BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH
TUGAS 2
Nama Mahasiswa : YULIA MARISKA
Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 053092877
Kode/Nama Mata Kuliah : MKWU4108 / BAHASA INDONESIA
Kode/Nama UT Daerah : 32067 / UT BANDUNG
Masa Ujian : 2024/2025 Genap (2025.1)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
Jawaban:
1. tulisan argumentasi sebanyak 4 paragraf dengan tema “Budaya Hidup Sehat Di
Tengah Pandemi Virus Covid-19!
Budaya hidup sehat merupakan kunci utama dalam menjaga daya tahan tubuh,
terutama di masa pandemi Covid-19. Virus ini menyerang sistem pernapasan dan dapat
mengakibatkan komplikasi serius, terutama bagi individu dengan sistem imun yang lemah.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti
mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan menjaga kebersihan diri.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa menjaga pola makan seimbang serta
istirahat yang cukup dapat membantu memperkuat sistem imun tubuh dalam menghadapi
berbagai infeksi, termasuk Covid-19 (WHO, 2020).
Selain menjaga kesehatan fisik, budaya hidup sehat juga mencakup kesehatan mental.
Selama pandemi, banyak orang mengalami tekanan psikologis akibat isolasi, ketidakpastian
ekonomi, dan perubahan rutinitas. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,
stres berkepanjangan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga individu menjadi
lebih rentan terhadap penyakit (Kemenkes RI, 2021). Oleh karena itu, penting untuk
mengelola stres dengan baik melalui aktivitas positif seperti meditasi, hobi, serta menjaga
komunikasi sosial meskipun secara virtual.
Kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan juga merupakan bagian tak
terpisahkan dari budaya hidup sehat selama pandemi. Masyarakat harus terbiasa
mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Budaya
disiplin ini tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang lain dari
potensi penularan virus. Menurut Satgas Covid-19 Indonesia, kepatuhan terhadap protokol
kesehatan terbukti mampu menekan angka penularan di berbagai daerah (Satgas Covid-19,
2021).
Dengan demikian, pandemi Covid-19 menjadi momentum penting untuk membentuk
dan memperkuat budaya hidup sehat di masyarakat. Kesadaran akan pentingnya
kesehatan, baik fisik maupun mental, serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan harus
terus dijaga bahkan setelah pandemi berakhir. Budaya ini tidak hanya membantu kita
melewati masa sulit, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk kehidupan yang
lebih baik dan sehat di masa depan.
2. Susunlah sebuah tulisan sebanyak 6-10 paragraf dengan tema yang sama “Dampak
Covid-19”. (sumber: lihat modul MKWU4108, bahasa Indonesia, halaman 4.35)
Peningkatan daya kreativitas kelompok milenial di era covid 19. Di era covid-19,
banyak sektor terkena dampaknya seperti sektor UMKM dan pendidikan. Uniknya
kelompok milenial yang pada umumnya pelajar, mahasiswa dan pekerja muda menjadi
lebih kreatif dalam berbagai hal. Salah satunya adalah bagaimana mereka memanfaatkan
teknologi yang ada untuk usaha, bekerja dan juga belajar.
CNN Indonesia mengutip pernyataan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
(UKM) Teten Masduki yang menyebutkan, transaksi penjualan online meningkat hingga
350% di tengah pandemi Covid-19. Juga menurut Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian, sepanjang masa pandemic Covid-19 tercatat ada peningkatan hingga
lebih dari 300 ribu pengusaha baru yang masuk ke ranah online.
Saat ini mudah ditemui usaha-usaha bar berbasis social commerce kekinian yang
bermunculan. Mereka memanfaatkan media sosial untuk memulai wirausaha. Ada yang
berjualan makanan, pakalan, hiingya jood. Tren bekerja dari rumah pun diperkirakan
akan terus berlanjut.
Senior Director Office Services Colliers International Indonesia (konsultan
properti), Bagus Adikusumo mengatakan bahwa pola kerja dari rumah diperkirakan
bakal menjadi lebih lumrah dalam penerapannya oleh sejumlah kantor perusahaan akibat
dampak dari COVID-19, dan diperkirakan akan berlanjut bakal setelah pandemik dapat
tertangani. Wabah Covid-19 juga berdampak ke segala sektor tak terkecuali sektor
pendidikan.
