Anda di halaman 1dari 10

THE LEGEND (1998-2008)

Karya W. Haryanto
I. SEBUAH MASA KINI PANGGUNG: Slide adegan peristiwa KudaTuli, Reformasi 1998, berupa potongan-potongan foto dan coretan-coretan yang menandai semangat perubahan, serpihan-serpihan yang dibuat secara acak mengesankan inkonsistensi dan produksi yang labil dari kesadaran terhadap perubahan. MUSIK: berupa permainan gesekan dan pukulan ritmis benda berunsur logam, kaleng, besi, dll. BLACKOUT PANGGUNG: Sebuah dimensi yang kosong. Sebuah pintu di tengah ruangan dengan korden dengan pola bunga-bunga, sebuah kursi di sebelah kiri pintu, dan 2 kursi lain di sebelah kanan menghadap ke kiri. ISMU duduk di kursi di samping pintu, membaca Koran dan seakan tak mau terlibat apapun dengan situasi yang lenggang disekitarnya. LAYLA muncul dari sebelah kiri panggung, gelisah, melihat jam tangan, lalu keluar ruangan.sebuah kaleng kosong Pepsi Twist ke lempar ke tengah ruangan. LAYLA keluar lagi, dia mencari-cari sesuatu tapi tak ketemu. LAYLA : Tuan! (menengok ke arah ISMU) ISMU : (diam tak mendengar, masih asyik dengan Koran yang dibacanya) LAYLA : (bergerak sedikit maju) tuan! ISMU : (menoleh ke pintu, lalu membaca Koran lagi) LAYLA : (mendekat lagi) tuan! (lebih keras) ISMU : (kembali menoleh ke pintu, ragu-ragu menyingkap korden, sama sekali tak melihat kea rah LAYLA) LAYLA : (kesal, sekarang berdiri di samping kiri ISMU) TUAN! ISMU : (kaget) .saya?? ucapan anda buat saya? (mengamati LAYLA selintas) LAYLA : Iya.Tuan mendengar sesuatu ISMU : Tentu. Seperti ada yang memanggil sayaTuan LAYLA : (kesal, berjalan agak menjauh)..tentu saja.(sebelum keluar ruangan, dia sedikit menoleh kea rah ISMU) karena kamu tidak PERNAH mau mendengar sesuatu dari luar dirimu PANGGUNG: Sebuah kaleng Pepsi Twist kembali di lempar ke tengah ruangan, 2 kali lemparan. ISMU hanya menoleh sedikit ke arah bunyi, tetapi kembali pada posisinya. LAYLA muncul tapi cuma berdiri, sedikit ragu, melihat ke tengah ruangan, ia berusaha memperkaitkan dirinya dengan situasi yang hendak dicarinya. LAYLA : Apakah kamu mendengar sesuatu?? (menoleh ke arah ISMU, kesal dan bernada mencibir) TENTU SAJA TIDAK. BLACKOUT PANGGUNG: KATRIN FIGGE sedang menunggu seseorang, duduk di kursi sebelah kanan. HADI muncul dari pintu, melirik ke arah KATRIN FIGGE, sesaat ia seperti memperhatikan sesuatu yang tidak biasanya. HADI : Anda menunggu saya? (sedikit percaya diri)...Maaf, tadi ada sedikit kerepotan yang mengusik sayatetapi itu tidaklah begitu penting sekarang saya

