in when they are held principally for the purpose of selling or repurchasing in the near term and there is evidence of a recent actual pattern of short-term profit-taking. Derivatives are classified as trading assets, except as designated and effective as hedging instruments.

Loans and Receivables Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. At initial recognition, loans and receivables are recognized at fair value plus transaction costs and subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method. Held-to-Maturity Investments Held-to-maturity investments are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturity that Management has the positive intention and ability to hold to maturity, other than: a) Investments which from initial recognition, were designated as financial assets measured at fair value through profit or loss; b) Investments were designated as available for sale; and c) Investments that meet the definition of loans and receivables. At initial recognition, held-to-maturity investments are recognized at fair value plus transaction costs and subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method.

Available for Sale Financial Assets Financial assets available for sale (AFS) are nonderivative financial assets that held during a certain period with intention for sale in order to fulfill liquidity needs or changes in interest rates, foreign exchange, or are not classified as loans and receivables, investments that classified into held-tomaturity or financial assets at fair value through profit or loss.

Final draft/April 21, 2011

14

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Pada saat pengakuan awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya dimana laba atau rugi diakui pada laporan perubahan ekuitas kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi dari selisih kurs hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, akumulasi laba rugi yang sebelumnya diakui pada bagian ekuitas akan diakui pada laporan laba rugi. Penghasilan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang diklasifikasikan sebagai kelompok tersedia untuk dijual diakui pada laporan laba rugi.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) At initial recognition, available for sale financial assets are recognized at fair value plus transaction costs and subsequently measured at fair value with any gain or loss recognized at statement of changes in equity, except for impairment loss and income or loss from foreign exchange until the finance assets is derecognized. If available for sale financial assets are impaired, the accumulated profit or loss previously recognized in equity is recognized in the statements of income. Interest income is calculated using the effective interest rate method and gains or losses from changes in exchange rates of monetary assets that classified as available for sale financial assets are recognized in the statements of income. On Desember 31, 2010, the Company and subsidiary have no financial assets at fair value through profit or loss and available for sale financial assets. Effective Interest Method The effective interest method is a method of calculating the amortised cost of a financial instrument and of allocating interest income over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees on points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount on initial recognition.

Pada tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan dan perusahaan anak tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Metode Suku Bunga Efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari instrumen keuangan FVTPL. Penurunan Nilai Aset Keuangan Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal neraca. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal pengukuran aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Untuk investasi ekuitas AFS yang tercatat dan tidak tercatat di bursa, penurunan yang signifikan atau jangka panjang pada nilai wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya perolehannya dianggap sebagai bukti obyektif penurunan nilai.

Income is recognised on an effective interest basis for financial instruments other than those financial instruments at FVTPL. Impairment of Financial Assets Financial assets, other than those at FVTPL, are assessed for indicators of impairment at each balance sheet date. Financial assets are impaired when there is objective evidence that, as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the financial asset, and these adverse event have an impact on the estimated future cash flows of the investment have been impacted. For listed and unlisted equity investments classified as AFS, a significant or prolonged decline in the fair value of the security below its cost is considered to be objective evidence of impairment.

Final draft/April 21, 2011

15

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Untuk aset keuangan lainnya, bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut: kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan. Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, penurunan nilai aset dievaluasi secara individual. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan kegagalan pembayaran atas piutang. Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi. Jika aset keuangan AFS dianggap menurun nilainya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas direklasifikasi ke laporan laba rugi dalam periode yang bersangkutan. Pengecualian dari instrumen ekuitas AFS, jika, pada periode berikutnya, jumlah penurunan nilai berkurang dan penurunan dapat dikaitkan secara obyektif dengan sebuah peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dipulihkan melalui laporan laba rugi hingga nilai tercatat investasi pada tanggal pemulihan penurunan nilai tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum pengakuan kerugian penurunan nilai dilakukan. Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai diakui secara langsung ke ekuitas. Final draft/April 21, 2011 16

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) For all other financial assets, objective evidence of impairment could include: significant financial difficulty of the issuer or counterparty; or default or delinquency in interest or principal payments; or it becoming probable that the borrower will enter bankruptcy or financial reorganisation. For certain categories of financial asset, such as receivables, the impairment value of assets are assessed individually. Objective evidence of impairment for a portfolio of receivables could include the Companys past experience of collecting payments, an increase in the number of delayed payments in the portfolio past the average credit period, as well as observable changes in national or local economic conditions that correlate with default on receivables. For financial assets carried at amortised cost, the amount of the impairment loss is the difference between the financial assets carrying amount and the present value of estimated future cash flows which discounted by using the financial assets original effective interest rate. The carrying amount of the financial asset is reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables, which the carrying amount is reduced through the use of an allowance account. When a receivable is considered uncollectible, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognised in statements of income. When an AFS financial asset is considered to be impaired, cumulative gains or losses previously recognised in equity are reclassified to statements of income in the period. With the exception of AFS equity instruments, if, in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the decrease can be related objectively to an event occurring after the impairment was recognised, the previously recognised impairment loss is recovered through profit or loss to the extent that the carrying amount of the investment at the date the impairment is reversed does not exceed what the amortised cost before the recognition of impairment losses carried. In respect of AFS equity securities, impairment losses previously recognised in statements of income are not reversed through profit or loss. Any increase in fair value subsequent to an impairment loss is recognised directly in equity. Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Reklasifikasi Aset Keuangan Reklasifikasi hanya diperkenankan dalam situasi yang jarang terjadi dan dimana aset tidak lagi dimiliki untuk tujuan dijual dalam jangka pendek. Dalam semua hal, reklasifikasi aset keuangan hanya terbatas pada instrumen hutang. Reklasifikasi dicatat sebesar nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Penghentian Pengakuan Aset Keuangan Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan kewajiban terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. Kewajiban Keuangan dan Instrumen Ekuitas Klasifikasi sebagai Kewajiban atau Ekuitas Kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas. Instrumen Ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. Perolehan kembali modal saham yang telah diterbitkan oleh Perusahaan dicatat dengan menggunakan metode biaya. Saham yang dibeli kembali dicatat sesuai dengan harga perolehan kembali dan disajikan sebagai pengurang modal saham. Kewajiban Keuangan Kewajiban keuangan dikelompokkan ke dalam kategori (i) kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (ii) kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Kewajiban Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laporan Laba Rugi Nilai wajar kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah kewajiban keuangan yang ditujukan untuk 17

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) Reclassification of Financial Assets Reclassification is only permitted in rare circumstances and where the asset is no longer held for the purpose of selling in the short-term. In all cases, reclassifications of financial assets are limited to debt instruments. Reclassifications are accounted for at the fair value of the financial asset at the date of reclassification. Derecognition of Financial Assets The Company derecognises a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or when the Company transfers the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity. If the Company neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership and continues to control the transferred asset, the Company recognises its retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay. If the Company retains substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Company continues to recognise the financial asset and also recognises a collateralised borrowing for the proceeds received.

Financial Liabilities and Equity Instruments Classification as Debt or Equity Financial liabilities and equity instruments issued by the Company are classified according to the substance of the contractual arrangements entered into and the definitions of a financial liability and an equity instrument. Equity Instruments An equity instrument is any contract that provides a residual interest in the assets of the Company after deducting all of its liabilities. Equity instruments are recorded at the proceeds received, net of direct issueance costs. Reacquisition of the Companys previously issued stock is accounted using the cost method. Treasury stock is recorded at acquisition cost and presented as a deduction from the capital stock account. Financial Liabilities Financial liabilities are classified into (i) financial liabilities at fair value through profit or loss and (ii) financial liabilities at amortized cost.

Financial Liabilities at Fair Value Through Profit or Loss The fair value of financial liabilities measured at fair value through profit or loss are the financial liabilities that are designated for trade. Financial Paraf:

Final draft/April 21, 2011

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) diperdagangkan. Kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai kewajiban diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Pada tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan tidak memiliki kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Kewajiban Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi Kewajiban keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) liabilities are classified for trade if acquired primarily for the purpose of selling or repurchasing in the near term and there is evidence of a pattern of short-term profit taking. Derivatives are classified as trading liabilities except those effectively designated as hedging instruments.

On Desember 31, 2010, the Company has no financial liabilities at fair value through profit or loss. Financial Liabilities at Amortized Cost Financial liabilities not classified as financial liabilities at fair value through profit or loss are categorized and measured using amortized cost.

Estimasi Nilai Wajar Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada tanggal neraca. Investasi pada efek ekuitas yang nilai wajarnya tidak tersedia dicatat sebesar biaya perolehan. Nilai wajar untuk instrumen keuangan lain yang tidak diperdagangkan di pasar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian tertentu. Perusahaan menggunakan metode discounted cash flows dengan menggunakan asumsi asumsi berdasarkan kondisi pasar yang ada pada saat tanggal neraca untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan lainnya. Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan Perusahaan menghentikan pengakuan kewajiban keuangan, jika dan hanya jika, kewajiban Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.

Fair Value Determination The fair value of financial instruments traded in active markets is determined based on prevailing market value at balance sheet date. Investments in equity securities with unavailable fair value are recorded at cost. The fair value of other financial instruments not traded in the market is determined using certain valuation techniques. The Company uses discounted cashflows with assumptions based on market conditions existing at balance sheet date to determine the fair value of other financial instruments.

Derecognition of Financial Liabilities The Company derecognises financial liabilities when, and only when, the Companys obligations are discharged, cancelled or they expire.

Final draft/April 21, 2011

18

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 3. Kas dan Setara Kas
2010 Rp Kas Bank Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk Citibank NA PT Bank Ekonomi Raharja Tbk PT Bank Permata Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Jasa Jakarta Dolar Amerika PT Bank Central Asia Tbk (2010: USD 1,081,713.62; 2009: USD 173,064.94) Jumlah Bank Deposito Berjangka Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank UOB Buana Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Permata Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk Dolar Amerika PT Bank Central Asia Tbk (2010: USD 1,517,291.50, 2009: USD 1,507,559.26) Euro PT Bank Central Asia Tbk (2010: EUR 1,185,956.31; 2009: EUR 1,185,059.89) Dolar Singapura PT Bank Central Asia Tbk (2010: SGD 1,339,176.10; 2009: SGD 1,338,130.72) Jumlah Deposito Berjangka Jumlah 8,178,838,508 2009 Rp

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 3. Cash and Cash Equivalent

6,988,336,787

Cash on Hand Cash in Banks Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk Citibank PT Bank Ekonomi Raharja Tbk PT Bank Permata Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Jasa Jakarta US Dollar PT Bank Central Asia Tbk (2010: USD 1,081,713.62; 2009: USD 173,064.94) Total Cash in Banks Time Deposits Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank UOB Buana Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk PT Bank Permata Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk US Dollar PT Bank Central Asia Tbk (2010: USD 1,517,291.50, 2009: USD 1,507,559.26) Euro PT Bank Central Asia Tbk (2010: EUR 1,185,956.31; 2009: EUR 1,185,059.89) Singapore Dollar PT Bank Central Asia Tbk (2010: SGD 1,339,176.10; 2009: SGD 1,338,130.72) Total Time Deposits Total

45,217,409,675 20,819,456,527 13,143,928,929 5,222,461,260 880,175,582 711,519,437 258,320,669 85,916,444 24,600,031 86,363,788,554

103,949,038,275 110,061,037 14,143,948,314 2,643,275,399 589,726,014 3,208,914,057 227,936,039 347,763,899 24,182,254 125,244,845,288

9,725,687,157 96,089,475,711

1,626,810,436 126,871,655,724

160,000,000,000 21,624,831,873 16,753,419,443 15,678,761,218 10,883,377,096 --

175,800,458,611 10,829,406,534 15,845,497,474 -10,292,000,616 10,000,000,000

13,641,967,841

14,171,057,044

14,179,044,544

16,009,791,745

9,348,266,102 262,109,668,116 366,377,982,335


2010

8,963,495,365 261,911,707,389 395,771,699,900


2009

Deposito Berjangka: Rupiah Tingkat Bunga Jatuh Tempo Dolar Amerika Tingkat Bunga Jatuh Tempo Euro Tingkat Bunga Jatuh Tempo Dolar Singapura Tingkat Bunga Jatuh Tempo 5.75% - 9.00% 1 - 3 bulan/months 6.50% - 8.00% 1 - 3 bulan/months

Time Deposits: Rupiah Interest Rates Maturity Period US Dollar Interest Rates Maturity Period Euro Interest Rates Maturity Period Singapore Dollar Interest Rates Maturity Period

0.40% 1.25% 1 - 3 bulan/months 1 - 3 bulan/months 0.10% 1 bulan/months 0.10% 1 bulan/months 0.10% 1 bulan/months 0.10% 1 bulan/months

Final draft/April 21, 2011

19

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 4. Investasi Jangka Pendek
2010 Rp Deposito Berjangka PT Bank Central Asia Tbk Efek Diperdagangkan Reksa Dana Jumlah Deposito Berjangka: Tingkat Bunga Jatuh Tempo 34,180,383,840 -34,180,383,840 2009 Rp

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 4. Short-term Investments

70,727,605,639 2,376,818,853 73,104,424,492

Time Deposit PT Bank Central Asia Tbk Trading Securities Mutual Fund Total Time Deposits: Interest Rate Maturity Period

5.50% - 5.75% 6 bulan/months

6.00% - 7.00% 6 bulan/months

Unit penyertaan investasi reksa dana merupakan penempatan unit reksadana fortis infrastruktur plus yang berada dalam investment funds account di Citibank NA yang pada tahun 2010 investasi tersebut telah dicairkan seluruhnya.

Investment in mutual fund represents mutual funds units of fortis infrastuktur plus and schroder dana prestasi plus under investment funds account at Citibank NA which in 2010 the investment has been fully withdrawn.

5.

Piutang Usaha

5.

