Anda di halaman 1dari 8

penerimaan diri

Oct.22, 2009 inUncategorized

Definisi Penerimaan Diri,Penerimaan diri merupakan sikap positif terhadap dirinya sendiri,ia dapat menerima keadaan dirinya secara tenang,dengan segala kelebihan dan kekurangannya.Mereka bebas dari rasa bersalah, rasa malu, dan rendah diri karena keterbatasan diri serta kebebasan dari kecemasan akan adanya penilaian dari orang lain terhadap keadaan dirinya (Maslow dalam Hjelle dan Ziegler, 1992).Sedangkan menurut Perls (dalam Schultz, 1991)penerimaan diri berkaitan dengan orang yang sehat secara psikologis yang memiliki kesadaran dan penerimaan penuh terhadap siapa dan apa diri mereka.Lain lagi dengan pendapat dari Jahoda (dalam Wilsa, 1997) yaitu penerimaan diri merupakan salah satu karakteristik dalam kesehatan mental seseorang.Orang yang memiliki kesehatan mental yang baik akan memperlihatkan perasaan menghargai diri sendiri dan menghargai orang lain.Allport (dalam Hjelle dan Ziegler, 1992) menjelaskan bahwa penerimaan diri merupakansikap yang positif, yang ketika individu menerima diri sebagai seorang manusia. Ia dapatmenerima keadaan emosionalanya (depresi, marah, takut, cemas, dan lain-lain) tanpamengganggu orang lain.Menurut Ryff (dalam Kail dan Cavanaugh, 2000) penerimaan diri sebagai individu yangmemiliki pandangan positif tentang dirinya, mengakui dan menerima segi yang berbedadari dirinya sendiri.Chaplin (1999) mengatakan penerimaan diri adalah sikap yang pada dasarnya merasa puas dengan diri sendiri, kualitas-kualitas dan bakatbakat sendiri, serta pengetahuan- pengetahuan akan keterbatasan-keterbatasan

sendiri.Kemudian Ryff (dalam Wilsa, 1997) berpendapat bahwa penerimaan diri adalah suatukeadaan dimana seseorang memiliki sikap positif terhadap dirinya sendiri, mengakui danmenerima berbagai aspek diri termasuk kualitas baik dan buruk, dan merasa positif dengan kehidupan yang telah dijalani.Berdasarkan pendapat dari beberapa tokoh diatas penerimaan diri merupakan sikap positif terhadap dirinya sendiri, dapat menerima keadaan dirinya secara tenang dengansegala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, serta memiliki kesadaran dan penerimaan penuh terhadap siapa dan apa diri mereka, dapat menghargai diri sendiri dan menghargaiorang lain, serta menerima keadaan emosionalanya (depresi, marah, takut, cemas, danlain-lain) tanpa mengganggu orang lain.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Penerimaan DiriHurlock (1974) mengemukakan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penerimaan diri adalah :a. Adanya pemahaman tentang diri sendiriHal ini timbul adanya kesempatan seseorang untuk mengenali kemampuan

danketidakmampuannya. Individu yang dapat memahami dirinya sendiri tidak akan hanyatergantung dari kemampuan intelektualnya saja, tetapi juga pada kesempatannya untuk penemuan diri sendiri, maksudnya semakin orang dapat memahami dirinya, maka semakin ia dapat menerima dirinya. b. Adanya hal yang realistik Hal ini timbul jika individu menentukan sendiri harapannya dengan disesuaikan dengan pemahaman dengan kemampuannya, dan bukan diarahkan oleh orang lain dalammencapai tujuannya dengan memiliki harapan yang realistic, maka akan semakin besar kesempatan tercapainya harapan itu, dan hal ini akan menimbulkan kepuasan diri yangmerupakan hal penting dalam penerimaan diri. c. Tidak adanya hambatan di dalam lingkunganWalaupun seseorang sudah memiliki harapan yang realistik, tetapi jika lingkungandisekitarnya tidak memberikan kesempatan atau bahkan menghalangi, maka harapanindividu tersebut akan sulit tercapai. d. Sikap-sikap anggota masyarakat yang menyenangkanTidak menimbulkan prasangka, karena adanya penghargaan terhadap kemampuan socialorang lain dan kesedian individu mengikuti kebiasaan lingkungan. e. Tidak adanya gangguan emosional yang beratAkan terciptanya individu yang dapat bekerja sebaik mungkin dan merasa bahagia. f. Pengaruh keberhasilan yang dialami, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.Keberhasilan yang dialami individu akan dapat menimbulkan penerimaan diri dansebaliknya jika kegagalan yang dialami individu akan dapat mengakibatkan adanya penolakan diri. g. Identifikasi dengan orang yang memiliki penyesuaian diri yang baik Individu yang mengidentifikasikan dengan individu yang memiliki penyesuaian diri yang baik akan dapat membangun sikap-sikap yang positif terhadap diri sendiri, dan bertingkah laku dengan baik yang mnimbulkan penilaian diri yang baik dan penerimaandiri yang baik. h. Adanya perspektif diri yang luasYaitu memperhatikan pandangan orang lain tentang diri perspektif yang luas inidiperoleh melalui pengalaman dan belajar. Dalam hal ini usia dan tingkat pendidikanmemegang peranan penting bagi seseorang untuk mengembangkan perspektif dirinya. i. Pola asuh dimasa kecil yang baik Seorang anak yang diasuh secara demokratis akan cenderung berkembang sebagaiindividu yang dapat menghargai dirinya sendiri.

