Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum Kimia Bahan Alam

Nama NIM

: Sri Mulyani : G44080002

Kelompok : B-Pagi Hari/Tgl Asisten PJP : Selasa, 11 Oktober 2011 : Pertiwi Umul J. : Dudi Tohir, MS

ISOLASI STIGMASTEROL DARI KACANG KEDELAI

DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011

PENDAHULUAN Latar Belakang Steroid merupakan kelompok lipid yang tidak tersabunkan. Jenis steroid yang paling banyak terdapat pada tumbuhan adalah fitosterol. Fitosterol merupakan komponen triterpenoid yang strukturnya mirip dengan kolesterol dan banyak ditemukan pada tumbuhan , yeast, mold, dan fungi. Fitosterol memiliki steroid sebagai rangka struktur dengan gugus hidroksil menempel pada C-3 dari cincin A, dan rantai alifatik pada atom C-17 dari cincin D, Jenis Fitosterol yang paling umum terdapat pada tumbuhan adalah sitosterol dan campesterol. Fitosterol banyak dimanfaatkan dalam bidang farmasi, makanan, dan kosmetik karena aktivitas biologi, fisik dan kimianya yang khas (Pateh 2009).

Gambar 1 Rangka steroid (Pateh 2009)

Gambar 2 Struktur sitosterol

Gambar 3 Struktur campesterol

Kedelai merupakan salah satu tumbuhan yang kaya akan protein, vitamin, mineral, dan senyawaan fitosterol. Fitosterol yang lazim menyusun minyak kedelai dalah -sitosterol, stigmasterol, kampesterol, dan brasikasterol (Derewiaka 2010). Minyak kedelai banyak digunakan dalam industri makanan. Permintaan pasar dunia untuk minyak kedelai mencapai 2030%. Kandungan fitosterol dan stigmaserol pada minyak kedelai di pasaran masih rendah, hanya mencapai 56%. Befbagai macam penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan kadar fitosterol seperti ekstraksi cairan superkritis, netralisasi, pemisahan membrane, esterifikasi enzimatik, dll (Torres et al 2009).

Gambar 4 Struktur stigmasterol

Tujuan Praktikum bertujuan menghitung rendemen minyak kasar kedelai, mengisolasi steroid, dan melakukan uji kualitatif untuk steroid.

BAHAN DAN METODE Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam adalah labu bulat, refluks, soxhlet, rotafavor, penangas uap, pengaduk, gelas piala, sudip, erlenmeyer, kertas saring, corong buchner, dan pipet. Bahanbahan yang digunakan adalah tepung kedelai, pelarut n-heksana, etanol absolut, KOH, akuades, petroleum eter, n-pentanol, ekstrak minyak kasar, fitosterol, stigmasterol, dan dietil eter.

Metode Percobaan Ekstraksi Minyak Kasar Kedelai Labu bulat kosong yang telah dikeringkan ditimbang. Sebanyak 50 g tepung kedelai dimasukkan ke dalam labu dan soxhlet menggunakan pelarut n-heksana selama 1 jam dengan beberapa sirkulasi. Setelah itu, pelarut diuapkan dengan menggunakan rotavapor. Labu yang berisi ekstrak minyak kasar ditimbang dan ditentukan rendemen minyak kasar yang diperoleh.

Isolasi Fitosterol dan Minyak Kasar Sebanyak 5 g minyak kedelai kasar ditambahkan 25 ml etanol absolut dan 4,25 g KOH yang dilarutkan dengan sesedikit mungkin air. Larutan direfluks selama 1 jam dengan penangas uap. Setelah proses saponifikasi, larutan tersebut ditambahkan 25 ml air dan ekstrak larutan dengan etil eter (310 ml). Lipid yang taktersabunkan diekstrak dengan cara pengadukan selam 15 menit, enap-tuangkan, dan lapisan eter dipisahkan. Ekstrak dipekatkan hingga volumenya menjadi setengahnya, sisa alkali dicuci dengan air. Kemudian ekstrak dipekatkan kembali dengan penguap putar pada suhu 40 C sampai bebas pelarut.

Isolasi Stigmasterol dari Campuran Fitosterol dengan Metode Rekristalisasi Sebanyak 5 g ekstrak pekat fitosterol dan 15 ml n-pentanol dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Erlenmeyer diletakkan dalam penangas air 60 C dan diaduk selama 10 menit.