Accounts Receivable This account consist of:

Akun ini terdiri dari:


2010 Rp Pihak Hubungan Istimewa (lihat Catatan 25) Pihak Ketiga Piutang Kartu Kredit Citibank NA PT Bank Central Asia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk American Express Bank Ltd PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT PP London Sumatra Indonesia Tbk PT Rekso Nasional Food PT Mandiri Dipta Cipta PT Sarijati Adhitama PT Kedoya Adyaraya TPK Samarinda PT Sanyo Jaya, PT Grahawita Santika PT Pasaraya Tosersajaya PT Angkasa Pura II UD Aneka Asia PT Singgang Jati PT Pancuran Luhur Lainnya (masing-masing dibawah Rp 100 juta) Sub Jumlah Jumlah 2,205,865,865 2009 Rp 2,174,675,206

Related Parties (see Note 25) Third Parties Credit Card Receivables Citibank NA PT Bank Central Asia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk American Express Bank Ltd PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT PP London Sumatra Indonesia Tbk PT Rekso Nasional Food PT Mandiri Dipta Cipta PT Sarijati Adhitama PT Kedoya Adyaraya TPK Samarinda PT Sanyo Jaya, PT Grahawita Santika PT Pasaraya Tosersajaya PT Angkasa Pura II UD Aneka Asia PT Singgang Jati PT Pancuran Luhur Others (each below Rp 100 million) Sub Total Total

2,844,665,684 1,704,657,537 289,260,433 43,846,680 113,477,054 285,814,710 235,759,759 147,978,990 111,776,760 110,544,480 43,077,983 40,789,633 40,820,185 -----2,476,229,335 8,488,699,223 10,694,565,088

9,515,600 2,504,017,997 252,897,838 73,541,530 -348,204,440 10,003,200 ---115,467,620 212,421,550 142,919,020 827,051,981 267,138,000 214,056,770 114,373,350 114,000,000 1,066,682,489 6,272,291,385 8,446,966,591

Final draft/April 21, 2011

20

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:
2010 Rp Belum Jatuh Tempo Jatuh Tempo: 1 - 30 hari 31 - 60 hari Di atas 60 hari Jumlah 5,033,944,850 2,191,656,437 1,338,787,165 2,130,176,636 10,694,565,088

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) Aging schedule of accounts receivable since invoice date is as follows:
2009 Rp 6,136,943,273 662,581,808 604,576,743 1,042,864,767 8,446,966,591 Not Yet Due Over Due: 1 - 30 days 31 - 60 days Above 60 days Total

Semua piutang usaha dalam mata uang Rupiah. Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang dapat tertagih sehingga tidak dibentuk penyisihan penurunan nilai piutang.

All receivables are denominated in Rupiah currency. Management do not provide the allowance for impairment of accounts receivable since management believes that all accounts receivable are considered will be fully collectible.

6.

Persediaan
2010 Rp 2009 Rp

6. Inventories

Persediaan Barang Dagang Produk Perbaikan Rumah Produk Gaya Hidup Produk Permainan Jumlah Persediaan Barang Dagang Barang dalam Perjalanan Jumlah

Merchandise Inventories 78,931,972,888 44,941,410,062 9,978,956,362 133,852,339,312 1,346,133,131 135,198,472,443 59,273,456,736 35,371,333,978 -94,644,790,714 924,544,000 95,569,334,714 Home Improvement Products Lifestyle Products Toys Products Total Merchandise Inventories Goods in Transit Total

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 persediaan telah diasuransikan kepada PT Panin Insurance dan PT Asuransi Central Asia terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar USD 50,965,000 dan USD 45,246,000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai persediaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.

Inventories have been insured to PT Panin Insurance and PT Asuransi Central Asia against risk of fire and other associated risk with a total sum insured of USD 50,965,000 and USD 45,246,000 as of December 31, 2010 and 2009, respectively. Management believes that the insured amount is adequate to cover possible losses from such risk. Management believes that there is no changes in circumtances that indicate material impairment of inventories as of December 31, 2010 and 2009. 7. Prepaid Expenses

7.

Beban Dibayar di Muka


2010 Rp 2009 Rp 26,330,286,378 296,388,753 50,457,575 26,677,132,706

Sewa Ruangan - Jangka Pendek Asuransi Lain-lain Jumlah

35,733,147,187 408,548,073 1,360,193,948 37,501,889,208

Space Rental - Short Term Insurance Others Total

Final draft/April 21, 2011

21

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Pada 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan mempunyai beban dibayar di muka jangka panjang untuk sewa ruang toko dan kantor masing-masing sebesar Rp 21.018.003.283 dan Rp 22.915.550.809.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) As of December 31, 2010 and 2009, the Company has longterm prepaid space rental of stores and offices amounting to Rp 21,018,003,283 and Rp 22,915,550,809, respectively.

8.

Uang Muka
2010 Rp 136,194,475,750 121,661,891,325 7,226,611,942 265,082,979,017 2009 Rp 110,009,394,300 52,932,285,179 7,742,312,778 170,683,992,257

8. Advance Payments

Pihak Hubungan Istimewa (lihat Catatan 25) Pihak Ketiga: Uang Muka Pembelian Barang Dagang Uang Muka Pembelian Lainnya Jumlah

Related Parties (see Note 25) Third Parties: Purchase of Merchandise Inventories Other Purchase Total

9.

Aset Tetap
Saldo Awal/ Beginning Balance Rp Penambahan/ Additions Rp 2010 Pengurangan/ Deductions Rp Reklasifikasi/ Reclassification Rp Saldo Akhir/ Ending Balance Rp

9. Fixed Assets

Biaya Perolehan Tanah Bangunan Prasarana dan Renovasi Bangunan Peralatan Toko dan Kantor Kendaraan Aset dalam Penyelesaian

37,891,458,129 3,902,295,368 51,614,252,010 87,031,789,398 7,778,252,171

97,864,288,303 -14,688,824,061 20,966,505,775 8,441,642,535

----709,977,273 -709,977,273

-- 135,755,746,432 -3,902,295,368 11,656,432,486 77,959,508,557 107,998,295,173 -- 15,509,917,433

Acquisition Cost Land Building Building Renovation and Improvement Store and Office Equipment Vehicle Construction in Progress

991,190,761 17,784,160,824 189,209,237,837 159,745,421,498

(11,656,432,486) 7,118,919,099 -- 348,244,682,062

Akumulasi Penyusutan Bangunan Prasarana dan Renovasi Bangunan Peralatan Toko dan Kantor Kendaraan Nilai Buku

789,027,757 26,609,973,008 51,599,938,697 5,087,881,904 84,086,821,366 105,122,416,471

195,114,752 20,417,011,305 17,188,033,467 359,273,796 38,159,433,320

----466,909,229 466,909,229

-984,142,509 --- 47,026,984,313 -- 68,787,972,164 -4,980,246,471 -- 121,779,345,457 226,465,336,605

Accumulated Depreciation Building Building Renovation and Improvement Store and Office Equipment Vehicle Net Book Value

Final draft/April 21, 2011

22

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh)
2009 Pengurangan/ Deductions Rp

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah)

Saldo Awal/ Beginning Balance Rp Biaya Perolehan Tanah Bangunan Prasarana dan Renovasi Bangunan Peralatan Toko dan Kantor Kendaraan Aset dalam Penyelesaian

Penambahan/ Additions Rp

Reklasifikasi/ Reclassification Rp

Saldo Akhir/ Ending Balance Rp Acquisition Cost Land Building Building Renovation and Improvement Store and Office Equipment Vehicle Construction in Progress

4,173,958,129 3,902,295,368 39,587,728,900 77,128,731,027 7,778,252,171 -1,150,823,160 133,721,788,755

33,717,500,000 -5,997,995,432 7,331,196,818 -5,868,895,279 52,915,587,529

---6,076,105 --6,076,105

--6,028,527,678 2,577,937,658 --

37,891,458,129 3,902,295,368 51,614,252,010 87,031,789,398 7,778,252,171

(6,028,527,678) 991,190,761 2,577,937,658 189,209,237,837

Akumulasi Penyusutan Bangunan Prasarana dan Renovasi Bangunan Peralatan Toko dan Kantor Kendaraan Nilai Buku

526,182,235 11,241,585,148 35,015,503,658 4,154,856,636 50,938,127,677 82,783,661,078

262,845,522 15,368,387,860 16,586,207,232 933,025,268 33,150,465,882

--1,772,193 -1,772,193

------

Accumulated Depreciation Building Building Renovation and 26,609,973,008 Improvement 51,599,938,697 Store and Office Equipment 5,087,881,904 Vehicle 84,086,821,366 105,122,416,471 Net Book Value 789,027,757

Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:


2010 Rp Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi Jumlah 33,303,434,914 4,855,998,406 38,159,433,320 2009 Rp 30,031,590,543 3,118,875,339 33,150,465,882

Depreciation is allocated as follows:

Selling Expenses General and Administrative Expenses Total

Pada tahun 2010, penambahan aset tetap terutama penambahan tanah di Bandung dan Bali dengan luas tanah 32.306 m2. Pada tahun 2009, penambahan aset tetap terutama penambahan tanah di Balikpapan dan peralatan toko untuk gerai baru di Bali dan Banjarmasin dengan luas tanah 13.487m2. Atas pembukaan beberapa gerai ritel baru di tahun 2009, aset yang belum siap digunakan (Catatan 10) di reklasifikasi menjadi aset tetap senilai Rp 2.577.937.658.

In 2010, addition of fixed assets arise from land acquisition of 32,306 sqm in Bandung and Bali. In 2009, addition of fixed assets arise from land acquisition of 13,487 sqm in Balikpapan and acquisition of store and office equipment for new stores in Bali and Banjarmasin. Since the Company open some new retail outlets in 2009, assets not yet available for use in operation (Note 10) has been reclassified into fixed assets amounting to Rp 2,577,937,658. Contruction in progress represents leasedhold improvement and renovation which not been completed. The Company owned certain land with Building Right Title (HGB) located at Desa Pakulonan, district of Tangerang, province of Banten and subdistrict of Pluit, Jakarta Utara which valid up to various dates in years 2014 until 2040. The HGB is renewable upon the expiration date.

Aset dalam penyelesaian merupakan pekerjaan renovasi dan perbaikan atas bangunan sewa yang belum selesai. Perusahaan memiliki sejumlah tanah tertentu dengan HGB yang terletak di Desa Pakulonan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, Bandung dan Bali yang akan berakhir pada berbagai tanggal pada tahun 2014 sampai dengan 2040. HGB tersebut dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak tersebut.

Final draft/April 21, 2011

23

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Penjualan kendaraan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:
2010 Rp Harga Jual Nilai Buku Laba (Rugi) Penjualan Aktiva Tetap 243,068,044 243,068,044 --

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) Disposal of vehicles for the years ended December 31, 2010 and 2009, are as follows:
2009 Rp 7,200,000 4,303,912 2,896,088 Selling Price Net Book Value Gain (Loss) on Disposal of Equipments

Aset tetap Perusahaan telah diasuransikan kepada PT Panin Insurance, PT Asuransi Central Asia, dan PT Asuransi AXA Indonesia terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 7.758.300.000 dan USD 18,239,000 pada tahun 2010 dan Rp 3.483.000.000 dan USD 14,740,300 pada tahun 2009. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset tetap yang dipertanggungkan. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada 31 Desember 2010 dan 2009.

The Companys fixed assets have been insured to PT Panin Insurance, PT Asuransi Central Asia, and PT Asuransi AXA Indonesia against risk of fire and other associated risks with a total sum insured of Rp 7,758,300,000 and USD 18,239,000 as of December 31, 2010 and 3,483,000,000 and USD 14,740,300 as of December 31, 2009. Management believes that the insured amount is adequate to cover possible losses from such risk.

Management believes that there is no changes in circumstances that indicate material impairment of fixed assets as of December 31, 2010 and 2009.

10. Aset Lain-lain


2010 Rp Uang Jaminan Aset yang Belum Siap Digunakan dalam Usaha Beban Ditangguhkan - Bersih Lainnya Jumlah 17,890,705,316 12,948,869,385 7,155,550,261 285,690,501 38,280,815,463 2009 Rp 13,421,348,064 4,328,015,652 4,307,321,096 815,271,355 22,871,956,167

10. Other Assets

Security Deposits Assets Not Yet Available for Use in Operation Deferred Charges - Net Others Total

Uang jaminan merupakan jaminan sewa gedung dan telepon yang akan dikembalikan pada saat masa sewa berakhir. Aset yang belum siap digunakan dalam usaha terdiri dari peralatan toko dan peralatan kantor yang belum siap digunakan. Beban ditangguhkan merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan hak atas tanah dan biaya perangkat lunak, setelah dikurangi dengan akumulasi amortisasi.

Security deposits represent deposits of store office rental and telephone that are refundable at termination of the lease. Assets not yet available for use in operation consists of store equipments and not yet available for use of office equipments. Deferred charges are costs incurred in connection with legal cost for acquisition of land titles and software costs, net of their accumulated amortization.

Final draft/April 21, 2011

24

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 11. Hutang Usaha Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut:
2010 Rp Pihak Hubungan Istimewa (lihat Catatan 25) Pihak Ketiga Ace Hardware Corporation PT Citra Kreasi Makmur AGD Asia, Ltd. PT ALJ Trading Indonesia Grandar Light Art & Technology Co. Ltd PT Emway Globalindo Lainnya (di bawah Rp 1 Miliar) Sub Jumlah Jumlah 24,286,330,277 12,437,471,897 2,729,358,398 2,324,948,075 1,621,808,910 1,165,221,372 1,011,184,523 25,885,484,717 47,175,477,892 71,461,808,169

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 11. Accounts Payable Details of outstanding accounts payable are as follows:
2009 Rp 4,443,641,228 5,420,686,315 3,024,493,135 ----16,619,770,524 25,064,949,974 29,508,591,202 Related Parties (see Note 25) Third Parties Ace Hardware Corporation PT Citra Kreasi Makmur AGD Asia, Ltd. PT ALJ Trading Indonesia Grandar Light Art & Technology Co. Ltd PT Emway Globalindo Others (below Rp 1 Billion) Sub Total Total

Persentase hutang usaha konsinyasi per 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar 8,51% dan 21,70% dari jumlah hutang usaha. Perusahaan memiliki hutang usaha dalam mata uang asing sebagai berikut:
2010 Rp US Dolar (2010: 2,552,215.68; 2009: 961,903.05) Euro (2010: 3,514.02; 2009: 3,059.61) Jumlah 22,946,971,179 42,012,885 22,988,984,064

The percentage of accounts payable of consignment as of December 31, 2010 and 2009 are 8.51% and 21.70% from total accounts payable, respectively. The Company has accounts payable denominated in foreign currencies as follows:
2009 Rp 9,041,888,670 41,334,347 9,083,223,017 US Dollar (2010: 2,552,215.68; 2009: 961,903.05) Euro (2010: 3,514.02; 2009: 3,059.61) Total

12. Uang Muka Pelanggan Akun ini terutama merupakan uang muka yang diterima dari pelanggan untuk pemesanan barang dagang masing-masing sebesar Rp 5.639.629.237 dan Rp 4.247.433.358 pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.

12. Advances from Customer This account mainly represents advances received from customer for purchases of merchandise inventories amounting to Rp 5,639,629,237 and Rp 4,247,433,358 as of December 31, 2010 and 2009, respectively.

13. Hutang Lain-lain Akun ini terutama merupakan hutang atas biaya angkut persediaan dan biaya sewa ruangan masing-masing sebesar Rp 12.809.254.901 dan Rp 10.955.907.778 pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.