KATRIN FIGGE : (heran)oh, bukan, setahu saya, tamu saya itu seorang perempuan, itu saya tahu dari namanya, DIAH ARIMBI adalah perempuan, bukan? (sedikit diskriptif) dia juga menyatakan bahwa, dia berkait dengan gerakan FEMINIStentu anda bukan perempuan HADI : Ooooo..(sedikit malu). Dia memang sesekali kemari, untuk beberapa keperluan yang menjemukkan, sama seperti petugas pajak, dia suka mengesankan bahwa dirinya begitu penting dan menarikdia suka menyebut beberapa istilah dalam bahasa Inggris, itu menjemukkan sekali sedikit menjengkelkan kedengarannya, karena kami kurang akrab dengan istilah-istilahnyadan kami merasa skeptis jika menangkap nadanya, kadang terasa seperti cemooh KATRIN FIGGE : Itu karena pendidikan HADI : Kami sudah sering mendengar itu dari seseorang yang merasa berpendidikanOooo itu seringkali terdengar menggelikan KATRIN FIGGE : Maafanda sedikit mengganggu saya jika saudara tidak keberatan, sebaiknya saudara kembali pada keadaan saudara yang skeptis, dan anggap saja, percakapan kita tadi tidak pernah ada PANGGUNG: Sebuah kaleng Pepsi Twist dilempar dari luar ke dalam ruangan. KATRIN FIGGE : (menoleh ke arah kaleng) apakah ini kebiasaan ORANG-ORANG ini, kegaduhan, kehebohan, eforia HADI : Mereka agak kurang kerjaan, Mereka menolak PENDIDIKAN BARAT! (keluar dan memunguti serakan kaleng-kaleng Pepsi) maaf, jika anda kurang berkesan dengan hal ini, kami kadang tidak memperhitungkan jika gangguan semacam ini bisa memicu sedikit perasaan yang kurang enak (sedikit mengamati kaleng-kaleng, sedikit heran)Mereka memilih barang yang salah untuk dilempar, ini bukan kaleng COCA-COLA, ini di luar kebiasaan KATRIN FIGGE : Itu pasti ada maksudnya. HADI : Maksud anda? KATRIN FIGGE : Melempar sesuatu, memilih efek bunyi tertentu, dan simbol-simbol tertentu.adalah cara menyampaikan pesan tersembunyi dan sistematis ini semacam permainan, jika anda ingin menyampaikan sesuatu, pesan tertentu, maka modulnya akan dipilih agar pesan itu terdengar jelas dan tidak bias HADI : Waduh, ini terlalu rumit buat saya, saya kurang suka dengan relasi semacam inipesan dan PEPSI TWIST?? (geleng-geleng kepala, berjalan ke luar) maaf, saya ada kerjaan lain(masuk ke pintu) BLACKOUT PANGGUNG: Lampu meredup. Lampu (II) di sebelah kiri menyala. BIMO PETRUS terduduk dengan posisi badan terikat, dan mata tertutup, dan seorang INTEL TENTARA berdiri di belakangnya. INTEL TENTARA : Masih percaya dengan TUHAN? (memegangi bahu BIMO PETRUS) BIMO PETRUS : Dua bulan laluiya itu yang kuingat. INTEL TENTARA : Maksudmu? BIMO PETRUS : Aku tak tahu relevansinya dengan dirikuaku dididik untuk melihat dan mendengartapi aku masih meyakini, hubunganku dengan DIA, DIA melihatku saat ini, DIA bisa merasakan pikiran-pikirankuya, DIA sedang membaca pikiran-pikiranku. INTEL TENTARA : (sedikit menyindir)tapi, belum pasti DIA membenarkan tindakanmu, jika tidak