Setelah contoh larut sempurna, larutan didinginkan dalam ruangan gelap. Kristal stigmasterol yang diperoleh disaring menggunakan corong buchner dengan kertas saring yang telah diketahui bobotnya. Kristal dikeringkan pada suhu 60 C kemudian ditimbang. Stigmasterol dengan kemurnian tinggi dapat diperoleh jika rekristalisasi dilakukan secara berulang.

Uji Kualitatif Sterol Sebanyak 0,3 g ekstrak minyak kasar, fitosterol, dan stigmasterol ditambahkan 2 ml dietil eter, lalu dikocok. Lapisan dietil eter dipisahkan dan ditambahkan pereaksi LiebermannBuchard. Keberadaan steroid atau triterpenoid ditunjukkan dengan terbentuknya warna hijaubiru.

HASIL DAN PEMBAHASAN Ekstraksi minyak kasar dari kedelai dilakukan dengan metode soxhletasi. Pelarut yang digunakan adalah n-heksana karena memiliki tingkat kepolaran yang hampir sama dengan minyak sehingga dapat melarutkan minyak dengan baik. Berdasarkan percobaan, rerata hasil rendemen yang diperoleh adalah 13,28%. Isolasi fitosterol dari minyak kedelai dilakukan berdasarkan reaksi penyabunan dengan NaOH dan alkohol. Produk dari raeksi ini adalah fitosterol dan garam karboksilat. Keduaya dipisahkan dengan ekstrasi cair-cair menggunakan air dan dietil eter. Fitosterol akan larut pada fraksi dietil eter. Larutan dipekatkan sampai bebas pelarut dan dihasilkan fitosterol yang berupa endapan berwarna putih.

Gambar 5 fitosterol hasil isolasi dari minyak kedelai

Stigmasterol

diisolasi

dari

campuran

fitosterol

dengan

menggunakan

metode

rekristalisasi. Hasil minyak kasar kedelai, fitosterol, dan stigmasterol yang dihasilkan diuji dengan metode Liebermann Buchard. Prinsip dari metode ini adalah reaksi antara cincin pada

steroid dengan reagen sulfat yang menimbulkan cincin berwarna hijau kebiruan. Uji Liebermann-Buchard pada ekstrak minyak kasar dan fitosterol menunjukkan hasil positif sedangkan pada stigmasterol hasil uji negatif. Hal ini disebabkan kesalahan pada saat proses kristalisasi sehingga kristal yang dihasilkan kurang baik dan tidak murni.

Gambar 6 Hasil uji kualitatif sterol pada minyak Kasar

Gambar 7 Hasil uji kualitatif sterol pada fitosterol (kanan) dan stigmasterol (kiri)

KESIMPULAN Minyak kedelai mengandung fitosterol, stigmasterol, kampesterol, dan brasikasterol. Rerata minyak kasar yang diperoleh dari minyak kasar adalah 13,28%. Keberadaan sterol diuji dengan metode Liebermann-Buchard. Ekstrak minyak kasar dan fitosterol menunjukkan hasil uji positif, sedangkan stigmasterol menunjukkan hasil uji negatif. Hal ini disebabkan karena kesalahan pada proses kristalisasi stigmasterol dari fitosterol.

DAFTAR PUSTAKA Torres FC, et al. 2009. Production of phytosterol esters from soybean oil deodorizer distillates. Eur. J. Lipid Sci. Technol. (111) : 1-5. Derewiaka D, et al. 2010. Contents of phytosterols and oxyphytosterols in soybean oil with different addition of sea buckthorn seed oil after thermal processing. Pol. J. Food Nutr. Sci. (60): 323-327. Pateh, et al. 2009. Isolation of stigmasterol, -sitosterol, and 2-hydroxyhexadecanoid acid methyl ester from rhizomes of Stylochiton lancifolius. Nig. Journ. Pharm. Sci.,(1) : 19-25.

HASIL DAN PERHITUNGAN

Ekstraksi Minyak Kasar Kedelai Sampel Bobot labu + ekstrak (g) 1 2 Rerata 158,75 116,44 Bobot labu kosong (g) 150,07 111,81 Bobot sampel (g) 50,15 50,05 Rendemen minyak kasar (%) 17,31 9,25 13,28

Contoh Perhitungan: Sampel 1 Rendemen Minyak Kasar = = = 17,31%


( ) ( )

Sampel 2 Rendemen Minyak Kasar = = = 9,25%


( ) ( )