13. Other Payables This account mainly represents payables of freight cost and space rental amounting to Rp 12,809,254,901 and Rp 10,955,907,778 as of December 31, 2010 and 2009, respectively.

Final draft/April 21, 2011

25

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 14. Beban yang Masih Harus Dibayar Akun ini terdiri dari:
2010 Rp Royalti (lihat Catatan 28.a) Listrik, Air dan Telpon Sewa dan Service Charge Gaji dan Kesejahteraan Karyawan Lainnya (masing-masing dibawah Rp 100 Juta) Jumlah 2,048,058,026 3,327,579,370 1,383,592,700 1,329,478,454 675,432,498 8,764,141,048 2009 Rp

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 14. Accrued Expenses This account consists of:

3,467,424,642 2,107,676,860 1,052,547,500 707,413,909 196,202,258 7,531,265,169

Royalty (see Note 28.a) Electricity, Water and Telephone Rent and Service Charge Salary and Allowances Others (each below Rp 100 million) Total

15. Perpajakan a. Pajak Dibayar di Muka


2010 Rp Perusahaan Anak Pajak Penghasilan: Pasal 28 A Pajak Pertambahan Nilai Jumlah 2009 Rp

15. Taxation a. Prepaid Tax

230,546,612 2,634,829,312 2,865,375,924

----

Subsidiary Income Tax: Article 28 A Value Added Tax Total

b.

Hutang Pajak
2010 Rp 2009 Rp 661,841,349 37,495,929 3,000,000,000 140,271,849 12,660,097,400 617,783,555 3,818,047,256 20,935,537,338

b.

Taxes Payable

Perusahaan Pasal 21 Pasal 23 Pasal 25 Pasal 26 Pasal 29 Pasal 4 (2) Pajak Pertambahan Nilai Sub Jumlah Perusahaan Anak Pasal 21 Pasal 23 Pasal 4 (2) Sub Jumlah Total

1,105,335,164 60,078,777 3,167,687,822 134,235,262 2,083,085,640 1,100,734,763 3,863,704,523 11,514,861,951

The Company Article 21 Article 23 Article 25 Article 26 Article 29 Article 4 (2) Value Added Tax Sub Total Subsidiary

78,171,828 3,233,853 38,984,757 120,390,438 11,635,252,389

7,466,483 --7,466,483 20,943,003,821

Article 21 Article 23 Article 4 (2) Sub Total Total

Final draft/April 21, 2011

26

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
2010 Rp Pajak Kini: Perusahaan Perusahaan Anak (56,719,067,000) -(56,719,067,000) 2009 Rp

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) c. Income Tax Benefit (Expense)

(54,876,839,080) -(54,876,839,080)

Current Tax: The Company Subsidiary

Pajak Tangguhan: Perusahaan Perusahaan Anak Jumlah

1,926,391,948 164,176,500 2,090,568,448 (54,628,498,552)

2,989,193,854 -2,989,193,854 (51,887,645,226)

Deferred Tax: The Company Subsidiary Total

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komersial dengan taksiran laba fiskal adalah sebagai berikut:
2010 Rp Laba sebelum Pajak Penghasilan menurut Laporan Laba Rugi Konsolidasi Ditambah: Rugi Perusahaan Anak Sebelum Pajak Penghasilan Dikurangi: Eliminasi Bagian Rugi Perusahaan Anak Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan Perusahaan Beda Waktu Penyusutan dan Amortisasi Imbalan Pasca Kerja Jumlah Beda Tetap Biaya dan Denda Pajak Jamuan dan Sumbangan Rugi Reksadana Telepon Selular Penghasilan Dikenakan Pajak Final Jumlah Taksiran Laba Kena Pajak Beban Pajak Kini Tarif Pajak Berlaku 25% (2009: 28%) Pajak Penghasilan Dibayar di Muka Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Jumlah Hutang Pajak Penghasilan Pasal 29 56,719,067,000 18,674,797,874 77,669,239 35,883,514,247 54,635,981,360 2,083,085,640 229,167,446,013 8,997,689,044 (5,521,123,514) 232,644,011,543 4,066,792,545 6,179,648,000 10,246,440,545 35,864,853 994,831,026 29,981,720 43,026,844 (17,117,888,212) (16,014,183,769) 226,876,268,319

A reconciliation between income before income taxes as shown in the statements of income and estimated taxable income is as follows:
2009 Rp 206,330,288,011 46,588,848 (46,586,518) 206,330,290,341 510,401,061 8,634,711,000 9,145,112,061 87,990,005 1,312,375,756 -48,343,729 (20,935,400,464) (19,486,690,974) 195,988,711,428 Income before Income Tax according to Consolidated Statements of Income Add: Subsidiary Loss Before Income Tax Less: Elimination of Equity in Net Loss of Subsidiary Income Before Income Tax Expense the Company Timing Differences Depreciation and Amortization Post Employment Benefits Total Permanent Differences Tax Expenses and Penalty Entertainment and Donation Loss on Mutual Fund Cellular Phone Income Which Already Subjected to Final Tax Total Estimated Taxable Income Current Tax Expense Enacted Tax Rate 25% (2009: 28%) Prepayment of Income Taxes Article 22 Article 23 Article 25 Total Income Tax Payable - Article 29

54,876,839,080 12,639,398,340 233,369,021 29,343,974,319 42,216,741,680 12,660,097,400

Final draft/April 21, 2011

27

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah)

Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran pajak dengan beban pajak adalah sebagai berikut:
2010 Rp Laba sebelum Pajak Penghasilan menurut Laporan Laba Rugi Konsolidasi Ditambah: Rugi Perusahaan Anak Sebelum Pajak Penghasilan Dikurangi: Eliminasi Bagian Rugi Perusahaan Anak Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan Perusahaan Tarif Pajak Berlaku 25% (2009: 28%) Koreksi Fiskal Pajak Kini Pajak Tangguhan: Berasal dari Beda Temporer Berasal dari Perubahan Tarif Pajak Beban Pajak Penghasilan 229,167,446,013 8,997,689,044 (5,521,123,514) 232,644,011,543 (58,161,002,886) 1,441,935,885 (56,719,067,000) 2,090,568,448 -(54,628,498,552)

A reconciliation between income before income tax and income tax expenses is as follows:
2009 Rp 206,330,288,011 46,588,848 (46,586,518) 206,330,290,341 (57,772,481,295) 2,895,642,216 (54,876,839,080) 3,362,834,908 (373,641,054) (51,887,645,226) Income before Income Tax according to Statements of Income Add: Subsidiaries loss before income tax Less: Elimination of Equity in Net Loss of Subsidiary Income before income tax expense the Company Enacted Tax Rate 25% (2009: 28%) Tax Corrections Current Tax Deferred Tax: From Temporary Differences From the Changes in Tax Rate Income Tax Expenses

d. Pajak Tangguhan Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Pada tahun 2009, berlaku peraturan perpajakan yang baru, diantaranya perubahan tarif pajak. Dalam menghitung pajak tangguhan digunakan tarif pajak sebesar 25% menggantikan tarif pajak sebelumnya sebesar 28%. Rincian aset (kewajiban) pajak tangguhan Perusahaan adalah sebagai berikut:
2008 Dikreditkan (Dibebankan) ke Laporan Laba Rugi/ Credited (Charged) to Statements of Income Rp Aset (Kewajiban) Pajak Tangguhan Perusahaan Penyusutan dan Amortisasi Imbalan Pasca Kerja Sub Jumlah (2,383,107,496) 5,870,424,000 3,487,316,504 1,459,490,104 1,529,703,750 2,989,193,854 Rp Rp 2009

d. Deferred Tax Deferred tax is calculated based on temporary differences between the carrying value of total assets and liabilities recorded according to financial statements and tax bases of assets and liabilities. In 2009, the new taxation regulation is in effect, among others, change the tax rates. For deferred tax computation new tax rate of 25% is used to replace previous tax rate of 28%. A detail of the deferred tax assets (liabilities) is as follows:
Dikreditkan (Dibebankan) ke Laporan Laba Rugi/ Credited (Charged) to Statements of Income Rp Rp Deferred Tax Assets (Liabilities) The Company 2010

(923,617,392) 7,400,127,750 6,476,510,358

381,479,948 1,544,912,000 1,926,391,948

(542,137,444) 8,945,039,750 8,402,902,306

Depreciation and Amortization Post Employment Benefits Sub Total

Perusahaan Anak
Imbalan Pasca Kerja Jumlah -3,487,316,504 -2,989,193,854 -6,476,510,358 164,176,500 2,090,568,448 164,176,500 8,567,078,806

Subsidiary
Post Employment Benefits

Total

Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat terpulihkan di masa yang akan datang.

Management believes that deferred tax assets will be recovered in the future.

Final draft/April 21, 2011

28

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 16. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja Perusahaan menghitung dan membukukan beban imbalan pasca kerja berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja dihitung oleh PT Dayamandiri Dharmakonsilindo. Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan kewajiban imbalan pasca kerja pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:
Usia Pensiun Normal Tingkat Diskonto Estimasi Kenaikan Gaji di Masa Datang Tabel Mortalita Tingkat cacat Tingkat Pensiun Metode Tingkat Pengunduran Diri

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 16. Estimated Liabilities on Post Employment Benefits The Company computed and recorded the post employment benefits expenses based on Labor Law No. 13 year 2003 dated March 25, 2003. The estimated liabilities on post employment benefits are calculated by PT Dayamandiri Dharmakonsilindo. The actuarial assumptions used in measuring expenses and employee benefits liabilities as of December 31, 2010 and 2009 are as follows:
: : : : : : : : Normal Pension Age Discount Rate Estimated Future Salary Increase Mortality Table Disability Rate Pension Rate Method Resignation Rate

: 55 Tahun/Years : 8,5% (2009: 10,5%) : 10% (2009: 10%) : CSO'80 : 10% dari tingkat mortalita 10% of Mortality Table : 100% pada usia pensiun normal 100% at Normal Pension Age : Projected Unit Credit : 10% sampai usia 25 tahun, 10% to participant reach age menurun secara proporsional of 25 years old, proportionally sebesar 0,5% setiap tahun decline to 0.5% for each year sampai 0% untuk usia 45 up to 0% for age 45 years old tahun dan setelahnya; and after.

Rincian dari kewajiban diestimasi atas imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut: 2010 Rp
Saldo Awal Tahun Ditambah: Beban Imbalan Kerja Tahun .Berjalan Dikurangi : Pembayaran Manfaat Aktual Saldo Akhir Tahun 29,600,511,000 7,226,699,000 (390,345,000) 36,436,865,000

A detail of post employment benefits liabilities is as follows:


2009 Rp 20,965,800,000 8,683,488,000 (48,777,000) 29,600,511,000 Balance at The Beginning of The Year Add: Current Year Employee Benefit Less: Actual Benefit Payment Balance at the End of the Year

Rincian beban imbalan pasca kerja tahun berjalan adalah sebagai berikut: 2010 Rp
Beban Jasa Kini Beban Bunga Amortisasi Kewajiban Transisi Keuntungan Curtailment Jumlah 10,782,888,000 3,533,798,000 83,538,000 14,400,224,000 (7,173,525,000) 7,226,699,000

A detail of current post employment benefits expenses is as follows: 2009 Rp


6,410,934,000 2,271,042,000 1,512,000 8,683,488,000 -8,683,488,000 Current Service Cost Interest Cost Amortization of Transitional Liabilities Curtailment Gain Total

Final draft/April 21, 2011

29

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 17. Modal Saham
Pemegang Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Issued and Fully Paid (Lembar Saham)/ (Shares) PT Kawan Lama Sejahtera The Northern Trust S/A AVFC Kuncoro Wibowo* Masyarakat Jumlah
*) Presiden Komisaris

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 17. Capital Stocks

2010 Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership (%) 59.97 11.76 0.00 28.27 100.00

Jumlah Modal/ Total

Stockholders

Rp 102,849,000,000 20,175,700,000 1,000,000 48,474,300,000 171,500,000,000 PT Kawan Lama Sejahtera The Northern Trust S/A AVFC Kuncoro Wibowo* Public Total
*) President Commissioner

1,028,490,000 201,757,000 10,000 484,743,000 1,715,000,000

Pemegang Saham

Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Issued and Fully Paid (Lembar Saham)/ (Shares)

2009 Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership (%) 59.97 11.83 0.00 28.20 100.00

Jumlah Modal/ Total

Stockholders

Rp 102,849,000,000 20,280,750,000 1,000,000 48,369,250,000 171,500,000,000 PT Kawan Lama Sejahtera The Northern Trust S/A AVFC Kuncoro Wibowo* Public (Below 5%) Total
*) President Commissioner

PT Kawan Lama Sejahtera The Northern Trust S/A AVFC Kuncoro Wibowo* Masyarakat (Dibawah 5%) Jumlah
*) Presiden Komisaris

1,028,490,000 202,807,500 10,000 483,692,500 1,715,000,000

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh termasuk saham yang dialokasikan Perusahaan untuk program kepemilikan saham oleh karyawan sebanyak 51.500.000 saham (lihat Catatan 27). Berdasarkan surat manajemen kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) tanggal 27 Oktober 2008, Perusahaan akan melakukan pembelian kembali saham Perusahaan. Transaksi ini sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No.XI.B.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep 401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008 perihal Pembelian Kembali Saham Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berpotensi Krisis. Pembelian kembali saham akan dilakukan secara bertahap sejak 28 Oktober 2008 sampai dengan 23 Januari 2009. Sampai dengan 31 Desember 2008, realisasi pembelian kembali saham sebesar Rp 44.324.000 saham atau 32,31% dari yang direncanakan. Pada tanggal 30 Juni 2009, seluruh pembelian kembali saham telah dijual kembali ke masyarakat.

As of December 31, 2010 dan 2009, the issued and fully paid shares included stocks which have been allocated by the Company for employee stock ownership program amounting to 51,500,000 shares (see Note 27). According to letter from management to Chairman of Capital Market Advisory Board and Financial Institution (Bapepam-LK) dated October 27, 2008, the Company have a plan to buy back the Companys shares. The transaction is accordance with Bapepam-LK regulation No.XI.B.3 Appendix Chairman of Bapepam-LK No. Kep 401/BL/2008 dated October 9, 2008 concerning of the Buy Back of Emiten Shares or Listed Company in Potentially Crisis Market Condition. The share buy back of shares will be done step by step from October 28, 2008 until January 23, 2009. Up to December 31, 2008, the Company had already executed the share buy back of 44,324,000 shares or 32.31% from its plan. As of June 30, 2009, the Company had re-sold all the share buy back.

