Anda di halaman 1dari 11

Tugas individu

BUDI DAYA AYAM PETELUR

Disusun oleh :

DI SUSUN OLEH :

NAMA : PRAYUDA KHARISMA NIM : 0907021310

Jurusan Teknik Sipil Prodi Teknik Sipil D3 Fakultas teknik Universitas Riau 2012

BUDIDAYA AYAM RAS PETELUR ASPEK PEMASARAN PROSPEK PENGEMBANGAN BISNIS Pertumbuhan ekonomi di segala sektor telah memacu pula meningkatan pendapatan masyarakat, baik di kota maupun di pedesaan yang pada gilirannya akan mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk meningkatkan gizinya, terutama yang bersumber dari protein hewani yang relatif murah dan mudah didapat sehingga yang berpendapatan menengah kebawah lebih banyak mengkonsumsinya dibandingkan dengan daging sapi atau susu.

Prospek Pengembangan Bisnis Budidaya Ayam Ras Petelur Salah satu penghasil protein hewani adalah ternak. Secara nasional, perkembangan populasi berbagai jenis ternak menunjukkan peningkatan yang besar, terutama untuk ternak unggas. Walaupun demikian, Indonesia dengan jumlah penduduk 200 juta orang masih tergolong sebagai negara yang tingkat konsumsi daging ayam dan telur yang masih rendah dibanding dengan kebutuhan gizi maupun konsumsi negara lain. Atas dasar ini, pengembangan usaha peternakan ayam ras petelur mendapat prioritas dalam

pengembangan perekonomian khususnya usaha kecil peternakan ayam ras petelur. Prospek pengembangan agribisnis ayam ras petelur di masa yang akan datang dilihat dari sisi penawaran (supply side) dan sisi permintaan (demand side) telur di Indonesia. Dari sisi permintaan, prospek bisnis ayam ras petelur sangat berkaitan dengan peranan telur ayarm ras dalam struktur konsumsi telur dan sifat permintaannya yang sangat sesuai dengan perkembangan masa depan.

Jenis Ayam Petelur Bahwa jenis ayam ras petelur dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu: (a). Tipe Ayam Ras Petelur Ringan. Tipe ayam ini disebut dengan ayam ras petelur putih. Ayam ras petelur ringan ini mempunyai badan yang ramping/kurus-mungil/kecil dan mata bersinar. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahun. (b). Tipe Ayam Petelur Medium. Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada di antara berat ayam petelur ringan dan ayam broiler. Oleh karena itu ayam ini disebut tipe ayam petelur medium. Tubuh ayam ini tidak kurus, tetapi juga tidak terlihat gemuk. Telurnya cukup banyak dan juga dapat menghasilkan daging yang banyak. Ayam ini disebut juga dengan ayam tipe dwiguna. Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat yang umumnya mempunyai warna bulu yang cokelat juga. Di

pasaran orang mengatakan telur cokelat lebih disukai daripada telur putih, kalau dilihat dari warna kulitnya memang lebih menarik yang cokelat daripada yang putih, tapi dari segi gizi dan rasa relatif sama. LOKASI PETERNAKAN Usaha ayam petelur dalam Program Kemitraan Terpadu (PKT) umumnya menggunakan teknologi yang intensif, baik yang baik menyangkut peralatan produksi maupun teknik produksinya, termasuk sarana produksi ternaknya (bibit, pakan, obat-obatan, vaksin). Selain itu untuk keseragaman teknologi dari usaha ayam petelur peternak plasma, maka usaha ayam ras dari para peternak plasma di lokalisir di suatu Kawasan Industri Ternak (KINAK), sehingga akan memudahkan pembinaan dan pengawasan oleh inti PIR, baik dalam hal teknik produksi maupun pengelolaan dananya. Lokasi dari KINAK usaha ayam petelur ditempatkan pada lahan yang memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Jauh dari daerah pemukiman penduduk (kampung), terutama daerah yang banyak unggasnya, sehingga akan mencegah terjadinya kontaminasi penyakit dari luar. 2. Jauh dari jalan raya yang banyak dilalui kendaraan bermotor, karena suara yang bising dapat menyebabkan ayam berkurang telurnya akibat stress. 3. Jauh dari lokasi binatang yang menganggu ayam, antara lain ular dan musang, karena binatang tersebut menyebabkan stress pada ayam petelur. 4. Air bersih mudah diperoleh (mata air, sumur, PDAM dan lain-lain) untuk keperluan minumnya ayam, tenaga kerja dan membersihkan kandang ayam. 5. Daerahnya tidak lembab dan cukup memperoleh sinar matahari, serta bukan daerah yang kecepatan anginnya sangat tinggi. Dari sisi penawaran, pengembangan agribisnis ayam ras petelur masih prospektif di Indonesia. Dewasa ini satu-satunya komoditi agribisnis yang paling kuat subsistem hulunya adalah agribisnis ayam ras. Menurut Ditjen

Peternakan, dewasa ini Indonesia memiliki industri pembibitan ayam ras 109 buah, yaitu galur murni (pure line) satu buah, grant parent stock 13 buah, parent stock 95 buah dengan kapasitas produksi 600 juta day old chick (doc) final stock pertahun. Di samping itu juga terdapat 60 buah industri pakan ternak dengan kapasitas 5 juta per ton tahun. Kemudian industri obat-obatan sekitar 34 buah yang mampu memproduksi kebutuhan pharmasetik, biologik dan premiks.