j. Konsep diri yang stabilIndividu yang tidak memiliki konsep diri yang stabil, akan sulit menunjukkan pada oranglain, siapa ia yang sebenarnya, sebab ia sendiri ambivalen terhadap dirinya.Ada faktor lain yang dapat menghambat penerimaan diri yaitu : konsep diri yang negatif,kurang terbuka dan kurang menyadari perasaan-perasaan yang seseungguhnya, kurangadanya keyakinan terhadap diri sendiri, merasa rendah diri (Ayahbunda, 1992).Sedangkan menurut menurut Sheerer (dalam Sutadipura, 1984) menyebutkan faktorfaktor yang menghambat penerimaan diri, antara lain :a. Sikap anggota masyarakat yang tidak menyenangkan atau kurang terbuka. b. Adanya hambatan dalam lingkungan.c. Memiliki hambatan emosional yang berat.d. Selalu berfikir negatif tentang masa depan. 3. Aspek-aspek Penerimaan DiriPenerimaan diri memiliki beberapa aspek, berikut aspekaspek penerimaan diri menurut beberapa tokoh yaitu :Menurut Sheerer (dalam Sutadipura, 1984) menyebutkan aspek-aspek penerimaan diri,yaitu :a. Kepercayaan atas kemampuannya untuk dapat menghadapi hidupnya. b. Menganggap dirinya sederajat dengan orang lain.c. Tidak menganggap dirinya sebagai orang hebat atau abnormal dan tidak

mengharapkan bahwa orang lain mengucilkannya.d. Tidak malu-malu kucing atau serba takut dicela orang lain.e. Mempertanggung jawabkan perbuatannya.f. Mengikuti standar pola hidupnya dan tidak ikut-ikutan.g. Menerima pujian atau celaan secara objektif.h. Tidak menganiyaya diri sendiriSelain itu menurut Jersild (1958) yang juga mengemukakan beberapa aspek-aspek penerimaan diri yaitu sebagai berikut :a. Persepsi mengenai diri dan sikap terhadap penampilan.Individu yang memiliki penerimaan diri berpikir lebih realistik tentang penampilan dan bagaimna ia terlihat dalam pandangan orang lain. Ini bukan berarti individu tersebutmempunyai gambaran sempurna tentang dirinya, melainkan individu tersebut dapatmelakukan sesuatu dan berbicara dengan baik mengenai dirinya yang sebenarnya. b. Sikap terhadap kelemahan dan kekutan diri sendiri dan orang lain.Individu yang memiliki penerimaan diri memandang kelemahan dan kekuatan dalamdirinya memiliki penerimaan diri memandang kelemahan dan kekuatan dalam dirinyalebih baik daripada individu yang tidak memiliki penerimaan diri. Individu tersebutkurang menyukai jika harus menyia-nyiakan energinya untuk menjadi hal yang tidak mungkin, atau berusaha menyembunyikan kelemahan dari dirinya sendiri maupun oranglain. Ia pun tidak berdiam diri dengan tidak memanfaatkan kemampuan yang dimilikinya.Sebaliknya, ia akan menggunakan bakat yang dimilikinya dengan lebih leluasa. Individuyang bersikap baik pula dalam menilai kelemahan dan kekuatan dirinya akan bersikap baik pula dalam menilai kelemahan dan kekuatan orang lain.c. Perasaan infeoritas sebagai gejala penolakan diri.Seseorang individu

yang terkadang merasakan infeoritas atau disebut dengan infeoritycomplex adalah seseorang individu yang tidak memiliki sikap penerimaan diri dan haltersebut akan menunggu penilaian yang realistik atas dirinya.d. Respon atas penolakan dan kritikanindividu yang memiliki penerimaan diri tidak menyukai kritikan, namun demikian iamempunyai kemampuan untuk menerima kritikan bahkan dapat mengambil hikmah darikritikan tersebut. Ia berusaha untuk melakukan koreksi atas dirinya sendiri, inimerupakan hal yang penting dalam

perkembangannya menjadi seorang individu dewasadan dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan individu yang tidak memiliki penerimaan diri justru menganggap kritikan sebagai wujud penolakanterhadapnya. Yang penting dalam penerimaan diri yang baik adalah mampu belajar dari pengalaman dan meninjau kembali sikapnya yang terdahulu untuk memperbaiki diri.e. Keseimbangan antara real self dan ideal selfindividu yang memiliki penerimaan diri adalah ia mempertahankan harapan dan tuntutan dari dalam dirinya dengan baik dalam batas-batas kemungkinan individu ini mungkinmemiliki ambisi yang besar, namun tidak mungkin untuk mencapainya walaupun dalam jangka waktu yang lama dan menghabiskan energinya. Oleh karena itu, untuk memastikan ia tidak akan kecewa saat nantinya.f. Penerimaan diri dan penerimaan orang lainhal ini berarti apabila seorang individu menyanyangi dirinya, maka akan lebihmemungkinan baginya untuk menyayangi orang lain, dan apabila seorang individumerasa benci pada dirinya, maka akan lebih memungkinkan untuk merasa benci padaorang lain. Terciptanya hubungan timbal balik antara penerimaan diri dan penerimaanorang lain adalah individu yang memiliki penerimaan diri merasa percaya diri dalammemasuki lingkungan sosial.g. Penerimaan diri, menuruti kehendak, dan menonjolkan diri.Menerima diri dan menuruti diri merupakan dua hal yang berbeda. Apabila seorangindividu menerima dirinya, hal tersebut bukan berarti ia memanjakan dirinya. Akantetapi, ia akan menerima bahkan menuntut kelayakan dalam kehidupannya dan tidak akanmengambil yang bukan haknya dalam mendapatkan posisi yang menjadi incaran dalamkelompoknya. Ia tidak akan membiarkan orang lain selangkah lebih maju darinya danmenggagu langkahnya. Individu dengan penerimaan diri menghargai harapan orang laindan meresponnya dengan bijak. Namun, ia memiliki pendirian yang terbaik dalam berfikir, merasakan dan membuat pilihan. Ia tidak hanya akan menjadi pengikut apa yangdikatakan orang lain.h. Penerimaan diri, spontanitas, menikmati hidupindividu dengan penerimaan diri mempunyai lebih banyak keleluasaan untuk menikmatihal-hal dalam hidupnya. Namun, terkadang ia kurang termotivasi untuk melakukansesuatu yang rumit. Individu tersebut tidak hanya leluasa menikmati sesuatu yangdilakukannya. Akan tetapi, juga leluasa untuk menolak atau menghindari sesuatu yangtidak ingin dilakukannya.i. Aspek

moral penerimaan diriIndividu dengan peerimaan diri bukanlah individu yang berbudi baik dan bukan pulafleksibelitas dalam pengaturan hidupnya. Ia memiliki kejujuran untuk menerima dirinyasebagai apa dan untuk apa ia nantinya, dan ia tidak menyukai kepurapuraan. Individu inidapat secara terbuka mengakui dirinya sebagai individu yang pada suatu waktu dalammasalah, merasa cemas, ragu, dan bimbang tanpa harus manipu diri dan orang lain. j. Sikap terhadap penerimaan dirimenerima diri merupakan hal peting dalam kehidupan seseorang. Individu yang dapatmenerima beberapa aspek hidupnya, mungkin dalam keraguan dan kesulitan dalammenghormati orang lain. Hal tersebut merupakan arahan agar dapat menerima dirinyaindividu dengan penerimaan diri membangun kekuatannya untuk menghadapi kelemahandan keterbatasaannya. Banyak hal dalam perkembangan seorang individu yang belumsempurna, bagi seseorang individu akan lebih baik jika ia dapat menggunakankemampuannya dalam perkembangan hidupnya.Menurut Jersild (dalam Hurlock, 1974) mengatakan bahwa individu yang menerimadirinya sendiri adalah yakin akan standar-standar dan pengakuan terhadap dirinya tanpaterpaku pada pendapat orang lain dan memiliki perhitungan akan keterbtasan dirinyaserta tidak melihat dirinya sendiri secara irasional. Individu yang menerima dirinyamenyadari asset diri yang dimilikinya, dan merasa bebas untuk menarik atau melakukan keinginannya, serta menyadari kekurangannya tanpa menyalahkan diri sendiri.Sementara menurut Maslow (dalam Schultz, 1991) mengatakan bahwa individu yangmemiliki kemampuan menerima diri sendiri dan orang lain. Ia mampu mengekspresikandirinya sendiri terhadap kualitas-kualitas yang lebih baik, yang merupakan sarana untuk membangun kepribadian penerimaan diri dan orang lain terhadap diri.4. Karakteristik individu yang memiliki Penerimaan Diri baik Di dalam penerimaan diri ada beberapa karakteristik penerimaan diri yang menyatakanseseorang mau menerima dirinya, yang diugkapkan beberapa tokoh dibawah ini yaitu :Menurut Sheere (dalam Cronbach, 1963) ciri-ciri seseorang yang mau menerima diriadalah :a. Mempunyai keyakinan akan kemampuannya untuk menghadapi kehidupannya. b. Menganggap dirinya berharga sebagai seseorang manusia yang sederajat dengan oranglain.c. Berani memikul tanggung jawab terhadap perilakunya.d. Menerima pujian dan celaan secara objektif.e. Tidak menyalahkan dirinya akan keterbatasan yang dimilikinya ataupun mengingkarikelebihannya.Sedangkan menurut Allport (dalam Hjelle & Zeigler, 1992) cirri-ciri seseorang yang maumenerima diri yaitu sebagai berikut :a. Memiliki gambaran yang positif tentang dirinya. b. Dapat mengatur dan dapat bertoleransi dengan rasa frustasi dan kemarahannya.c. Dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa memusuhi mereka apabila orang lain berikritik.d. Dapat mengatur keadaan emosi mereka (depresi, kemarahan).Jersild (1978) memberikan perbedaan karakteristik

individu yang menerima keadaandirinya atau yang telah mengembangkan sikap penerimaan terhadap keadaannya danmenghargai diri sendiri, yakin akan standar-standar dan pengakuan terhadap dirinyatanpa terpaku pada pendapat orang lain dan memiliki perhitungan akan keterbatasandirinya. Dan tidak melihat pada dirinya sendiri secara irrasional. Orang yang menerimadirinya menyadari asset diri yang dimilikinya, dan merasa bebas untuk menarik ataumelakukan keinginannya. Mereka juga menyadari kekurangan tanpa menyalahkan dirisendiri.Hjelle (1992) mengemukakan bahwa seseorang yang memiliki penerimaan dirimempunyai karakteristik bahwa individu tersebut memiliki gambaran positif

terhadapdirinya dan dapat bertahan dalam kegagalan atau kepedihan serta dapat mengatasikeadaan emosionalnya seperti depresi, marah dan rasa bersalah.Jadi kesimpulan karakteristik penerimaan diri dari beberapa tokoh di atas yaitu seseorangyang mau menerima dirinya sendiri mempunyai keyakinan akan kemampuannya untuk menghadapi

kehidupannya, menganggap dirinya berharga sebagai seseorang manusiayang sederajat dengan orang lain, berani memikul tanggung jawab terhadap perilakunya,dapat menerima pujian dan celaan secara objektif. Serta dapat berinteraksi dengan oranglain tanpa memusuhi mereka apabila orang lain beri kritik, dapat mengatur keadaanemosi mereka (depresi, kemarahan). Dapat menerima keadaan dirinya atau yang telahmengembangkan sikap penerimaan terhadap keadaannya dan menghargai diri sendiri.