Final draft/April 21, 2011

30

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 18. Tambahan Modal Disetor - Bersih Akun ini merupakan kelebihan harga jual saham atas nilai nominal saham dari penawaran perdana Perusahaan dan selisih lebih penerimaan dari penjualan modal saham diperoleh kembali atas biaya perolehan.
2010 Rp Agio Sebagai Hasil Penawaran Umum Perdana Saham tahun 2007 Biaya Emisi Saham Bersih Selisih Lebih Penjualan Treasury Stock tahun 2009 Jumlah - Bersih 370,800,000,000 (16,895,778,052) 353,904,221,948 14,218,275,000 368,122,496,948

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 18. Additional Paid in Capital - Net This account represents excess of par value shares at the time of initial public hearing and the excess of proceed from re-sale of treasury stock over the related acquisition cost.
2009 Rp 370,800,000,000 (16,895,778,052) 353,904,221,948 14,218,275,000 368,122,496,948 Premium on Stock from Initial Public Offering in 2007 Stock Issuance Cost Net The Excess of Proceed from Future Re-Sale of Treasury Stock in 2009 Total - Net

19. Penggunaan Saldo Laba a. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Pemegang Saham tanggal 5 Mei 2010 diituangkan dalam akta No. 2 dari Andalia Farida, SH, MH, notaris di Jakarta, para pemegang saham memutuskan untuk membentuk cadangan umum dari saldo laba sebesar Rp 15.778.000.000 dan membagikan dividen kas sebesar Rp 9,2 per saham atau sebanyak-banyaknya Rp 15.778.000.000. Pada tanggal 16 Juni 2010, Perusahaan telah membagikan dividen tersebut dengan nilai seluruhnya sebesar Rp 15.721.650.000. b. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Pemegang Saham tanggal 15 April 2008 diituangkan dalam akta No. 24 dari Fathiah Helmi, SH, notaris di Jakarta, para pemegang saham memutuskan untuk membentuk cadangan umum dari saldo laba sebesar Rp 13.304.000.000 dan membagikan dividen kas sebesar Rp 7,6 per saham atau sebanyak-banyaknya Rp 13.304.000.000. Pada tanggal 25 Mei 2009, Perusahaan telah membagikan dividen tersebut dengan nilai seluruhnya sebesar Rp 12.431.521.400.

19. Usage of Retained Earnings a. According to Annual Stockholders General Meeting dated May 5, 2010 which was covered by deed No.2 of Andalia Farida, SH, MH, a notary in Jakarta, the stockholders have approved the appropriation of retained earnings for general reserves amounting to Rp 15,778,000,000 and the distribution of cash dividend amounting to Rp 9.2 per share or maximal 15,778,000,000. On June 16, 2010, the Company has distributed dividend with total amount of Rp 15,721,650,000. b. According to Annual Stockholders General Meeting dated April 15, 2008 which was covered by deed No.24 of Fathiah Helmi,SH, a notary in Jakarta, the stockholders have approved the appropriation of retained earnings for general reserves amounting to Rp 13,304,000,000 and the distribution of cash dividend amounting to Rp 7,6 per share or maximal 13,304,000,000. On May 25, 2009, the Company has distributed dividend with total amount of Rp 12,431,521,400.

20. Penjualan
2010 Rp 1,044,432,993,614 575,716,662,492 8,288,701,105 1,628,438,357,211 2009 Rp 887,392,695,454 462,835,131,242 -1,350,227,826,696

20. Sales

Produk Perbaikan Rumah Produk Gaya Hidup Produk Permainan Jumlah

Home Improvement Products Lifestyle Products Toys Products Total

Penjualan kepada pihak hubungan istimewa untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dan 2009 masingmasing sebesar Rp 9.134.918.185 dan Rp 5.769.813.411 atau setara dengan 0,54% dan 0,44% dari jumlah penjualan termasuk penjualan barang konsinyasi (lihat Catatan 25).

Sales to the related parties for the years ended December 31, 2010 and 2009 are amounting to Rp 9,134,918,185 and Rp 5,769,813,411 or equivalent to 0.54% and 0.44% from total sales include consignment sales, respectively (see Note 25).

Final draft/April 21, 2011

31

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 21. Beban Pokok Penjualan Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
2010 Rp Persediaan Awal Barang Dagang Pembelian - Bersih Barang Dagang Tersedia untuk Dijual Persediaan Akhir Barang Dagang Beban Pokok Penjualan 94,644,790,714 971,726,530,045 1,066,371,320,759 (133,852,339,312) 932,518,981,447

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 21. Cost of Goods Sold Details of cost of goods sold are as follows:
2009 Rp 196,799,757,796 Merchandise Inventories, Beginning Balance 704,182,410,998 900,982,168,794 (94,644,790,714) 806,337,378,080 Purchases - net Merchandise Inventories Available for Sale Merchandise Inventories, Ending Balance Cost of Goods Sold

Pembelian dari pihak hubungan istimewa untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp 145.693.709.053 dan Rp 128.187.798.488 atau setara dengan 14,28% dan 17,24% dari jumlah pembelian termasuk pembelian barang konsinyasi (lihat Catatan 25). Persentase pembelian import untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar 63.99% dan 60,35% dari jumlah pembelian.

The purchases from related parties for the years ended December 31, 2010 and 2009 are amounting to Rp 145,693,709,053 and Rp 128,187,798,488 or equivalent to 14.28% and 17.24% of the total purchases include consignment purchases respectively (see Note 25). The percentage of imported purchases for the years ended December 31, 2010 and 2009 are 63.99% and 60.35% from total purchases, respectively.

22. Penjualan Konsinyasi - Bersih


2010 Rp 61,274,728,015 48,591,288,588 12,683,439,426 2009 Rp 47,712,204,957 39,165,265,041 8,546,939,916

22. Consignment Sales Net

Penjualan Konsinyasi Biaya Konsinyasi Penjualan Konsinyasi - Bersih

Consignment Sales Cost of Consignment Consignment Sales - Net

23. Beban Usaha


2010 Rp a. Beban Penjualan Gaji, Bonus, Tunjangan dan Kesejahteraan Karyawan Sewa Penyusutan Ongkos Kirim dan Bongkar Muat Pemeliharaan Iklan dan Promosi Royalti Konsumsi Asuransi Renovasi Lainnya (masing-masing di bawah Rp 1 Miliar) Sub Jumlah 2009 Rp

23. Operating Expenses

a. 118,059,821,918 72,578,951,433 33,303,434,914 21,817,950,800 23,872,740,308 26,091,648,940 12,558,235,268 16,445,780,337 3,732,490,688 2,787,165,215 11,080,124,008 342,328,343,829 84,687,998,856 54,399,260,231 30,031,590,543 18,546,213,874 18,172,677,743 16,433,640,834 14,101,917,221 11,700,705,525 2,784,113,049 1,530,058,389 9,203,447,241 261,591,623,506

Selling Expenses

Salary, Bonus and Employees' Allowances Rental Depreciation Freight Out Maintenance Advertising and Promotion Royalty Consumption Insurance Renovation Others (each below Rp 1 Billion) Sub Total

Final draft/April 21, 2011

32

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh)
2010 Rp

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah)
2009 Rp

b.

Beban Umum dan Administrasi Gaji, Bonus, Tunjangan dan Kesejahteraan Karyawan Telepon, Listrik dan Air Beban Imbalan Pasca Kerja Perjalanan Dinas Penyusutan dan Amortisasi Internet Transportasi Sewa Kantor Fotokopi dan Cetakan Lainnya (masing-masing di bawah Rp 1 Miliar) Sub Jumlah Jumlah

b. 75,289,271,485 32,383,652,675 7,226,699,000 5,924,570,964 5,923,336,811 2,996,983,407 3,050,693,276 2,238,792,161 1,924,798,156 11,422,948,263 148,381,746,198 490,710,090,027 56,276,309,751 26,150,507,177 8,683,488,000 4,565,300,256 4,015,088,347 2,675,190,208 2,058,555,439 1,634,400,000 684,122,355 5,901,901,173 112,644,862,706 374,236,486,212

General and Administrative Expenses

Salary, Bonus and Employees' Allowances Telephone, Electricity, and Water Post Employment Benefits Expense Travelling Depreciation and Amortization Internet Transportation Office Rent Photocopies and Printing Others (each below Rp 1 Billion) Sub Total Total

24. Laba per Saham Dasar Perhitungan laba per saham dalam Rupiah penuh adalah sebagai berikut:
2010 Laba Bersih (Rupiah Penuh) Jumlah Saham Biasa Beredar (Lembar) Awal Tahun Pembelian Kembali Modal Saham Januari 2009 Pebruari 2009 Maret 2009 April 2009 Mei 2009 Penjualan Modal Saham Diperoleh Kembali - Juni 2009 Jumlah Rata-rata Tertimbang Laba per Saham Dasar (Rp) 177,851,336,490 1,715,000,000 ------1,715,000,000 1,715,000,000 103.70

24. Basic Earnings per Share Earnings per share is calculated in full Rupiah amount are as follows:
2009 154,442,645,114 1,670,676,000 (32,663,000) (500) (765,000) (1,520,500) (354,000) 79,627,000 1,715,000,000 1,682,447,750 91.80 Net Income (Full Rupiah) Number of Ordinary Shares Outstanding (Share) Beginning of the Year The Buy Back of Capital Stock January 2009 February 2009 March 2009 April 2009 May 2009 Re-sale of Treasury Stock - June 2009 Total Weighted Average Basic Earnings per Share (Rp)

25. Saldo dan Transaksi Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a. PT Kawan Lama Sejahtera merupakan pemegang saham utama; b. PT Kawan Lama Internusa, PT Home Center Indonesia, PT Multi Rentalindo, PT Sensormatic Indonesia, PT Tiga Dua Delapan, PT Golden Dacron, PT Food Beverage Indonesia, PT Retail Estate Solution dan PT Everlight Indonesia merupakan perusahaan afiliasi;

25. Balances and Transactions with Related Parties Nature of Relationship: a. PT Kawan Lama Sejahtera is the majority stockholder; b. PT Kawan Lama Internusa, PT Home Center Indonesia, PT Multi Rentalindo, PT Sensormatic Indonesia, PT Tiga Dua Delapan, PT Golden Dacron and PT Food Beverage Indonesia, PT Retail Estate Solution and PT Everlight Indonesia are the affiliates;

Final draft/April 21, 2011

33

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Rincian akun-akun dan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa adalah sebagai berikut:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) The details accounts and transactions with the related parties are as follows:
Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/ Percentage to Total Asset

2010 Rp Piutang Usaha PT Kawan Lama Sejahtera PT Food Beverages Indonesia PT Home Center Indonesia PT Tiga Dua Delapan PT Everlight Indonesia PT Kawan Lama Internusa PT Retail Estate Solution PT Golden Dacron PT Multi Rentalindo 1,228,493,238 563,825,426 270,747,062 46,266,900 45,052,953 36,022,080 13,681,606 921,600 855,000 2,205,865,865

2009 Rp 555,913,269 92,856,338 --1,510,800,000 14,044,800 -1,060,799 -2,174,675,206

2010 % 0.10 0.05 0.02 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.19

2009 % 0.06 0.01 --0.16 0.00 -0.00 -0.22 Accounts Receivable PT Kawan Lama Sejahtera PT Food Beverages Indonesia PT Home Center Indonesia PT Kawan Lama Internusa PT Everlight Indonesia PT Kawan Lama Internusa PT Retail Estate Solution PT Golden Dacron PT Multi Rentalindo

Uang Muka PT Kawan Lama Sejahtera PT Tiga Dua Delapan

Advance Payments 127,850,785,750 8,343,690,000 136,194,475,750 110,009,394,300 110,009,394,300 10.73 0.70 11.43 11.33 -11.33 Due from Related Parties Employees PT Food Beverages Indonesia PT Kawan Lama Sejahtera PT Home Center Indonesia PT Golden Dacron PT Multi Rentalindo PT Kawan Lama Sejahtera PT Tiga Dua Delapan

Piutang Hubungan Istimewa Karyawan PT Food Beverages Indonesia PT Kawan Lama Sejahtera PT Home Center Indonesia PT Golden Dacron PT Multi Rentalindo

33,772,981,988 543,162,536 281,676,990 192,194,444 17,493,300 4,273,700 34,811,782,958

37,397,342,403 -----37,397,342,403

2.83 0.05 0.02 0.02 0.00 0.00 2.83 Persentase Terhadap Jumlah Kewajiban/ Percentage to Total Liabilities

3.85 -----3.85

2010 Rp Hutang Usaha PT Kawan Lama Sejahtera PT Kawan Lama Internusa PT Sensormatic Indonesia PT Everlight PT Home Center Indonesia 20,203,689,774 3,608,366,315 199,066,765 96,768,000 178,439,423 24,286,330,277

2009 Rp 3,585,856,378 857,784,850 ---4,443,641,228

2010 % 13.77 2.46 0.14 0.07 0.12 16.55

2009 % 3.49 0.83 ---4.32 Accounts Payable PT Kawan Lama Sejahtera PT Kawan Lama Internusa PT Sensormatic Indonesia PT Home Center Indonesia

Hutang Lain-lain PT Home Center Indonesia PT Sensormatic Indonesia PT Multi Rentalindo

77,757,500 15,655,986 8,856,000 102,269,486

-----

0.05 0.01 0.01 0.02

-----

Others Payable PT Home Center Indonesia PT Sensormatic Indonesia PT Multi Rentalindo

Final draft/April 21, 2011

34

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah)
Persentase Terhadap Jumlah Penjualan/ Percentage to Total Sales

2010 Rp Penjualan PT Kawan Lama Sejahtera PT Home Center Indonesia PT Food Beverages Indonesia PT Retail Estate Solution PT Kawan Lama Internusa PT Tiga Dua Delapan PT Everlight Indonesia PT Multi Rentalindo PT Golden Dacron PT Sensormatic Indonesia 5,457,887,681 2,476,730,479 578,916,515 208,593,958 207,085,586 155,330,477 26,942,485 13,447,966 8,348,311 1,634,727 9,134,918,185

2009 Rp 4,068,052,577 1,701,760,834 --94,537,591 --14,596,176 --5,769,813,411

2010 % 0.32 0.15 0.03 0.01 0.01 0.01 0.00 0.00 0.00 0.00 0.54

2009 % 0.29 0.12 0.00 0.00 0.41 Sales PT Kawan Lama Sejahtera PT Home Center Indonesia PT Food Beverages Indonesia PT Retail Estate Solution PT Kawan Lama Internusa PT Tiga Dua Delapan PT Everlight Indonesia PT Multi Rentalindo PT Golden Dacron PT Sensormatic Indonesia

Persentase Terhadap Jumlah Pembelian/ Percentage to Total Purchase 2010 Rp Pembelian PT Kawan Lama Sejahtera PT Kawan Lama Internusa PT Home Center Indonesia PT Sensormatic Indonesia PT Everlight Indonesi 103,128,731,580 36,666,993,057 3,969,843,166 148,068,000 1,780,073,250 145,693,709,053 2009 Rp 100,732,314,990 20,375,268,200 6,924,209,628 156,005,670 128,187,798,488 2010 % 10.11 3.59 0.39 0.01 0.17 14.28 2009 % 13.55 2.74 0.93 0.02 17.24 Purchase PT Kawan Lama Sejahtera PT Kawan Lama Internusa PT Home Center Indonesia PT Sensormatic Indonesia PT Everlight Indonesi

Persentase Terhadap Jumlah Beban Usaha/ Percentage to Total Operating Expenses 2010 Rp Beban Sewa PT Kawan Lama Sejahtera PT Tiga Dua Delapan 3,375,060,000 8,353,920,000 11,728,980,000 2009 Rp 4,078,230,000 4,078,230,000 2010 % 0.69 1.70 2.39 1 2009 % 1.09 1.09 1

Rental Expense PT Kawan Lama Sejahtera


PT Tiga Dua Delapan

Piutang hubungan istimewa kepada karyawan terutama merupakan pinjaman untuk program kepemilikan saham karyawan sebesar Rp 32.056.185.250 dan Rp 36.693.345.250 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (lihat Catatan 27). Uang muka pembelian barang dagang merupakan uang muka kepada vendor atau pemasok sehubungan dengan pembelian barang dagang.