ALAT PRODUKSI Produk utama/usaha ayam petelur ras adalah berupa telur segar. Untuk usaha ini diperlukan antara lain lahan kering, bangunan atau rumah kandang, kandang ayam (batere). Instalasi listrik dan air, peralatan kandang, rumah jaga dan gudang, pagar dan jalan serta ayam ras petelur (pullet, ayam remaja betina). Untuk penyediaan dan pembelian lahan, land clearing, pembuatan bangunan kandang, kandang, jalan dan pagar diperlukan waktu 3 - 6 bulan. Sedangkan pullet (umur 5 bulan) disediakan dan dibeli sekitar 1 bulan sebelum ayam berproduksi. Umur ekonomis ayam ras petelur dari mulai bertelur sampai diremajakan kembali selama 15 - 17 bulan (1,25 tahun dan 1,4 tahun). PROSES PRODUKSI Proses produksi dalam usaha ayam petelur ras adalah meliputi kegiatan : 1. Persiapan lahan, bangunan, kandang dan peralatan lainnya. Rumah kandang dan peralatan kandang, sebelum digunakan untuk ayam, disterilkan terlebih dahulu dengan disinfectant. Untuk mencegah penyakit dari luar, setiap orang yang masuk ke pekarangan atau kandang harus cuci kaki dahulu dengan air yang diberi desinfectant pada pintu masuk

2. Pembelian ayam remaja (puller) berumur 5 bulan. Ayam ini akan bertelur 2 - 1 minggu setelah dipelihara peternak. Ayam yang baru dibeli diberi vaksin dan vitamin agar tidak mudah terserang oleh penyakit, sehingga rata-rata kematiaannya relatif rendah, yaitu sekitar 0,4 - 0,5% per bulan. Pada akhir periode ayam tua/kurang produktif yang dapat dijual sebagai ayam potong antara 93 - 94%. Tingkat kematian pada Pola 2000 (7%) lebih besar dapi pada Pola 5000 (6%) karena plasma pada Pola 5000 lebih terampil dan berpengalaman dari pada Pola 2000 pada Pola 2000 dan Pola 5000. 3. Ayam yang diberi pakan (concentrate), vitamin, obat-obatan dan vaksin pada tiap hari yaitu dengan konversi pakan berkisar antara 2,18 - 2,25 yaitu untuk memperoleh 1 kg telur dibutuhkan pakan antara 2,18 - 2,25 kg pakan. Konversi pakan Pola 2000 (2,25 ) lebih kecil dari pada Pola 5000 (2,2). 4. Pada tiap hari telur dikumpulkan dan dijual kepada inti. Pembayaran dilakukan tiap minggu (10 hari sekali) sehingga modal kerjannya sekitar biaya eksploitasi untuk 10 hari untuk pembelian pakan, biaya buruh, obat-obatan, listrik. Dalam usaha pola PIR ini plasma hanya menerima dana diberi gaji per bulan dan laba bersih setelah dikurangi dana tabungan pada tiap akhir tahun. Sarana produksi ayam ini disediakan oleh inti dan telur ayam dibeli oleh inti. Harga telur ditentukan dengan kontrak tiap 3 - 6 bulan sekali. Namun demikian pada saat harga rendah ini mengalami kerugian, setiap saat harga tinggi, inti memperoleh keuntungan besar. Maka agar supaya usaha inti agar tidak rugi (per tahun) plasma dibagi dlaam beberapa kelompok (3 - 5 kelompok), sehingga produksi plasma PIR KINAK merata sepanjang tahun, yaitu produksi pada saat harga rendah seimbang dengan produksi pada saat harga tinggi inti tidak mengalami kerugian. 5. Membersihkan dan memperbaiki kandang serta peralatannya pada tiap hari. Ayam sakit yang tidak bisa tertolong lagi diafkir dan dijual serta ayam yang mati dibuang. Kotoran ayam dikumpulkan dan dijual tiap 4 - 5 hari. 6. Setelah ayam kurang produktif lagi (umur 20 -22 bulan) maka ayam tua tersebut dijual sebagai ayam potong. Selanjutnya kandang

dibersihkan dan disterilkan selama 1 - 2 minggu agar ayam puller yang baru diremajakan terhindar dari penyakit.> 7. Tenaga kerja yang digunakan dalam pola PIR KINAK ini lebih efisien dari pada yang dilakukan secara individual di pekarangan rumah plasma, karena konstruksi peralalatan lebih baik. Dengan pola ini tiap orang tenaga kerja dapat menangani 2.000 (Pola 2000) sampai 5.000 ekor ayam (Pola 5000), sedangkan secara individu tersebut hanya 1.000 - 1.500 ekor ayam pertenaga kerja. Pada Pola 2000 kemungkinan untuk menggunakan tenaga kerja keluarga plasma, sehingga penghasilannya lebih besar, sedangkan Pola 5000 menggunakan tenaga kerja buruh, karena ukuran usaha dan labanya lebih besar dari Pola 2000 tersebut diatas diawasi dan dibina dengan sangat intensif oleh inti sesuai dengan : Program pendampingan yang profesional dari UB yang mempunyai kemampuan untuk memberikan bantuan teknis kepada UK mitra usaha sehingga usaha plasmanya lebih aman dan menguntungkan serta pengangsuran kredit berjalan lancar.

PRODUKSI Produksi yang dapat dijual dalam usaha ayam ras petelur ini adalah berupa : 1. Telur ayam. Ayam bertelur tiap hari selama 15 - 17 bulan. Produksi telur Pola 2000 lebih kecil dari pada Pola 5000. 2. Ayam tua/afkir. Ayam tua/kurang produktif dijual setelah 20 - 22 bulan. Selama bertelur terjadi kematian antara 6% (Pola 5000) sampai 7% (Pola 2000) sehingga ayam afkir/tua yang dapat terjual pada Pola 2000, 5000, 10000 dan dilihat pada parameter teknis. Kompos. Produksi kompos (kotoran ayam dan sisa makanan) adalah sekitar 30 - 40% dari berat yang diberikan kepada ayam.

Lampiran