Perguruan tinggi dan sekolah juga mengharuskan semua kegiatannya menjadi online
seperti tes masuk, ujian, bahkan wisuda. Kegiatan yang menjadi online ini ada sisi
positifnya karena siswa bisa berkumpul bersama keluarga lebih sering dan
menghabiskan waktu di rumah.
Belajar di rumah saja sebenarnya ada sisi menguntungkannya karena rang untuk
mengeksplor hal bar justru bisa lebih banyak. Selama beberapa bulan terakhir banyak
juga pelajar yang menemukan kemampuan atau bakat baru karena waktu luang lebih
banyak, mereka tidak perlu menghabiskan waktu bepergian untuk perjalanan dari dan ke
sekolah.
3. Teks pidato terdiri atas pembuka, isi, dan penutup tentang “Peringatan Bulan Bahasa”
dengan menggunakan minimal lima (5) gaya bahasa retoris Assalammualaikum. Wr. Wb.
Yang terhormat Dosen Universitas Terbuka Berserta teman-teman Universitas
Terbuka yang saya banggakan. Puji serta syukur marilah kita panjatkan kehadirat Than
Yang Maha Esa. Atas berkat rahmat dan hidayahnya kita masih diberikan shat wal afiat
sehingga dapat berkumpul dan berada di tempat yang mudah-mudahan dimuliakan
olehNya. Terima kasih kepada Dosen Universitas Terbuka dan teman teman yang
menyempatkan hadir di tempat ini.
Bulan Bahasa merupakan bulan dimana setiap orang dapat mengekspresikan
bakatnya terutama dalam bidang sastra yang bertujuan untuk lebih mencintai Budaya
sendiri yaitu budaya Indonesia. Oktober ditetapkan sebagai bulan Bahasa oleh Bapak
Soeharto karena pada 28 Oktober 1928 para pendahulu bangsa kita menetapkan Sumpah
Pemuda dengan bahasa, sebagai butir ketiganya. Meski semangat bulan bahasa ini hanya
setahun sekali. namun itu mengandung makna negeri ini punya kepedulian terhadap
budaya bangsa khususnya [Link] sekarang para anak muda, lebih sering
menggunakan Bahasa inggrisdan menggunakan Bahasa Indonesia yang di tambah
tambahi atau tepatnya bahasa gaul daripada Bahasa Indonesia yang baik dan [Link]
anak muda jaman sekarang juga lebih suka belajar bahasa asing daripada belajar bahasa
tradisional misal Bahasa [Link] belajar bahasa inggris juga sangat penting karena
bahasa inggris adalah bahasa internasional tetapi jangan sampai hal itu menggeser posisi
Bahasa nasional kita yaitu bahasa Indonesia.
Salah satu dasar pentingnya memperingati acara bulan bahasa yakni agar
masyarakat mengetahui dan mengerti tentang budaya bangsa Indonesia dan bagi para
pelajar khususnya Universitas Terbuka,mau untuk selalu melestarikan budaya bangsa
terutama dalam penerapan berbahasa agar budaya kita akan selalu lestari dan menjadi
lebih baik Kegiatan-kegiatan yang diadakan dalam acara bulan bahasa terdiri dari
beberapa kegiatan seperti, kegiatan yang diadakan sebagai ajang berkarya dan
berekspresi, ada kegiatan yang diadakan sebagai ajang peningkatan kualitas berbahasa
Indonesia, dan ada kegiatan yang diadakan sebagai ajang perlombaan. Namun
Universitas Terbuka ini semua kegiatan dalam Bulan Bahasa menjadi sebuah kegiatan
yang diadakan sebagai ajang perlombaan yang dimaksudkan agar semua siswa lebih
antusias dan semangat dalam memperingati bulan bahasa yang diadakan setahun sekali
serta bertujuan untuk acara "Refreshing UTS".
Dalam perlombaan bulan bahasa ini seperti biasa pihak Osis adalah panitia
penyelenggara acara tersebut yang juga didukung oleh semua guru dan siswa-siswi.