Due from related party to employees represents mainly employee loan in relation employee stock ownership program amounting to Rp 32,056,185,250 and Rp 36,693,345,250 as of December 31, 2010 and 2009, respectively (see Note 27).

Advance for purchase of merchandise inventories represents advance payment to vendors or suppliers in relation to the purchases of merchandise.

Final draft/April 21, 2011

35

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Pada tanggal 18 Desember 2007, Perusahaan mengadakan perjanjian sewa menyewa gerai di Alam Sutra, Banten dengan PT Kawan Lama Sejahtera, pemegang saham, yang kemudian diubah dengan addendum tanggal 28 Juli 2009. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan telah membayar uang muka sebesar Rp 90.000.000.000. Perjanjian sewa menyewa ini telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) berdasarkan akta No. 25 tanggal 15 April 2009.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) On December 18, 2007, the Company has entered into space rental agreement of outlet in Alam Sutra, Banten with PT Kawan Lama Sejahtera, a stockholder, that subsequently changed based on addendum dated July 28, 2009. Up to December 31, 2009, the Company has been paid a rental advance amounting to Rp 90,000,000,000. This rental agreementy has been approved by stockholder in the Extraordinary Shareholders General Meeting (ESGM) based on notarial deed No. 25 dated April 15, 2009.

26. Instrumen Keuangan: Informasi Risiko Keuangan a. Faktor dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan Dalam menjalankan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, Perusahaan dan perusahaan anak (Perusahaan) menghadapi risiko keuangan yaitu risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar dan mendefinisikan risiko-risiko sebagai berikut: Risiko kredit: kemungkinan bahwa pelanggan tidak membayar semua atau sebagian piutang atau tidak membayar secara tepat waktu dan akan menyebabkan kerugian Perusahaan. Risiko likuiditas: Perusahaan menetapkan risiko likuiditas atas kolektibilitas dari piutang usaha seperti yang dijelaskan di atas, sehingga mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban yang terkait dengan kewajiban keuangan. Risiko pasar: pada saat ini tidak terdapat risiko pasar, selain risiko suku bunga dan risiko nilai tukar karena Perusahaan tidak berinvestasi di instrumen keuangan dalam aktivitas normal. Dalam rangka untuk mengelola risiko tersebut secara efektif, Direksi telah menyetujui beberapa strategi untuk pengelolaan risiko keuangan, yang sejalan dengan tujuan perusahaan. Pedoman ini menetapkan tujuan dan tindakan yang harus diambil dalam rangka mengelola risiko keuangan yang dihadapi Perusahaan. Pedoman utama Perusahaan dari kebijakan ini adalah semua kegiatan manajemen risiko keuangan dilakukan dan dipantau di kantor pusat. Perusahaan tidak memiliki instrumen mengantisipasi risiko yang terjadi. derivatif untuk

26. Financial Instrument: Information on Financial Risks a. Factor and Policies of Financial Risk Management In its operating, investing and financing activities, the Company and subsidiary (the Company) is exposed to the following financial risks: credit risk, liquidity risk and market risk and define those risks as follows: Credit risk: possibility that a customer will not pay the whole or part of a receivable or will not pay in timely manner and hence, Company will incur loss. Liquidity risk: the Company defines liquidity risk from the collectibility of the accounts receivable as mentioned above, therefore, the Company will encounter difficulty to meet obligations related to with financial liabilities. Market risk: currently there are no market risk other than interest rate risk and currency risk as the Company does not invest in any financial instruments in its normal activities. In order to effectively manage those risks, the Board of Directors has approved some strategies for the management of financial risks, which are in line with corporate objectives. These guidelines set up objectives and action to be taken in order to manage the financial risks that the Company faces.

The Companys major guideline of this policy is all financial risk managements activities are carried out and monitored at head office. The Company does not have derivative instruments to anticipate possible risks. Credit Risks The company controls its exposure to credit risk by setting a risk policy related to bank, the Company only put on good predicate bank. Otherwise, the Companys policy is to not restrict the cash placement in one particular bank, the Company own cash and cash equivalent in various financial institution. Trade receivables are carried out by trusted third and related parties.

Risiko Kredit Perusahaan mengendalikan eksposur risiko kredit dengan menetapkan kebijakan risiko yang berhubungan dengan bank, perusahaan menempatkan hanya pada bank-bank dengan predikat baik. Selain itu, kebijakan Perusahaan adalah untuk tidak membatasi penempatan dana hanya di satu bank tertentu, sehingga Perusahaan memiliki kas dan setara kas di berbagai institusi keuangan. Piutang usaha dilakukan dengan pihak ketiga terpercaya dan hubungan istimewa.

Final draft/April 21, 2011

36

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan sisa umur jatuh temponya:
2010 0 - 30 hari/days Rp Pinjaman yang Diberikan dan Piutang: 104,268,314,219 Kas dan Bank 7,225,601,287 Piutang Usaha 437,012,864 Piutang Lain-lain 34,811,782,958 Piutang Hubungan Istimewa -Aset lain-lain - Uang Jaminan Investasi yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo: 84,382,753,162 Deposito Berjangka -Investasi Jangka Pendek Jumlah 231,125,464,490.14 31 - 60 hari/days Rp -1,338,787,165 11,117,565 ----1,349,904,730.00

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) The following table analyse financial assets based on maturity:

> 60 hari/days Rp -2,130,176,636 9,840,683,861 -17,890,705,316 177,726,914,954 34,180,383,840 241,768,864,607.38

Jumlah/Total Rp 104,268,314,219 10,694,565,088 10,288,814,290 34,811,782,958 17,890,705,316 262,109,668,116 34,180,383,840 474,244,233,827.52 Loans and Receivables: Cash on Hand and in Banks Trade Recivables Others Receivable Other Assets - Security Deposits Held-to-Maturity Investments: Time Deposits Short-term Investment Total

Risiko Likuiditas Pada saat ini Perusahaan berharap dapat membayar semua kewajiban pada saat jatuh tempo. Untuk memenuhi komitmen kas, Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kas dan simpanan untuk operasi normal Perusahaan. Perusahaan memiliki aset keuangan yang likuid dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya. Jumlah kewajiban keuangan terdiri dari hutang usahal, hutang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar yang pembayarannya diharapkan dalam satu tahun sejak 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 93.035.204.118. Risiko Suku Bunga Perusahaan memiliki risiko suku bunga terutama terhadap dampak perubahan suku bunga deposito bank. Perusahaan memonitor pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negative terhadap Perusahaan. Risiko Nilai Tukar Perusahaan melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang asing untuk belanja sebagian barang dagangan dan penempatan dana pada bank yang terpercaya. Perusahaan tidak terekspos terhadap pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang asing dikarenakan transaksi pembelian barang dagangan sudah menggunakan uang muka terlebih dahulu dalam mata uang Rupiah. Perusahaan mengelola risiko mata uang dengan memonitor terhadap fluktuasi nilai tuka mata uang secara terus menerus sehingga apabila diperlukan dapat menggunakan transaksi lindung nilai untuk mengurangi risiko mata uang asing. b. Nilai Wajar Instrumen Keuangan Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan kewajiban keungan yang dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan konsolidasi mendekati nilai wajarnya baik yang jatuh tempo dalam jangka pendek atau yang dibawa berdasarkan tingkat suku bunga pasar. Nilai wajar instrumen keuangan ditentukan melalui analisis arus kas yang didiskonto dengan menggunakan tingkat diskonto yang setara dengan tingkat pengembalian yang berlaku bagi instrument keuangan yang memiliki syarat dan periode jatuh tempo yang sama. Final draft/April 21, 2011

Liquidity Risks Currently the Company expects to pay all liabilities at the maturity. In order to meet the cash commitment, the Company manages the liquidity risks by maintaining cash and deposits for normal operation of the Company. The Company holds liquid financial assets and available to fulfill its liquidity requirement. Total financial liabilities consist of accounts payable, other payables and accrued expenses that are expected to be paid within one year from December 31, 2010 amounted to Rp 93,035,204,118. Interest Rate Risks The Company has interest rate risks mainly for the impact of changes in bank deposit rates. The Company monitors interest rate movements to minimize the negative impact for the Company. Foreign Currency Risks The Company has transactions using foreign currency to buy some inventory and placement of funds in a trusted bank. The Company is not exposed to the impact of fluctuations of foreign currency since the purchase transaction already using advance in Rupiah. The Company manages foreign currency risk by monitoring the fluctuation of foreign currency continuously, so when when required, could use hedging transactions to minimize the foreign currency risks.

b. Fair Value of Financial Instruments Management considers that the carrying amounts of financial assets and financial liabilities recorded at amortized cost in the consolidated financial statements approximate their fair values either because of their short-term maturities or they carry market rates of interest. The fair value for the above financial instruments was determined by discounting estimated cashflows using discount rates for financial instruments with similar term and maturity.

37

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 27. Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan Berdasarkan Ketentuan Program ESOP tanggal 1 Nopember 2007, Perusahaan menyelenggarakan program kepemilikan saham Perusahaan kepada karyawan (Employee Stock Ownership Program / ESOP) sebesar 10% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana atau sebanyak 51.500.000 lembar saham dengan harga Rp 820 per lembar saham. Perusahaan membantu pembiayaan saham tersebut dengan memberikan fasilitas pinjaman sebesar seluruh jumlah saham yang dibeli tersebut atau sebesar Rp 42.230.000.000 (lihat Catatan 25). Karyawan yang telah memenuhi kriteria untuk partisipasi dalam ESOP harus mengikuti ketentuan sebagai berikut ini: 1. Masing-masing karyawan berhak untuk memiliki sejumlah lembar saham Perusahaan sesuai masa kerja dan golongan karyawan yang bersangkutan. 2. Atas saham tersebut, karyawan harus membayar kepada Perusahaan dengan harga perdana yaitu sebesar Rp 820 per lembar pada saat karyawan akan menjual sahamnya di Pasar Bursa Saham. 3. Cara pembayaran karyawan atas pinjaman program ESOP ke Perusahaan dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Dengan menjual sejumlah persentase tertentu saham sepanjang periode 5 tahun. Selanjutnya setelah tahun ke enam berakhir, karyawan harus menjual saham-saham tersebut atau melunasi seluruh pinjaman karyawan atas perolehan saham program ESOP. Dalam penjualan tersebut, selisih antara harga jual dan harga perdana merupakan hak karyawan. b. Apabila karyawan belum melakukan opsi penjualan saham pada tahun tertentu, maka pembayaran piutang menggunakan dividen dari saham tersebut dan dari persentase tertentu bonus yang diterima karyawan. 4. Atas saham yang masih dimiliki, karyawan berhak untuk memperoleh dividen yang dibagikan Perusahaan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. 5. Untuk karyawan yang mengundurkan diri sebelum akhir program ini (sebelum 5 tahun sejak program dimulai), maka berlaku ketentuan sebagai berikut ini: a. Apabila telah ada saham yang dijual di Pasar Bursa Saham, maka atas dana yang telah diambil harus dikembalikan ke Perusahaan. Sisa saham yang masih dimiliki, apabila ada harus dikembalikan ke Perusahaan. b. Apabila belum ada saham yang dijual di Pasar Bursa Saham, maka hak atas saham tersebut hilang dan saham dikembalikan ke Perusahaan.
b.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 27. Employee Stock Ownership Program Based on ESOP Program Regulation dated November 1, 2007, the Company has entered into Employee Stock Ownership Program (ESOP) amounting to 10% of total stock offered at Initial Public Offering or 51,500,000 shares with face value of Rp 820 per share. The Company provided financing facility amounting to total offered shares or Rp 42,230,000,000 (see Note 25).

Employee who eligible to participate on ESOP should follow certain criterias as follows: 1. Each employee shall have the Companys shares according to its working period and hierarchical level. 2. For its share, employee has to pay to the Company at the initial an offering price which is Rp 820 per share at the time employees willing to sell their share it at stock market. 3. The repayment method of the loan to the Company shall be executed by following certain conditions: a. Employee may sell certain percentage of shares during 5 years period. After completion of six years period, employee must sell all the shares or must repay all the loan under ESOP program. During the sale of shares, any differences between selling price and offering price will become employees right. If the employees do not exercise their option to sell the shares within certain years, the loan will be deducted by dividend and certain percentage of employees bonus.

4. For the remaining share, employee has the right to obtain the Companys dividend in accordance with this regulation. 5. Employee who will resign before the end of this program (before 5 years since the commenced of program), shall follow these arrangement: a. If there is any share has been sold in the capital market, the employee shall return the proceed of sale to the Company. The remaining holding shares, if any, shall be returned to the Company. b. If there is no share has been sold yet in the capital market, employees do not have the right on the shares and these shares shall be returned to the Company.