BIMO PETRUS : Jika tidak?? Adakah perbedaan yang tegas, antara MEMBENARKAN dan TIDAK? Adakah ini juga sekaligus memberi sebuah penilaian tertentuTuhan, tidak biasanyamemberi maksud yang terbatas kepada hasil tindakan kita.DIA suka memberi kita keluasan dengan imajinasi kita, DIA meninggalkan kita pada ruang yang dia biarkan tanpa pesan apapun INTEL TENTARA : (melangkah ke sebelah kiri, meletakkan tangannya ke belakang, sedikit menengok ke arah) itu jika kamu memberi DIA kepuasan BIMO PETRUS : Kepuasan?? INTEL TENTARA : Ya, kekuasaan yang tak terbatasseperti pukulan besi kepada besi, atau seperti tatapan seekor harimauDIA seorang solitaire, DIA punya energi mengontrol segala sesuatunya dengan tatapan yang efektif, DIA mengambil posisi pada sudut diagonal, DIA bisa mengawasi segala sesuatu tanpa perlu memindahkan badan, cukup dengan lirikan yang acuh PANGGUNG: Kaleng PEPSI TWIST kembali dilempar, 2 atau 3 kaleng berserakan di ruangan tengah. BIMO PETRUS : (sedikit kaget) itu! Itukah.?? (dia mencari-cari arah lemparan) INTEL TENTARA : (ikut-ikut kaget)bukan, itu cuma lemparan kecil, terlalu sederhanaitu adalah bagian dari masa lalumu.itu keberanian yang konyolcuhh (meludah) BLACKOUT BOWO: (muncul dengan tergesa dari pintu) ini adegan yang sulitkita disibukkan dengan hal-hal sepele.(memunguti kaleng-kaleng PEPSI TWIST, terkesan malas) ISMU : Anda memanggil saya(muncul dan mengambil posisi duduk di kursi) BOWO: Saya?? (menoleh ke seluruh ruangan, mencari-cari orang lain, tapi tak menemukan siapapun)Saya?? (ragu-ragu, bernada pertanyaan) ISMU : Saya mendengar suara anda tadi(bernada menuduh) TUAN ISMU, TUAN ISMU.itu suara anda?? LAYLA : TUAN ISMU(tiba-tiba berdiri di sebelah kiri ISMU, sedikit membentak) ISMU : (kaget) Ehh(menoleh ke arah LAYLA) LAYLA : BUKAN DIA.TUAN ISMU (mengejek) BOWO: Iyaaiyaa, bukan saya.Karena saya tidak tahu jam berapa sekarang. (berjalan terburu-buru memasuki pintu) ISMU : (bingung) tapi suara dia mirip PEREMPUANBENAR-BENAR SEPERTI PEREMPUAN LAYLA : Memang dia kadang seperti PEREMPUAN, kadang dia memainkan perannya dengan agak ceroboh, dia suka berlebihan dengan memainkan tangannya.dia kurang teliti, kurang jeli.lalu sebuah kecelakaan terjadi dengan tidak sengaja ISMU : (bingung) kecelakaan?? LAYLA : Jika anda terburu-buru, tentu, tangan anda dengan tidak sengaja menyenggol sesuatu.lalu BUMM!! Sesuatu jatuh dari tangannyaBUMM!! PANGGUNG: BOWO muncul di sebelah kiri panggung, dengan paksa memasukkan kalengkaleng PEPSI ke saku BIMO PETRUS, membuka ikatan pada tangan BIMO dan menggelandang BIMO keluar. BLACKOUT PANGGUNG: Sepasang kursi berhadapan, dengan sebuah meja. KATRINE FIGGE sedang duduk menunggu, sedikit gelisah, melirik jam tangannya. Dari gorden HADI muncul, hanya dengan melongokkan kepala. HADI : Dia belum muncul?? (sedikit ingin tahu)

KATRINE FIGGE : (menggeleng, memberi kesan enggan pada pertanyaan HADI) baru 1 jam, 1 jam lebih lima belas menit dua puluh detik.ini cukup bagiku untuk memberi kesan khusus tentang dirinya HADI : Anda perlu membiasakannya, cukup mudah memahami apa yang terjadi di sini.jika anda terlibat dengan waktu agraris (sedikit mendekati KATRINE FIGGE) KATRINE FIGGE : Apa maksudnya? Agraris?? HADI : Kami dibiasakan mengenali waktu dengan beberapa aktivitas yang jelas, jam makan siang adalah jam 12.00, jam minum kopi adalah jam 7.00 pagi jika anda hanya menjanjikan jam 10.00 lebih sepuluh menit, maka kami kurang memahami itu KATRINE FIGGE : OOO. DIAH ARIMBI : (berteriak dari luar ruangan) Saya baru datang(berjalan terburu-buru, menengok ke arah HADI dengan muka kurang suka).kami ada sedikit urusan, ini tak ada kaitannya dengan takhayul-takhayulmu, ini sebuah sainsanda paham (sedikit menghardik pada HADI) HADI : Jika kita salah membaca buku, pasti kita jadi kesurupan(lalu masuk ke dalam) KATRINE FIGGE : Hari yang aneh DIAH ARIMBI : Ya, kadang-kadang.apapun yang terjadi di sini, kesannya sering aneh, janggalkita kadang menemukan orang-orang yang kurang bermanfaat dan mereka selalu membentuk eksistensinya dengan mengucapkan hal-hal yang kurang edukatif KATRINE FIGGE : Benar-benar hari yang aneh. DIAH ARIMBI : Ya, tentu saja(dengan nada penuh percaya diri), di sini, kebanyakan orang-orang cenderung skeptis bila menghadapi pendidikan baratdan efeknya, seperti yang anda rasakan tadi, hari yang aneh KATRINE FIGGE : Oh ya, boleh tahu, jam berapa sekarang. DIAH ARIMBI : Ini jam makan siang. MUSIK: Muncul teriakan Awas onde-onde panas disusul bunyi pukulan kaleng Pepsi, botol Aqua, plastik kantong yang kacau. BLACKOUT LAYLA : (membawa ember berisi tumpukan baju) bulan akan jatuh dari orbit (berhenti di tengah ruangan).dan kita masih percaya dengan takhayul-takhayul, BARAT akan menemukan kita yang terlunta, kelaparan, bermimpi sedang menarik kekang kuda tunggangan yang gagah(menata tumpukan baju pada lantai, seperti menyusun sebuah pohon keluarga) lalu BARAT memberi kita buku-buku tafsir, mencuri sebagian besar ingatan kita, menjebak kita pada tumpukan rekening pajak, birokrasi, dan setumpuk kebingungan (tanpa rasa bimbang, dia meninggalkan pola yang disusun di lantai) II ALBUM KELUARGA PANGGUNG: Slide film tentang keluarga, potongan foto-foto yang dibuat acak. BLACKOUT PANGGUNG: Kain putih menjadi dimensi di belakang panggung. Benda di dalam ruangan hanya sebuah kursi membelakangi penonton, di sebelah kiri kursi ada tumpukan bukubuku tebal. Ayah Bimo Petrus, duduk membelakangi penonton sambil asyik membaca sebuah album foto. Di sebelah kiri dan kanan, ada beberapa tong yang diletakkan pada bidang yang sedikit tinggi.