Kegiatan-kegiatan yang diperlombakan yakni lomba mading, lomba menulis cerpen atau
membaca puisi, kegiatan-kegiatan tersebut biasanya diadakan selama 2 hari. Jadi untuk
memperingati acara bulan bahasa yang diadakan satahun sekali ini terutama bagi para
siswa-siswi marilah kita meriahkan acara tersebut dan ikut berpartisipasi dalam setiap
lomba yang Bahasa Indonesia yang diselenggarakan agar budaya dan Bahasa kita akan
tetap terjaga dan semangat nasionalisme terus kita genggam bersama. Demikianlah
pidato yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi semua yang
mendengarnya, kurang lebihnya saya moon maaf.
Waalaikumsalam [Link]
4. Slide Power Point Materi Bertema Dampak Covid-19 Dengan Mengacu Pada Modul
MKWU4108.
Slide 1 – Judul
Dampak COVID-19 di Berbagai Bidang Kehidupan
Nama: YULIA MARISKA
NIM: 053092877
Slide 2 – Pendahuluan
Apa itu COVID-19?
Virus Corona pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada akhir 2019.
Menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan.
Menyebar secara global dan ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020.
Slide 3 – Dampak COVID-19 di Bidang Kesehatan
Lonjakan jumlah pasien di rumah sakit.
Keterbatasan alat kesehatan dan tenaga medis.
Meningkatnya angka kematian dan infeksi.
Gangguan kesehatan mental masyarakat.
Slide 4 – Dampak COVID-19 di Bidang Ekonomi
PHK massal dan meningkatnya angka pengangguran.
Penurunan pendapatan UMKM dan pelaku usaha kecil.
Melemahnya daya beli masyarakat.
Gangguan pada rantai pasok global.
Slide 5 – Dampak COVID-19 di Bidang Sosial
Pembatasan sosial (PSBB, lockdown, dll.)
Terbatasnya aktivitas keagamaan dan kebudayaan.
Menurunnya interaksi sosial secara langsung.
Meningkatnya penggunaan teknologi digital.
Slide 6 – Dampak COVID-19 di Bidang Pendidikan
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring.
Kesenjangan akses terhadap teknologi dan internet.
Penurunan kualitas pembelajaran.
Tantangan bagi guru dan siswa dalam adaptasi digital.
Slide 7 – Kesimpulan
Pandemi COVID-19 memberikan dampak luas di berbagai bidang.
Perlu kerja sama seluruh elemen bangsa untuk bangkit.
Budaya hidup sehat dan adaptasi digital menjadi kunci.
Slide 8 – Referensi
Modul UT BMP MKWU4108, Halaman 5.34
WHO (2020)
Kementerian Kesehatan RI (2021)
5. Buatlah sebuah makalah dengan topik “E learning pada masa pandemi covid-19!
MAKALAH
E-LEARNING PADA MASA PANDEMI COVID 19
DISUSUN OLEH:
YULIA MARISKA
053092877
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS FHISIP
UNIVERSITAS TERBUKA
2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang mana berkat Rahmat dan
Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Bahasa
Indonesia.
Salawat serta salam tak lupa pula kami haturkan kepada Nabi Besar
Muhammad SAW yang mana telah membawa dan menuntun Kami dari zaman
kegelapan menuju zaman yang terang benderang ini. Terimakasih pula kami
haturkan kepada semua pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini,
terutama kepada dosen pengampu mata kuliah Manajemen. Tanpa bantuan dan
dukungan dari semua pihak maka makalah ini tidak dapat mencapai proses akhir
[Link] menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
kami harapkan demi kesempurnaan makalah [Link] kata, kami sampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi
segala usaha kita semoga makalah tentang observasi masalah yang dilakukan
guru dalam pembelajaran daring dan bimbingan yang dilakukan guru dalam
mengatasi hal tersebut bisa memberi manfaat ataupun inspirasi pada pembaca.
Bandung, 18 Mei 2025
Penulis
Yulia Mariska
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................
Daftar Isi .....................................................................................................
Bab I PENDAHULUAN ............................................................................
[Link] Belakang..............................................................................
[Link] atau Topik Bahasan.........................................................
[Link] Penelitian/Makalah...........................................................