Final draft/April 21, 2011

38

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 6. Untuk karyawan yang mengundurkan diri setelah 5 (lima) tahun sejak program ini dimulai, maka sisa pinjaman dari saham yang masih dimiliki (bila ada) harus dibayar ke Perusahaan dengan harga pasar pada saat itu. Sampai dengan 31 Desember 2010, beberapa karyawan telah mengundurkan diri dari Perusahaan sehingga hak atas saham tersebut hilang dan saham akan dikembalikan ke Perusahaan dengan jumlah keseluruhan 11.725.000 lembar saham. Piutang karyawan yang mengundurkan diri tersebut pada tanggal 31 Desember 2010 dicatat dalam akun piutang lain-lain sebesar Rp 9.668.780.000. 28.Komitmen dan Perjanjian Penting a. Pada tanggal 21 Mei 1996, Perusahaan menandatangani Perjanjian Lisensi dengan Ace Hardware Corporation (AHC), pihak ketiga. Perjanjian tersebut berlaku selama 15 (lima belas) tahun dan dapat diperpanjang lagi sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Dalam perjanjian disebutkan kewajiban Perusahaan untuk membayar royalti kepada AHC berdasarkan pendapatan yang diperoleh dari gerai ritel. Atas pembayaran royalti, Perusahaan berhak menggunakan merek Ace untuk seluruh toko dan secara memiliki hak eklusif untuk membeli produk Ace dari AHC. Pada tanggal 19 Januari 2010, Perusahaan memperpanjang jangka waktu lisensi sampai dengan 31 Desember 2014. Setiap tahun selama masa perpanjangan, Perusahaan harus melakukan pembelian sesuai dengan jumlah minimum pembelian (dalam USD) yang telah disepakati dalam perjanjian. Selain itu Perusahaan juga menyetujui untuk membuka minimal 2 gerai baru setiap tahun selama masa perpanjangan. Pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dan 2009, beban royalti yang diakui adalah sebesar Rp 12.361.803.699 dan Rp 14.101.917.221. b. Perusahaan menandatangani Perjanjian Merchant dengan beberapa bank. Perusahaan bertindak sebagai merchant dari bank-bank yang mengeluarkan kartu kredit dan debit. c. Perusahaan menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan beberapa perusahaan sehubungan dengan pembukaan gerai ritel antara lain sebagai berikut: Perjanjian No.001-MF/ACE-TPI/06/05 tanggal 9 Juni 2005 dengan PT Bina Bintang Priangan untuk penggunaan ruangan di The Plaza IBCC, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 296, Bandung, Jawa Barat seluas 8.742 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 28 Pebruari 2014.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 6. Employee who resigned after 5 (five) years since the commenced of program, the outstanding loan from remaining shares (if any) according to ESOP, should be paid to the Company at market price at that time. Up to December 31, 2010, several employees were resigned which consequently these employees do not have the right on the shares and these shares shall be returned to the Company totalling 11,725,000 shares. Due from employee were resigned as of December 31, 2010 recorded as other receivables amounting to Rp 9,668,780,000.

28. Commitments and Significant Agreements a. On May 21, 1996, the Company has entered into license agreement with Ace Hardware Corporation (AHC), third party. The Agreement is valid for 15 (fifteen) years and might be extended upon mutual agreement of both parties. Pursuant to the agreement, the Company shall pay royalty to AHC based on retail revenues derived from retails outlets. In return for the royalty fee, the Company is entitled to use the Ace brand for its stores and exclusively purchase Ace products from AHC.

On January 19, 2010, the Company agree to extend the license period until December 31, 2014. Each year during the renewal term, the Company shall purchase a mutually agreed upon minimum volume (in USD) of merchandise. The Company also agrees to open at the rate of at least 2 new store during each calendar year of the renewal term.

Royalty expenses for the years ended December 31, 2010 and 2009 are amounting to Rp 12,361,803,699 and Rp 14,101,917,221, respectively. b. The Company has entered into Merchant Agreement with several banks. The Company acts as a merchant from the banks for credit card or debit card issued by the banks. c. The Company entered into rental agreement with certain companies for opening its retail outlets, amongs others, as follows : Agreement No.001-MF/ACE-TPI/06/05 dated June 9, 2005 with PT Bina Bintang Priangan for store space at The Plaza IBCC Jl. Jend. Ahmad Yani No. 296, Bandung, West Java covering an area of 8,742 sqm. This agreement is valid up to February 28, 2014.

Final draft/April 21, 2011

39

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Perjanjian No.0200/PSM-ROZA/X/2006 tanggal 11 Oktober 2006 dengan PT Dwi Jaya Manunggal untuk penggunaan ruangan di Royal Plaza Surabaya Jl. Ahmad Yani No.16-18, Surabaya seluas 5.122 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 15 Desember 2011. Perjanjian sewa menyewa No. 04/LGL-SW/TDDACE/XI/09 tanggal 2 November 2009 dengan PT Tiga Dua Delapan untuk sewa tanah dan bangunan di Kawasan Industri Jababeka II, Cikarang Selatan, Bekasi seluas 34.808 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Maret 2018. Perjanjian sewa menyewa tanggal 29 Oktober 2010 dengan PT Griya Maricaya Gemilang (GMG) untuk sewa ruangan di Living Plaza, Makassar seluas 5.797 m2. Perjanjian ini berlaku selama 10 tahun. Pada tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan belum melakukan serah terima dengan pemilik gedung. Perusahaan juga telah mengakui uang muka kepada GMG sebesar Rp 1.672.650.000. Perjanjian sewa menyewa No. 124/GNPMTS/PSM/XII/2010 tanggal 8 Desember 2010 dengan PT Gerbang Nusa Perkasa (GNP) untuk sewa ruangan di Manado Town Square, Manado seluas 1.649,8 m2. Perjanjian ini berlaku selama 10 tahun. Pada tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan belum melakukan serah terima dengan pemilik gedung. Perusahaan juga telah mengakui uang muka kepada GNP sebesar Rp 150.000.000. Perjanjian sewa menyewa No. 26/LGL-SW/TDDACE/VIII/10 tanggal 1 September 2010 dengan PT Tiga Dua Delapan untuk sewa tanah dan bangunan di komplek Bona Indah Bisnis Center, Cilandak, Jakarta Selatan seluas 2.781,23 m2. Perjanjian ini berlaku 5 tahun sejak tanggal 1 Juli 2011. Pada 31 Desember 2010, Perusahaan telah mengakui uang muka sebesar Rp 8.343.690.000. Akta perjanjian sewa menyewa No 7 tanggal 4 Februari 2010 dengan Romzi dan Aup Saleh Koddeh untuk sewa bangunan di Bogor seluas 1.200 m2 dari tanggal 4 Juni 2010 sampai dengan 3 Juni 2015. Nota Kesepakatan tanggal 23 September 2010 dengan PT Sunindo Gapuraprima atas sewa ruangan di Solo Paragon, Surakarta seluas 7.957 m2. Perjanjian ini berlaku selama 5 tahun. Pada tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan belum melakukan serah terima dengan pemilik gedung. Perusahaan juga telah mengakui uang muka sebesar Rp 181.818.182. Final draft/April 21, 2011 40

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) Agreement No.0200/PSM-ROZA/X/2006 dated October 11, 2006 with PT Dwi Jaya Manunggal for store space at Royal Plaza Surabaya, Jl. Ahmad Yani No.16-18, Surabaya covering an area of 5,122 sqm. This agreement is valid up to December 15, 2011. Rental agreement No. 04/LGL-SW/TDD-ACE/XI/09 dated November 2, 2009 with PT Tiga Dua Delapan for rent of land and building at Industrial Area of Jababeka II, Cikarang Selatan, Bekasi covering an area of 34,808 sqm. This agreement is valid up to March 31, 2018. Rental agreement dated October 29, 2010 with PT Griya Maricaya Gemilang (GMG) for store space at Living Plaza, Makassar covering an area of 5,797 sqm. This agreement is valid for 10 years. As of December 31, 2010, the Company has not handed over from the building owner. The Company has recognize an advance for GMG amounted to Rp 1,672,650,000. Rental agreement No. 124/GNP-MTS/PSM/XII/2010 dated December 8, 2010 with PT Gerbang Nusa Perkasa (GNP) for store space at Manado Town Square, Manado covering an area of 1,649.8 sqm. This agreement is valid for 10 years. As of December 31, 2010, the Company has not handed over from the building owner. The Company has recognize an advance for GNP amounted to Rp 150,000,000. Rental agreement No. 26/LGL-SW/TDD-ACE/VIII/10 dated September 1, 2010 with PT Tiga Dua Delapan for rent of land and building at Komplek Bona Indah Bisnis Center, Cilandak, Jakarta Selatan covering an area of 2,781.23 sqm. This agreement is valid for 5 years started on July 1, 2011. On December 31, 2010, the Company has recognize an advance amounted to Rp 8,343,690,000. Deed of rental agreement No 7 dated February 4, 2010 with Romzi and Aup Saleh Koddeh for rent of building at Bogor covering an area of 1,200 sqm started on June 4, 2010 until June 3, 2015. Memorandum of understanding dated September 23, 2010 with PT Sunindo Gapuraprima for store space at Solo Paragon, Surakarta covering an area of 7,957 sqm. This agreement is valid for 5 years. As of December 31, 2010, the Company has not handed over from the building owner. The Company has recognize an advance amounted to Rp 181,818,182. Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Perjanjian sewa menyewa dengan PT Artisan Wahyu untuk sewa ruangan di Gandaria City, Jakarta Selatan seluas 5.497 m2, berlaku sampai dengan 28 Agustus 2015. Perjanjian No.191/MPI/SM/AMPI/I/2004 tanggal 30 April 2004 dengan PT Antlope Madju Puri Indah untuk penggunaan ruangan di Mal Puri Indah Jl. Puri Agung, Jakarta Barat seluas 4.046 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Mei 2009. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Mei 2014. Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 24 April 2006 dengan PT Bajamas Mulia Development untuk penggunaan ruangan di Mal Panakkukang Square, Makassar, seluas 3.349 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Agustus 2011. Nota Kesepahaman tanggal 2 Januari 2007 dengan PT Pakuwon Permai Development untuk penggunaan ruangan di Mal Pakuwon Trade Centre Jl. Puncak Indah Lontar No.2 Surabaya seluas 2.882 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 1 Juni 2012. Akta Sewa Menyewa No. 83 tanggal 23 Januari 2008 dengan Tn. Lie Ay Yen untuk penggunaan bangunan di Kembangsari, Semarang seluas 2.100 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 30 April 2013. Akta Sewa Menyewa No. 19 tanggal 11 Pebruari 2008 dengan PT Oriental Permata Sejahtera untuk penggunaan bangunan di Pucang, Sidoarjo seluas 1.960 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 19 Mei 2013. Akta Sewa Menyewa No. 105 tanggal 19 Desember 2008 dengan Tn. Jaya Sidhi Sugiwan, Ny. Melissa dan Tn. Untung Suparman untuk penggunaan bangunan di Banjarmasin. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 15 Juli 2014. Perjanjian Sewa Menyewa No. 163/PSM-MBG.IDP/VI/09 tanggal 2 Desember 2008 dengan PT Inti Dufree Promosindo untuk penggunaan ruangan di Mal Bali Galeria, Denpasar, seluas 2.226,34 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 29 Oktober 2014; dan Perjanjian No. 218/GI-LSG/OTL/IV/09 tanggal 4 September 2009 dengan PT Grand Indonesia untuk penggunaan ruangan di Mall Grand Indonesia, Jakarta seluas 5.218,75 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tahun 2014.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) Rental agreement with PT Artisan Wahyu for store space at Gandaria City, Jakarta Selatan covering 5,497 sqm, valid up to August 28, 2015.

Agreement No.191/MPI/SM/AMPI/I/2004 dated April 30, 2004 with PT Antlope Madju Puri Indah for store space at Puri Indah Mall, Jl. Puri Agung, Jakarta Barat covering an area of 4,046 sqm. This agreement is valid up to May 31, 2009. This agreement was extended up to May 31, 2014.

Agreement dated April 24, 2006 with PT Bajamas Mulia Development for store space at Panakkukang Square Mall, Makassar, covering an area of 3,349 sqm. This agreement is valid up to August 31, 2011. Memorandum of Understanding dated January 2, 2007 with PT Pakuwon Permai Development for store space at Pakuwon Mall Trade Centre, Jl. Puncak Indah Lontar No.2 Surabaya covering an area of 2,882 sqm. This agreement is valid up to June 1, 2012. Rental deed No. 83 dated Januari 23, 2008 with Mr. Lie Ay Yen for building space in Kembangsari, Semarang, covering an area of 2,100 sqm. This agreement is valid up to April 30, 2013. Rental deed No. 19 dated February 11, 2008 with PT Oriental Permata Sejahtera for building space in Pucang, Sidoarjo, covering an area of 1,960 sqm. This agreement is valid up to May 19, 2013.

Rental deed No. 105 dated December 19, 2008 with Mr. Jaya Sidhi Sugiwan, Mrs. Melissa, and Mr. Untung Suparman for building space in Banjarmasin. This agreement is valid up to July 15, 2014.

Agreement No. 163/PSM-MBG.IDP/VI/09 dated December 2, 2008 with PT Inti Dufree Promosindo for store space at Bali Galeria Mall, Denpasar, covering an area of 2,226.34 sqm. This agreement is valid up to October 29, 2014; and Agreement No. 218/GI-LSG/OTL/IV/09 dated September 4, 2009 with PT Grand Indonesia for store space at Grand Indonesia Mall, Jakarta covering an area of 5,218.75 sqm. This agreement is valid up to 2014.

Final draft/April 21, 2011

41

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) d. Berdasarkan perjanjian tanggal 1 Agustus 2007, Ijek Widyakrisnadi, selaku pemegang Merek Kris dan Krisbow telah memberikan ijin kepada Perusahaan untuk menggunakan Merek Kris dan Krisbow di semua lokasi gerai Perusahaan. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2011. e. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk berdasarkan akta perubahan perjanjian kredit No. 138 dari Notaris Budiningsih Kurnia, SH, tanggal 19 Desember 2007, disetujui perubahan-perubahan, antara lain: menurunkan fasilitas rekening koran II sebesar Rp 30.000.000.000 menjadi sebesar Rp 10.000.000.000; Jangka waktu pinjaman sampai dengan tanggal 21 Desember 2008; tingkat bunga menjadi 10% per tahun; dan menghapuskan sebagian jaminan kredit, sehingga fasilitas kredit yang baru dijamin dengan persediaan barang dagang sebesar Rp 10.000.000.000 (lihat Catatan 6). Pada tanggal 27 November 2008, fasilitas pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 21 Desember 2009 dengan tingkat bunga 13,5% per tahun. Pada tanggal 10 Desember 2009, fasilitas pinjaman ini diperpanjang sampai dengan tanggal 21 Maret 2010 dengan tingkat suku bunga 10,5% per tahun. Sampai dengan akhir masa fasilitas, Perusahaan tidak menggunakan fasilitas ini. f. Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas kredit dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk berdasarkan akta No. 58 tanggal 20 Juni 2003 dari James Herman Rahardjo, SH, notaris di Jakarta. Pada tanggal 27 Juni 2008, beberapa fasilitas kredit tersebut tidak diperpanjang, kecuali untuk Bank Garansi dengan plafon sebesar Rp 2.000.000.000 dan dengan waktu jatuh tempo sampai dengan 20 Juni 2009. Berdasarkan perubahan perjanjian kredit No. 396/PrbPK/COD-Thamrin/2009 pada tanggal 16 Juni 2009, disetujui perubahan sebagai berikut: menaikkan fasilitas bank garansi dengan plafon sebesar Rp 6.000.000.000; Jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 20 Juni 2010. Berdasarkan surat perpanjangan perjanjian kredit No 271/PpjPK/COD-Thamrin/2010, disetujui perpanjangan jangka waktu fasilitas kredit sampai dengan 20 Juni 2011. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, jumlah fasilitas yang digunakan adalah sebesar nihil dan Rp 2.242.376.308.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) d. According to the agreement dated August 1, 2007, Ijek Widyakrisnadi, as a holder of brand Kris and Krisbow has given permission to the Company to use the brand names of Kris and Krisbow at all Companys retail outlets. This agreement is valid up to July 31, 2011. e. The Company has obtained loan facility from PT Bank Central Asia Tbk according to the credit deed amendment No. 138 from Notary Budiningsih Kurnia, SH, dated on December 19, 2007, have been agreed for the following amendments, among others: to reduce overdraft facility II amounting to Rp 30,000,000,000 to become Rp 10,000,000,000; extended the loan period up to December 21, 2008; interest rate become 10% annually; and to waive certain collateral and therefore the new credit facility is secured by merchandise inventory amounting to Rp 10,000,000,000 (see Note 6).