LAMPU: Sebuah lampu menyorot ke layar putih. Lampu-lampu merah menyala di balik tong-tong. Beberapa sosok pakai topeng berdiri di belakang tong-tong, dia mengacungacungkan sapu lidi, menimbulkan bunyi gemerisik dan ritmis BIMO PETRUS : (muncul dari sebelah kiri panggung, dengan membawa beberapa kaleng Pepsi, hati-hati berjalan, tapi tiba-tiba ia menjatuhkan kaleng-kaleng itu, lalu buru-buru memungutinya) PAPA BIMO : Di sini, ternyata aku telah mencium kedatangan mereka. Sebuah kebajikan semu. Partai-partai yang menjual organ tubuh orang tuanya yang BELUM LAMA mati, mereka membiarkan bau busuk itu.Bimo!! Itukah kamu BIMO?? BIMO PETRUS : (masih disibukkan dengan kaleng-kaleng Pepsi yang jatuh) Saya tidak tahu Papa ada di sini.kupikir, cahaya ruangan terlalu redup untuk mengenali apapun yang tertulis di bawah foto-foto itu. Kata-kata itu sudah kusam Pa (bernada arak meratap).kata-kata itu mulai kabur, hampir tak meninggalkan kesan apapun, ruangan ini terlalu gelap buat Papa, terlalu gelap Pa PAPA BIMO : Aku tak perlu membacanya dengan rinci, aku bisa melihatnya meski dalam kegelapan. BIMO PETRUS : Tapi itu terlalu menyiksa, Pa. PAPA BIMO : Ini jauh lebih menyenangkan, daripada tidak bisa melihat sesuatu dalam suasana yang terang benderang.Bimo, kamu masih di situ? (menutup album, kepalanya menoleh ke sebelah kiri) BIMO PETRUS : Aku masih di sini, Pa, aku ada di dekat Papa, aku bisa mencium bau kretek Papa sama dekatnya dengan aku mencium bau mulutku selama 1 minggu belakangan ini.Ini hubungan kita yang paling dekat dibandingkan 10 tahun terakhir, kita lama tidak sedekat ini, sudah terlalu lama Pa PAPA BIMO : Kamu merindukan kedekatan seperti ini?? BIMO PETRUS : Iya.dua tiga hari terakhir, setelah kedatangan mereka dan mereka membiarkanku dalam keadaan yang tak teraba, kecuali siksaan demi siksaan, pertanyaan demi pertanyaan, MEREKA memaksa aku mengakui sesuatu yang telah aku lakukan (terdiam sesaat, lalu mengamati kalengkaleng PEPSI lebih cermat)salah satu kawan kami tiba-tiba keluar dari rombongan, dia tak memberi pesan apapun, dia meninggalkan kami dan membiarkan kami mencari-cari dialalu MEREKA muncul PAPA BIMO : Kurang jelas suaramu. BIMO PETRUS : Suara?? Hah?? Tak perlu suara-suara yang lantang saat ini, kebajikan tak bisa kita sentuh dengan sentuhan jari, tapi kita bisa merasakannya dengan menghembuskan nafas pada kaca jendela, ada uap nafas kita yang tercetak dengan tegas tapi itu kadang palsu Pa.. PANGGUNG: Beberapa sosok berdiri di belakang tong. Membunyikan tong-tong seperti derap sepatu. PAPA BIMO : Bimoo!! Aku tak mendengarmu!! Dimana kamu?? Bimoo.! (mencari-cari sesuatu) Aku tak mendengarmu!! Bimo dimana kamu??

BLACKOUT PANGGUNG: Lampu-lampu merah dibalik tong menyala. Sosok-sosong pemukul tong turun dengan tergesa, mereka meringkus BIMO PETRUS, dan mengikatnya pada kursi, INTEL TENTARA muncul dari sebelah kiri. Sosok-sosok yang meringkus BIMO PETRUS segera meninggalkan ruangan dengan tergesa.

INTEL TENTARA : (menyalakan rokok, berjalan mendekati BIMO PETRUS, dan mengambil salah satu buku) BIMO PETRUS : Jam berapa sekarang?? INTEL TENTARA : (diam dan tak perduli) BIMO PETRUS : Hari apa sekarang?? INTEL TENTARA : (mengembalikan buku pada tumpukan) Waktu?? Kamu masih percaya dengan waktu, Waktu yang telah mengkhianatimu seperti temantemanmu sekarangKamu sendirian.. BIMO PETRUS : Kemana mereka? Kamu mengambilnya juga?? INTEL TENTARA : Tidak, aku tidak tertarik dengan permainan lama itu. Aku cuma memberi sedikit upah dari pengkhianatan mereka BIMO PETRUS : Maereka?? Semuanya?? INTEL TENTARA : Hanya beberapa, sisanya menghilang, sebagian yang lain merasa tidak mengenali kamu, mereka sengaja membiarkan mimpi-mimpi itu seperti cinta monyet di masa SMU.menyenangkan untuk diingat, tapi tidak untuk diungkit-ungkit.kamu tahu kan apa artinya BIMO PETRUS : (diam, sedikit geram) Tuhan.. INTEL TENTARA : DIA tidak melihatmu kawan mudaku, DIA ada kesibukan lain. BLACKOUT PANGGUNG: Film pendek tentang masa kecil BIMO PETRUS, AYAH BIMO PETRUS terduduk dalam masa lalunya. ADIK BIMO PETRUS : Hari yang berat untuk mengingat-ingat, Pa. PAPA BIMO PETRUS : IyaTapi cuma dengan beginiaku bisa merasakan kehadiran kakakmu, aku bisa mengingat dengan jelas semua yang dia ucapkan, kebiasaan-kebiasaannya, juga apa yang belum sempat ia ucapkan lewat kata-kata. ADIK BIMO PETRUS : Tapi ia tidak di sini. PAPA BIMO PETRUS : Tidak di sini?? Apa maksudmu? Kamu tidak mencintai kakakmu? ADIK BIMO PETRUS : Cinta itu menyembuhkan, bukan memperdalam lukaPapa kelewat dalam mengingatnya, itu sedikit berlebihan III. HIBRIDITAS PANGGUNG: Dua buah kursi berjajar. DIAH ARIMBI duduk sambil membaca majalah Femina, sesekali disibukkan dengan HP yang terus berdering. Sebuah kaleng Pepsi dilempar ke dalam ruangan. LAYLA muncul LAYLA : Nyonya! DIAH ARIMBI : Ya. LAYLA : Anda mendengar sesuatu?? DIAH ARIMB : Cuma bunyi kaleng yang dilempar, seperti biasanya. LAYLA : Oooh, bukan..tapi bunyi seperti dua bocah yang sedang berlarian DIAH ARIMBI : Tidak ada bocah di sini, itu terlalu merepotkan, aku kurang tertarik jika itu memang melintas di sini. LAYLA : Berapa umur nyonya?? DIAH ARIMBI : Kenapa? LAYLA : Cuma pertanyaan antar sesama perempuan. DIAH ARIMBI : 40 tahun LAYLA : Sudah menikah?? DIAH ARIMBI : Bukan pertanyaan menarik.itu terlalu pribadi, jika saya mau menjawab.tapi jika anda memaksa, SEBAGAI ANTAR PEREMPUAN, aku bilang begini: itu juga sangat merepotkan.itu hanya memberi tambahan pekerjaan, dan membelenggu kita .

LALYA

: Membelenggu? Tapi menurutku itu lompatan pikiran yang membingungkan. Masa kecil anda kurang bahagia, menurutku, maaf anda menjadi agak sentimentil, jika anda meletakkan SATU SISI dari diri anda pada relasi sederhana dengan keluarga terdekat. Anda merasa berada pada sisi yang lain DIAH ARIMBI : Itu efek.Pendidikan! Barat! Kita DI SINI dikelabuhi mimpi-mimpi kebahagiaan, punya anak, keluarga, lalu melepaskan seluruh dimensi yang sebenarnya bisa kita capai tanpa bataskarier! LALYA : Karier?? Untuk apa?? Apa pentingnya?? Toh, jika kita telah menggapainyakita tetap saja mengalami kesepian Ada sebuah cerita menarik tentang seorang mutant, yang terlahir di dalam tabung sampai ia berusia sekitar 17 tahun, dia kehilangan ingatan tentang sebuah keluarga. Secara biologis dia berasal kloning dari seseorang, sampai suatu saat dia berhasil menemukan Sang Ayah dan Sang Ibu biologisnya, dia justru takut mengungkap siapa dirinyadia melihat orang tuanya, sebagai orang lainlalu dia mati sendirian, tanpa seorangpun yang mengingatnya PANGGUNG: Lampu meredup. SLIDE: Seorang bocah yang berlari, melintasi lorong kamar, berhenti di pintu di penghujung lorong, adegan ini berganti dengan slide-slide foto keluarga yang agak buram, IV. DEFINISI WANITA PANGGUNG: Sebuah lorong di satu sudut kota yang kumuh. Dinding sebelah kiri terdapat coretan graffiti, di sebelah kanan terdapat sebuah tangga menuju ruang atas. DIAH ARIMBI duduk tak perduli, menghabiskan fokusnya pada sebuah buku. Beberapa perempuan muncul dengan membawa payung, bergerombol, agak terburu-buru, berhenti sejenak di depan DIAH ARIMBI. Payung-payung itu dibentuk seperti tameng, lalu salah satu perempuan sedikit melongok DIAH ARIMBI LALYA DIAH ARIMBI LALYA (merasa heran, dan sedikit terganggu) Heh Maaf, anda tahu letak toilet terdekat. (menoleh ke kiri ke kanan, masih diliputi perasaan bingung) Saya?? IYA. SAYA BERTANYA PADA ANDA, anda tahu letak toilet terdekatdi sini, tak ada orang lain lagi kan? Cuma anda DIAH ARIMBI : Bukan, bukanpertanyaan itu yang ganjil, TOILET TERDEKAT?? Coba mbak amati apa yang ada di sini (berdiri, berjalan dan mengamati sekeliling) Ini adalah sebuah lorong di bawah tangga, dan di atas ada jalan yang cukup ramai dan bising, orang silih berganti, saling tidak perdulihampir tak ada orang yang mengingat tempat yang bernama toilet, pertanyaan yang ganjil. LAYLA : Anda masih punya kelamin kan? DIAH ARIMBI : Apa?? TENTU SAJA (sebal) LAYLA : Kapan terakhir anda merasa MEMILIKINYA? Apa yang anda lakukan dengan kelamin anda DIAH ARIMBI : Kencing. LAYLA : Jika kencing, apa yang anda cari?? Toilet kan?? Itu yang anda bilang tadi PERTANYAAN GANJIL.Jika anda duduk berlama-lama di sini, tentu ada saat-saat tertentu kandung kemih anda mau meletus DIAH ARIMBI : Saya cari toilet LAYLA : Nah itudimana? DIAH ARIMBI : (diam) LAYLA : Heh, anda meragukan jawaban anda sendiri DIAH ARIMBI : Bukan, bukan itu.saya lama tak punya keinginan ke toilet, saya saya. : : : :

LAYLA : Anda kehilangan kelamin?? DIAH ARIMBI : Saya juga mau ke toilettapi saya tak tahu dimana ituaduhh..(bingung sendiri, lalu terburu-buru membereskan buku-bukunya, lalu bersiap beranjak)anda tahu letak toilet terdekat? LAYLA : ITU PERTANYAAN SAYA TADItapi anda tak punya jawaban, kita sama-sama tak punya jawaban(masuk kembali dalam formasi, bergerak menghilang ke sebelah kiri) V. USAI PENDARATAN TENTARA SEKUTU DI SEMENANJUNG NORMANDIA PANGGUNG: Slide pendek tentang Perang Dunia ke-2, dibentuk seperti rangkaian dialog antar ekspresi-ekspresi unik sebagai efek perang. Beberapa sosok muncul dari beberapa sudut dengan membawa senter kecil, berputar dan membentuk lintasan cahaya yang acak. SOSOK I: (mengeluh) Ini sudah keterlaluandimana kita? Jam berapa? Hari apa? SOSOK II : Ini sebuah ruang yang besar, kita tak menemukan tanda-tanda apapun. SOSOK I: Aduh (merintih).aku tak merasakan perbedaan apapun, langkahku tak menyentuh apapun, aku hanya meraba-raba dalam kekosonganmungkinkah ini hari Minggu?? Tapi dimana letak rombongan yang memainkan komedi di jam sembilan pagi, tapi ini sudah gelap benarmereka pasti sudah pergi sejak tadi SOSOK I: Hari Minggu?? (mengeluh) Seharusnya, aku sedang menikmati segelas kopi, lalu anak-anakku, Andre dan Bram sedang berteriak-teriak, berkelahi, melempar mainan mereka, lalu istriku dengan sedikit kesal menggendong Bram, si kecil yang paling cerewet, membawanya masuk, si Andre tertawa penuh kemenangan, aku membiarkan dia menikmati kemenangannya yang sesaat tapi SOSOK II : Tapi benarkah ini hari Minggu?? SOSOK I: Ini pasti hari Minggu, aku tahu perbedaannya, baunya, udaranya, ini hari Minggu. SOSOK II : Tapi kemana rombongan sandiwara itu?? Kemana cerita-cerita tentang keluargamu.kita tak bisa menggali ruang ini dengan utuh, kita hanya merabaraba, anginpun tak terasa, kita cuma bisa menggali sesuatu dari pikiran kita, kita cuma memutari kegelapan SOSOK I: (sedikit histeris) Aha, aku baru ingattidak lama sebelum ini, setelah bunyi tembakan terakhir, seorang tentara mendekatiku, dia bilang INI HARI SENIN, INI JAM 7 SOSOK II : Ya, aku ingatMEREKA muncul dalam rombongan yang lelah dan kesepian, tentara-tentara itu terlalu muda, mereka saling menukar nama satu sama lain ADA SEBUAH JALAN, yang menemukanku dari ketakutan. Mereka seperti berusaha mematikan kengerianku, Mereka merayuku, ANDA LEBIH CANTIK DARI PEREMPUAN-PEREMPUAN LONDON. Baru, aku tahu, ternyata aku perempuan. (sedikit histeris) Ternyata aku perempuan(sedikit malu-malu) Lama, aku melupakan keadaan diriku. Perang ini membingungkankuaku cuma ingin rombongan sandiwara itu kembali memainkan dialog yang paling kusuka: PANGERANKU, BERI AKU SEDIKIT CIUMANMU, lalu si Pangeran membungkuk dan. MUSIK: Musik Edith Piaff mengalun perlahan, diselingi bunyi pukulan-pukulan besi yang teratur seperti detak jam. SOSOK I: Istriku muncul dari dapur, lalu mengomentari kompor rumah kami yang rusak, dia membanding-bandingkan keadaan kami sebelum perang. Lalu kami menemukan hari minggu yang berbeda, sangat berbeda, bunyi-bunyi tembakan yang memberi garis-garis di udara.