BAB II TEKS UTAMA ..............................................................................
[Link] Penelitian.........................................................................
[Link] dan Pembahasan..................................................................
BA BIII PENUTUP ...................................................................................
[Link]..................................................................................
[Link].........................................................................................
Daftar Rujukan ..........................................................................................
Lampiran
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak merebaknya pandemi yang disebabkan oleh virus Corona di Indonesia,
banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah penyebarannya. Salah
satunya adalah melalui surat edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) Pendidikan sekolah dasar tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran
Corona Virus Disease (Covid-19) di sekolah Melalui surat edaran teresebut pihak
Kemendikbud memberikan instruksi kepada sekolahi untuk menyelenggarakan
pembelajaran jarak jauh dan menyarankan siswa untuk belajar dari rumah masing-
masing.
Salah satu bentuk pembelajaran alternatif yang dapat dilaksasnakan selama masa
darurat Covid-19 adalah pembelajaran secara online. Menurut Moore, Dickson-Deane,
&Galyen (2011) Pembelajaran online merupakan pembelajaran yang menggunakan
jaringan internet dengan aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan untuk
memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran. Penelitian yang dikakukan oleh
Zhang et al., (2004) menunjukkan bahwa penggunaan internet dan teknologi
multimedia mampu merombak cara penyampaian pengetahuan dan dapat menjadi
alternatif pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas tradisional.
Pembelajaran online pada pelaksanaannya membutuhkan dukungan perangkat-
perangkat mobile seperti telepon pintar, tablet dan laptop yang dapat digunakan untuk
mengakses informasi dimana saja dan kapan saja (Gikas & Grant, 2013). Penggunaan
teknologi mobile memiliki kontribusi besar di dunia pendidikan, termasuk di dalamnya
adalah pencapaian tujuan pembelajaran jarak jauh (Korucu & Alkan, 2011). Berbagai
media juga dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran secara
online.
A. Masalah atau Topik Bahasan
1. Bagaimana Strategi Guru Dalam Proses Pembelajaran Online di Tengah Pandemi
Covid 19?
2. Apa Saja Faktor Penghambat Bagi Siswa Terhadap Pembelajaran Online di Tengah
Pandemi Covid 19?
B. Tujuan Penelitian
1. Untuk MengetahuiStrategi Guru Dalam Proses Pembelajaran Online di Tengah
Pandemi Covid 19.
2. Untuk Mengetahui Apa Saja Faktor Penghambat Bagi Siswa Terhadap
Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covd.
BAB II PEMBAHASAN
A. Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk
memperoleh gambaran pembelajaran online yang dilaksanakan di Sekolah Dasar
01 Dewakang Lompo sebagai usaha untuk menekan penyebaran Covid-19 di
lingkungan sekolah Pembelajaran online yang dimaksud dalam penelitian ini
adalah pembelajaran yang menggunakan media-media pembelajaran yang dapat
diakeses menggunakan layanan internet. Penelitian dilakukan dengan terlebih
dahulu mengadakan survey kepada siswa mengenai penerapan pembelajaran
online. Survey dilaksanakan menggunakan google form yang tautannya
disebarkan melalui applikasi WhatsApp. Terdapat siswa yang memberikan
tanggapan terhadap survey yang dilakukan. Hasil survey kemudian
dikelompokkan kedalam tiga kategori respon siswa: (1) Setuju dengan penerapan
pembelajaran online; (2) Tidak setuju dengan penerapan pembelajaran online; (3)
Ragu dengan pelaksanaan pembelajaranonline.
Subjek penelitian adalah siswa aktif mengikuti pembelajaran online, dan dipilih
berdasarkan kategori respon siswa yang didapatkan dari hasil survey. Terdapat total 6
subjek, 5 siswa angkatan 2017, 7 siswa angkatan 2018, dan 8 siswa angkatan 2019, 4
diantaranya berjenis kelamin laki-laki dan 5 perempuan. Pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara via telpon. Aspek-aspek yang ditanyakan selama wawancara
adalah: (1) Fasilitas yang dimiliki siswa untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran
online; (2) Tanggapan aiswa mengenai efektivitas pembelajaran online; (3) Penerapan
pembelajaran online dalam menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.
Analisis data penelitian dilakukan menggunakan model analisis Miles & Huberman
(1994) yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu reduksi data, display data, serta penarikan dan
verifikasikesimpulan.
B. Hasil Penelitian
1) Siswa Memiliki Fasilitas Yang Memadai Untukmelaksanakan Pembelajaran
Online. Meningkatnya pengguna internet di Indonesia sangat dipengaruhi oleh
pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pada
tahun 2018 sebanyak 62,41% penduduk Indonesia telah memiliki telepon
selular dan 20,05% rumah tangga yang memiliki komputer (BPS, 2019). Data
ini sangat relevan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa meskipun
ada siswa yang belum memiliki laptop, tapi hampir semua siswa dewakang
lompo telah memiliki telepon pintar.
Hasil survey yang dilaksanakan pada awal penelitian menunjukkan bahwa dari
total 95 responden, 54 menyatakan memiliki laptop dan telepon pintar, sementara 41
sisanya menyatakan hanya memiliki telepon pintar.
Banyak penelitian yang menyelidiki penggunaan gawai seperti laptop dan telepon
pintar dalam pembelajaran. Kemampuan laptop dan telepon pintar untuk mengakses
internet memungkinkan siswa untuk mengikuti perkuliahan yang dilaksanakan dalam
bentuk konferensi video maupun yang dilaksanakan dalam kelas-kelas virtual
menggunakan layanan applikasiapplikasi pembelajaran yang tersedia secara online
(Kay & Lauricella, 2011; Gikas & Grant, 2013; Chan, Walker, & Gleaves, 2015;
Gökçearslan, Mumcu, Haşlaman, & Çevik, 2016). Dimensi laptop dan telepon pintar
yang ergonomis memberikan jaminan mobilitas yang memungkinkan siswa untuk
mengikuti pembelajaran dari mana saja. Fitur penyimpanan yang ditawarkan oleh
laptop dan telepon pintar juga memberikan ruang bagi siswa untuk menyimpan bahan
ajar yang diberikan oleh guru sehingga mereka dapat mengakses ulang bahan ajar
tersebut sewaktu-waktu.
Sayangnya pembelajaran online juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya
adalah ketersediaan layanan internet. Data penelitian menunjukkan bahwa sebagian
besar siswa mengakses internet menggunakan layanan selular, sementara sebagian
kecilnya menggnakan layanan WiFi. Menurut data BPS (2019) per tahun 2018
terdapat 66,13% wilayah pulau Sulawesi dengan layanan seluler dengan kekuatan
penerimaan sinyal kuat, 27,22% wilayah dengan kekuatan penerimaan sinyal lemah,
dan 6,64% wilayah yang masih belum dijangkau layanan seluler. Pada saat kebijakan
belajar dari rumah untuk menekan penyebaran Covid-19 diberlakukan di SDN
01Dewakang Lompo danMereka mengaku kesulitan untuk mengikuti pembelajaran
secara online karena tidak semua wilayah mereka mendapatkan sinyal seluler,
jikapun ada, sinyal yang didapat sangat lemah. Hal ini membuat siswa terkadang
terlambat mendap6 atkan informasi pembelajaran dan mengumpulkan tugas-tugasnya.
2) Efektivitas Pembelajaran Online
Pembelajaran online yang diberlakukan di SDN01 Dewakang Lompo sebagai usaha
untuk menekan penyebaran Covid-19 dilaksanakan menggunakan applikasi-
applikasi pembelajaran serta layanan-layanan kelas virtual yang dapat diakses
melalui web menggunakan jaringan internet. Secara umum, siswa merasa puas
mengenai fleksibilitas pelaksanaan [Link] tidak tertekan oleh waktu
karena mereka dapat mengatur sendiri jadwal dan tempat dimana mereka ingin
mengikuti pembelajaran. Melalui pembelajaran secara online, guru memberikan
pembelajaran melalui kelas-kelas virtual yang dapat diakses dimanapun dan
kapanpun. Hal ini membuat siswa dapat secara bebas memilih mana mata pelajaran
yang diikuti dan tugas yang harus dikerjakan lebih dahulu. Hasil penelitian Sun et
al., (2008) menunjukkan bahwa fleksibilitas waktu, lokasi, dan metode pembelajaran
online mempengaruhi kepuasan siswa terhadap pembelajaran.