On November 27, 2008, the facility was extended up to December 21, 2009 with interest rate of 13.5% per annum. On December 10, 2009, the facility was extended up to March 21, 2010 with interest rate of 10.5% per annum. Until the end of facilitys period, the Company has not use the facility. f. The Company obtained credit facilities from BII according to the deed No. 58 dated June 20, 2003 of James Herman Rahardjo, SH, a notary in Jakarta On June 27, 2008, certains facilities were not extended, exept for Bank Guarantee with maximum limit of Rp 2,000,000,000 and with maturity date on June 20, 2009. According to the credit agreement amendment No. 396/PrbPK/COD-Thamrin/2009 dated on June 16, 2009, have been agreed for the following amendments, among others: to increase bank guarantee facilities with maximum limit of Rp 6,000,000,000; extended the facility period up to June 20, 2010. According to the renewal letter of credit agreement No 271/PpjPK/COD-Thamrin/2010, have been agreed to extend the facility period up to June 20, 2011. As of December 31, 2010 and 2009, the outstanding balance of the facility amounting to nil and Rp 2,242,376,308, respectively.

Final draft/April 21, 2011

42

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Fasilitas kredit dari BII ini dijamin dengan: Dua unit ruko yang berlokasi di Kompleks Pertokoan Glodok Makmur No.18-20, Jakarta Barat, dengan SHGB No. 1208 dan 1210 atas nama Kuncoro Wibowo, pemegang saham; Dua unit gudang berlokasi di Jl. Pluit Karya IV No.26-28 Blok C Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara dengan SHGB No. 3869 dan 3542 atas nama Kuncoro Wibowo, pemegang saham; Cross default dan cross collateral dengan PT Kawan Lama Sejahtera, pemegang saham. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, jumlah fasilitas yang digunakan adalah sebesar nihil. g. Berdasarkan akta No. 69 tanggal 19 Juli 2010 dari Eliwaty Tjitra, SH, notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk berupa bank garansi dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp 10.000.000.000. Batas waktu fasilitas kredit ditentukan sejak tangal perjanjian kredit dan perubahan perjanjian kredit mengenai perpanjangan lebih lanjut. Fasilitas kredit ini dijamin dengan persediaan barang dagangan Perusahaan yang terletak di gudang milik Perusahaan di kawasan Industri Jababeka. Pada tanggal 31 Desember 2010, jumlah fasilitas yang digunakan adalah sebesar Rp 80,765,000. g.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) The facilitiy is secured by: Two units shop-houses located at Kompleks Pertokoan Glodok Makmur No.18-20, Jakarta Barat with SHGB No. 1208 and 1210 under the name of Kuncoro Wibowo, a stockholder; Two units warehouses located at Jl. Pluit Karya IV No.26-28 Blok C Selatan, Penjaringan, North Jakarta with SHGB No. 3869 and 3542 under the name of Kuncoro Wibowo, a stockholder; Cross default and cross collateral with PT Kawan Lama Sejahtera, a stockholder. As of December 31, 2010 and 2009, the outstanding balance of the facility amounting to nil, respectively. Based on credit deed No 69 dated July 19, 2010 of Eliwaty Tjitra, SH, notary in Jakarta, the Company obtained bank guarantee as a credit facility from PT Bank Central Asia Tbk with maximum limit of Rp 10,000,000,000. Term of credit facilities is determined from the date the loan agreement and changes in the credit agreement on further extended. This credit facility is secured by the Companys inventory located in the Companys warehouse at Industrial Area of Jababeka. As of December 31, 2010, the outstanding balance of the facility amounting to Rp 80,765,000.

Final draft/April 21, 2011

43

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) 29. Informasi Segmen a. Segmen Primer

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) 29. Segment Information a. Primary Segment

31 Desember 2010 / December 31, 2010 Perbaikan Rumah/ Home Improvement Rp Gaya Hidup/ Lifestyle Rp Permainan/ Games Rp Jumlah/ Total

Penjualan - Eksternal Hasil Segmen Beban Usaha yang tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Pendapatan Bunga Beban Keuangan Lain-lain Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Laba Sebelum Hak Minoritas Hak Minoritas Laba Bersih Aset dan Kewajiban Aset Segmen Aset yang Tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aset

1,087,475,090,062 437,826,370,585

585,049,650,822 264,204,106,026

17,188,344,342 6,572,338,579

1,689,713,085,225 708,602,815,190 490,710,090,027 217,892,725,163 16,973,749,370 (14,953,559,840) 9,254,531,320 229,167,446,013 (54,628,498,552) 174,538,947,461 3,312,389,029 177,851,336,490

Sales - External Seqment Result Unallocated Operating Expenses Income from Operations Interest Income Financial Charges Miscellaneous Income Before Income Tax Tax Expenses Income Before Minority Interest Minority Interest Net Income Assets and Liabilities

78,931,972,888

44,941,410,062

9,978,956,362

133,852,339,312 1,057,481,139,947 1,191,333,479,259

Segment Assets Unallocated Assets Total Assets

Kewajiban yang Tidak Dapat Dialokasi

146,746,950,744

Unallocated Liabilities Other Information

Informasi Lainnya Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Arus Kas dari Aktivitas Operasi Penerimaan dari Pelanggan Pembayaran kepada Pemasok Pembayaran kepada Karyawan Pembayaran Pajak Penerimaan Bunga Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi Arus Kas dari Aktivitas Investasi Penempatan Investasi Pencairan Investasi Perolehan Aset Tetap Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Investasi Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pembayaran Dividen Tunai Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 1,636,874,150,919 (1,285,747,715,883) (192,727,028,858) (66,072,475,699) 16,973,749,370 109,300,679,849 (159,745,421,498) 38,159,433,320

Capital Expenditure Depreciation Cash Flows from Operating Activities Cash Received from Customers Cash Paid to Suppliers Cash Paid to Employees Payment for Tax Interest Received Net Cash Flows Provided by Operating Activities Cash Flows from Investing Activities

(104,977,008,275) 143,901,048,927 (159,745,421,498) (120,821,380,846)

Placement of Investment Investment Withdrawal Acquisitions of Fixed Assets Net Cash Flows Provided by Investing Activities Cash Flows from Financing Activities

(15,721,650,000) (15,721,650,000)

Payment of Cash Dividend Net Cash Flows Provided from Financing Activities

Final draft/April 21, 2011

44

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah)

31 Desember 2009 / December 31, 2009 Perbaikan Rumah/ Home Improvement Rp Gaya Hidup/ Lifestyle Rp Jumlah/ Total

Penjualan - Eksternal Hasil Segmen Beban Usaha yang tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Pendapatan Bunga Beban Keuangan Lain-lain Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Laba Sebelum Hak Minoritas Hak Minoritas Laba Bersih Aset dan Kewajiban Aset Segmen Aset yang Tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aset

926,044,547,654 364,704,837,720

471,895,483,999 187,732,550,811

1,397,940,031,653 552,437,388,532 374,236,486,212 178,200,902,320 20,733,365,948 (13,066,173,115) 20,462,192,858 206,330,288,011 (51,887,645,226) 154,442,642,785 2,329 154,442,645,114

Sales - External Seqment Result Unallocated Operating Expenses Income from Operations Interest Income Financial Charges Miscellaneous Income Before Income Tax Tax Expenses Income Before Minority Interest Minority Interest Net Income Assets and Liabilities

59,273,456,736

35,371,333,978

94,644,790,714 875,911,152,672 970,555,943,386

Segment Assets Unallocated Assets Total Assets

Kewajiban yang Tidak Dapat Dialokasi

102,786,712,328

Unallocated Liabilities Other Information

Informasi Lainnya Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Arus Kas dari Aktivitas Operasi Penerimaan dari Pelanggan Pembayaran kepada Pemasok Pembayaran kepada Karyawan Pembayaran Pajak Pembayaran Bunga Penerimaan Bunga Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi Arus Kas dari Aktivitas Investasi Penempatan Investasi Pencairan Investasi Hasil Penjualan Aktiva Tetap Perolehan Aset Tetap Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Investasi Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pembayaran Dividen Tunai Pembelian Kembali Modal Saham Penjualan Modal Saham Diperoleh Kembali Penerimaan dari Pihak Hubungan Istimewa Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan

(52,915,587,529) 33,150,465,882 1,356,973,284,775 (993,555,068,349) (141,075,204,353) (57,078,535,709) (2,139,553) 20,733,365,948 185,995,702,760

Capital Expenditure Depreciation Cash Flows from Operating Activities Cash Received from Customers Cash Paid to Suppliers Cash Paid to Employees Payment for Tax Payment for Interest Interest Received Net Cash Flows Provided by Operating Activities Cash Flows from Investing Activities

(183,834,717,677) 309,036,848,011 7,200,000 (52,915,587,529) 72,293,742,805

Placement of Investment Investment Withdrawal Proceed from Disposal of Fixed Assets Acquisitions of Fixed Assets Net Cash Flows Provided by Investing Activities Cash Flows from Financing Activities Payment of Cash Dividend Buy Back of Capital Stock Sale of Treasury Stock Cash Received from Related Parties Net Cash Flows Provided from Financing Activities

(12,431,521,400) (26,153,090,000) 74,452,550,000 6,529,414,664 42,397,353,264

Final draft/April 21, 2011

45

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) b. Segmen Geografis Penjualan:
2010 Rp Jabodetabek* Surabaya Bandung Medan Lain-lain Jumlah *) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi 930,107,573,045 135,493,248,466 119,964,617,565 78,309,368,522 425,838,277,628 1,689,713,085,226

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) b. Geographical Segment Sales:
2009 Rp 744,285,251,871 132,925,245,481 100,736,555,534 74,132,221,123 345,860,757,644 1,397,940,031,653 Jabodetabek* Surabaya Bandung Medan Others Total

*) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi

30. Peristiwa Setelah Tanggal Neraca Pada tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan menandatangani Perjanjian Lisensi dengan Fun Characters International Pte. Ltd (FCI). Perjanjian tersebut berlaku dari tanggal 1 Januari 2011 sampai dengan 30 Juni 2012. Dalam perjanjian disebutkan kewajiban Perusahaan untuk membayar royalti kepada FCI berdasarkan pendapatan yang diperoleh dari gerai ritel. Atas pembayaran royalti, Perusahaan berhak menggunakan merek Disney. Perusahaan telah mengakui uang muka kepada FCI sebesar Rp 318.598.938 pada tanggal 31 Desember 2010.

30. Subsequent Event On January 1, 2011, the Company has entered into license agreement with Fun Characters International Pte. Ltd (FCI). The Agreement is valid from January 1, 2011 until June 30, 2012. Pursuant to the agreement, the Company shall pay royalty to AHC based on retail revenues derived from retails outlets. In return for the royalty fee, the Company is entitled to use the Disney trademark. The Company has recognize an advance for FCI amounted to Rp 318,598,938 on December 31, 2010.

31. Perkembangan Terakhir Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan (konsolidasi), Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) serta mencabut beberapa PSAK tertentu. Standar-standar akuntansi keuangan tersebut akan berlaku efektif sebagai berikut: Periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011 PSAK a. PSAK 1 (Revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan b. c. d. e. f. g. PSAK 2 (Revisi 2009), Laporan Arus Kas PSAK 3 (Revisi 2010), Laporan Keuangan Interim PSAK 4 (Revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri PSAK 5 (Revisi 2009), Segmen Operasi PSAK 7 (Revisi 2010), Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi PSAK 8 (Revisi 2010), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

31. Revised of Statement of (PSAK) Financial Accounting Standards As of the date of completion of the financial statements, Indonesian Institute of Accountants has issued revised Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) and the Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK) and pull out some specific PSAK. Financial accounting standards will become effective as follows: Periods beginning on or after January 1, 2011 PSAK a. PSAK 01 (Revised 2009), Presentation of Financial Statements b. PSAK 02 (Revised 2009), Statement of Cash Flows c. PSAK 03 (Revised 2010), Interim Financial Reporting d. PSAK 04 (Revised 2009), Consolidated and Separate Financial Statement e. PSAK 05 (Revised 2009), Operating Segment f. PSAK 07 (Revised 2010), Related Party Disclosure g. PSAK 08 (Revised 2010), Events after the Reporting Period

Final draft/April 21, 2011

46

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) PSAK 12 (Revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama i. PSAK 15 (Revisi 2009), Investasi Pada Entitas Asosiasi j. PSAK 19 (Revisi 2010), Aset Tak Berwujud k. PSAK 22 (Revisi 2010), Kombinasi Bisnis l. PSAK 23 (Revisi 2010), Pendapatan m. PSAK 25 (Revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan n. PSAK 48 (Revisi 2009), Penurunan Nilai Aset o. PSAK 57 (Revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi p. PSAK 58 (Revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan ISAK a. ISAK 7 (Revisi 2009), Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus b. ISAK 9, Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi, dan Liabilitas Serupa c. ISAK 10, Program Loyalitas Pelanggan d. ISAK 11, Distribusi Aset Nonkas kepada Pemilik e. ISAK 12, Pengendalian Bersama Entitas Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer f. ISAK 14, Aset Tak Berwujud Biaya Situs Web g. ISAK 17, Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai Periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012 PSAK a. PSAK 10 (Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing b. PSAK 18 (Revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya c. PSAK 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja d. PSAK 34 (Revisi 2010), Kontrak Konstruksi e. PSAK 46 (Revisi 2010), Pajak Penghasilan f. PSAK 50 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian g. h. i. PSAK 53 (Revisi 2010), Pembayaran Berbasis Saham PSAK 60 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Pengungkapan PSAK 61, Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah h. h. i. j. k. l. m. n. o. p.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) PSAK 12 (Revised 2009), Interest in Joint Ventures PSAK 15 (Revised 2009), Investment on Associates PSAK 19 (Revised 2010), Intangible Assets PSAK 22 (Revised 2010), Business Combination PSAK 23 (Revised 2010), Revenue PSAK 25 (Revised 2009), Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors PSAK 48 (Revised 2009), Impairment of Assets PSAK 57 (Revised 2009), Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets PSAK 58 (Revised 2009), Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations

ISAK a. ISAK 07 (Revised 2009), Consolidation Special Purpose Entities b. ISAK 09, Changes in Existing Decommissioning, Restoration and Similar Liabilities c. ISAK 10, Customer Loyalty Programs d. ISAK 11, Distribution of Non-cash Assets to Owners e. ISAK 12, Jointly Controlled Entities Non-monetary Contributions by Venturers f. ISAK 14, Intangible Assets Web Site Cost g. ISAK 17, Interim Financial Reporting and Impairment Periods beginning on or after January 1, 2012 PSAK a. PSAK 10 (Revised 2010), The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates b. PSAK 18 (Revised 2010), Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans c. PSAK 24 (Revised 2010), Employee Benefits d. PSAK 34 (Revised 2010), Construction Contracts e. PSAK 46 (Revised 2010), Income Taxes f. PSAK 50 (Revised 2010), Financial Instruments: Presentation g. PSAK 53 (Revised 2010), Sharebased Payments h. PSAK 60 (Revised 2010), Financial Instruments: Disclosures i. PSAK 61, Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Assistance ISAK a. ISAK 13, Hedges of Net Investments in Foreign Assitance b. ISAK 15, The Limit on a Defined Benefit Asset, Minimum Funding Requirements and their Interaction c. ISAK 18, Government Assistance No Spesific Relation to Operating Activities d. ISAK 20, Income Taxes Change in Tax Status of an Entity or its Shareholders

ISAK a. ISAK 13, Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri b. ISAK 15, Batas Aset Manfaat Pasti, Persyaratan Minimum dan Interaksinya c. ISAK 18, Bantuan Pemerintah Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi d. ISAK 20, Pajak Penghasilan Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya

Final draft/April 21, 2011

47

Paraf:

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh) Perusahaan dan perusahaan anak masih mengevaluasi dampak penerapan PSAK dan ISAK di atas dan dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian dari penerapan PSAK dan ISAK tersebut belum dapat ditentukan.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (in Full Rupiah) The Company and subsidiary are still evaluating the impact of applying PSAKs and ISAKs above and the impact to the financial statements of the application of PSAKs and ISAKs can not be determined.

32. Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang diselesaikan pada tanggal 11 Maret 2011.

32. Management Responsibility on the Financial Statement The Companys management is responsible for the preparation of consolidated financial statements which were completed on March 11, 2011.

Disetujui oleh/Approved by:

Hartanto Djasman Direktur

Therisia Ratnawati Manajer Akuntansi

Final draft/April 21, 2011

48

Paraf:

Lampiran I PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk (Perusahaan Induk Saja) NERACA Per 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh)
ASET 2010 Rp 2009 Rp

Attachment I PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk (Parent Company Only) BALANCE SHEETS As of December 31, 2010 and 2009 (In Full Rupiah)
ASSETS

Aset Lancar Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Piutang Usaha Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga Persediaan Beban Dibayar di Muka Uang Muka Pembelian Jumlah Aset Lancar Aset Tidak Lancar Penyertaan pada Perusahaan Anak Piutang Hubungan Istimewa Beban Dibayar di Muka Jangka Panjang Aset Pajak Tangguhan Aset Tetap (Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 121.338.580.720 dan Rp 84.087.199.589, masing-masing per 31 Desember 2010 dan 2009) Aset Lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET 2,890,179,107 8,187,855,413 10,285,275,023 125,060,279,950 36,052,565,800 246,493,414,183 826,635,699,081 2,174,675,206 6,272,291,385 5,518,616,519 95,569,334,714 26,536,112,706 170,683,992,257 790,761,579,825 363,485,745,765 34,180,383,840 390,949,719,064 73,104,424,492

Current Assets Cash and Cash Equivalent Short-term Investment Accounts Receivable Related Parties Third Parties Other Receivables - Third Parties Inventories Prepaid Expenses Advance Payments Total Current Assets Non Current Assets 21,671,136,501 34,644,200,450 20,985,615,283 8,402,902,305 19,952,413,482 37,397,342,403 22,915,550,809 6,476,510,358 Investment in Subsidiary Due from Related Parties Long-term Prepaid Expenses Deferred Tax Assets Fixed Assets (Net of accumulated depreciation of Rp 121,338,580,720 and Rp 84,087,199,589 as of December 31, 2010 and 2009, respectively) Other Assets Total Non Current Assets TOTAL ASSETS

221,200,687,244 37,470,141,618 344,374,683,401 1,171,010,382,482

105,122,416,471 22,871,956,167 214,736,189,691 985,545,356,033

d1/April 21, 2011

Paraf:

Lampiran II PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk (Perusahaan Induk Saja) NERACA Per 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh)
KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2010 Rp 2009 Rp

Attachment II PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk (Parent Company Only) BALANCE SHEETS As of December 31, 2010 and 2009 (In Full Rupiah)
LIABILITIES AND STOCKHOLDERS' EQUITY Current Liabilities Accounts Payable 24,286,330,277 42,059,677,313 5,628,638,327 1,500,000,000 11,686,511,092 8,416,438,116 11,514,861,951 105,092,457,076 4,443,641,228 25,064,949,974 4,247,433,358 14,999,000,000 10,955,907,782 7,530,141,969 20,935,537,338 88,176,611,649 Related Parties Third Parties Advances from Customer Other Payables Related Parties Third Parties Accrued Expenses Taxes Payable Total Current Liabilities Non Current Liabilities Estimated Liabilities on Post Employment Benefits TOTAL LIABILITIES STOCKHOLDERS EQUITY Capital Stocks - par value of 100 per share Authorized Capital - 4,800,000,000 shares Issued and Fully Paid 1,715,000,000 shares Additional Paid In Capital - Net Difference Due to Changes of Equity Transaction in Subsidiary Retained Earnings Appropriated Unappropriated Total Stockholders' Equity TOTAL LIABILITIES AND STOCKHOLDERS' EQUITY

Kewajiban Lancar Hutang Usaha Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Uang Muka Pelanggan Hutang Lain-lain Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Beban yang Masih Harus Dibayar Hutang Pajak Jumlah Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja JUMLAH KEWAJIBAN EKUITAS Modal Saham - nilai nominal Rp 100 per saham Modal Dasar - 4.800.000.000 saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.715.000.000 saham Tambahan Modal Disetor - Bersih Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo Laba Telah Ditentukan Penggunaannya Belum Ditentukan Penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 35,780,159,000 140,872,616,076 29,600,511,000 117,777,122,649

171,500,000,000 368,122,496,948 239,846,533 34,812,000,000 455,463,422,926 1,030,137,766,407 1,171,010,382,482

171,500,000,000 368,122,496,948 -19,034,000,000 309,111,736,436 867,768,233,384 985,545,356,033

d1/April 21, 2011

Paraf:

Lampiran III PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk (Perusahaan Induk Saja) LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh)
2010 Rp PENJUALAN BERSIH PENJUALAN KONSINYASI - BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Penjualan Umum dan Administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Bunga Pendapatan Registrasi Keanggotaan Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - Bersih Beban Bunga Beban Keuangan Lainnya Laba Pelepasan Aset Tetap Bagian Laba (Rugi) bersih perusahaan asosiasi Lain-lain - Bersih Jumlah Pendapatan Lain-lain - Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Beban Pajak Penghasilan - Bersih LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR 1,623,777,221,138 9,763,884,805 931,510,629,332 702,030,476,611 2009 Rp 1,350,227,826,696 8,546,939,916 806,337,378,080 552,437,388,532

Attachment III PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk (Parent Company Only) STATEMENTS OF INCOME For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (In Full Rupiah)

NET SALES CONSIGNMENT SALES - NET COST OF GOODS SOLD GROSS PROFIT OPERATING EXPENSES Selling General and Administrative Total Operating Expenses INCOME FROM OPERATIONS OTHER INCOME (CHARGES) Interest Income Membership Registration Fee Gain (Loss) on Foreign Exchange - Net Interest Expenses Other Financial Charges Gain on Disposal of Fixed Asset Miscellaneous - Net Total Other Income - Net INCOME BEFORE INCOME TAX INCOME TAX BENEFIT (EXPENSES) Current Tax Deferred Tax Total Income Tax Expenses - Net NET INCOME BASIC EARNINGS PER SHARE

329,589,915,001 145,524,398,896 475,114,313,897 226,916,162,714

261,591,623,506 112,565,384,985 374,157,008,491 178,280,380,041

16,932,949,488 9,107,005,467 (4,626,120,307) -(14,762,542,379) -(5,521,123,514) 4,597,680,073 5,727,848,828 232,644,011,542

20,699,957,074 7,170,924,420 10,573,633,590 (2,139,553) (13,063,513,562) 2,896,088 (46,586,518) 2,714,738,760 28,049,910,299 206,330,290,340

(56,719,067,000) 1,926,391,948 (54,792,675,052) 177,851,336,490 103.70

(54,876,839,080) 2,989,193,854 (51,887,645,226) 154,442,645,114 91.80

d1/April 21, 2011

Paraf:

Lampiran IV PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk (Perusahaan Induk Saja) LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh)
Modal Saham/ Capital Stock Tambahan Modal Disetor/ Additional Paid in Capital Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak/ Difference Due to Changes of Equity Transaction in Subsidiary Rp SALDO PER 31 DESEMBER 2008 Dividen Kas Saldo Laba untuk Cadangan Umum Pembelian Kembali Modal Saham Penjualan Modal Saham Diperoleh Kembali Laba Bersih SALDO PER 31 DESEMBER 2009 Dividen Kas Selisih Transaksi perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo Laba untuk Cadangan Umum Laba Bersih SALDO PER 31 DESEMBER 2010 ---171,500,000,000 -368,122,496,948 -239,846,533 --239,846,533 34,812,000,000 -15,778,000,000 -(15,778,000,000) 177,851,336,490 455,463,422,926 --171,500,000,000 -14,218,275,000 -368,122,496,948 -------19,034,000,000 --154,442,645,114 309,111,736,436 (15,721,650,000) 171,500,000,000 ---Rp 353,904,221,948 ---Rp ----Rp 6,000,000,000 -13,034,000,000 -Rp 180,134,612,722 (12,431,521,400) (13,034,000,000) -Saldo Laba/Retained Earning Telah Ditentukan Penggunaannya/ Appropriated Belum Ditentukan Penggunaannya/ Unappropriated

Attachment IV PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk (Parent Company Only) STATEMENTS OF CHANGES IN STOCKHOLDERS EQUITY For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (In Full Rupiah)
Modal Saham Diperoleh Kembali/ Treasury Stocks Jumlah Ekuitas/ Total Stockholders' Equity

Rp (34,081,185,000) --(26,153,090,000)

Rp 677,457,649,670 (12,431,521,400) -(26,153,090,000) BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2008 Cash Dividend Retained Earnings for General Reserve Buy Back of Capital Stocks

60,234,275,000 ----

74,452,550,000 154,442,645,114 867,768,233,384 (15,721,650,000) --

Sale of Treasury Stock Net Income BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2009 Cash Dividend Difference Due to Changes of Equity Transaction of Subsidiary Buy Back of Capital Stocks Net Income BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2010

-----

239,846,533 -177,851,336,490 1,030,137,766,407

Final Draft/April 21, 2011

Paraf:

Lampiran V PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk (Perusahaan Induk Saja) LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah Penuh)
2010 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari Pelanggan Pembayaran kepada Pemasok dan Lainnya Pembayaran kepada Karyawan Pembayaran Pajak Penghasilan Pembayaran Bunga Penerimaan Bunga Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penempatan Investasi Jangka Pendek Pencairan Investasi Jangka Pendek Perolehan Aset Tetap Penambahan Investasi Hasil Penjualan Aset Tetap Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran Dividen Tunai Pembelian Kembali Modal Saham Penjualan Modal Saham Diperoleh Kembali Penerimaan dari Pihak Hubungan Istimewa Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN TERDIRI DARI: Kas Bank Deposito Berjangka Jumlah 1,635,881,797,003 (1,275,226,796,837) (185,619,379,385) (66,072,475,699) -16,932,949,488 125,896,094,571 2009 Rp

Attachment V PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk (Parent Company Only) STATEMENTS OF CASH FLOW For the Years Ended December 31, 2010 and 2009 (In Full Rupiah)

1,356,973,284,775 (993,343,640,311) (141,075,204,353) (57,078,535,709) (2,139,553) 20,699,957,074 186,173,721,924

CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash Received from Customers Cash Paid to Suppliers and Others Cash Paid to Employees Payment for Income Tax Payment for Interest Interest Received Net Cash Flows Provided by (Used in) Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Placement of Short-term Investments Withdrawal of Short-term Investments Acquisitions of Fixed Assets Addition of Investment Proceed from Disposal of Fixed Assets Net Cash Flows Provided by (Used in) Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Payment of Cash Dividend Buy Back of Capital Stocks Sale of Treasury Stock Cash Received from Related Parties Net Cash Flows Provided by (Used in) Financing Activities NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENT EFFECT OF FLUCTUATION IN FOREIGN EXCHANGE RATE ON CASH ON HAND AND IN BANKS CASH AND CASH EQUIVALENT AT BEGINNING OF THE YEAR CASH AND CASH EQUIVALENT AT THE END OF THE YEAR CASH AND CASH EQUIVALENT AT THE OF THE YEAR CONSIST OF: Cash on Hand Cash in Banks Time Deposits Total

(104,977,008,275) 143,901,048,927 (153,960,414,115) (20,499,000,000) -(135,535,373,463)

(183,834,717,677) 309,036,848,011 (52,915,587,529) (5,000,000,000) 7,200,000 67,293,742,805

(15,721,650,000) ---(15,721,650,000)

(12,431,521,400) (26,153,090,000) 74,452,550,000 6,529,414,664 42,397,353,264

(25,360,928,892)

295,864,817,993

(2,103,044,406) 390,949,719,064 363,485,745,765

(3,603,573,978) 98,688,475,049 390,949,719,064

8,085,712,108 93,290,365,541 262,109,668,116 363,485,745,765

6,988,336,787 122,049,674,888 261,911,707,389 390,949,719,064

d1/April 21, 2011

Paraf: