Anda di halaman 1dari 5

1

Empat teori perubahan sosial

Eni Mariam 1209404048 PMI B SEMESTER VI

EMPAT TEORI PERUBAHAN SOSIAL

1. TEORI SISTEM : MENCIPTAKAN KONSEP PERUBAHAN SOSIAL Pemikiran tentang sistem merupakan satu kesatuan yang kompleks terdiri dari berbagai antarhubungan dan dipisahkan dari lingkungan sekitarnya oleh batas tertentu. Organisme jelas merupakan contoh sebuah sistem, begitu pula molekul, bangunan, planet dan galaksi. Di tangan pakar teori sistem seperti Talcott Parsons (1902-1979) pemikiran tentang sistem sosial itu menemukan bentuknya yang umum dan dapat diterapkan secara universal. Berbicara tentang perubahan, kita membayangkan sesuatu yang terjadi setelah jangka waktu tertentu; kita berurusan dengan perbedaan keadaan yang diamati antara sebelum dan sesudah jangka waktu tertentu. Untuk dapat menyatakan Perbedaannya, ciri-ciri awal unit analisis harus diketahui dengan cermat meski terus berubah (Strasser & Randall, 1981:16). Jadi konsep dasar perubahan sosial mencakup tiga gagasan: (1) perbedaan; (2) pada awal berbeda; dan (3) di antara keadaan sistem sosial yang sama. Contoh definisi perubahan sosial yang bagus adalah seperti berikut : Perubahan sosial adalah setiap perubahan yang tak terulang dari sistem sosial sebagai satu kesatuan (Hawley, 1979:787). Perubahan sosial dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung pada sudut pengamatan: apakah dari sudut aspek, fragmen atau dimensi sistem sosialnya. Kombinasi atau gabungan hasil keadaan berbagai komponen seperti berikut : (1)

Empat teori perubahan sosial

Unsur-unsur pokok (misalnya: jumlah dan jenis individu, serta tindakan mereka); (2) Hubungan antarunsur (misalnya: ikatan sosial, loyalitas, ketergantungan, hubungan antaindividu, integritas); (3) Berfungsinya unsur-unsur di dalam sistem (misalnya: peran pekerjaan yang dimainkan oleh individu atau diperlukannya tindakan tertentu yang melestarikan ketertiban sosial); (4) Pemeliharaan batas (misalnya: kriteria untuk menentukan siapa saja yang termasuk anggota sistem, syarat penerimaan individu dalam kelompok, prinsip rekrutmen dalam organisasi, dan sebagainya); (5) Subsitem (misalnya: jumlah dan jenis seksi, segmen, atau divisi khusus yang dapat dibedakan); (6) Lingkungan (misalnya : keadaan alam atau lokasi geopolitik. Bila dipisahk-pisahkan menjadi komponen dan dimensi utamanya, teori sistem secara tak langsung menyatakan kemungkinan perubahan seperti : (1) Perubahan komposisi (misalnya, integrasi dari satu kelompok ke kelompok lain, menjadi anggota satu kelompok tertentu, pengurangan jumlah penduduk karena kelaparan, demobilisasi gerakan sosial, bubarnya suatu kelompok; (20 Perubahan struktur (misalnya, terciptanya ketimpangan, kristalisasi kekuasaan, munculnya ikatan persahabatan, terbentuknya kerja sama atau hubungan kompetitif); (3) Perubahan fungsi (misalnya, spesialisasi dan diferensiasi pekerjaan, hancurnya peran ekonomi keluarga, diterimanya peran yang diindoktrinasikan oleh Sekolah atau universitas); (4) Perubahan batas (misalnya, penggabungan beberapa kelompok, atau satu kelompok oleh kelompok lain, mengendurnya dan kriteria keanggotaan (5) kelompok dan

demoktratisasi

keanggotaan,

penaklukan);

Perubahan

hubungan

antasubsistem (misalnya, penguasaan rezim politik atas organisasi ekonomi, pengendalian keluarga dan keseluruhan kehidupan privat oleh pemerintah totaliter); (6) Perubahan lingkungan (misalnya, kerusakan ekologi, gempa bumi, munculnya wabah atau virus HIV, lenyapnya sistem biplar internasional).

Adakalanya perubahan hanya terjadi sebagian, terbatas ruang lingkupnya, tanpa menimbulkan akibat besar terhadap unsur lain dari sistem. Sistem sebagai keseluruhan tetap utuh, tak terjadi perubahan menyeluruh atas unsur-unsurnya meski

Empat teori perubahan sosial

di dalamnya terjadi perubahan sedikit demi sedikit. Dalam sistem sosial sering terlihat perubahan berangsur-angsur dari ciri-cirinya secara keseluruhan dan mengarah kepada ciri-ciri kuantitatif dan kualitatif baru (Granovetter, 1978). Perubahan structural dalam hubungan, organisasi dan ikatan antara unsur-unsur masyarakat : (1) Perubahan sosial adalah transforamsi dalam organisasi masyarakat, dalam pola pikir dan dalam prilaku pada waktu tertentu (Marcionis, 1987:638); (2) Perubahan sosial adalah modifikasi atau transformasi dalam pengorganisasian masyarakat (Persell, 1987:586); (3) Perubahan sosial mengacu pada variasi hubungan antarindividu, kelompok, organisasi, kultur dan masyarakat pada waktu tertentu (Ritzer, et.al, 1987:560); (4) Perubahan sosial adalah perubahan pola prilaku, hubungan sosial, lembaga dan struktur sosial pada waktu tertentu (Farley, 1990:626). Perubahan sosial dihubungkan melalui actor individual. Karenanya teori-teori tentang perubahan structural menunjukkan bagaimana cara variabel-variabel mikro

memegaruhi motif dan Pilihan individual dan bagaimana cara Pilihan individual ini selanjutnya mengubag variabel makro (Hernes, 1976:514). 2. TEORI ALTERNATIF : DINAMIKA KEHIDUPAN SOSIAL Ada dua kecenderungan intelektual yang menonjol : (1) penekanan pada kualitas dinamis realitas sosial yang dapat menyebar ke segala arah, yakni membayangkan masyarakat dalam keadaan bergerak (berproses); dan (2) tidak memperlakukan masyarakat (kelompok, organisasi) sebagai sebuah obyek dalam arti menyangkal konkretisasi (concretization) realitas sosial. Akibat metodologi pandangan dinamis tentang kehidupan sosial tersebut adalah penolakan keabsahan studi sinkronik murni dan menerima perspektif diakronik (historis). Toybee mengatakan : Mempelajari kehidupan manusia di saat tertentu jelas lebih bermanfaat, karena lebih realistis, ketimbang mempelajarinya dengan membayangkan berada dalam keadaan diam (1963:81).

Empat teori perubahan sosial

Semuanya itu merupakan proses pembentukan terus menerus ketimbang bentuk yang final; lebih merupakan proses strukturalisasi (Gidden (1985) ketimbang struktur yang mantap; merupakan proses pembentukan ketimbang bentuk yang final; merupakan lambang yang berfluktuasi (Elias, 1978) ketimbang pola yang kaku. Yang membedakan ikatan khusus ini sebagai keluarga dan melestarikanya di tangahtengah perubahan terus menerus adalah : (1) identifikasi psikologi; definisi diri, perasaan, kasih saying, kesetiaan; (2) kemungkinan eratnya hubungan secara periodik; (3) kualitas hubungan yang bersifat khusus: keintiman, menyeluruh dan spontanitas. Ada empat tipolgi (mengenai rumusan ini, lihat Sztompka, 19991:124-126) untuk membedakan empat dimensi atau aspek : ideal, normatif, interaksional, dan kesempatan. Hubungan sosial adalah sesuatu yang menghubungkan individu. Kesatuan yang dipersatukan oleh jaringan hubungan itu, yakni ikatan : (1) gagasan; (2) normatif; (3) tindakan; dan (4) perhatian. Di dalam keempat tingkatan hubungan sosiokultural itu berlangsung perubahan terus menerus. Akan terjadi (1) artikulasi, legitimasi, atau reformulasi gagasan terus menerus, kemunculan dan lenyapnya ideologi, kredo, doktrin dan teori; (2) pelembagaan, penguatan atau penolakan norma, nilai atau aturan secara terus menerus, kemunculan dan lenyapnya kode etik serta sistem hukum; (3) perluasan, diferensiasi dan pembentukan ulang saluran interaksi; (4) kristalisasi dan redistribusi kesempatan, perhatian, kesempatan hidup, timbul dan tenggelam, meluas dan meningkatnya hierarki sosial. Jadi, (1) perubahan sosial akan berbeda artinya antara keadaan satu masyarakat tertentu dalam jangka waktu yang berbeda; (2) proses sosial merupakan rentetan kejadian atau peristiwa sosial (perbedaan keadaan kehidupan sosial; (3) perkembangan sosial, kristalisasi sosial, dan artikulasi kehidupan sosial dalam berbagai dimensinya berasal dari kecenderungan internal; (4) kemajuan sosial atau setiap perkembangan sosial dipandang sebagai sesuatu yang menguntungkan.

Empat teori perubahan sosial

Perbedaan utama dari teori sistem terletak pada konseptualisasi perubahan dan proses sosial sebagai sesuatu yang benar-benar berlanjut dan tak pernah terputus, terbagai atau terpisah. Perubahan berlangsung tanpa henti dan keadaan sosiokultural jelas berbeda, terlepas dari apakah waktunya hampir bersamaan atau berjauhan. Pandangan ini mengingatkan orang pada kiasan kuno terkenal tentang sungai : Orang tak mungkin masuk ke dalam sungai yang sama dua kali karena airnya mengalir terus (Heraclitus, 1979).