Menurut Sun et al., (2008) ketiadaaan penghambat fisik serta batasan ruang dan
waktu membuat siswa lebih mudah dalam berkomunikasi. Selain itu pembelajaran
secara online menghilangkan perasaan canggung sehingga siswa dapat
mengekpresikan fikirannya dan bertanya secara bebas.
Pembelajaran jarak jauh secara online juga mampu menumbuhkan kemandirian
belajar siswa. Belajar tanpa bimbingan langsung dari guru membuat siswa secara
mandiri mencari informasi mengenai materi pembelajaran dan tugas-tugas yang
diberikan kepada mereka. Beberapa aktivitas yang dilakukan adalah membaca buku
referensi, artikel online, jurnal-jurnal ilmiah, atau berdiskusi dengan rekan sebaya
melalui applikasi-applikasi pesan instan. Kuo et al., (2014) menyatakan bahwa
pembelajaran secara online lebih bersifat student centered sehingga mampu
memunculkan tanggung jawab dan otonomi siswa dalam belajar.
Data penelitian juga menunjukkan bahwa banyak siswa yang kesulitan dalam
memahami materi pembelajaran yang diberikan secara online. Materi pembelajaran
yang kebanyakan berupa bahan bacaan tidak bisa dipahami secara menyeluruh oleh
siswa. Siswa beranggapan bahwa mambaca materi dan mengerjakan tugas saja tidak
cukup, mereka membutuhkan penjelasan langsung secara verbal dari guru mengenai
beberapa materi yang sifatnya kompleks. Komunikasi dengan guru melalui applikasi
pesan instan ataupun pada kolom diskusi yang disediakan oleh applikasi kelas-kelas
virtual tidak mampu memberikan penjelasan menyeluruh mengenai materi yang 7
sedang dibahas. Garrison & ClevelandInnes (2005) melakukan penelitian dengan
merekayasa keterlibatan guru dalam perkuliahan secara online. Pada kelas dimana
keterlibatan gurunya sangat sedikit, tidak menunjukkan adanya pembelajaran yang
mendalam dan bermakna. Interaksi dengan gurumenjadi sangat penting dalam
pembelajaran online karena mampu mengurangi jarak psikologis yang pada
gilirannya akan menuntun pada pembelajaran yang lebih baik (Swan,2002).
3) Pembelajaran Online Menekan Penyebaran Covid-19 di sekolah
Covid-19 merupakan penyakit dengan tingkat penyebaran yang tergolong cepat.
Penyakit ini disebabkan oleh virus Corona yang secara khusus menyerang sistem
pernafasan manusia (Rothan & Byrareddy, 2020). Pengendalian penyakit menular dapat
dilakukan dengan meminimalisir kontak antara orang yang terinfeksi dengan orang-orang
yang rentan ditulari (Caley, Philp, & McCracken, 2008). Menjaga jarak untuk mengurangi
kontak fisik yang berpotensi menularkan penyakit dikenal dengan istilah social
distancing
(Belletal.,2006).
Sebagai usaha untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah
membuat kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah. Pembelajaran ini
dilakukan menggunakan internet sehingga memungkinkan guru dan siswa untuk berada di
tempat yang berbeda selama proses pembelajaran. Guru dapat membuat materi ajar yang
dapat diakses oleh siswa secara online dari mana saja dan kapan saja. Menurut Stein
(2020) melaksanakan social distancing dianggap sebagai sebuah tindakan yang perlu
guna menekan penyebaran Covid-19. Penerapan pembelajaran online memungkinkan
siswa untuk mengikuti pembelajarandari rumah masing-masing. Mereka dapat mengakses
bahan ajar dan mengirimkan tugas yang diberikan oleh guru tanpa harus datang ke
sekolah hal ini dapat mengurangi potensi munculnya kerumunan di sekolah seperti yang
mungkin terjadi jika pembelajaran secara tatap muka di dalam kelas tetap dilaksanakan.