5. Cara Penerimaan DiriMenurut Basow (1992) penerimaan diri individu yang baik dapat dinilai darikesamaannya. Individu dengan mental yang sehat akan memandang dirinya disukaiorang, berharga dan diterima oleh orang lain atau dirinya disukai orang, berharga danditerima oleh orang lain atau lingkungannya. Jika seseorang memandangnya positif,keadaan ini merupakan suatu bentuk harapa individu mengenai dirinya dimana harapantersebut dapat menjadi suatu self fulfilling prophery, yaitu suatu yang diyakini olehindividu mengembangkan dirinya berdasarkan keyakinan tersebut.Menurut Suprakti (1995) penerimaan diri ada lima yaitu Reflected Self Acceptance,Basic Self Acceptance, Conditional Self Acceptance, Self Evaluation, Real IdealComparison seperti yang dijelaskan dibawah ini :a. Reflected Self AcceptanceJika orang lain menyukai diri kita maka kita akan cenderung untuk menyukai diri kita juga. b. Basic Self AcceptancePerasaan yakin bahwa dirinya tetap dicintai dan diakui oleh orang lain walaupun dia tidak mencapai patokan yang diciptakannya oleh orang lain terhadap dirinya.c. Conditional Self AcceptancePenerimaan diri yang berdasarkan pada seberapa baik seseorang memenuhi tuntutan danharapan orang

lain terhadap dirinya.d. Self EvaluationPenilaina seseorang tentang seberapa positifnya berbagai atribut yang dimilikinyadibandingkan dengan berbagai atribut yang dimiliki orang lain yang sebaya denganseseorang membandingkan keadaan dirinya dengan keadaan orang lain yang sebayadengannya.e. Real Ideal ComparisonDerajat kesesuaian antara pandangan seseorang mengenai diri yang sebenarnya dan diriyang diciptakan yang membentuk rasa berharga terhadap dirinya sendiri.6. Dampak dari adanya Penerimaan DiriHurlock (1974) menjelaskan bahwa semakin baik seseorang dapat menerima dirinya,maka akan semakin baik pula penyesuian diri dan sosialnya. Kemudian Hurlock (1974)membagi dampak dari penerimaan diri dalam 2 kategoi yaitu :a. Dalam penyesuaian diriOrang yang memiliki penyesuaian diri, mampu mengenali kelebihan dan kekurangannya.Salah satu karakteristik dari orang yang meiliki penyesuaian diri yang baik adalah lebihmengenali kelebihan dan kekurangannya, biasanya memiliki keyakinan diri (self confidence). Selain itu juga lebih dapat menerima kritik, dibandingkan dengan orangyang kurang dapat menerima dirinya. Dengan demikian orang yang memiliki penerimaandiri dapat mengevaluasi dirinya secara realistik, sehingga dapat menggunakan semua potensinya secara efektif hal tersebut dikarenakan memiliki anggapan yang realisticterhadap dirinya maka akan bersikap jujur dan tidak berpura-pura. b. Dalam penyesuaian sosialPenerimaan diri biasanya disertai dengan adanya penerimaan dari orang lain. Orang yangmemiliki penerimaa diri akan merasa aman untuk memberikan perhatiannya pada oranglain, seperti menunjukkan rasa empati. Dengan demikian orang yang emmiliki

penerimaan diri dapat mengadakan penyesuaian soail yang lebih baik dibandingkandengan orang yang merasa rendah diri atau merasa tidak adekuat sihingga mereka itucenderung untuk bersikap berorientasi pada dirinya sendiri (self oriented).Penerimaan diri sangat berhubungan erat dengan konsep diri karena penerimaan dirimemiliki peranan yang penting dalam pembentukan konsep diri dan kepribadian yang positif. Orang yang memiliki penerimaan diri yang baik maka dapat dikatakan memilikikonsep diri yang baik pula, karena selalu mengacu pada gambaran diri ideal, sehingga bisa menerima gambaran dirinya yang sesuai dengan realitas.sumber :Chaplin, J. P. (1999). Kamus Lengkap Psikologi. penerjemah : Kartini Kartono. Jakarta :PT Raja Grafindo PersadaHjelle, L. A & Zeigler, D. J. (1992). Personality Theories : Basic Assumptions, ResearchAnd Application. Tokyo : MC Graw HillHurlock, E. B. (1996). Psikologis Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang RentangKehidupan. Jakarta : ErlanggaJersild, A. T. (1958). The Psychology of Adolescence. New York : MC Millan CompanyWilsa, (1997). Penerimaan Diri pada Wanita yang Bekerja. Tesis (Tidak

diterbitkan).Depok : UISupratiknya, A. (1995). Komunikasi antar Pribadi : Tinjauan Psikologi. Yogyakarta :KanisiusSchultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa : Yustinus. Yogya : KanisiusSutadipura, B. (1984). Kompetensi Guru dan Kesiapan Mental Anak. Jakarta : RajawaliBasow, S. E. (1992). Gender Sterotype and Role (edisi ketiga). California : Brookes ColePublishing Co