SOSOK II : Tapi dia terlalu berlebihan, tidak ada yang berulangkita tak mungkin berbalik, lalu kembali melintasi tempat-tempat yang dulu kita tinggalkan SOSOK I: Dia tak mau berdamai dengan waktudia suka melakukan hal-hal yang membosankan, menata kembali barang-barang yang telah dipindahkan, mengulangi lagi, mengulangi lagi. VI. RELATIVITAS PANGGUNG: Sebuah Lorong kota. Sebuah dialog pendek antara DIAH ARIMBI dengan ABDUL LATIF seorang jurnalis DIAH ARIMBI : Ibu saya seorang pelarian, dia masih perempuan belia ketika pendaratan pertamaitu terjadi di hari Minggu, ketika sebagian besar pikiran tertuju pada kelompok sandiwara keliling, sebuah lakon komedi yang cukup menggemaskan.Ibuku memimpikan HARI ITU, setiap hari, sering dia mengucapkannya setiap mau makan.lalu gelap seketika ABDUL LATIF : Gelap?? DIAH ARIMBI : Subuh masih belia, ketika Ibu saya banguntiba-tiba dia tidak berada di tempat semestinya, dia tidak mengenali apa yang terjadi di sekitarnya, semuanya asing dan janggal.MULA-MULA GELAP.ketika cahaya pertama muncul, dia telah berada jauh ABDUL LATIF : Jauh?? DIAH ARIMBI : Itu bukan Normandia, Ibu saya tak mengenali apapun di sekitarnya, celakanya Ibu saya kehilangan drama komedia yang dia nanti-nantikan sepanjang waktu, Kelompok sandiwara itu tak pernah lagi dia lihatdia berada jauhAyah saya menemukan dirinya yang kebingunganlalu kecelakaan itu ABDUL LATIF : Kecelakaan?? DIAH ARIMBI : Ini definisi yang sulitmaaf, ini sesuatu yang rumit.MEREKA MENIKAH bahkan, Ibu saya tak menyadari relasi itu, pernikahan itu seperti gelas yang tiba-tiba terlepas dari tangan, di bulan Maret yang membingungkan, ketika itu Ibu melihat keadaan Ayah saya, itu pertama kalinya, tubuh Jawa Ayah yang coklat kehitaman, juga pikiran-pikiran Ayah yang berlama-lama di depan perapian, dari hari ke hari, Ibu mengamati Ayah dari jarak yang jauh PANGGUNG: LAYLA muncul. Dia menunjukkan wajah kurang suka, tatapannya sedikit mengejek, dia berdiri di ujung tangga, menutup payung yang dibawanya. LAYLA : Itu sentimental.(berdiri, mengambil jarak, mengambil posisi di sebelah kiri, memainkan payung) kupikir tak ada hubungan seistimewa itu, jauh dari sekarang, itu lazim terjadi, itu ketika ORANG-ORANG PUTIH menghasut kami dengan cerita-cerita aneh DIAH ARIMBI : Ya, sebuah komedia di hari Minggu, kelompok sandiwara itu memilih hari yang cukup istimewa, hari dimana keluarga-keluarga miskin berkumpul dekat Balai KotaMereka meninggalkan 7 hari yang membosankan, lalu mereka tersedot pada sesuatu yang seakan NYATA, Sandiwara itu! ABDUL LATIF : Perang itu?? Apakah itu NYATA? DIAH ARIMBI : Itu seperti potongan mimpi, Ibu saya suka menghubung-hubungkan dengan PERCERAIAN kakek-nenek kami, anjing-anjing mereka yang cuma meninggalkan bayangan kosong, mereka tak mengenali Ibu sayaaah, (mengeluh) Ibu saya masih cukup belia, dia MERASA ANEH ditinggalkan di meja makan, lalu dia mulai bicara sendiri.seperti linglung atau apa, dia mulai menyebut-nyebut Rombongan Sandiwara ABDUL LATIF : Apakah Perang itu juga khayalannya?

LAYLA

: Itu SIMBOL dari perceraian, rasa takut yang anyir, kemarahan yang tak bisa disebutkan (lalu, berniat beranjak pergi)

VII. EUFORIA PANGGUNG: Rombongan wanita berpayung turun dari tangga. SEPERTI SEJARAH. Mereka tidak menimbulkan perubahan apapun terhadap ruang, kecuali suara-suara agak berisik. Suara-suara itu mirip Kemarahan yang tertekan . (Studio MataAngin Unair)

10