Di Indonesia, masalah penerapan pembelajaran jarak jauh sangat besar baik dari segi
pemerataan infrastruktur maupun biaya untuk mengakses internet. Untuk mengatasi
permasalahan tersebut, penelitian tentang perangkat pembelajaran jarak jauh terbaik dan
strategi implementasinya sangat diperlukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis strategi dan alat untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh yang
dapat diandalkan dan hemat biaya bagi siswa pada saat yang bersamaan. Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan dengan menganalisis survei angket 256 siswa di
Indonesia, penelitian ini merekomendasikan strategi kombinasi alat yang terdiri dari alat
Google Classroom
sebagai aplikasi pembelajaran, grup Whatsapp sebagai pesan siaran dan Zoom sebagai
media konferensi video untuk pembelajaran jarak jauh.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebagai usaha untuk menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah maka kepala
sekolah melaksanakan pembelajaran online sebagai alternatif pembelajaran konvensional.
Melalui penelitian ini kita dapat melihat bahwa secara umum siswa telah memiliki
fasilitasfasilitas dasar yang dibutuhkan untuk mengikuti pembelajaran online. Meski demikian,
terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, termasuk didalamnya ketersediaan layanan
internet dan biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh siswa. Pembelajaran online mendapat
tanggapan yang sangat baik dari siswa terutama mengenai fleksibilitas pelaksanaannya. Metode
pembelajaran ini juga mampu memicu munculnya kemandirian belajar dan mendorong siswa
untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Sayangnya, interaksi dalam pembelajaran online
memiliki batasan sehingga tidak memungkinkan guru untuk memantau secara langsung
aktivitas siswa selama perkuliahan.
Siswa juga kesulitan memahami bahan ajar yang disampaiakan secara online. Komunikasi
antara guru dengan siiswa yang terbatas melalui applikasi pesan instan ataupun melalui
kelaskelas virtual dirasa tidak cukup oleh siswa Pelaksanaan pembelajaran online
memungkinkan siswa untuk mengikuti pembelajaran dari rumah masing-masing. Hal ini
mendorong munculnya perilaku social distancingdan meminimalisir kemungkinan munculnya
kerumuna siswa di sekolah Dua hal ini merupakan langkahlangkah yang direkomendasikan
WHO dalam menekan penyebaran Covid-19. Meski demikian, pembelajaran online di daerah-
daerah yang tidak dijangkau jaringan internet harus diawasi karena berpotensi memunculkan
kerumunan di areaarea tertentu yang justru meningkatkan kemungkinan penyebaran Covid-19.
B. Saran
Kepada guru untuk memperhatikan kondisi geografis rumah siswa. Mungkin siswa yang
berada di area terpencil sedikit kesulitan untuk mengakses pelajaran Tidak semua siswa
kondisi ekonominya diatas rata-rata. Demkian makalah yang kami buat, semoga dapat
bermanfaat bagi para pembaca. Apabila ada saran dan kritik mohon disampaikan kepada
kami karna kami hanyalah hamba Allah yang tak luput dari kesalahan. Dan demi perbaikan
penulisan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arzayeva, M., Rakhimzhanov, K., Abdrahmanova, A., & Umitkaliev, U. (2015).
Special aspects of distance learning in educational system. Anthropologist, 22(3),
449– 454 . [Link] Bell, D., Nicoll, A.,
Fukuda,
K., Horby, P., Monto, A., Hayden, F., … Van Tam, J. (2006). Jusmawati,
(2020)Kolokium Internasional tentang Pendidikan Lingkungan (ICEE). Tersedia:
[Link] gerbang penelitian. Nonpharmaceutical interventions for pandemic
influenza, national and community measures. Emerging Infectious Diseases.
Jusmawati, S., & Irman, R. (2018). Strategi Belajar Mengajar. Makassarz: Rizky Artha
[Link], J. (2018). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Dengan Pendekatan Problem Solving Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Di
Kelas IV Inpres Bangkala III Kota Makassar. Socioedu Journal (Pendidikan, Sosial,
Humaniora), 1(2). A Abu, J Jusmawati, Z Makmur, J Jumladi, M Yusuf Tanggal penerbitan
2020/7